Beranda / Mobil Baru / Katalog / Wuling BinguoEV

Wuling BinguoEV

Rp 348 Juta - Rp 408 Juta
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
3 Pilihan Warna
Milk Tea
Galaxy Blue
Mousse Green
Tipe Kendaraan
Wuling BinguoEV Premium Range AC/DC
Rp 408 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Wuling BinguoEV Long Range AC/DC
Rp 358 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Wuling BinguoEV Long Range AC
Rp 348 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Wuling BinguoEV Premium Range AC/DC
Wuling BinguoEV Long Range AC/DC
Wuling BinguoEV Long Range AC
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

WULING BINGUOEV
Artikel Terkait
Lihat Semua
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid
08 Jul 2026
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid 08 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu ajang otomotif paling menarik di tahun ini. Sejumlah pabrikan sudah menyiapkan model terbaru yang sebelumnya telah meluncur di pasar global, sementara beberapa lainnya masih berstatus rumor kuat dan diprediksi melakukan debut di Indonesia. Dominasi kendaraan elektrifikasi diperkirakan masih berlanjut, mulai dari mobil listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga hybrid konvensional. Berikut 10 mobil yang paling dinantikan hadir di GIIAS 2026. 1. Hyundai Ioniq 3 Mobil baru di GIIAS 2026 nantinya adalah Hyundai Ioniq 3. Model ini menjadi salah satu model yang paling dinanti setelah resmi diperkenalkan secara global. Hyundai Ioniq 3 mengisi segmen crossover kompak dan menggunakan platform E-GMP 400V. Dari sisi dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan wheelbase 2.680 mm. Motor listrik penggerak roda depan (FWD) menghasilkan tenaga 147 PS dengan torsi 250 Nm. Hyundai menawarkan dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 344 km hingga 496 km berdasarkan standar WLTP. Sementara pengisian daya DC dari 10 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit. Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter sehingga tetap praktis untuk penggunaan keluarga. 2. Honda Super One Mobil listrik di GIIAs 2026 lainnya adalah Honda Super One. Honda juga diperkirakan membawa kejutan melalui Super One, city car listrik mungil hasil pengembangan GAC Honda untuk pasar China. Mobil ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 3,8 meter dengan motor listrik berkekuatan sekitar 70–80 kW dan menggunakan baterai LFP. Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 400 km berdasarkan siklus CLTC. Penggeraknya menggunakan konfigurasi roda depan (FWD). Meski spesifikasi finalnya masih menunggu peluncuran resmi, Honda Super One dinilai berpotensi menjadi pesaing baru di segmen city EV yang terus berkembang. 3. Leapmotor C10 Leapmotor C10 menjadi salah satu SUV listrik asal China yang mulai menarik perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia. SUV ini memiliki dimensi panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm dengan wheelbase 2.825 mm. Motor listriknya menghasilkan tenaga 170 kW dengan torsi 320 Nm yang dipadukan baterai berkapasitas 69,9 kWh. Dalam pengujian WLTP, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 420 km dan sudah mendukung DC Fast Charging. Mobil ini juga menggunakan platform terbaru LEAP 3.0. 4. Wuling Aira Mobil terbaru di GIIAs 2026 berikutnya ada Wuling AIRA 2026. Nama Wuling Aira mulai ramai diperbincangkan sebagai calon mobil listrik entry level terbaru Wuling, meski hingga kini belum diperkenalkan secara resmi. Berdasarkan berbagai bocoran, mobil ini diperkirakan hadir sebagai city EV empat pintu dengan pilihan baterai sekitar 16 kWh dan 25 kWh. Jarak tempuhnya diprediksi berada di kisaran 200 hingga 300 km berdasarkan standar CLTC dengan konfigurasi empat penumpang. Jika benar dipasarkan di Indonesia, posisi Wuling Aira diperkirakan berada di bawah Air ev dan menjadi model listrik paling terjangkau dalam lini produk Wuling. Harga juga diperkirakan berada di kisaran Rp170–200 jutaan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan. 5. Toyota Hilux EV Toyota juga diperkirakan akan membawa Hilux EV Prototype yang sebelumnya sudah diperkenalkan di pasar global. Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal dengan penggerak roda belakang (RWD) dan mempertahankan konfigurasi double cabin. Toyota belum mengumumkan kapasitas baterai maupun tenaga motor listriknya. Namun Hilux EV diklaim tetap memiliki kemampuan angkut hingga sekitar satu ton sehingga tetap cocok digunakan sebagai kendaraan komersial. 6. Jaecoo J5 SHS Jaecoo J5 SHS diprediksi menjadi salah satu model plug-in hybrid yang akan menarik perhatian di GIIAS 2026. Mobil ini menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan motor listrik melalui sistem Super Hybrid System (SHS) dan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Tenaga gabungannya diperkirakan mencapai sekitar 340 hp. Mobil ini juga diklaim mampu melaju sekitar 120 km hanya menggunakan tenaga listrik, sementara total jarak tempuh kombinasi mesin bensin dan baterai mencapai lebih dari 1.200 km. 7. Suzuki XL7 Facelift Suzuki XL7 Facelift juga diprediksi tampil di GIIAS 2026 meski hingga kini belum diumumkan secara resmi. Sejumlah bocoran memperlihatkan perubahan desain pada grille depan, lampu utama, desain velg, hingga penyegaran interior. Sementara dari sisi teknologi, Suzuki diperkirakan masih mempertahankan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sudah digunakan pada model sebelumnya. 8. Hyundai INSTER Mobil terbaru lainnya di GIIAS 2026 adalah Hyundai INSTER. Selain Ioniq 3, Hyundai juga memiliki amunisi baru melalui INSTER, mobil listrik kompak yang dikembangkan dari Hyundai Casper Electric. Mobil ini memiliki panjang 3.825 mm, lebar 1.610 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.580 mm. Hyundai menawarkan dua pilihan motor listrik. Varian Standard Range menghasilkan tenaga 97 PS, sedangkan Long Range mencapai 115 PS. Keduanya memiliki torsi 147 Nm. Pilihan baterainya terdiri dari 42 kWh dan 49 kWh dengan jarak tempuh masing-masing hingga 327 km dan 370 km berdasarkan standar WLTP. INSTER juga sudah dilengkapi pengisian cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, serta berbagai fitur modern seperti dual layar 10,25 inci, Vehicle-to-Load (V2L), OTA Update, Hyundai SmartSense, hingga wireless charging. 9. Danza B5 Denza B5 yang berubah nama setelah sakuk Indonesia menjadi DAnza B5 diprediksi menjadi salah satu SUV premium yang paling dinantikan jika benar hadir di GIIAS 2026. SUV plug-in hybrid ini menggunakan platform DMO (Dual Mode Off-road) dengan konstruksi ladder frame sehingga dirancang memiliki kemampuan off-road yang mumpuni. Dimensinya cukup besar dengan panjang 4.888 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.920 mm, serta wheelbase 2.800 mm. Denza B5 menggabungkan mesin 1.5 liter turbo dengan dual motor listrik berpenggerak AWD. Pada spesifikasi China, tenaga gabungannya mencapai hingga 505 kW atau sekitar 687 PS dengan torsi sekitar 760 Nm. Mobil ini menggunakan Blade Battery LFP berkapasitas 31,8 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 125 km (CLTC), sementara total jarak tempuh kombinasi mencapai sekitar 1.200 km. Selain performa tinggi, Denza B5 juga menawarkan fitur off-road seperti differential lock, Tank Turn, suspensi adaptif, serta ADAS Level 2+. 10. BAIC T1 Mobil lain terbaru lainnya yang akan hadir di GIIAS 2026 adalah BAIC T!. Nama BAIC T1 belakangan mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon SUV yang berpotensi hadir di Indonesia. Namun hingga saat ini BAIC belum mengumumkan model resmi bernama T1. Kemungkinan besar nama tersebut masih berupa kode pengembangan atau merujuk pada model lain yang belum diluncurkan secara global. Karena itu, spesifikasi resmi maupun jadwal peluncurannya masih belum dapat dipastikan. Persaingan GIIAS 2026 Diprediksi Semakin Ketat Jika seluruh model tersebut benar-benar hadir di GIIAS 2026, pameran tahun depan akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah industri otomotif Indonesia. Menariknya, mayoritas mobil yang diprediksi meluncur merupakan kendaraan elektrifikasi, mulai dari BEV, PHEV hingga hybrid. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju mobil ramah lingkungan di Indonesia akan semakin cepat, sekaligus memberikan pilihan yang semakin beragam bagi konsumen, baik di segmen city car, SUV keluarga, hingga kendaraan komersial. Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Wuling Binguo EV Bekas, Depresiasi 43% ?
07 Jul 2026
Daftar Harga Wuling Binguo EV Bekas, Depresiasi 43% ? 07 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai menunjukkan geliat yang semakin menarik. Seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik di jalan raya, pilihan unit bekas pun ikut bertambah. Salah satu model yang kini cukup banyak dijumpai di bursa mobil bekas adalah Wuling Binguo EV. Berdasarkan hasil penelusuran Goodcar di sejumlah marketplace mobil bekas, saat ini puluhan unit Wuling Binguo EV ditawarkan dengan berbagai pilihan tahun produksi, kondisi, hingga harga. Banderolnya pun semakin kompetitif, bahkan beberapa unit sudah dipasarkan mulai Rp148 jutaan. Meski begitu, harga tersebut bukan menjadi patokan umum. Mayoritas unit yang beredar di pasar justru dipasarkan di kisaran Rp185 juta hingga Rp195 juta, tergantung kondisi kendaraan, jarak tempuh, serta kelengkapan riwayat perawatan. Daftar Harga Wuling Binguo EV Bekas Berdasarkan Tahun Berikut kisaran harga Wuling Binguo EV bekas berdasarkan hasil pemantauan Goodcar di berbagai marketplace mobil bekas. Tahun Produksi Harga Pasaran Market Place 2024 Rp185 juta – Rp195 juta 2025 Rp190 juta – Rp200 juta Dari data tersebut terlihat bahwa unit produksi 2024 masih mendominasi pasar mobil bekas. Hal ini sejalan dengan meningkatnya penjualan Binguo EV sejak tahun tersebut, sehingga kini mulai banyak pemilik yang menawarkan kembali kendaraannya. Sementara itu, unit produksi 2025 masih tergolong lebih sedikit. Karena usianya lebih muda dan rata-rata memiliki jarak tempuh yang rendah, harga jualnya pun masih relatif lebih tinggi dibanding produksi tahun sebelumnya. Harga Rp190 Jutaan Menjadi Acuan Pasar Walaupun ada unit yang dijual mulai Rp148 juta, jumlahnya tidak banyak. Setelah ditelusuri, sebagian besar mobil yang dipasarkan di bawah Rp180 juta umumnya memiliki kilometer yang lebih tinggi, kondisi tertentu, atau dijual karena pemilik ingin segera melepas kendaraan. Sebaliknya, harga yang paling sering muncul justru berada di rentang Rp185 juta hingga Rp195 juta. Beberapa angka yang cukup sering ditemui antara lain Rp183,5 juta, Rp185 juta, Rp189 juta, Rp190 juta, Rp193 juta, Rp195 juta, hingga Rp200 juta. Dengan kata lain, calon pembeli yang sedang mencari Wuling Binguo EV bekas sebaiknya menjadikan kisaran tersebut sebagai acuan harga pasar. Jika menemukan unit dengan harga jauh di bawah rata-rata, ada baiknya melakukan pengecekan lebih detail terhadap kondisi kendaraan sebelum memutuskan membeli. Kondisi Kendaraan Lebih Penting daripada Tahun Produksi Menariknya, selisih harga antara unit tahun 2024 dan 2025 tidak terlalu jauh. Bahkan beberapa unit produksi 2024 dipasarkan dengan harga yang hampir setara dengan produksi 2025. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasar mobil bekas tidak hanya mempertimbangkan tahun produksi. Faktor lain seperti jarak tempuh, riwayat servis berkala, kondisi baterai, kelengkapan dokumen, hingga lokasi penjualan turut memengaruhi harga jual sebuah kendaraan. Karena itu, membandingkan beberapa unit sekaligus menjadi langkah yang lebih bijak dibanding hanya berfokus pada tahun produksi. Selisih dengan Harga Baru Mulai Terasa Signifikan Harga Wuling Binguo EV bekas saat ini juga semakin menarik jika dibandingkan dengan unit baru. Saat ini, Wuling BinguoEV terbaru dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp318 juta untuk varian Lite dan sekitar Rp363 juta untuk varian Pro (OTR Jakarta). Artinya, dengan dana sekitar Rp190 jutaan, konsumen sudah bisa mendapatkan unit bekas dengan selisih lebih dari Rp120 juta dibanding harga varian Lite baru. Jika dibandingkan dengan varian Pro, selisihnya bahkan mendekati Rp170 juta. Perbedaan harga tersebut tentu menjadi pertimbangan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik namun memiliki anggaran yang lebih terbatas. Depresiasi Wuling Binguo EV Mulai Terlihat Turunnya harga Wuling Binguo EV di pasar mobil bekas juga menggambarkan bagaimana pasar kendaraan listrik di Indonesia mulai memasuki fase penyesuaian. Dengan harga pasar yang kini mayoritas berada di kisaran Rp185 juta hingga Rp195 juta, nilai jual kembali Binguo EV diperkirakan telah mengalami depresiasi sekitar 35 hingga 45 persen dibanding harga mobil baru saat ini, tergantung varian, kondisi kendaraan, dan jarak tempuh. Depresiasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain usia kendaraan yang terus bertambah, pasar mobil listrik kini juga semakin kompetitif dengan hadirnya banyak model baru di berbagai segmen harga. Di sisi lain, penyesuaian harga mobil baru yang dilakukan sejumlah produsen turut memengaruhi harga kendaraan bekas di pasaran. Meski demikian, kondisi tersebut justru membuka peluang bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan anggaran di bawah Rp200 juta, pilihan kendaraan listrik bekas kini semakin beragam, dan Wuling Binguo EV menjadi salah satu model yang layak masuk dalam daftar pertimbangan. Namun seperti membeli mobil bekas pada umumnya, calon pembeli tetap perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Riwayat servis berkala, kondisi baterai, fungsi sistem pengisian daya, hingga kelengkapan dokumen sebaiknya dipastikan terlebih dahulu agar kendaraan tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang. Melihat tren pasar saat ini, harga Wuling Binguo EV bekas diperkirakan masih akan bergerak mengikuti dinamika industri kendaraan listrik nasional. Namun untuk saat ini, kisaran Rp185 juta hingga Rp195 juta mulai menjadi titik temu antara penjual dan pembeli, sekaligus mencerminkan harga pasar Wuling Binguo EV bekas di Indonesia pada pertengahan 2026. Lihat Selengkapnya
Hyundai Bocorkan Mobil Baru di GIIAS 2026, Ada EV 7 Penumpang Buatan Indonesia
02 Jul 2026
Hyundai Bocorkan Mobil Baru di GIIAS 2026, Ada EV 7 Penumpang Buatan Indonesia 02 Jul 2026 JAKARTA, Goodcar.id - Hyundai mulai membocorkan strategi besarnya menjelang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Produsen otomotif asal Korea Selatan itu memastikan akan memperkenalkan sejumlah model baru, mulai dari SUV hybrid, MPV elektrifikasi, hingga prototype mobil listrik 7 penumpang yang akan diproduksi di Indonesia. Kehadiran mobil baru Hyundai di GIIAS 2026 menjadi bagian dari langkah perusahaan memperluas pilihan kendaraan di tengah pasar otomotif nasional yang kini tidak lagi hanya diisi mobil bermesin bensin, tetapi juga hybrid dan kendaraan listrik berbasis baterai. Pameran GIIAS 2026 sendiri akan berlangsung pada 29 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Hyundai menempati booth di Hall 2C dan menjadikannya sebagai panggung peluncuran sejumlah produk baru. President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, mengatakan Indonesia masih menjadi salah satu pasar prioritas Hyundai secara global. Karena itu, perusahaan terus menambah pilihan model sesuai kebutuhan konsumen di Tanah Air. "Indonesia adalah salah satu pasar terpenting bagi Hyundai, dan komitmen kami di sini terus tumbuh setiap tahunnya. Hyundai berada dalam posisi yang unik karena mampu menghadirkan pilihan powertrain yang paling komprehensif. Kami percaya bahwa keunggulan mobilitas seharusnya dapat dinikmati oleh semua kalangan. GIIAS 2026 adalah momentum bagi kami untuk mewujudkan komitmen itu secara nyata, menghadirkan lineup EV kami yang paling menarik sejauh ini bersama peluncuran model-model baru yang akan memperluas pilihan bagi konsumen Indonesia," ujar Kenny Lee, President Director PT Hyundai Motors Indonesia. Hyundai Siapkan SUV Hybrid, MPV EV hingga Prototype EV 7 Penumpang Meski belum mengungkap nama model secara resmi, Hyundai memastikan akan membawa beberapa kendaraan baru yang mencakup berbagai segmen. Line-up tersebut terdiri dari SUV listrik (EV), MPV yang tersedia dalam pilihan EV maupun hybrid (HEV), serta SUV hybrid. Strategi ini memperlihatkan Hyundai tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik murni, tetapi juga tetap menawarkan teknologi hybrid yang saat ini permintaannya terus meningkat di Indonesia. Selain model produksi massal, Hyundai juga menyiapkan special display EV Prototype 7-seater yang hanya dipamerkan pada 29–30 Juli 2026. Prototype tersebut menjadi salah satu model yang paling menarik perhatian karena disebut akan diproduksi di Indonesia. Hyundai juga memastikan IONIQ 3 akan tampil di GIIAS sebagai bagian dari lini kendaraan listrik yang dipamerkan kepada publik. Jika benar dipasarkan dalam waktu dekat, kehadiran model-model baru ini akan membuat persaingan kendaraan elektrifikasi semakin ramai. Saat ini segmen tersebut telah diisi sejumlah pemain seperti BYD, Chery, Wuling, Toyota, hingga MG yang sama-sama agresif menghadirkan produk baru. STARGAZER Jadi Penyumbang Pertumbuhan Hyundai Di tengah persiapan menuju GIIAS 2026, Hyundai juga mencatat hasil penjualan positif pada semester pertama tahun ini. Perusahaan menyebut Hyundai STARGAZER mencatat pertumbuhan 10,8 persen secara year on year (YoY) di segmen MPV B. Sementara itu, PALISADE masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di segmen SUV E-F. Di lini kendaraan listrik, KONA Electric menjadi model dengan pertumbuhan penjualan tertinggi dibanding model BEV Hyundai lainnya. Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu alasan Hyundai memperluas pilihan produk pada tahun ini. "Kinerja STARGAZER yang kuat di paruh pertama 2026 mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap Hyundai, dan ini mendorong kami untuk terus memperluas pilihan yang kami hadirkan. Strategi kami di GIIAS adalah menghadirkan pilihan powertrain yang seimbang untuk pasar Indonesia, mulai dari ICE, HEV, hingga EV secara bersamaan, sehingga konsumen dapat memilih kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini juga menjadi cara kami melihat peran kami dalam industri otomotif Indonesia ke depan, bukan hanya memperkenalkan model baru tetapi mengambil langkah nyata seperti memproduksi EV kami secara lokal, sehingga inovasi bermakna dapat diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat menumbuhkan industri itu sendiri," ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia. Hyundai Cup dan Promo STARGAZER Jadi Pendukung Selain membawa mobil baru Hyundai di GIIAS 2026, perusahaan juga memperkuat aktivitas pemasarannya melalui dunia olahraga. Hyundai resmi menjadi Title Partner ASEAN Cup 2026 yang kini menggunakan nama Hyundai Cup 2026. Turnamen sepak bola Asia Tenggara tersebut berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Selama periode tersebut Hyundai akan menggelar berbagai aktivitas, mulai dari Hyundai Cup Corner di booth GIIAS, pameran bertema sepak bola, slogan challenge, acara nonton bareng di Hyundai Motorstudio Senayan Park dan sejumlah dealer, hingga kegiatan bersama komunitas. Di sisi penjualan, Hyundai menawarkan consumer benefit hingga Rp50 juta untuk pembelian STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X sepanjang Juli 2026. Perusahaan juga menyediakan program cicilan mulai Rp3 juta selama tiga tahun, cuti cicilan satu tahun, serta trade-in benefit hingga Rp20 juta bagi konsumen yang menukarkan kendaraan lama. Sementara untuk layanan purna jual, Hyundai mengandalkan ekosistem myHyundaiCare. Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah Premium Courtesy Car, yaitu mobil pengganti bagi pelanggan ketika kendaraannya menjalani perbaikan di bengkel resmi. Saat ini Hyundai menyiapkan lebih dari 250 unit kendaraan pengganti, termasuk IONIQ 5, yang tersebar di jaringan dealer di Indonesia. Lihat Selengkapnya
Mobil Listrik vs Hybrid 2026: Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia?
19 Jun 2026
Mobil Listrik vs Hybrid 2026: Mana yang Lebih Cocok untuk Konsumen Indonesia? 19 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id – Jika beberapa tahun lalu mobil listrik masih dianggap sebagai produk niche, kini kondisinya sudah berubah drastis. Masuknya berbagai merek baru, terutama dari China, membuat pilihan kendaraan listrik semakin beragam dengan rentang harga yang makin kompetitif. Dampaknya, adopsi mobil listrik pun melonjak signifikan. Namun menariknya, di tengah tren tersebut, mobil hybrid justru belum tergeser. Model hybrid masih menjadi kontributor utama penjualan bagi sejumlah pabrikan Jepang di Indonesia. Lalu di 2026 ini, mana yang sebenarnya lebih worth it: mobil listrik atau hybrid? Data Penjualan Elektrifikasi Tumbuh Berdasarkan data industri otomotif nasional, total penjualan kendaraan di Indonesia masih didominasi oleh mobil bermesin konvensional. Namun, tren elektrifikasi terus menunjukkan peningkatan signifikan. Berikut rincian penjualan dan pangsa pasar terbaru: Mobil listrik murni (BEV): 103.931 unit (12,9%) Mobil hybrid (HEV): 65.943 unit (8,2%) Plug-in Hybrid (PHEV): 5.270 unit (0,7%) Total kendaraan elektrifikasi: 175.144 unit (21,8%) Mobil bensin & diesel (ICE): 628.543 unit (78,2%) Dari data ini terlihat jelas bahwa kendaraan elektrifikasi sudah menyumbang lebih dari 20 persen pasar nasional. mobil listrik murni sendiri menyumbang angka 12,9% di 2025, sedangkan hybrid termasuk PHEV menyumbang 8,9%. Mobil Listrik Unggul dari Sisi Biaya Operasional Jika bicara efisiensi, mobil listrik masih jadi pemenang yang cukup telak. Pengguna tidak perlu membeli bahan bakar minyak, dan biaya perawatan juga lebih sederhana karena tidak ada komponen seperti oli mesin, filter, atau sistem pembakaran internal. Dalam praktiknya, biaya energi mobil listrik bisa berada di kisaran ratusan rupiah per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin, bahkan jika dibandingkan dengan hybrid sekalipun. Sementara itu, mobil hybrid memang lebih hemat dibanding mobil konvensional, tetapi tetap bergantung pada BBM. Artinya, biaya operasionalnya masih belum bisa menyaingi efisiensi mobil listrik murni. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi harian, selisih ini akan terasa signifikan dalam jangka panjang. Hybrid tidak membutuhkan charging station. Di titik ini, mobil hybrid masih punya keunggulan yang sulit disaingi. Hybrid tidak membutuhkan charging station. Pengguna cukup mengisi BBM seperti biasa, sementara sistem akan mengatur kerja motor listrik dan baterai secara otomatis. Sebaliknya, mobil listrik masih bergantung pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya. Meskipun jumlah SPKLU terus bertambah dan teknologi fast charging mulai berkembang, distribusinya belum merata. Untuk penggunaan dalam kota, mobil listrik sudah cukup nyaman. Namun untuk perjalanan jarak jauh atau lintas daerah, keterbatasan infrastruktur masih menjadi pertimbangan utama. Karena itu, bagi pengguna dengan mobilitas tinggi antar kota, hybrid masih menawarkan fleksibilitas yang lebih aman. Pengalaman Berkendara: EV Lebih Modern Dari sisi driving experience, mobil listrik menawarkan sensasi yang berbeda. Torsi instan membuat akselerasi terasa lebih responsif, sementara kabin yang senyap meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama di area perkotaan. Sebaliknya, mobil hybrid memberikan pengalaman yang lebih familiar. Transisi antara mesin dan motor listrik berlangsung halus tanpa mengubah kebiasaan berkendara. Namun, pada teknologi hybrid modern, pendekatannya sudah semakin berbeda. Beberapa pabrikan seperti Nissan melalui teknologi e-Power dan Wuling dengan sistem “Ling Power” (yang berfokus pada konsep electric drive), menghadirkan pengalaman berkendara yang kini makin mendekati mobil listrik murni. Pada sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama roda, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai. Hasilnya, sensasi berkendara yang dirasakan pengemudi menjadi lebih halus, responsif, dan menyerupai EV, tanpa sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal. Harga dan Value: Semakin Tipis Beda di Pasar Elektrifikasi Dulu, mobil listrik (EV) selalu diposisikan sebagai produk paling mahal di lini elektrifikasi. Namun situasi itu mulai bergeser. Saat ini, gap harga antara EV dan hybrid semakin mengecil. Bahkan di beberapa segmen, hybrid justru mulai masuk ke rentang harga yang berdekatan dengan EV entry-level. Misal di segmen MPV 300–400 jutaan, batas harga antara hybrid dan EV kini semakin kabur. Terlihat dari perbandingan Toyota Veloz Hybrid yang berada di kisaran sekitar Rp303–389 juta dengan BYD M6 DM yang juga dipasarkan di rentang kurang lebih Rp298–390 juta. Artinya, kedua model ini sudah berada dalam satu “zona harga” yang saling beririsan, di mana varian terendah BYD M6 DM bahkan bisa lebih murah dibanding Veloz Hybrid, sementara varian tertingginya bertemu di kisaran yang sama. Meski demikian, hybrid masih memiliki keunggulan tersendiri, terutama pada nilai jual kembali. Teknologi yang lebih lama dikenal membuatnya dianggap lebih stabil dan “aman” di pasar mobil bekas, khususnya bagi konsumen yang masih mempertimbangkan risiko adopsi teknologi baru. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.