Hyundai Motor Luncurkan SUV Listrik ELEXIO dan Umumkan Strategi Kendaraan Energi Baru untuk Pasar Tiongkok31 Oct 2025
Hyundai Motor Luncurkan SUV Listrik ELEXIO dan Umumkan Strategi Kendaraan Energi Baru untuk Pasar Tiongkok31 Oct 2025
Tiongkok, GoodCar.id — Hyundai Motor Company bersama perusahaan joint venture-nya di Tiongkok, Beijing Hyundai, secara resmi meluncurkan SUV listrik terbaru ELEXIO dan memperkenalkan strategi pengembangan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) untuk pasar Tiongkok. Peluncuran ini menandai langkah penting Hyundai dalam memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan listrik terbesar di dunia serta mendukung transisi menuju mobilitas berkelanjutan.
ELEXIO: Perpaduan Desain Elegan, Kenyamanan, dan Efisiensi
Hyundai ELEXIO tampil dengan desain berani, elegan, dan futuristik, menonjolkan garis-garis tegas serta proporsi dinamis yang merepresentasikan DNA modern Hyundai. Lampu depan bergaya kristal persegi menjadi ciri khas yang memberikan karakter kuat sekaligus menambah kesan premium. Struktur bodinya yang kokoh dirancang untuk memberikan kenyamanan berkendara premium dan efisiensi fungsional, menjadikannya andal untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
“Untuk pasar Tiongkok, Hyundai memanfaatkan kesuksesan platform E-GMP yang telah terbukti andal pada berbagai model kendaraan listrik. Kami juga mengintegrasikan teknologi lokal untuk menghadirkan ELEXIO yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Ickkyun Oh, Head of China Business Division, Hyundai Motor Company. “ELEXIO adalah model pertama yang dikembangkan berdasarkan strategi ‘In China, For China, To Global’.”
Interior Canggih dan Fitur Ramah Keluarga
Masuk ke dalam kabin, ELEXIO menghadirkan nuansa modern dan nyaman dengan layar ultra-tipis beresolusi 4K berukuran 27 inci, ditenagai chip Qualcomm Snapdragon 8295 untuk performa sistem infotainment yang halus dan responsif. Teknologi Cyber Eye Heads-Up Display (HUD) menawarkan rasio kontras 30.000:1, memastikan visibilitas optimal dalam berbagai kondisi pencahayaan.
SUV ini juga dirancang untuk kebutuhan keluarga, dengan bagasi berkapasitas 506 liter yang dapat diperluas hingga 1.540 liter, 46 ruang penyimpanan fleksibel, serta sistem audio Dolby Atmos dan delapan speaker BOSE sebagai standar. Hyundai turut melengkapi ELEXIO dengan fitur pemantauan kesehatan dan deteksi kelelahan pengemudi, menambah tingkat keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
Performa Andal dan Fitur Keselamatan Lengkap
ELEXIO menggunakan baterai berkapasitas 88,1 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 722 kilometer berdasarkan uji China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC). Teknologi DC fast charging memungkinkan pengisian daya dari 30% hingga 80% hanya dalam 27 menit, serta kompatibel dengan 99% operator pengisian daya di Tiongkok.
Sistem rangka dan peredam disesuaikan untuk memberikan performa stabil di berbagai kondisi jalan. Fitur seperti Family Brake Mode dan active side-bolsters meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus mengurangi kelelahan pengemudi. Dari sisi keselamatan, Hyundai membekali ELEXIO dengan struktur pelindung 720°, 77,5% baja berkekuatan tinggi, serta sembilan airbag canggih, termasuk airbag tirai panjang dan pegangan pintu otomatis untuk akses darurat.
Langkah Strategis Menuju Masa Depan Elektrifikasi
Peluncuran ELEXIO menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi Hyundai menuju tahun 2030. Melalui pendekatan “In China, For China, To Global”, Hyundai menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi mobilitas cerdas yang menggabungkan teknologi global dan kebutuhan lokal.
“Hyundai kini telah berevolusi dari perusahaan otomotif tradisional menjadi perusahaan teknologi mobilitas global,” tambah Ickkyun Oh. “Kami berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan industri otomotif Tiongkok dan memenuhi ekspektasi tinggi konsumen di pasar ini.”
Dengan peluncuran Hyundai ELEXIO, Hyundai Motor Company memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi kendaraan listrik, menghadirkan SUV ramah lingkungan yang menggabungkan performa, efisiensi, dan kenyamanan dalam satu paket untuk era mobilitas masa depan.
Lihat Selengkapnya
Cara Cek Odometer Asli atau Palsu, Biar Nggak Ketipu Mobil Bekas27 Oct 2025
Cara Cek Odometer Asli atau Palsu, Biar Nggak Ketipu Mobil Bekas27 Oct 2025
Jakarta, Goodcar.id — Buat kamu yang lagi berburu mobil bekas, hati-hati sama yang satu ini: odometer palsu. Banyak mobil bekas tampil mulus dan kilometer rendah, padahal bisa jadi angkanya sudah “dipoles” biar kelihatan masih muda. Fenomena ini umum banget di pasar mobil bekas, dan kalau kamu nggak jeli, bisa rugi besar di kemudian hari.
Odometer bukan cuma angka pajangan. Ia adalah “riwayat hidup” mobil — seberapa sering dia dipakai, seberapa capek mesinnya, sampai bisa jadi indikator harga yang wajar. Bagi banyak pembeli, kilometer rendah sering dianggap jaminan mobil masih sehat. Padahal, kalau angka itu hasil manipulasi, kamu bisa dapat mobil yang sebenarnya sudah lelah tapi kelihatan “fresh”.
Nah, biar nggak ketipu, berikut cara cek odometer asli atau palsu yang bisa kamu lakukan sendiri sebelum transaksi.
1. Cek Konsistensi dengan Kondisi Fisik Mobil
Langkah paling dasar tapi penting banget: cocokkan angka odometer dengan kondisi fisik mobil.
Kalau odometer menunjukkan 40.000 km tapi setir, pedal, dan jok sudah aus, itu tanda mencurigakan. Mobil yang jarang dipakai biasanya masih punya tekstur kulit setir yang mulus, pedal rem belum aus, dan jok belum kempis.
Perhatikan juga tombol AC, tuas transmisi, dan karpet. Semua bagian ini bisa jadi “bukti kecil” seberapa sering mobil digunakan.
Pada dasarnya makin sering dipakai, makin banyak bagian interior yang aus secara alami. Kalau fisiknya nggak sejalan dengan angka, bisa jadi odometer sudah “dipermak”.
2. Lihat Riwayat Servis di Buku Servis atau Aplikasi
Mobil yang diservis rutin di bengkel resmi pasti punya catatan kilometer di setiap kunjungan.
Cocokkan angka odometer sekarang dengan data terakhir di buku servis. Misalnya, servis terakhir tertulis 90.000 km, tapi sekarang hanya 45.000 km? Sudah jelas ada yang janggal.
Beberapa merek besar seperti Toyota, Honda, Wuling, Hyundai, atau Suzuki juga mencatat riwayat servis lewat aplikasi resmi atau dealer network. Kamu bisa minta print-out atau screenshot riwayat servis untuk verifikasi.
Kalau mobilnya jarang masuk bengkel resmi, coba tanya bengkel langganan pemilik lama — siapa tahu mereka punya catatan digital. Riwayat servis adalah bukti paling kuat untuk menilai keaslian odometer.
3. Perhatikan Panel Instrumen dan Baut-Baut di Sekitarnya
Odometer digital memang terlihat modern, tapi juga bisa dimanipulasi dengan alat scanner.
Lihat baik-baik tampilan angka: apakah font-nya seragam, pencahayaan stabil, dan posisinya sejajar? Kadang setelah dimodifikasi, tampilannya sedikit berbeda.
Untuk mobil analog, cek apakah ada goresan halus di kaca panel, atau baut yang sudah aus di sekitar speedometer. Itu bisa jadi tanda kalau odometer pernah dibuka.
Kalau kamu melihat bekas congkel di dashboard, lebih baik mundur perlahan — mobilnya kemungkinan sudah diutak-atik.
4. Cek di Bengkel Independen atau dengan Alat Scanner
Kalau masih ragu, bawa mobil ke bengkel tepercaya. Bengkel modern bisa pakai alat OBD (On Board Diagnostic) untuk membaca data ECU (Electronic Control Unit).
Menariknya, data di ECU sering masih menyimpan jarak tempuh asli, walau odometer di dashboard sudah diubah.
Buat kamu yang akrab denga teknologi, ada beberapa aplikasi seperti Carly, Car Scanner, atau BlueDriver yang bisa membaca data ECU lewat dongle OBD2. Cukup colok ke port OBD mobil, lalu sambungkan ke ponsel lewat Bluetooth. Praktis banget buat cek mandiri sebelum beli.
5. Gunakan Logika
Logika sederhana juga bisa jadi alat deteksi. Bandingkan usia mobil dengan jarak tempuhnya.
Mobil tahun 2018 tapi baru 20.000 km berarti rata-rata cuma jalan 3.000 km per tahun — angka yang terlalu kecil untuk mobil harian.
Biasanya, mobil pribadi di Indonesia menempuh 10.000–15.000 km per tahun. Jadi kalau jaraknya jauh di bawah itu, wajib curiga.
Kalau penjual bilang “mobil jarang dipakai, cuma buat ke mal”, boleh aja percaya — tapi tetap skeptis dan minta bukti servis rutin yang konsisten.
6. Minta Data Inspeksi Independen
Kalau kamu beli mobil dari platform terpercaya seperti Goodcar.id (👀), pastikan minta laporan inspeksi independen.
Laporan semacam ini mencakup kondisi mesin, transmisi, interior, hingga estimasi jarak tempuh realistis berdasarkan keausan komponen.
Lebih aman lagi kalau ada foto odometer tiap servis, biar bisa dilacak kronologinya.
Ingat, penjual yang transparan nggak akan keberatan nunjukin data inspeksi dan bukti servis — justru yang ngeles-ngeles biasanya punya sesuatu yang disembunyikan.
7. Waspadai Harga Terlalu Murah untuk Kilometer Rendah
Harga juga bisa jadi alarm penting. Kadang mobil dengan kilometer super rendah dijual dengan harga yang terlalu miring.
Jangan buru-buru tergoda — bisa jadi odometer-nya sudah “dipermak” supaya lebih menarik.
Harga yang realistis justru mencerminkan kejujuran penjual. Kalau mobilnya terlihat terlalu “sempurna” tapi harganya jomplang dari pasar, lebih baik cari alternatif lain.
8. Gunakan Jasa Inspeksi
Buat pembeli yang nggak mau repot, sekarang banyak layanan inspeksi profesional yang bisa datang langsung ke lokasi. Mereka akan cek mulai dari angka odometer, riwayat servis, sampai kondisi sasis dan kaki-kaki.
Laporan hasil inspeksi bisa jadi bahan negosiasi juga. Jadi kalau ketahuan odometer dipalsukan, kamu bisa mundur tanpa buang waktu. Kalau kamu beli mobil bekas di platform Goodcar.id, tentunya semua mobil sudah lolos jasa inspeksi. Jadi sebagai konsumen tidak khawatir dapat mobil bekas yang tidak berkualitas.
Lihat Selengkapnya
Dedi Mulyadi Hadiri Peresmian Fasilitas Produksi Pelet Plastik Hyundai di Bekasi17 Oct 2025
Dedi Mulyadi Hadiri Peresmian Fasilitas Produksi Pelet Plastik Hyundai di Bekasi17 Oct 2025
Jakarta, Goodcar.id - PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) bersama Hyundai Motor Company (HMC) resmi membuka Fasilitas Produksi Daur Ulang Pelet Plastik di Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center (WRC), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif global ‘Hyundai Continue’ yang berfokus pada keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan.
Acara peresmian dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kabupaten Bekasi Ade Kuswara Kunang, Presiden Direktur HMMI Hyunchul Bang, serta Country Director Gugah Nurani Indonesia (GNI) Mathilda Antoinette Buisan. Hadir pula sejumlah pejabat pemerintah pusat, daerah, dan perwakilan masyarakat yang turut mendukung langkah besar Hyundai dalam menciptakan ekonomi sirkular di Indonesia.
Komitmen Hyundai untuk Keberlanjutan
Peresmian fasilitas baru ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan keberlanjutan Hyundai di Indonesia. Sebelumnya, Hyundai Wanajaya WRC didirikan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar pabrik.
Presiden Direktur HMMI, Hyunchul Bang, menyampaikan bahwa Hyundai berkomitmen menciptakan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Fasilitas baru di Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center akan mendorong model ekonomi sirkular yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Hyunchul Bang.
Ia menambahkan, fasilitas ini akan mengubah sampah plastik menjadi pelet plastik bernilai ekonomi tinggi yang dapat dijual untuk menghasilkan pendapatan tambahan bagi masyarakat lokal. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan Good Neighbors Indonesia (GNI).
Ekonomi Sirkular untuk Masyarakat Sekitar
Program daur ulang ini bukan sekadar solusi pengelolaan sampah, melainkan upaya menciptakan model ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Hyundai menegaskan bahwa setiap sampah yang diolah dapat kembali menjadi sumber daya, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Dengan mengubah sampah plastik menjadi pelet bernilai ekonomi, kami menciptakan model ekonomi sirkular yang sesungguhnya — di mana sampah menjadi sumber daya dan masyarakat memperoleh peluang ekonomi baru,” tambah Hyunchul Bang.
Langkah ini juga sejalan dengan visi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta semangat keberlanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi, sesuai dengan filosofi global Hyundai: Progress for Humanity.
Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi terhadap langkah Hyundai dalam mengelola sampah plastik.
“Inisiatif pihak industri seperti Hyundai dalam mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai patut diapresiasi. Semoga langkah ini diikuti oleh pabrik lain di Jawa Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menilai bahwa kehadiran Hyundai WRC menjadi contoh nyata kolaborasi antara industri dan masyarakat.
“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga edukasi, pemberdayaan, dan kemandirian ekonomi. Hyundai Waste Recycling Center menjadi bukti bahwa industri bisa berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” tutur Ade Kuswara Kunang.
Dikelola Bersama Koperasi Lokal
Pengelolaan fasilitas daur ulang ini difasilitasi oleh GNI dan dijalankan oleh koperasi multi-pihak yang melibatkan warga sekitar. Model ini memastikan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam proses operasional, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di tingkat komunitas.
Selain itu, Hyundai dan GNI juga berkolaborasi dalam pembentukan koperasi lokal dengan memberikan pelatihan, supervisi, dan edukasi daur ulang. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi pengelolaan sampah bagi operator bank sampah, pelajar, dan masyarakat umum.
Langkah Nyata Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Hyundai Motor Manufacturing Indonesia menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tanggung jawab perusahaan, tetapi janji untuk generasi mendatang. Dengan fasilitas produksi pelet plastik ini, Hyundai memperkuat posisinya sebagai perusahaan otomotif yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.
Melalui Hyundai Wanajaya Waste Recycling Center, Hyundai tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga mengelola masa depan — masa depan di mana industri, masyarakat, dan lingkungan bisa tumbuh bersama dalam harmoni.
Lihat Selengkapnya
7 Penyebab Mobil Susah Distarter? Ini Cara Mengatasinya01 Oct 2025
7 Penyebab Mobil Susah Distarter? Ini Cara Mengatasinya01 Oct 2025
Jakarta, Goodcar.id - Kenapa Mobil Susah Distarter? Salah satu masalah mobil paling sering dicari di Google adalah mobil susah distarter atau bahkan tidak bisa menyala sama sekali. Situasi ini bikin repot, apalagi kalau terjadi pagi-pagi saat buru-buru kerja, atau di jalan ketika sedang darurat.
Menurut APM resmi seperti Daihatsu, Hyundai, dan Toyota, penyebab mobil gagal menyala bukan hanya soal aki soak. Ada banyak faktor lain yang bisa bikin sistem starter terganggu.
Penyebab Mobil Susah Distarter
1. Aki lemah atau soak
Aki adalah sumber listrik utama. Kalau tegangannya turun di bawah 12 volt, mobil biasanya susah dinyalakan. Gejalanya: lampu dashboard meredup atau starter cuma bunyi “tek-tek”.
2. Kabel dan koneksi longgar
Terminal aki atau kabel grounding yang kotor atau longgar bisa menghambat aliran listrik. Hyundai bahkan menekankan hal ini sebagai penyebab umum mobil gagal nyala.
3. Dinamo starter bermasalah
Kalau aki sehat tapi mesin tetap tidak berputar, kemungkinan motor starter yang rusak. Biasanya terdengar bunyi “klik” tanpa ada putaran mesin.
4. Alternator rusak
Alternator berfungsi mengisi ulang aki saat mesin hidup. Kalau rusak, aki cepat habis dan akhirnya mobil tidak bisa distarter lagi.
5. Busi dan koil pengapian
Kalau busi kotor atau koil lemah, percikan api pembakaran tidak optimal. Akibatnya, mesin diputar tapi tidak hidup.
6. Aliran bahan bakar tersumbat
Filter bensin kotor atau pompa bensin lemah bisa bikin bahan bakar tidak sampai ke ruang bakar. Mobil jadi susah hidup meski starter berputar.
7. Sensor & ECU error
Pada mobil modern, sensor seperti Water Temperature Sensor (WTS) atau sistem ECU bisa bikin mobil susah start, terutama saat kondisi dingin.
Cara Mengatasi Mobil Susah Distarter
Cek aki: gunakan voltmeter untuk pastikan tegangan aki di atas 12 volt.
Periksa kabel: pastikan terminal bersih dan terpasang rapat.
Coba jump-start: gunakan kabel jumper dan mobil donor.
Lihat kondisi busi: kalau kotor, bersihkan atau ganti baru.
Amati lampu indikator: kalau ada check engine menyala, segera ke bengkel resmi.
Kalau semua langkah sudah dicoba tapi mobil tetap tidak mau nyala, jangan paksa. Serahkan pada bengkel resmi agar dicek dengan alat diagnosa OBD.
Tips Pencegahan Biar Mobil Nggak Drama
Rutin servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan.
Jangan biarkan mobil terlalu lama nganggur tanpa dinyalakan.
Hindari pakai aksesori listrik berlebihan saat mesin mati.
Ganti filter bensin sesuai jadwal servis.
Gunakan suku cadang asli biar sistem kelistrikan tetap aman.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.