Mobil Listrik vs Hybrid 2026: Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia?19 Jun 2026
Mobil Listrik vs Hybrid 2026: Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia?19 Jun 2026
Jakarta, Goodcar.id – Jika beberapa tahun lalu mobil listrik masih dianggap sebagai produk niche, kini kondisinya sudah berubah drastis.
Masuknya berbagai merek baru, terutama dari China, membuat pilihan kendaraan listrik semakin beragam dengan rentang harga yang makin kompetitif. Dampaknya, adopsi mobil listrik pun melonjak signifikan.
Namun menariknya, di tengah tren tersebut, mobil hybrid justru belum tergeser. Model hybrid masih menjadi kontributor utama penjualan bagi sejumlah pabrikan Jepang di Indonesia.
Lalu di 2026 ini, mana yang sebenarnya lebih worth it: mobil listrik atau hybrid?
Data Penjualan Elektrifikasi Tumbuh
Berdasarkan data industri otomotif nasional, total penjualan kendaraan di Indonesia masih didominasi oleh mobil bermesin konvensional. Namun, tren elektrifikasi terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Berikut rincian penjualan dan pangsa pasar terbaru:
Mobil listrik murni (BEV): 103.931 unit (12,9%)
Mobil hybrid (HEV): 65.943 unit (8,2%)
Plug-in Hybrid (PHEV): 5.270 unit (0,7%)
Total kendaraan elektrifikasi: 175.144 unit (21,8%)
Mobil bensin & diesel (ICE): 628.543 unit (78,2%)
Dari data ini terlihat jelas bahwa kendaraan elektrifikasi sudah menyumbang lebih dari 20 persen pasar nasional. mobil listrik murni sendiri menyumbang angka 12,9% di 2025, sedangkan hybrid termasuk PHEV menyumbang 8,9%.
Mobil Listrik Unggul dari Sisi Biaya Operasional
Jika bicara efisiensi, mobil listrik masih jadi pemenang yang cukup telak.
Pengguna tidak perlu membeli bahan bakar minyak, dan biaya perawatan juga lebih sederhana karena tidak ada komponen seperti oli mesin, filter, atau sistem pembakaran internal.
Dalam praktiknya, biaya energi mobil listrik bisa berada di kisaran ratusan rupiah per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin, bahkan jika dibandingkan dengan hybrid sekalipun.
Sementara itu, mobil hybrid memang lebih hemat dibanding mobil konvensional, tetapi tetap bergantung pada BBM. Artinya, biaya operasionalnya masih belum bisa menyaingi efisiensi mobil listrik murni.
Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi harian, selisih ini akan terasa signifikan dalam jangka panjang.
Hybrid tidak membutuhkan charging station.
Di titik ini, mobil hybrid masih punya keunggulan yang sulit disaingi.
Hybrid tidak membutuhkan charging station. Pengguna cukup mengisi BBM seperti biasa, sementara sistem akan mengatur kerja motor listrik dan baterai secara otomatis.
Sebaliknya, mobil listrik masih bergantung pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Meskipun jumlah SPKLU terus bertambah dan teknologi fast charging mulai berkembang, distribusinya belum merata.
Untuk penggunaan dalam kota, mobil listrik sudah cukup nyaman.
Namun untuk perjalanan jarak jauh atau lintas daerah, keterbatasan infrastruktur masih menjadi pertimbangan utama.
Karena itu, bagi pengguna dengan mobilitas tinggi antar kota, hybrid masih menawarkan fleksibilitas yang lebih aman.
Pengalaman Berkendara: EV Lebih Modern
Dari sisi driving experience, mobil listrik menawarkan sensasi yang berbeda.
Torsi instan membuat akselerasi terasa lebih responsif, sementara kabin yang senyap meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama di area perkotaan.
Sebaliknya, mobil hybrid memberikan pengalaman yang lebih familiar.
Transisi antara mesin dan motor listrik berlangsung halus tanpa mengubah kebiasaan berkendara.
Namun, pada teknologi hybrid modern, pendekatannya sudah semakin berbeda.
Beberapa pabrikan seperti Nissan melalui teknologi e-Power dan Wuling dengan sistem “Ling Power” (yang berfokus pada konsep electric drive), menghadirkan pengalaman berkendara yang kini makin mendekati mobil listrik murni.
Pada sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama roda, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai.
Hasilnya, sensasi berkendara yang dirasakan pengemudi menjadi lebih halus, responsif, dan menyerupai EV, tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal.
Harga dan Value: Semakin Tipis Beda di Pasar Elektrifikasi
Dulu, mobil listrik (EV) selalu diposisikan sebagai produk paling mahal di lini elektrifikasi. Namun situasi itu mulai bergeser.
Saat ini, gap harga antara EV dan hybrid semakin mengecil. Bahkan di beberapa segmen, hybrid justru mulai masuk ke rentang harga yang berdekatan dengan EV entry-level.
Misal di segmen MPV 300–400 jutaan, batas harga antara hybrid dan EV kini semakin kabur.
Terlihat dari perbandingan Toyota Veloz Hybrid yang berada di kisaran sekitar Rp303–389 juta dengan BYD M6 DM yang juga dipasarkan di rentang kurang lebih Rp298–390 juta.
Artinya, kedua model ini sudah berada dalam satu “zona harga” yang saling beririsan, di mana varian terendah BYD M6 DM bahkan bisa lebih murah dibanding Veloz Hybrid, sementara varian tertingginya bertemu di kisaran yang sama.
Meski demikian, hybrid masih memiliki keunggulan tersendiri, terutama pada nilai jual kembali. Teknologi yang lebih lama dikenal membuatnya dianggap lebih stabil dan “aman” di pasar mobil bekas, khususnya bagi konsumen yang masih mempertimbangkan risiko adopsi teknologi baru.
Lihat Selengkapnya
Setiap Mobil BYD yang Terjual Kini Bantu Anak Sekolah Indonesia, Programnya Diperluas ke 45 Kota17 Jun 2026
Setiap Mobil BYD yang Terjual Kini Bantu Anak Sekolah Indonesia, Programnya Diperluas ke 45 Kota17 Jun 2026
Jakarta, GoodCar.id – PT BYD Motor Indonesia memperluas program tanggung jawab sosial bertajuk “Small Steps for Tomorrow” sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Program yang dijalankan bersama BenihBaik ini kini memasuki tahap baru dengan jangkauan yang lebih luas, seiring peluncuran kendaraan terbaru BYD M6 DM di Indonesia.
Mengusung semangat “Every Vehicle Sold, One Step for a Better Future – Responding to School Needs”, BYD menghadirkan konsep unik di mana setiap kendaraan yang terjual akan berkontribusi dalam mendukung kebutuhan sekolah dan pendidikan siswa di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini menjadi wujud keyakinan BYD bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi kendaraan energi baru, tetapi juga berupaya menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Jangkau 45 Kota di Indonesia
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa keberlanjutan bagi BYD tidak hanya berbicara tentang inovasi teknologi, tetapi juga bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, perluasan program Small Steps for Tomorrow menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan Indonesia.
“Bersamaan dengan peluncuran BYD M6 DM, kami memperluas dampak positif melalui program Small Steps for Tomorrow. Setiap kendaraan BYD yang terjual akan menjadi bagian dari kontribusi untuk mendukung kebutuhan sekolah dan siswa di Indonesia. Bersama mitra dan jaringan dealer, program ini akan diperluas hingga menjangkau 45 kota di Indonesia,” ujar Eagle Zhao.
Sebelumnya, program ini telah berjalan di sejumlah daerah dan berhasil menyalurkan bantuan berupa 1.200 pasang sepatu dan tas sekolah kepada pelajar yang membutuhkan.
Program tersebut telah menjangkau 12 sekolah di berbagai wilayah seperti Bekasi, Bogor, Depok, Serang, Semarang, Kediri, Bali, hingga Lampung. Bantuan diberikan untuk mendukung aktivitas belajar siswa sekaligus meringankan kebutuhan pendidikan sehari-hari.
Peluncuran resmi program dilakukan di SDN 03 Pondok Petir, Depok, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, perwakilan BenihBaik, jaringan dealer BYD, serta jajaran manajemen perusahaan.
Komitmen Global untuk Pendidikan
Komitmen BYD terhadap pendidikan bukan hanya dilakukan di Indonesia. Secara global, perusahaan telah menjadikan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus utama dalam strategi keberlanjutannya.
Pada 2024, BYD mengalokasikan dana pendidikan senilai RMB 3 miliar atau sekitar Rp7,9 triliun untuk mendukung pengembangan pendidikan dan teknologi. Dukungan tersebut diberikan kepada 35 universitas dan 28 museum sains serta teknologi di Tiongkok.
Selain itu, BYD juga aktif mendukung pengembangan talenta muda melalui berbagai program, termasuk pembinaan atlet sepak bola muda melalui program China Football Boys yang telah berjalan sejak 2025.
Perusahaan juga mendirikan BYD Schools yang menyediakan pendidikan berkelanjutan selama sembilan tahun, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah, guna menciptakan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Hadirkan Dampak Sosial dan Lingkungan di Indonesia
Di Indonesia, komitmen keberlanjutan BYD tidak hanya diwujudkan melalui program pendidikan. Perusahaan juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
BYD tercatat pernah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara, Padang, dan Aceh. Selain itu, perusahaan juga menjalankan program penanaman mangrove bersama komunitas pengguna BYD sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Pada sektor edukasi teknologi, BYD menghadirkan program BYD Goes to Campus yang memperkenalkan perkembangan teknologi kendaraan energi baru kepada mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa perusahaan ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui berbagai program sosial yang dijalankan.
“Kami percaya kontribusi nyata dimulai dari memahami kebutuhan masyarakat. Melalui pendidikan, lingkungan, hingga pengembangan teknologi bagi generasi muda, kami ingin memastikan kehadiran BYD memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Luther.
Dukung Pertumbuhan Kendaraan Energi Baru
Sejalan dengan komitmen sosialnya, BYD juga terus mendorong transformasi mobilitas berkelanjutan. Hingga Mei 2026, BYD telah mencatat penjualan lebih dari 16,5 juta kendaraan energi baru di 121 negara dan wilayah di dunia.
Di Indonesia sendiri, BYD telah mengirimkan lebih dari 91.000 kendaraan kepada konsumen hingga Mei 2026. Pencapaian tersebut menjadikan BYD sebagai salah satu kontributor utama pertumbuhan kendaraan energi baru di Tanah Air.
Melalui kombinasi inovasi teknologi dan kontribusi sosial yang berkelanjutan, BYD berharap dapat terus berperan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik, baik melalui kendaraan ramah lingkungan maupun dukungan nyata terhadap pendidikan generasi muda Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Harga Mulai Rp298 Juta, MPV Baru BYD Siap Tantang Dominasi Mobil Keluarga di Indonesia15 Jun 2026
Harga Mulai Rp298 Juta, MPV Baru BYD Siap Tantang Dominasi Mobil Keluarga di Indonesia15 Jun 2026
Jakarta, GoodCar.id – PT BYD Motor Indonesia resmi mengumumkan harga BYD M6 Dual Mode (DM) untuk pasar Indonesia. Kehadiran MPV terbaru ini menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang lebih hemat, efisien, dan fleksibel di tengah tren kenaikan biaya mobilitas, termasuk harga bahan bakar yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan.
Sebagai salah satu segmen kendaraan paling populer di Indonesia, Multi Purpose Vehicle (MPV) memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas keluarga maupun pelaku usaha. Dengan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap total penjualan kendaraan nasional, MPV menjadi pilihan utama untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan jarak jauh.
Melihat kondisi tersebut, BYD menghadirkan M6 DM yang mengusung teknologi Dual Mode (DM), sebuah teknologi elektrifikasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara layaknya kendaraan listrik, namun tetap menawarkan fleksibilitas kendaraan berbahan bakar konvensional.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa teknologi Dual Mode hadir untuk membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga bahan bakar tanpa mengorbankan kenyamanan dan kemudahan berkendara.
"Di tengah dinamika harga energi yang terus berkembang, kami menghadirkan BYD M6 DM sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien dan fleksibel. Dengan harga mulai dari Rp298 juta, kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat teknologi Dual Mode dalam aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Harga BYD M6 DM di Indonesia
BYD menghadirkan M6 DM dalam dua tipe utama, yakni Classic dan Cross, yang terdiri dari lima varian berbeda.
BYD M6 DM Cross
Superior Captain: Rp390.000.000 (*Harga OTR Jakarta)
Superior: Rp380.000.000 (*Harga OTR Jakarta)
Advanced: Rp360.000.000 (*Harga OTR Jakarta)
BYD M6 DM Classic
Dynamic: Rp318.000.000 (*Harga OTR Jakarta)
Standard: Rp298.000.000 (*Harga OTR Jakarta)
Dengan rentang harga tersebut, BYD M6 DM menjadi salah satu MPV elektrifikasi paling kompetitif di pasar Indonesia saat ini.
Biaya Perawatan Lebih Hemat hingga 30 Persen
Salah satu keunggulan utama BYD M6 DM terletak pada efisiensi biaya kepemilikan. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, kendaraan ini mampu menghadirkan biaya perawatan hingga sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional di segmen yang sama.
Efisiensi tersebut berasal dari kemampuan sistem Dual Mode dalam mengoptimalkan penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kebutuhan perjalanan. Hasilnya, konsumsi energi menjadi lebih hemat tanpa mengurangi performa kendaraan.
Selain itu, pengguna juga mendapatkan keuntungan berupa pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif berkat dominasi motor listrik dalam berbagai kondisi penggunaan sehari-hari.
Teknologi DM 5.0 dengan Filosofi G.A.S.S
BYD M6 DM menggunakan teknologi Dual Mode generasi terbaru atau DM 5.0 yang telah dikembangkan sejak pertama kali diperkenalkan secara global pada 2008.
Teknologi ini mengusung filosofi G.A.S.S (Gesit, Andal, Senyap, Super Irit).
Karakter "Gesit" diwujudkan melalui respons akselerasi yang cepat dan halus seperti kendaraan listrik. Sementara "Andal" menunjukkan kemampuan sistem dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi jalan dan kebutuhan perjalanan.
Di sisi lain, karakter "Senyap" menghadirkan kenyamanan lebih melalui minimnya suara dan getaran di dalam kabin. Sedangkan "Super Irit" menjadi nilai utama melalui efisiensi energi yang mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Kombinasi tersebut membuat BYD M6 DM tidak hanya cocok digunakan di perkotaan, tetapi juga mampu mendukung perjalanan antarkota maupun jarak jauh.
Antusiasme Tinggi dari Konsumen Indonesia
Sejak diperkenalkan pada Mei 2026, BYD mengungkapkan bahwa lebih dari 20.000 masyarakat Indonesia telah menunjukkan ketertarikan terhadap teknologi Dual Mode yang diusung BYD M6 DM.
Sebagai bentuk apresiasi, BYD juga memberikan penghargaan simbolis kepada 20 konsumen pertama yang menjadi bagian dari gelombang awal pengguna teknologi DM di Indonesia.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa Indonesia memiliki karakter mobilitas yang sangat beragam sehingga membutuhkan solusi kendaraan yang mampu memberikan keseimbangan antara efisiensi dan fleksibilitas.
"Kami berharap BYD M6 DM dapat memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kendaraan energi baru sekaligus mendukung percepatan transformasi mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.
Melalui kehadiran M6 DM, BYD semakin mempertegas komitmennya dalam menghadirkan solusi mobilitas masa depan yang hemat, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.
Lihat Selengkapnya
BYD Tech Culture Fest 2026 Jadi Panggung Teknologi EV dan Lifestyle Terbesar di Indonesia25 May 2026
BYD Tech Culture Fest 2026 Jadi Panggung Teknologi EV dan Lifestyle Terbesar di Indonesia25 May 2026
Jakarta, GoodCar.id – PT BYD Motor Indonesia resmi membuka BYD Tech Culture Fest 2026 yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno atau GBK Senayan pada 20–24 Mei 2026. Mengusung konsep technology, lifestyle, and community experience, festival ini menjadi ajang terbesar BYD di Indonesia dalam memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru kepada masyarakat melalui pengalaman yang lebih interaktif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui festival ini, BYD menghadirkan berbagai inovasi kendaraan elektrifikasi yang menggabungkan teknologi EV dan Dual Mode (DM). Beragam teknologi unggulan seperti e-Platform 3.0, Blade Battery, hingga platform DM terbaru diperkenalkan melalui berbagai zona eksplorasi dan aktivitas interaktif yang memungkinkan pengunjung melihat sekaligus mencoba langsung teknologi kendaraan BYD.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan bahwa festival ini dirancang agar masyarakat tidak hanya mengenal teknologi kendaraan energi baru secara teori, tetapi juga merasakan manfaatnya secara langsung.
“Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, kami ingin masyarakat tidak hanya melihat teknologi kendaraan energi baru, tetapi juga merasakan langsung bagaimana inovasi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena bagi BYD, teknologi tidak hanya hadir sebagai inovasi masa depan, tetapi juga harus dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” ujar Eagle Zhao.
Hadirkan Lebih dari 40 Kendaraan BYD dan DENZA
Sepanjang penyelenggaraan festival, pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 40 kendaraan dari lini BYD dan DENZA melalui berbagai area interaktif.
Beberapa aktivitas unggulan yang dihadirkan antara lain test drive seluruh lini kendaraan listrik BYD di Indonesia, Speed Test Ride bersama BYD Seal 6 DM yang akan segera meluncur di Indonesia, hingga pengalaman off-road melalui Monster Track DENZA B5.
Pada area off-road tersebut, pengunjung dapat menyaksikan kemampuan DENZA B5 menghadapi berbagai obstacle ekstrem seperti tanjakan curam, jalur tidak rata, hingga lintasan jungkat-jungkit. Demonstrasi ini memperlihatkan bagaimana sistem penggerak dan distribusi tenaga kendaraan bekerja secara adaptif dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan.
Selain itu, pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai model kendaraan BYD seperti BYD Dolphin, BYD Atto 3, BYD Seal, BYD Sealion 7, BYD M6 DM, hingga DENZA D9.
Technology Zone Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu area utama dalam festival ini adalah Technology Zone yang dirancang untuk memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru BYD secara lebih mudah dipahami dan interaktif.
Melalui empat zona utama yaitu Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit, pengunjung dapat memahami bagaimana teknologi Dual Mode (DM) BYD bekerja dalam berbagai kondisi penggunaan sehari-hari.
Zona Gesit memperlihatkan karakter akselerasi kendaraan yang responsif dan halus. Sementara Zona Andal menunjukkan bagaimana teknologi DM bekerja secara adaptif dalam berbagai karakter jalan dan kondisi medan.
Pada Zona Senyap, pengunjung dapat merasakan langsung pengalaman kabin kendaraan yang lebih tenang dan minim getaran. Sedangkan Zona Super Irit memperlihatkan efisiensi energi yang mampu dihasilkan teknologi DM untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Melalui pendekatan interaktif ini, BYD ingin menunjukkan bahwa kendaraan energi baru tidak hanya menawarkan teknologi modern, tetapi juga kenyamanan, efisiensi, dan pengalaman berkendara yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Perpaduan Teknologi, Lifestyle, dan Komunitas
Tidak hanya fokus pada kendaraan dan teknologi, BYD Tech Culture Fest 2026 juga menghadirkan berbagai area lifestyle dan aktivitas komunitas yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
Pengunjung dapat menikmati area kuliner, kids activity, booth Vehicle-to-Load (VtoL) experience, technology showcase, hingga berbagai activity area yang dirancang dalam suasana festival yang lebih santai dan interaktif.
Festival ini juga menghadirkan berbagai agenda harian seperti insurance dan leasing talk show, sesi komunitas bersama BEYOND Community, hingga aktivitas olahraga dan gaya hidup seperti pound fit, cardio class, dan zumba session.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa festival ini menjadi ruang interaksi antara teknologi, komunitas, dan masyarakat.
“BYD Tech Culture Fest 2026 tidak hanya kami hadirkan sebagai ajang untuk memperkenalkan teknologi kendaraan energi baru, tetapi juga sebagai ruang interaksi yang mempertemukan komunitas, keluarga, dan masyarakat dalam pengalaman yang lebih terbuka dan dekat dengan gaya hidup modern,” kata Luther.
Melalui BYD Tech Culture Fest 2026, BYD ingin memperkuat koneksi antara inovasi teknologi, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung masa depan mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Setelah Jakarta, festival ini juga direncanakan hadir di berbagai kota besar lain seperti Medan, Semarang, Bandung, hingga Surabaya sebagai bagian dari komitmen BYD untuk membawa pengalaman teknologi kendaraan energi baru lebih dekat kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.