Beranda / Mobil Baru / Katalog / Nissan Ariya

Nissan Ariya

Rp 754 Juta
Jarak Tempuh
531 KM
Mesin
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
1 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
Nissan Ariya Electric
Rp 754 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Nissan Ariya Electric
Jarak Tempuh
531 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

NISSAN ARIYA
Artikel Terkait
Lihat Semua
5 Mobil Listrik Rp300 Jutaan, BYD Atto 3 Hingga NIssan Leaf
02 Sep 2026
5 Mobil Listrik Rp300 Jutaan, BYD Atto 3 Hingga NIssan Leaf 02 Sep 2026 Jakarta, Goodcar.id - Mobil listrik bekas kini mulai menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin masuk ke era elektrifikasi dengan anggaran lebih terjangkau. Salah satu segmen yang menarik perhatian adalah mobil listrik bekas di kisaran Rp300 jutaan. Menariknya, pada rentang harga tersebut konsumen tidak hanya menemukan mobil listrik berukuran kompak. Beberapa SUV dan hatchback listrik yang ketika baru dibanderol jauh lebih mahal juga mulai masuk pasar mobil bekas. Berdasarkan penelusuran sejumlah pasar mobil bekas, terdapat beberapa model yang layak dipertimbangkan, mulai dari BYD Atto 3, Hyundai Ioniq 5, Chery Omoda E5, MG 4 EV hingga Nissan Leaf. Namun, harga mobil bekas sangat bergantung pada tahun produksi, kilometer, kondisi kendaraan, lokasi dan status penjual. Karena itu, daftar berikut menggunakan kisaran harga penawaran yang ditemukan di pasar, bukan patokan harga transaksi final. 1. BYD Atto 3 BYD Atto 3 menjadi salah satu SUV listrik yang menarik di pasar bekas. Model ini sudah dapat ditemukan di kisaran Rp300 jutaan. Salah satu listing BYD Atto 3 bekas tahun 2024 yang ditemukan ditawarkan Rp344 juta dengan jarak tempuh 22.804 km. Ada pula unit Atto 3 Superior 2024 dengan kilometer sekitar 12.900 km yang ditawarkan Rp400 juta. Harga tersebut menarik jika dibandingkan dengan harga Atto 3 baru. Sebagai gambaran, harga baru BYD Atto 3 Advanced pada 2026 tercatat sekitar Rp415 juta. Atto 3 menggunakan baterai berkapasitas besar untuk kelasnya dan menawarkan posisi berkendara ala SUV. Karena itu, model ini cocok bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan kabin cukup lega tetapi tetap mudah digunakan untuk aktivitas harian. Sebelum membeli, calon konsumen tetap perlu meminta pemeriksaan kondisi baterai, termasuk data dari sistem BMS, serta memastikan sisa garansi baterai dan komponen kendaraan. 2. Hyundai Ioniq 5 Hyundai Ioniq 5 menjadi pilihan menarik jika konsumen menginginkan mobil listrik dengan kelas dan dimensi yang lebih besar. Depresiasi membuat Ioniq 5 mulai masuk radar konsumen dengan dana sekitar Rp300–400 jutaan. Salah satu listing yang ditemukan menawarkan Hyundai Ioniq 5 tahun 2023 dengan harga Rp428 juta dan jarak tempuh 35.000–40.000 km. Artinya, untuk unit tertentu, konsumen mungkin perlu menyiapkan dana sedikit di atas Rp400 juta. Namun model ini tetap layak dimasukkan dalam daftar mobil listrik bekas sekitar Rp300 jutaan karena selisih harga tersebut tidak terlalu jauh dari batas anggaran. Keunggulan Ioniq 5 ada pada dimensi kabin, kenyamanan serta teknologi pengisian cepat. Mobil ini juga memiliki desain yang berbeda dibandingkan mayoritas SUV konvensional. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi baterai dan sistem kelistrikan. Pada mobil listrik bekas dengan harga relatif tinggi, pemeriksaan menggunakan perangkat diagnostik menjadi penting sebelum transaksi. 3. Chery Omoda E5 Chery Omoda E5 justru menjadi salah satu model yang cukup mudah ditemukan di kisaran harga Rp300 jutaan. Penelusuran listing menunjukkan beberapa Omoda E5 tahun 2024 ditawarkan sekitar Rp300–314 juta. Bahkan terdapat unit dengan kilometer 5.000–10.000 km yang dipasang Rp300 juta. Ada pula unit tahun 2025 dengan kilometer di bawah 5.000 km yang ditawarkan sekitar Rp310 juta. Harga tersebut membuat Omoda E5 menarik karena konsumen bisa mendapatkan SUV listrik yang relatif muda dengan anggaran sekitar Rp300 jutaan. Namun, konsumen tetap perlu membandingkan harga unit bekas dengan harga mobil barunya. Pada Mei 2026, harga baru Omoda E5 Pure tercatat Rp379,9 juta, sedangkan Omoda E5 berada di Rp419,9 juta. Dengan kondisi tersebut, selisih harga antara unit baru dan bekas perlu diperhitungkan secara matang. Unit bekas dengan harga terlalu dekat dengan mobil baru tentu perlu dipertimbangkan kembali. 4. MG 4 EV Bagi konsumen yang mengutamakan sensasi berkendara, MG 4 EV menjadi salah satu pilihan menarik. Harga bekas MG 4 EV saat ini sudah berada di bawah Rp300 juta untuk beberapa unit. OTO.com mencatat MG 4 EV bekas mulai sekitar Rp293 juta, sementara jumlah unit yang tersedia memang masih terbatas. Di pasar lain, terdapat pula unit MG 4 EV tahun 2024 yang ditawarkan sekitar Rp228 juta. Dengan demikian, konsumen yang memiliki anggaran Rp300 jutaan sebenarnya memiliki ruang untuk mencari unit dengan kondisi lebih baik atau kilometer lebih rendah. MG 4 EV menarik karena karakter berkendaranya berbeda dari SUV listrik. Bentuk hatchback membuatnya relatif kompak, sementara penggerak listrik memberikan respons akselerasi yang instan. Namun karena jumlah unit bekasnya tidak sebanyak beberapa model populer lainnya, calon pembeli perlu lebih teliti dalam memeriksa riwayat kendaraan, kondisi baterai dan ketersediaan komponen. 5. Nissan Leaf Nissan Leaf menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan pengalaman penggunaan yang sudah cukup lama di Indonesia. Harga Leaf bekas saat ini sangat bervariasi. OTO.com mencatat Nissan Leaf bekas mulai dari Rp350 juta untuk unit tahun 2023 dengan jarak tempuh 25.005 km. Namun penelusuran di marketplace lain menunjukkan harga yang lebih rendah. Mobil123, misalnya, menampilkan beberapa Nissan Leaf 2023 dengan harga sekitar Rp295–305 juta, bahkan terdapat unit di bawah Rp300 juta. Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa konsumen harus melihat unit secara individual, bukan hanya menggunakan harga rata-rata sebagai patokan. Leaf juga membutuhkan perhatian khusus pada kondisi baterai. Sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya meminta pemeriksaan kesehatan baterai dan memastikan kapasitas baterai masih sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari. Membeli mobil listrik bekas tidak cukup hanya dengan membandingkan harga jual. Kondisi baterai menjadi salah satu faktor terpenting karena baterai merupakan komponen paling mahal dalam sebuah mobil listrik. "Calon pembeli sebaiknya meminta data pakai baterai atau State of Health (SoH), melakukan diagnostic scan dan mencoba proses pengisian daya sebelum melakukan transaksi," kata Heru, pedagang mobil di Kawasan Tebet Jakarta Selatan. Iya mengatakan sebaiknya konsumen juga memeriksa sisa garansi baterai, riwayat servis, riwayat kecelakaan, kemungkinan bekas terendam banjir serta kondisi sistem pengisian. Hal lain yang tidak kalah penting adalah membandingkan harga mobil bekas dengan harga mobil listrik baru. Perkembangan harga mobil listrik baru yang semakin kompetitif membuat depresiasi beberapa model berlangsung cukup cepat. Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Suzuki e Sky: Baterai 26 kWh, Range 310 Km, Fast Charging 50 kW
26 Aug 2026
Spesifikasi Suzuki e Sky: Baterai 26 kWh, Range 310 Km, Fast Charging 50 kW 26 Aug 2026 Jakarta, Goodcar.id - Seperti apa Spesifikasi Suzuki e Sky? Suzuki e Sky menjadi salah satu mobil listrik mungil yang menarik perhatian setelah versi produksinya mulai terungkap. Mengusung format kei car khas Jepang, Suzuki e Sky menawarkan dimensi kompak dengan baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 km, serta dukungan fast charging DC 50 kW. Secara dimensi, Suzuki e Sky memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan jarak sumbu roda 2.460 mm. Ukuran tersebut membuatnya tetap berada dalam karakter kei car yang dirancang untuk mobilitas perkotaan dengan kebutuhan ruang yang terbatas. Bobot kendaraan berada di kisaran 1.030 kg. Suzuki menggunakan platform Heartect e yang dikembangkan untuk kendaraan listrik berukuran kecil. Sistem penggeraknya mengandalkan roda depan dengan e-Axle yang mengintegrasikan motor listrik, inverter, dan transmisi dalam satu unit. Suzuki belum mengungkap angka tenaga resmi motor listrik e Sky. Namun, regulasi kei car di Jepang membatasi output motor listrik maksimal hingga 63 hp atau sekitar 47 kW. Baterai LFP 26 kWh, Range 310 Km Suzuki e Sky menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh. Dengan baterai tersebut, Suzuki menargetkan jarak tempuh hingga 310 km dalam satu kali pengisian daya. Angka tersebut cukup tinggi untuk mobil listrik dengan kapasitas baterai yang relatif kecil. Efisiensi tersebut didukung bobot kendaraan yang ringan, optimalisasi aerodinamika, serta peningkatan efisiensi sistem penggerak listrik. Sebagai pembanding, BYD Racco memiliki klaim jarak tempuh hingga 320 km, tetapi menggunakan baterai berkapasitas lebih besar, yakni 35,84 kWh. Fast Charging 50 kW Suzuki e Sky mendukung beberapa pilihan pengisian daya. Menggunakan sumber listrik rumah standar, pengisian hingga penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Jika menggunakan wallbox dengan daya 6 kW, waktu pengisian dapat dipangkas menjadi sekitar 4,5 jam. Sementara itu, pengisian cepat DC 50 kW memungkinkan baterai terisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 25 menit. Kemampuan fast charging tersebut menjadi salah satu spesifikasi penting e Sky karena memungkinkan pengisian baterai dilakukan dalam waktu lebih singkat ketika mobil digunakan secara intensif di perkotaan. Bisa Jadi Sumber Listrik Darurat Suzuki e Sky tidak hanya mengandalkan kemampuan berkendara. Mobil listrik ini juga dibekali Vehicle-to-Home (V2H), yang memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal. Melalui sistem tersebut, e Sky dapat menyalurkan listrik AC 100V dengan output hingga 1.500W. Dengan begitu, baterai kendaraan dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk kebutuhan tertentu di luar fungsi utamanya sebagai sumber tenaga mobil. Dimensi Kompak, Kabin Empat Penumpang Sebagai kei car, Suzuki e Sky memiliki konfigurasi empat penumpang. Kabinnya dirancang dengan pendekatan praktis, berbeda dari Vision e-Sky Concept yang tampil lebih futuristis. Pada bagian dashboard terdapat layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital. Suzuki juga mempertahankan tuas transmisi otomatis konvensional serta panel khusus untuk mengatur sistem pendingin kabin. Fitur lainnya mencakup jok dan setir berpemanas, rem parkir elektrik, kompartemen tambahan di sisi penumpang, serta sistem heat pump. Heat pump bekerja bersama pemanas udara elektrik untuk membantu menjaga efisiensi penggunaan baterai saat mobil digunakan dalam kondisi cuaca dingin. Dari sisi eksterior, e Sky mempertahankan sejumlah karakter dari Vision e-Sky. Namun, versi produksi menggunakan beberapa komponen yang lebih sederhana, seperti pelek lebih kecil, kaca spion lebih besar, serta gagang pintu konvensional. Spesifikasi Suzuki e Sky Spesifikasi Suzuki e Sky Jenis Kei car listrik Platform Heartect e Penggerak Roda depan Baterai LFP 26 kWh Jarak tempuh Hingga 310 km Fast charging DC 50 kW Pengisian 80% Sekitar 25 menit Wallbox 6 kW Pengisian wallbox Sekitar 4,5 jam Pengisian rumah Sekitar 8 jam Bobot Sekitar 1.030 kg Panjang 3.395 mm Lebar 1.475 mm Tinggi 1.625 mm Wheelbase 2.460 mm Kapasitas penumpang 4 orang V2H AC 100V/1.500W Suzuki e Sky dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim gugur 2026. Suzuki juga menyiapkan ekspansi ke pasar Eropa dan Inggris mulai 2027. Di Jepang, mobil ini akan berhadapan dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, dan BYD Racco. Dengan kombinasi baterai 26 kWh, jarak tempuh hingga 310 km, bobot sekitar 1.030 kg, fast charging DC 50 kW, dan fitur V2H, Suzuki e Sky lebih menonjolkan efisiensi dan kepraktisan sebagai mobil listrik perkotaan dibanding mengejar performa tinggi. Lihat Selengkapnya
Nissan Serius Garap Pasar Double Cabin, Ini Spesifikasi Navara PRO-4X Andalkan Mesin Diesel 190 PS di GIIAS 2026
07 Aug 2026
Nissan Serius Garap Pasar Double Cabin, Ini Spesifikasi Navara PRO-4X Andalkan Mesin Diesel 190 PS di GIIAS 2026 07 Aug 2026 TANGERANG, Goodcar.id – Nissan Navara PRO-4X melantai di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ICE BSD City, Tangerang. Langkah tersebut sekaligus melengkapi kehadiran Nissan di GIIAS 2026 yang berlangsung hingga 9 Agustus. Selain memperkenalkan kembali Navara, PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) juga membawa sejumlah model lain, mulai dari Nissan Serena e-POWER, Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE, Nissan Terra, hingga mobil sport legendaris Nissan Fairlady Z. Soal kehadiran double cab ini, Nissan melihat pasar double cabin masih memiliki prospek, lanyaran segmen ini juga diminati konsumen hobi olah raga berpetualang, tidak hanya pertambangan, Mesin 2.500 cc Turbo Diesel Jadi Andalan Nissan Navara PRO-4X Untuk varian yang dipamerkan di GIIAS 2026 merupakan Nissan Navara PRO-4X, model tertinggi dalam keluarga Navara. Double cabin ini dibekali mesin 2.5 liter turbo diesel yang menghasilkan tenaga 190 PS dan torsi puncak 450 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis 7-percepatan yang memiliki mode manual, sehingga pengemudi dapat menyesuaikan karakter berkendara sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan pekerjaan. Kemampuan angkut juga menjadi salah satu keunggulan Navara PRO-4X. Nissan menyebut kendaraan ini memiliki kapasitas towing hingga 3.500 kilogram, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menarik trailer, peralatan kerja, maupun perlengkapan aktivitas luar ruang. Untuk menopang kemampuan tersebut, Nissan menggunakan konstruksi rangka baja berkekuatan tinggi, ground clearance yang mendukung mobilitas di berbagai permukaan jalan, serta suspensi belakang multi-link yang dirancang menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan saat membawa muatan. Fitur Off-road Lengkap untuk Berbagai Medan Karakter tangguh Nissan Navara PRO-4X diperkuat dengan sejumlah fitur yang ditujukan bagi pengemudi yang kerap melintasi jalur non-aspal. Model ini telah dibekali Electronic Shift-on-the-Fly 4WD, memungkinkan perpindahan mode penggerak empat roda dilakukan dengan lebih praktis saat kondisi jalan berubah. Selain itu tersedia Rear Differential Lock yang berfungsi meningkatkan traksi ketika kendaraan melewati jalan berlumpur, berbatu, atau tanjakan dengan permukaan licin. Kombinasi mesin diesel bertenaga dan sistem penggerak tersebut membuat Navara PRO-4X tidak hanya dirancang untuk kebutuhan operasional, tetapi juga aktivitas eksplorasi di luar jalan raya. Tetap Mengutamakan Kenyamanan Pengemudi Meski memiliki karakter kendaraan pekerja, Nissan tetap menghadirkan berbagai fitur kenyamanan di dalam kabin. Navara PRO-4X menggunakan Zero Gravity Seats, jok berlapis synthetic leather, armrest belakang yang dilengkapi cup holder, hingga acoustic glass untuk membantu meredam suara dari luar kendaraan agar perjalanan terasa lebih nyaman. Sistem hiburannya mengandalkan layar sentuh 8 inci yang telah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, sehingga memudahkan pengemudi mengakses navigasi maupun hiburan selama perjalanan. Sementara dari sisi eksterior, tampilannya diperkuat grille berukuran besar, Quad-LED Headlamps, serta desain yang menonjolkan karakter khas kendaraan petualang. Dibekali Nissan 360° Safety Shield Pada aspek keselamatan, Nissan menyematkan paket Nissan 360° Safety Shield** sebagai fitur standar di Navara PRO-4X. Teknologi tersebut meliputi Intelligent Around View Monitor, Blind Spot Warning, Lane Departure Warning, Cruise Control, Hill Start Assist, hingga Hill Descent Control yang membantu menjaga kendali kendaraan ketika melewati tanjakan maupun turunan. Selain PRO-4X, Nissan juga tetap menawarkan Navara VE M/T untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan operasional dengan konfigurasi lebih sederhana. Varian ini menggunakan mesin 2.5 liter turbo diesel, transmisi manual 6-percepatan, serta sistem penggerak 4WD. Di pasar Indonesia, Nissan Navara VE M/T dipasarkan dengan harga Rp574 juta (OTR Jakarta), sedangkan Nissan Navara PRO-4X dibanderol Rp695 juta (OTR Jakarta). Lihat Selengkapnya
Maxus Mifa 9 Lombardi Edition Meluncur di GIIAS 2026, Kabin Makin Privat dengan Partisi Baru
05 Aug 2026
Maxus Mifa 9 Lombardi Edition Meluncur di GIIAS 2026, Kabin Makin Privat dengan Partisi Baru 05 Aug 2026 TANGERANG, Goodcar.id – Maxus Mifa 9 Lombardi Edition kembali menjadi salah satu kendaraan yang mendapat pembaruan di ajang GIIAS 2026. Kolaborasi antara Maxus Indonesia dan Lombardi Auto Indonesia menghadirkan penyempurnaan terbaru yang berfokus pada kenyamanan sekaligus privasi penumpang, terutama bagi pengguna yang menjadikan MPV listrik premium ini sebagai kendaraan keluarga maupun mobil operasional bisnis. Maxus Mifa 9 Lombardi Edition tampil dengan pengembangan terbesar pada area kabin. Jika sebelumnya versi serupa telah diperkenalkan pada IIMS, edisi terbaru ini membawa desain partisi yang sepenuhnya direvisi sehingga memberikan ruang pandang lebih luas bagi penumpang di baris kedua tanpa menghilangkan fungsi utama sebagai pemisah antara kabin depan dan belakang. Menurut Andrew Laksana, Owner PT Lombardi Auto Indonesia, perubahan tersebut merupakan jawaban atas masukan dari para pelanggan yang menginginkan ruang kaki lebih lega namun tetap memperoleh tingkat privasi tinggi selama perjalanan. "Maxus Mifa 9 Lombardi Edition mengangkat tema Privacy berangkat dari permintaan customer yang menginginkan legroom yang nyaman, namun mereka tetap mendapatkan privacy sehingga kami membuat terobosan sekat (partisi) yang lebih tipis dengan tidak mengurangi standar kenyamanan entertainment Lombardi," kata Andrew sapaanya. Maxus Mifa 9 Lombardi Edition juga mengalami perubahan pada konstruksi partisi. Kerangka baru membuat area kaca menjadi lebih besar sehingga penumpang belakang tetap memiliki visibilitas ke arah depan. Perubahan ini sekaligus memengaruhi posisi layar hiburan yang kini ditempatkan lebih rendah agar tetap nyaman dilihat dari captain seat. "Desain partisi yang ada saat ini merupakan versi improvement dibanding Mifa 9 Lombardi di IIMS lalu. Perubahannya cukup signifikan karena kami mengganti kerangka partisi untuk memperluas area kaca pandang kedepan dari sisi penumpang belakang," ujarnya. Pertahankan Konfigurasi 7 Penumpang Pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition, Lombardi juga mempertahankan konfigurasi tujuh penumpang. Kehadiran partisi tidak mengurangi akses menuju bangku baris ketiga karena captain seat di baris kedua dapat digeser menggunakan tombol kontrol sentuh sehingga proses keluar masuk penumpang tetap praktis. Maxus Mifa 9 Lombardi Edition mengusung captain seat premium yang telah disempurnakan dari sisi ergonomi. Jok tersebut dipadukan dengan partisi eksklusif yang dilengkapi layar multimedia, sistem intercom, serta berbagai fitur penunjang kenyamanan selama perjalanan. Partisi pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition kini hadir dengan komposisi kaca yang lebih besar dibanding versi sebelumnya. Lombardi menyebut luas area kaca meningkat sekitar 20 persen sehingga penumpang belakang tidak lagi merasa terisolasi dari area depan. "Jadi komposisi kacanya lebih besar dibanding versi sebelumnya, naik 20 persen lebih besar agar penumpang belakang bisa melihat kedepan. Hal ini mempengaruhi posisi TV jadi lebih kebawah namun masih tetap nyaman untuk dilihat penumpang," jelas Andrew Laksana lagi. Selain perubahan desain, Maxus Mifa 9 Lombardi Edition dibekali berbagai fitur premium. Di dalam partisi tersedia partition glass, magic window system, ambient light, soft touch panel, ultra-wide monitor berukuran 29 inci, wireless charger, serta power outlet 220 volt. Perlengkapan lain pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition meliputi USB fast charging, touch screen control panel, Android TV entertainment system, meja kerja, grip handle, intercom antara penumpang dan pengemudi, tambahan power amplifier, prosesor audio, hingga bantal eksklusif pada captain seat. Soal harga, Maxus Mifa 9 Lombardi Edition dipasarkan dengan banderol Rp1,169 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Maxus Mifa 9 versi standar yang dijual Rp958 juta. "Untuk harga Maxus Mifa 9 standar harganya Rp 958 juta. Sementara Maxus Mifa 9 Lombardi Edition kami jual Rp 1,169 miliar." Andrew juga menjelaskan bahwa penggunaan partisi pada Maxus Mifa 9 Lombardi Edition bukan sekadar menghadirkan kemewahan, tetapi juga memberikan ruang yang lebih aman bagi penumpang, khususnya keluarga yang membawa anak kecil selama perjalanan. "Sewaktu-satu saat si pemilik mau mengganti mobil lain maka partisi ini bisa dipindahkan ke mobil baru tersebut dengan tambahan biaya adjustment. Terutama dapat diaplikasikan juga di mobil-mobil yang sekelas dengan Mifa 9," kata Andrew Laksana, Owner PT Lombardi Auto Indonesia. Selain memperbarui Maxus Mifa 9 Lombardi Edition, Lombardi Auto Indonesia juga memperkenalkan paket peningkatan kenyamanan untuk Maxus Mifa 7. Fokus utamanya berada pada jok captain seat baris kedua yang kini dibekali leg rest dan pengaturan elektrik. "Pada Mifa 7 itu kan sekelas dengan Toyota Voxy dan Nissan Serena yang sayangnya meski 7 seater, pengaturan kursi baris kedua masih manual dan tanpa legrest," katanya lagi. Menurut Andrew, peningkatan tersebut tetap menggunakan dimensi kursi asli sehingga ruang kabin tidak berubah, namun kenyamanan meningkat berkat hadirnya electric reclining, leg rest, dan konfigurasi full captain seat. "Nah kami upgrade (jok baris kedua) agar penumpang bisa merasakan naik kelas menggunakan ukuran kursi aslinya. Jadi dari dimensi kursi agak lebih kecil dibanding kursi di Denza D9 atau Mifa 9. Hanya saja meskipun compact, kursi ini tetap dapat fitur legrest, electric reclining dan tetap full captain seat." Paket peningkatan untuk Maxus Mifa 7 dipasarkan dengan harga Rp799 juta atau sekitar Rp49 juta lebih tinggi dibanding Mifa 7 standar yang dibanderol Rp750 juta. Upgrade tersebut saat ini diterapkan pada unit Mifa 7 NIK 2025 dan menurut Lombardi juga berpotensi diaplikasikan pada MPV lain di kelas serupa dengan penyesuaian desain interior. "Upgrade ini diaplikasi pada mobil Maxus Mifa 7 NIK 2025. Tapi tidak menutup kemungkinan upgrade ini bisa dipasang di MPV lain sekelas seperti Toyota Voxy dengan stitching yang disesuaikan dengan mobilnya," tutupnya. Lombardi menjadwalkan peluncuran resmi Maxus Mifa 7 Lombardi pada 17 Agustus 2026 dalam pameran Indomobil yang berlangsung di Senayan City, Jakarta Selatan, sementara Maxus Mifa 9 Lombardi Edition sudah dapat dilihat langsung oleh pengunjung GIIAS 2026. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.