Tiga Bulan Tembus 100 Ribu Unit, Penjualan Leapmotor Makin Ngebut!09 Oct 2026
Tiga Bulan Tembus 100 Ribu Unit, Penjualan Leapmotor Makin Ngebut!09 Oct 2026
JAKARTA, Goodcar.id – Leapmotor mengklaim mencatat pertumbuhan pengiriman kendaraan yang cukup agresif sepanjang 2026. Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada 8 Oktober 2026, pabrikan mobil listrik asal China tersebut menyebut pengiriman global pada September 2026 mencapai 105.656 unit.
Angka tersebut naik 2,45 persen dibanding Agustus 2026 dan melonjak 59 persen secara tahunan. Yang menarik, Leapmotor mengklaim pencapaian di atas 100.000 unit tersebut bukan terjadi sekali, melainkan sudah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.
Kenaikan pengiriman tersebut ikut mengerek performa Leapmotor sepanjang kuartal ketiga 2026. Perusahaan menyebut total pengiriman global pada periode Juli-September 2026 mencapai 310.052 unit, meningkat 78,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan kuartal kedua 2026, angka tersebut juga diklaim tumbuh 25,87 persen. Artinya, berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, laju pengiriman Leapmotor terus meningkat memasuki paruh kedua tahun ini.
Klaim Masuk 3 Besar NEV China
Leapmotor juga mengklaim pertumbuhan tersebut membuatnya masuk ke dalam tiga besar merek New Energy Vehicle (NEV) asal China serta menjadi salah satu dari empat besar produsen NEV secara global.
Posisi tersebut merupakan klaim Leapmotor berdasarkan data yang mereka sampaikan dalam keterangan resmi pada 8 Oktober 2026. Angka pengiriman memang menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan sebuah merek, meski volume penjualan sendiri belum otomatis menggambarkan tingkat keuntungan atau kondisi bisnis perusahaan secara keseluruhan.
Di balik pertumbuhan tersebut, Leapmotor menyebut dua model yang ikut berperan adalah Leapmotor B01 dan B10.
Keduanya diklaim telah mencatat total produksi lebih dari 300.000 unit hanya dalam waktu 18 bulan sejak produksi dimulai. Menurut Leapmotor, pencapaian tersebut menjadikan B01 dan B10 sebagai model dengan waktu tercepat di jajaran produknya untuk mencapai angka produksi tersebut.
Dari jumlah itu, sekitar 60.000 unit disebut telah diekspor ke berbagai pasar di luar China.
B01 dan B10 Mulai Didorong ke Pasar Global
Leapmotor menyebut B01 mendapat respons permintaan positif sejak pertama kali diluncurkan. Sementara B10 kini telah dipasarkan di lebih dari 40 negara dan wilayah.
Ekspansi B10 juga menjadi bagian dari strategi Leapmotor untuk memperbesar penetrasi di luar pasar domestiknya. Perusahaan mengklaim B10 menjadi SUV BEV merek China dengan penjualan tertinggi di Eropa pada semester pertama 2026.
Klaim tersebut menunjukkan bagaimana Leapmotor tidak hanya mengandalkan pasar China untuk mengejar volume. Ekspansi ke berbagai negara menjadi salah satu bagian penting dari strategi perusahaan dalam meningkatkan penjualan kendaraan listriknya.
Meski begitu, capaian penjualan dan produksi tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Persaingan kendaraan listrik global semakin padat, sementara produsen asal China juga menghadapi tantangan berupa regulasi, tarif impor, jaringan distribusi, layanan purnajual, hingga penerimaan konsumen di masing-masing negara.
Pertumbuhan bisnis tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan teknologi internal Leapmotor.
Dalam Leapmotor Technology Day 2026, perusahaan memperkenalkan LEAP 5.0 Architecture yang menjadi bagian dari pengembangan teknologi kendaraan generasi berikutnya.
Leapmotor menyebut arsitektur tersebut dikembangkan dengan dukungan pengalaman riset dan pengembangan internal selama 11 tahun. Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah integrasi teknologi baterai sebagai bagian dari pengembangan sistem kendaraan listrik.
Selain teknologi baterai, Leapmotor juga memperkenalkan sejumlah teknologi yang disiapkan untuk produk mendatang. Di antaranya embodied intelligence, sistem pencitraan beresolusi tinggi, serta panoramic head-up display.
Pengembangan teknologi tersebut menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik kini tidak hanya berkutat pada kapasitas baterai atau jarak tempuh. Integrasi perangkat keras, perangkat lunak, sistem bantuan berkendara, hingga teknologi kabin ikut menjadi arena persaingan produsen.
Pengiriman Naik, Tantangan Global Tetap Ada
Dengan pengiriman September 2026 yang diklaim mencapai 105.656 unit, Leapmotor kini memiliki momentum pertumbuhan yang cukup besar. Total 310.052 unit pada kuartal ketiga 2026 juga menjadi angka yang menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Namun, angka tersebut tetap perlu dibaca sebagai data yang disampaikan Leapmotor, bukan hasil verifikasi independen. Begitu pula dengan klaim posisi tiga besar NEV China, empat besar produsen NEV global, serta posisi B10 sebagai SUV BEV China dengan penjualan tertinggi di Eropa pada semester pertama 2026.
Yang jelas, Leapmotor sedang meningkatkan skala bisnisnya dengan kombinasi dua pendekatan: memperbesar volume kendaraan melalui model seperti B01 dan B10, sekaligus mengembangkan teknologi internal melalui LEAP 5.0 Architecture.
Jika tren pengiriman tersebut terus berlanjut, persaingan Leapmotor di pasar kendaraan listrik global akan semakin menarik untuk diikuti, terutama ketika ekspansi merek-merek China mulai berhadapan langsung dengan pemain lama di berbagai pasar.
Tentang Goodcar dan GoodSpector
Goodcar, bagian dari Indomobil Group, adalah platform jual beli mobil bekas yang menyediakan layanan tukar tambah, pembelian mobil online dan offline, serta informasi harga mobil bekas yang transparan di Indonesia. GoodSpector merupakan layanan inspeksi mobil bekas dari Goodcar dengan lebih dari 140 titik pemeriksaan, laporan inspeksi dalam 1 jam, dan tanpa biaya tersembunyi. Layanan ini membantu pembeli memeriksa kondisi mobil bekas sebelum transaksi agar lebih aman, transparan, dan #BebasZonk.
Lihat Selengkapnya
Sama-sama 7-Seater, Ini Beda Wuling Darion dan Eksion PHEV08 Oct 2026
Sama-sama 7-Seater, Ini Beda Wuling Darion dan Eksion PHEV08 Oct 2026
Jakarta, Goodcar.id - Wuling Darion PHEV dan Wuling Eksion PHEV sama-sama membawa kapasitas tujuh penumpang dan teknologi plug-in hybrid. Namun, keduanya tidak benar-benar ditujukan untuk kebutuhan keluarga yang sama.
Perbedaan tersebut terlihat dari penghargaan Family Car Recommendation (FCR) 2026 yang diberikan kepada keduanya. Wuling Darion PHEV mendapat predikat ‘Smart Premium MPV’, sedangkan Wuling Eksion PHEV menyandang ‘Modern Family Adventurer’.
Penghargaan yang diberikan redaksi Autofun Indonesia, Carmudi, dan Mobil123 pada 7 Oktober 2026 itu sekaligus menggambarkan karakter masing-masing model. Darion PHEV lebih mengarah pada kenyamanan dan kepraktisan MPV, sementara Eksion PHEV membawa karakter SUV untuk keluarga dengan aktivitas yang lebih beragam.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kendaraan keluarga yang menggabungkan teknologi elektrifikasi dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.
“Kami berterima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Wuling Darion PHEV dan Wuling Eksion PHEV dalam ajang Family Car Recommendation 2026. Pencapaian ini menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen Wuling dalam menghadirkan kendaraan yang dapat menjawab kebutuhan keluarga melalui perpaduan teknologi elektrifikasi, kenyamanan, serta kepraktisan. Kami berharap apresiasi ini semakin memperkuat kepercayaan konsumen terhadap pilihan kendaraan Wuling, termasuk lini PHEV, untuk mendukung berbagai aktivitas keluarga,” ujar Ricky Christian selaku Marketing Director Wuling Motors.
Lalu Apa Bedanya Wuling Darion dan Eksion PHEV?
Meski sama-sama PHEV dan 7-seater, kedua mobil ini punya pendekatan berbeda. Berikut perbedaannya:
1. Jenis Kendaraan
Wuling Darion PHEV merupakan MPV 7-seater. Karakternya lebih diarahkan untuk keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan akses dan kenyamanan kabin sebagai pertimbangan utama.
Wuling Eksion PHEV hadir sebagai SUV 7-seater. Model ini membawa karakter yang lebih tegas dan ditujukan untuk keluarga dengan gaya hidup aktif serta kebutuhan perjalanan yang lebih beragam.
2. Fokus Penggunaan
Darion PHEV lebih dekat dengan kebutuhan mobilitas keluarga sehari-hari. Konfigurasi kabinnya dirancang untuk memberikan kenyamanan ketika digunakan membawa anggota keluarga.
Eksion PHEV membawa pendekatan berbeda dengan mengedepankan karakter SUV dan konsep perjalanan keluarga. Wuling mengusung tema ‘Exploring Family Journeys’ pada model ini.
3. Konsep Kabin
Darion PHEV menggunakan konfigurasi captain seat. Format ini memberikan ruang duduk yang lebih individual bagi penumpang, khususnya di baris kedua.
Model ini juga dibekali autocomfort sliding door yang membuat akses keluar-masuk kabin lebih praktis.
Sementara Eksion PHEV mengandalkan kabin tiga baris dengan konfigurasi tujuh penumpang. Fokusnya lebih kepada fleksibilitas kabin untuk mendukung perjalanan bersama keluarga.
4. Karakter Desain
Darion PHEV membawa pendekatan desain MPV yang lebih dekat dengan konsep kendaraan keluarga premium. Wuling membungkusnya dengan tema ‘Evolving Family Moments’.
Eksion PHEV tampil dengan karakter SUV yang lebih kuat melalui konsep Muscular Flower Design. Desain tersebut menjadi salah satu pembeda utama dibanding Darion PHEV.
5. Penghargaan FCR 2026
Perbedaan karakter tersebut juga tercermin dari kategori penghargaan yang diterima.
Darion PHEV: ‘Smart Premium MPV’.
Eksion PHEV: ‘Modern Family Adventurer’.
Family Car Recommendation sendiri merupakan program editorial tahunan yang telah digelar sejak 2022 untuk memberikan rekomendasi kendaraan berdasarkan kebutuhan keluarga Indonesia.
6. Teknologi Penggerak
Untuk urusan sistem penggerak, keduanya memiliki basis teknologi yang sama. Darion PHEV dan Eksion PHEV menggunakan LING Power, yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT).
Kombinasi tersebut digunakan untuk mendukung respons tenaga sekaligus efisiensi berkendara, baik dalam penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
7. Kemampuan Berkendara dengan Tenaga Listrik
Kedua model sama-sama menggunakan baterai berkapasitas 20,5 kWh.
Berdasarkan standar CLTC, baterai tersebut memungkinkan Darion PHEV dan Eksion PHEV menempuh jarak hingga 125 km dalam mode listrik murni.
Untuk perjalanan lebih jauh, kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin diklaim mampu membawa kedua kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.000 km dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh.
Jadi, perbedaan utama Darion PHEV dan Eksion PHEV bukan terletak pada jumlah kursinya. Keduanya sama-sama menawarkan tujuh tempat duduk dan teknologi PHEV, tetapi Wuling memberikan karakter yang berbeda.
Darion PHEV lebih mengarah ke keluarga yang mencari kenyamanan dan kepraktisan MPV, sedangkan Eksion PHEV menyasar keluarga yang menginginkan karakter SUV sekaligus fleksibilitas tujuh penumpang.
Lihat Selengkapnya
GIIAS Semarang 2026 Ditutup, 28.876 Pengunjung Ramaikan Pameran Otomotif Jawa Tengah07 Oct 2026
GIIAS Semarang 2026 Ditutup, 28.876 Pengunjung Ramaikan Pameran Otomotif Jawa Tengah07 Oct 2026
Semarang, Goodcar.id - GIIAS Semarang 2026 resmi berakhir setelah lima hari berlangsung di Jawa Tengah. Pameran otomotif yang digelar Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut mencatat 28.876 pengunjung, sekaligus memperlihatkan semakin beragamnya merek kendaraan yang masuk ke pasar Jawa Tengah.
Jumlah pengunjung tersebut menjadi salah satu catatan utama dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026. Bukan hanya merek-merek yang sudah lama bermain di pasar otomotif Indonesia, pameran tahun ini juga diisi sejumlah merek baru yang membawa pilihan kendaraan dan teknologi berbeda.
GIIAS Semarang 2026 dibuka pada Rabu, 30 September 2026 oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang diwakili Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Muhamad Masrofi. Pembukaan tersebut turut dihadiri jajaran GAIKINDO, Rektor UNDIP Suharnomo, Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah Maesa Soegriwo, serta Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah Hendriawanto.
Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika mengatakan respons masyarakat dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan GIIAS Semarang tahun ini.
“GIIAS Semarang 2026 berhasil membuktikan bahwa pasar otomotif di Jawa Tengah memiliki potensi yang sangat besar. Dukungan dari pemerintah daerah dan tingginya antusiasme masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan GIIAS Semarang tahun ini. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan teknologi baru, tetapi juga memberikan kontribusi dan dorongan nyata bagi pergerakan ekonomi nasional di akhir tahun,” ujar Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO.
Selama lima hari, GIIAS Semarang 2026 menghadirkan 19 merek kendaraan bermotor. Dari jumlah tersebut, 18 merupakan merek kendaraan penumpang, sedangkan satu merek berasal dari kategori sepeda motor.
Merek kendaraan penumpang yang tampil terdiri dari BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leapmotor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, VinFast, dan Wuling. Sementara kategori sepeda motor diwakili Polytron.
Komposisi tersebut memperlihatkan persaingan pasar otomotif yang semakin ramai, khususnya dengan masuknya sejumlah merek baru ke pameran. GAIKINDO mencatat ada lima merek baru yang ikut serta, sementara tiga merek lainnya kembali bergabung dalam GIIAS Semarang 2026.
Kehadiran merek kendaraan tersebut juga dilengkapi 22 merek dari industri pendukung otomotif. Mereka membawa berbagai produk yang berkaitan dengan kebutuhan kendaraan dan aftermarket sehingga area pameran tidak hanya berisi mobil dan sepeda motor.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty mengatakan keberagaman merek dan teknologi menjadi salah satu daya tarik utama GIIAS Semarang 2026.
“Jajaran merek yang semakin lengkap dengan hadirnya berbagai merek kendaraan baru yang membawa inovasi dan teknologi terkini, serta beragam program interaktif, sukses meramaikan gelaran GIIAS Semarang 2026. Hal ini dibuktikan dengan total kehadiran 28.876 pengunjung sepanjang pameran berlangsung,” ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO.
Buat industri otomotif, angka kunjungan tersebut juga menjadi gambaran mengenai respons pasar Jawa Tengah terhadap perkembangan pilihan kendaraan yang semakin luas. Pengunjung tidak hanya bertemu dengan produk dari merek-merek yang sudah familiar, tetapi juga bisa melihat langsung sejumlah pendatang baru yang mulai memperluas jaringan di Indonesia.
Penyelenggaraan GIIAS Semarang 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor. Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) hadir sebagai Platinum Financial Partner, sementara Kopi Kenangan juga menjadi bagian dari pendukung pameran.
GIIAS Semarang 2026 menjadi bagian dari rangkaian GIIAS The Series yang sepanjang 2026 digelar di sejumlah kota. Sebelumnya, rangkaian tersebut telah hadir di ICE BSD Tangerang, Surabaya, dan Bandung sebelum berlanjut ke Semarang.
Namun perjalanan GIIAS The Series 2026 belum selesai. Setelah Semarang, GAIKINDO akan membawa pameran otomotif tersebut ke Makassar pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.
Rangkaian GIIAS kemudian akan memasuki wilayah baru pada awal 2027. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali.
Kehadiran GIIAS Bali akan menjadi tambahan destinasi baru dalam rangkaian pameran otomotif GAIKINDO. Dengan begitu, setelah Jawa dan sejumlah kota besar lainnya, jangkauan pameran akan semakin bergerak ke wilayah Indonesia bagian timur.
Lihat Selengkapnya
Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta, Masih Ada yang Layak Dibeli?28 Sep 2026
Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta, Masih Ada yang Layak Dibeli?28 Sep 2026
Jakarta, Goodcar.id – Mencari mobil bekas dengan dana maksimal Rp100 juta masih bukan perkara sulit pada 2026. Berdasarkan pantauan sejumlah platform jual beli mobil bekas di Jakarta, pilihan mobil bekas dengan harga di bawah Rp100 juta masih cukup banyak, mulai dari city car, hatchback, MPV, SUV hingga sedan dari berbagai merek dan tahun produksi.
Menariknya, pasar mobil bekas di bawah Rp100 juta juga tidak hanya diisi mobil tua. Beberapa unit yang ditawarkan sudah berusia relatif muda, sementara sebagian lainnya merupakan model lama yang harganya turun karena usia dan jarak tempuh. Artinya, dengan bujet yang sama, pembeli harus memilih antara mendapatkan tahun lebih muda, model lebih besar, atau kondisi mobil bekas yang lebih terawat.
Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta
Salah satu contoh mobil bekas yang masih mudah ditemukan di sejumlah laman jual beli mobil bekas adalah Toyota Avanza. Pantauan pasar September 2026 menunjukkan Avanza tahun 2011 ditawarkan sekitar Rp85 juta hingga Rp100 juta, tergantung tipe, transmisi dan kondisi unit.
Pilihan mobil bekas lain datang dari Daihatsu Xenia. Sejumlah laman listing mobil bekas menawarkan Xenia R Family AT tahun 2012 di sekitar Rp100 juta, sementara Xenia tahun 2015 juga ditemukan di kisaran Rp90 juta hingga lebih dari Rp100 juta. Perbedaan harga menunjukkan tahun produksi saja tidak cukup menjadi patokan karena tipe, transmisi, kilometer, kondisi dan riwayat kendaraan ikut menentukan harga mobil bekas.
Suzuki Ertiga juga masih masuk radar pencari mobil bekas dengan bujet Rp100 juta. Data pasar September 2026 menunjukkan Ertiga produksi 2012-2015 berada pada kisaran Rp85 juta hingga Rp134 juta. Artinya, untuk mendapatkan mobil bekas Ertiga di bawah Rp100 juta, pembeli harus lebih selektif terhadap tahun dan kondisi unit yang tersedia.
Bagi yang membutuhkan mobil bekas berukuran lebih kecil, pilihannya justru cukup beragam. Suzuki Splash tahun 2013 dengan jarak tempuh sekitar 80 ribu kilometer misalnya, ditawarkan sekitar Rp60 juta pada sejumlah laman jual beli mobil bekas. Ada pula Suzuki Ignis tahun 2017 di kisaran Rp94 juta dan Toyota Yaris tahun 2009 sekitar Rp96 juta.
Pilihan mobil bekas di bawah Rp100 juta bahkan bisa masuk ke model yang secara kelas berada di atas city car. Nissan Grand Livina tahun 2014 misalnya, dapat ditemukan di kisaran Rp99 juta, sedangkan Nissan Serena tahun 2012 berada di sekitar Rp80 juta. Grand Livina tahun 2013 juga masih ditemukan di kisaran Rp73 juta hingga Rp78 juta. Namun, usia dan jarak tempuh masing-masing mobil bekas perlu diperhatikan sebelum mengambil keputusan.
Ada Juga Mobil Bekas Tahun Muda
Menariknya, pasar mobil bekas di bawah Rp100 juta tidak selalu berarti harus mengambil mobil produksi lebih dari 10 tahun lalu. Beberapa laman jual beli mobil bekas juga menampilkan Wuling Confero S tahun 2019 di kisaran Rp87 juta dengan jarak tempuh sekitar 90 ribu kilometer. Bahkan, terdapat unit Daihatsu Sigra tahun 2024 yang ditawarkan di sekitar Rp90 juta.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa berburu mobil bekas tidak cukup hanya dengan memasukkan batas harga. Dua mobil bekas dengan harga sama bisa memiliki perbedaan tahun produksi yang cukup jauh. Karena itu, pencarian sebaiknya menggunakan beberapa filter sekaligus, seperti tahun, kilometer, tipe bodi, transmisi dan lokasi kendaraan.
Jangan Terpaku pada Harga Rp100 Juta
Harga mobil bekas yang berada tepat di angka Rp100 juta juga bukan berarti otomatis lebih menarik daripada unit Rp80 juta atau Rp90 juta. Dalam beberapa kasus, selisih harga dapat berasal dari kondisi mesin, riwayat servis, kelengkapan dokumen, kondisi bodi hingga jumlah kilometer.
Pada rentang Rp80 juta sampai Rp100 juta, misalnya, pembeli dapat menemukan berbagai pilihan mobil bekas dengan tahun dan tipe yang berbeda. Karena itu, harga sebaiknya digunakan sebagai titik awal pencarian, bukan satu-satunya pertimbangan ketika memilih mobil bekas.
Pasar mobil bekas di bawah Rp100 juta juga cukup lebar dari sisi model. Pembeli tidak harus memaksakan seluruh anggaran untuk membeli unit yang mendekati Rp100 juta karena pilihan dengan harga lebih rendah masih tersedia. Selisih dana tersebut justru bisa disiapkan untuk kebutuhan servis atau perbaikan setelah kendaraan dibeli.
MPV Masih Mendominasi Pilihan
Untuk kebutuhan keluarga, mobil bekas jenis MPV masih menjadi salah satu pilihan yang mudah ditemukan. Pada berbagai platform jual beli mobil bekas, model seperti Avanza, Xenia, Grand Livina, Serena, Confero dan sejumlah MPV lainnya masih muncul dalam rentang harga di bawah Rp100 juta.
Toyota Avanza menjadi salah satu contoh mobil bekas yang masih punya banyak pilihan di rentang harga tersebut. Selain Avanza, Daihatsu Xenia dan Nissan Grand Livina juga dapat ditemukan di bawah Rp100 juta, sedangkan Suzuki Ertiga lebih banyak berada di sekitar batas tersebut atau sedikit di atasnya tergantung tahun dan kondisi mobil bekas.
Jika kebutuhan utamanya hanya mobilitas perkotaan, mobil bekas jenis hatchback atau city car bisa menjadi alternatif. Harga yang lebih rendah memungkinkan pembeli mendapatkan unit dengan usia lebih muda dibandingkan MPV pada bujet yang sama.
Pasar Mobil Bekas SUV dan Sedan Juga Ramai
Bagi pencari mobil bekas yang menginginkan SUV, pilihan di bawah Rp100 juta juga tersedia, meski biasanya usia kendaraan lebih tua. Beberapa model yang masih ditemukan di pasar mobil bekas antara lain Ford EcoSport 2014 di sekitar Rp90 juta, Honda CR-V 2002 sekitar Rp65,5 juta, serta Ford Escape 2003 sekitar Rp69 juta.
Sementara itu, pasar mobil bekas sedan menawarkan pilihan yang lebih beragam dari sisi usia dan kelas. Toyota Camry 2004 misalnya, masih ditemukan di kisaran Rp69 juta, sedangkan Mercedes-Benz ML320 tahun 2000 berada di sekitar Rp59 juta. Harga murah pada mobil bekas kelas atas seperti ini tentu perlu dilihat bersama biaya perawatan dan kondisi komponen karena usia kendaraan sudah cukup tinggi.
Mobil Bekas Masih Layak Dibeli, ada Syaratnya
Pertanyaan mengenai mobil bekas di bawah Rp100 juta, masih ada yang layak dibeli? Jawabannya sangat bergantung pada unit yang ditemukan. Model yang sama, tahun yang sama, bahkan tipe yang sama bisa mempunyai kondisi berbeda karena pola penggunaan dan perawatan pemilik sebelumnya tidak selalu sama.
Karena itu, saat mencari mobil bekas, jangan hanya membandingkan harga. Pemeriksaan mesin, transmisi, kaki-kaki, sistem pendingin, AC, kelistrikan, bodi, interior, kondisi ban serta dokumen kendaraan perlu dilakukan sebelum transaksi mobil bekas.
Riwayat servis juga menjadi bagian penting dalam memilih mobil bekas. Kilometer rendah memang menarik, tetapi bukan satu-satunya indikator kondisi kendaraan. Mobil bekas dengan kilometer lebih tinggi tetapi memiliki riwayat perawatan yang jelas bisa saja lebih mudah dinilai kondisinya dibandingkan unit dengan kilometer rendah tanpa catatan servis.
Sisakan Dana Setelah Membeli
Membeli mobil bekas dengan dana Rp100 juta sebaiknya tidak berarti seluruh Rp100 juta dihabiskan untuk harga kendaraan. Masih ada biaya yang mungkin muncul setelah mobil bekas berpindah tangan, seperti servis awal, penggantian oli dan filter, aki, ban, pengerjaan kaki-kaki, pajak, balik nama atau perbaikan komponen yang ditemukan setelah pemeriksaan.
Dengan pola tersebut, mobil bekas Rp80 juta dalam kondisi sehat bisa saja membutuhkan total biaya yang berbeda dibandingkan unit Rp100 juta yang membutuhkan banyak perbaikan setelah dibeli. Harga transaksi hanya satu bagian dari biaya kepemilikan mobil bekas.
Pada akhirnya, pasar mobil bekas di bawah Rp100 juta pada 2026 masih menawarkan banyak pilihan. Dari Avanza dan Xenia untuk kebutuhan keluarga, Grand Livina dan Ertiga, sampai Yaris, Ignis, Splash, Confero serta berbagai SUV dan sedan yang usianya lebih tua.
Jadi, mencari mobil bekas di bawah Rp100 juta bukan soal menemukan mobil paling murah, tetapi mencari unit dengan kombinasi harga, usia, kondisi dan riwayat perawatan yang jelas. Pemeriksaan kendaraan tetap menjadi bagian penting sebelum transaksi mobil bekas dilakukan.
Bagi calon pembeli yang ingin mencari mobil bekas dengan proses yang lebih terukur, Goodcar.id hadir sebagai platform jual beli kendaraan tepercaya dari Indomobil Group. Setiap unit mobil bekas yang masuk dalam platform Goodcar melalui proses inspeksi kendaraan, sehingga calon pembeli memiliki informasi mengenai kondisi kendaraan sebelum menentukan pilihan.
Dengan adanya proses inspeksi tersebut, pencarian mobil bekas tidak hanya berangkat dari harga dan foto kendaraan. Kondisi unit menjadi bagian penting yang ikut diperiksa, sehingga calon pembeli dapat memiliki informasi yang lebih lengkap sebelum melanjutkan proses pembelian mobil bekas.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.