Intip Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Perdana BAIC di Indonesia yang Dibuka Mulai Rp300 Jutaan10 Jul 2026
Intip Spesifikasi BAIC T1, Mobil Listrik Perdana BAIC di Indonesia yang Dibuka Mulai Rp300 Jutaan10 Jul 2026
Tangerang, GoodCar.id – PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) resmi memperkenalkan BAIC T1, kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) pertama BAIC untuk pasar Indonesia. Kehadiran model ini menjadi langkah awal BAIC dalam memasuki era kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) sekaligus memperkuat persaingan di segmen mobil listrik premium yang semakin berkembang di Tanah Air.
Dengan harga pre-booking yang diproyeksikan berada di kisaran Rp300 jutaan, BAIC T1 hadir menawarkan kombinasi desain modern, kabin lapang, teknologi pintar, dan fitur premium yang ditujukan bagi konsumen urban yang menginginkan kendaraan listrik praktis untuk penggunaan sehari-hari.
BAIC Indonesia menargetkan penjualan hingga 1.000 unit sampai akhir 2026 dan membidik sekitar 16 persen pangsa pasar segmen Premium Hatchback Crossover EV di Indonesia.
Awal Strategi Kendaraan Listrik BAIC di Indonesia
Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan peluncuran BAIC T1 menjadi tonggak penting dalam strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun portofolio kendaraan energi baru di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang terus meningkat menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin siap menerima teknologi mobilitas ramah lingkungan. Dukungan pemerintah serta semakin berkembangnya infrastruktur pengisian daya turut menjadi faktor pendorong adopsi kendaraan listrik nasional.
BAIC optimistis kehadiran T1 dapat memperluas basis pelanggan sekaligus memperkuat posisi merek sebagai salah satu pemain baru di pasar kendaraan listrik Indonesia.
Berbasis Arcfox, Hadir dengan DNA Premium
BAIC T1 sebenarnya dikembangkan dari Arcfox T1, salah satu model yang berasal dari sub-brand premium milik BAIC Group di Tiongkok.
Meski menggunakan nama BAIC T1 untuk pasar Indonesia, kendaraan ini tetap mempertahankan karakter premium yang menjadi ciri khas Arcfox, mulai dari kualitas manufaktur, desain modern, hingga teknologi yang diusung.
Langkah ini dilakukan agar BAIC dapat menghadirkan kendaraan listrik dengan nilai kompetitif tanpa menghilangkan identitas premium yang melekat pada produk tersebut.
Kabin Luas dan Wheelbase Terpanjang di Kelasnya
Salah satu daya tarik utama BAIC T1 adalah dimensinya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.
Mobil listrik ini memiliki ukuran panjang 4.337 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.572 mm, dengan wheelbase mencapai 2.770 mm. Angka tersebut menjadikannya sebagai salah satu kendaraan dengan wheelbase terpanjang di segmennya.
Dimensi yang besar memberikan keuntungan berupa ruang kabin yang lebih lega bagi penumpang. Tidak hanya itu, BAIC T1 juga menawarkan hingga 32 ruang penyimpanan, termasuk tujuh phone holder dan lima hook multifungsi yang mendukung aktivitas harian pengguna.
Kesan premium semakin terasa berkat penggunaan velg berukuran 18 inci, yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya.
Untuk meningkatkan kenyamanan, BAIC turut menghadirkan Sky Roof seluas 2,34 meter persegi yang dipadukan dengan electric sunshade sehingga kabin terasa lebih lapang dan terang.
Dibekali Teknologi Pintar dan Fitur ADAS Lengkap
Masuk ke sektor teknologi, BAIC T1 dibekali layar infotainment berukuran besar yang terintegrasi dengan panel instrumen digital modern.
Sistem ini mendukung konektivitas smartphone dan pembaruan perangkat lunak melalui teknologi Over-the-Air (OTA) sehingga kendaraan dapat terus mendapatkan peningkatan fitur tanpa harus datang ke bengkel.
Pada aspek keselamatan, BAIC T1 dibekali 12 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang dirancang untuk membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.
Kehadiran teknologi tersebut membuat pengalaman berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan intuitif, terutama saat digunakan di lingkungan perkotaan yang padat.
Jarak Tempuh 425 Km dan Fast Charging 25 Menit
BAIC T1 menggunakan baterai berkapasitas 42,3 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 425 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Untuk mendukung mobilitas modern, mobil ini telah dilengkapi teknologi DC Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 25 menit.
Kemampuan tersebut membuat pengguna tidak perlu menunggu lama saat melakukan pengisian daya, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Punya Fitur V2L dan Vehicle-to-Vehicle Charging
Keunggulan lain yang ditawarkan BAIC T1 adalah hadirnya fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3.500 watt.
Fitur ini memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik seperti laptop, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan aktivitas luar ruangan.
Selain itu, BAIC T1 juga telah mendukung Vehicle-to-Vehicle (V2V) Charging, teknologi yang memungkinkan kendaraan berbagi daya dengan kendaraan listrik lainnya.
Dipadukan dengan sistem audio enam speaker dan teknologi Soundproof Cabin yang mampu meredam hingga 85 persen suara dari luar, BAIC T1 menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus modern.
Dengan berbagai fitur tersebut, BAIC T1 hadir sebagai alternatif menarik di segmen mobil listrik premium dengan harga yang relatif terjangkau, sekaligus menjadi langkah awal BAIC dalam memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Harga Honda New Rebel 1100 Resmi Diumumkan, Kini Punya Warna Baru Matte Beta Silver Metallic08 Jul 2026
Harga Honda New Rebel 1100 Resmi Diumumkan, Kini Punya Warna Baru Matte Beta Silver Metallic08 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id – PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan penyegaran pada lini motor gede (moge) Honda New Rebel 1100. Pembaruan kali ini berfokus pada tampilan melalui hadirnya pilihan warna baru Matte Beta Silver Metallic, yang melengkapi opsi warna Matte Ballistic Black Metallic yang tetap dipertahankan.
Penyegaran tersebut menjadi bagian dari strategi AHM untuk menjaga daya tarik New Rebel 1100 di segmen urban cruiser premium. Selain menghadirkan pilihan warna baru, spesifikasi, fitur, dan performa mesin pada model ini tidak mengalami perubahan.
Direktur Marketing PT Astra Honda Motor, Octavianus Dwi, mengatakan penyegaran warna dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen big bike Honda di Indonesia.
"New Rebel 1100 hadir sebagai partner berkendara yang merepresentasikan karakter dan gaya hidup penggunanya. Melalui pilihan warna baru Matte Beta Silver Metallic, kami ingin menghadirkan tampilan yang semakin premium dan ekspresif sehingga memberikan kebanggaan lebih bagi pengendara saat menikmati setiap perjalanan,” ujar Octavianus Dwi, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor.
Warna Baru Honda New Rebel 1100
Pilihan warna Matte Beta Silver Metallic mengombinasikan nuansa silver dengan sentuhan metalik yang memberikan tampilan berbeda dibandingkan warna sebelumnya. Sementara itu, Matte Ballistic Black Metallic tetap tersedia bagi konsumen yang menginginkan karakter visual lebih gelap.
Honda tetap mempertahankan desain khas Rebel 1100 dengan gaya bobber modern yang dapat dipersonalisasi sesuai preferensi pemiliknya.
Mesin Honda New Rebel 1100 Tetap Andalkan Parallel Twin 1.084 cc
Di sektor performa, New Rebel 1100 masih menggunakan mesin 1.084 cc, 4-stroke SOHC, parallel twin cylinder, berpendingin cairan.
Spesifikasi mesin tersebut mampu menghasilkan:
Kapasitas mesin: 1.084 cc
Tenaga maksimum: 65 kW pada 7.250 rpm
Torsi puncak: 98 Nm pada 4.750 rpm
Bore x Stroke: 92 mm x 81,5 mm
Rasio kompresi: 10,5:1
Karakter tenaga difokuskan pada putaran bawah hingga menengah sehingga sesuai untuk kebutuhan berkendara santai maupun perjalanan jarak jauh.
Dilengkapi DCT, Cruise Control dan Honda RoadSync
Dari sisi fitur, Honda tetap membekali New Rebel 1100 dengan berbagai teknologi yang mendukung kenyamanan berkendara.
Motor ini telah menggunakan Dual Clutch Transmission (DCT) yang memungkinkan perpindahan gigi berlangsung otomatis maupun manual dengan karakter perpindahan yang halus.
Selain itu tersedia fitur:
Cruise Control
Throttle by Wire
Riding Mode
All LED Lighting System
Suspensi depan dengan aksen Dark Navy Titanium Oxide
Panel instrumen TFT 5 inci
Honda RoadSync
USB Charger di bawah jok
Layar TFT berukuran 5 inci menampilkan berbagai informasi kendaraan seperti riding mode, speedometer, tachometer, posisi gigi, karakteristik DCT, suhu udara, konektivitas smartphone hingga informasi saat fitur cruise control diaktifkan.
Harga Honda New Rebel 1100 di Indonesia
Honda memasarkan New Rebel 1100 dengan dua pilihan warna:
Matte Beta Silver Metallic
Matte Ballistic Black Metallic
Keduanya dijual dengan harga Rp445.250.000.
Motor ini dipasarkan secara eksklusif melalui 11 jaringan Honda Big Wing yang tersebar di 9 kota di Indonesia.
Spesifikasi Singkat Honda New Rebel 1100
Mesin : 1.084 cc Parallel Twin SOHC Liquid Cooled
Tenaga : 65 kW / 7.250 rpm
Torsi : 98 Nm / 4.750 rpm
Transmisi : Dual Clutch Transmission (DCT)
Fitur : Cruise Control, Throttle by Wire, Riding Mode, TFT 5 inci, Honda RoadSync, USB Charger
Warna : Matte Beta Silver Metallic, Matte Ballistic Black Metallic
Harga : Rp445.250.000
Lihat Selengkapnya
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid08 Jul 2026
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid08 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu ajang otomotif paling menarik di tahun ini.
Sejumlah pabrikan sudah menyiapkan model terbaru yang sebelumnya telah meluncur di pasar global, sementara beberapa lainnya masih berstatus rumor kuat dan diprediksi melakukan debut di Indonesia.
Dominasi kendaraan elektrifikasi diperkirakan masih berlanjut, mulai dari mobil listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga hybrid konvensional.
Berikut 10 mobil yang paling dinantikan hadir di GIIAS 2026.
1. Hyundai Ioniq 3
Mobil baru di GIIAS 2026 nantinya adalah Hyundai Ioniq 3. Model ini menjadi salah satu model yang paling dinanti setelah resmi diperkenalkan secara global.
Hyundai Ioniq 3 mengisi segmen crossover kompak dan menggunakan platform E-GMP 400V.
Dari sisi dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan wheelbase 2.680 mm.
Motor listrik penggerak roda depan (FWD) menghasilkan tenaga 147 PS dengan torsi 250 Nm.
Hyundai menawarkan dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh.
Jarak tempuhnya mencapai 344 km hingga 496 km berdasarkan standar WLTP.
Sementara pengisian daya DC dari 10 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit.
Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter sehingga tetap praktis untuk penggunaan keluarga.
2. Honda Super One
Mobil listrik di GIIAs 2026 lainnya adalah Honda Super One. Honda juga diperkirakan membawa kejutan melalui Super One, city car listrik mungil hasil pengembangan GAC Honda untuk pasar China.
Mobil ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 3,8 meter dengan motor listrik berkekuatan sekitar 70–80 kW dan menggunakan baterai LFP.
Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 400 km berdasarkan siklus CLTC. Penggeraknya menggunakan konfigurasi roda depan (FWD).
Meski spesifikasi finalnya masih menunggu peluncuran resmi, Honda Super One dinilai berpotensi menjadi pesaing baru di segmen city EV yang terus berkembang.
3. Leapmotor C10
Leapmotor C10 menjadi salah satu SUV listrik asal China yang mulai menarik perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia.
SUV ini memiliki dimensi panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm dengan wheelbase 2.825 mm.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 170 kW dengan torsi 320 Nm yang dipadukan baterai berkapasitas 69,9 kWh.
Dalam pengujian WLTP, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 420 km dan sudah mendukung DC Fast Charging. Mobil ini juga menggunakan platform terbaru LEAP 3.0.
4. Wuling Aira
Mobil terbaru di GIIAs 2026 berikutnya ada Wuling AIRA 2026. Nama Wuling Aira mulai ramai diperbincangkan sebagai calon mobil listrik entry level terbaru Wuling, meski hingga kini belum diperkenalkan secara resmi.
Berdasarkan berbagai bocoran, mobil ini diperkirakan hadir sebagai city EV empat pintu dengan pilihan baterai sekitar 16 kWh dan 25 kWh.
Jarak tempuhnya diprediksi berada di kisaran 200 hingga 300 km berdasarkan standar CLTC dengan konfigurasi empat penumpang.
Jika benar dipasarkan di Indonesia, posisi Wuling Aira diperkirakan berada di bawah Air ev dan menjadi model listrik paling terjangkau dalam lini produk Wuling.
Harga juga diperkirakan berada di kisaran Rp170–200 jutaan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan.
5. Toyota Hilux EV
Toyota juga diperkirakan akan membawa Hilux EV Prototype yang sebelumnya sudah diperkenalkan di pasar global.
Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal dengan penggerak roda belakang (RWD) dan mempertahankan konfigurasi double cabin.
Toyota belum mengumumkan kapasitas baterai maupun tenaga motor listriknya.
Namun Hilux EV diklaim tetap memiliki kemampuan angkut hingga sekitar satu ton sehingga tetap cocok digunakan sebagai kendaraan komersial.
6. Jaecoo J5 SHS
Jaecoo J5 SHS diprediksi menjadi salah satu model plug-in hybrid yang akan menarik perhatian di GIIAS 2026.
Mobil ini menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan motor listrik melalui sistem Super Hybrid System (SHS) dan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Tenaga gabungannya diperkirakan mencapai sekitar 340 hp.
Mobil ini juga diklaim mampu melaju sekitar 120 km hanya menggunakan tenaga listrik, sementara total jarak tempuh kombinasi mesin bensin dan baterai mencapai lebih dari 1.200 km.
7. Suzuki XL7 Facelift
Suzuki XL7 Facelift juga diprediksi tampil di GIIAS 2026 meski hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Sejumlah bocoran memperlihatkan perubahan desain pada grille depan, lampu utama, desain velg, hingga penyegaran interior.
Sementara dari sisi teknologi, Suzuki diperkirakan masih mempertahankan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sudah digunakan pada model sebelumnya.
8. Hyundai INSTER
Mobil terbaru lainnya di GIIAS 2026 adalah Hyundai INSTER. Selain Ioniq 3, Hyundai juga memiliki amunisi baru melalui INSTER, mobil listrik kompak yang dikembangkan dari Hyundai Casper Electric.
Mobil ini memiliki panjang 3.825 mm, lebar 1.610 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.580 mm.
Hyundai menawarkan dua pilihan motor listrik. Varian Standard Range menghasilkan tenaga 97 PS, sedangkan Long Range mencapai 115 PS. Keduanya memiliki torsi 147 Nm.
Pilihan baterainya terdiri dari 42 kWh dan 49 kWh dengan jarak tempuh masing-masing hingga 327 km dan 370 km berdasarkan standar WLTP.
INSTER juga sudah dilengkapi pengisian cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, serta berbagai fitur modern seperti dual layar 10,25 inci, Vehicle-to-Load (V2L), OTA Update, Hyundai SmartSense, hingga wireless charging.
9. Danza B5
Denza B5 yang berubah nama setelah sakuk Indonesia menjadi DAnza B5 diprediksi menjadi salah satu SUV premium yang paling dinantikan jika benar hadir di GIIAS 2026.
SUV plug-in hybrid ini menggunakan platform DMO (Dual Mode Off-road) dengan konstruksi ladder frame sehingga dirancang memiliki kemampuan off-road yang mumpuni.
Dimensinya cukup besar dengan panjang 4.888 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.920 mm, serta wheelbase 2.800 mm.
Denza B5 menggabungkan mesin 1.5 liter turbo dengan dual motor listrik berpenggerak AWD.
Pada spesifikasi China, tenaga gabungannya mencapai hingga 505 kW atau sekitar 687 PS dengan torsi sekitar 760 Nm.
Mobil ini menggunakan Blade Battery LFP berkapasitas 31,8 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 125 km (CLTC), sementara total jarak tempuh kombinasi mencapai sekitar 1.200 km.
Selain performa tinggi, Denza B5 juga menawarkan fitur off-road seperti differential lock, Tank Turn, suspensi adaptif, serta ADAS Level 2+.
10. BAIC T1
Mobil lain terbaru lainnya yang akan hadir di GIIAS 2026 adalah BAIC T!. Nama BAIC T1 belakangan mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon SUV yang berpotensi hadir di Indonesia.
Namun hingga saat ini BAIC belum mengumumkan model resmi bernama T1.
Kemungkinan besar nama tersebut masih berupa kode pengembangan atau merujuk pada model lain yang belum diluncurkan secara global.
Karena itu, spesifikasi resmi maupun jadwal peluncurannya masih belum dapat dipastikan.
Persaingan GIIAS 2026 Diprediksi Semakin Ketat
Jika seluruh model tersebut benar-benar hadir di GIIAS 2026, pameran tahun depan akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah industri otomotif Indonesia.
Menariknya, mayoritas mobil yang diprediksi meluncur merupakan kendaraan elektrifikasi, mulai dari BEV, PHEV hingga hybrid.
Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju mobil ramah lingkungan di Indonesia akan semakin cepat, sekaligus memberikan pilihan yang semakin beragam bagi konsumen, baik di segmen city car, SUV keluarga, hingga kendaraan komersial.
Lihat Selengkapnya
Sejarah Nissan X-Trail : Evolusi 4 Generasi SUV yang Sudah Terjual 8,1 Juta Unit di Dunia07 Jul 2026
Sejarah Nissan X-Trail : Evolusi 4 Generasi SUV yang Sudah Terjual 8,1 Juta Unit di Dunia07 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Nissan X-Trail berawal pada 2025. SUV yang pertama kali diperkenalkan Nissan pada November 2000 itu kini genap berusia 25 tahun dengan pencapaian penjualan global yang telah melampaui 8,1 juta unit.
Selama seperempat abad, Nissan X-Trail mengalami banyak perubahan. Awalnya dikenal sebagai SUV untuk penggemar aktivitas luar ruang, model ini kemudian berkembang menjadi kendaraan keluarga yang dibekali teknologi elektrifikasi seperti e-POWER, mesin Variable Compression Turbo (VC-Turbo), hingga sistem penggerak empat roda e-4ORCE. Saat ini, X-Trail generasi terbaru telah dipasarkan di sekitar 95 negara.
Nama X-Trail sendiri memiliki filosofi yang erat dengan karakter mobil tersebut. Huruf "X" diambil dari kata extreme yang menggambarkan semangat petualangan, sedangkan "Trail" berarti jalur atau lintasan yang identik dengan medan off-road. Kombinasi keduanya menjadi identitas SUV yang dirancang untuk menjelajah berbagai kondisi jalan tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Sejarah Nissan X-Trail Dimulai dari Generasi T30
Dalam sejarah Nissan X-Trail, generasi pertama berkode T30 menjadi fondasi yang membentuk identitas model ini. Dipasarkan pada 2000 hingga 2007, T30 hadir ketika SUV masih identik dengan kendaraan berukuran besar, konsumsi bahan bakar tinggi, dan kurang praktis digunakan setiap hari.
Melalui X-Trail T30, Nissan mencoba menawarkan pendekatan berbeda. SUV ini dirancang untuk konsumen muda yang aktif berolahraga maupun beraktivitas di alam terbuka dengan menghadirkan kabin luas, ruang bagasi yang lapang, lantai bagasi yang dapat dicuci, serta jok berbahan tahan air sehingga lebih mudah dibersihkan setelah digunakan di berbagai kondisi.
Pada penyegaran tahun 2003, Nissan menambahkan roda kemudi yang dapat diatur hingga sudut kemiringan 45 derajat. Fitur tersebut memberikan ruang lebih lega bagi pengemudi, termasuk ketika ingin berganti sepatu sebelum melakukan aktivitas seperti bermain snowboard atau olahraga luar ruang lainnya.
Salah satu ciri khas T30 adalah kehadiran Hyper Roof Rail, rel atap yang sekaligus berfungsi sebagai lampu tambahan untuk meningkatkan visibilitas ketika berkendara malam hari.
Di sektor teknis, generasi pertama memperkenalkan sistem ALL MODE 4x4, teknologi penggerak empat roda elektronik yang mampu mengatur distribusi tenaga sesuai kondisi jalan. Pengemudi dapat memilih mode 2WD, AUTO, maupun LOCK dengan distribusi torsi tetap 57:43 ketika dibutuhkan.
Khusus pasar Jepang, Nissan juga menghadirkan X-Trail GT yang menggunakan mesin SR20VET, mesin produksi massal pertama di dunia yang mengombinasikan teknologi Variable Valve Lift and Timing (VVL) dengan turbocharger dan menghasilkan tenaga hingga 280 PS.
Generasi T31 Tingkatkan Kemampuan Berkendara
Perjalanan sejarah Nissan X-Trail berlanjut melalui generasi kedua atau T31 yang diperkenalkan pada 2007. Nissan tetap mempertahankan karakter SUV tangguh, namun memberikan peningkatan pada aspek kenyamanan dan teknologi pengendalian.
Model ini dibekali sistem ALL MODE 4x4-i yang dipadukan dengan Yaw Moment Control. Teknologi tersebut memanfaatkan sensor sudut kemudi, sensor yaw, serta sensor gaya gravitasi untuk mengatur distribusi torsi sehingga kendaraan tetap stabil ketika melewati tikungan maupun jalan dengan permukaan licin.
Selain itu tersedia pula Hill Start Assist dan Hill Descent Control yang membantu pengemudi saat melintasi tanjakan maupun turunan. Karakter praktis khas X-Trail juga dipertahankan melalui bagasi dua tingkat yang mudah dibersihkan serta penggunaan material interior tahan air.
Generasi T32 Mulai Memasuki Era Teknologi Pintar
Jika melihat sejarah Nissan X-Trail, salah satu perubahan besar terjadi pada generasi T32 yang meluncur pada 2013. Nissan mulai mengubah desain menjadi lebih modern dengan tampilan yang lebih premium, sekaligus memperluas pilihan mesin melalui varian bensin dan hybrid.
Di Amerika Utara, model ini dipasarkan menggunakan nama Rogue.
Generasi T32 menjadi yang pertama menghadirkan teknologi Active Ride Control, Active Engine Brake, dan Cornering Stability Assist untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus stabilitas kendaraan.
Setelah mendapat pembaruan, Nissan melengkapi T32 dengan Intelligent Around View Monitor untuk membantu proses parkir, serta ProPILOT, sistem bantuan berkendara yang dapat membantu akselerasi, pengereman, dan kemudi saat melaju di jalan raya satu jalur.
Meski semakin modern, Nissan tetap mempertahankan identitas X-Trail melalui lantai bagasi tahan air, ruang kargo yang luas, serta penambahan hands-free power tailgate untuk memudahkan akses ke bagasi.
T33 Membawa Nissan X-Trail ke Era Elektrifikasi
Babak terbaru dalam sejarah Nissan X-Trail dimulai lewat generasi keempat berkode T33 yang pertama kali diperkenalkan di Amerika Utara pada 2020 dan menyusul di Jepang pada 2022.
Generasi ini mengusung teknologi e-POWER, di mana roda kendaraan digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, sementara mesin bensin VC-Turbo berfungsi sebagai generator penghasil listrik. Pendekatan tersebut menghasilkan karakter berkendara yang menyerupai mobil listrik dengan respons akselerasi yang halus tanpa memerlukan pengisian daya eksternal.
Untuk mendukung kemampuan di berbagai kondisi jalan, Nissan juga menyematkan teknologi e-4ORCE. Sistem penggerak empat roda elektrik ini mengombinasikan kontrol motor listrik dan pengereman sehingga distribusi tenaga ke setiap roda dapat diatur secara presisi, termasuk saat melintasi jalan pegunungan maupun permukaan bersalju.
Selain peningkatan teknologi, T33 juga menawarkan bukaan bagasi yang lebih lebar, sumber listrik AC 100 volt untuk pasar domestik Jepang, serta sistem audio premium BOSE dengan sembilan speaker.
Sejarah Nissan X-Trail Terus Berkembang Mengikuti Perubahan Zaman
Selama 25 tahun, sejarah Nissan X-Trail menunjukkan bagaimana sebuah SUV terus berevolusi mengikuti kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi otomotif. Mulai dari T30 yang menonjolkan kepraktisan untuk aktivitas luar ruang, T31 dengan peningkatan sistem pengendalian, T32 yang membawa teknologi bantuan berkendara, hingga T33 yang memasuki era elektrifikasi melalui e-POWER dan e-4ORCE.
Di momen peringatan 25 tahun ini, Nissan juga menghadirkan tambahan varian NISMO dan ROCK CREEK di sejumlah pasar. Kehadiran model tersebut menjadi bagian dari pengembangan lini X-Trail yang selama dua setengah dekade telah mencatat penjualan lebih dari 8,1 juta unit di berbagai negara.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa sejarah Nissan X-Trail bukan hanya tentang pergantian generasi, tetapi juga bagaimana sebuah SUV beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan konsumen, mulai dari kendaraan untuk bertualang hingga menjadi SUV modern dengan teknologi elektrifikasi.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.