Platform Otomotif Terpercaya
Platform Otomotif Terpercaya
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Transparansi dan Kepercayaan
Transparansi dan Kepercayaan
Daftar Mobil Bekas Berkualitas
City Car
Luxury
SUV
Sedan
Goodcar Fair
Daftar Mobil Bekas City Car
Lihat Semua
12
Mobil Sigra 2021 Bekas
2021
Grade C
AT
172.237 Km
Rp 118.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.753.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Brio 2016 Bekas
2016
Grade C
MT
125.389 Km
Rp 105.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.485.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Calya 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
76.415 Km
Rp 110.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.567.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Daftar Mobil Bekas Luxury
Lihat Semua
11
Mobil A8 2012 Bekas
2012
Grade B
AT
17.124 Km
Rp 620.000.000
Cicilan mulai dari Rp 14.467.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Discovery 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
13.854 Km
Rp 1.700.000.000
Cicilan mulai dari Rp 39.667.000
Kota Adm. Jakarta Utara
12
Mobil Evoque 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
13.250 Km
Rp 1.900.000.000
Cicilan mulai dari Rp 44.333.000
Kota Adm. Jakarta Utara
11
Mobil Range Rover 2023 Bekas
2023
Grade B
AT
5.619 Km
Rp 4.500.000.000
Cicilan mulai dari Rp 121.333.000
Kota Adm. Jakarta Utara
Daftar Mobil Bekas SUV
Lihat Semua
12
Mobil CR-V 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
46.386 Km
Rp 270.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.384.000
Kota Adm. Jakarta Timur
13
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
72.954 Km
Rp 220.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.133.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
68.727 Km
Rp 300.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.000.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Discovery 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
13.854 Km
Rp 1.700.000.000
Cicilan mulai dari Rp 39.667.000
Kota Adm. Jakarta Utara
Daftar Mobil Bekas Sedan
Lihat Semua
11
Mobil A8 2012 Bekas
2012
Grade B
AT
17.124 Km
Rp 620.000.000
Cicilan mulai dari Rp 14.467.000
Kota Adm. Jakarta Timur
11
Mobil C300 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
10.862 Km
Rp 450.000.000
Cicilan mulai dari Rp 10.650.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Camry 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
62.178 Km
Rp 305.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.117.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Camry 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
40.334 Km
Rp 310.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.233.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Daftar Mobil Bekas Goodcar Fair
Lihat Semua
12
Mobil Sigra 2021 Bekas
2021
Grade C
AT
172.237 Km
Rp 118.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.753.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Kijang Innova 2021 Bekas
2021
Grade C
AT
107.047 Km
Rp 262.000.000
Cicilan mulai dari Rp 6.113.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Avanza 2022 Bekas
2022
Grade C
MT
126.195 Km
Rp 170.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.967.000
Kota Tangerang
12
Mobil Rush 2022 Bekas
2022
Grade C
AT
101.406 Km
Rp 205.000.000
Cicilan mulai dari Rp 4.783.000
Kota Tangerang
Mobil Listrik
Lihat Semua
14
Mobil 4 EV
MG 4 EV
Rp 419 Juta
14
Mobil VF 6
Vinfast VF 6
Rp 384 Juta
14
Mobil U
NETA U
Rp 464 Juta
14
Mobil Atto 4
BYD Atto 4
Rp 464 Juta
14
Mobil UT
AION UT
Rp 330 Juta
14
Mobil e-N1
Honda e-N1
Rp 846 Juta
14
Mobil SEALION 7
BYD SEALION 7
Rp 719 Juta
14
Mobil KONA EV
Hyundai KONA EV
Rp 516 Juta
14
Mobil V
NETA V
Rp 317 Juta
14
Mobil X
NETA X
Rp 428 Juta
14
Mobil Atto 1
BYD Atto 1
Rp 195 Juta - Rp 235 Juta
14
Mobil DENZA D9
BYD DENZA D9
Rp 950 Juta
14
Mobil EV 4
KIA EV 4
Rp 380 Juta - Rp 580 Juta
14
Mobil Macan
PORSCHE Macan
Rp 2 M - Rp 3.9 M
14
Mobil EV 6
KIA EV 6
Rp 1.3 M - Rp 1.7 M
14
Mobil J6
Chery J6
Rp 505 Juta - Rp 608 Juta
14
Mobil 009
Zeekr 009
Rp 2.2 M
14
Mobil G6
Xpeng G6
Akan Datang
14
Mobil X9
Xpeng X9
Akan Datang
14
Mobil CloudEV
Wuling CloudEV
Rp 398 Juta
Jasa Inspeksi Mobil Terpercaya
Jasa Inspeksi Mobil
Mulai Dari
Rp 350.000
Rp 200.000
Jadwalkan Inspeksi
%
Corporate

Memiliki kebutuhan jasa inspeksi yang lebih banyak, lebih profesional dan bisa terintegrasi antar sistem?

Hubungi Kami
Ulasan & Artikel
Lihat Semua
Semua
Artikel
GoodBike
Tips & Trik
Ulasan
Rotasi Ban Mobil, Kapan Harus Dilakukan agar Ban Tidak Cepat Aus?
06 Nov 2026
Rotasi Ban Mobil, Kapan Harus Dilakukan agar Ban Tidak Cepat Aus? 06 Nov 2026 Jakarta, Goodcar.id – Kapan rotasi ban mobil harus dilakukan? Ban mobil yang masih terlihat tebal belum tentu memiliki tingkat keausan yang sama. Dalam pemakaian sehari-hari, ada ban yang bekerja lebih berat dibandingkan ban lainnya, terutama pada kendaraan dengan sistem penggerak dua roda. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mempercepat keausan dan memengaruhi kestabilan kendaraan. Salah satu cara mengatasinya adalah melakukan rotasi ban secara berkala. Proses ini dilakukan dengan memindahkan posisi ban dari satu sisi atau poros ke posisi lainnya agar tingkat keausan lebih merata. Pada mobil berpenggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD), ban depan menanggung beban kerja lebih besar karena menyalurkan tenaga mesin sekaligus membantu pengendalian dan pengereman. #ReadOthers Sementara pada mobil Rear Wheel Drive (RWD), beban kerja lebih besar berada di roda belakang. Mitsubishi Motors Indonesia melalui keterangan resminya menjelaskan pentingnya perawatan tersebut untuk memperpanjang usia pakai ban dan menjaga kestabilan kendaraan. “Umumnya, disarankan untuk merotasi ban setiap 6 bulan atau 10 ribu,” tulis Mitsubishi Motors Indonesia. Namun, pola pemindahan ban harus disesuaikan dengan sistem penggerak kendaraan. Pada mobil FWD, kedua ban depan dipindahkan ke belakang secara menyilang, sedangkan ban belakang bergerak ke depan pada sisi yang sama. Sebaliknya, pada mobil RWD, kedua ban belakang dipindahkan ke depan secara menyilang. Sementara ban depan berpindah ke belakang tanpa bertukar sisi. Untuk kendaraan AWD atau 4WD, ban depan bergerak ke belakang dengan bertukar sisi. Begitu pula ban belakang yang dipindahkan ke depan secara menyilang. Pola tersebut merupakan panduan umum dan tetap perlu disesuaikan dengan jenis serta konfigurasi ban yang digunakan. #ReadToo Jangan Lupakan Spooring dan Balancing Selain rotasi ban, pemilik mobil juga perlu memperhatikan spooring dan balancing. Keduanya memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama berpengaruh terhadap kenyamanan dan kestabilan kendaraan. Spooring bertujuan memastikan keselarasan sudut roda sesuai spesifikasi pabrikan. Gejala mobil membutuhkan spooring antara lain setir tidak lurus ketika kendaraan berjalan lurus, mobil cenderung menarik ke kanan atau kiri, serta permukaan ban mengalami keausan tidak merata. Mitsubishi Motors Indonesia menyarankan spooring dilakukan setiap 10.000 kilometer. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan setelah mobil melewati jalan rusak, menghantam lubang, atau membentur trotoar. Sementara itu, balancing bertujuan menjaga keseimbangan putaran roda agar tidak menimbulkan getaran. Gejalanya dapat dirasakan ketika setir bergetar saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi atau roda terasa tidak stabil. Balancing idealnya dilakukan setiap kali rotasi ban atau ketika muncul getaran pada roda. Dengan demikian, perawatan ban mobil tidak cukup hanya memeriksa tekanan angin dan menggantinya ketika sudah aus. Rotasi ban, spooring, dan balancing juga perlu diperhatikan sesuai jadwal maupun kondisi kendaraan. Pemilik Mitsubishi dapat berkonsultasi dengan bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat untuk memeriksa kondisi ban dan memastikan kebutuhan perawatan sesuai rekomendasi pabrikan. Lagi Cari Mobil Bekas? Temukan Pilihanmu di Goodcar.id! Jangan asal pilih mobil bekas! Temukan berbagai pilihan mobil bekas murah dan berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaranmu di Goodcar.id, media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Sebelum deal, pastikan kondisi mobil sudah diperiksa melalui GoodSpector, layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan inspeksi dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Layanan ini membantu pembeli memeriksa kondisi mobil bekas sebelum transaksi agar lebih aman, transparan, dan #BebasZonk. Tentang Goodcar dan GoodSpector Goodcar.id merupakan media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Pengguna dapat mencari mobil berdasarkan merek, model, tahun, kondisi, dan anggaran, sekaligus memperoleh informasi harga transparan. GoodSpector merupakan layanan inspeksi mobil bekas dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Meta Description: Ban mobil cepat aus? Mitsubishi Motors Indonesia menjelaskan waktu ideal rotasi ban, spooring, dan balancing serta cara melakukannya sesuai sistem penggerak. #ReadOthers Lihat Selengkapnya
GAC Perkenalkan All-Rounder SUV EV, Apa Bedanya dengan SUV Listrik Biasa?
06 Nov 2026
GAC Perkenalkan All-Rounder SUV EV, Apa Bedanya dengan SUV Listrik Biasa? 06 Nov 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Mobil listrik selama ini identik dengan efisiensi energi, teknologi modern, dan penggunaan di kawasan perkotaan. Namun, kebutuhan konsumen Indonesia tidak selalu sesederhana itu. Kondisi jalan yang beragam, mobilitas keluarga, hingga perjalanan luar kota membuat sebuah SUV listrik dituntut memiliki kemampuan lebih dari sekadar mengandalkan motor penggerak listrik. Melihat kebutuhan tersebut, GAC Indonesia memperkenalkan kategori baru bernama All-Rounder SUV EV melalui konsep All-Rounder Vehicle (ARV) dengan slogan Welcome to the ARV Era. Pendekatan ini membawa karakter SUV ke dalam kendaraan listrik yang dirancang untuk menunjang berbagai kebutuhan perjalanan. Salah satu pembeda yang ditawarkan adalah karakter SUV dengan ground clearance lebih tinggi. Faktor ini dinilai penting untuk menghadapi kondisi jalan Indonesia yang tidak selalu mulus, mulai dari jalan perkotaan, permukaan bergelombang, hingga perjalanan ke luar kota. GAC juga mengambil pendekatan desain berbeda dari SUV konvensional yang identik dengan bentuk mengotak atau boxy. All-Rounder SUV EV mengusung proporsi lebih dinamis dengan garis eksterior modern dan elegan, sehingga tetap menunjang penggunaan harian maupun aktivitas bersama keluarga. #ReadOthers Empat Pilar All-Rounder SUV EV GAC Indonesia membangun konsep ini melalui empat pilar utama, yakni Design, Comfort, Safety, dan Reliability. Pilar Design menitikberatkan pada tampilan eksterior modern dan dinamis dengan karakter SUV. Sementara Comfort berfokus pada kenyamanan pengemudi dan penumpang selama perjalanan. Adapun Safety menempatkan aspek keselamatan sebagai bagian penting dalam memberikan perlindungan dan rasa percaya diri. Pilar Reliability diarahkan pada keandalan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari hingga perjalanan dengan kondisi jalan yang beragam. Keempat aspek tersebut menjadi pendekatan GAC dalam memperkenalkan kendaraan listrik yang tidak hanya menawarkan teknologi elektrifikasi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan penggunaan kendaraan secara menyeluruh. #ReadToo GAC Mengacu pada Kebutuhan Konsumen Indonesia Pengenalan All-Rounder SUV EV juga berkaitan dengan inisiatif GAC Listens: Your Journey, Our Care. Melalui komunikasi langsung, interaksi dengan pelanggan, dan masukan pengguna, GAC mengumpulkan pemahaman mengenai kebutuhan konsumen terhadap kendaraan listrik maupun pengalaman kepemilikannya. Pendekatan tersebut menjadi salah satu landasan perusahaan dalam mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan karakteristik pasar otomotif Indonesia. Melalui filosofi Designed to Meet the Needs of Every Moment, GAC ingin menghadirkan kendaraan listrik yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan harian, mobilitas keluarga, hingga perjalanan jarak jauh. Meski demikian, pengenalan All-Rounder SUV EV saat ini masih berupa kategori dan konsep pengembangan. GAC Indonesia belum merinci model kendaraan yang secara khusus akan mengusung kategori tersebut, termasuk spesifikasi teknis maupun jadwal peluncurannya. Menarik untuk melihat bagaimana konsep ini diterjemahkan ke dalam produk nyata, terutama dalam hal kemampuan menghadapi kondisi jalan Indonesia, kenyamanan, dan aspek keselamatan. Bagi konsumen, karakter serbaguna tersebut bisa menjadi pertimbangan baru ketika memilih mobil listrik berjenis SUV. Sebab, kendaraan listrik idealnya tidak hanya efisien, tetapi juga mampu mengikuti kebutuhan mobilitas sehari-hari. #ReadToo Lagi Cari Mobil Bekas? Temukan Pilihanmu di Goodcar.id! Jangan asal pilih mobil bekas! Temukan berbagai pilihan mobil bekas murah dan berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaranmu di Goodcar.id, media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Sebelum deal, pastikan kondisi mobil sudah diperiksa melalui GoodSpector, layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan inspeksi dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Layanan ini membantu pembeli memeriksa kondisi mobil bekas sebelum transaksi agar lebih aman, transparan, dan #BebasZonk. Tentang Goodcar dan GoodSpector Goodcar.id merupakan media otomotif sekaligus platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Pembeli dapat menemukan berbagai pilihan mobil berdasarkan merek, model, tahun, kondisi, dan anggaran, dengan informasi harga transparan. Untuk membantu memastikan kondisi kendaraan sebelum transaksi, tersedia GoodSpector dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan dan laporan inspeksi dalam 1 jam. #ReadOthers Lihat Selengkapnya
Sama-sama Rp400 Jutaan, Wuling Eksion PHEV vs Geely Starray EM-i, Lebih Baik Mana?
05 Nov 2026
Sama-sama Rp400 Jutaan, Wuling Eksion PHEV vs Geely Starray EM-i, Lebih Baik Mana? 05 Nov 2026 Jakarta, Goodcar.id – Persaingan SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya Wuling Eksion PHEV. Model terbaru Wuling ini berhadapan dengan Geely Starray EM-i yang lebih dulu mengisi segmen SUV elektrifikasi dengan teknologi mesin bensin dan motor listrik. Keduanya sama-sama ditawarkan dengan harga Rp400 jutaan. Namun, jika membandingkan spesifikasi dari masing-masing pabrikan, Wuling Eksion PHEV memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi harga awal, pilihan varian, kapasitas penumpang, hingga kapasitas baterai. Lantas, apa saja perbedaan Wuling Eksion PHEV dan Geely Starray EM-i? #ReadOthers 1. Harga Wuling Eksion PHEV Lebih Murah Rp40 Juta Interior Wuling Eksion Dari sisi harga, Wuling Eksion PHEV menawarkan dua pilihan varian, yakni CE dan EX. Berdasarkan daftar harga resmi Wuling untuk wilayah Jakarta, Eksion PHEV CE dipasarkan Rp459 juta, sedangkan varian EX dibanderol Rp509 juta. Sementara itu, Geely Starray EM-i dipasarkan dengan harga Rp499 juta OTR Jakarta. Dengan demikian, konsumen bisa mendapatkan Wuling Eksion PHEV varian terendah dengan selisih harga Rp40 juta lebih murah dibandingkan Starray EM-i. Namun, untuk varian tertinggi, Eksion EX memiliki harga Rp10 juta lebih mahal. 2. Pilihan Varian Wuling Eksion PHEV Lebih Banyak Keunggulan berikutnya terletak pada pilihan varian. Wuling menyediakan Eksion PHEV dalam dua konfigurasi, yaitu CE dan EX. Konsumen dapat mempertimbangkan perbedaan perlengkapan serta anggaran sebelum menentukan pilihan. Berbeda dengan Geely Starray EM-i yang saat ini dipasarkan di Indonesia dengan satu pilihan model dan harga Rp499 juta. Ketersediaan dua varian membuat Wuling Eksion PHEV memiliki rentang harga yang lebih fleksibel bagi konsumen. 3. Kapasitas Wuling Eksion PHEV Mencapai 7 Penumpang Baris 2 Geely Starray EM-i Perbedaan paling mencolok terdapat pada konfigurasi kabin. Wuling Eksion PHEV merupakan SUV tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang. Sementara itu, Geely Starray EM-i menggunakan konfigurasi lima penumpang dengan dua baris kursi. Keunggulan tersebut membuat Eksion memiliki fleksibilitas lebih besar untuk kebutuhan keluarga yang sering bepergian bersama. Wuling juga menyediakan ventilasi AC untuk seluruh baris, sehingga penumpang di bagian belakang tetap mendapatkan aliran udara dari sistem pendingin kabin. 4. Kapasitas Baterai Wuling Eksion PHEV Lebih Besar #ReadToo Beralih ke sektor elektrifikasi, Wuling Eksion PHEV menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 20,5 kWh. Sementara itu, Geely Starray EM-i dibekali baterai LFP dengan kapasitas 18,4 kWh. Artinya, kapasitas baterai Eksion lebih besar 2,1 kWh dibandingkan Starray EM-i. Meski demikian, kapasitas baterai tidak bisa menjadi satu-satunya patokan untuk menentukan efisiensi maupun jarak tempuh kendaraan. Wuling mengklaim Eksion PHEV mampu menempuh jarak listrik murni hingga 125 km berdasarkan pengujian CLTC. Adapun Starray EM-i mencatat klaim jarak listrik hingga 105 km berdasarkan standar NEDC. Kedua angka tersebut menggunakan metode pengujian berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung. 5. Mesin Bensin Wuling Eksion PHEV Sedikit Lebih Bertenaga Kedua SUV ini sama-sama mengandalkan mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated dengan konfigurasi empat silinder. Wuling Eksion PHEV memiliki tenaga maksimum 105 hp dan torsi 130 Nm. Sementara itu, mesin Geely Starray EM-i menghasilkan tenaga 73 kW atau sekitar 98 hp dengan torsi 125 Nm. Berdasarkan spesifikasi mesin pembakaran internal, Eksion unggul 7 hp dan 5 Nm dibandingkan Starray. Namun, pada sektor motor listrik, Geely Starray EM-i justru memiliki keluaran lebih besar. Motor listriknya menghasilkan tenaga 160 kW atau sekitar 218 hp dan torsi 262 Nm. Adapun Eksion PHEV memiliki motor listrik 145 kW atau 195 hp dengan torsi 230 Nm. 6. Dimensi dan Wheelbase Wuling Eksion Lebih Panjang Wuling Eksion PHEV memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.755 mm, serta wheelbase 2.810 mm. Sementara itu, Geely Starray EM-i memiliki panjang 4.740 mm, lebar 1.905 mm, tinggi 1.685 mm, dan wheelbase 2.755 mm. Dari data tersebut, Eksion unggul dalam panjang bodi 5 mm, tinggi 70 mm, serta jarak sumbu roda 55 mm. Sebaliknya, Starray EM-i memiliki bodi lebih lebar 55 mm. Wheelbase yang lebih panjang dan konfigurasi tiga baris menjadi kombinasi menarik pada Eksion untuk menunjang kebutuhan ruang kabin keluarga. 7. Kapasitas Tangki Bahan Bakar Eksion Sedikit Lebih Besar Untuk menunjang perjalanan jarak jauh, Wuling Eksion PHEV dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 52 liter. Geely Starray EM-i memiliki kapasitas tangki 51 liter. Selisihnya memang hanya satu liter, tetapi secara spesifikasi Eksion menawarkan kapasitas penyimpanan bahan bakar sedikit lebih besar. Wuling sendiri mengklaim total jarak tempuh kombinasi Eksion PHEV mencapai lebih dari 1.000 km. Geely juga mencantumkan klaim jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 km berdasarkan standar NEDC. Dari perbandingan spesifikasi kedua pabrikan, Wuling Eksion PHEV menawarkan sejumlah keunggulan pada harga varian awal, pilihan varian, kapasitas tujuh penumpang, baterai, spesifikasi mesin bensin, dimensi, wheelbase, dan tangki bahan bakar. Sementara itu, Geely Starray EM-i memiliki keunggulan pada tenaga dan torsi motor listrik, lebar bodi, serta sejumlah perlengkapan teknologi kabin. Pada akhirnya, pilihan kembali kepada kebutuhan konsumen. Wuling Eksion PHEV menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk keluarga yang membutuhkan SUV tujuh penumpang, sedangkan Starray EM-i hadir dengan karakter SUV PHEV lima penumpang dan motor listrik dengan keluaran tenaga lebih besar. Lagi Cari Mobil Bekas? Temukan Pilihanmu di Goodcar.id! Jangan asal pilih mobil bekas! Temukan berbagai pilihan mobil bekas murah dan berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaranmu di Goodcar.id, media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Sebelum deal, pastikan kondisi mobil sudah diperiksa melalui GoodSpector, layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan inspeksi dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Layanan ini membantu pembeli memeriksa kondisi mobil bekas sebelum transaksi agar lebih aman, transparan, dan #BebasZonk. Tentang Goodcar dan GoodSpector Goodcar.id merupakan media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Temukan pilihan mobil bekas sesuai kebutuhan, bandingkan model, tahun, kondisi, dan anggaran, serta dapatkan informasi harga transparan. GoodSpector merupakan layanan inspeksi mobil bekas dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. #ReadOthers Lihat Selengkapnya
Test Drive Kia Seltos GT Line Selama 5 Hari, Segini Konsumsi BBM yang Kami Dapat
05 Nov 2026
Test Drive Kia Seltos GT Line Selama 5 Hari, Segini Konsumsi BBM yang Kami Dapat 05 Nov 2026 Jakarta, Goodcar.id – Kia All-New Seltos GT Line menjadi salah satu SUV kompak yang menarik untuk diuji di tengah persaingan pasar otomotif Indonesia. Selama lima hari, Goodcar.id berkesempatan menggunakan varian tertinggi Seltos ini untuk berbagai aktivitas, mulai dari perjalanan bersama keluarga ke Bogor Kota hingga bepergian bersama teman ke Bojong, Bogor. Dari pengalaman tersebut, ada beberapa hal yang menjadi catatan, mulai dari ruang kabin yang lega, kenyamanan berkendara, fitur pendukung, hingga konsumsi bahan bakar. Performa Mesin Kia All-New Seltos GT Line #ReadOthers Fitur paddle shifter KIA Seltos Kesan pertama ketika duduk di balik kemudi adalah posisi berkendara yang terasa nyaman. Lingkar setir memiliki genggaman yang pas, sehingga tangan tidak cepat terasa lelah ketika harus mengendalikan mobil dalam perjalanan. Saat digunakan di jalan perkotaan, karakter mesin 1.500 cc-nya terasa cukup untuk mengikuti ritme lalu lintas. Ketika pedal gas diinjak, tenaga disalurkan melalui transmisi Intelligent Variable Transmission (IVT) ke roda depan. Karakter transmisinya lebih mengutamakan kehalusan penyaluran tenaga. Untuk penggunaan harian, karakter seperti ini terasa praktis, terutama ketika menghadapi kondisi lalu lintas yang mengharuskan pengemudi berulang kali mengurangi dan menambah kecepatan. Ketika perjalanan mulai keluar dari kawasan perkotaan menuju Bogor, karakter berkendaranya terasa cukup fleksibel. Pengemudi bisa memilih tiga mode berkendara, yakni Normal, Eco, dan Sport. Mode Normal menjadi pilihan untuk penggunaan sehari-hari. Sementara Eco dapat digunakan ketika ingin berkendara lebih efisien. Jika membutuhkan respons yang lebih sigap, pengemudi bisa memilih Sport. Menariknya, tersedia pula paddle shifter di balik setir. Fitur ini memungkinkan pengemudi mengatur perpindahan rasio transmisi melalui tuas kecil di belakang lingkar kemudi. Jadi, ketika ingin mendapatkan sensasi berkendara yang lebih aktif, pengemudi tidak harus selalu mengandalkan pengaturan transmisi otomatis. Di balik kap mesinnya, Kia Seltos GT Line mengandalkan mesin Smartstream Gamma II berkapasitas 1.497 cc, DOHC, Dual CVVT. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 115 PS dan torsi maksimum 144 Nm. #ReadToo Konsumsi BBM Kia Seltos GT Line Tembus 18,4 Km/Liter Selain kenyamanan, konsumsi bahan bakar menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan selama pengujian. Dalam perjalanan di jalan tol dengan kondisi lalu lintas lancar, konsumsi BBM Kia Seltos GT Line sempat menyentuh angka 18,4 km/liter. Sementara itu, ketika digunakan di jalan raya perkotaan dengan kondisi stop and go, konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 11 km/liter. Perbedaan tersebut cukup menggambarkan bagaimana kondisi perjalanan memengaruhi efisiensi bahan bakar. Ketika mobil bisa melaju lebih konsisten, konsumsi BBM cenderung lebih hemat dibandingkan saat harus sering berhenti dan kembali berakselerasi. Kabin Kia Seltos GT Line Nyaman untuk Perjalanan Bersama Keluarga Angka tersebut merupakan hasil yang tercatat selama penggunaan lima hari, bukan klaim pabrikan. Hasil aktual tentu dapat berbeda tergantung kondisi lalu lintas, beban kendaraan, rute, dan gaya berkendara. Beranjak ke bagian kabin, ruang interior Kia Seltos GT Line cukup mendukung perjalanan bersama keluarga maupun teman. Selama digunakan ke Bogor, tata letak kabinnya terasa praktis untuk aktivitas perjalanan. Pengemudi juga tidak perlu terlalu sering melepas tangan dari setir karena sejumlah pengaturan kendaraan sudah tersedia melalui tombol di lingkar kemudi. Salah satu detail yang terasa ketika berkendara malam hari adalah ambient lighting. Pencahayaan dekoratif ini memberikan suasana berbeda pada interior, terutama ketika kondisi di luar kendaraan mulai gelap. Panoramic sunroof juga menjadi daya tarik tersendiri. Ketika penutupnya dibuka, cahaya dari luar masuk ke dalam kabin sehingga suasana interior terasa lebih terbuka. Untuk menemani perjalanan, Kia menyematkan sistem audio BOSE. Kehadiran perangkat audio ini menambah pilihan hiburan bagi pengemudi dan penumpang selama perjalanan. Fitur Kia Seltos GT Line Membantu Saat Parkir dan Bermanuver Ketika harus bermanuver di area parkir atau ruang yang relatif terbatas, Kia Seltos GT Line sudah dilengkapi Surround View Monitor (SVM). Fitur ini menampilkan visual area di sekitar kendaraan melalui layar, sehingga pengemudi bisa mendapatkan gambaran posisi mobil terhadap objek di sekelilingnya. Ada pula Blind-spot View Monitor (BVM). Ketika lampu sein diaktifkan, tampilan kamera pada sisi kendaraan akan muncul di layar instrumen. Bagi saya, fitur tersebut memudahkan ketika hendak berpindah jalur atau memantau area samping yang tidak selalu terlihat jelas melalui kaca spion. Kehadiran kedua fitur ini terasa relevan untuk penggunaan di perkotaan, terutama ketika harus menghadapi area parkir yang sempit atau lalu lintas dengan banyak kendaraan di sekitar. Kesimpulan Pengalaman Test Drive Kia Seltos GT Line Setelah digunakan selama lima hari untuk berbagai kebutuhan perjalanan, Kia All-New Seltos GT Line memberikan pengalaman berkendara yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan. Karakter mesin dan transmisi terasa sesuai untuk penggunaan harian, sementara pilihan mode berkendara memberikan keleluasaan kepada pengemudi untuk menyesuaikan respons kendaraan. Hal lain yang menjadi catatan adalah konsumsi BBM yang sempat mencapai 18,4 km/liter di jalan tol dan sekitar 11 km/liter di jalan perkotaan dengan kondisi stop and go. Ditambah kabin dengan sejumlah fitur pendukung, Seltos GT Line bisa menjadi salah satu pilihan SUV kompak bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari sekaligus perjalanan luar kota. Namun, pengalaman berkendara tetap menjadi pertimbangan subjektif. Karena itu, mencoba langsung mobil ini melalui test drive menjadi cara terbaik untuk mengetahui apakah karakter Seltos GT Line sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengemudi. Lagi Cari Mobil Bekas? Temukan Pilihanmu di Goodcar.id! Jangan asal pilih mobil bekas! Temukan berbagai pilihan mobil bekas murah dan berkualitas sesuai kebutuhan dan anggaranmu di Goodcar.id, media otomotif dan platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Sebelum deal, pastikan kondisi mobil sudah diperiksa melalui GoodSpector, layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan inspeksi dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Layanan ini membantu pembeli memeriksa kondisi mobil bekas sebelum transaksi agar lebih aman, transparan, dan #BebasZonk. Tentang Goodcar dan GoodSpector Goodcar.id merupakan media otomotif sekaligus platform jual beli mobil bekas dari Indomobil Group. Konsumen dapat menemukan pilihan mobil berdasarkan merek, model, tahun, kondisi, dan anggaran dengan informasi harga transparan. GoodSpector menyediakan layanan inspeksi mobil bekas dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. #ReadOthers Lihat Selengkapnya
Pengalaman Mereka Beli di GoodCar
Nissan Leaf 2019
Lihat Testimoni
Nissan Leaf 2019

Prosesnya cepat, mobilnya masih enak banget dan warranty nya masih aktif, jadi cukup worry free. Terima kasih Goodcar.

HANSEL
Toyota Grand New Avanza 1.3 G M/T

Alhamdulillah Memuaskan

DAIM MUJIONO
Honda City All New E 1.5 A/T
Lihat Testimoni
Honda City All New E 1.5 A/T

Alhamdulillah prosesnya lancar, salesnya sangat informatif, dan kondisi barangnya masih bagus. 

RIKO
Renault Duster RXL 1.5 dCi 4X2 MT

Prosesnya cepat, dan penyerahan dokumen kendaraan juga cepat. Kondisi kendaraan sofar ok, tdk ada masalah. Udah dipakai 3x jalan jauh, jkt-ciamis, jkt-dieng dan jkt - malang, aman2 saja.. sedikit masalah di power window driber yg kadang macet.. harga tergolong affordable ..👍👍

IR.DEDE IWAHYARASMAN
Infiniti FX37 3700
Lihat Testimoni
Infiniti FX37 3700

Barangnya bagus, dan kilometernya masih rendah

JOKO
Daihatsu Great New Xenia 1.3 X STD M/T

Ok pak bagus gak ada kendala👍👍

NGATIMAN
Infiniti FX50 4X4
Lihat Testimoni
Infiniti FX50 4X4

Udah jarang banget mobil 8 Silider, tapi di Goodcar ada

ABRAHAM
Toyota New Vios 1.5 G A/T

Kondisi mobil sehat.. proses pembelian oke. Kualitas mobil bagus

BRIAN DWINA ASTUTI