20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya15 Dec 2025
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya15 Dec 2025
Jakrta, Goodcar.id - Data dari GAIKINDO untuk November 2025 menyebutkan jika BYD Atto memimpin daftar mobil terlaris nasional dengan penjualan 8.333 unit.
BYD jelas berhasil memanfaatkan momentum insentif, tren elektrifikasi, dan rasa ingin tahu konsumen.
Namun, jika tren ini dibaca lebih dalam, ceritanya tidak sesederhana “mobil China mengalahkan mobil Jepang”.
Terbukti dari data, setelah BYD Atto 1, pasar justru kembali dikuasai mobil-mobil Jepang yang sudah lama hidup dan tumbuh bersama konsumen Indonesia.
Jepang Masih Pegang Fondasi Pasar
Misalnya, di posisi kedua, Toyota Avanza mencatat 3.912 unit. Disusul Toyota Calya (3.122 unit) dan Toyota Rush (2.597 unit).
Angka-angka ini menunjukkan masyarakat masih belum sepenuhnya percaya EV dan masih memilih merek yang terbukti awet, mudah dirawat, dan punya jaringan luas.
Toyota Kijang Innova Zenix juga tetap kuat dengan 2.508 unit, sementara Innova Reborn membukukan 1.967 unit.
Di segmen bawah, Daihatsu Sigra (2.105 unit) dan Honda Brio (1.839 unit) masih menjadi tulang punggung volume. Ini segmen yang paling sensitif terhadap biaya kepemilikan, dan di sinilah merek Jepang masih unggul telak.
Toyota Agya (1.416 unit) dan Suzuki Fronx (1.412 unit) juga tampil seimbang.
Suzuki Fronx memang pendatang baru, tapi tetap membawa nama besar Jepang yang bisa jadi membuat konsumen lebih tenang saat mengambil keputusan.
Lanjut, Mitsubishi menempatkan Destinator (1.814 unit), Xpander (1.427 unit), dan Xpander Cross (720 unit) di daftar ini.
Tidak ada lonjakan ekstrem, tapi terlihat stabil pada segen ini.
Di segmen big SUV, Toyota Fortuner (917 unit) dan Mitsubishi Pajero Sport (912 unit) kembali beradu tipis.
Selain BYD Atto, hanya Jaecoo J5 EV yang masuk 20 besar dengan 653 unit. Angka ini layak diapresiasi, namun juga menunjukkan bahwa dominasi mobil China masih terbatas.
Konsumen boleh tertarik, tapi kepercayaan jangka panjang belum sepenuhnya terbentuk.
Singkatnya, pasar otomotif Indonesia mulai terbuka pada hal baru, tapi kepercayaan tidak dibangun dalam semalam.
Dan untuk saat ini, faktanya brand-brand Jepang masih memegang kunci kepercayaan itu.
20 Mobil Terlaris di Indonesia November 2025 (Non-Komersial)
BYD ATTO 14 – 8.333 unit
Toyota Avanza – 3.912 unit
Toyota Calya – 3.122 unit
Toyota Rush – 2.597 unit
Toyota Innova Zenix – 2.508 unit
Daihatsu Sigra – 2.105 unit
Toyota Innova – 1.967 unit
Honda Brio – 1.839 unit
Mitsubishi Destinator – 1.814 unit
Mitsubishi Xpander – 1.427 unit
Toyota Agya – 1.416 unit
Suzuki Fronx – 1.412 unit
Daihatsu Terios – 979 unit
Toyota Raize – 938 unit
Toyota Fortuner – 917 unit
Mitsubishi Pajero Sport – 912 unit
Suzuki XL7 – 865 unit
Mitsubishi Xpander Cross – 720 unit
Jaecoo J5 EV – 653 unit
Honda HR-V – 609 unit
Lihat Selengkapnya
Menanti Mobil Terbaik Versi FORWOT Car of The Year 202514 Dec 2025
Menanti Mobil Terbaik Versi FORWOT Car of The Year 202514 Dec 2025
Jakarta, GoodCar.id - Melibatkan lebih dari 50 model kendaraan dari berbagai segmen yang telah resmi dipasarkan di Indonesia, ajang ini akan mempertemukan para peserta untuk bersaing dalam lima kategori utama. Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) kembali menggelar FORWOT Car of The Year (FCY) 2025, dengan malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2025 di Live House, Kemang, Jakarta Selatan. FCY 2025 menjadi bentuk apresiasi jurnalis otomotif terhadap kendaraan-kendaraan terbaik yang dihadirkan pabrikan untuk konsumen Tanah Air. Melalui ajang ini, FORWOT juga berharap dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional ke arah yang lebih positif.
“FCY merupakan event flagship tahunan yang bertujuan memilih mobil terbaik dalam periode satu tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Proses penjurian dilakukan secara independen oleh puluhan juri yang berasal dari jurnalis otomotif berpengalaman,” ujar Ketua Umum FORWOT, Arie Prasetya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, FCY 2025 menghadirkan lima kategori utama, yakni The Best of Internal Combustion Engine (ICE), The Best of Hybrid, The Best of Plug-in Hybrid EV, The Best of EV, serta satu penghargaan tertinggi Best of The Best yang dipilih dari seluruh nominasi. Project Leader FCY 2025, Audi Surya, menjelaskan bahwa proses penjurian diawali dengan pengelompokan kendaraan berdasarkan teknologi powertrain atau sistem penggerak.
“Klasifikasi ini kami lakukan seiring dengan berkembangnya tren kendaraan yang semakin beragam di pasar. Konsumen kini memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan aktivitas mereka, sehingga pembagian berdasarkan teknologi mesin dinilai paling relevan dan mencerminkan kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini,” jelas Audi.
Penilaian FCY 2025 mencakup kendaraan-kendaraan baru yang dirilis dalam periode Juli 2024 hingga Juli 2025. Tercatat sebanyak 50 model kendaraan dari puluhan merek otomotif telah memenuhi syarat, yakni telah dipasarkan secara resmi, memiliki harga resmi, serta telah dikirimkan kepada konsumen di Indonesia. Berdasarkan pengelompokan powertrain, nominasi FCY 2025 dibagi ke dalam beberapa kategori.
Kategori Internal Combustion Engine (ICE) :
BAIC BJ30
Chery Tiggo Cross
Ford Everest Sport
GWM Tank 300 Diesel
Hyundai Creta
Hyundai Stargazer Cartenz
Hyundai Venue
Mercedes-Benz G500
Mitsubishi Destinator
Mazda CX-60 Sport
Suzuki Fronx
Toyota Hilux Rangga
Kategori Hybrid dan Mild Hybrid (HEV) :
Honda Accord HEV
Honda HR-V HEV
Honda StepWGN
Kia Carnival Hybrid
Lexus LX700 HEV
Mazda CX-60 Sport
Mercedes-Benz G500
Hyundai Palisade HEV terbaru
Hyundai Tucson HEV terbaru
Nissan Serena e-Power
Nissan X-Trail e-Power
Suzuki Fronx Hybrid
Toyota Alphard HEV
Toyota Camry HEV
Toyota Corolla HEV
Toyota Vellfire HEV
Kategori Plug-in Hybrid EV (PHEV) :
Chery Tiggo 9 CSH
Chery Tiggo 8 CSH
Jaecoo J7 SHS
Jaecoo J8 ARDIS SHS
Lexus NX450h+
Mazda CX-80 PHEV
Volvo XC90 Recharge
Kategori Battery Electric Vehicle (BEV) :
AION Hyptec HT
AION V
Aletra L8
BMW iX
BYD Atto 1
BYD M6
BYD Sealion 7
Chery J6 EV
Denza D9
DFSK Seres E3
Geely EX5
GWM ORA 03
Hyundai Kona EV
JAC N35 EV
Kia EV9
MINI Aceman EV
Polytron G3+
VinFast VF3, VF6, VF7
Volkswagen ID.Buzz
Wuling Mitra EV
Xpeng G6
Xpeng X9
Selain kategori utama, FCY 2025 juga menghadirkan sejumlah penghargaan khusus yang ditujukan bagi kendaraan maupun pabrikan otomotif yang aktif di Indonesia. Penghargaan tersebut meliputi Best Design, Best Value for Money, Best Aftersales, Best Feature, hingga Best Public Relation. Seluruh pemenang akan diumumkan bersamaan pada malam penganugerahan FCY 2025. Ajang FCY 2025 turut didukung oleh berbagai sponsor, antara lain Pertamina Lubricants, ASC, Bridgestone Indonesia, Cargloss, Dyandra Promosindo, Zurich, serta Seven Event. Konsistensi FORWOT dalam menyelenggarakan FCY setiap tahun menjadi kontribusi nyata dalam mendorong perkembangan industri otomotif nasional, sekaligus memberikan referensi yang objektif bagi masyarakat Indonesia dalam memilih kendaraan.
Lihat Selengkapnya
CIAAF 2025 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Industri Suku Cadang Otomotif Indonesia–China13 Dec 2025
CIAAF 2025 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Industri Suku Cadang Otomotif Indonesia–China13 Dec 2025
Jakarta, GoodCar.id - Indonesia International Auto Accessories Expo (CIAAF) 2025 resmi dibuka sebagai ajang pameran industri suku cadang otomotif berskala internasional. Pameran ini digelar oleh PT Ecat International Indonesia bersama Guangdong Chamber of Commerce of Importers & Exporters, Guangdong GW Holdings Group Co., Ltd, Federasi Koperasi Pedesaan Nasional, Perklindo, Asosiasi Guangdong - Indonesia untuk Promosi Perdagangan, PPIT, serta sejumlah mitra pendukung lainnya.
CIAAF 2025 berlangsung di Jakarta Convention Center pada 12–14 Desember 2025 dan menghadirkan lebih dari 200 produsen serta pemasok suku cadang otomotif asal Tiongkok. Pameran ini menyasar kalangan profesional industri, buyer, hingga pecinta otomotif, khususnya dari kawasan Jabodetabek, dengan tujuan memperkuat kolaborasi dan pertukaran industri otomotif antara Indonesia dan China.
Mengusung tema “Revolusi Kehidupan Otomotif”, CIAAF 2025 menampilkan beragam teknologi dan produk suku cadang otomotif terkini, mulai dari lampu depan, kaca film, mesin, sistem elektronik, hingga berbagai komponen bodi kendaraan.
Pendiri sekaligus Presiden PT Ecat International Indonesia, Ms. Catherine, menegaskan bahwa CIAAF menjadi wadah strategis bagi pelaku industri suku cadang otomotif kedua negara. “Pameran CIAAF menyediakan platform penting bagi industri suku cadang otomotif Indonesia dan China, serta mendorong pertukaran kerja sama bisnis antara kedua belah pihak. Kami berharap pameran ini dapat mendukung perkembangan industri otomotif Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bisnis bagi para peserta,” ujarnya.
Selain area pameran utama, CIAAF 2025 juga menghadirkan sejumlah zona interaktif yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung teknologi suku cadang terbaru, memahami proses aplikasi, serta keunggulan produk yang dipamerkan. Salah satu agenda menarik adalah kompetisi film otomotif yang digelar bekerja sama dengan toko kaca film lokal Indonesia dan perusahaan produksi film asal China.
Melalui kompetisi ini, pengunjung dapat menyaksikan proses pemasangan kaca film secara langsung, berdiskusi, serta bertukar wawasan. Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi para teknisi kaca film dari kedua negara untuk menunjukkan kemampuan teknis, berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta berkesempatan memperoleh hadiah khusus dari penyelenggara.
Sejumlah merek suku cadang otomotif ternama asal China turut memamerkan produk terbaru mereka, yang semakin memperkuat hubungan kerja sama industri otomotif antara China dan Indonesia. Keberhasilan CIAAF 2025 dinilai mencerminkan besarnya potensi industri suku cadang otomotif nasional, sekaligus berperan sebagai jembatan kolaborasi strategis antara pelaku usaha kedua negara.
Penyelenggara menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan pameran ini. CIAAF 2025 dijadwalkan berakhir pada 16 Desember, dengan harapan dapat kembali digelar pada tahun mendatang untuk terus menyaksikan pertumbuhan pesat industri otomotif.
Lihat Selengkapnya
Mitsubishi Destinator Resmi Dijual di Vietnam, Siap Ekspansi ke 70 Negara12 Dec 2025
Mitsubishi Destinator Resmi Dijual di Vietnam, Siap Ekspansi ke 70 Negara12 Dec 2025
Jakarta, Goodcar.id - Mitsubishi Motors resmi memulai penjualan Mitsubishi Destinator di Vietnam melalui Mitsubishi Motors Vietnam Co., Ltd. (MMV) pada 1 Desember 2025. SUV tiga baris terbaru ini menjadi model global yang diproyeksikan hadir di sekitar 70 negara, mencakup Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika.
Peluncuran Destinator di Vietnam merupakan langkah lanjutan setelah debutnya di Indonesia pada Juli 2025 dan di Filipina pada 20 November 2025. Kehadiran model ini mempertegas strategi Mitsubishi untuk memperluas portofolio SUV keluarga di pasar berkembang.
Mitsubishi mendesain Destinator dengan konsep “Confidence Booster for Energetic Families”, menargetkan konsumen keluarga yang membutuhkan ruang lega, kenyamanan, dan kemampuan SUV yang andal. Mobil ini hadir sebagai SUV tujuh kursi berukuran medium, mengusung kabin lapang tiga baris dan interior yang terasa lebih premium dibanding model sekelasnya.
Nama “Destinator” dipilih untuk menggambarkan filosofi bahwa mobil ini dirancang sebagai pendamping keluarga dalam menjelajahi tujuan baru dengan rasa percaya diri. Eksteriornya mempertahankan karakter SUV modern Mitsubishi, sementara interiornya mengedepankan kenyamanan untuk semua penumpang.
Sejak diperkenalkan di Indonesia, Mitsubishi Destinator mencatat respons pasar yang sangat kuat. Dalam empat bulan, model ini mengantongi sekitar 12.000 pemesanan, melampaui target penjualan tahun fiskal 2025 yang dipatok di angka 10.000 unit.
Performa tersebut memberi sinyal bahwa segmen SUV keluarga dengan tiga baris bangku masih memiliki ruang besar untuk bertumbuh, terutama di ASEAN.
Menguatkan Jejak Mitsubishi di Pasar ASEAN
Tomoki Yanagawa, General Director MMV, menyebut peluncuran Destinator di Vietnam menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Mitsubishi Motors di kawasan. Ia menambahkan bahwa kesuksesan model lain seperti Xpander dan Xforce telah membuka jalur positif bagi Mitsubishi di Vietnam, dan Destinator diharapkan menjadi pelengkap yang menawarkan kombinasi nilai antara SUV dan kenyamanan MPV.
“Dengan kombinasi ketangguhan SUV dan kenyamanan MPV, kami berharap Destinator menjadi teman perjalanan keluarga di Vietnam,” ungkap Yanagawa.
Peluncuran ini juga menambah deretan model Mitsubishi yang diakui oleh dunia desain. Destinator meraih Gold Award pada kategori Best Industrial Product Design di VMARK Vietnam Design Award 2025—menjadikannya penghargaan emas ketiga Mitsubishi setelah Xforce (2023) dan Triton (2024).
Dengan pasar ASEAN sebagai fondasi utama, Mitsubishi Motors menyiapkan Destinator sebagai salah satu model global yang akan dihadirkan di lebih dari 70 negara. Ekspansi ini ditujukan untuk memperkuat portofolio global Mitsubishi di segmen SUV keluarga dan menantang para pemain besar di kelasnya.
Destinator kini resmi hadir di Vietnam, dan ekspansinya diperkirakan akan berlanjut secara bertahap di wilayah lain sepanjang 2026.
Lihat Selengkapnya
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya15 Dec 2025
20 Mobil Terlaris Indonesia November 2025, Listrik China Melejit, Jepang Masih Dipercaya15 Dec 2025
Jakrta, Goodcar.id - Data dari GAIKINDO untuk November 2025 menyebutkan jika BYD Atto memimpin daftar mobil terlaris nasional dengan penjualan 8.333 unit.
BYD jelas berhasil memanfaatkan momentum insentif, tren elektrifikasi, dan rasa ingin tahu konsumen.
Namun, jika tren ini dibaca lebih dalam, ceritanya tidak sesederhana “mobil China mengalahkan mobil Jepang”.
Terbukti dari data, setelah BYD Atto 1, pasar justru kembali dikuasai mobil-mobil Jepang yang sudah lama hidup dan tumbuh bersama konsumen Indonesia.
Jepang Masih Pegang Fondasi Pasar
Misalnya, di posisi kedua, Toyota Avanza mencatat 3.912 unit. Disusul Toyota Calya (3.122 unit) dan Toyota Rush (2.597 unit).
Angka-angka ini menunjukkan masyarakat masih belum sepenuhnya percaya EV dan masih memilih merek yang terbukti awet, mudah dirawat, dan punya jaringan luas.
Toyota Kijang Innova Zenix juga tetap kuat dengan 2.508 unit, sementara Innova Reborn membukukan 1.967 unit.
Di segmen bawah, Daihatsu Sigra (2.105 unit) dan Honda Brio (1.839 unit) masih menjadi tulang punggung volume. Ini segmen yang paling sensitif terhadap biaya kepemilikan, dan di sinilah merek Jepang masih unggul telak.
Toyota Agya (1.416 unit) dan Suzuki Fronx (1.412 unit) juga tampil seimbang.
Suzuki Fronx memang pendatang baru, tapi tetap membawa nama besar Jepang yang bisa jadi membuat konsumen lebih tenang saat mengambil keputusan.
Lanjut, Mitsubishi menempatkan Destinator (1.814 unit), Xpander (1.427 unit), dan Xpander Cross (720 unit) di daftar ini.
Tidak ada lonjakan ekstrem, tapi terlihat stabil pada segen ini.
Di segmen big SUV, Toyota Fortuner (917 unit) dan Mitsubishi Pajero Sport (912 unit) kembali beradu tipis.
Selain BYD Atto, hanya Jaecoo J5 EV yang masuk 20 besar dengan 653 unit. Angka ini layak diapresiasi, namun juga menunjukkan bahwa dominasi mobil China masih terbatas.
Konsumen boleh tertarik, tapi kepercayaan jangka panjang belum sepenuhnya terbentuk.
Singkatnya, pasar otomotif Indonesia mulai terbuka pada hal baru, tapi kepercayaan tidak dibangun dalam semalam.
Dan untuk saat ini, faktanya brand-brand Jepang masih memegang kunci kepercayaan itu.
20 Mobil Terlaris di Indonesia November 2025 (Non-Komersial)
BYD ATTO 14 – 8.333 unit
Toyota Avanza – 3.912 unit
Toyota Calya – 3.122 unit
Toyota Rush – 2.597 unit
Toyota Innova Zenix – 2.508 unit
Daihatsu Sigra – 2.105 unit
Toyota Innova – 1.967 unit
Honda Brio – 1.839 unit
Mitsubishi Destinator – 1.814 unit
Mitsubishi Xpander – 1.427 unit
Toyota Agya – 1.416 unit
Suzuki Fronx – 1.412 unit
Daihatsu Terios – 979 unit
Toyota Raize – 938 unit
Toyota Fortuner – 917 unit
Mitsubishi Pajero Sport – 912 unit
Suzuki XL7 – 865 unit
Mitsubishi Xpander Cross – 720 unit
Jaecoo J5 EV – 653 unit
Honda HR-V – 609 unit
Lihat Selengkapnya
Menanti Mobil Terbaik Versi FORWOT Car of The Year 202514 Dec 2025
Menanti Mobil Terbaik Versi FORWOT Car of The Year 202514 Dec 2025
Jakarta, GoodCar.id - Melibatkan lebih dari 50 model kendaraan dari berbagai segmen yang telah resmi dipasarkan di Indonesia, ajang ini akan mempertemukan para peserta untuk bersaing dalam lima kategori utama. Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) kembali menggelar FORWOT Car of The Year (FCY) 2025, dengan malam penganugerahan yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Desember 2025 di Live House, Kemang, Jakarta Selatan. FCY 2025 menjadi bentuk apresiasi jurnalis otomotif terhadap kendaraan-kendaraan terbaik yang dihadirkan pabrikan untuk konsumen Tanah Air. Melalui ajang ini, FORWOT juga berharap dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional ke arah yang lebih positif.
“FCY merupakan event flagship tahunan yang bertujuan memilih mobil terbaik dalam periode satu tahun sesuai ketentuan yang berlaku. Proses penjurian dilakukan secara independen oleh puluhan juri yang berasal dari jurnalis otomotif berpengalaman,” ujar Ketua Umum FORWOT, Arie Prasetya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, FCY 2025 menghadirkan lima kategori utama, yakni The Best of Internal Combustion Engine (ICE), The Best of Hybrid, The Best of Plug-in Hybrid EV, The Best of EV, serta satu penghargaan tertinggi Best of The Best yang dipilih dari seluruh nominasi. Project Leader FCY 2025, Audi Surya, menjelaskan bahwa proses penjurian diawali dengan pengelompokan kendaraan berdasarkan teknologi powertrain atau sistem penggerak.
“Klasifikasi ini kami lakukan seiring dengan berkembangnya tren kendaraan yang semakin beragam di pasar. Konsumen kini memiliki banyak pilihan sesuai kebutuhan aktivitas mereka, sehingga pembagian berdasarkan teknologi mesin dinilai paling relevan dan mencerminkan kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini,” jelas Audi.
Penilaian FCY 2025 mencakup kendaraan-kendaraan baru yang dirilis dalam periode Juli 2024 hingga Juli 2025. Tercatat sebanyak 50 model kendaraan dari puluhan merek otomotif telah memenuhi syarat, yakni telah dipasarkan secara resmi, memiliki harga resmi, serta telah dikirimkan kepada konsumen di Indonesia. Berdasarkan pengelompokan powertrain, nominasi FCY 2025 dibagi ke dalam beberapa kategori.
Kategori Internal Combustion Engine (ICE) :
BAIC BJ30
Chery Tiggo Cross
Ford Everest Sport
GWM Tank 300 Diesel
Hyundai Creta
Hyundai Stargazer Cartenz
Hyundai Venue
Mercedes-Benz G500
Mitsubishi Destinator
Mazda CX-60 Sport
Suzuki Fronx
Toyota Hilux Rangga
Kategori Hybrid dan Mild Hybrid (HEV) :
Honda Accord HEV
Honda HR-V HEV
Honda StepWGN
Kia Carnival Hybrid
Lexus LX700 HEV
Mazda CX-60 Sport
Mercedes-Benz G500
Hyundai Palisade HEV terbaru
Hyundai Tucson HEV terbaru
Nissan Serena e-Power
Nissan X-Trail e-Power
Suzuki Fronx Hybrid
Toyota Alphard HEV
Toyota Camry HEV
Toyota Corolla HEV
Toyota Vellfire HEV
Kategori Plug-in Hybrid EV (PHEV) :
Chery Tiggo 9 CSH
Chery Tiggo 8 CSH
Jaecoo J7 SHS
Jaecoo J8 ARDIS SHS
Lexus NX450h+
Mazda CX-80 PHEV
Volvo XC90 Recharge
Kategori Battery Electric Vehicle (BEV) :
AION Hyptec HT
AION V
Aletra L8
BMW iX
BYD Atto 1
BYD M6
BYD Sealion 7
Chery J6 EV
Denza D9
DFSK Seres E3
Geely EX5
GWM ORA 03
Hyundai Kona EV
JAC N35 EV
Kia EV9
MINI Aceman EV
Polytron G3+
VinFast VF3, VF6, VF7
Volkswagen ID.Buzz
Wuling Mitra EV
Xpeng G6
Xpeng X9
Selain kategori utama, FCY 2025 juga menghadirkan sejumlah penghargaan khusus yang ditujukan bagi kendaraan maupun pabrikan otomotif yang aktif di Indonesia. Penghargaan tersebut meliputi Best Design, Best Value for Money, Best Aftersales, Best Feature, hingga Best Public Relation. Seluruh pemenang akan diumumkan bersamaan pada malam penganugerahan FCY 2025. Ajang FCY 2025 turut didukung oleh berbagai sponsor, antara lain Pertamina Lubricants, ASC, Bridgestone Indonesia, Cargloss, Dyandra Promosindo, Zurich, serta Seven Event. Konsistensi FORWOT dalam menyelenggarakan FCY setiap tahun menjadi kontribusi nyata dalam mendorong perkembangan industri otomotif nasional, sekaligus memberikan referensi yang objektif bagi masyarakat Indonesia dalam memilih kendaraan.
Lihat Selengkapnya
CIAAF 2025 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Industri Suku Cadang Otomotif Indonesia–China13 Dec 2025
CIAAF 2025 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Industri Suku Cadang Otomotif Indonesia–China13 Dec 2025
Jakarta, GoodCar.id - Indonesia International Auto Accessories Expo (CIAAF) 2025 resmi dibuka sebagai ajang pameran industri suku cadang otomotif berskala internasional. Pameran ini digelar oleh PT Ecat International Indonesia bersama Guangdong Chamber of Commerce of Importers & Exporters, Guangdong GW Holdings Group Co., Ltd, Federasi Koperasi Pedesaan Nasional, Perklindo, Asosiasi Guangdong - Indonesia untuk Promosi Perdagangan, PPIT, serta sejumlah mitra pendukung lainnya.
CIAAF 2025 berlangsung di Jakarta Convention Center pada 12–14 Desember 2025 dan menghadirkan lebih dari 200 produsen serta pemasok suku cadang otomotif asal Tiongkok. Pameran ini menyasar kalangan profesional industri, buyer, hingga pecinta otomotif, khususnya dari kawasan Jabodetabek, dengan tujuan memperkuat kolaborasi dan pertukaran industri otomotif antara Indonesia dan China.
Mengusung tema “Revolusi Kehidupan Otomotif”, CIAAF 2025 menampilkan beragam teknologi dan produk suku cadang otomotif terkini, mulai dari lampu depan, kaca film, mesin, sistem elektronik, hingga berbagai komponen bodi kendaraan.
Pendiri sekaligus Presiden PT Ecat International Indonesia, Ms. Catherine, menegaskan bahwa CIAAF menjadi wadah strategis bagi pelaku industri suku cadang otomotif kedua negara. “Pameran CIAAF menyediakan platform penting bagi industri suku cadang otomotif Indonesia dan China, serta mendorong pertukaran kerja sama bisnis antara kedua belah pihak. Kami berharap pameran ini dapat mendukung perkembangan industri otomotif Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bisnis bagi para peserta,” ujarnya.
Selain area pameran utama, CIAAF 2025 juga menghadirkan sejumlah zona interaktif yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung teknologi suku cadang terbaru, memahami proses aplikasi, serta keunggulan produk yang dipamerkan. Salah satu agenda menarik adalah kompetisi film otomotif yang digelar bekerja sama dengan toko kaca film lokal Indonesia dan perusahaan produksi film asal China.
Melalui kompetisi ini, pengunjung dapat menyaksikan proses pemasangan kaca film secara langsung, berdiskusi, serta bertukar wawasan. Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi para teknisi kaca film dari kedua negara untuk menunjukkan kemampuan teknis, berbagi pengalaman, memperluas jaringan, serta berkesempatan memperoleh hadiah khusus dari penyelenggara.
Sejumlah merek suku cadang otomotif ternama asal China turut memamerkan produk terbaru mereka, yang semakin memperkuat hubungan kerja sama industri otomotif antara China dan Indonesia. Keberhasilan CIAAF 2025 dinilai mencerminkan besarnya potensi industri suku cadang otomotif nasional, sekaligus berperan sebagai jembatan kolaborasi strategis antara pelaku usaha kedua negara.
Penyelenggara menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan pameran ini. CIAAF 2025 dijadwalkan berakhir pada 16 Desember, dengan harapan dapat kembali digelar pada tahun mendatang untuk terus menyaksikan pertumbuhan pesat industri otomotif.
Lihat Selengkapnya
Mitsubishi Destinator Resmi Dijual di Vietnam, Siap Ekspansi ke 70 Negara12 Dec 2025
Mitsubishi Destinator Resmi Dijual di Vietnam, Siap Ekspansi ke 70 Negara12 Dec 2025
Jakarta, Goodcar.id - Mitsubishi Motors resmi memulai penjualan Mitsubishi Destinator di Vietnam melalui Mitsubishi Motors Vietnam Co., Ltd. (MMV) pada 1 Desember 2025. SUV tiga baris terbaru ini menjadi model global yang diproyeksikan hadir di sekitar 70 negara, mencakup Asia Tenggara, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika.
Peluncuran Destinator di Vietnam merupakan langkah lanjutan setelah debutnya di Indonesia pada Juli 2025 dan di Filipina pada 20 November 2025. Kehadiran model ini mempertegas strategi Mitsubishi untuk memperluas portofolio SUV keluarga di pasar berkembang.
Mitsubishi mendesain Destinator dengan konsep “Confidence Booster for Energetic Families”, menargetkan konsumen keluarga yang membutuhkan ruang lega, kenyamanan, dan kemampuan SUV yang andal. Mobil ini hadir sebagai SUV tujuh kursi berukuran medium, mengusung kabin lapang tiga baris dan interior yang terasa lebih premium dibanding model sekelasnya.
Nama “Destinator” dipilih untuk menggambarkan filosofi bahwa mobil ini dirancang sebagai pendamping keluarga dalam menjelajahi tujuan baru dengan rasa percaya diri. Eksteriornya mempertahankan karakter SUV modern Mitsubishi, sementara interiornya mengedepankan kenyamanan untuk semua penumpang.
Sejak diperkenalkan di Indonesia, Mitsubishi Destinator mencatat respons pasar yang sangat kuat. Dalam empat bulan, model ini mengantongi sekitar 12.000 pemesanan, melampaui target penjualan tahun fiskal 2025 yang dipatok di angka 10.000 unit.
Performa tersebut memberi sinyal bahwa segmen SUV keluarga dengan tiga baris bangku masih memiliki ruang besar untuk bertumbuh, terutama di ASEAN.
Menguatkan Jejak Mitsubishi di Pasar ASEAN
Tomoki Yanagawa, General Director MMV, menyebut peluncuran Destinator di Vietnam menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Mitsubishi Motors di kawasan. Ia menambahkan bahwa kesuksesan model lain seperti Xpander dan Xforce telah membuka jalur positif bagi Mitsubishi di Vietnam, dan Destinator diharapkan menjadi pelengkap yang menawarkan kombinasi nilai antara SUV dan kenyamanan MPV.
“Dengan kombinasi ketangguhan SUV dan kenyamanan MPV, kami berharap Destinator menjadi teman perjalanan keluarga di Vietnam,” ungkap Yanagawa.
Peluncuran ini juga menambah deretan model Mitsubishi yang diakui oleh dunia desain. Destinator meraih Gold Award pada kategori Best Industrial Product Design di VMARK Vietnam Design Award 2025—menjadikannya penghargaan emas ketiga Mitsubishi setelah Xforce (2023) dan Triton (2024).
Dengan pasar ASEAN sebagai fondasi utama, Mitsubishi Motors menyiapkan Destinator sebagai salah satu model global yang akan dihadirkan di lebih dari 70 negara. Ekspansi ini ditujukan untuk memperkuat portofolio global Mitsubishi di segmen SUV keluarga dan menantang para pemain besar di kelasnya.
Destinator kini resmi hadir di Vietnam, dan ekspansinya diperkirakan akan berlanjut secara bertahap di wilayah lain sepanjang 2026.
Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Yamaha MX-King 2026, Fitur Lebih Lengkap?11 Dec 2025
Spesifikasi Yamaha MX-King 2026, Fitur Lebih Lengkap?11 Dec 2025
Jakarta, Goodcar.id - Yamaha Indonesia kembali memperkuat segmen motor bebek sport melalui kehadiran Yamaha MX-King 150 2026, yang kini mendapat penyegaran warna dan grafis. Ubahan visual ini membuat karakter “The King of Street” semakin kuat, menghadirkan tampilan agresif dan modern untuk pengendara yang ingin tampil lebih percaya diri. Tidak ada revisi teknis besar, tetapi pembaruan warna membuat model ini tetap relevan di tengah tren motor bergaya sporty.
Untuk 2026, Yamaha menawarkan dua warna baru Blue dan Silver dengan grafis yang lebih berani. Varian Blue tampil eksklusif melalui perpaduan biru tua dan hitam, ditambah aksen merah, oranye, putih, serta silver. Velg biru tua di depan dan hitam di belakang menjadi sentuhan visual yang memperkuat kesan maskulin.
Yamaha MX-King 150 Silver
Sementara varian Silver membawa gaya yang lebih agresif dengan grafis bernuansa silver temaram, cyan, kuning, dan putih. Dua velg hitam senada membuat tampilannya lebih solid dan percaya diri. Yamaha juga tetap mempertahankan warna ikonik Cyber City, berisi kombinasi biru–ungu–pink neon yang futuristik dengan velg merah di bagian depan.
Meski fokus pada penyegaran warna, MX-King 150 2026 tetap mengusung paket spesifikasi lengkap yang menjadi daya tariknya. Pada bagian pencahayaan, motor ini memakai tiga lampu LED (dua low beam, satu high beam) yang lebih terang dan efisien, dilengkapi hazard lamp untuk kondisi darurat. Rangka ringan Light Frame Design dikombinasikan dengan pijakan kaki lipat dan suspensi monoshock untuk meningkatkan kelincahan saat bermanuver.
Ban tubeless lebar (90/80-17 dan 120/70-17) serta velg 17 inci membuat stabilitas dan tampilan kaki-kaki makin kokoh. Sistem pengereman juga lebih optimal berkat penggunaan double disc brake di kedua roda.
Dari sisi teknologi, MX-King 150 tetap mengandalkan speedometer digital dengan tampilan ringkas dan informatif. Kepraktisan ini mendukung karakter motor sport bebek yang menyasar pengguna harian hingga pecinta performa ringan.
Untuk sektor mesin, Yamaha mempertahankan konfigurasi 150 cc fuel injection, 4 valve, 5 percepatan, yang menghasilkan tenaga 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi 13,8 Nm pada 7.000 rpm. Mesin ini menggunakan pendingin cairan serta teknologi Forged Piston & DiASil Cylinder, yang dikenal lebih awet, kuat, dan ringan. Hasilnya, performa tetap responsif dengan durabilitas tinggi.
Penyegaran tahun ini menegaskan bahwa MX-King 150 2026 tetap menjadi salah satu motor bebek sport dengan identitas visual yang menjadi ciri khasnya. Dengan pilihan warna yang lebih modern serta spesifikasi yang masih kompetitif, Yamaha menjaga agar MX-King tetap menjadi opsi menarik bagi pengendara yang mencari motor agresif dan fungsional di waktu bersamaan.
Lihat Selengkapnya
Tipe Street Jadi Bintang Baru: Ini Pembaruan All New Honda Vario 12501 Dec 2025
Tipe Street Jadi Bintang Baru: Ini Pembaruan All New Honda Vario 12501 Dec 2025
Jakarta, GoodCar.id - PT Astra Honda Motor (AHM) resmi memperkenalkan generasi terbaru dari skutik populer mereka, All New Honda Vario 125. Model ini hadir dengan penyegaran menyeluruh, termasuk tipe baru berkonsep street style yang dirancang untuk mendukung tren gaya hidup modern. Dari sisi tampilan, lampu depan, belakang, dan winker kini mengusung desain baru yang lebih sporti dan futuristis. Lampu depan tetap mempertahankan ciri khas V-shape, namun sudah dibekali teknologi LED terbaru yang memberikan pencahayaan lebih terang dan luas saat malam hari. Panel meter juga mendapat sentuhan grafis baru yang semakin menonjolkan karakter sporty.
Tipe Street menjadi daya tarik utama pada pembaruan kali ini. Konsep street-style diperkuat melalui penggunaan naked handlebar, panel meter terpisah, serta pilihan warna velg yang mencolok menjadikannya pilihan ideal bagi anak muda yang ingin tampil beda dan ekspresif. Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian, Honda membekali All New Vario 125 dengan fitur modern seperti USB Charger Type-C serta konsol box depan yang lebih lega. Kombinasi fitur ini memberikan kemudahan bagi pengguna aktif yang menginginkan kepraktisan dalam perjalanan.
President Director AHM, Susumu Mitsuishi, mengatakan bahwa pembaruan desain, kelengkapan fitur, dan hadirnya tipe Street menjadikan All New Honda Vario 125 sebagai partner berkendara yang semakin relevan dengan kebutuhan masa kini. “All New Honda Vario 125 terbaru menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan produk yang tidak hanya advance dan efisien, tetapi juga relevan dengan perkembangan gaya hidup masyarakat. Dengan ubahan desain terbaru dan kehadiran tipe Street, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan karakter pengendara muda Indonesia,” ujar Mitsuishi.
Executive Vice President Director AHM, Thomas Wijaya, menambahkan bahwa Vario 125 telah lama menjadi pilihan favorit konsumen Indonesia. Seiring berjalannya waktu, model ini terus berevolusi mengikuti perubahan tren dan gaya hidup. “Segmen skutik 125cc memiliki potensi besar di Indonesia karena sangat sesuai dengan kebutuhan harian masyarakat yang menginginkan sepeda motor yang efisien, praktis, dan advance. Ragam tipe All New Honda Vario 125 yang kami hadirkan diharapkan dapat memberikan pilihan baru bagi konsumen yang menginginkan sepeda motor dengan tampilan sporti dan tetap fungsional,” kata Thomas.
Performa All New Honda Vario 125
Dari sisi performa, All New Honda Vario 125 mengandalkan mesin 125cc liquid-cooled eSP yang menawarkan kombinasi responsivitas dan efisiensi yang baik, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 51,7 km/liter. Kapasitas bagasi 18 liter memberikan ruang penyimpanan luas, sementara hook tambahan membantu membawa barang lebih praktis. Panel meter full digital menyajikan informasi lengkap mulai dari kecepatan, jarak tempuh, jam digital, hingga indikator ISS dan Honda Smart Key untuk tipe CBS-ISS dan Street.
Seluruh sistem pencahayaan sudah menggunakan LED, dipadukan dengan ban lebar (90/80 depan dan 100/80 belakang) serta velg desain sporty. Pengereman dipercayakan pada Wavy Disc Brake dengan teknologi Combi Brake System (CBS).
Dari sisi warna, tipe CBS■ISS mendapat 3D emblem dan velg bronze, dengan tiga pilihan warna: Advance Blue, Advance Matte Red, dan Advance Matte Black. Tipe CBS hadir dengan Sporty Mint, Sporty Red, dan Sporty Black. Sementara tipe Street menawarkan pilihan Street Black Coral, Street Black Purple, dan Street Black White—masing■masing dengan warna velg berbeda yang semakin menambah kesan atraktif.
Harga resmi All New Honda Vario 125:
tipe CBS Rp24.410.000 (OTR Jakarta)
tipe CBS-ISS Rp26.065.000 (OTR Jakarta)
tipe Street Rp26.499.000 (OTR Jakarta).
Lihat Selengkapnya
Indomobil eMotor Sprinto Resmi Meluncur di GJAW 2025: Desain Sporty Dan Bertenaga Dijual Cuma Segini22 Nov 2025
Indomobil eMotor Sprinto Resmi Meluncur di GJAW 2025: Desain Sporty Dan Bertenaga Dijual Cuma Segini22 Nov 2025
Jakarta, GoodCar.id — PT Indomobil Emotor Internasional (IEI) resmi memperkenalkan skuter listrik terbaru mereka, Indomobil eMotor Sprinto, pada gelaran GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang berlangsung 21–30 November 2025 di ICE BSD Tangerang. Kehadiran Sprinto mempertegas komitmen IEI dalam memperluas portofolio kendaraan listrik roda dua dan menawarkan pilihan mobilitas modern bagi masyarakat urban Indonesia.
Sebagai produk baru, Sprinto dipamerkan di Hall 8, Booth C1a, dan langsung menarik perhatian berkat desain sporty, fitur lengkap, serta teknologi digital yang menjadi fokus utama pengembangannya. Peluncuran ini sekaligus menandai langkah besar IEI dalam menyediakan solusi mobilitas listrik terjangkau tanpa mengorbankan performa.
Dalam sambutannya, Pius Wirawan, CEO PT Indomobil Emotor Internasional, menegaskan bahwa Sprinto dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern yang semakin dinamis. Ia menyebut Sprinto sebagai representasi gaya hidup urban yang menuntut kepraktisan, keamanan, dan kenyamanan dalam satu paket.
Desain Sporty dengan Sentuhan Futuristik
Sprinto hadir dengan pendekatan desain agresif namun tetap modern. Bagian depan diperkuat oleh VoltAura Emblem, AeroBlade Panel, dan VoltArmor Panel yang menambah karakter futuristik. Sementara di bagian belakang, Arc Tail Light memberikan pencahayaan cerah untuk meningkatkan visibilitas malam hari.
Dimensinya—panjang 1.980 mm, lebar 745 mm, dan tinggi 1.115 mm—didesain ideal untuk mobilitas perkotaan. Ground clearance setinggi 150 mm membuatnya tetap nyaman melewati berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Performa Agresif: 0–50 km/jam dalam 6,4 Detik
Di sektor performa, Sprinto mengusung motor listrik 3.5 kW dengan torsi instan 195 Nm, menghasilkan akselerasi cepat dan responsif. Pengujian internal mencatat waktu 0–50 km/jam hanya 6,4 detik, membuatnya salah satu yang tercepat di kelasnya. Skuter ini juga mampu mencapai kecepatan puncak 95 km/jam, cukup untuk kebutuhan perjalanan harian maupun jarak menengah.
Baterai Lithium 2.45 kWh memberi jarak tempuh hingga 110 km, memastikan pengguna tidak perlu sering mengisi daya. Tersedia pula 3-Speed Feature dan Boost Mode untuk menambah tenaga sesuai kebutuhan.
Fitur Premium dan Sistem Digital Terintegrasi
Sprinto dibekali berbagai fitur unggulan seperti Traction Control System (TCS), Combi Brake Assist, Hill Start Assist, Regenerative Braking, Anti-Theft Alarm, serta sertifikasi IP67 yang menjadikannya tahan air dan debu.
Untuk kenyamanan, fitur seperti Keyless Start, Push Assist Mode, Reverse Mode, storage luas, hingga Active Bluetooth Speaker membuatnya cocok untuk generasi modern. Suspensi Telescopic Fork dan Hydraulic Coil Spring memastikan kenyamanan selama berkendara.
Keunggulan lain adalah integrasi penuh dengan aplikasi Indonesia eMotor, yang memungkinkan pengguna memantau kondisi kendaraan, lokasi, status baterai, hingga melakukan OTA update secara langsung.
Aktivitas Booth dan Penawaran Khusus
Selama GJAW 2025, IEI menyediakan berbagai aktivitas seperti Wall Message, game IM Shoot, Spin Wheel, hingga sesi test ride. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan Lucky Dip berisi hadiah seperti diskon hingga Rp1 juta, helm, dan jaket.
Indomobil eMotor Sprinto dijual dengan harga Rp25.500.000 (OTR Jakarta) dan dapat langsung dipesan di booth selama periode pameran.
Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Jawara FCEV, Motor Hidrogen Mahasiswa UPI17 Nov 2025
Spesifikasi Jawara FCEV, Motor Hidrogen Mahasiswa UPI17 Nov 2025
Jakarta, Goodcar.id – Seperti apa Spesifikasi Jawara FCEV yang baru-baru ini dipamerkan? Tren kendaraan hidrogen mulai menunjukkan perkembangan signifikan di Asia, meskipun Indonesia masih berada pada tahap awal pemanfaatannya.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong roadmap energi bersih sebagai arah masa depan transportasi nasional. Di tengah wacana transisi energi tersebut, sebuah inovasi dari mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menarik perhatian publik: motor hidrogen Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang benar-benar dapat dikendarai.
Motor berdesain cafe racer yang hanya menghasilkan uap air sebagai emisi ini dipamerkan dalam kegiatan vokasional UPI di Balai Pertemuan Umum. Kehadirannya menjadi bukti bahwa teknologi hidrogen bukan lagi sekadar konsep kebijakan, tetapi mulai diimplementasikan secara nyata oleh generasi muda di lingkungan kampus.
Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif FPTK UPI berhasil merakit motor hidrogen pertama mereka yang diberi nama Jawara FCEV. Secara prinsip, motor ini bekerja dengan mengubah hidrogen menjadi listrik melalui fuel cell, kemudian listrik tersebut menggerakkan motor listrik sebagai sumber tenaga. “Motor ini menggunakan bahan bakar hidrogen yang diubah menjadi listrik melalui alat bernama fuel cell. Dari hidrogen dihasilkan energi untuk menggerakkan motor,” ujar Muhammad Zidan, anggota tim pengembang.
Proyek yang dimulai sejak 2024 ini digarap oleh sepuluh mahasiswa dengan bimbingan Sriyono, S.Pd., M.Pd. Menariknya, sekitar 80 persen komponen motor sudah berasal dari produksi lokal, sementara fuel cell masih diimpor dari Meksiko.
Dari sisi performa, Jawara FCEV mencatat spesifikasi yang cukup impresif. Motor ini memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam dan mampu menempuh jarak hingga 428 km hanya dengan dua liter hidrogen murni. Emisinya nol gram CO₂ karena satu-satunya keluaran adalah uap air.
Beragam fitur modern juga disematkan, seperti sensor kebocoran hidrogen dengan sistem safety cut-off otomatis, pemantauan IoT untuk tekanan gas dan suhu, GPS tracker, RFID security, remote engine cut-off melalui SMS, hingga regenerative braking untuk pengisian baterai saat deselerasi. “Tujuan kami sederhana, ingin menunjukkan bahwa kendaraan ramah lingkungan itu bukan angan-angan. Mahasiswa Indonesia bisa membuatnya,” kata Zidan.
Menurut mereka, inovasi ini selaras dengan arah kebijakan energi bersih Kementerian ESDM. Sejak 2023, hidrogen telah resmi masuk dalam roadmap energi bersih nasional, dengan fokus pada pengembangan green hydrogen berbasis energi terbarukan, pembangunan infrastruktur stasiun pengisian hidrogen, serta dorongan riset fuel cell di industri dan perguruan tinggi. Motor hidrogen UPI hadir sebagai jawaban konkret terhadap kebutuhan riset kendaraan nol emisi yang relevan untuk masa depan.
Berawal di Tahun 2024
Proyek Jawara FCEV berawal dari kompetisi PLN ICE 2024 yang mempertemukan 30 kampus dari seluruh Indonesia. Dari seluruh peserta, hanya UPI dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang mendapatkan pendanaan untuk mewujudkan konsep menjadi prototipe. “Sekarang motor ini menjadi kebanggaan kampus karena hanya ada dua unit di Indonesia,” ujar Zidan. Dukungan UPI pun terbilang besar, mulai dari akses laboratorium 24 jam hingga dispensasi tugas akademik bagi anggota tim.
Keberhasilan ini menjadi langkah awal penyusunan ekosistem hidrogen di lingkungan kampus. Tim otomotif UPI kini tengah mengembangkan prototipe mobil hidrogen, melakukan riset stasiun pengisian hidrogen, serta melanjutkan pengembangan bus listrik Evo 1 dan Evo 2 yang sebelumnya sudah berhasil diuji. “Harapannya, karya ini bisa memantik semangat bahwa anak muda Indonesia mampu menciptakan teknologi masa depan,” tambah Zidan.
Sriyono, M.Pd., selaku dosen pembimbing, menegaskan bahwa UPI berkomitmen mencetak inovator energi bersih. Tim ini memiliki rekam jejak yang kuat, termasuk meraih posisi runner-up kategori prototipe hidrogen pada ajang Shell Eco Marathon. Pada awal 2026, mereka dijadwalkan kembali berlaga di Shell Eco Marathon Asia & Middle East dengan membawa konsep urban hydrogen vehicle terbaru.
Secara teknis, Jawara FCEV menggunakan hidrogen sebagai sumber energi melalui fuel cell, dengan kapasitas tabung 1 liter dan jarak tempuh mencapai 428 km untuk dua liter hidrogen. Dengan 80 persen komponen lokal dan fitur keamanan modern, motor ini menunjukkan kesiapan teknologi yang kompetitif. Prototipe ini dikerjakan oleh sepuluh mahasiswa di bawah bimbingan Sriyono dan tim akademik lainnya.
Dengan teknologi yang sudah berfungsi, relevansi tinggi terhadap kebutuhan masa depan, serta potensi pengembangan yang besar, Jawara FCEV membuktikan bahwa inovasi mahasiswa dapat bergerak cepat mengikuti perkembangan global. Pertanyaannya kini, apakah pemerintah dan sektor swasta siap memberikan dukungan agar motor hidrogen ini dapat berkembang hingga memasuki fase produksi? Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi mengenai hal tersebut.
Lihat Selengkapnya
Cara Ganti Baterai Remote NETA V, Biar Smart Key Nggak Mati Mendadak03 Nov 2025
Cara Ganti Baterai Remote NETA V, Biar Smart Key Nggak Mati Mendadak03 Nov 2025
Jakarta, Goodcar.id — Buat kamu pengguna mobil listrik NETA V, mungkin udah mulai ngerasain nih: tombol smart key kadang agak telat responsnya, atau malah nggak berfungsi sama sekali. Tenang dulu, bukan berarti remotemu rusak—kemungkinan besar cuma baterai remote NETA V yang udah mulai lemah.
Mobil listrik NETA V sendiri sudah dua tahun eksis di Indonesia, jadia jangan sampai bagian kecil seperti baterai remote NETA V terlupakan yang efeknya pintu jadi enggak bisa dibuka.
Kenapa Baterai Remote NETA V Bisa Habis
Sama kayak baterai jam tangan, baterai remote NETA V juga punya umur pakai. Kalau kamu sering pakai mobil tiap hari, buka-tutup pintu, atau hidup-matiin mobil pakai tombol start, dayanya bakal cepat berkurang.
Tanda paling umum adalah lampu indikator kunci di dashboard (MID) muncul warna merah meski smart key ada di kabin. Artinya, baterai udah lemah dan sebentar lagi bisa habis total. Raditio Hutomo, After Sales Director PT Neta Auto Indonesia, bilang kalau kondisi kayak gini berarti waktunya ganti. “Kalau indikator merah udah nyala, segera ganti baterainya. Nggak perlu nunggu sampai remotenya mati total,” jelasnya.
Siapkan Baterai Baru dan Alat Sederhana
Kabar baiknya, baterai remote NETA V bisa diganti sendiri di rumah tanpa ribet. Jenis baterainya adalah CR2025, gampang banget dicari di minimarket, toko elektronik, atau online shop. Kamu juga cuma butuh obeng kecil (minus) buat bantu buka casing remot.
Sebelum mulai, pastiin tanganmu kering dan area kerja bersih, biar komponen di dalam kunci nggak kena debu atau lembap.
Langkah-Langkah Ganti Baterai Remote NETA V
Pegang smart key NETA V dengan posisi stabil di bagian tengah.
Buka cover belakang pelan-pelan—jangan dicongkel paksa biar casing nggak patah.
Gunakan obeng kecil untuk membuka bagian dalam lewat lubang kecil di bodi kunci.
Lepas pelindung putih/transparan yang menutup komponen dalam smart key.
Keluarkan chip hijau dengan hati-hati dan taruh di tempat bersih.
Ganti baterai remote NETA V lama dengan yang baru (CR2025), pastikan posisi polaritasnya benar.
Rakit ulang semua bagian sesuai urutan semula dan pastikan tertutup rapat.
Coba tekan tombol lock dan unlock buat ngetes. Kalau pintu langsung respons, berarti penggantian sukses dan baterai remote NETA V kamu udah siap lagi beraksi.
Tips Biar Baterai Remote NETA V Awet
Ada beberapa hal simpel biar baterai remote NETA V nggak cepat soak. Hindari nyimpen smart key di tempat panas seperti dashboard, jangan sampai kena air, dan kalau mobil jarang dipakai, sesekali tekan tombol kunci biar baterainya tetap aktif.
Menurut Raditio, umur baterai bisa beda-beda tergantung pemakaian. “Kalau mobilnya sering dipakai harian, ganti tiap dua tahun itu ideal. Tapi kalau jarang, bisa lebih awet,” ujarnya.
Lihat Selengkapnya
Apa Itu TPMS? Cara Kerja, Fungsi, dan Tips Merawat Sistem Pemantau Tekanan Ban Mobil21 Oct 2025
Apa Itu TPMS? Cara Kerja, Fungsi, dan Tips Merawat Sistem Pemantau Tekanan Ban Mobil21 Oct 2025
Jakarta, Goodcar.id - Apa itu TPMS? Pernah melihat lampu kecil berbentuk tapak ban dengan tanda seru (!) di dashboard mobilmu? Itu adalah indikator TPMS, singkatan dari Tire Pressure Monitoring System.
Sistem ini jadi salah satu fitur penting di mobil modern, tapi sayangnya masih banyak pengemudi yang belum benar-benar paham cara membacanya dan mengapa fitur ini krusial untuk keselamatan.
Apa Itu TPMS dan Kenapa Penting?
TPMS adalah sistem yang berfungsi untuk memantau tekanan udara pada setiap ban mobil secara otomatis. Kalau tekanan ban turun di bawah batas aman atau malah terlalu tinggi, sistem ini akan menyalakan lampu peringatan di panel instrumen.
Tujuan utama TPMS tidak hanya memberi tahu kalau ban kempis, tapi juga duntuk menjaga keselamatan, efisiensi bahan bakar, dan umur ban. Ban yang tekanannya tidak ideal bisa bikin mobil boros, handling terasa aneh, bahkan berisiko pecah di jalan tol.
Buat yang sering nyetir jauh atau melaju di kecepatan tinggi, fitur TPMS ini benar-benar penyelamat. Karena beda beberapa psi saja pada tekanan ban bisa memengaruhi kestabilan mobil dan konsumsi BBM.
Jenis dan Cara Kerja TPMS
Secara umum, ada dua jenis sistem yang digunakan pabrikan mobil: Direct TPMS dan Indirect TPMS.
Direct TPMS (Langsung)
Sistem ini memakai sensor khusus di setiap ban. Sensor tersebut mengirim data tekanan dan suhu ban ke komputer mobil. Kalau salah satu ban tekanannya berkurang, data langsung dikirim ke dashboard.
Keunggulan Direct TPMS adalah lebih akurat dan real-time. Sedangkan kekurangan Direct TPMS adalah sensor bisa rusak atau baterainya habis seiring waktu.
Indirect TPMS (Tidak Langsung)
Sistem ini tidak menggunakan sensor di ban, melainkan membaca data dari sensor ABS. Ketika tekanan ban menurun, diameter ban ikut mengecil dan membuat putarannya lebih cepat dari roda lain. Dari sini sistem bisa mendeteksi ada tekanan yang tidak seimbang.
Keunggulan sistem jenis ini adalah biaya lebih murah, perawatannya lebih mudah.
Kekurangan, kurang presisi, butuh kalibrasi ulang setelah isi angin atau ganti ban.
Cara Membaca Indikator TPMS di Dashboard
Simbol TPMS biasanya berbentuk tapak ban dengan tanda seru di tengahnya (!). Kalau lampu ini menyala terus, artinya salah satu ban tekanan udaranya kurang dari batas minimum. Sedangkan jika berkedip selama beberapa detik lalu tetap menyala, bisa jadi sistem TPMS sedang error atau perlu reset.
Langkah pertama yang perlu dilakukan:
Segera hentikan mobil di tempat aman.
Cek tekanan semua ban, termasuk ban cadangan jika mobil mendukung sensor di sana.
Isi udara sesuai rekomendasi di stiker pintu pengemudi atau buku manual.
Jika lampu tidak padam, kemungkinan sistem butuh reset TPMS. Caranya berbeda di tiap mobil—ada yang pakai tombol khusus, ada juga yang melalui menu MID.
Untuk beberapa mobil, TPMS juga bisa menampilkan angka tekanan ban di layar head unit atau instrument cluster, jadi kamu bisa tahu ban mana yang bermasalah tanpa harus menebak.
Manfaat TPMS di Mobil
Banyak pengemudi baru yang menganggap TPMS hanya pelengkap, padahal manfaatnya besar banget:
Lebih aman di jalan: kamu tahu lebih cepat kalau ada ban kempis atau bocor halus.
Hemat BBM: tekanan ideal bikin rolling resistance lebih rendah, artinya mesin tidak perlu kerja keras.
Ban lebih awet: tekanan seimbang mencegah keausan tidak merata.
Handling lebih stabil: mobil tetap nyaman dan responsif, apalagi di kecepatan tinggi.
Tips Merawat dan Memanfaatkan TPMS
Biar TPMS tetap berfungsi optimal, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:
Rutin cek tekanan ban secara manual.
Walau sudah ada TPMS, bukan berarti kamu boleh malas cek tekanan. Pastikan angin sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Perhatikan waktu reset.
Setelah mengganti atau menambal ban, lakukan kalibrasi ulang TPMS sesuai panduan di buku manual.
Jaga sensor dari kerusakan.
Saat mengganti ban, ingatkan teknisi bengkel agar hati-hati dengan sensor di katup angin. Sensor yang rusak bisa bikin sistem error.
Cek baterai sensor.
Umur baterai sensor Direct TPMS biasanya sekitar 5–7 tahun. Kalau indikator sering nyala padahal tekanan normal, kemungkinan baterainya sudah lemah.
Gunakan nitrogen untuk stabilitas tekanan.
Udara biasa cenderung mengembang atau menyusut lebih cepat akibat suhu, sementara nitrogen lebih stabil. Ini membantu TPMS bekerja lebih akurat.
TPMS memang terlihat sepele, tapi punya peran besar dalam menjaga keamanan dan efisiensi mobil. Dengan sistem ini, pengemudi bisa lebih tenang karena kondisi tekanan ban selalu terpantau.
Kalau lampu indikator TPMS menyala, jangan diabaikan. Cek tekanan ban segera dan lakukan reset bila perlu. Karena dalam dunia otomotif, hal-hal kecil seperti tekanan ban bisa berdampak besar terhadap keselamatan, kenyamanan, dan umur kendaraan.
Jadi, mulai sekarang jangan cuma fokus isi BBM atau cuci mobilnya aja—pastikan juga TPMS-mu aktif dan bekerja dengan baik setiap kali berkendara.
Lihat Selengkapnya
9 Cara Merawat Aki Mobil Hybrid agar Awet dan Tidak Cepat Drop!20 Oct 2025
9 Cara Merawat Aki Mobil Hybrid agar Awet dan Tidak Cepat Drop!20 Oct 2025
Jakarta, Goodcar.id - Bagaimana Cara Merawat Aki Mobil Hybrid agar Awet?
Banyak orang mengira mobil hybrid tidak menggunakan aki seperti mobil bensin pada umumnya.
Padahal, kendaraan hybrid—termasuk jajaran Toyota Hybrid—masih mengandalkan aki 12 volt untuk menjalankan sistem kelistrikan tegangan rendah.
Meski mobil hybrid punya baterai utama bertegangan tinggi untuk motor listrik, aki kecil atau auxiliary battery tetap berperan penting. Komponen inilah yang menghidupkan sistem dasar seperti lampu, audio, klakson, hingga ECU (Electronic Control Unit).
Tanpa aki yang sehat, sistem kelistrikan bisa terganggu, bahkan mobil bisa gagal menyala.
Kenapa Mobil Hybrid Tetap Butuh Aki 12 Volt
Menurut Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, baterai besar pada mobil hybrid berfungsi untuk menggerakkan motor listrik. Namun, untuk komponen kelistrikan ringan, sistem tetap membutuhkan aki kecil bertegangan rendah.
“Walaupun mobil hybrid sudah dilengkapi baterai besar, aki 12 volt tetap vital sebagai sumber daya untuk sistem elektronik. Karena itu, kondisinya harus tetap diperhatikan agar semua fitur mobil berfungsi optimal,” jelasnya.
Dengan kata lain, aki kecil tidak kalah penting dibanding baterai utama, sehingga perlu perawatan rutin agar daya listrik tetap stabil.
9 Cara Merawat Aki Mobil Hybrid agar Tetap Prima
Berikut beberapa cara merawat aki mobil hybrid yang disarankan oleh Auto2000 agar umur pakainya lebih panjang:
1. Cek Level Air Aki
Untuk aki basah, pastikan ketinggian air aki berada di atas batas minimum (low level) namun tidak melebihi garis maksimum. Jika terlalu rendah, sel aki bisa rusak. Sebaliknya, jika terlalu tinggi, air bisa meluap dan menyebabkan karat di sekitar dudukan aki.
2. Pastikan Dudukan Aki Kencang
Aki yang longgar mudah terguncang saat mobil berjalan. Getaran ini bisa mempercepat kerusakan dan menimbulkan risiko hubungan arus pendek jika aki bergeser. Pastikan baut pengikat selalu kuat dan stabil.
3. Bersihkan Terminal Aki
Debu atau karat pada kepala aki bisa menghambat aliran listrik. Gunakan sikat kawat untuk membersihkan terminal, lalu oleskan pelumas tipis agar tidak berkarat. Pastikan juga konektor tidak longgar.
4. Perhatikan Tanda Aki Bocor
Aki bocor bisa disebabkan oleh benturan atau usia pemakaian. Jika terlihat rembesan cairan atau permukaan basah, sebaiknya segera ganti dengan aki baru. Auto2000 menyediakan Toyota Genuine Battery (TGB) yang sudah disesuaikan untuk sistem mobil hybrid.
5. Matikan Kelistrikan Sebelum Mematikan Mesin
Kebiasaan mematikan mesin tanpa menonaktifkan AC atau lampu dapat mempercepat penurunan daya aki. Biasakan menonaktifkan semua sistem listrik sebelum mesin dimatikan untuk menjaga daya tahan aki.
6. Panaskan Mobil Hybrid Secara Berkala
Mobil hybrid yang jarang digunakan tetap perlu dinyalakan dalam posisi “READY” setiap 1–2 minggu sekali selama 15–20 menit. Langkah ini memungkinkan sistem untuk mengisi ulang daya aki kecil secara otomatis dari motor generator.
7. Hindari Menambah Aksesori Kelistrikan
Menambah perangkat seperti audio tambahan atau lampu aftermarket bisa membebani aki. Instalasi yang tidak sesuai juga berpotensi menimbulkan korsleting. Modifikasi seperti ini bahkan bisa menggugurkan garansi mobil.
8. Cek Berat Jenis Air Aki
Gunakan hydrometer untuk memeriksa berat jenis air aki. Jika nilainya berada di bawah standar, artinya aki sudah menurun performanya dan perlu diganti.
9. Lakukan Servis Berkala di Bengkel Resmi
Langkah paling aman untuk merawat aki mobil hybrid adalah dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi Auto2000. Teknisi akan memeriksa kondisi aki dan sistem kelistrikan dengan alat khusus. Untuk kemudahan, pemilik juga bisa menggunakan layanan THS – Auto2000 Home Service.
Dengan menerapkan cara merawat aki mobil hybrid yang benar—mulai dari pengecekan rutin hingga servis berkala—mobil akan tetap aman, efisien, dan nyaman dikendarai setiap hari.
Karena sebesar apa pun kapasitas baterai utama, mobil hybrid tetap bergantung pada aki kecil untuk memastikan semuanya bekerja sebagaimana mestinya.
Lihat Selengkapnya
Mengenal Spooring dan Balancing Mobil, Kapan Harus Dilakukan?07 Oct 2025
Mengenal Spooring dan Balancing Mobil, Kapan Harus Dilakukan?07 Oct 2025
Jakarta, Goodcar.id - Apakah spooring dan balancing mobil itu perlu? Kalau kamu sering merasa setir bergetar saat melaju, atau mobil terasa “menarik” ke satu sisi, bisa jadi kendaraanmu butuh spooring dan balancing. Dua servis ini sering disatukan karena sama-sama menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara, tapi punya fungsi yang berbeda. Yuk, pahami bedanya dan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.
Spooring adalah proses menyelaraskan posisi keempat roda agar sejajar dengan arah kendaraan, sesuai standar pabrikan. Tujuannya agar mobil bisa melaju lurus tanpa perlu koreksi arah berlebih pada kemudi.
Sementara balancing adalah proses menyeimbangkan bobot tiap roda supaya tidak ada getaran ketika mobil berjalan, terutama di kecepatan tinggi.
Keduanya penting untuk memastikan ban aus secara merata, sistem suspensi awet, dan kemudi tetap presisi. Biasanya, spooring dan balancing dilakukan bersamaan setiap kali kamu mengganti ban, setelah perjalanan jauh, atau saat mobil menabrak lubang besar di jalan.
Tanda Mobil Perlu Spooring atau Balancing
Idealnya, spooring dan balancing dilakukan setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali, tergantung intensitas pemakaian. Tapi kalau kamu sering melewati jalan berlubang, membawa beban berat, atau melakukan perjalanan jauh, sebaiknya servis dilakukan lebih sering.
Ada beberapa gejala umum yang bisa kamu rasakan saat mobil butuh servis spooring atau balancing:
1. Setir bergetar saat kecepatan tinggi.
Ini biasanya disebabkan oleh roda yang tidak seimbang akibat perbedaan bobot pada ban atau velg.
2. Mobil cenderung ke kiri atau kanan saat setir dilepas.
Tanda klasik bahwa sudut roda sudah tidak sejajar, dan spooring harus segera dilakukan.
3. Ban aus tidak merata.
Jika tapak bagian dalam atau luar lebih cepat habis, kemungkinan besar ada masalah pada penyelarasan roda.
4. Setir tidak kembali ke posisi tengah setelah belok.
Gejala ini juga menunjukkan geometri roda sudah berubah dari posisi idealnya.
Kalau kamu menemukan satu atau lebih tanda di atas, jangan tunda lagi — segera lakukan pengecekan di bengkel untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Selain menjaga kenyamanan, spooring dan balancing juga bermanfaat memperpanjang usia ban dan menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien.
Mengabaikan perawatan ini bisa membuat ban cepat aus, setir terasa berat, dan bahkan mengurangi keselamatan saat berkendara di kecepatan tinggi. Jadi, jangan tunggu sampai setirmu bergetar baru bertindak.
Bagaimana Cara Spooring dan Balancing Dilakukan?
Untuk spooring, teknisi akan menggunakan alat khusus berbasis sensor digital atau laser untuk mengukur tiga sudut roda penting: toe, camber, dan caster. Dari situ, posisi roda akan disesuaikan supaya sejajar antara kanan dan kiri serta sesuai standar pabrikan.
Sementara balancing dilakukan dengan cara memasang roda ke mesin balancing, yang akan berputar untuk mendeteksi sisi roda yang lebih berat. Teknisi lalu menambahkan pemberat timah di bagian tertentu agar distribusi bobot kembali seimbang.
Proses spooring dan balancing biasanya memakan waktu 30–60 menit, tergantung kondisi mobil dan alat yang digunakan.
Biaya Spooring dan Balancing untuk Mobil Keluarga
Biaya spooring dan balancing tergolong terjangkau dibanding dampak jika diabaikan. Untuk mobil keluarga seperti MPV, SUV, atau hatchback, tarif rata-rata di bengkel umum adalah:
• Spooring: Rp150.000 – Rp250.000
• Balancing: Rp100.000 – Rp200.000 per roda
Jika dilakukan bersamaan, banyak bengkel menawarkan paket hemat sekitar Rp350.000 – Rp500.000.
Untuk hasil lebih akurat, disarankan memilih spooring balancing digital, karena sistemnya menggunakan sensor komputer yang lebih presisi dibanding metode manual.
Promo Spooring di Bengkel Bos & Goodcar
Mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025, kamu bisa dapat promo spooring eksklusif di Bengkel Bos.
Dan kabar baiknya, kalau kamu melakukan transaksi mobil bekas atau jasa inspeksi di Goodcar.id, semua produk layanan termasuk spooring juga berlaku dalam promo ini.
Jadi, sebelum tahun berganti, pastikan mobilmu sudah kembali lurus, stabil, dan nyaman di jalan. Karena di Goodcar, servis bukan cuma soal perawatan, tapi juga bentuk perhatian pada keamanan dan kenyamanan kamu di setiap perjalanan.
Lihat Selengkapnya
5 Perbedaan Honda HR-V RS e:HEV dan Modulo, Fitur, Desain, hingga Selisih Harga12 Jun 2025
5 Perbedaan Honda HR-V RS e:HEV dan Modulo, Fitur, Desain, hingga Selisih Harga12 Jun 2025
Jakarta, Goodcar.id – PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi meluncurkan New Honda HR-V RS e:HEV pada Selasa, 10 Juni 2025. Ini merupakan varian hybrid pertama dalam lini HR-V yang dirakit secara lokal di Karawang, Jawa Barat.
Kehadirannya menambah jajaran elektrifikasi Honda di Indonesia, menyusul Civic RS e:HEV dan CR-V RS e:HEV yang sudah lebih dulu meluncur.
Dari lima varian yang ditawarkan untuk HR-V 2025, dua di antaranya adalah HR-V RS e:HEV sebagai varian tertinggi dan HR-V e:HEV Modulo yang berada satu tingkat di bawahnya.
Keduanya sama-sama mengusung teknologi hybrid dua motor, namun berbeda dalam fitur, desain, hingga harga. Berikut perbedaan lengkapnya:
1. Harga dan Posisi Varian
Honda HR-V RS e:HEV diposisikan sebagai varian paling lengkap dan premium dengan harga Rp 488 juta (OTR Jakarta). Sementara varian HR-V e:HEV Modulo dijual seharga Rp 460,7 juta, atau lebih murah sekitar Rp 27,3 juta. Selisih ini mencerminkan perbedaan fitur kabin, sistem kelistrikan, serta paket desain eksterior.
2. RS Lebih Sporty, Modulo Stylish dengan Body Kit
Dari luar, perbedaan paling mencolok ada pada warna khusus merah yang eksklusif di varian RS, sedangkan varian Modulo hadir dengan pilihan warna standar tanpa opsi merah.
Gril depan pada RS memiliki aksen gelap dengan sentuhan lebih agresif, berbeda dari tampilan Modulo yang cenderung lebih elegan dengan tambahan body kit Modulo khas yang menempel di bumper dan side skirt.
Varian RS juga dibekali panoramic roof yang absen di varian Modulo.
3. Jok full leather pada HR-V Hybrid RS
Masuk ke dalam kabin, perbedaan terasa pada material dan fitur. HR-V RS e:HEV dibekali jok full leather Shift Knob Leather, sementara Modulo hanya menggunakan kombinasi bahan fabric dan kulit sintetis.
Jok pengemudi pada RS sudah dilengkapi electric seat 8 arah, fitur yang tidak tersedia di Modulo.
Spion tengah auto dimming juga hanya tersedia di RS, memberikan visibilitas lebih nyaman di malam hari. Selain itu, hanya varian RS yang sudha menggunakan Auto Dimming Rear View Mirror.
4. Wiper Otomatis
Perbedaan fitur juga terlihat pada wiper otomatis yang hanya tersedia di varian RS. Demikian pula dengan Reverse Auto Tilt pada spion samping, yang membantu saat parkir mundur—fitur ini juga eksklusif untuk varian tertinggi.
Sistem infotainment layar sentuh 8 inci, konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, serta Wireless Charger sudah hadir di kedua varian. Namun, hanya RS yang memiliki tambahan port USB-C di baris kedua, menjadikannya lebih ideal untuk pengguna aktif dan keluarga.
5. Airbag 6 Titik Hanya HR-V RS
Jumlah airbag enam unit dan kamera mundur multi-view juga menjadi standar Honda HR-V Hybrid RS. Sedangkan pada unit Honda HR-V Hybrid Modulo hanya 4 titik airbag.
Performa Sama
Secara teknis, kedua varian mengusung sistem hybrid e:HEV yang identik. Mesin 1.5L DOHC i-VTEC Atkinson Cycle menghasilkan 106 PS dan 127 Nm, dipadukan dengan motor listrik bertenaga 131 PS dan torsi 253 Nm.
Kinerja keduanya dikendalikan oleh PCU (Power Control Unit) dan baterai lithium-ion, yang memungkinkan mobil bekerja dalam tiga mode otomatis: EV Drive, Hybrid Drive, dan Engine Drive. Dalam kondisi harian di kota, mobil lebih sering beroperasi dengan tenaga listrik untuk efisiensi optimal.
Konektivitas
Baik RS maupun Modulo dibekali Honda SENSING™ yang mencakup:
Adaptive Cruise Control
Lane Keeping Assist System
Collision Mitigation Braking System
Auto High Beam
Lead Car Departure Notification
Keduanya sama-sama dibekali Honda CONNECT, aplikasi yang memungkinkan pemilik memantau kondisi mobil secara real time, menghidupkan mesin dari jauh, dan mengatur zona keamanan.
Jika kamu menginginkan fitur paling lengkap, kenyamanan premium, dan nuansa sporty khas RS, maka HR-V RS e:HEV layak dipilih meskipun dengan harga lebih tinggi. Namun, bila lebih mementingkan tampilan agresif dengan sentuhan Modulo dan ingin menghemat Rp 27 jutaan, varian e:HEV Modulo bisa jadi pilihan rasional tanpa mengorbankan teknologi hybrid Honda.
Keduanya tetap mengusung platform dan teknologi penggerak yang sama. Jadi tinggal pilih: fitur lengkap dan premium di RS, atau tampilan gaya Modulo dengan harga lebih ramah.
Lihat Selengkapnya
Review Interior Suzuki Fronx, Performa dan Fitur LKA Bikin Nyetir Lebih Santai06 May 2025
Review Interior Suzuki Fronx, Performa dan Fitur LKA Bikin Nyetir Lebih Santai06 May 2025
Jakarta, Goodcar.id - Suzuki Fronx jadi salah satu SUV kompak terbaru yang mulai banyak dilirik karena desainnya yang unik dan fiturnya yang kekinian. Tapi apa benar Fronx senyaman itu dikendarai? Beberapa waktu Goodcar.id sempat mencoba di Sirkuit Bridgestone di kawasan Karawang, Jawa Barat
Setelah membedah bagian eksteriornya, yuk sekaramg kita bedah interior, fitur keselamatan, sampai detail kenyamanan berkendaranya. Masuk ke kabin Suzuki Fronx langsung terasa suasana modern dengan nuansa serba hitam. Kursinya dilapisi kombinasi kulit dan kain, dengan warna hitam yang memberi kesan elegan tapi tetap sporty.
Ruang kabin terasa lega, apalagi dengan pengaturan tempat duduk yang dirancang ergonomis. Selain itu Suzuki Fronx yang hadir di Indonesia sudah dibekali fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang mencakup Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Keep Assist (LKA).
ACC berfungsi ngatur kecepatan mobil otomatis mengikuti kendaraan di depan—tinggal satu kali aktifkan, mobil bakal bisa mempercepat atau memperlambat dengan sendirinya. Pada fitur ini Goodcar.id sudah mencobanya, gak cuma bikin nyaman, tapi juga bantu ngurangin frekuensi injak rem saat perjalanan jauh. Alhasil mobil bisa jauh lebih hemat BBM.
Sedangkan LKA bantu jaga posisi mobil biar tetap di tengah jalur. Sistem ini udah disesuaikan dengan kebiasaan nyetir pengemudi Indonesia, jadi gak terasa maksa.
Saat sesi pengetesan, fitur ini sukses ngurangin kelelahan pengemudi karena kerja rem berkurang dan fokus bisa lebih rileks.
Salah satu kelebihan Suzuki Fronx lainnya adalah tingkat kenyamanannya. Sistem NVH (Noise, Vibration, Harshness) di mobil ini tergolong rapi, bikin kabin terasa sepi. Area seperti dashboard dilapisi panel peredam tambahan, suara angin dan mesin juga diblokir dengan insulasi di fender yang terbuat dari bahan urethane.
Hasilnya? Suara dari luar nyaris gak masuk ke kabin. Buat kamu yang suka perjalanan jauh, fitur ini bakal kerasa banget bedanya.
Mudah Putar Baling di Ruang Terbatas
Fronx pakai sistem Electronic Power Steering (EPS) yang ngasih efek stabil saat manuver di jalan bergelombang. Body roll-nya juga minimal, jadi nyaman meski isi penumpang penuh. Suspensi belakang cukup empuk dan minim guncangan.
Dengan radius putar hanya 4,8 meter, Fronx gampang banget diajak putar balik di ruang sempit. Ban ukuran 195/60R16 juga bantu jaga kestabilan tanpa bikin manuver terasa berat. Suzuki Fronx ngasih dua pilihan mesin yang beda karakter. Buat varian paling dasar yaitu Fronx GL, jantung pacunya pakai mesin 1.5 liter 4 silinder berkode K15B.
Tenaga maksimalnya ada di angka 103 hp, dengan torsi 138 Nm. Pilihan transmisinya juga fleksibel, ada yang manual 5-speed, dan ada juga yang otomatis 4-speed. Buat kamu yang nyari mobil simpel tapi tetap punya tenaga cukup buat kebutuhan harian, mesin ini udah lebih dari cukup.
Sisa ruang kaki baris belakang terbilang luas
Naik ke varian yang lebih atas, seperti Fronx GX dan SGX, Suzuki ngasih teknologi hybrid ringan alias mild hybrid. Mesinnya pakai kode K15C, yang juga punya konfigurasi 1.5 liter 4 silinder, tapi dibekali tambahan sistem ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai kecil berkapasitas 10 Ah.
Sistem ini kerja bareng mesin bensin buat bantu akselerasi dan efisiensi bahan bakar, terutama pas macet atau stop-and-go. Yang menarik, sistem mild hybrid di Fronx ini satu level sama Grand Vitara, karena udah pakai injektor Dual Jet.
Bagaimana menurut kamu, penasaran coba?
Lihat Selengkapnya
3 Produk Baru Citroen Untuk Indonesia, Mana Pilihanmu?02 Dec 2022
3 Produk Baru Citroen Untuk Indonesia, Mana Pilihanmu?02 Dec 2022
GoodCar.id, Jakarta - Citroen kembali menapaki pasar otomotif Indonesia. Pertanyaannya, apa saja produk baru Citroen yang akan dipasarkan untuk Tanah Air?
Untuk menjawab rasa penasaran Good Friends, kali ini GoodCar bakal membahas sejumlah produk yang kemungkinan akan dijual untuk pasar domestik. Seperti diketahui, nama besar Citroen di Indonesia tentunya tak perlu diragukan lagi.
Jenama asal Perancis itu dikenal kerap melahirkan produk yang mengedepankan kenyamanan premium. Daripada penasaran, yuk kupas tuntas produk baru Citroen.
Daftar Produk Baru Citroen
Mengupas lebih mendalam mengenai produk baru Citroen, kemungkinan bakal menawarkan tiga produk anyar mereka di tahap awal menapaki pasar domestik. Sebut saja Citroen C3, Citroen C5 Aircross, hingga produk elektrik mereka Citroen e-C4.
Baca juga: Ciri-Ciri Wiper Mobil Rusak, Jangan Anggap Enteng!
Pengin tahu spesifikasinya? Nih.. GoodCar juga bakal memberikan informasi lengkapnya:
1. Citroen C3
Rencana besar Citroen untuk dapat bersaing di pasar domestik bakal mengisi segmen Sport Utility Vehicle (SUV), melalui Citroen C3 yang bakal menjegal Toyota Raize dan Daihatsu Rocky. Kehadiran mobil ini untuk mengaet pasar konsumen yang menginginkan kendaraan yang dibanderol dibawah Rp 300 jutaan.
Produk ini pun berstatus CBU dari India, dengan pilihan dua mesin yakni 1.200 cc 3 silinder naturally-aspired dan 1.200 cc 3 silinder turbo. Tertarik? Nampaknya kamu nggak perlu menunggu terlalu lama, karena kemungkinan produk ini akan mulai dipasarkan di tahun 2023 mendatang.
2. Citroen C5 Aircross
Pilihan produk baru Citroen kedua ada C5 Aircross. Produk ini menawarkan beberapa opsi mesin, lho! Namun hingga saat ini kami belum bisa memastikan, kira-kira mesin mana yang bakal diboyong untuk Indonesia.
Sekadar Informasi, untuk pasar Eropa Citroen menawarkan jenis mesin 1.200cc Turbo dengan tenaga 128 hp. Ada juga opsi mesin diesel yang berkubikasi 1.598 cc turbo berdaya 178 hp dengan torsi 300 Nm.
Baca juga: Honda WR-V Melantai di Indonesia, Dijual Mulai Rp 271,9 Juta
Mau cari yang ramah lingkungan? Tenang karena Citroen pun opsi plug-in hybrid yang memadukan mesin empat silinder turbo 1.598 cc bertenaga 178 dk dengan motor listrik 107 dk. Sedangkan jenis mesin yang dipasarkan di wilayah India adalah mesin 4 silinder diesel turbo 1.997 cc dengan daya 174 hp.
C5 Aircross masuk ke segmen SUV menengah dan penjualannya bakal langsung diimpor dari Perancis.
3. Citroen e-C4
Opsi produk baru Citroen terakhir ada e-C4, di mana mobil ini dibenamkan mesin full elektrik. Mobil ini diimpor langsung dari Spanyol.
Daya jelajah Citroen e-C4 pun diklaim hingga 350 kilometer berdasarkan klaim WLTP, ketika baterai terisi penuh. Kapasitas baterainya sebesar 50 kWh, dengan kecepatan pengecasan dari 0-100% hanya dalam waktu 1 jam 13 menit.
Gimana sekarang sudah tahukan produk baru Citroen yang bakal dipasarkan di Indonesia? Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya Good Friends!
[DeF]
Lihat Selengkapnya
4 Jenis Mobil Listrik yang Bisa Jadi Pilihan, Awas Salah!23 Sep 2022
4 Jenis Mobil Listrik yang Bisa Jadi Pilihan, Awas Salah!23 Sep 2022
GoodCar.id, Jakarta - Mobil listrik jadi solusi bagi masyarakat yang mendambakan kendaraan yang ramah lingkungan. Sejalan dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia, kini mendorong banyak masyarakat beralih ke mobil listrik.
Beberapa waktu terakhir, pabrikan otomotif kini berlomba untuk menghadirkan inovasi mobil listrik terbaru mereka untuk pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah terhadap mobil ramah lingkungan.
Seperti diketahui, beragam keuntungan bisa dinikmati para pengguna mobil bertenaga elektrik itu. Sebut saja pemberlakuan insentif pajak kendaraan listrik hingga kebebasan dari aturan ganjil-genap.
Baca juga: Spesifikasi Nissan Leaf, Ada Fitur Canggih yang Jadi Pembeda!
Bagi Good Friends yang sedang mempertimbangkan untuk meminang mobil listrik, sebaiknya kenali dahulu seluruh jenis kendaraan ramah lingkungan yang ada di Indonesia. Mengingat setidaknya ada empat jenis mobil listrik yang masing-masing memiliki keunggulan untuk menunjang mobilitas.
Adapun jenis-jenis mobil listrik yang bisa dijadikan pilihan meliputi Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).
1. Battery Electric Vehicle (BEV)
Jenis Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan mobil yang menggunakan listrik sepenuhnya sebagai sumber penggerakan, jenis ini tidak memiliki sistem pembakaran atau motor traksi. Tenaga penggerak tersimpan dalam sebuah baterai yang dapat diisi ulang dengan menyambungkannya ke saluran listrik eksternal.
Mobil Listrik berteknologi BEV memiliki keistimewaan mampu menyimpan tenaga, ketika mengerem atau laju mobil melambat dengan menggunakan komponen listrik yang memiliki fungsi sebagai generator.
Selanjutnya generator ini yang akan menghasilkan tenaga dan menyimpan listrik pada baterai. Jika dibandingkan dengan mobil listrik berteknologi HEV atau PHEV, mobil listrik berteknologi BEV diklaim lebih efisien dan irit.
Contoh kendaraan BEV yang kini telah tersedia di Indonesia seperti Nissan Leaf, Hyundai Ioniq, hingga Wuling Air EV.
2. Hybrid Electric Vehicle (HEV)
Membahas mengenai Hybrid Electric Vehicle (HEV), merupakan mobil yang umum dikenal dengan sebutan mobil hybrid. Jenis HEV termasuk dalam mobil listrik yang mengandalkan tenaga listrik sebagian atau secara tidak penuh.
Mobil berteknologi HEV menggabungkan dua sistem penggerak yang bersumber dari baterai dan bahan bakar minyak. Pada HEV, baterai tidak dapat diisi ulang secara eksternal, karena HEV tidak memiliki charging port.
Baca juga: Bedah Nissan X-Trail Bekas Lansiran 2017, Apa Keunggulannya?
Cara pengisian daya ke baterai, dilakukan ketika kendaraan melakukan pengereman karena serupa dengan tipe BEV, motor listrik berfungsi sebagai generator yang menyimpan energi listrik ke baterai.
Mobil hybrid bisa mengkonsumsi bahan bakar lebih irit dua kali, dibandingkan dengan mobil konvensional. Adapun jenis mobil HEV yang kini tersedia di Tanah Air antara lain Honda Civic Hybrid, Toyota Prius Hybrid, dan Toyota Camry Hybrid.
3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) termasuk dalam kendaraan yang sebagian mengandalkan listrik selain bahan bakar. Mobil berteknologi PHEV beroperasi dengan menggunakan listrik dan bahan bakar secara bersamaan.
Baterai mobil PHEV dapat diisi ulang secara eksternal maupun memanfaatkan gerakan kinetis saat melakukan pengereman. Berkat perpaduan tenaga listrik dan bahan bakar, mobil PHEV dipercayai memiliki tingkat keiritan bahan bakar yang baik.
Tipe mobil PHEV antara lain Mitsubishi Outlander PHEV, BMW i8, dan Toyota C-HR.
4. Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)
Terakhir ada Fuel-Cell Vehicle (FCEV) atau kendaraan zero emission mengandalkan Fuel-Cell untuk menghasilkan listrik. Jenis mobil listrik ini belum banyak digunakan di Indonesia. Prinsip kerja FCEV tak jauh berbeda dari tipe BEV.
Pembeda FCEV memiliki sistem untuk mengkonversi energi kimia dari Fuel-Cell. Jadi mobil dengan jenis ini menghasilkan listrik sendiri untuk menjalankan kendaraan.
Sementara jenis mobil FCEV yaitu Toyota Mirai, Hyundai Tucson FCEV, dan Honda Clarity Fuel Cell. Gimana sekarang sudah tahukan apa saja jenis mobil listrik di Indonesia? Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kalian.
Lihat Selengkapnya