Jakarta, Goodcar.id – Nama Hongqi memiliki tempat khusus dalam sejarah industri otomotif China. Berdiri sejak 1958, merek yang berada di bawah China FAW Group ini tidak hanya dikenal sebagai produsen mobil mewah, tetapi juga pernah menjadi simbol industri otomotif nasional China.
Selama puluhan tahun, sedan Hongqi digunakan sebagai kendaraan parade dalam berbagai perayaan besar di China. Posisi tersebut membuat Hongqi identik dengan status dan representasi negara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, FAW mulai mengubah arah merek tersebut agar tidak lagi hanya dikenal sebagai “mobil nasional”, tetapi juga mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
1953: Awal Perjalanan FAW

Sejarah Hongqi tidak bisa dipisahkan dari berdirinya First Automobile Works atau FAW. Pada 15 Juli 1953, upacara peletakan batu pertama FAW digelar di kawasan barat daya Changchun, Provinsi Jilin.
Pabrik tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi industri otomotif China. Sejumlah kendaraan penting dikembangkan di sana, termasuk mobil dengan merek Dongfeng dan kemudian sedan mewah Hongqi.
FAW menjadi bagian dari upaya China membangun industri otomotifnya sendiri, dari yang sebelumnya masih sangat terbatas hingga berkembang menjadi industri dengan skala global.
1958: Hongqi Resmi Lahir
Merek Hongqi resmi didirikan pada 1958. Sejak awal, posisinya berbeda dari kebanyakan merek otomotif China karena diarahkan sebagai merek kendaraan kelas atas.
Hongqi kemudian digunakan dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan perayaan nasional. Nama “Hongqi”, yang berarti bendera merah, semakin lekat dengan statusnya sebagai salah satu merek otomotif nasional China.
Selama beberapa dekade, Hongqi mempertahankan citra tersebut dan menjadi salah satu representasi kemampuan industri otomotif dalam negeri.
2018: Titik Balik Strategi Hongqi
Perubahan besar terjadi pada awal 2018 ketika Hongqi memperkenalkan strategi merek baru. FAW mengusung konsep Chinese-style new high-end refinement dengan menekankan karakter China, prestise, sekaligus citra yang lebih muda.
Hongqi mulai memperluas jajaran produknya melalui empat lini, yakni L, S, H, dan Q. Model-model baru kemudian bermunculan, termasuk sedan H5 dan H9 serta SUV HS5, HS7, HS3 hingga LS7.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa Hongqi tidak lagi hanya mengandalkan sejarah dan status sebagai merek nasional, tetapi mulai membangun portofolio yang lebih beragam.
Ketua sekaligus Sekretaris Partai China FAW Group, Qiu Xiandong, mengatakan transformasi tersebut diperlukan agar Hongqi dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Hongqi pernah dianggap sebagai ‘mobil nasional’, dan hari ini kami ingin mengubahnya menjadi ‘mobil rakyat’,” ujar Qiu Xiandong.
Ia juga menegaskan bahwa Hongqi perlu menjadi lebih muda, lebih berteknologi dan lebih fashionable.
2021: Hongqi Mulai Masuk Eropa
Langkah internasional Hongqi semakin terlihat pada September 2021 ketika SUV listrik E-HS9 mulai diekspor ke Norwegia.
Ekspansi tersebut menjadi salah satu tonggak bagi Hongqi untuk memperkenalkan produk premium China ke pasar Eropa. Pengiriman kepada konsumen Norwegia dimulai pada 2022.
Dalam enam bulan, E-HS9 mencatat pengiriman lebih dari 1.000 unit dan masuk tiga besar segmen SUV mewah menengah-besar di Norwegia.
Selain Eropa, Hongqi juga memperluas pasar ke Timur Tengah. Kendaraannya diekspor ke Arab Saudi dan merek ini membuka dealer pertamanya di Riyadh. Kehadiran Hongqi juga tercatat di Israel.
2022: Penjualan Tembus 310.000 Unit

Di pasar domestik, transformasi Hongqi turut tercermin dari penjualannya. Pada 2022, Hongqi mencatat penjualan sekitar 310.000 kendaraan, meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut memperlihatkan posisi Hongqi yang semakin kuat di pasar kendaraan kelas atas China. Pada saat yang sama, FAW terus memperkuat riset dan pengembangan, manufaktur digital, serta jaringan layanan purnajual.
2023: Masuk Era Elektrifikasi

Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi FAW karena menandai 70 tahun berdirinya perusahaan. Di periode ini, Hongqi semakin mempercepat pengembangan kendaraan energi baru.
FAW memperkenalkan arsitektur dan platform baru sebagai fondasi pengembangan kendaraan generasi berikutnya. Salah satunya adalah platform listrik Hongqi serta sistem kendaraan pintar yang dikembangkan untuk mendukung era kendaraan yang semakin terintegrasi dengan perangkat lunak.
Transformasi juga terlihat di lini produksi. Di pabrik FAW Hongqi Fanrong di Changchun, lebih dari 680 robot digunakan dalam proses pengelasan kendaraan. Ribuan titik pengumpulan data digunakan untuk memantau proses produksi secara real time.
Kini, Hongqi berada pada fase baru dalam sejarahnya. Merek yang selama puluhan tahun identik dengan kendaraan kenegaraan China tersebut mulai membangun posisi sebagai produsen kendaraan premium dengan teknologi elektrifikasi dan jangkauan internasional.
Bagi FAW, tantangannya bukan hanya mempertahankan warisan Hongqi, tetapi juga membawa identitas merek tersebut ke generasi baru konsumen. Dari simbol industri otomotif China, Hongqi kini berupaya menjadi merek yang mampu bersaing di pasar global.