Beranda / Mobil Baru / Katalog / Hyundai IONIQ 6

Hyundai IONIQ 6

Rp 1.2 M
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent magnet synchronous motor
Roda Penggerak
AWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Gravity Gold Matte
Nocturne Gray Matte
Serenity White Pearl
Biophilic Blue Pearl
Abyss Black Pearl
Tipe Kendaraan
Hyundai IONIQ 6 Signature
Rp 1.2 M
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Hyundai IONIQ 6 Signature
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent magnet synchronous motor
Pintu
5
Roda Penggerak
AWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

HYUNDAI IONIQ 6
Artikel Terkait
Lihat Semua
Hyundai Luncurkan Infotainment Generasi Baru, Pleos Connect Diklaim Lebih Pintar dari Smartphone
08 May 2026
Hyundai Luncurkan Infotainment Generasi Baru, Pleos Connect Diklaim Lebih Pintar dari Smartphone 08 May 2026 Seoul, GoodCar.id— Hyundai Motor Group resmi memperkenalkan sistem infotainment generasi terbaru bernama Pleos Connect yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara lebih cerdas, intuitif, dan terhubung. Teknologi terbaru ini menjadi langkah strategis Hyundai dalam mempercepat transformasi menuju era Software-Defined Vehicle (SDV) dan mobilitas berbasis kecerdasan buatan. Diperkenalkan di Seoul pada 7 Mei 2026, Pleos Connect hadir sebagai platform infotainment baru yang menggabungkan teknologi artificial intelligence (AI), sistem aplikasi terbuka, serta pembaruan software over-the-air (OTA). Sistem ini akan debut perdana di Hyundai GRANDEUR terbaru di Korea Selatan dan secara bertahap diterapkan pada berbagai model global, termasuk IONIQ 3 yang baru diperkenalkan di Eropa. Hyundai Motor Group menargetkan teknologi Pleos Connect akan digunakan di sekitar 20 juta kendaraan Hyundai, Kia, dan Genesis hingga tahun 2030. Hyundai Fokus pada Pengalaman Berkendara Berbasis Software Senior Vice President Hyundai Motor Group, Jongwon Lee, menjelaskan bahwa Pleos Connect menjadi fondasi penting dalam pengembangan ekosistem mobilitas masa depan Hyundai. Menurutnya, sistem infotainment terbaru ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis melalui kombinasi platform yang mobile-friendly dan teknologi AI canggih. “Pleos Connect merupakan sistem infotainment generasi terbaru yang menawarkan pengalaman mobilitas lebih baik bagi konsumen dengan memadukan platform mobile-friendly dan teknologi AI canggih,” ujarnya. Hyundai membangun Pleos Connect dengan tiga pilar utama, yakni kemudahan penggunaan, keamanan, dan keterbukaan sistem. Melalui pendekatan tersebut, pengguna dapat menikmati pengalaman digital di dalam kendaraan yang semakin mirip dengan penggunaan smartphone modern. Tampilan Kabin Lebih Modern dan Intuitif Pleos Connect menghadirkan desain antarmuka baru yang dirancang agar lebih mudah digunakan saat berkendara. Sistem ini mengombinasikan layar sentuh dengan tombol fisik guna meminimalkan distraksi pengemudi. Sistem infotainment ini terdiri dari dua layar utama, yaitu layar tengah berukuran lebar dan layar tipis yang ditempatkan tepat di depan pengemudi. Layar tengah utama terbagi menjadi beberapa area penting, seperti: Informasi kendaraan dan visualisasi objek sekitar kendaraan Area aplikasi untuk navigasi, media, dan aplikasi pihak ketiga Panel akses cepat untuk aplikasi favorit atau yang baru digunakan Sementara itu, layar tipis di depan pengemudi menampilkan informasi penting seperti kecepatan kendaraan, navigasi, hingga media agar fokus berkendara tetap terjaga. Hyundai juga menghadirkan kontrol berbasis gestur tiga jari yang memungkinkan pengguna memindahkan atau menutup aplikasi secara cepat dan praktis. Navigasi Lebih Pintar dan Responsif Salah satu peningkatan terbesar pada Pleos Connect hadir di sektor navigasi. Hyundai melakukan pengembangan besar melalui pendekatan berbasis data pengguna. Tampilan navigasi kini dibuat lebih sederhana dengan ikon minimalis dan menu yang lebih mudah dipahami. Selain itu, pengguna juga bisa mengatur tampilan layar secara fleksibel untuk multitasking. Navigasi Pleos Connect juga mendukung pembaruan lalu lintas real-time menggunakan peta online sehingga sistem mampu memberikan rute tercepat dan paling efisien secara akurat. Research Engineer Hyundai Motor Group, Hanna Yun, menyebut sistem navigasi terbaru ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih praktis dan nyaman bagi seluruh pengguna. Gleo AI Jadi Asisten Pintar di Dalam Mobil Fitur unggulan lain dari Pleos Connect adalah hadirnya Gleo AI, asisten suara berbasis large language model (LLM) yang mampu memahami perintah pengguna secara lebih natural. Gleo AI memungkinkan pengemudi memberikan beberapa instruksi sekaligus, seperti mengatur navigasi, suhu kabin, hingga mencari informasi melalui pencarian web. Teknologi ini juga mampu memahami konteks percakapan dan posisi pengguna di dalam kabin. Misalnya, sistem dapat mengenali perintah seperti “aktifkan kursi panas saya” sesuai lokasi penutur di dalam mobil. Selain itu, pengguna nantinya dapat mengakses riwayat percakapan dengan Gleo AI melalui aplikasi khusus. Team Lead Gleo AI Group di 42dot, Jongho Lee, mengatakan bahwa Gleo AI dirancang layaknya teman perjalanan yang mampu memahami kebutuhan pengguna secara kontekstual. Hadirkan App Market dan Ekosistem Terbuka Pleos Connect juga membawa konsep App Market yang memungkinkan integrasi aplikasi pihak ketiga langsung di sistem kendaraan. Beberapa layanan seperti YouTube, Spotify, hingga aplikasi navigasi dapat diakses langsung tanpa perlu menghubungkan smartphone. Hyundai juga membuka peluang kolaborasi lebih luas bagi pengembang melalui platform Pleos Playground yang menyediakan API dan tools untuk menciptakan aplikasi baru di dalam ekosistem kendaraan Hyundai. Ke depan, Hyundai berencana memperluas layanan hiburan, gaming, hingga manajemen kendaraan berbasis aplikasi untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin personal. Hyundai Siapkan Era Artificial Intelligence-Defined Vehicle Peluncuran Pleos Connect menjadi tonggak penting dalam transformasi Hyundai menuju kendaraan berbasis software dan AI. Dalam jangka panjang, Hyundai Motor Group menargetkan pengembangan menuju Artificial Intelligence-Defined Vehicle (AIDV), di mana kendaraan mampu berinteraksi lebih natural dengan penggunanya melalui teknologi AI personal. Dengan hadirnya Pleos Connect, Hyundai tidak hanya menghadirkan sistem infotainment baru, tetapi juga membuka babak baru pengalaman mobilitas yang lebih modern, terhubung, dan cerdas di masa depan. Lihat Selengkapnya
Hyundai Hadirkan Resale Value Guarantee, Jamin Nilai Jual Kembali Hingga 70% di Tahun Ketiga
04 May 2026
Hyundai Hadirkan Resale Value Guarantee, Jamin Nilai Jual Kembali Hingga 70% di Tahun Ketiga 04 May 2026 Jakarta, GoodCar.id – Kekhawatiran terhadap penurunan nilai jual kembali masih menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen saat membeli mobil baru. Menjawab hal tersebut, Hyundai Motor Company melalui PT Hyundai Motors Indonesia menghadirkan program Resale Value Guarantee, yang menjamin harga jual kembali kendaraan hingga 70% dari harga awal pada tahun ketiga kepemilikan. Program ini menjadi solusi bagi konsumen yang ingin memiliki kepastian nilai kendaraan di masa depan, tanpa harus terpengaruh fluktuasi pasar mobil bekas yang cenderung dinamis. Jaminan Nilai Jual Kembali yang Terukur Melalui program Resale Value Guarantee, Hyundai memberikan kepastian harga buyback sejak awal pembelian. Artinya, konsumen sudah mengetahui estimasi nilai jual kembali kendaraan mereka bahkan sebelum transaksi dilakukan. Jaminan ini berlaku pada periode bulan ke-25 hingga bulan ke-36 masa kepemilikan. Dengan skema tersebut, konsumen dapat merencanakan penggantian kendaraan secara lebih terukur dan strategis. Program ini tersedia untuk beberapa model andalan Hyundai di Indonesia, seperti Hyundai Stargazer, Hyundai Stargazer X, dan Hyundai Creta, yang dikenal memiliki kombinasi desain modern, fitur lengkap, dan keandalan tinggi di kelasnya. Syarat dan Ketentuan yang Perlu Dipenuhi Agar dapat memanfaatkan program ini secara maksimal, konsumen perlu memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut mencakup aspek dokumen, kondisi kendaraan, hingga riwayat perawatan. Pertama, pemilik kendaraan wajib menyiapkan dokumen lengkap seperti BPKB, STNK, dan invoice pembelian saat mengajukan klaim. Kelengkapan dokumen menjadi syarat utama dalam proses verifikasi. Kedua, kendaraan harus berada dalam batas usia maksimal tiga tahun atau memiliki jarak tempuh tidak lebih dari 60.000 kilometer. Ketentuan ini memastikan kendaraan masih berada dalam kondisi optimal. Ketiga, kondisi fisik kendaraan harus terjaga dengan baik. Tidak boleh terdapat kerusakan signifikan pada bagian eksterior, seperti penyok atau goresan berat. Selain itu, lampu dan kaca harus dalam kondisi utuh, serta interior bebas dari kerusakan serius maupun noda permanen. Yang tidak kalah penting, seluruh perawatan berkala wajib dilakukan di bengkel resmi Hyundai. Riwayat servis ini menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas kendaraan sekaligus memastikan klaim dapat disetujui. Perbedaan dengan Program Trade In Selain Resale Value Guarantee, Hyundai juga memiliki program Trade In yang menawarkan kemudahan tukar tambah kendaraan lama dengan model baru. Namun, kedua program ini memiliki perbedaan mendasar. Resale Value Guarantee memberikan kepastian harga sejak awal dan hanya berlaku dalam periode tertentu, yakni antara bulan ke-25 hingga ke-36. Sementara itu, program Trade In bersifat lebih fleksibel, karena konsumen dapat melakukan tukar tambah kapan saja sesuai kebutuhan. Dalam program Trade In, nilai kendaraan ditentukan berdasarkan kondisi unit dan harga pasar saat transaksi berlangsung. Proses penilaian dilakukan secara transparan di dealer resmi, sehingga konsumen tetap mendapatkan harga yang kompetitif. Dengan kata lain, Resale Value Guarantee cocok bagi konsumen yang mengutamakan kepastian nilai di masa depan, sementara Trade In lebih sesuai bagi mereka yang menginginkan fleksibilitas waktu dalam melakukan upgrade kendaraan. Bagian dari Ekosistem Layanan Hyundai Program Resale Value Guarantee merupakan bagian dari ekosistem layanan myHyundaiCare, yang dirancang untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan secara menyeluruh. Melalui pendekatan ini, Hyundai tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga memastikan kenyamanan konsumen sejak awal pembelian hingga proses jual kembali kendaraan. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen Hyundai dalam menghadirkan layanan purna jual yang kompetitif di pasar otomotif Indonesia. Dengan jaminan nilai jual kembali yang jelas, konsumen dapat merasa lebih tenang dalam mengambil keputusan pembelian. Solusi untuk Kepemilikan yang Lebih Aman Di tengah kondisi pasar yang terus berubah, kepastian nilai jual kembali menjadi nilai tambah yang signifikan. Program ini memberikan perlindungan finansial sekaligus membantu konsumen dalam merencanakan kepemilikan kendaraan secara lebih matang. Lebih dari sekadar jaminan harga, Resale Value Guarantee mencerminkan upaya Hyundai dalam membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumennya. Dengan kombinasi produk yang kompetitif, layanan purna jual yang kuat, serta inovasi program seperti ini, Hyundai semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri otomotif nasional. Lihat Selengkapnya
Harga Sewa Truk Listrik eCanter, Mulai Rp 35 Juta per Bulan
04 May 2026
Harga Sewa Truk Listrik eCanter, Mulai Rp 35 Juta per Bulan 04 May 2026 Jakarta, Goodcar.id - Harga sewa truk listrik eCanter kini resmi diperkenalkan ke pasar sebagai bagian dari penguatan ekosistem logistik berbasis kendaraan listrik di Indonesia. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menyerahkan unit eCanter kepada PT Takari Kokoh Sejahtera dalam seremoni pada 20 April 2026. Serah terima ini juga menandai dimulainya pemanfaatan eCanter oleh PT DSV Contract Logistics. Perusahaan tersebut menjadi pengguna perdana yang mengoperasikan truk listrik ini melalui skema sewa berbasis Operating Lease (OPL). Skema Sewa Truk Listrik Jadi Alternatif Tanpa Investasi Besar Harga sewa truk listrik menjadi strategi utama untuk mempercepat adopsi kendaraan nol emisi di sektor logistik. Melalui skema OPL, perusahaan dapat langsung menggunakan unit tanpa harus mengalokasikan dana besar untuk pembelian kendaraan. Takari sebagai penyedia layanan menghadirkan opsi pembayaran fleksibel, baik bulanan maupun tahunan. Model ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan operasional perusahaan logistik yang cenderung dinamis. General Manager Sales PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, Hironaga Tanaka, menegaskan bahwa langkah ini membuka akses lebih luas terhadap teknologi truk listrik. "Kami merasa sangat senang eCanter dipercaya oleh konsumen sebagai solusi transportasi masa depan. Penyerahan unit kepada Takari merupakan langkah penting dalam memastikan teknologi truk listrik kami dapat dijangkau oleh lebih banyak pelaku industri melalui berbagai skema yang solutif," ungkap Hironaga Tanaka melalui keterangan resminya. Rincian Harga Sewa Truk Listrik eCanter dan Layanannya Harga sewa truk listrik eCanter ditetapkan mulai Rp 35.000.000 per bulan. Nilai tersebut sudah mencakup berbagai kebutuhan operasional yang umumnya menjadi beban tambahan pada kendaraan konvensional. Dalam paket ini, pengguna mendapatkan layanan dukungan 24 jam, Roadside Assistance, perawatan berkala, serta perlindungan asuransi All Risk. Pengurusan administrasi seperti perpanjangan STNK juga sudah termasuk, ditambah ketersediaan unit pengganti saat kendaraan tidak dapat digunakan. Tak hanya itu, tersedia layanan tambahan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan operasional, seperti penyediaan pengemudi, fasilitas pengisian daya, hingga Emergency Mobile Charger. Vice President Director PT Takari Kokoh Sejahtera, Tadashi Sasaki, menyebut tren permintaan terhadap skema ini terus meningkat di sektor logistik. "Jasa OPL yang kami sediakan dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan efisiensi operasional truk listrik dengan manajemen finansial yang lebih terukur," papar Tadashi Sasaki dalam keterangannya. DSV Gunakan eCanter untuk Efisiensi dan Target Emisi Harga sewa truk listrik yang kompetitif langsung dimanfaatkan oleh DSV Indonesia dalam operasionalnya. Penggunaan eCanter menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menekan emisi sekaligus menjaga efisiensi biaya distribusi. DSV menargetkan penurunan emisi scope 1 & 2 sebesar 50% pada 2030 serta mencapai Net Zero pada 2050. Pemanfaatan truk listrik dinilai mampu mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga konsistensi performa armada logistik. Harga sewa truk listrik eCanter yang dimulai dari Rp 35 juta per bulan menjadi pendekatan baru dalam transformasi industri logistik nasional. Skema ini menawarkan efisiensi biaya, kepastian operasional, serta kemudahan dalam pengelolaan armada. Dengan kombinasi tersebut, model sewa diproyeksikan akan semakin banyak digunakan pelaku usaha sebagai langkah transisi menuju sistem logistik yang lebih efisien dan rendah emisi. Lihat Selengkapnya
Mobil EV Mogok di Rel? Ini Tips Mobil EV Lewat Perlintasan Rel Ala Hyundai
04 May 2026
Mobil EV Mogok di Rel? Ini Tips Mobil EV Lewat Perlintasan Rel Ala Hyundai 04 May 2026 Jakrta, Goodcar.id - Insiden mobil listrik mogok di perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi pada Senin malam, 27 April 2026, jadi alarm keras soal keselamatan berkendara. Dalam kejadian itu, sebuah mobil taksi listrik berhenti di atas rel dan tertemper KRL, memicu perhatian luas publik. Peristiwa ini membuat topik tips mobil EV lewat perlintasan rel kembali jadi sorotan. Pasalnya, penggunaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat, tapi edukasi soal kondisi ekstrem seperti ini belum banyak dibahas. Hingga saat ini, penyebab pasti mobil listrik mogok di rel masih dalam penyelidikan. Sejumlah faktor teknis disebut berpotensi memengaruhi, mulai dari gangguan elektromagnetik, stray current dari rel, hingga kondisi kendaraan itu sendiri. Kenapa Tips Mobil EV Lewat Perlintasan Rel Jadi Penting? Dalam konteks kendaraan listrik, sistem elektronik menjadi pusat kendali utama. Karena itu, memahami tips mobil EV lewat perlintasan rel bukan sekadar imbauan, tapi langkah penting untuk meminimalkan risiko. Mobil EV memiliki sensor dan sistem kontrol yang sensitif. Dalam kondisi tertentu, seperti area rel kereta, potensi gangguan eksternal bisa saja terjadi, meski belum bisa disimpulkan sebagai penyebab utama insiden Bekasi. Karena itu, kewaspadaan pengemudi tetap jadi faktor utama dalam mencegah kejadian serupa. Tips Mobil EV Lewat Perlintasan Rel Ala Hyundai Gowa Melalui Hyundai Gowa, pengguna kendaraan listrik diimbau memahami tips mobil EV lewat perlintasan rel secara menyeluruh. Kurangi kecepatan jauh sebelum mendekati rel. Jangan mendekat dengan kecepatan tinggi karena waktu reaksi akan terbatas. Matikan atau turunkan volume musik. Ini penting agar suara klakson kereta bisa terdengar jelas. Jangan hanya mengandalkan palang pintu. Tidak semua perlintasan memiliki sistem yang aktif atau petugas yang berjaga. Patuhi rambu “STOP” atau “AWAS KERETA API” dan berhenti sejenak sebelum melintas. Selalu lihat kiri dan kanan dua kali. Kereta bisa datang dari dua arah secara bersamaan. Jangan menerobos meski palang baru mulai turun. Risiko terlalu besar untuk diambil. Saat melintas, pastikan tidak berhenti di atas rel dalam kondisi apa pun. Hindari penggunaan ponsel atau aktivitas lain yang mengganggu fokus. Lewati rel secara tegak lurus untuk menghindari ban tergelincir. Jangan menyalip kendaraan lain di area perlintasan karena ruang sangat terbatas. Tips Mobil EV Lewat Perlintasan Rel: Langkah Darurat Jika Mogok Selain pencegahan, memahami tips mobil EV lewat perlintasan rel dalam kondisi darurat juga sangat penting. Jika mobil tiba-tiba mogok di rel, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang. Panik hanya akan memperburuk situasi. Segera nyalakan lampu hazard untuk memberi tanda ke pengguna jalan lain dan petugas sekitar. Hubungi atau beri sinyal ke penjaga palang pintu dengan klakson atau teriakan agar situasi cepat ditangani. Langkah berikutnya, segera keluar dari kendaraan. Jangan menunggu terlalu lama di dalam mobil. Berikan sinyal ke arah kereta dengan melambaikan tangan agar masinis bisa melakukan pengereman lebih awal. Jika kereta sudah mendekat, segera menjauh minimal 30 meter dari rel untuk menghindari dampak benturan. Penting untuk diingat, jangan mencoba mendorong mobil sendirian. Keselamatan jiwa tetap jadi prioritas utama dalam situasi ini. “Kami turut prihatin atas musibah kecelakaan yang mengakibatkan banyak korban. Harapannya hal ini tidak terjadi lagi. Sebagai pengemudi dan pengguna mobil EV kita perlu mewaspadai kondisi bila melintasi perlintasan kereta api dan memahami cara evakuasi yang tepat,” kata Cahaya Fitri Tantriani, Marketing Department Head Hyundai Gowa. Ia juga menambahkan, “Mobil Hyundai dilengkapi smart system Bluelink yang dapat membantu disaat darurat, sehingga pelanggan dapat merasa aman karena dipandu dalam situasi emergency .” Edukasi Lebih Penting dari Sekadar Teknologi Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik, edukasi soal tips mobil EV lewat perlintasan rel menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Melalui lini kendaraan dari Hyundai Motor Company, teknologi keselamatan terus dikembangkan. Namun pada akhirnya, keputusan di lapangan tetap ada di tangan pengemudi. Kesadaran, kewaspadaan, dan pemahaman situasi jadi faktor utama untuk menghindari risiko di perlintasan rel. Kenapa mobil EV bisa mogok di rel kereta 1. Kenapa mobil EV bisa mogok di rel kereta? Mobil EV bisa mogok karena berbagai faktor, mulai dari gangguan sistem elektronik, kondisi kendaraan, hingga potensi pengaruh lingkungan seperti arus listrik di rel. 2. Apakah rel kereta berbahaya untuk mobil listrik? Tidak selalu, namun area rel memiliki potensi gangguan tertentu sehingga pengemudi harus lebih waspada. 3. Apa yang harus dilakukan jika mobil mati di rel? Segera nyalakan hazard, keluar dari mobil, beri sinyal ke kereta, dan menjauh minimal 30 meter dari rel. Insiden Bekasi jadi pengingat bahwa risiko di perlintasan rel nyata dan bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pengguna kendaraan listrik. Dengan memahami dan menerapkan tips mobil EV lewat perlintasan rel, potensi kecelakaan bisa diminimalkan. Kombinasi antara teknologi kendaraan dan kesadaran pengemudi jadi kunci utama keselamatan di jalan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.