Farizon, Ford, dan Sany Debut di GIICOMVEC 2026, Industri Kendaraan Komersial Makin Kompetitif01 Apr 2026
Farizon, Ford, dan Sany Debut di GIICOMVEC 2026, Industri Kendaraan Komersial Makin Kompetitif01 Apr 2026
Jakarta, GoodCar.id – Pameran kendaraan komersial terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2026, kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan line-up peserta yang semakin lengkap. Ajang business to business (B2B) ini akan berlangsung pada 8-11 April 2026 di Hall B, JIExpo Kemayoran, menghadirkan berbagai inovasi terbaru di sektor kendaraan komersial.
Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran tiga merek baru yang untuk pertama kalinya bergabung, yaitu Farizon, Ford, dan Sany. Kehadiran mereka memperkuat posisi GIICOMVEC sebagai platform strategis bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi solusi mobilitas bisnis yang semakin inovatif.
Industri Kendaraan Komersial Tetap Tumbuh
Penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 berlangsung di tengah dinamika industri kendaraan komersial yang penuh tantangan. Meski demikian, sektor ini menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan yang tetap positif, didukung kemampuan manufaktur nasional yang semakin kompetitif.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa pameran ini menjadi bukti nyata kekuatan industri otomotif Indonesia. Menurutnya, kemampuan produksi kendaraan komersial dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri dengan standar global.
Selain itu, kinerja ekspor yang tetap stabil menjadi indikator bahwa produk otomotif Indonesia tidak hanya kompetitif di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional.
Deretan Merek Global dan Inovasi Teknologi
GIICOMVEC 2026 menghadirkan total 14 merek global yang siap menampilkan kendaraan komersial terbaru. Beberapa di antaranya adalah Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Toyota, Wuling, hingga Suzuki.
Para peserta tidak hanya menampilkan produk unggulan, tetapi juga menghadirkan solusi kendaraan yang lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern. Inovasi yang ditawarkan mencakup sistem keamanan terkini, teknologi manajemen armada berbasis digital, hingga efisiensi operasional yang semakin optimal.
Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelaku usaha yang semakin menuntut efisiensi, produktivitas, serta kemudahan dalam pengelolaan armada kendaraan.
Platform Strategis untuk Pelaku Bisnis
Ketua Penyelenggara GIICOMVEC sekaligus Ketua Harian GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa pameran ini tidak sekadar menjadi ajang pamer produk, tetapi juga platform strategis yang menghubungkan produsen dengan calon pembeli dari berbagai sektor industri.
Menurutnya, GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai ruang interaksi bisnis yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan transportasi komersial. Mulai dari kendaraan, suku cadang, hingga teknologi pendukung, seluruhnya tersedia dalam satu ekosistem pameran.
Hal ini menjadikan GIICOMVEC sebagai salah satu ajang penting dalam mendorong pertumbuhan sektor kendaraan komersial di Indonesia.
Dukungan Industri Pendukung yang Komprehensif
Selain kendaraan, GIICOMVEC 2026 juga didukung oleh lebih dari 35 merek industri pendukung. Mereka menghadirkan berbagai produk dan layanan yang mencakup suku cadang, pelumas, ban, hingga teknologi terbaru untuk pengelolaan armada.
Kehadiran industri pendukung ini memberikan nilai tambah bagi para pelaku bisnis, karena memungkinkan mereka mendapatkan solusi operasional secara menyeluruh dalam satu tempat.
Para pengunjung profesional (trade visitors) juga berkesempatan menikmati berbagai penawaran khusus selama pameran berlangsung. Tahun ini, GIICOMVEC didukung oleh Sailun Group sebagai sponsor utama, serta Pertamina Lubricants dan Lalamove sebagai sponsor pendukung.
Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif Nasional
Dengan konsep yang semakin matang dan partisipasi global yang luas, GIICOMVEC 2026 diharapkan mampu menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan komersial di Indonesia.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang showcase teknologi dan produk terbaru, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang investasi baru di sektor otomotif.
Kehadiran merek-merek baru serta inovasi teknologi yang ditampilkan menjadi sinyal positif bahwa industri kendaraan komersial Indonesia terus bergerak maju, adaptif terhadap perubahan, dan siap bersaing di tingkat global.
Lihat Selengkapnya
Toyota Ungkap Alasan Tolak Pesanan Mobil Murah dari Agrinas09 Mar 2026
Toyota Ungkap Alasan Tolak Pesanan Mobil Murah dari Agrinas09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - PT Agrinas Pangan Nusantara memang menawarkan pembelian pick up ke sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung program operasional koperasi desa dan distribusi pangan nasional. Namun, beberapa APM, termasuk Toyota, menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena perbedaan harga dan jenis kendaraan yang diminta.
"Kenapa keputusannya kita nggak bisa fulfill, ya mohon maaf salah satunya contohnya jenis kendaraan, harga, itu kita nggak ketemu. Nah kalau masalah production capacity ya tentunya kita bisa secara bertahap nanti mendiskusikan," ujar Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, saat ditemui media, dalam acara Iftar Ramadhan di Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Tawaran Harga Pick Up Toyota Hilux 4x4 Tidak Cocok Menjadi Faktor
Ernando menjelaskan bahwa harga yang diajukan Agrinas lebih rendah daripada harga pasar pick up 4x4 Toyota saat ini. Menurutnya, harga tinggi pada kendaraan jenis ini di Indonesia disebabkan oleh faktor pajak dan struktur biaya yang berbeda dari mobil penumpang.
"Contoh Hilux Double Cabin itu harganya Rp 456 juta, tapi teman-teman juga perlu cermatin kalau teman-teman lihat di cost structure," ujar Ernando. Ia menambahkan, harga mobil termasuk harga kendaraan itu sendiri, luxury tax, Bea Balik Nama (BBN), dan pajak lainnya. Hal ini membuat harga pick up 4x4 di Indonesia relatif tinggi dibandingkan pasar global, karena mobil jenis ini dianggap memiliki kemungkinan penggunaan lebih banyak untuk personal dibandingkan kendaraan operasional.
Toyota menegaskan bahwa meskipun kesepakatan belum tercapai, ruang diskusi tetap terbuka. Jika permintaan Agrinas disesuaikan dengan harga pasar dan jenis kendaraan yang tersedia, negosiasi bisa dilakukan secara bertahap. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketidakcocokan harga menjadi faktor utama yang menghambat proses pengadaan mobil untuk program koperasi desa.
Beberapa APM lain di Indonesia juga menghadapi kendala serupa saat dimintai penawaran harga mobil oleh Agrinas. Penawaran harga yang jauh di bawah pasar membuat beberapa brand menunda atau menolak, karena perbedaan harga ini tidak sesuai dengan struktur biaya dan strategi penjualan masing-masing APM.
Struktur Harga Pick Up di Indonesia
Harga pick up 4x4 di Indonesia berbeda dibandingkan mobil penumpang karena beberapa faktor:
Harga kendaraan – biaya produksi dan distribusi dari pabrik ke dealer.
Luxury tax – pajak tambahan untuk kendaraan yang dikategorikan mewah atau penggunaan pribadi.
Bea Balik Nama (BBN) – biaya administrasi saat kendaraan didaftarkan.
Pajak lain – termasuk pajak daerah dan pajak penjualan kendaraan bermotor.
Kombinasi faktor ini membuat harga Hilux Double Cabin mencapai Rp 456 juta, sehingga tawaran harga Agrinas yang lebih rendah tidak memenuhi standar APM.
Pengadaan kendaraan untuk koperasi desa menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperkuat distribusi hasil pertanian. Namun, perbedaan harga antara permintaan Agrinas dan harga pasar APM menimbulkan tantangan dalam implementasi program. Meski Toyota dan beberapa APM lain siap mendukung secara bertahap, negosiasi harga menjadi poin kunci sebelum pengadaan bisa terealisasi.
Lihat Selengkapnya
Siap Meluncur: Mitsubishi Xpander Hybrid atau Mitsubishi Xforce Hybrid?05 Mar 2026
Siap Meluncur: Mitsubishi Xpander Hybrid atau Mitsubishi Xforce Hybrid?05 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Mitsubishi Motors memastikan langkah besarnya di pasar otomotif nasional dengan rencana meluncurkan mobil hybrid pertama di Indonesia pada tahun ini. Informasi tersebut disampaikan oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai bagian dari strategi menghadirkan produk-produk baru berkualitas tinggi sepanjang 2026.
Teknologi hybrid dipilih sebagai pijakan awal Mitsubishi untuk memperluas pilihan elektrifikasi sekaligus memperkuat kinerja penjualan di Tanah Air.
Kehadiran mobil hybrid ini bukan sekadar menambah varian produk, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi konsumen Indonesia mengenai teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan Mitsubishi. Model hybrid perdana ini diharapkan mampu menjembatani transisi dari kendaraan konvensional menuju elektrifikasi penuh, tanpa mengorbankan kenyamanan dan karakter berkendara yang sudah dikenal.
Meski belum mengungkapkan model secara resmi, pihak Mitsubishi memberi sinyal kuat bahwa kendaraan hybrid yang akan dipasarkan di Indonesia berasal dari jajaran yang lebih dulu meluncur di Thailand.
Dua nama yang sudah beredar di Negeri Gajah Putih adalah Mitsubishi Xpander Hybrid dan Mitsubishi Xforce Hybrid. Salah satunya dipastikan akan dijual sekaligus diproduksi di Indonesia, menegaskan komitmen Mitsubishi terhadap pasar domestik.
Teknologi Hybrid pada Mitsubishi Xpander Hybrid
Di Thailand, Xpander Hybrid dan Xpander Cross HEV mengusung pembaruan signifikan pada sektor mesin. Jika versi konvensional menggunakan mesin 1.500 cc, varian hybrid kini mengandalkan mesin 1.600 cc yang dipadukan motor listrik serta baterai khusus. Mitsubishi mengklaim sistem ini menghadirkan akselerasi yang halus namun responsif, karakter yang identik dengan kendaraan listrik.
Generator dan motor listrik berdaya 85 kW bekerja bersama mesin bensin 1.600 cc, menghasilkan torsi instan hingga 255 Nm saat start. Respons pedal gas pun diklaim lebih sigap, terutama pada kondisi stop and go di perkotaan.
Mesin bensin yang digunakan adalah unit MIVEC 4-silinder 16-katup 1,6 liter DOHC terbaru yang mengadopsi siklus Atkinson untuk efisiensi pembakaran lebih optimal.
Mitsubishi juga menyematkan water pump elektrik—pertama kalinya digunakan pabrikan ini—untuk menekan mechanical loss. Hasilnya, konsumsi bahan bakar diklaim lebih efisien hingga 34 persen di rute perkotaan berdasarkan pengujian NEDC, serta sekitar 15 persen pada rute kombinasi.
Mitsubishi Xforce Hybrid dengan Mode EV
Selain Xpander Hybrid, Mitsubishi Xforce Hybrid juga mencuri perhatian. Model ini menawarkan Mode EV yang memungkinkan mobil melaju murni dengan tenaga listrik dari baterai tanpa menyalakan mesin. Ketika daya baterai menipis, sistem akan otomatis beralih ke mode Charge tanpa perlu mengisi daya di SPKLU.
Di balik kap, Xforce Hybrid mengandalkan mesin 1.6 liter berkode 4A92 dengan teknologi katup variabel MIVEC. Mesin ini menghasilkan daya 79 PS dan torsi 134 Nm, yang kemudian dipadukan motor listrik sehingga total output mencapai 116 tenaga kuda dan torsi 255 Nm, disalurkan ke roda depan.
Mitsubishi juga melakukan penyempurnaan pada sistem transaxle Xforce HEV dibanding Xpander HEV. Optimalisasi ini membuat aliran energi lebih efisien dan meminimalkan kehilangan daya. Hasilnya, konsumsi bahan bakar Xforce HEV diklaim mampu mencapai 24,4 km per liter.
Lihat Selengkapnya
Perbedaan DP dan TDP dalam Kredit Mobil yang Harus Kamu Tahu03 Mar 2026
Perbedaan DP dan TDP dalam Kredit Mobil yang Harus Kamu Tahu03 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Banyak calon pembeli mobil sering bingung soal istilah DP dan TDP saat ingin membeli mobil secara kredit.
Kedua istilah ini memang terdengar mirip, tetapi memiliki arti dan fungsi yang berbeda, serta berpengaruh besar pada jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulan.
Memahami perbedaan keduanya penting agar kamu bisa menyiapkan dana dengan tepat dan menghindari kebingungan saat proses kredit.
Mengutip laman resmi Mitsubishi motors, disebutkan DP, atau Down Payment, adalah uang muka pokok yang dibayarkan di awal sebagai bagian dari harga mobil.
DP Mengurangi Jumlah OTR
“DP langsung mengurangi jumlah harga mobil yang dikredit, sehingga semakin besar DP, cicilan per bulan akan semakin ringan,” tulis Mitsubishi Motors dikutip 2 Maret 2026.
Sebaliknya, DP kecil berarti cicilan per bulan akan lebih tinggi karena nominal yang dikredit lebih besar.
Misalnya, jika harga mobil Rp300 juta dan kamu membayar DP sebesar Rp60 juta atau 20%, maka sisa yang dikredit adalah Rp240 juta. Cicilan per bulan akan dihitung dari angka Rp240 juta tersebut, bukan dari harga penuh mobil.
Dengan kata lain, DP murni hanya untuk menekan nominal kredit dan belum termasuk biaya tambahan lainnya.
Sementara itu, TDP, atau Total Down Payment, adalah total uang yang harus disiapkan di muka saat mulai kredit. TDP mencakup DP itu sendiri ditambah berbagai biaya tambahan, seperti biaya administrasi dan provisi, asuransi kendaraan, biaya fidusia, biaya STNK dan BPKB, serta kadang termasuk angsuran pertama.
Misalnya, jika DP sebesar Rp60 juta, biaya administrasi dan provisi Rp5 juta, asuransi Rp7 juta, dan biaya lain-lain Rp3 juta, maka TDP yang harus dibayarkan di awal adalah Rp75 juta. Dengan kata lain, TDP memberi gambaran total uang yang harus keluar di muka, bukan hanya pokok DP.
Perbedaan utama antara DP dan TDP adalah bahwa DP hanya mengurangi harga mobil yang dikredit, sedangkan TDP merupakan jumlah total uang di awal yang meliputi DP dan semua biaya tambahan.
DP berfokus pada besaran kredit dan cicilan per bulan, sementara TDP menunjukkan kesiapan finansial kamu untuk membayar semua biaya di muka sebelum mobil resmi bisa dibawa pulang.
Karena itu, banyak iklan mobil menampilkan angka TDP yang terlihat kecil agar menarik, padahal DP sebenarnya mungkin lebih tinggi, dan cicilan per bulan tetap tergantung pada nominal kredit dan tenor.
Supaya tidak salah perhitungan, sebaiknya calon pembeli selalu mengecek DP yang ditawarkan, menghitung semua biaya tambahan yang termasuk dalam TDP, menyesuaikan DP dengan kemampuan membayar cicilan, serta memahami tenor dan bunga yang berlaku.
Semakin besar DP yang dibayar, semakin ringan cicilan bulanan, tetapi tetap harus diperhitungkan apakah dana awal tersebut sesuai dengan kondisi keuangan. Dengan memahami perbedaan DP dan TDP, kamu bisa menyiapkan dana dengan tepat, menghindari cicilan berat yang membebani, dan mengambil keputusan kredit mobil yang lebih cerdas.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.