Beranda / Mobil Baru / Katalog / BYD SEALION 7

BYD SEALION 7

Rp 719 Juta
Jarak Tempuh
567 KM
Mesin
Roda Penggerak
RWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
BYD SEALION 7 BEV
Rp 719 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
BYD SEALION 7 BEV
Jarak Tempuh
567 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Pintu
5
Roda Penggerak
RWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

BYD SEALION 7
Artikel Terkait
Lihat Semua
Bocoran Mobil Baru BAIC 2026 : BJ30 HEV & Arcfox T1 Bakal Bikin Geger?
06 Mar 2026
Bocoran Mobil Baru BAIC 2026 : BJ30 HEV & Arcfox T1 Bakal Bikin Geger? 06 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - BAIC Indonesia mulai menebar bocoran mobil baru yang bakal hadir pada 2026. Dari BJ30 HEV hybrid sampai hatchback listrik premium Arcfox T1. Setelah sukses meluncurkan BAIC X55 II dan BJ40 Plus pada 2024, lalu BJ30 Hybrid pada 2025, tahun depan giliran BJ30 HEV versi CKD (Completely Knocked Down) siap meramaikan lini hybrid. Produksi lokal ini bukan cuma soal jualan, tapi bagian dari strategi jangka panjang BAIC menjadikan Indonesia basis manufaktur regional di Asia Tenggara. Arcfox T1, Mobil Listrik Pesaing BYD Dolphin Selain hybrid, BAIC juga bawa sub-brand listrik Arcfox ke Indonesia. Arcfox dikenal sebagai mobil listrik premium yang futuristik dan sudah hits di Tiongkok. Pengembangan Arcfox melibatkan perusahaan global seperti Magna, Huawei, Baidu, Autoliv, CATL, dan Bosch. Dari baterai sampai sistem ADAS dan teknologi otonom, semua dikolaborasikan untuk pengalaman berkendara yang aman dan futuristik. Tahun depan, Arcfox T1 bakal jadi model entry level yang masuk segmen medium hatchback EV, bersaing dengan BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, MG4 EV, GWM Ora, dan AION UT. Dhani Yahya, COO BAIC Indonesia, bilang “Arcfox T1 sudah sukses di negara asalnya. Kami yakin kesuksesan itu akan dibawa ke Indonesia.” BAIC X1 EV, Small Hatchback Listrik Selain Arcfox T1, BAIC juga menyiapkan BAIC X1 untuk segmen small hatchback EV. Dengan panjang sekitar 3,8–4,2 meter, model ini siap bersaing dengan Wuling Binguo dan BYD Atto 1, menambah pilihan EV kompak buat konsumen Indonesia. Gak cuma mobil baru, BAIC juga memperluas jaringan dealer. Targetnya: 28 dealer di seluruh Indonesia pada akhir 2026, fokus awal di Jabodetabek. Saat ini ada 6 dealer, dan rencananya akan ditambah 7 dealer baru. Semua dealer bakal melayani penjualan, servis, hingga penyediaan suku cadang untuk BAIC dan Arcfox. Layanan Purna Jual Biar Pengalaman Makin Mantap BAIC juga serius soal layanan purna jual, termasuk: Garansi kendaraan 5 tahun Servis gratis 4 tahun / 80.000 km Emergency Roadside Assistance gratis 5 tahun Genuine spare parts tersedia di seluruh dealer Dhani Yahya menegaskan, “Indonesia bukan cuma pasar penting, tapi bakal jadi hub manufaktur strategis BAIC di Asia Tenggara.” Lihat Selengkapnya
BYD Denza B5 Siap Masuk Indonesia, Bakal Dijual di Atas Rp 1 Miliar
06 Mar 2026
BYD Denza B5 Siap Masuk Indonesia, Bakal Dijual di Atas Rp 1 Miliar 06 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pasar SUV premium di Indonesia bersiap kedatangan penantang baru. Denza B5 dikabarkan segera meluncur dan sudah mulai diperkenalkan secara terbatas di jaringan dealer. Bocoran awal menyebutkan, banderolnya akan berada di atas Rp 1 miliar, menempatkannya sebagai SUV elektrifikasi berperforma tinggi di kelas atas. Produk perdana Denza di Indonesia mencatat respons positif. MPV listrik yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp 1 miliar berhasil menarik minat konsumen premium domestik. Berbekal capaian tersebut, Denza memperluas portofolio lewat B5—sebuah SUV berkarakter tangguh yang menyasar konsumen dengan kebutuhan performa, teknologi, dan prestise. Sudah Mejeng di Dealer, Pemesanan Dibuka Denza B5 diketahui sudah tampil di sejumlah dealer dan pemesanan telah dibuka. Konsumen yang berminat dapat melakukan booking dengan DP Rp 50 juta. Untuk harga jual, sumber internal menyebut kisaran sekitar Rp 1,2 miliar, meski pihak Denza belum mengumumkan angka resmi. Penetapan harga final disebut akan menyesuaikan paket fitur dan keunggulan yang ditawarkan. Denza B5 mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV). Di balik kap, SUV ini memadukan mesin bensin turbo 1.5L dengan dua motor listrik serta sistem penggerak semua roda (AWD). Kombinasi tersebut menghasilkan daya 425 kW dan torsi 760 Nm, memungkinkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,8 detik—angka yang impresif untuk SUV premium. Sumber energinya berasal dari baterai Blade berkapasitas 31,8 kWh besutan BYD, yang diklaim sanggup memberikan jarak tempuh listrik hingga 90 km untuk penggunaan harian tanpa emisi. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Denza B5 dibekali 11 airbag untuk perlindungan menyeluruh, kamera 360 derajat untuk visibilitas optimal saat bermanuver, serta paket Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang komprehensif. Fitur ADAS mencakup Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, dan Lane Keeping Assist—meningkatkan rasa aman dan kenyamanan di berbagai kondisi berkendara. Dengan performa tinggi, teknologi PHEV mutakhir, dan fitur keselamatan lengkap, Denza B5 diproyeksikan menjadi opsi menarik bagi konsumen yang mencari SUV premium berkarakter kuat. Jika harga resmi berada di kisaran yang dibocorkan, Denza B5 berpotensi memperketat persaingan di segmen SUV elektrifikasi kelas atas Indonesia. Lihat Selengkapnya
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah
03 Mar 2026
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah 03 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Tiga produsen mobil asal China sukses menembus daftar 10 besar industri otomotif global 2025. Kepastian ini muncul setelah Stellantis merilis laporan keuangan resminya pada 26 Februari 2026, yang sekaligus melengkapi data penjualan tahunan para raksasa otomotif dunia. Dari laporan tersebut, peta persaingan global sepanjang 2025 pun semakin jelas, dengan dominasi pemain lama mulai mendapat tekanan serius dari produsen China. Empat peringkat teratas industri otomotif global 2025 masih dihuni nama-nama mapan. Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors tetap menjadi produsen dengan volume penjualan terbesar di dunia. Di posisi kelima, Stellantis mencatat penjualan lebih dari 5,4 juta unit sepanjang 2025. Kinerja ini didorong pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen secara tahunan pada paruh kedua tahun tersebut, menunjukkan konsolidasi grup multi-merek ini masih cukup solid di tengah persaingan ketat. BYD, SAIC, dan Geely Menguat, Nissan Tersingkir Perubahan signifikan justru datang dari pabrikan China. BYD, SAIC, dan Geely berhasil memperbaiki posisi mereka di peringkat global. Sebaliknya, Nissan harus rela keluar dari jajaran 10 besar. BYD menjadi sorotan utama dengan lonjakan ke posisi keenam. Sepanjang 2025, produsen ini mencatat total penjualan 4,602 juta unit, di mana 2,25 juta unit di antaranya merupakan mobil listrik murni. Angka tersebut melonjak 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Dikutip dari Carnewschina, capaian ini membuat BYD untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik global. Menurut laporan media China CLS, salah satu pendorong utama kinerja pabrikan otomotif China adalah dukungan kebijakan pemerintah. Program tukar tambah kendaraan yang digulirkan sepanjang 2025 menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan atau sekitar 380 miliar dollar AS (setara Rp 6.376 triliun), dengan melibatkan sekitar 360 juta konsumen. Melalui program ini, lebih dari 11,5 juta kendaraan ditukar, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Kebijakan tersebut terbukti efektif mendorong penjualan sekaligus mempercepat transisi elektrifikasi di pasar domestik China. Pangsa Pasar Global China Terus Membesar Secara global, posisi industri otomotif China juga semakin kokoh. Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China di dunia mencapai 35,6 persen sepanjang 2025, naik dari 34,2 persen pada 2024. Di sektor ekspor, performa produsen China juga mencatat pertumbuhan signifikan. BYD membukukan penjualan luar negeri sebanyak 1,05 juta unit, melonjak 145 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara SAIC mencatat penjualan internasional 1,071 juta unit atau naik 3,1 persen secara tahunan. Data China Association of Automobile Manufacturers mencatat produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, dengan total penjualan 34,4 juta unit. Angka tersebut masing-masing naik 10,4 persen dan 9,4 persen dibanding 2024. Capaian ini sekaligus mengukuhkan China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Dengan kombinasi pasar domestik raksasa, dukungan kebijakan, dan ekspansi global agresif, produsen otomotif China kini menjadi kekuatan utama yang mengubah lanskap industri otomotif dunia. Lihat Selengkapnya
Chery Rilis Pickup Diesel PHEV di Australia, Klaim Pertama di Dunia ?
23 Feb 2026
Chery Rilis Pickup Diesel PHEV di Australia, Klaim Pertama di Dunia ? 23 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Chery Automobile mengambil langkah yang tidak biasa. Pabrikan asal Wuhu, China, itu memastikan akan meluncurkan pickup diesel plug-in hybrid (PHEV) pertamanya di Australia pada kuartal keempat 2026. Model ini punya kode internal KP31 dan sebelumnya diperkenalkan di China dengan nama Rely P3X. Secara resmi, model tersebut akan dipasarkan langsung menggunakan merek Chery di Australia. Keputusan ini menegaskan keseriusan Chery masuk ke segmen ute—sebutan lokal untuk pickup truck—yang selama ini identik dengan dominasi merek Jepang dan Amerika. Dalam keterangan resminya, Chery menyebut KP31 sebagai pickup diesel PHEV pertama di dunia. Debut Global Berawal dari Rely P3X Sebelum mengarah ke pasar Australia, model ini lebih dulu tampil di China dengan nama Rely P3X. Rely sendiri diproyeksikan sebagai sub-brand independen yang fokus menggarap kendaraan pickup. Di bawah lini Rely, sudah ada beberapa model seperti R08, R08 Pro, dan R08 EV. Tahun lalu, Chery juga memperkenalkan dua mobil konsep tambahan, yakni P2X dan P3X. Kini, versi produksi massal P3X dipastikan meluncur di Australia dengan identitas baru sebagai Chery KP31. Unit konsepnya bahkan sempat dipamerkan di Australia. Sementara versi produksi massal dijadwalkan mulai dijual pada Q4 2026. Dimensi Besar dengan Gaya Boxy Secara tampilan, Chery KP31 hadir sebagai dual-cab ute berukuran besar. Panjang bodinya mencapai 5.610 mm, membuatnya masuk kategori pickup bongsor. Desainnya mengusung gaya boxy dengan garis tegas. Bagian depan menampilkan bumper besar, lampu berbentuk bulat, serta emblem Chery yang dapat menyala. Di sekeliling bodi terdapat aksen plastik tebal yang menegaskan karakter tangguhnya. Mobil ini juga dibekali ban BF Goodrich AT dan spion berukuran besar, memperkuat kesan siap kerja maupun petualangan. Sekilas, proporsinya mengingatkan pada pickup Amerika dengan postur gagah dan kokoh. Klaim Diesel PHEV Pertama di Dunia Sorotan utama tentu ada di balik kap mesinnya. Chery mengklaim KP31 sebagai pickup pertama yang memadukan mesin diesel dengan sistem plug-in hybrid. Mesin yang digunakan adalah 2.5-liter internal combustion engine (ICE) dengan efisiensi termal diklaim mencapai 47 persen. Untuk ukuran mesin diesel produksi massal, angka tersebut tergolong tinggi. Detail motor listrik dan kapasitas baterai memang belum diumumkan. Namun dalam presentasi sebelumnya di China, platform diesel-PHEV KP31 ditampilkan menggunakan sistem penggerak 4WD konvensional, dengan paket baterai ditempatkan di bagian belakang rangka. Sejumlah spesifikasi target yang sudah disebutkan antara lain: Payload hingga 1 ton Kemampuan towing 3,5 ton Getaran diklaim 30 persen lebih rendah Konsumsi bahan bakar 10 persen lebih efisien Meski begitu, angka resmi tenaga dan torsi gabungan masih belum dipublikasikan. Hadapi Pasar Australia yang Ketat Australia dikenal sebagai salah satu pasar pickup paling kompetitif. Model-model seperti BYD Shark 6 dan GWM Cannon Alpha Hi4 sudah lebih dulu bermain di segmen ini. Masuknya Chery KP31 jelas bukan tanpa tantangan. Strategi yang dibawa cukup spesifik: menawarkan kombinasi mesin diesel dengan sistem plug-in hybrid sebagai pembeda di tengah ketatnya persaingan. Chery juga menyatakan bahwa pada 2027 akan hadir varian tambahan dengan sistem PHEV berbasis mesin bensin untuk pasar yang sama. Ekspansi ke Australia sendiri bukan langkah awal Chery di segmen pickup. Model Rely R08 sebelumnya sudah dipasarkan di China dengan harga mulai 88.800 yuan, lalu merambah pasar Amerika Latin dan Timur Tengah. Di beberapa negara, model tersebut dikenal dengan nama Chery Himla. Jika tidak ada perubahan jadwal, Chery KP31 akan resmi meluncur di Australia pada Q4 2026. Detail lengkap terkait tenaga, kapasitas baterai, dan harga jualnya masih dinantikan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.