Beranda / Mobil Baru / Katalog / Nissan All New Livina

Nissan All New Livina

Rp 327 Juta - Rp 328 Juta
Kapasitas Mesin
1,499 CC
Mesin
1.5L Petrol Engine, In-Line 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
6 Pilihan Warna
Sunset Orange
Ruby Red
White Pearl
Silver Tech
Timeless Grey
Black Knight
Tipe Kendaraan
Nissan All New Livina VL AT White
Rp 328 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Nissan All New Livina VL AT Non White
Rp 327 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Nissan All New Livina VL AT White
Nissan All New Livina VL AT Non White
Kapasitas Mesin
1,499 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L Petrol Engine, In-Line 4 Cylinder 16 Valve DOHC
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Welcome Light
Lihat Semua

NISSAN ALL NEW LIVINA
Artikel Terkait
Lihat Semua
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah
03 Mar 2026
Penjualan Pabrikan Mobil China Melesat, Peta Industri Otomotif Global Berubah 03 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Tiga produsen mobil asal China sukses menembus daftar 10 besar industri otomotif global 2025. Kepastian ini muncul setelah Stellantis merilis laporan keuangan resminya pada 26 Februari 2026, yang sekaligus melengkapi data penjualan tahunan para raksasa otomotif dunia. Dari laporan tersebut, peta persaingan global sepanjang 2025 pun semakin jelas, dengan dominasi pemain lama mulai mendapat tekanan serius dari produsen China. Empat peringkat teratas industri otomotif global 2025 masih dihuni nama-nama mapan. Toyota, Volkswagen, Hyundai Motor, dan General Motors tetap menjadi produsen dengan volume penjualan terbesar di dunia. Di posisi kelima, Stellantis mencatat penjualan lebih dari 5,4 juta unit sepanjang 2025. Kinerja ini didorong pertumbuhan penjualan sebesar 11 persen secara tahunan pada paruh kedua tahun tersebut, menunjukkan konsolidasi grup multi-merek ini masih cukup solid di tengah persaingan ketat. BYD, SAIC, dan Geely Menguat, Nissan Tersingkir Perubahan signifikan justru datang dari pabrikan China. BYD, SAIC, dan Geely berhasil memperbaiki posisi mereka di peringkat global. Sebaliknya, Nissan harus rela keluar dari jajaran 10 besar. BYD menjadi sorotan utama dengan lonjakan ke posisi keenam. Sepanjang 2025, produsen ini mencatat total penjualan 4,602 juta unit, di mana 2,25 juta unit di antaranya merupakan mobil listrik murni. Angka tersebut melonjak 27,86 persen dibanding tahun sebelumnya. Dikutip dari Carnewschina, capaian ini membuat BYD untuk pertama kalinya melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik global. Menurut laporan media China CLS, salah satu pendorong utama kinerja pabrikan otomotif China adalah dukungan kebijakan pemerintah. Program tukar tambah kendaraan yang digulirkan sepanjang 2025 menghasilkan transaksi lebih dari 2,6 triliun yuan atau sekitar 380 miliar dollar AS (setara Rp 6.376 triliun), dengan melibatkan sekitar 360 juta konsumen. Melalui program ini, lebih dari 11,5 juta kendaraan ditukar, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Kebijakan tersebut terbukti efektif mendorong penjualan sekaligus mempercepat transisi elektrifikasi di pasar domestik China. Pangsa Pasar Global China Terus Membesar Secara global, posisi industri otomotif China juga semakin kokoh. Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association, Cui Dongshu, menyebut pangsa pasar otomotif China di dunia mencapai 35,6 persen sepanjang 2025, naik dari 34,2 persen pada 2024. Di sektor ekspor, performa produsen China juga mencatat pertumbuhan signifikan. BYD membukukan penjualan luar negeri sebanyak 1,05 juta unit, melonjak 145 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara SAIC mencatat penjualan internasional 1,071 juta unit atau naik 3,1 persen secara tahunan. Data China Association of Automobile Manufacturers mencatat produksi kendaraan di China pada 2025 mencapai 34,531 juta unit, dengan total penjualan 34,4 juta unit. Angka tersebut masing-masing naik 10,4 persen dan 9,4 persen dibanding 2024. Capaian ini sekaligus mengukuhkan China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Dengan kombinasi pasar domestik raksasa, dukungan kebijakan, dan ekspansi global agresif, produsen otomotif China kini menjadi kekuatan utama yang mengubah lanskap industri otomotif dunia. Lihat Selengkapnya
Sejarah Mobil Genesis, Dari Sedan Hyundai Jadi Brand Mewah Global
20 Feb 2026
Sejarah Mobil Genesis, Dari Sedan Hyundai Jadi Brand Mewah Global 20 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id – Di tengah persaingan ketat segmen mobil premium global, Genesis berhasil menegaskan diri sebagai brand mobil mewah yang kini dikenal di seluruh dunia. Perjalanan Genesis menunjukkan bagaimana pabrikan Korea Selatan mampu berkembang dari produk niche menjadi pemain global di pasar premium otomotif. Awal Mula Dari Hyundai Genesis ke Brand Premium Jika Toyota punya Lexus, Hyundai punya Genesis. Cerita Genesis berawal dari sebuah sedan mewah yang diproduksi oleh Hyundai Motor Company pada 2008. Model ini dikenal sebagai Hyundai Genesis, sedan premium yang dirancang untuk menantang dominasi mobil‑mobil mewah dari Eropa dan Jepang pada masanya. Setelah kesuksesan awal dan respon positif di pasar global, Hyundai mengambil langkah berani pada 4 November 2015 dengan mengumumkan Genesis sebagai merek mobil mewah independen. Genesis menjadi lini baru di bawah Hyundai Motor Group, serupa dengan langkah Toyota yang melahirkan Lexus atau Nissan dengan Infiniti. Model pertama yang dipasarkan di bawah brand Genesis Motor adalah Genesis G90, sedan flagship yang debut secara global setelah brand resmi diluncurkan. Sejak saat itu, lineup berkembang dengan seri‑seri lain seperti G80, G70, serta SUV premium seperti GV70 dan GV80. Sejak diluncurkan sebagai merek sendiri, Genesis memperluas kehadirannya ke berbagai pasar utama dunia. Brand ini masuk ke Amerika Serikat pada 2017 dan kemudian Eropa pada awal 2021, langkah yang menegaskan ambisinya bersaing dengan pemain mapan di kelas premium. Pertumbuhan penjualan Genesis juga menunjukkan tren positif. Pada 2023, penjualan global Genesis telah melampaui 1 juta unit kendaraan hanya dalam kurang dari delapan tahun sejak debutnya, mencakup penjualan domestik di Korea Selatan dan penjualan ekspor ke berbagai negara. Prestasi tersebut tidak lepas dari strategi produk yang konsisten memperkenalkan model‑model kompetitif dan pengalaman merek yang berbeda. Genesis juga dikenal karena menghadirkan ruang pengalaman merek di berbagai kota dunia guna mendekatkan konsumen dengan filosofi desain dan kemewahannya. Filosofi Desain dan Masa Depan Elektrifikasi Menurut laman resmi Hyundai Global, disebutkan jika Genesis dikenal dengan filosofi desain “Athletic Elegance”, perpaduan estetika elegan khas mewah dengan karakter dinamis. Filosofi ini menjadi ciri khas setiap model, mulai dari sedan hingga SUV. Lebih jauh lagi, Genesis telah menetapkan strategi elektrifikasi penuh dengan rencana menjadikan semua model barunya 100% listrik mulai 2025, sebagai bagian dari langkah menuju mobilitas berkelanjutan serta mendukung tren global EV. Perjalanan Genesis dari sebuah model merek Hyundai menjadi brand mewah global menunjukkan evolusi unik di industri otomotif modern. Dengan strategi ekspansi global, lineup produk yang kuat, serta visi menuju elektrifikasi, Genesis kini bukan hanya simbol mobil premium asal Korea Selatan tetapi juga pesaing nyata di pasar otomotif dunia. Lihat Selengkapnya
Nissan Siapkan Mobil Listrik Murah, Datsun Berpeluang Bangkit!
18 Feb 2026
Nissan Siapkan Mobil Listrik Murah, Datsun Berpeluang Bangkit! 18 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Nissan dikabarkan tengah menyiapkan strategi baru untuk menghadirkan mobil listrik dengan harga yang lebih ramah di kantong. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pabrikan asal Jepang itu disebut-sebut mempertimbangkan menghidupkan kembali merek Datsun sebagai lini kendaraan listrik murah yang menyasar pasar negara berkembang. Mengutip laporan Automotive News, salah satu sumber internal Nissan menyebutkan bahwa perusahaan memiliki sejumlah agenda strategis yang akan dibahas, termasuk opsi menjadikan Datsun sebagai kendaraan listrik terjangkau. Jejak Datsun dan Penutupan Operasional di Sejumlah Negara Wacana ini mencuat setelah Datsun menghentikan operasionalnya di India beberapa waktu lalu. Merek tersebut berkiprah di pasar India sejak 2013 selama kurang lebih sembilan tahun. Sebelumnya, pada 2020, Datsun juga menutup aktivitas produksi dan penjualannya di Rusia serta Indonesia. Penutupan tersebut berdampak pada ketidakjelasan nasib beberapa model seperti Datsun Go dan Datsun Go+. Di sisi lain, Nissan sempat menyatakan fokusnya tertuju pada penguatan merek utama mereka. "Bagi ribuan konsumen di seluruh dunia, Datsun terus memberikan pengalaman berkendara yang menarik, merasa puas sebagai konsumen karena harganya yang tepat, dan memiliki nilai yang luar biasa," kata narasumber dari Nissan. "Sebagai bagian dari strategi transformasi global Nissan, Nissan berfokus pada model dan segmen utama yang memberikan manfaat paling besar bagi pelanggan, mitra dealer, dan bisnis," paparnya. Peluang Besar dari Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi Meski demikian, peluang menghadirkan mobil listrik murah melalui Datsun tetap terbuka lebar. Hal ini tidak terlepas dari kekuatan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance yang memiliki sumber daya besar dalam pengembangan kendaraan listrik. Aliansi tersebut menargetkan peluncuran 35 model kendaraan listrik baru hingga 2030. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan transformasi perusahaan dalam memperkuat inovasi di segmen electric vehicle (EV). Namun, belum ada kepastian apakah roadmap tersebut juga mencakup pengembangan mobil listrik murah dengan merek Datsun. Salah satu model yang telah diumumkan dalam presentasi aliansi adalah penerus Nissan Micra versi listrik penuh. Model ini akan memanfaatkan platform CMF B-EV yang dikembangkan bersama. "Nissan Micra akan dirancang oleh Nissan, dikembangkan dan diproduksi oleh Renault menggunakan platform [CMF B-EV] kami yang baru, memaksimalkan penggunaan aset aliansi sambil mempertahankan aspek Nissan," ujar COO Nissan, Ashwani Gupta. Jika benar Datsun kembali sebagai merek EV murah, bukan tidak mungkin basis platform yang digunakan akan serupa dengan Micra listrik atau kembarannya, Nissan March. Tantangan dan Harapan Kebangkitan Datsun Selain India, Rusia, dan Indonesia, Datsun juga sempat meramaikan pasar otomotif di Kazakhstan, Afrika Selatan, Belarusia, dan Nepal. Namun, tren penjualan yang terus menurun membuat operasional merek ini dihentikan secara bertahap di berbagai negara. Kini, dengan tren elektrifikasi global yang semakin kuat, peluang kebangkitan Datsun sebagai merek mobil listrik terjangkau menjadi wacana menarik. Jika strategi ini terealisasi, Nissan berpotensi memperluas penetrasi EV di pasar berkembang dengan menawarkan produk yang kompetitif dari sisi harga maupun teknologi. Lihat Selengkapnya
The All-New Nissan X-Trail e-Power With e-4orce, SUV Ideal untuk Mudik Lebaran 2026
12 Feb 2026
The All-New Nissan X-Trail e-Power With e-4orce, SUV Ideal untuk Mudik Lebaran 2026 12 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Tak terasa Ramadan segera tiba dan tradisi mudik Lebaran sudah di depan mata. Momen berkumpul bersama keluarga tentu membutuhkan kendaraan yang nyaman, aman, dan siap menghadapi berbagai kondisi jalan. Di tengah tren elektrifikasi, Nissan menghadirkan solusi menarik lewat The All-New Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE. SUV generasi keempat ini tampil dengan desain modern, teknologi mutakhir, serta karakter tangguh khas X-Trail yang telah dipercaya lebih dari 60.000 konsumen Indonesia sejak 2001. Kini, evolusinya semakin relevan dengan kebutuhan keluarga modern yang aktif dan dinamis. Elektrifikasi Tanpa Rasa Khawatir Masih banyak calon pengguna yang ragu beralih ke mobil listrik untuk perjalanan jauh seperti mudik. Kekhawatiran soal daya baterai dan infrastruktur pengisian sering menjadi pertimbangan utama. Namun, The All-New Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE menawarkan pendekatan berbeda. SUV ini sepenuhnya digerakkan oleh dua motor listrik—203 PS di depan dan 135 PS di belakang—sementara mesin bensin hanya berfungsi untuk mengisi baterai, tanpa perlu pengisian daya eksternal. Artinya, sensasi berkendara tetap seperti mobil listrik murni dengan akselerasi instan dan halus, tetapi tanpa kecemasan mencari stasiun pengisian daya. Bagi Anda yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa rasa khawatir, X-Trail e-POWER bisa menjadi pilihan transisi yang tepat. Tangguh di Segala Medan Berkat Teknologi e-4ORCE Keunggulan utama model T33 ini terletak pada sistem Electric All-Wheel Drive (e-4ORCE). Berbeda dari sistem AWD konvensional, teknologi ini mengandalkan dua motor listrik untuk mendistribusikan tenaga secara independen ke masing-masing roda. e-4ORCE tidak hanya meningkatkan traksi, tetapi juga mengatur torsi dan pengereman setiap roda secara presisi. Hasilnya, kendaraan tetap stabil saat melintasi jalan licin karena hujan, tanjakan curam, maupun tikungan tajam saat membawa muatan penuh. Dengan lima mode berkendara—Auto, Sport, Eco, Off-road, dan Snow (yang dapat diaplikasikan pada jalan berlumpur di Indonesia)—SUV ini benar-benar siap menemani perjalanan mudik ke kampung halaman, baik melewati tol mulus maupun jalur pegunungan dan pedesaan. Mengusung filosofi “A Legacy Is Born, On Every Trail”, Nissan menegaskan bahwa X-Trail bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian dari perjalanan hidup keluarga Indonesia. Kabin Premium dan Nyaman untuk Perjalanan Jauh Mudik identik dengan perjalanan panjang. Karena itu, kenyamanan menjadi faktor utama. The All-New Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE hadir dengan konfigurasi tujuh penumpang dan kabin luas bernuansa premium. Fitur kenyamanan yang dihadirkan antara lain: Kursi Zero Gravity Seat AC Tri-Zone untuk seluruh baris Sistem audio premium BOSE 9-speaker Panel instrumen digital 12,3 inci Heads-Up Display 10,8 inci Interiornya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk membawa keluarga besar maupun barang bawaan tambahan saat mudik. Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. SUV ini dibekali Nissan Safety Shield yang mencakup fitur seperti ⁠Intelligent Emergency Braking, Blind Spot Warning, hingga Intelligent Cruise Control. Teknologi Nissan Safety Shield 360 pun mampu menjaga perjalanan Anda dan keluarga dimanapun. Dengan kombinasi teknologi canggih dan sistem penggerak presisi, X-Trail e-POWER memastikan perjalanan tetap aman, stabil, dan nyaman di berbagai situasi. Harga dan Kesempatan Test Drive di IIMS 2026 The All-New Nissan X-Trail e-POWER with e-4ORCE dipasarkan dengan harga Rp795 juta. Khusus pembelian selama IIMS 2026, tersedia berbagai program promosi menarik bagi konsumen. Bagi yang penasaran ingin merasakan langsung performa dan kenyamanannya, unit ini dapat dicoba melalui sesi test drive di IIMS 2026. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.