Beranda / Artikel / Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik
Artikel

Kenapa Pintu Mobil Baru Bisa Terasa ‘Pas’? Kia Ternyata Mengukurnya Sampai 1.000 Titik

Tigor Sihombing
08 September 2026 11:01

Jakarta, Goodcar.id – Pernah memperhatikan bagaimana pintu mobil baru terasa ketika dibuka dan ditutup? Ada pintu yang menutup dengan suara solid, celah bodinya terlihat seragam, sementara bagian seperti liftgate terasa pas ketika dioperasikan. Detail semacam ini mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat proses pengukuran yang cukup rumit.

Kia melakukan pengukuran tersebut sejak kendaraan masih berada dalam tahap pengembangan. Melalui Digital Measuring Center (DMC) di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan, produsen asal Korea Selatan ini memeriksa hingga 1.000 titik pada satu struktur bodi kendaraan dengan mengacu pada sekitar 600 kriteria kualitas.

Artinya, kualitas kendaraan tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan akhir. Sejumlah detail yang sulit terlihat langsung oleh mata manusia juga masuk dalam proses pemeriksaan sebelum kendaraan diproduksi.

Mengukur Bodi Mobil dari 1.000 Titik

DMC menjadi salah satu fasilitas yang digunakan Kia untuk memastikan tingkat presisi kendaraan sejak tahap pengembangan. Pemeriksaannya mencakup sejumlah area, mulai dari kualitas eksterior, kebisingan, getaran, kekasaran atau Noise, Vibration, and Harshness (NVH), kekedapan terhadap air, hingga fungsi dan kelayakan perakitan.

Tahap awal dilakukan pada struktur dasar kendaraan menggunakan Coordinate Measuring Machine (CMM). Perangkat tersebut menggunakan sensor kontak berpresisi tinggi untuk membaca koordinat tiga dimensi pada titik-titik yang sudah ditentukan.

Dari data tersebut, engineer dapat melihat jarak antarbagian, kesejajaran, hingga kemungkinan penyimpangan posisi. Data itu kemudian dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

“Setiap titik yang diukur memberi engineer data untuk memahami kondisi kendaraan dan menentukan bagian yang masih perlu disempurnakan. Melalui DMC, kualitas dibangun sejak awal, kemudian acuannya diteruskan hingga tahap produksi,” ujar Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia.

Pengukuran tersebut juga tidak berhenti pada kendaraan prototipe. Standar yang dihasilkan dari DMC diteruskan ke fasilitas produksi sehingga pabrik memiliki acuan yang sama ketika kendaraan memasuki proses manufaktur.

Bukan Cuma Bodi, Pintu dan Liftgate Ikut Diperiksa

Salah satu bagian menarik dari proses tersebut adalah pemeriksaan terhadap komponen yang bergerak, seperti pintu dan liftgate.

Untuk pekerjaan ini, Kia menggunakan pemindai optik 3D yang dipasang pada lengan robot. Komponen dibawa ke area pemeriksaan menggunakan Autonomous Mobile Robots (AMR), kemudian dipindai untuk memastikan ukuran dan posisinya sesuai dengan rancangan.

Pemeriksaan juga dilakukan ketika komponen tersebut dipasang pada alat inspeksi yang dibuat menyerupai bentuk bodi kendaraan sebenarnya. Engineer kemudian menggunakan pemindai 3D portabel untuk melihat tingkat ketepatan pemasangan.

Dengan cara ini, pemeriksaan tidak sekadar melihat apakah sebuah pintu bisa dipasang. Engineer juga dapat mengetahui apakah posisi komponen sesuai dengan rancangan dan apakah pemasangannya berpotensi menimbulkan masalah ketika kendaraan digunakan.

Setelah komponen terpasang, kendaraan dipindai kembali secara keseluruhan. Proses ini memungkinkan engineer melihat apakah terdapat penyimpangan yang muncul dari struktur bodi, komponen bergerak, bagian yang sudah terpasang, maupun trim.

Bahkan Gerakan Pintu Direkam Ratusan Kali per Detik

Pengujian DMC juga masuk ke tahap pengoperasian komponen. Pintu, liftgate, dan bagian bergerak lainnya diuji ketika dibuka dan ditutup.

Kia menggunakan kamera berkecepatan tinggi serta sejumlah sensor yang mampu menangkap hingga 500 data pengukuran per detik. Data tersebut digunakan untuk melihat perubahan bentuk yang mungkin tidak terlihat ketika komponen diam.

Hal ini penting karena karakter sebuah komponen dapat berubah ketika mendapat beban. Bertambahnya bobot komponen maupun tekanan dari luar kendaraan dapat memengaruhi pergerakan dan posisi bagian tertentu.

Dengan data tersebut, engineer memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai bagaimana sebuah komponen bekerja dalam kondisi operasional, bukan hanya bagaimana bentuknya ketika diperiksa dalam keadaan diam.

Dari Data Pengukuran ke Perbaikan

Ribuan data yang diperoleh dari berbagai tahap pemeriksaan kemudian dikumpulkan dalam sistem data terintegrasi. Ketika ditemukan perbedaan atau penyimpangan, engineer dapat membandingkan data untuk mencari kemungkinan sumber masalah.

Kia menggunakan dua sistem analisis utama dalam proses tersebut. DATA-FIT digunakan untuk mengolah hasil pengukuran dan mencari konfigurasi perakitan yang paling optimal dalam lingkungan virtual.

Sementara DATA-AUDIT digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber penyimpangan sekaligus membantu memberikan rekomendasi perbaikan.

Pendekatan ini membuat proses pengendalian kualitas tidak hanya dilakukan setelah masalah muncul. Data dari tahap pengembangan dapat digunakan untuk menemukan potensi masalah lebih awal, kemudian hasilnya dijadikan acuan untuk proses berikutnya.

Kia juga menyebut data yang telah dikumpulkan DMC berpotensi digunakan untuk membangun infrastruktur berbasis kecerdasan buatan guna mendukung pengembangan kendaraan pada masa mendatang.

Detail Kecil yang Akhirnya Terasa oleh Pengguna

Bagi konsumen, sebagian besar proses tersebut tentu tidak terlihat. Pemilik mobil tidak akan mengetahui berapa banyak titik yang diukur atau berapa banyak data yang dikumpulkan ketika membuka pintu kendaraan.

Namun, hasil dari proses tersebut justru bisa muncul dalam pengalaman sehari-hari. Mulai dari keseragaman celah panel, posisi pintu, suara ketika pintu ditutup, tingkat kebisingan di kabin, hingga fungsi komponen bergerak.

“Bagi konsumen, seluruh proses tersebut memang tidak terlihat, tetapi hasilnya dapat dirasakan melalui kerapian, kenyamanan, dan fungsi kendaraan saat digunakan sehari-hari. Kami berharap cerita ini bisa memberi gambaran yang lebih jelas tentang proses di balik kualitas kendaraan Kia yang hadir di Indonesia,” tutup Harry Yanto.

 
Kendaraan Terkait Lihat Semua