Beranda / Mobil Baru / Katalog / MG 4 EV

MG 4 EV

Rp 419 Juta
Jarak Tempuh
180 KM
Mesin
Roda Penggerak
RWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Bright Blue
Metal Ash Grey
Night Black
Scarled Red
Arctic
Tipe Kendaraan
MG 4 EV BEV
Rp 419 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
MG 4 EV BEV
Jarak Tempuh
180 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Pintu
5
Roda Penggerak
RWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

MG 4 EV
Artikel Terkait
Lihat Semua
Kia Vision Meta Turismo Raih Red Dot Award 2026, Bawa Konsep Grand Tourer ke Era Digital
08 Sep 2026
Kia Vision Meta Turismo Raih Red Dot Award 2026, Bawa Konsep Grand Tourer ke Era Digital 08 Sep 2026 JAKARTA, GoodCar.id – Kia kembali mencatatkan prestasi di panggung desain otomotif dunia. Kia Vision Meta Turismo berhasil meraih Red Dot Award 2026: Design Concept untuk kategori Cars and Motorcycles. Konsep sports sedan futuristis ini sebelumnya diperkenalkan secara global dalam ajang Milan Design Week. Vision Meta Turismo menjadi gambaran bagaimana Kia melihat masa depan kendaraan grand tourer, dengan menggabungkan desain dinamis, kenyamanan kabin, serta teknologi digital yang semakin terintegrasi dengan aktivitas penggunanya. Melalui konsep tersebut, Kia menerjemahkan filosofi desain Opposites United ke dalam sebuah kendaraan yang tidak hanya mengutamakan performa, tetapi juga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal bagi pengemudi dan penumpang. Vision Meta Turismo, Gambaran Grand Tourer Masa Depan Kia Vision Meta Turismo dirancang dengan pendekatan yang memadukan karakter sports sedan dan kenyamanan sebuah ruang lounge. Bagian eksterior mengandalkan siluet cab-forward dengan lekukan geometris yang dibuat halus untuk menghasilkan tampilan agresif sekaligus futuristis. Namun, daya tarik utama konsep ini tidak hanya berada pada bentuk eksteriornya. Kia memberikan perhatian besar terhadap bagaimana kabin digunakan ketika kendaraan bergerak maupun saat berhenti. Area kokpit dirancang untuk membantu pengemudi tetap fokus sekaligus mempertahankan kendali kendaraan. Sementara itu, bagian penumpang menawarkan atmosfer seperti lounge yang lebih santai. Kia juga menyematkan pengalaman augmented reality melalui teknologi 3D Head-Up Display, sehingga informasi digital dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada layar konvensional. Secara keseluruhan, Vision Meta Turismo membawa tiga pengalaman utama, yaitu performance driving, immersive digital interaction, serta lounge-like space and comfort. Punya Tiga Mode Interaktif Salah satu teknologi menarik pada Kia Vision Meta Turismo adalah antarmuka modular bernama Add-Gear. Sistem ini menggabungkan elemen kontrol fisik dengan teknologi digital sehingga pengguna dapat menyesuaikan suasana kabin sesuai kebutuhan. Tersedia tiga mode interaktif yang ditawarkan Kia. Mode Speedster ditujukan untuk memperkuat pengalaman berkendara dengan menggabungkan efek visual, suara, dan pencahayaan. Mode ini memberikan atmosfer yang lebih dinamis ketika pengemudi ingin menikmati karakter performa kendaraan. Selanjutnya, Dreamer menghadirkan suasana perjalanan yang lebih tenang dan imersif. Berbagai elemen digital digunakan untuk menciptakan pengalaman yang lebih santai, terutama ketika kendaraan digunakan dalam perjalanan urban. Sementara Gamer dirancang untuk menghadirkan pengalaman bermain game di dalam kabin ketika kendaraan dalam kondisi berhenti. Kombinasi ketiga mode tersebut memperlihatkan pendekatan Kia terhadap kendaraan masa depan. Mobil tidak lagi hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga ruang yang dapat menyesuaikan aktivitas dan preferensi penggunanya. Desain Kia Semakin Mendapat Pengakuan Global Penghargaan untuk Vision Meta Turismo menambah panjang rekam jejak Kia di ajang Red Dot Award. Pada Red Dot Award 2025: Design Concept, Kia PV5 WKNDR Concept meraih predikat Best of the Best. Sementara Concept PV1, Concept EV2, Concept PV5, dan Concept PV7 mendapatkan predikat Winner. Predikat Best of the Best sebelumnya juga diraih sejumlah model Kia, termasuk EV6 pada 2022, EV9 pada 2024, EV3 pada 2025, dan EV4 pada 2026. Bagi Kia Sales Indonesia, pencapaian tersebut memiliki relevansi karena sejumlah produk yang mendapatkan pengakuan desain global juga hadir di pasar Indonesia. Kia EV9, yang meraih Best of the Best pada 2024, kini menjadi bagian dari jajaran produk Kia di Tanah Air. Sementara itu, PV5 diperkenalkan di Indonesia pada IIMS 2026 dan kembali ditampilkan dalam GIIAS 2026 sebagai konsep Medical Purpose Vehicle. Bawa World Class Design Lebih Dekat ke Konsumen Indonesia Semangat desain global Kia juga diterapkan pada produk yang dipasarkan di Indonesia. Salah satunya adalah The all-new Seltos, yang mulai dipasarkan pada GIIAS 2026. Model tersebut melengkapi jajaran Kia di Indonesia bersama The Kia Carnival, The all-new Carens, dan The new Sonet. CEO Kia Sales Indonesia, Jong Sung Park, mengatakan penghargaan Vision Meta Turismo memperkuat upaya Kia menghadirkan standar desain global yang tetap relevan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia. Menurutnya, filosofi Opposites United akan terus menjadi bagian penting dari produk maupun pengalaman berkendara Kia di Tanah Air. Dengan Vision Meta Turismo, Kia menunjukkan bahwa arah desain masa depannya tidak hanya berbicara mengenai bentuk kendaraan, tetapi juga bagaimana teknologi, kenyamanan, performa, dan interaksi digital dapat menyatu dalam satu pengalaman mobilitas. Lihat Selengkapnya
Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik
08 Sep 2026
Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik 08 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pernah memperhatikan bagaimana pintu mobil baru terasa ketika dibuka dan ditutup? Ada pintu yang menutup dengan suara solid, celah bodinya terlihat seragam, sementara bagian seperti liftgate terasa pas ketika dioperasikan. Detail semacam ini mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat proses pengukuran yang cukup rumit. Kia melakukan pengukuran tersebut sejak kendaraan masih berada dalam tahap pengembangan. Melalui Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan, produsen asal Korea Selatan ini memeriksa hingga 1.000 titik pada satu struktur bodi kendaraan dengan mengacu pada sekitar 600 kriteria kualitas. Artinya, kualitas kendaraan tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan akhir. Sejumlah detail yang sulit terlihat langsung oleh mata manusia juga masuk dalam proses pemeriksaan sebelum kendaraan diproduksi. Mengukur Bodi Mobil dari 1.000 Titik DMC menjadi salah satu fasilitas yang digunakan Kia untuk memastikan tingkat presisi kendaraan sejak tahap pengembangan. Pemeriksaannya mencakup sejumlah area, mulai dari kualitas eksterior, kebisingan, getaran, kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kekedapan terhadap air, hingga fungsi dan kelayakan perakitan. Tahap awal dilakukan pada struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Perangkat tersebut menggunakan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada titik-titik yang sudah ditentukan. Dari data tersebut, engineer dapat melihat jarak antarbagian, kesejajaran, hingga kemungkinan penyimpangan posisi. Data itu kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki. “Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi,” ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia. Pengukuran tersebut juga tidak berhenti pada kendaraan prototipe. Standar yang dihasilkan dari DMC diteruskan ke fasilitas produksi sehingga pabrik memiliki acuan yang sama ketika kendaraan memasuki proses manufaktur. Bukan Cuma Bodi, Pintu dan Liftgate Ikut Diperiksa Salah satu bagian menarik dari proses tersebut adalah pemeriksaan terhadap komponen yang bergerak, seperti pintu dan liftgate. Untuk pekerjaan ini, Kia menggunakan pemindai optik 3D yang dipasang pada lengan robot. Komponen dibawa ke area pemeriksaan menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR), kemudian dipindai untuk memastikan ukuran dan posisinya sesuai dengan rancangan. Pemeriksaan juga dilakukan ketika komponen tersebut dipasang pada alat inspeksi yang dibuat menyerupai bentuk bodi kendaraan sebenarnya. Engineer kemudian menggunakan pemindai 3D portabel untuk melihat tingkat ketepatan pemasangan. Dengan cara ini, pemeriksaan tidak sekadar melihat apakah sebuah pintu bisa dipasang. Engineer juga dapat mengetahui apakah posisi komponen sesuai dengan rancangan dan apakah pemasangannya berpotensi menimbulkan masalah ketika kendaraan digunakan. Setelah komponen terpasang, kendaraan dipindai kembali secara keseluruhan. Proses ini memungkinkan engineer melihat apakah terdapat penyimpangan yang muncul dari struktur bodi, komponen bergerak, bagian yang sudah terpasang, maupun trim. Bahkan Gerakan Pintu Direkam Ratusan Kali per Detik Pengujian DMC juga masuk ke tahap pengoperasian komponen. Pintu, liftgate, dan bagian bergerak lainnya diuji ketika dibuka dan ditutup. Kia menggunakan kamera berkecepatan tinggi serta sejumlah sensor yang mampu menangkap hingga 500 data pengukuran per detik. Data tersebut digunakan untuk melihat perubahan bentuk yang mungkin tidak terlihat ketika komponen diam. Hal ini penting karena karakter sebuah komponen dapat berubah ketika mendapat beban. Bertambahnya bobot komponen maupun tekanan dari luar kendaraan dapat memengaruhi pergerakan dan posisi bagian tertentu. Dengan data tersebut, engineer memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana sebuah komponen bekerja dalam kondisi operasional, bukan hanya bagaimana bentuknya ketika diperiksa dalam keadaan diam. Dari Data Pengukuran ke Perbaikan Ribuan data yang diperoleh dari berbagai tahap pemeriksaan kemudian dikumpulkan dalam sistem data terintegrasi. Ketika ditemukan perbedaan atau penyimpangan, engineer dapat membandingkan data untuk mencari kemungkinan sumber masalah. Kia menggunakan dua sistem analisis utama dalam proses tersebut. DATA-FIT digunakan untuk mengolah hasil pengukuran dan mencari konfigurasi perakitan yang paling optimal dalam lingkungan virtual. Sementara DATA-AUDIT digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber penyimpangan sekaligus membantu memberikan rekomendasi perbaikan. Pendekatan ini membuat proses pengendalian kualitas tidak hanya dilakukan setelah masalah muncul. Data dari tahap pengembangan dapat digunakan untuk menemukan potensi masalah lebih awal, kemudian hasilnya dijadikan acuan untuk proses berikutnya. Kia juga menyebut data yang telah dikumpulkan DMC berpotensi digunakan untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan guna mendukung pengembangan kendaraan pada masa mendatang. Detail Kecil yang Akhirnya Terasa oleh Pengguna Bagi konsumen, sebagian besar proses tersebut tentu tidak terlihat. Pemilik mobil tidak akan mengetahui berapa banyak titik yang diukur atau berapa banyak data yang dikumpulkan ketika membuka pintu kendaraan. Namun, hasil dari proses tersebut justru bisa muncul dalam pengalaman sehari-hari. Mulai dari keseragaman celah panel, posisi pintu, suara ketika pintu ditutup, tingkat kebisingan di kabin, hingga fungsi komponen bergerak. “Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari. Kami berharap cerita ini bisa memberi gambaran yang lebih jelas tentang proses di balik kualitas kendaraan Kia yang hadir di Indonesia,” tutup Harry Yanto. Lihat Selengkapnya
Sejarah Hongqi, Merek Mobil Nasional China yang ada Sejak Tahun 1958
08 Sep 2026
Sejarah Hongqi, Merek Mobil Nasional China yang ada Sejak Tahun 1958 08 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id – Nama Hongqi memiliki tempat khusus dalam sejarah industri otomotif China. Berdiri sejak 1958, merek yang berada di bawah China FAW Group ini tidak hanya dikenal sebagai produsen mobil mewah, tetapi juga pernah menjadi simbol industri otomotif nasional China. Selama puluhan tahun, sedan Hongqi digunakan sebagai kendaraan parade dalam berbagai perayaan besar di China. Posisi tersebut membuat Hongqi identik dengan status dan representasi negara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, FAW mulai mengubah arah merek tersebut agar tidak lagi hanya dikenal sebagai “mobil nasional”, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. 1953: Awal Perjalanan FAW Sejarah Hongqi tidak bisa dipisahkan dari berdirinya First Automobile Works atau FAW. Pada 15 Juli 1953, upacara peletakan batu pertama FAW digelar di kawasan barat daya Changchun, Provinsi Jilin. Pabrik tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi industri otomotif China. Sejumlah kendaraan penting dikembangkan di sana, termasuk mobil dengan merek Dongfeng dan kemudian sedan mewah Hongqi. FAW menjadi bagian dari upaya China membangun industri otomotifnya sendiri, dari yang sebelumnya masih sangat terbatas hingga berkembang menjadi industri dengan skala global. 1958: Hongqi Resmi Lahir Merek Hongqi resmi didirikan pada 1958. Sejak awal, posisinya berbeda dari kebanyakan merek otomotif China karena diarahkan sebagai merek kendaraan kelas atas. Hongqi kemudian digunakan dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan perayaan nasional. Nama “Hongqi”, yang berarti bendera merah, semakin lekat dengan statusnya sebagai salah satu merek otomotif nasional China. Selama beberapa dekade, Hongqi mempertahankan citra tersebut dan menjadi salah satu representasi kemampuan industri otomotif dalam negeri. 2018: Titik Balik Strategi Hongqi Perubahan besar terjadi pada awal 2018 ketika Hongqi memperkenalkan strategi merek baru. FAW mengusung konsep Chinese-style new high-end refinement dengan menekankan karakter China, prestise, sekaligus citra yang lebih muda. Hongqi mulai memperluas jajaran produknya melalui empat lini, yakni L, S, H, dan Q. Model-model baru kemudian bermunculan, termasuk sedan H5 dan H9 serta SUV HS5, HS7, HS3 hingga LS7. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Hongqi tidak lagi hanya mengandalkan sejarah dan status sebagai merek nasional, tetapi mulai membangun portofolio yang lebih beragam. Ketua sekaligus Sekretaris Partai China FAW Group, Qiu Xiandong, mengatakan transformasi tersebut diperlukan agar Hongqi dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. “Hongqi pernah dianggap sebagai ‘mobil nasional’, dan hari ini kami ingin mengubahnya menjadi ‘mobil rakyat’,” ujar Qiu Xiandong. Ia juga menegaskan bahwa Hongqi perlu menjadi lebih muda, lebih berteknologi dan lebih fashionable. 2021: Hongqi Mulai Masuk Eropa Langkah internasional Hongqi semakin terlihat pada September 2021 ketika SUV listrik E-HS9 mulai diekspor ke Norwegia. Ekspansi tersebut menjadi salah satu tonggak bagi Hongqi untuk memperkenalkan produk premium China ke pasar Eropa. Pengiriman kepada konsumen Norwegia dimulai pada 2022. Dalam enam bulan, E-HS9 mencatat pengiriman lebih dari 1.000 unit dan masuk tiga besar segmen SUV mewah menengah-besar di Norwegia. Selain Eropa, Hongqi juga memperluas pasar ke Timur Tengah. Kendaraannya diekspor ke Arab Saudi dan merek ini membuka dealer pertamanya di Riyadh. Kehadiran Hongqi juga tercatat di Israel. 2022: Penjualan Tembus 310.000 Unit Di pasar domestik, transformasi Hongqi turut tercermin dari penjualannya. Pada 2022, Hongqi mencatat penjualan sekitar 310.000 kendaraan, meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut memperlihatkan posisi Hongqi yang semakin kuat di pasar kendaraan kelas atas China. Pada saat yang sama, FAW terus memperkuat riset dan pengembangan, manufaktur digital, serta jaringan layanan purnajual. 2023: Masuk Era Elektrifikasi Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi FAW karena menandai 70 tahun berdirinya perusahaan. Di periode ini, Hongqi semakin mempercepat pengembangan kendaraan energi baru. FAW memperkenalkan arsitektur dan platform baru sebagai fondasi pengembangan kendaraan generasi berikutnya. Salah satunya adalah platform listrik Hongqi serta sistem kendaraan pintar yang dikembangkan untuk mendukung era kendaraan yang semakin terintegrasi dengan perangkat lunak. Transformasi juga terlihat di lini produksi. Di pabrik FAW Hongqi Fanrong di Changchun, lebih dari 680 robot digunakan dalam proses pengelasan kendaraan. Ribuan titik pengumpulan data digunakan untuk memantau proses produksi secara real time. Kini, Hongqi berada pada fase baru dalam sejarahnya. Merek yang selama puluhan tahun identik dengan kendaraan kenegaraan China tersebut mulai membangun posisi sebagai produsen kendaraan premium dengan teknologi elektrifikasi dan jangkauan internasional. Bagi FAW, tantangannya bukan hanya mempertahankan warisan Hongqi, tetapi juga membawa identitas merek tersebut ke generasi baru konsumen. Dari simbol industri otomotif China, Hongqi kini berupaya menjadi merek yang mampu bersaing di pasar global. Lihat Selengkapnya
Tesla Cybercab Resmi Mengaspal, Ini Spesifikasi Robotaxi Tanpa Pengemudi
08 Sep 2026
Tesla Cybercab Resmi Mengaspal, Ini Spesifikasi Robotaxi Tanpa Pengemudi 08 Sep 2026 GoodCar.id - Tesla akhirnya merealisasikan salah satu ambisi besarnya di industri otomotif dengan memperkenalkan Cybercab, kendaraan listrik yang sejak awal dirancang untuk mendukung layanan taksi otonom atau Robotaxi. Kehadiran mobil ini menjadi langkah baru Tesla dalam mengembangkan transportasi berbasis kendaraan tanpa pengemudi. Berbeda dengan lini kendaraan Tesla yang selama ini ditawarkan untuk konsumen umum, Cybercab tidak dirancang sebagai mobil pribadi. Kendaraan tersebut dikembangkan secara khusus untuk menjalankan layanan Robotaxi, di mana penumpang dapat memesan perjalanan secara otomatis melalui sistem digital. Mengacu pada informasi yang disampaikan Tesla, Cybercab merupakan kendaraan listrik berukuran compact dengan konfigurasi dua tempat duduk. Kapasitas tersebut bukan tanpa alasan. Tesla menyebut hasil risetnya menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen perjalanan menggunakan taksi komersial hanya membawa satu atau dua penumpang. Kabin Tanpa Setir dan Pedal Foto : motor1.com Karena dirancang sejak awal sebagai kendaraan otonom, Cybercab juga memiliki kabin yang berbeda dari mobil konvensional. Tesla tidak membekali kendaraan ini dengan setir, pedal gas, maupun pedal rem. Seluruh proses berkendara diserahkan kepada sistem otonom yang menjadi otak utama kendaraan. Penumpang nantinya cukup masuk ke dalam kabin dan mengatur perjalanan melalui layar sentuh yang tersedia. Sistem tersebut memungkinkan penumpang memantau perjalanan tanpa perlu mengambil alih kendali kendaraan. Dari sisi desain, Cybercab juga tampil cukup berbeda dibandingkan model Tesla lainnya. Bodi dengan bentuk menyerupai tetesan air menjadi salah satu elemen utama yang dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi aerodinamika. Mobil ini turut menggunakan pintu model butterfly yang membuka ke arah atas, sementara bagian belakang dibuat tanpa kaca konvensional. Konsep tersebut sekaligus menjadi pembeda Cybercab dari armada Robotaxi Tesla yang sebelumnya menggunakan Model Y. Jika Model Y pada dasarnya merupakan mobil produksi massal yang kemudian dimodifikasi untuk kebutuhan layanan otonom, Cybercab sejak awal dikembangkan dari nol sebagai kendaraan Robotaxi. Setelah diperkenalkan di Amerika Serikat pada awal September 2026, Cybercab langsung menarik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Meski demikian, penggunaannya saat ini masih terbatas. Baru Beroperasi di Austin foto : Bob Daemmrich/ZUMA Press Layanan Robotaxi yang menggunakan Cybercab baru beroperasi secara komersial di Austin. Tesla selanjutnya berencana memperluas operasionalnya ke sejumlah kota besar di Amerika Serikat, termasuk Dallas, Houston, Miami, Orlando, dan Tampa. Kehadiran Cybercab menjadi salah satu langkah penting Tesla untuk membawa teknologi kendaraan otonom dari sekadar konsep menuju layanan transportasi yang dapat digunakan masyarakat sehari-hari. Jika ekspansinya berjalan sesuai rencana, Cybercab berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem Robotaxi Tesla di masa mendatang. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.