Bocoran Suzuki XL7 Terbaru 2026: Bedah Semua Perubahan Eksterior, Alpha Hybrid Kini Tampil Lebih Sporty01 Jul 2026
Bocoran Suzuki XL7 Terbaru 2026: Bedah Semua Perubahan Eksterior, Alpha Hybrid Kini Tampil Lebih Sporty01 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id - Suzuki bersiap menghadirkan penyegaran pada SUV tujuh penumpangnya melalui Suzuki XL7 terbaru 2026.
Sekilas, tampilannya memang masih mempertahankan siluet yang sudah dikenal sejak generasi sebelumnya.
Namun jika diperhatikan lebih dekat, ternyata cukup banyak detail baru yang disematkan pada model facelift ini.
Penyegaran kali ini berfokus pada sektor eksterior. Suzuki tidak mengubah karakter dasar XL7, melainkan memberikan sentuhan baru pada berbagai elemen desain agar tampil lebih modern sekaligus membedakan karakter setiap varian.
Dari hasil pengamatan Goodcar saat sesi preview terbatas, terdapat sedikitnya tujuh komponen eksterior baru yang diperkenalkan, mulai dari grille, bumper, lampu utama, velg, lampu belakang hingga shark fin antenna.
Lantas, apa saja yang berubah pada Suzuki XL7 terbaru 2026?
Wajah Depan Suzuki XL7 Terbaru 2026 Kini Lebih Tegas
Perubahan paling mencolok langsung terlihat pada fascia depan. Suzuki XL7 terbaru 2026 kini mengusung Bold Design Front Grille dengan desain baru yang membuat tampilannya terlihat lebih modern dibanding model sebelumnya.
Meski bentuk grille berubah di seluruh varian, Suzuki tetap memberikan identitas berbeda melalui permainan warna.
Varian Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Satin Silver Accent yang memberikan kesan elegan.
Sementara Alpha Hybrid tampil lebih agresif berkat penggunaan Black Accent yang mendominasi bagian depan.
Tidak hanya grille, garnish bumper bawah juga mengalami penyegaran.
Pada Zeta dan Beta Hybrid, garnish menggunakan warna Silver, sedangkan Alpha Hybrid memperoleh finishing Gunmetal yang semakin mempertegas karakter SUV.
Lampu LED Baru dengan Karakter Berbeda di Setiap Varian
Suzuki juga melakukan penyegaran pada desain Bold LED Headlamp.
Seluruh varian tetap mengandalkan lampu LED, namun garnish di sekeliling lampu dibuat berbeda sesuai karakter masing-masing tipe.
Varian Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Chrome, sedangkan Alpha Hybrid kembali tampil lebih sporty melalui finishing Black Accent.
Sementara itu, seluruh varian kini telah dibekali Bold LED Foglamp sebagai perlengkapan standar sehingga tampilan depan terlihat lebih modern sekaligus fungsional.
Banyak Detail Baru di Bagian Samping
Beranjak ke sisi samping, perubahan pada Suzuki XL7 terbaru 2026 juga cukup menarik karena hampir seluruh detail kosmetik dibuat berbeda untuk setiap varian.
Perbedaan pertama terlihat pada outside door handle. Zeta menggunakan warna senada bodi (Body Color).
Sedangkan Beta Hybrid mendapat sentuhan Chrome dan Alpha Hybrid memakai warna Black.
Hal yang sama juga diterapkan pada desain velg.
Suzuki menghadirkan desain 16 inci Alloy Wheel baru pada seluruh varian, namun dengan finishing berbeda.
Zeta dan Beta Hybrid menggunakan Polished Alloy Wheel, sedangkan Alpha Hybrid memperoleh Black Paint Alloy Wheel yang semakin menonjolkan aura sporty.
Tidak berhenti di situ, garnish side sill splash juga mendapat perlakuan berbeda.
Zeta dan Beta Hybrid menggunakan warna Silver, sementara Alpha Hybrid kembali menggunakan warna Gunmetal.
Perbedaan lain hadir pada roof rail.
Zeta: Silver Accent
Beta Hybrid: Silver Accent
Alpha Hybrid: Black Accent
Jika diperhatikan secara keseluruhan, hampir seluruh aksen chrome dan silver pada Alpha Hybrid kini digantikan warna hitam sehingga tampilannya terlihat jauh lebih tegas dibanding dua varian lainnya.
Buritan Suzuki XL7 Terbaru 2026 Ikut Disegarkan
Perubahan juga berlanjut pada bagian belakang. Seluruh varian kini mendapatkan Rear Combination Lamp baru dengan Black Accent yang membuat tampilan buritan terlihat lebih modern.
Selain lampu belakang, Suzuki juga memperbarui desain Shark Fin Antenna.
Pada varian Zeta dan Beta Hybrid, antena dibuat mengikuti warna bodi kendaraan. Sementara Alpha Hybrid kembali tampil berbeda melalui finishing warna hitam.
Tailgate garnish juga dibedakan berdasarkan varian.
Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Chrome, sedangkan Alpha Hybrid memakai garnish berwarna Black.
Sementara garnish bumper belakang mengusung warna Silver pada Zeta dan Beta Hybrid, serta Gunmetal pada Alpha Hybrid.
Alpha Hybrid Jadi Varian Paling Sporty
Dari seluruh perubahan yang dilakukan Suzuki, varian Alpha Hybrid menjadi model dengan karakter paling berbeda.
Selain dominasi aksen hitam pada grille, lampu, roof rail, velg hingga tailgate garnish, Alpha Hybrid juga menjadi satu-satunya varian yang memperoleh Black Rear Upper Spoiler.
Komponen ini tidak tersedia pada varian Zeta maupun Beta Hybrid.
Kehadiran spoiler tersebut membuat siluet belakang terlihat lebih dinamis sekaligus memperkuat identitas Alpha Hybrid sebagai varian tertinggi dalam keluarga XL7.
Sebaliknya, Zeta tetap mempertahankan nuansa sederhana dengan aksen body color dan satin silver, sedangkan Beta Hybrid menjadi pilihan yang berada di tengah dengan kombinasi tampilan elegan melalui sentuhan chrome.
Strategi Suzuki kali ini terlihat ingin memberikan identitas yang lebih kuat pada setiap varian. Zeta tetap tampil elegan, Beta Hybrid menawarkan kombinasi nuansa premium, sementara Alpha Hybrid menjadi pilihan paling sporty berkat dominasi aksen hitam, velg berwarna gelap, garnish gunmetal hingga tambahan Black Rear Upper Spoiler.
Dengan penyegaran tersebut, facelift Suzuki XL7 terbaru 2026 diharapkan mampu menjaga daya saingnya di segmen Low SUV tujuh penumpang yang kini dihuni sejumlah rival seperti Mitsubishi Xpander Cross, Honda BR-V, Toyota Rush, dan Daihatsu Terios. Sementara detail mengenai fitur, spesifikasi, serta harga resmi masih menunggu pengumuman Suzuki Indonesia setelah masa embargo berakhir.
Lihat Selengkapnya
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik29 Jun 2026
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik29 Jun 2026
GAIKINDO Minta Stimulus untuk Semua Jenis Kendaraan
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendorong pemerintah agar kebijakan stimulus di sektor otomotif tidak hanya menyasar kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Battery Electric Vehicle (BEV).
Usulan tersebut disampaikan setelah GAIKINDO menilai pemerintah selama ini telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam menjaga iklim investasi sekaligus mempertahankan daya saing industri otomotif nasional melalui berbagai kebijakan dan insentif.
Menurut GAIKINDO, dukungan pemerintah menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri otomotif yang beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar, mulai dari pandemi Covid-19 hingga perubahan teknologi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan hubungan antara pemerintah dengan pelaku industri selama ini berjalan melalui komunikasi yang terbuka.
"GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO.
Berbagai Insentif Dinilai Menjaga Industri Otomotif
GAIKINDO mencatat salah satu dukungan pemerintah yang cukup signifikan adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS).
Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar.
Dari total 74 perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut, sebanyak 57 perusahaan berasal dari industri otomotif.
Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku maupun komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan besar dalam menjaga permintaan pasar domestik.
Program tersebut dimanfaatkan hampir seluruh produsen kendaraan yang memproduksi mobil di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan dan Isuzu, selama memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Menurut GAIKINDO, insentif tersebut mampu membantu menjaga utilisasi pabrik, mempertahankan lapangan kerja, sekaligus menjaga roda industri otomotif nasional tetap bergerak.
Program LCEV Dinilai Mendorong Investasi Baru
Dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021.
Program tersebut melibatkan berbagai produsen otomotif yang memasarkan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), hybrid maupun kendaraan listrik berbasis baterai.
Implementasi program itu dinilai telah mendorong investasi baru, mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal.
Selain insentif, pemerintah juga rutin menggelar forum komunikasi bersama pelaku industri otomotif.
Anton mengatakan salah satu forum strategis yang terus berjalan adalah Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting.
"Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri. Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting," ungkap Anton.
Ia menambahkan, forum terakhir yang berlangsung pada 2025 menghasilkan pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force sebagai langkah mempercepat pengembangan dan implementasi biofuel di Indonesia.
Investor Jepang dan China Sama-sama Ingin Kepastian
GAIKINDO juga menilai dukungan pemerintah terhadap investor Jepang menjadi salah satu faktor yang menjaga kepercayaan pelaku industri.
Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang tidak hanya masuk ke sektor produksi kendaraan dan komponen, tetapi juga mendukung pembangunan ekosistem otomotif nasional, termasuk Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau proving ground di Bekasi.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan otomotif asal Tiongkok juga disebut berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang di Indonesia.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengatakan kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional.
"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," tutur Jongkie Sugiarto, Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO.
Menurut Jongkie, hal tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki daya tarik bagi produsen otomotif global untuk menanamkan investasi.
GAIKINDO Dorong Insentif Berlaku untuk Semua Kendaraan
Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap pemerintah dapat mempertimbangkan stimulus yang lebih merata.
Asosiasi tersebut telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar kebijakan insentif tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid hingga plug-in hybrid.
Langkah itu dinilai dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku industri untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan perubahan teknologi global.
Menutup pernyataannya, Anton menegaskan GAIKINDO akan terus berperan dalam menjaga ekosistem industri otomotif nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Anton Kumonty.
Lihat Selengkapnya
Cara Maksimalkan Roof Box di Mobil Mitsubishi, Jangan Asal Pasang22 May 2026
Cara Maksimalkan Roof Box di Mobil Mitsubishi, Jangan Asal Pasang22 May 2026
Jakarta, Goodcar.id - Penggunaan roof box di mobil keluarga makin populer, terutama saat kebutuhan membawa barang meningkat, seperti liburan atau mudik. Pada beberapa model Mitsubishi seperti Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Xpander Cross, Mitsubishi Xforce, hingga Mitsubishi Destinator, keberadaan roof rail atau flush rail jadi modal penting untuk menambah kapasitas angkut.
Namun, penggunaan roof box tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada sejumlah hal teknis yang perlu diperhatikan agar tetap aman dan tidak berdampak ke kenyamanan berkendara.
Fungsi Roof Rail
Secara konstruksi, roof rail atau flush rail bukan sekadar aksesori visual. Komponen ini dirancang sebagai titik tumpu tambahan untuk distribusi beban di atap mobil.
“Roof rail atau flush rail memungkinkan Anda menambah ruang penyimpanan di atas mobil Mitsubishi Motors kesayangan. Kedua jenis rail tersebut bisa dijadikan dudukan untuk memasang aksesori tambahan seperti roof rack atau roof box.”
Dengan kata lain, roof rail berfungsi sebagai dasar sebelum memasang cross bar, lalu roof box. Tanpa sistem ini, beban di atap berisiko terpusat di satu titik dan berpotensi merusak struktur.
Pilih Roof Box yang Sesuai, Jangan Asal Murah
Langkah awal yang sering dianggap sepele adalah pemilihan roof box. Padahal, tiap mobil punya dimensi atap berbeda, termasuk jarak antar rail.
“Gunakan roof rack atau roof box yang sesuai. Pastikan memilih roof rack atau roof box yang kompatibel dengan jenis roof rail mobil.”
Kesalahan memilih ukuran bisa berdampak ke kestabilan, bahkan meningkatkan hambatan angin saat melaju di kecepatan tinggi.
Perhatikan Batas Beban, Ini yang Sering Diabaikan
Salah satu kesalahan umum pengguna adalah menganggap atap mobil bisa menahan beban besar tanpa batas.
“Setiap roof rail punya batas beban (load limit) tertentu, biasanya antara 50–100 kg.”
Melebihi batas ini bukan cuma berisiko merusak komponen, tapi juga mengubah titik gravitasi kendaraan. Efeknya bisa terasa saat menikung atau pengereman mendadak.
Hitung Tinggi Mobil, Biar Nggak Nyangkut
Penambahan roof box otomatis meningkatkan tinggi kendaraan. Hal ini sering jadi masalah di area parkir atau gerbang tol tertentu.
“Setelah roof box atau roof rack terpasang, ukur total ketinggian mobil untuk menghindari masalah saat melewati portal gerbang tol otomatis, terowongan, atau area parkir basement.”
Langkah ini terdengar sederhana, tapi sering terlewat dan berujung insiden kecil yang sebenarnya bisa dihindari.
Susun Barang dengan Benar, Bukan Sekadar Masuk
Efisiensi roof box bukan hanya soal kapasitas, tapi juga cara menyusun barang.
“Gunakan tali pengikat atau strap khusus untuk memastikan barang tidak bergeser saat mobil melaju.”
Distribusi beban harus merata, dengan barang berat diletakkan di bagian tengah. Hindari menumpuk terlalu tinggi karena bisa mengganggu aerodinamika.
Gaya Berkendara Harus Berubah
Penggunaan roof box membawa konsekuensi pada karakter berkendara.
“Saat membawa barang di roof rack dengan roof box, sebaiknya gaya mengemudi lebih tenang dan hati-hati, karena beban tambahan di atap mengubah titik gravitasi, meningkatkan risiko limbung, dan memperpanjang jarak pengereman.”
Artinya, pengemudi perlu menjaga kecepatan, menghindari manuver mendadak, serta memberi jarak aman lebih panjang.
Cek Kondisi Secara Berkala
Meski terlihat kokoh, komponen di atap tetap butuh perhatian. “Pastikan kondisinya masih baik, tak ada bagian yang kendur, dan tidak ada karat yang bisa mengurangi daya tahannya.”
Pengecekan rutin jadi penting terutama jika roof box sering digunakan untuk perjalanan jauh.
Roof rail dan roof box pada mobil Mitsubishi sejatinya dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas, bukan sekadar gaya. Dengan penggunaan yang tepat, kapasitas angkut bisa bertambah tanpa harus mengorbankan ruang kabin.
Namun, tanpa pemahaman yang benar, fitur ini justru bisa menimbulkan risiko baru di jalan. Di titik ini, disiplin dalam mengikuti batas teknis dan cara penggunaan menjadi kunci utama.
Menggunakan roof box di mobil seperti Mitsubishi Pajero Sport atau Mitsubishi Xpander Cross memang memberi keuntungan tambahan ruang. Tapi, cara maksimalkan roof box tidak berhenti di pemasangan saja.
Mulai dari pemilihan produk, memperhatikan batas beban, hingga menyesuaikan gaya berkendara, semuanya saling berkaitan. Jika dilakukan dengan benar, roof box bisa jadi solusi praktis tanpa mengganggu aspek keselamatan.
Lihat Selengkapnya
GIICOMVEC 2026 Sedot 12.685 Pengunjung, Industri Kendaraan Komersial Masih Bergairah!14 Apr 2026
GIICOMVEC 2026 Sedot 12.685 Pengunjung, Industri Kendaraan Komersial Masih Bergairah!14 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Gelaran GIICOMVEC 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama empat hari pada 8–11 April 2026. Pameran ini untuk pertama kalinya digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, dan mencatatkan angka kunjungan yang cukup signifikan.
Dalam penyelenggaraan keempatnya, GIICOMVEC 2026 berhasil menarik sebanyak 12.685 trade visitors. Angka tersebut meningkat hampir 10 persen dibandingkan edisi sebelumnya, menunjukkan adanya pertumbuhan minat dari pelaku industri terhadap sektor kendaraan komersial di Indonesia.
Dominasi Pelaku Industri dan Bisnis
Sebagai pameran berkonsep business-to-business (B2B), GIICOMVEC 2026 memang tidak menyasar pengunjung umum. Mayoritas pengunjung yang hadir berasal dari berbagai sektor industri, mulai dari logistik, konstruksi, hingga distribusi.
Para trade visitors ini memanfaatkan GIICOMVEC 2026 sebagai ajang untuk memperluas jaringan bisnis (networking), sekaligus mencari solusi operasional yang lebih efisien. Aktivitas eksplorasi teknologi dan diskusi bisnis menjadi salah satu fokus utama selama pameran berlangsung.
GIICOMVEC 2026 menghadirkan total 14 merek kendaraan komersial global yang ikut berpartisipasi. Sejumlah nama besar yang hadir antara lain Daihatsu, Isuzu, Hino, hingga Mitsubishi Fuso.
Selain itu, merek lain seperti Foton, Wuling, Toyota, Suzuki, hingga pemain global seperti Ford juga ikut meramaikan pameran.
Kehadiran berbagai merek ini memperlihatkan beragam pilihan kendaraan komersial, mulai dari truk ringan, pick-up, hingga kendaraan berbasis listrik yang mulai banyak diperkenalkan ke pasar Indonesia.
Tidak hanya kendaraan, GIICOMVEC 2026 juga diramaikan oleh lebih dari 45 merek industri pendukung. Mereka menghadirkan berbagai solusi yang berkaitan langsung dengan operasional kendaraan komersial.
Mulai dari teknologi karoseri, penyedia suku cadang, hingga sistem manajemen armada berbasis digital menjadi bagian penting dalam pameran ini. Kehadiran sektor pendukung ini memperkuat posisi GIICOMVEC sebagai ekosistem lengkap bagi pelaku industri.
Seminar dan Workshop Diikuti Lebih dari 1.200 Peserta
Selain pameran produk, GIICOMVEC 2026 juga menghadirkan berbagai sesi seminar dan workshop yang membahas perkembangan industri kendaraan komersial.
Lebih dari 1.200 peserta tercatat mengikuti rangkaian program ini. Topik yang dibahas mencakup tren teknologi, tantangan industri, hingga peluang bisnis di masa depan.
Partisipasi tinggi dalam sesi edukatif ini menunjukkan bahwa pelaku industri tidak hanya mencari produk, tetapi juga insight untuk menghadapi perubahan pasar yang semakin dinamis.
Kesuksesan GIICOMVEC 2026 juga tidak lepas dari dukungan berbagai asosiasi industri. Beberapa di antaranya seperti Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, hingga Asosiasi Karoseri Indonesia turut berperan aktif selama pameran berlangsung.
Selain itu, dukungan juga datang dari sponsor utama seperti Sailun Group, serta sponsor lainnya seperti Pertamina Lubricants dan Lalamove. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan komersial di Indonesia.
Penyelenggara GIICOMVEC 2026 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Mulai dari trade buyers, peserta pameran, sponsor, hingga dukungan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Dengan capaian jumlah pengunjung dan partisipasi industri yang meningkat, GIICOMVEC 2026 kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pameran kendaraan komersial terbesar di Indonesia yang berfokus pada kebutuhan bisnis dan solusi industri.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.