Rayakan 50 Tahun di Indonesia, Bridgestone Raih Sertifikasi AEO dari Bea Cukai24 Jun 2026
Rayakan 50 Tahun di Indonesia, Bridgestone Raih Sertifikasi AEO dari Bea Cukai24 Jun 2026
Karawang, GoodCar.id - PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) mencatatkan tonggak sejarah penting di usia emasnya yang ke-50. Produsen ban premium ini resmi menerima sertifikat Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai pada Rabu (16/6) di Jakarta, sebagai pengakuan atas kredibilitas perusahaan dalam rantai pasok perdagangan internasional.
Sertifikasi AEO ini diberikan kepada perusahaan yang terbukti memenuhi standar ketat kepatuhan, keamanan, dan tata kelola arus barang. Bridgestone Indonesia menjadi salah satu dari 34 perusahaan yang berhasil lulus proses sertifikasi periode September 2025 hingga Mei 2026.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan bahwa pengakuan ini merupakan hasil sinergi yang solid dengan otoritas kepabeanan.
"Kami mengapresiasi Dirjen Bea dan Cukai yang selama ini telah memberikan pendampingan, pelayanan, dan bersinergi dalam aktivitas ekspor dan impor Bridgestone Indonesia. Kami merasakan manfaat yang besar, terutama dari segi percepatan arus barang serta berbagai kemudahan lainnya. Pencapaian ini juga kami bagikan kepada kantor Bridgestone regional kami, yakni Bridgestone Asia Pacific India dan China (BS-APIC)," ujar Mukiat.
Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea dan Cukai, Budi Prasetiyo, menekankan bahwa AEO adalah simbol kemitraan strategis yang krusial bagi daya saing industri di pasar global.
“AEO merupakan simbol perusahaan terpercaya yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar kepatuhan, keamanan, dan tata kelola rantai pasok yang baik. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang memperoleh pengakuan AEO, diharapkan daya saing perusahaan Indonesia dalam perdagangan internasional semakin meningkat,” tegas Budi.
Pencapaian ini diharapkan dapat terus memacu efisiensi operasional Bridgestone Indonesia dalam mendukung mobilitas yang aman dan berkelanjutan di pasar otomotif, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Lihat Selengkapnya
Klaim Bangun Ekosistem Motor Listrik Terlengkap, Penjualan ALVA Tumbuh 52,9%24 Jun 2026
Klaim Bangun Ekosistem Motor Listrik Terlengkap, Penjualan ALVA Tumbuh 52,9%24 Jun 2026
Jakarta, Goodcar.id – Produsen motor listrik asal Indonesia, ALVA, mengklaim telah membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dari hulu ke hilir. Ekosistem ini mencakup produk, infrastruktur pengisian daya, layanan purna jual, hingga skema kepemilikan yang diklaim lebih fleksibel.
Langkah tersebut juga diperkuat dengan pengakuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang memberikan penghargaan kepada ALVA sebagai penyedia Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terbaik untuk kendaraan roda dua.
Investasi Rp1 Triliun
Sejak mulai dikembangkan pada 2022, ALVA menggelontorkan investasi jangka panjang lebih dari Rp1 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas produksi di Cikarang, pengembangan riset dan teknologi (RnD) berbasis IP lokal, serta memperluas jaringan ALVA Experience Center (AEC) yang kini telah hadir di 10 lokasi di Indonesia.
Dari sisi manufaktur, fasilitas produksi ALVA telah mengantongi sejumlah sertifikasi, antara lain:
ISO 9001:2015 untuk manajemen kualitas
ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan
Sertifikasi INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian
Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer ALVA, menegaskan bahwa pendekatan ekosistem menjadi kunci dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.
“Transisi menuju kendaraan listrik membutuhkan kesiapan ekosistem yang menyeluruh. Bagi ALVA, membangun motor listrik tidak berhenti pada produk, tetapi juga mencakup manufaktur, teknologi, charging, layanan purna jual, hingga model kepemilikan yang memberikan rasa aman bagi konsumen yang mengandalkan motor listrik ALVA sebagai kendaraan utama,” ujar Putu.
Lini Produk dan Klaim Performa
ALVA saat ini memiliki beberapa lini produk untuk penggunaan harian, seperti ALVA ONE, ALVA CERVO, dan ALVA N3 Next Gen. Model terakhir menjadi salah satu yang diunggulkan dengan sejumlah klaim spesifikasi.
ALVA N3 Next Gen disebut mampu menempuh jarak hingga 140 km dalam sekali pengisian daya, dengan kecepatan maksimum mencapai 80 km/jam. Motor ini juga dilengkapi teknologi Boost Charge yang diklaim dapat mengisi daya dari 10% ke 50% dalam waktu kurang dari 25 menit.
Selain itu, fitur keselamatan seperti Hill Start Assist dan Hill Descent Assist disematkan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Infrastruktur Charging dan Layanan Jadi Fokus
Di sisi infrastruktur, ALVA memperluas jaringan Boost Charge Station yang kini telah memiliki lebih dari 350 konektor di berbagai lokasi. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar 150 konektor pada akhir 2025.
Ekosistem tersebut juga didukung oleh jaringan aftersales partner, layanan pelanggan, serta Roadside Assistance 24 jam.
Putu menilai bahwa faktor kepercayaan konsumen masih menjadi tantangan utama dalam adopsi kendaraan listrik.
“Keberhasilan adopsi motor listrik sangat bergantung pada rasa percaya konsumen. Karena itu, ALVA terus memperkuat titik-titik yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, mulai dari jarak tempuh, charging, ketahanan baterai, layanan setelah pembelian, hingga kemudahan kepemilikan,” kata dia.
Untuk mendukung hal tersebut, ALVA menawarkan garansi baterai hingga empat tahun pada model N3 Next Gen, serta skema kepemilikan BEBAS PAS dengan biaya langganan mulai Rp125.000 per bulan, tergantung penggunaan.
Penjualan Tumbuh 52,9% Secara Tahunan
Berdasarkan data RUPS PT Indika Energy Tbk, penjualan motor listrik ALVA mencatat pertumbuhan 52,9% secara tahunan. Penjualan meningkat dari 2.948 unit pada 2024 menjadi 4.508 unit pada 2025.
Kenaikan ini diklaim sebagai indikasi meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap ekosistem kendaraan listrik yang dibangun ALVA. Meski demikian, tantangan seperti kesiapan infrastruktur luas, harga, serta edukasi pasar masih menjadi faktor penentu dalam percepatan adopsi motor listrik di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Hitung-hitungan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik Jaecoo, Klaim Hemat hingga 88%24 Jun 2026
Hitung-hitungan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik Jaecoo, Klaim Hemat hingga 88%24 Jun 2026
Jakarta, Goodcar.id – Tren kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) mulai bergeser dari sekadar isu lingkungan menjadi pertimbangan ekonomi. Salah satu yang disorot adalah efisiensi biaya kepemilikan, terutama jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin konvensional.
Merek otomotif Jaecoo mengklaim lini kendaraan listrik dan plug-in hybrid (PHEV) mereka mampu memangkas biaya operasional secara signifikan. Bahkan, dalam simulasi yang mereka paparkan, penghematan bisa mencapai hingga 88 persen dibanding mobil internal combustion engine (ICE) 1.500 cc turbo.
Simulasi Biaya: Mobil Bensin vs Mobil Listrik
Dalam skenario penggunaan harian sejauh 50 km atau sekitar 1.500 km per bulan, mobil bensin dengan konsumsi bahan bakar RON 92 seharga Rp16.250 per liter membutuhkan biaya sekitar Rp81.250 per hari.
Jika diakumulasikan, biaya bahan bakar mencapai Rp2,5 juta per bulan. Ditambah biaya perawatan sekitar Rp2 juta per tahun, total pengeluaran tahunan untuk mobil bensin bisa menyentuh Rp31,25 juta.
Sementara itu, untuk mobil listrik Jaecoo J5 EV, biaya energi hanya sekitar Rp9.600 per hari dengan asumsi tarif listrik Rp1.700 per kWh. Dalam sebulan, biaya operasionalnya hanya Rp290 ribu.
Jika ditambahkan biaya perawatan sekitar Rp500 ribu per tahun, maka total biaya tahunan hanya sekitar Rp4 juta. Artinya, secara klaim, terdapat selisih penghematan yang cukup signifikan dibanding mobil bensin.
Selain mobil listrik murni, Jaecoo juga menawarkan opsi plug-in hybrid melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS.
Untuk J7 SHS-P, biaya operasional harian diperkirakan sekitar Rp18.100 atau Rp543 ribu per bulan. Dengan tambahan biaya perawatan Rp1,7 juta per tahun, total biaya tahunan berada di kisaran Rp8,2 juta. Model ini diklaim mampu menghemat hingga 80 persen.
Sedangkan J8 SHS-P ARDIS memiliki biaya harian sekitar Rp22.300 atau Rp670 ribu per bulan. Jika ditambah biaya perawatan Rp2 juta per tahun, total pengeluaran tahunan mencapai Rp10 juta. Penghematan yang diklaim mencapai 75 persen dibanding mobil bensin.
Klaim Efisiensi dari Jaecoo
“Teknologi SHS tak hanya menawarkan efisiensi, tetapi tetap memberikan performa berkendara maksimal. Kami pun menawarkan kepada konsumen, jika dengan NEV Jaecoo, konsumen dapat mendapatkan efisien lebih. Seperti mobil listrik J5 EV, dapat menghemat mencapai 88% biaya. J7 SHS-P dapat menghemat 80% dan J8 SHS-P ARDIS bisa hemat 75%,” ucap Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia.
Namun demikian, angka efisiensi tersebut masih bersifat simulasi dan dapat berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, hingga tarif energi di masing-masing wilayah.
Data Penjualan Jadi Indikator
Dari sisi pasar, Jaecoo juga mengklaim performa penjualan yang cukup kuat. Berdasarkan data GAIKINDO, model J5 EV mencatat angka distribusi yang terus meningkat sepanjang 2026.
Pada Januari 2026, wholesales dan retail sales sama-sama berada di angka 1.942 unit. Februari naik menjadi 2.926 unit. Maret mencatat wholesales 2.959 unit dan retail sales 2.775 unit.
Tren tersebut berlanjut di April dengan wholesales 3.179 unit dan retail sales 2.944 unit. Sementara Mei 2026 mencatat angka seimbang di 3.000 unit untuk wholesales dan retail sales.
Secara keseluruhan, Jaecoo disebut berhasil masuk lima besar penjualan mobil nasional pada Mei 2026.
“Konsumen melihat produk kita sebagai mobil yang memang dibutuhkan, dan menjadi pilihan mereka untuk berkendara. Teknologi yang kita tawarkan dapat dimiliki dan dinikmati bagi konsumen,” kata Jim Ma.
Perluasan Jaringan Jadi Kunci
Seiring pertumbuhan pasar NEV di Indonesia, Jaecoo juga memperluas jaringan dealer dan layanan purna jual. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 35 dealer yang beroperasi.
Perusahaan menargetkan ekspansi hingga 80 dealer di seluruh Indonesia pada akhir 2026. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung adopsi kendaraan listrik yang masih menghadapi tantangan infrastruktur dan layanan.
Kesimpulan: Hemat, Tapi Perlu Dilihat Lebih Dalam
Simulasi biaya kepemilikan menunjukkan bahwa mobil listrik dan PHEV memang berpotensi lebih hemat dibanding mobil bensin. Namun, klaim penghematan hingga 88 persen tetap perlu dilihat secara menyeluruh.
Faktor seperti harga awal kendaraan, biaya penggantian baterai, hingga ketersediaan infrastruktur pengisian daya juga menjadi variabel penting dalam menghitung total cost of ownership secara nyata.
Dengan kata lain, efisiensi biaya memang ada, tapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing konsumen.
Lihat Selengkapnya
Kia PV5 Raih Red Dot Award 2026, Bukti Desain Mobil Listrik Masa Depan yang Human-Centered24 Jun 2026
Kia PV5 Raih Red Dot Award 2026, Bukti Desain Mobil Listrik Masa Depan yang Human-Centered24 Jun 2026
Jakarta, GoodCar.id – Kia kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Kendaraan listrik berbasis Platform Beyond Vehicle (PBV), Kia PV5, berhasil meraih penghargaan “Winner” pada Red Dot Award: Product Design 2026, salah satu kompetisi desain paling bergengsi di dunia.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan Kia dalam menghadirkan desain kendaraan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mobilitas modern melalui pendekatan yang lebih intuitif, fleksibel, dan berpusat pada pengguna (human-centered).
Pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi Kia PV5 sebagai salah satu inovasi mobilitas masa depan setelah sebelumnya meraih penghargaan Gold Winner pada iF Design Award 2026.
Kia PV5 Hadir dengan Pendekatan Desain yang Berbeda
Executive Vice President and Head of Kia Global Design, Karim Habib, mengatakan penghargaan ini mencerminkan bagaimana filosofi desain Kia, Opposites United, terus berkembang menjadi solusi mobilitas yang relevan bagi masyarakat.
Menurutnya, Kia PV5 dirancang untuk menghadirkan pendekatan baru dalam segmen PBV dengan menggabungkan nilai emosional dan fungsionalitas yang dapat memudahkan aktivitas sehari-hari.
"Kami ingin menghadirkan kendaraan yang tidak hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang," ujarnya.
Dibangun untuk Berbagai Kebutuhan Mobilitas
Salah satu keunggulan utama Kia PV5 terletak pada fleksibilitasnya. Kendaraan ini dibangun menggunakan platform yang sama, namun tersedia dalam berbagai konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Mulai dari varian Passenger untuk mobilitas keluarga, Cargo untuk kebutuhan logistik, Crew untuk operasional bisnis, hingga WAV (Wheelchair Accessible Vehicle) yang dirancang khusus untuk meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Meski memiliki fungsi yang berbeda-beda, seluruh varian tetap mempertahankan identitas desain Kia yang konsisten.
Fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Kia PV5 mendapatkan perhatian besar dari para juri Red Dot Award 2026. Kendaraan ini dinilai mampu menggabungkan kepraktisan, efisiensi, dan kemudahan penggunaan dalam satu platform yang adaptif.
Berangkat dari Pengalaman Pengguna di Lapangan
Pengembangan Kia PV5 tidak hanya dilakukan di studio desain. Tim Kia juga melakukan riset langsung ke lapangan untuk memahami kebutuhan pengguna secara lebih mendalam.
Salah satu proses yang dilakukan adalah mendampingi pengemudi logistik dalam aktivitas sehari-hari guna melihat tantangan operasional yang mereka hadapi.
Dari proses tersebut lahir berbagai solusi desain yang berfokus pada durabilitas, kemudahan perawatan, serta kemampuan kendaraan untuk beradaptasi dalam berbagai kondisi penggunaan.
Pendekatan ini membuat PV5 tidak hanya tampil modern, tetapi juga memiliki nilai fungsional yang tinggi bagi penggunanya.
Filosofi Opposites United Jadi Identitas Utama
Filosofi desain Opposites United terlihat jelas pada tampilan Kia PV5.
Bagian atas kendaraan hadir dengan desain yang ramping dan futuristis, mencerminkan teknologi kendaraan listrik terbaru serta konektivitas digital yang canggih.
Sementara itu, bagian bawah kendaraan dibuat lebih kokoh dengan perlindungan tambahan untuk mendukung penggunaan harian yang intensif.
Perpaduan antara elemen futuristis dan ketangguhan tersebut menciptakan keseimbangan antara estetika dan fungsi, menjadikan PV5 sebagai kendaraan yang siap digunakan dalam berbagai kebutuhan mobilitas modern.
Kia PV5 Concept Sudah Tampil di Indonesia
Komitmen Kia terhadap elektrifikasi di Indonesia juga terlihat melalui kehadiran PV5 Concept dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 pada Februari lalu.
Melalui konsep tersebut, Kia memperlihatkan gambaran masa depan mobilitas yang lebih fleksibel dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
PV5 Concept dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari kendaraan keluarga, usaha kecil dan menengah, hingga sektor logistik yang terus berkembang.
Vice President Commercial Kia Sales Indonesia, Albertus Welly Nugroho, menegaskan bahwa kehadiran PV5 Concept merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Kia dalam mendukung transformasi kendaraan listrik di Tanah Air.
Menurutnya, elektrifikasi bukan lagi sekadar tren global, melainkan kebutuhan nyata yang akan menjadi bagian penting dari masa depan mobilitas Indonesia.
Dengan raihan penghargaan Red Dot Award 2026, Kia PV5 tidak hanya memperkuat reputasi Kia sebagai produsen kendaraan inovatif, tetapi juga menjadi simbol bagaimana desain, teknologi, dan kebutuhan manusia dapat berpadu dalam menciptakan solusi mobilitas masa depan yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.