GoodCar.id - Tesla akhirnya merealisasikan salah satu ambisi besarnya di industri otomotif dengan memperkenalkan Cybercab, kendaraan listrik yang sejak awal dirancang untuk mendukung layanan taksi otonom atau Robotaxi. Kehadiran mobil ini menjadi langkah baru Tesla dalam mengembangkan transportasi berbasis kendaraan tanpa pengemudi.
Berbeda dengan lini kendaraan Tesla yang selama ini ditawarkan untuk konsumen umum, Cybercab tidak dirancang sebagai mobil pribadi. Kendaraan tersebut dikembangkan secara khusus untuk menjalankan layanan Robotaxi, di mana penumpang dapat memesan perjalanan secara otomatis melalui sistem digital.
Mengacu pada informasi yang disampaikan Tesla, Cybercab merupakan kendaraan listrik berukuran compact dengan konfigurasi dua tempat duduk. Kapasitas tersebut bukan tanpa alasan. Tesla menyebut hasil risetnya menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen perjalanan menggunakan taksi komersial hanya membawa satu atau dua penumpang.
Foto : motor1.com
Karena dirancang sejak awal sebagai kendaraan otonom, Cybercab juga memiliki kabin yang berbeda dari mobil konvensional. Tesla tidak membekali kendaraan ini dengan setir, pedal gas, maupun pedal rem. Seluruh proses berkendara diserahkan kepada sistem otonom yang menjadi otak utama kendaraan.
Penumpang nantinya cukup masuk ke dalam kabin dan mengatur perjalanan melalui layar sentuh yang tersedia. Sistem tersebut memungkinkan penumpang memantau perjalanan tanpa perlu mengambil alih kendali kendaraan.
Dari sisi desain, Cybercab juga tampil cukup berbeda dibandingkan model Tesla lainnya. Bodi dengan bentuk menyerupai tetesan air menjadi salah satu elemen utama yang dirancang untuk membantu meningkatkan efisiensi aerodinamika. Mobil ini turut menggunakan pintu model butterfly yang membuka ke arah atas, sementara bagian belakang dibuat tanpa kaca konvensional.
Konsep tersebut sekaligus menjadi pembeda Cybercab dari armada Robotaxi Tesla yang sebelumnya menggunakan Model Y. Jika Model Y pada dasarnya merupakan mobil produksi massal yang kemudian dimodifikasi untuk kebutuhan layanan otonom, Cybercab sejak awal dikembangkan dari nol sebagai kendaraan Robotaxi.
Setelah diperkenalkan di Amerika Serikat pada awal September 2026, Cybercab langsung menarik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Meski demikian, penggunaannya saat ini masih terbatas.
foto : Bob Daemmrich/ZUMA Press
Layanan Robotaxi yang menggunakan Cybercab baru beroperasi secara komersial di Austin. Tesla selanjutnya berencana memperluas operasionalnya ke sejumlah kota besar di Amerika Serikat, termasuk Dallas, Houston, Miami, Orlando, dan Tampa.
Kehadiran Cybercab menjadi salah satu langkah penting Tesla untuk membawa teknologi kendaraan otonom dari sekadar konsep menuju layanan transportasi yang dapat digunakan masyarakat sehari-hari. Jika ekspansinya berjalan sesuai rencana, Cybercab berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem Robotaxi Tesla di masa mendatang.