Beranda / Mobil Baru / Katalog / DFSK GLORY-560

DFSK GLORY-560

Rp 275 Juta
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Glorious Metallic Red
Phantom Black
Elegant White
Champagne Silver
Tipe Kendaraan
DFSK GLORY-560 1.5L Turbo
Rp 275 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
DFSK GLORY-560 1.5L Turbo
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

DFSK GLORY-560
Artikel Terkait
Lihat Semua
DFSK E5 PLUS Setir Kanan Resmi Meluncur, Indonesia Jadi Pasar Prioritas dan Siap Diproduksi Lokal
22 Jun 2026
DFSK E5 PLUS Setir Kanan Resmi Meluncur, Indonesia Jadi Pasar Prioritas dan Siap Diproduksi Lokal 22 Jun 2026 Hong Kong SAR, GoodCar.id – DFSK resmi memperkenalkan DFSK E5 PLUS versi setir kanan (Right-Hand Drive/RHD) dalam ajang International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong. Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas ekspansi global sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas utama untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi DFSK di kawasan Asia Tenggara. Di bawah naungan SERES Group dan dipasarkan di Indonesia oleh PT Sokonindo Automobile, DFSK melihat peluang besar di pasar kendaraan energi baru yang terus berkembang. Kehadiran E5 PLUS versi setir kanan menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia akan memainkan peran penting dalam strategi pertumbuhan global merek asal Tiongkok tersebut. Indonesia Jadi Fokus Utama Ekspansi DFSK di Asia Tenggara Setelah mendapatkan respons positif di sejumlah pasar internasional seperti Afrika Utara dan Amerika Selatan, DFSK kini mulai memperluas penetrasi ke negara-negara dengan sistem kemudi kanan. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian khusus karena memiliki pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan tingkat adopsi kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat. Presiden DFSK, Amy Gong, mengatakan bahwa E5 PLUS merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan dalam menghadirkan kendaraan yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan. Menurutnya, DFSK akan terus memperkuat inovasi teknologi, memperluas portofolio produk, serta mempercepat ekspansi global melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar lokal. DFSK E5 PLUS Hadir dengan Teknologi Plug-in Hybrid DFSK E5 PLUS dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga modern yang menginginkan kendaraan berkapasitas besar, nyaman digunakan sehari-hari, namun tetap efisien dari sisi konsumsi energi. Model ini mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik berbasis baterai. Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan beroperasi menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan harian sekaligus tetap memiliki fleksibilitas mesin konvensional saat menempuh perjalanan jarak jauh. Konsep ini menjadi solusi yang relevan bagi konsumen Indonesia yang mulai tertarik pada kendaraan elektrifikasi, tetapi masih mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur pengisian daya di beberapa wilayah. Dengan sistem PHEV, pengguna dapat menikmati efisiensi konsumsi energi yang mendekati kendaraan listrik murni saat digunakan di perkotaan, tanpa harus khawatir mengenai jarak tempuh ketika melakukan perjalanan antarkota atau mudik. Solusi Mobilitas untuk Keluarga Indonesia Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis bagi DFSK. Menurutnya, kehadiran E5 PLUS versi setir kanan menjadi bukti komitmen perusahaan untuk menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kombinasi teknologi elektrifikasi, kenyamanan kabin, serta fleksibilitas penggunaan menjadi nilai utama yang ditawarkan kepada konsumen. Momentum menjelang pameran otomotif nasional juga dimanfaatkan DFSK untuk memperkenalkan arah pengembangan produk mereka kepada publik Indonesia. Perusahaan ingin menunjukkan bahwa kendaraan yang dihadirkan bukan sekadar model baru, tetapi solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Diproduksi Lokal di Pabrik Cikande Salah satu poin penting dari kehadiran DFSK E5 PLUS adalah komitmen produksi lokal. Kendaraan ini dipastikan akan dirakit di fasilitas PT Sokonindo Automobile yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut telah menerapkan konsep industri 4.0 dengan tingkat penggunaan teknologi robotik mencapai sekitar 90 persen dalam proses produksi. Teknologi ini memungkinkan standar kualitas yang lebih konsisten, efisiensi manufaktur yang tinggi, serta mendukung kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Produksi lokal juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing harga sekaligus memperkuat kontribusi industri otomotif nasional dalam era kendaraan energi baru. Perkuat Layanan Purnajual dan Jaringan Dealer Tidak hanya fokus pada produk, DFSK juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui penguatan layanan purnajual. Perusahaan berkomitmen memperluas jaringan dealer resmi, meningkatkan kompetensi teknisi, serta memastikan ketersediaan suku cadang di berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi kerangka layanan global DFSK yang bertujuan memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman dan bebas khawatir bagi konsumen. Dengan hadirnya DFSK E5 PLUS versi setir kanan, Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai pasar penting dalam perkembangan kendaraan elektrifikasi di kawasan. Kombinasi teknologi PHEV, produksi lokal, dan dukungan layanan purnajual yang terus diperkuat menjadikan DFSK optimistis dapat bersaing di segmen kendaraan keluarga ramah lingkungan yang semakin diminati masyarakat Indonesia. Lihat Selengkapnya
DFSK Meriahkan Jakarta Fair 2026, Bocorkan Teknologi PHEV dan Tebar Promo Hingga Puluhan Juta
12 Jun 2026
DFSK Meriahkan Jakarta Fair 2026, Bocorkan Teknologi PHEV dan Tebar Promo Hingga Puluhan Juta 12 Jun 2026 Jakarta, GoodCar.id – PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan pasar otomotif nasional dengan berpartisipasi dalam Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026. Berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, DFSK menghadirkan beragam kendaraan unggulan sekaligus memberikan sinyal kuat mengenai arah pengembangan teknologi masa depannya. Berlokasi di Hall A No.18, DFSK menampilkan sejumlah model yang mewakili berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, mulai dari kendaraan listrik perkotaan, kendaraan niaga, hingga camper van yang mendukung gaya hidup modern. Menariknya, DFSK juga mengungkap rencana menghadirkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pada produk terbarunya yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. DFSK Siapkan Langkah Baru Lewat Teknologi PHEV Partisipasi DFSK di Jakarta Fair 2026 tidak sekadar menjadi ajang pamer produk. Lebih dari itu, perusahaan ingin memperlihatkan transformasi teknologi yang tengah mereka kembangkan seiring perubahan tren industri otomotif global menuju kendaraan elektrifikasi. Direktur Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Cin Hok Rifin, mengatakan bahwa PRJ menjadi momentum penting bagi DFSK untuk memperkenalkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. “Selain menampilkan berbagai produk unggulan yang telah dipasarkan, kami juga akan memperkenalkan arah pengembangan teknologi DFSK di masa depan melalui Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Teknologi ini akan hadir pada produk terbaru kami yang akan segera diluncurkan,” ujarnya. Kehadiran teknologi PHEV dinilai menjadi langkah strategis bagi DFSK dalam menjembatani kebutuhan konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik tanpa menghilangkan fleksibilitas mesin berbahan bakar konvensional. Camper Van Delima x Explora Jadi Magnet Pengunjung Salah satu kendaraan yang paling menarik perhatian di booth DFSK adalah Camper Van Delima x Explora. Kendaraan ini menunjukkan bahwa mobil tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat transportasi atau kendaraan usaha, tetapi juga dapat mendukung gaya hidup dan aktivitas rekreasi. Camper van tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang gemar melakukan perjalanan jauh, eksplorasi alam, maupun aktivitas luar ruang. Tren perjalanan mandiri dan wisata berbasis kendaraan yang terus berkembang di Indonesia menjadi alasan DFSK menghadirkan konsep kendaraan multifungsi ini. Menurut DFSK, kebutuhan mobilitas masyarakat kini semakin beragam sehingga kendaraan juga dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai aktivitas, baik untuk bisnis maupun kebutuhan leisure. SERES E1, Mobil Listrik Ringkas untuk Mobilitas Kota Di segmen kendaraan listrik penumpang, DFSK mengandalkan SERES E1 sebagai solusi mobilitas perkotaan yang praktis dan ekonomis. Mobil listrik kompak ini hadir dengan desain modern dan dimensi yang ringkas sehingga mudah bermanuver di jalanan perkotaan yang padat. Selain menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional, SERES E1 juga dibekali program gratis perawatan selama 3 tahun atau 100.000 kilometer. Saat ini, SERES E1 dipasarkan mulai dari Rp168 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu pilihan kendaraan listrik yang kompetitif di pasar Indonesia. Gelora E dan Super Cab untuk Dukung Pelaku Usaha Tidak hanya fokus pada kendaraan penumpang, DFSK juga menghadirkan solusi kendaraan niaga yang dirancang untuk mendukung produktivitas bisnis. Gelora E Blind Van menjadi salah satu andalan perusahaan di segmen kendaraan niaga listrik. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer (NEDC) dalam sekali pengisian daya, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan distribusi dan logistik perkotaan. DFSK menawarkan Gelora E dengan berbagai program menarik, termasuk subsidi trade-in melalui program “DFSK Dukung Bisnis Anda”. Harga Gelora E Blind Van yang semula Rp350 juta kini menjadi Rp270 juta, sementara Gelora E Mini Bus turun dari Rp399 juta menjadi Rp314 juta. Sementara itu, bagi pelaku usaha yang masih membutuhkan kendaraan niaga berbahan bakar konvensional, DFSK menghadirkan Super Cab yang dikenal tangguh dan ekonomis. Kendaraan ini dipasarkan mulai dari Rp158,5 juta (OTR Jakarta) dan menawarkan keunggulan kapasitas angkut besar, performa kuat, serta biaya operasional yang efisien. Promo Menarik Selama Jakarta Fair 2026 Untuk semakin menarik minat pengunjung, DFSK menghadirkan program khusus bertajuk “DFSK Dukung Bisnis Anda” selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026. Melalui program tersebut, konsumen berkesempatan memperoleh insentif hingga Rp51 juta untuk SERES E1, Rp80 juta untuk Gelora E Blind Van, dan Rp85 juta untuk Gelora E Mini Bus. Promo ini berlaku untuk 4.000 unit pertama selama periode pameran. Melalui partisipasinya di Jakarta Fair Kemayoran 2026, DFSK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang inovatif, mulai dari kendaraan listrik, kendaraan niaga, hingga teknologi PHEV yang akan segera hadir. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung perkembangan industri otomotif Indonesia menuju era mobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan. Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen
09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif. Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri. Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi. Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya. Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely. Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM. Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik. Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion. Harga Bisa Naik hingga 40 Persen Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan. Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta. Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Lihat Selengkapnya
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional
27 Feb 2026
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional 27 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Industri otomotif nasional menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri, khususnya segmen pick-up. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang sejak 1969 berperan sebagai asosiasi industri kendaraan bermotor di Indonesia. GAIKINDO menyebut, bersama para anggotanya dan dengan dukungan pemerintah, industri otomotif nasional terus menyesuaikan perkembangan produk dengan kebutuhan masyarakat, termasuk untuk kendaraan roda empat atau lebih di segmen komersial. Pengembangan Platform dari Pick-Up ke MPV Dalam perjalanannya, industri otomotif Indonesia mengembangkan platform kendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV). Awalnya, proses konversi dilakukan melalui kerja sama dengan industri karoseri. Seiring waktu, pengembangan tersebut dilakukan lebih lanjut oleh pabrikan hingga menghasilkan kendaraan MPV yang diproduksi secara penuh di dalam negeri. Model MPV yang lahir dari pengembangan tersebut kini menjadi salah satu segmen kendaraan yang banyak digunakan masyarakat Indonesia dan juga dipasarkan di kawasan Asia Tenggara. Pendekatan serupa disebut juga diterapkan dalam pengembangan kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor usaha di dalam negeri. Pernyataan GAIKINDO soal Kapasitas Produksi Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa industri otomotif Indonesia telah melakukan berbagai studi terkait pengembangan platform kendaraan komersial. “Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton. Menurut data GAIKINDO, saat ini terdapat 61 perusahaan yang menjadi anggota asosiasi tersebut. Untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota, yaitu: PT Suzuki Indomobil Motor PT Isuzu Astra Motor Indonesia PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) PT Sokonindo Automobile (DFSK) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia PT Astra Daihatsu Motor Secara keseluruhan, kapasitas produksi kendaraan pick-up dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Dampak ke Rantai Industri dan Tenaga Kerja GAIKINDO juga menyampaikan bahwa satu unit kendaraan terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan berbagai jenis bahan baku, seperti baja, kaca, karet, plastik, dan tekstil. Komponen tersebut diproduksi oleh ribuan perusahaan di dalam negeri, termasuk pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Rantai industri otomotif nasional, baik dari sisi hulu (backward linkage) maupun hilir (forward linkage), disebut melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Dalam pernyataannya, GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta agar pemerintah memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional. Langkah tersebut dinilai dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia sekaligus menjaga keberlanjutan tenaga kerja di sektor otomotif. Hingga saat ini, industri otomotif nasional mencatat kapasitas produksi pick-up ratusan ribu unit per tahun. Pernyataan asosiasi tersebut menegaskan posisi industri dalam negeri dalam konteks pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial di pasar domestik. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.