Platform Otomotif Terpercaya
Platform Otomotif Terpercaya
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Transparansi dan Kepercayaan
Transparansi dan Kepercayaan
Koleksi Mobil Bekas Berkualitas
MPV
City Car
Sedan
Koleksi Mobil Bekas MPV
Lihat Semua
12
Mobil Great New Xenia 2019 Bekas
2019
Grade B
MT
146.500 Km
Rp 135.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.150.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Mobilio 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
142.730 Km
Rp 150.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.500.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Avanza 2022 Bekas
2022
Grade C
MT
126.195 Km
Rp 170.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.967.000
Kota Tangerang
12
Mobil Grand Carnival 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
6.562 Km
Rp 510.000.000
Cicilan mulai dari Rp 13.977.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas City Car
Lihat Semua
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Brio 2016 Bekas
2016
Grade C
MT
125.389 Km
Rp 105.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.485.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Calya 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
80.507 Km
Rp 110.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.567.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Calya 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
101.045 Km
Rp 115.500.000
Cicilan mulai dari Rp 2.734.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas Sedan
Lihat Semua
11
Mobil A8 2012 Bekas
2012
Grade B
AT
17.124 Km
Rp 620.000.000
Cicilan mulai dari Rp 14.467.000
Kota Adm. Jakarta Timur
11
Mobil C300 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
10.862 Km
Rp 450.000.000
Cicilan mulai dari Rp 10.650.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Camry 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
62.178 Km
Rp 305.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.117.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Camry 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
40.334 Km
Rp 310.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.233.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Mobil Listrik
Lihat Semua
14
Mobil 4 EV
MG 4 EV
Rp 419 Juta
14
Mobil VF 6
Vinfast VF 6
Rp 384 Juta
14
Mobil U
NETA U
Rp 464 Juta
14
Mobil Atto 4
BYD Atto 4
Rp 464 Juta
14
Mobil UT
AION UT
Rp 330 Juta
14
Mobil e-N1
Honda e-N1
Rp 846 Juta
14
Mobil SEALION 7
BYD SEALION 7
Rp 719 Juta
14
Mobil KONA EV
Hyundai KONA EV
Rp 516 Juta
14
Mobil V
NETA V
Rp 317 Juta
14
Mobil X
NETA X
Rp 428 Juta
14
Mobil Atto 1
BYD Atto 1
Rp 195 Juta - Rp 235 Juta
14
Mobil DENZA D9
BYD DENZA D9
Rp 950 Juta
14
Mobil EV 4
KIA EV 4
Rp 380 Juta - Rp 580 Juta
14
Mobil Macan
PORSCHE Macan
Rp 2 M - Rp 3.9 M
14
Mobil EV 6
KIA EV 6
Rp 1.3 M - Rp 1.7 M
14
Mobil J6
Chery J6
Rp 505 Juta - Rp 608 Juta
14
Mobil 009
Zeekr 009
Rp 2.2 M
14
Mobil X9
Xpeng X9
Akan Datang
14
Mobil G6
Xpeng G6
Akan Datang
14
Mobil CloudEV
Wuling CloudEV
Rp 398 Juta
Jasa Inspeksi Mobil Terpercaya
Jasa Inspeksi Mobil
Mulai Dari
Rp 350.000
Rp 200.000
Jadwalkan Inspeksi
%
Corporate

Memiliki kebutuhan jasa inspeksi yang lebih banyak, lebih profesional dan bisa terintegrasi antar sistem?

Hubungi Kami
Ulasan & Artikel
Lihat Semua
Semua
Artikel
GoodBike
Tips & Trik
Ulasan
Tiga Bulan Tembus 100 Ribu Unit, Penjualan Leapmotor Makin Ngebut!
08 Oct 2026
Tiga Bulan Tembus 100 Ribu Unit, Penjualan Leapmotor Makin Ngebut! 08 Oct 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Leapmotor mengklaim mencatat pertumbuhan pengiriman kendaraan yang cukup agresif sepanjang 2026. Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada 8 Oktober 2026, pabrikan mobil listrik asal China tersebut menyebut pengiriman global pada September 2026 mencapai 105.656 unit. Angka tersebut naik 2,45 persen dibanding Agustus 2026 dan melonjak 59 persen secara tahunan. Yang menarik, Leapmotor mengklaim pencapaian di atas 100.000 unit tersebut bukan terjadi sekali, melainkan sudah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut. Kenaikan pengiriman tersebut ikut mengerek performa Leapmotor sepanjang kuartal ketiga 2026. Perusahaan menyebut total pengiriman global pada periode Juli-September 2026 mencapai 310.052 unit, meningkat 78,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan kuartal kedua 2026, angka tersebut juga diklaim tumbuh 25,87 persen. Artinya, berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, laju pengiriman Leapmotor terus meningkat memasuki paruh kedua tahun ini. Klaim Masuk 3 Besar NEV China Leapmotor juga mengklaim pertumbuhan tersebut membuatnya masuk ke dalam tiga besar merek New Energy Vehicle (NEV) asal China serta menjadi salah satu dari empat besar produsen NEV secara global. Posisi tersebut merupakan klaim Leapmotor berdasarkan data yang mereka sampaikan dalam keterangan resmi pada 8 Oktober 2026. Angka pengiriman memang menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan sebuah merek, meski volume penjualan sendiri belum otomatis menggambarkan tingkat keuntungan atau kondisi bisnis perusahaan secara keseluruhan. Di balik pertumbuhan tersebut, Leapmotor menyebut dua model yang ikut berperan adalah Leapmotor B01 dan B10. Keduanya diklaim telah mencatat total produksi lebih dari 300.000 unit hanya dalam waktu 18 bulan sejak produksi dimulai. Menurut Leapmotor, pencapaian tersebut menjadikan B01 dan B10 sebagai model dengan waktu tercepat di jajaran produknya untuk mencapai angka produksi tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 60.000 unit disebut telah diekspor ke berbagai pasar di luar China. B01 dan B10 Mulai Didorong ke Pasar Global Leapmotor menyebut B01 mendapat respons permintaan positif sejak pertama kali diluncurkan. Sementara B10 kini telah dipasarkan di lebih dari 40 negara dan wilayah. Ekspansi B10 juga menjadi bagian dari strategi Leapmotor untuk memperbesar penetrasi di luar pasar domestiknya. Perusahaan mengklaim B10 menjadi SUV BEV merek China dengan penjualan tertinggi di Eropa pada semester pertama 2026. Klaim tersebut menunjukkan bagaimana Leapmotor tidak hanya mengandalkan pasar China untuk mengejar volume. Ekspansi ke berbagai negara menjadi salah satu bagian penting dari strategi perusahaan dalam meningkatkan penjualan kendaraan listriknya. Meski begitu, capaian penjualan dan produksi tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Persaingan kendaraan listrik global semakin padat, sementara produsen asal China juga menghadapi tantangan berupa regulasi, tarif impor, jaringan distribusi, layanan purnajual, hingga penerimaan konsumen di masing-masing negara. Pertumbuhan bisnis tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi internal Leapmotor. Dalam Leapmotor Technology Day 2026, perusahaan memperkenalkan LEAP 5.0 Architecture yang menjadi bagian dari pengembangan teknologi kendaraan generasi berikutnya. Leapmotor menyebut arsitektur tersebut dikembangkan dengan dukungan pengalaman riset dan pengembangan internal selama 11 tahun. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah integrasi teknologi baterai sebagai bagian dari pengembangan sistem kendaraan listrik. Selain teknologi baterai, Leapmotor juga memperkenalkan sejumlah teknologi yang disiapkan untuk produk mendatang. Di antaranya embodied intelligence, sistem pencitraan beresolusi tinggi, serta panoramic head-up display. Pengembangan teknologi tersebut menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik kini tidak hanya berkutat pada kapasitas baterai atau jarak tempuh. Integrasi perangkat keras, perangkat lunak, sistem bantuan berkendara, hingga teknologi kabin ikut menjadi arena persaingan produsen. Pengiriman Naik, Tantangan Global Tetap Ada Dengan pengiriman September 2026 yang diklaim mencapai 105.656 unit, Leapmotor kini memiliki momentum pertumbuhan yang cukup besar. Total 310.052 unit pada kuartal ketiga 2026 juga menjadi angka yang menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, angka tersebut tetap perlu dibaca sebagai data yang disampaikan Leapmotor, bukan hasil verifikasi independen. Begitu pula dengan klaim posisi tiga besar NEV China, empat besar produsen NEV global, serta posisi B10 sebagai SUV BEV China dengan penjualan tertinggi di Eropa pada semester pertama 2026. Yang jelas, Leapmotor sedang meningkatkan skala bisnisnya dengan kombinasi dua pendekatan: memperbesar volume kendaraan melalui model seperti B01 dan B10, sekaligus mengembangkan teknologi internal melalui LEAP 5.0 Architecture. Jika tren pengiriman tersebut terus berlanjut, persaingan Leapmotor di pasar kendaraan listrik global akan semakin menarik untuk diikuti, terutama ketika ekspansi merek-merek China mulai berhadapan langsung dengan pemain lama di berbagai pasar. Lihat Selengkapnya
Sama-sama 7-Seater, Ini Beda Wuling Darion dan Eksion PHEV
08 Oct 2026
Sama-sama 7-Seater, Ini Beda Wuling Darion dan Eksion PHEV 08 Oct 2026 Jakarta, Goodcar.id - Wuling Darion PHEV dan Wuling Eksion PHEV sama-sama membawa kapasitas tujuh penumpang dan teknologi plug-in hybrid. Namun, keduanya tidak benar-benar ditujukan untuk kebutuhan keluarga yang sama. Perbedaan tersebut terlihat dari penghargaan Family Car Recommendation (FCR) 2026 yang diberikan kepada keduanya. Wuling Darion PHEV mendapat predikat ‘Smart Premium MPV’, sedangkan Wuling Eksion PHEV menyandang ‘Modern Family Adventurer’. Penghargaan yang diberikan redaksi Autofun Indonesia, Carmudi, dan Mobil123 pada 7 Oktober 2026 itu sekaligus menggambarkan karakter masing-masing model. Darion PHEV lebih mengarah pada kenyamanan dan kepraktisan MPV, sementara Eksion PHEV membawa karakter SUV untuk keluarga dengan aktivitas yang lebih beragam. Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kendaraan keluarga yang menggabungkan teknologi elektrifikasi dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. “Kami berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Wuling Darion PHEV dan Wuling Eksion PHEV dalam ajang Family Car Recommendation 2026. Pencapaian ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen Wuling dalam menghadirkan kendaraan yang dapat menjawab kebutuhan keluarga melalui perpaduan teknologi elektrifikasi, kenyamanan, serta kepraktisan. Kami berharap apresiasi ini semakin memperkuat kepercayaan konsumen terhadap pilihan kendaraan Wuling, termasuk lini PHEV, untuk mendukung berbagai aktivitas keluarga,” ujar Ricky Christian selaku Marketing Director Wuling Motors. Lalu Apa Bedanya Wuling Darion dan Eksion PHEV? Meski sama-sama PHEV dan 7-seater, kedua mobil ini punya pendekatan berbeda. Berikut perbedaannya: 1. Jenis Kendaraan Wuling Darion PHEV merupakan MPV 7-seater. Karakternya lebih diarahkan untuk keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan akses dan kenyamanan kabin sebagai pertimbangan utama. Wuling Eksion PHEV hadir sebagai SUV 7-seater. Model ini membawa karakter yang lebih tegas dan ditujukan untuk keluarga dengan gaya hidup aktif serta kebutuhan perjalanan yang lebih beragam. 2. Fokus Penggunaan Darion PHEV lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas keluarga sehari-hari. Konfigurasi kabinnya dirancang untuk memberikan kenyamanan ketika digunakan membawa anggota keluarga. Eksion PHEV membawa pendekatan berbeda dengan mengedepankan karakter SUV dan konsep perjalanan keluarga. Wuling mengusung tema ‘Exploring Family Journeys’ pada model ini. 3. Konsep Kabin Darion PHEV menggunakan konfigurasi captain seat. Format ini memberikan ruang duduk yang lebih individual bagi penumpang, khususnya di baris kedua. Model ini juga dibekali autocomfort sliding door yang membuat akses keluar-masuk kabin lebih praktis. Sementara Eksion PHEV mengandalkan kabin tiga baris dengan konfigurasi tujuh penumpang. Fokusnya lebih kepada fleksibilitas kabin untuk mendukung perjalanan bersama keluarga. 4. Karakter Desain Darion PHEV membawa pendekatan desain MPV yang lebih dekat dengan konsep kendaraan keluarga premium. Wuling membungkusnya dengan tema ‘Evolving Family Moments’. Eksion PHEV tampil dengan karakter SUV yang lebih kuat melalui konsep Muscular Flower Design. Desain tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibanding Darion PHEV. 5. Penghargaan FCR 2026 Perbedaan karakter tersebut juga tercermin dari kategori penghargaan yang diterima. Darion PHEV: ‘Smart Premium MPV’. Eksion PHEV: ‘Modern Family Adventurer’. Family Car Recommendation sendiri merupakan program editorial tahunan yang telah digelar sejak 2022 untuk memberikan rekomendasi kendaraan berdasarkan kebutuhan keluarga Indonesia. 6. Teknologi Penggerak Untuk urusan sistem penggerak, keduanya memiliki basis teknologi yang sama. Darion PHEV dan Eksion PHEV menggunakan LING Power, yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Kombinasi tersebut digunakan untuk mendukung respons tenaga sekaligus efisiensi berkendara, baik dalam penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh. 7. Kemampuan Berkendara dengan Tenaga Listrik Kedua model sama-sama menggunakan baterai berkapasitas 20,5 kWh. Berdasarkan standar CLTC, baterai tersebut memungkinkan Darion PHEV dan Eksion PHEV menempuh jarak hingga 125 km dalam mode listrik murni. Untuk perjalanan lebih jauh, kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin diklaim mampu membawa kedua kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.000 km dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh. Jadi, perbedaan utama Darion PHEV dan Eksion PHEV bukan terletak pada jumlah kursinya. Keduanya sama-sama menawarkan tujuh tempat duduk dan teknologi PHEV, tetapi Wuling memberikan karakter yang berbeda. Darion PHEV lebih mengarah ke keluarga yang mencari kenyamanan dan kepraktisan MPV, sedangkan Eksion PHEV menyasar keluarga yang menginginkan karakter SUV sekaligus fleksibilitas tujuh penumpang. Lihat Selengkapnya
Volkswagen ID. Buzz Tempuh 99.767 Km Keliling Dunia, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Guinness
08 Oct 2026
Volkswagen ID. Buzz Tempuh 99.767 Km Keliling Dunia, Indonesia Jadi Bagian dari Rekor Guinness 08 Oct 2026 Jerman, Goodcar.id - Sebuah Volkswagen ID. Buzz berkelir two-tone Lime Yellow/Candy White pernah melintas di jalanan Indonesia dengan misi yang tidak biasa. Mobil listrik tersebut bukan datang sekadar untuk dipamerkan, tetapi sedang menjalani perjalanan keliling dunia bersama penjelajah asal Jerman, Rainer Zietlow. Perjalanan itu akhirnya selesai di Hannover, Jerman, pada 14 September 2026. Setelah melintasi 92 negara dan enam benua, Volkswagen ID. Buzz yang digunakan Rainer mencatat jarak tempuh 99.767 kilometer sekaligus meraih Guinness World Records™ untuk kategori “Most Countries Visited in a Continuous Journey by a Battery-Powered Electric Vehicle”. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Hampir setahun sebelumnya, tepatnya pada akhir Oktober 2025, ID. Buzz yang sama tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dari ibu kota, perjalanan berlanjut menuju Semarang, Surabaya, hingga Bali sebelum mobil listrik tersebut meninggalkan Indonesia dan meneruskan ekspedisinya ke Australia serta negara-negara berikutnya. Sertifikat rekor dunia kemudian diserahkan kepada Rainer di Hannover, kota yang juga menjadi titik awal perjalanan pada 1 Juli 2025. Artinya, ID. Buzz tersebut kembali ke titik awal dengan tambahan hampir 100.000 kilometer pada odometer setelah digunakan melintasi berbagai negara dengan kondisi jalan, iklim, serta infrastruktur pengisian daya yang berbeda-beda. Bagi Volkswagen Indonesia, keterlibatan Indonesia dalam perjalanan tersebut menjadi bagian tersendiri dari cerita ID. Buzz World Tour. Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia, menyebut perjalanan tersebut juga mempertemukan ID. Buzz dengan konsumen dan komunitas Volkswagen di Indonesia. “Saat menyambut Rainer di Jakarta tahun lalu, perjalanan ini masih jauh dari selesai. Kami kemudian melihat ID. Buzz melanjutkan perjalanan dari Jakarta, Semarang, Surabaya, hingga Bali sebelum meneruskan ekspedisinya ke negara berikutnya. Sekarang, mobil yang sama sudah kembali ke Hannover setelah hampir 100.000 kilometer dan resmi mencatatkan Guinness World Records. Ada rasa bangga karena Indonesia, bersama konsumen dan komunitas Volkswagen di sini, pernah menjadi bagian dari perjalanan panjang yang akhirnya membawa ID. Buzz mencatatkan rekor dunia tersebut,” ujar Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia. ID. Buzz Bertemu Komunitas Volkswagen di Indonesia Saat berada di Indonesia, perjalanan ID. Buzz tidak hanya diisi dengan aktivitas berkendara dari satu kota ke kota lain. Rainer juga bertemu dengan konsumen dan komunitas Volkswagen di sejumlah wilayah. Di Semarang, misalnya, ID. Buzz bertemu dengan sejumlah Volkswagen klasik milik komunitas lokal. Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ke Surabaya dan Bali sebelum kembali ke Jakarta untuk meneruskan ekspedisi menuju Australia. Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan perbedaan generasi kendaraan Volkswagen. Di satu sisi ada Volkswagen Bus klasik yang sudah lama menjadi bagian dari komunitas, sedangkan di sisi lain terdapat ID. Buzz sebagai model listrik yang membawa nama dan karakter Volkswagen Bus ke era elektrifikasi. Salah satu pemilik ID. Buzz di Indonesia, dr. Djoko Setionegoro atau dr. Tio, bahkan sempat ikut dalam bagian perjalanan menggunakan ID. Buzz miliknya. Menariknya, mobil tersebut memiliki kombinasi warna yang sama, yakni Lime Yellow/Candy White. Pengalaman tersebut tidak berhenti pada satu perjalanan bersama Rainer. Dr. Tio telah menggunakan ID. Buzz miliknya sejak September 2025 untuk kebutuhan sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga. Ia juga pernah membawa mobil listrik tersebut dalam perjalanan dari Bogor menuju Yogyakarta, Semarang, hingga Jawa Timur. Penggunaan tersebut memberikan gambaran berbeda mengenai ID. Buzz, bukan dalam konteks ekspedisi keliling dunia, tetapi sebagai kendaraan yang digunakan dalam rutinitas dan perjalanan keluarga. “Saya suka mobil ini karena karakternya yang ikonik sekali. Dari desainnya langsung kelihatan berbeda, sering bikin orang nengok di jalan, tapi tetap modern dan cocok dipakai sehari-hari, apalagi poin plusnya sudah EV. Setelah lihat dan coba langsung, ternyata yang bikin yakin justru karena kabinnya lega dan nyaman. Ternyata setelah dipakai harian, adaptasinya jauh lebih mudah dari yang saya bayangkan. Karena kabinnya lega, enak juga kalau pergi ramai-ramai atau bawa banyak barang. Tapi saya juga senang road trip jarak jauh dengan mobil ini bersama keluarga saya. Kalau charging paling sering saya lakukan di rumah sendiri maupun di SPKLU terdekat dengan destinasi saya. Jadi tidak terasa harus khusus meluangkan waktu untuk charging,” ujar dr. Djoko Setionegoro atau dr. Tio. Hampir 100.000 Km Ditempuh dengan ID. Buzz Perjalanan Rainer memberikan gambaran penggunaan Volkswagen ID. Buzz dalam kondisi yang jauh lebih beragam dibanding pemakaian kendaraan sehari-hari. Mobil tersebut harus melewati kota-kota besar, perjalanan antarkota, perbedaan temperatur dan iklim, hingga wilayah dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang tidak seragam. Yang digunakan dalam ekspedisi tersebut juga bukan kendaraan yang dibuat khusus untuk kebutuhan ekstrem. ID. Buzz yang dibawa Rainer merupakan kendaraan produksi standar. Setelah menempuh 99.767 kilometer, kendaraan tersebut menyelesaikan perjalanan tanpa mengalami kerusakan teknis. Pemeriksaan TÜV Nord setelah mobil kembali ke Jerman juga mencatat kondisi kesehatan baterai atau state of health (SoH) masih berada di atas 95 persen. Angka tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan ID. Buzz World Tour karena baterai menjadi komponen utama kendaraan listrik yang harus bekerja dalam perjalanan panjang dengan pola penggunaan berbeda-beda. Untuk ID. Buzz Long Wheelbase (LWB), baterai berkapasitas 91 kWh diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga sekitar 487 kilometer berdasarkan WLTP atau 573 kilometer berdasarkan NEDC. Sementara untuk pengisian, sistem DC fast charging hingga 200 kW memungkinkan baterai diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung penggunaan kendaraan dalam perjalanan jarak jauh, meski waktu pengisian aktual tetap dapat dipengaruhi kondisi baterai, temperatur, serta kemampuan fasilitas pengisian yang digunakan. Perjalanan sejauh hampir 100.000 kilometer memang menjadi angka terbesar dalam ekspedisi tersebut. Namun, penggunaan kendaraan untuk perjalanan panjang juga memperlihatkan aspek lain dari sebuah mobil listrik. ID. Buzz memiliki kabin yang lapang dengan konfigurasi tempat duduk yang fleksibel. Posisi berkendara dan visibilitas juga menjadi bagian dari karakter kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jauh. Dari sisi keselamatan, Volkswagen ID. Buzz dibekali sejumlah fitur bantuan berkendara seperti Autonomous Emergency Braking (AEB), Forward Collision Warning (FCW), Blind Spot Detection (BSD), dan Lane Keeping Assist (LKA). Model tersebut juga mendapatkan rating keselamatan lima bintang dari Euro NCAP. Bagi pengguna seperti dr. Tio, pengalaman tersebut diterjemahkan dalam bentuk yang lebih sederhana. Mobil digunakan untuk aktivitas harian, membawa keluarga, hingga perjalanan antarkota. Pengisian baterai pun dilakukan di rumah maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berada di sekitar tujuan perjalanan. Dengan kata lain, kebutuhan perjalanan ekspedisi dunia dan penggunaan sehari-hari memang memiliki skala berbeda. Namun, keduanya sama-sama memperlihatkan bagaimana ID. Buzz digunakan sebagai kendaraan listrik untuk menempuh perjalanan dengan jarak yang cukup jauh. Dari Jakarta hingga Hannover Ketika meninggalkan Hannover pada 1 Juli 2025, Rainer Zietlow memulai perjalanan yang akhirnya membawa Volkswagen ID. Buzz melewati 92 negara di enam benua. Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam rute tersebut. ID. Buzz masuk melalui Jakarta, kemudian bergerak ke Semarang, Surabaya dan Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke negara berikutnya. Lebih dari satu tahun setelah perjalanan dimulai, mobil yang sama kembali ke Hannover dengan catatan 99.767 kilometer. Di akhir perjalanan tersebut, ID. Buzz bukan hanya membawa cerita perjalanan lintas negara, tetapi juga rekor Guinness World Records sebagai kendaraan listrik berbasis baterai yang mengunjungi negara terbanyak dalam satu perjalanan berkelanjutan. Buat Volkswagen Indonesia, keterlibatan Indonesia menjadi bagian kecil dari perjalanan besar tersebut. Namun dari sudut pandang pengguna, cerita ID. Buzz World Tour justru memperlihatkan sisi lain kendaraan listrik: bukan hanya soal spesifikasi baterai dan jarak tempuh di atas kertas, tetapi bagaimana sebuah mobil digunakan ketika perjalanan terus bergerak melewati negara, kondisi jalan, dan lingkungan yang berbeda. “Perjalanan Rainer membawa ID. Buzz ke kondisi penggunaan yang mungkin tidak akan dialami sebagian besar konsumen. Tetapi justru setelah hampir 100.000 kilometer, kita bisa melihat bagaimana sebuah kendaraan yang digunakan bersama keluarga dan untuk aktivitas sehari-hari juga memiliki kemampuan untuk pergi sejauh itu. Bagi kami, cerita ID. Buzz selalu kembali pada hal yang sederhana, yakni perjalanan dan orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan,” tutup Edo Januarko Chandra, Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia. Lihat Selengkapnya
Suzuki Tanam 1.500 Mangrove di Pangandaran, Ada Cerita Nelayan di Balik Proyek Sabuk Hijau Pesisir
07 Oct 2026
Suzuki Tanam 1.500 Mangrove di Pangandaran, Ada Cerita Nelayan di Balik Proyek Sabuk Hijau Pesisir 07 Oct 2026 Pangandaran, Goodcar.id - Pesisir Pangandaran bukan cuma soal pantai dan aktivitas wisata. Di balik ramainya kawasan tersebut, ada wilayah yang menjadi tumpuan aktivitas nelayan sekaligus menghadapi ancaman abrasi dan perubahan ekosistem. Kondisi itu menjadi alasan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama Pandu Laut Nusantara dan Susi Air kembali melanjutkan program konservasi pesisir melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project. Program yang mengusung tema “Menjaga Pesisir, Menjaga Masa Depan” tersebut digelar pada 26 September 2026 di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat. Sebanyak 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam dalam kegiatan yang melibatkan sekitar 75 peserta. Peserta berasal dari Suzuki, Pandu Laut Nusantara, Susi Air, nelayan sekitar, institusi pendidikan, hingga komunitas lokal. Pemilihan Pelabuhan Cikidang bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu sentra aktivitas perikanan masyarakat sekaligus berada di wilayah pesisir selatan Jawa yang memiliki ekosistem laut dan pesisir yang perlu dijaga. Penanaman mangrove tersebut diarahkan untuk membantu menjaga kawasan pesisir sekaligus mengurangi dampak abrasi. Namun, kegiatan tahun ini tidak hanya berhenti pada aktivitas menanam bibit. Sebelum turun ke area penanaman, peserta mendapatkan edukasi mengenai teknik menanam mangrove, mulai dari tahapan penanaman hingga sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Pendekatan ini menjadi penting karena keberhasilan konservasi tidak berhenti ketika bibit sudah ditanam. Joshi Prasetya, Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan program tersebut memang dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penanaman mangrove. “Melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project, kami ingin mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat, agar dapat memahami manfaat mangrove bagi keberlangsungan lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Joshi Prasetya, Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Pentingnya Keterlibatan Masyarakat Lokal Ada cerita lain yang dibawa dalam kegiatan tersebut. Suzuki dan Pandu Laut Nusantara menghadirkan sesi Success Story Mangrove Conservation bersama Sugito, tokoh penggerak daerah sekaligus Ketua Rukun Nelayan (RN) Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Sugito membagikan pengalaman masyarakat nelayan dalam mengembangkan kawasan konservasi mangrove di wilayahnya. Cerita tersebut menunjukkan bahwa keberadaan mangrove tidak semata berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat yang sehari-hari bergantung pada kawasan pesisir. Bagi masyarakat pesisir, keberadaan ekosistem mangrove memiliki kaitan dengan kondisi lingkungan di sekitar wilayah tempat mereka beraktivitas. Karena itu, keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting agar program konservasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program The Indonesian Coastal Greenbelt Project sendiri bukan pertama kali dilakukan Suzuki bersama Pandu Laut Nusantara. Kolaborasi tersebut telah berjalan sejak 2024 dan telah menghasilkan penanaman mangrove di sejumlah wilayah Pangandaran. Melinasary Amini, Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air), menyebut total penanaman sejak 2024 telah mencapai 10.000 mangrove. “Kolaborasi Suzuki dan Pandu Laut di Pangandaran telah dimulai sejak tahun 2024. Hingga saat ini, kita telah menanam 10.000 mangrove, terdiri dari 7.000 bakau pasir di Susi International Beach Strip dan 3.000 Rhizophora di Pantai Madasari. Pada tahun 2026 ini, melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project atau Proyek Sabuk Hijau Pesisir Indonesia, kita kembali melanjutkan upaya tersebut dengan penanaman 1.500 mangrove Rhizophora di kawasan Pelabuhan Cikidang. Mari kita turun bersama, menanam, merawat, dan memastikan apa yang kita mulai hari ini benar-benar tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Melinasary Amini, Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air). Dengan penambahan 1.500 bibit Rhizophora di Pelabuhan Cikidang, total mangrove yang disebut telah ditanam melalui kolaborasi tersebut mencapai 11.500 bibit sejak 2024. Rinciannya terdiri dari 7.000 bakau pasir di Susi International Beach Strip, 3.000 Rhizophora di Pantai Madasari, serta 1.500 Rhizophora di Pelabuhan Cikidang. Angka tersebut memang menunjukkan skala kegiatan yang terus diperluas. Namun, tantangan berikutnya justru berada setelah acara selesai. Bibit mangrove membutuhkan waktu untuk tumbuh dan harus dipastikan mampu bertahan dengan kondisi lingkungan tempat penanaman. Karena itu, keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian yang tidak kalah penting dibanding jumlah bibit yang ditanam. Terlebih Pelabuhan Cikidang merupakan kawasan yang berhubungan langsung dengan aktivitas nelayan dan masyarakat pesisir. Pandu Laut Nusantara dalam kolaborasi ini berperan sebagai organisasi non-pemerintah yang berfokus pada pelestarian laut dan ekosistem pesisir. Sementara Suzuki membawa program tersebut sebagai bagian dari upaya keberlanjutan yang dilakukan bersama mitra dan masyarakat. Lihat Selengkapnya
Pengalaman Mereka Beli di GoodCar
Nissan Leaf 2019
Lihat Testimoni
Nissan Leaf 2019

Prosesnya cepat, mobilnya masih enak banget dan warranty nya masih aktif, jadi cukup worry free. Terima kasih Goodcar.

HANSEL
Toyota Grand New Avanza 1.3 G M/T

Alhamdulillah Memuaskan

DAIM MUJIONO
Honda City All New E 1.5 A/T
Lihat Testimoni
Honda City All New E 1.5 A/T

Alhamdulillah prosesnya lancar, salesnya sangat informatif, dan kondisi barangnya masih bagus. 

RIKO
Renault Duster RXL 1.5 dCi 4X2 MT

Prosesnya cepat, dan penyerahan dokumen kendaraan juga cepat. Kondisi kendaraan sofar ok, tdk ada masalah. Udah dipakai 3x jalan jauh, jkt-ciamis, jkt-dieng dan jkt - malang, aman2 saja.. sedikit masalah di power window driber yg kadang macet.. harga tergolong affordable ..👍👍

IR.DEDE IWAHYARASMAN
Infiniti FX37 3700
Lihat Testimoni
Infiniti FX37 3700

Barangnya bagus, dan kilometernya masih rendah

JOKO
Daihatsu Great New Xenia 1.3 X STD M/T

Ok pak bagus gak ada kendala👍👍

NGATIMAN
Infiniti FX50 4X4
Lihat Testimoni
Infiniti FX50 4X4

Udah jarang banget mobil 8 Silider, tapi di Goodcar ada

ABRAHAM
Toyota New Vios 1.5 G A/T

Kondisi mobil sehat.. proses pembelian oke. Kualitas mobil bagus

BRIAN DWINA ASTUTI