Wuling Siapkan Posko Mudik dan Bengkel Siaga Lebaran 2026, Ini Lokasinya14 Mar 2026
Wuling Siapkan Posko Mudik dan Bengkel Siaga Lebaran 2026, Ini Lokasinya14 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Menyambut musim mudik Lebaran 2026, Wuling Motors menghadirkan program layanan purna jual bertajuk “Tenang Bersama Wuling”. Program ini dirancang untuk memastikan kendaraan pelanggan tetap dalam kondisi prima selama perjalanan jarak jauh menuju kampung halaman.
Program tersebut diperkenalkan dalam acara Media Iftar Gathering yang digelar di Midaz Senayan Golf, Jakarta, pada Kamis (13/3). Melalui program ini, Wuling menyediakan berbagai layanan mulai dari service campaign, posko mudik, hingga bengkel siaga yang tersebar di sejumlah wilayah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Wuling untuk memberikan dukungan layanan bagi pengguna kendaraan listrik maupun kendaraan berbahan bakar konvensional selama periode mobilitas tinggi menjelang dan sesudah Lebaran.
“Sebagai bagian dari layanan Wuling kepada pelanggan, kami menghadirkan program ‘Tenang Bersama Wuling’ yang terdiri dari berbagai layanan mulai dari Service Campaign, Posko Mudik, hingga Bengkel Siaga. Adapun rangkaian ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman selama perjalanan mudik Lebaran baik untuk pengguna kendaraan EV dan non-EV,” ujar Maulana Hakim.
Service Campaign Wuling Berlaku Hingga 31 Maret 2026
Dalam program Service Campaign Tenang Bersama Wuling, pelanggan dapat memanfaatkan sejumlah promo layanan kendaraan yang berlangsung mulai 11 hingga 31 Maret 2026.
Beberapa keuntungan yang ditawarkan antara lain:
Diskon oli mesin hingga 25 persen untuk kendaraan non-EV
Gratis pemeriksaan kendaraan
Pemeriksaan kendaraan di Posko Mudik maupun Bengkel Siaga
Program pemeriksaan kendaraan ini berlaku untuk kendaraan listrik (EV) maupun kendaraan non-EV. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup beberapa komponen penting kendaraan, seperti:
Ban
Klakson
Lampu
Interior
Wiper
Aki
Sistem pengereman
Selain pemeriksaan umum tersebut, terdapat juga pengecekan tambahan yang disesuaikan dengan jenis kendaraan.Pada kendaraan listrik, teknisi akan melakukan pemeriksaan pada sistem EV dan sistem pengisian daya. Sementara itu, untuk kendaraan non-EV dilakukan pemeriksaan pada sistem bahan bakar serta ruang mesin, termasuk kendaraan bermesin ICE, hybrid, maupun plug-in hybrid.
Wuling Hadirkan Posko Mudik di Tol Trans Jawa
Selain program servis kendaraan, Wuling juga menyiapkan posko mudik yang ditempatkan di beberapa titik strategis jalur Tol Trans Jawa. Total terdapat 6 titik Posko Mudik Wuling yang akan beroperasi selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Posko Mudik Arus Mudik (17–19 Maret 2026) dengan kokasi posko meliputi:
Rest Area Cipali KM 207A
Rest Area Batang KM 379A
Rest Area Ngawi KM 575A
Posko Mudik Arus Balik (26–28 Maret 2026), lokasinya berada di:
Rest Area Ngawi KM 575B
Rest Area Batang KM 389B
Rest Area Cipali KM 208B
Seluruh posko mudik tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung perjalanan, seperti Pemeriksaan kendaraan, Pengisian daya AC charging untuk mobil listrik, Ruang tunggu, Akses Wi-Fi. snack dan minuman.
Keberadaan posko ini ditujukan untuk membantu pemilik kendaraan Wuling yang melakukan perjalanan jarak jauh agar dapat melakukan pemeriksaan kendaraan secara cepat saat beristirahat di rest area.
Bengkel Siaga Wuling Beroperasi 24 Jam
Selain posko mudik, Wuling juga menyiapkan jaringan Bengkel Siaga yang tersebar di berbagai daerah.
Sebanyak 23 dealer Wuling akan beroperasi dengan layanan 24 jam selama periode 18–24 Maret 2026. Bengkel ini tersebar di sejumlah wilayah seperti:
Jawa
Bali
Sumatra
Sulawesi
Sementara itu, terdapat 22 dealer lainnya yang beroperasi dengan jam layanan 8 jam pada periode 19–23 Maret 2026. Jaringan ini tersebar di wilayah:
Jawa
Sumatra
Kalimantan
Nusa Tenggara
Sulawesi
Bengkel siaga tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat digunakan pelanggan selama menunggu kendaraan diperiksa, seperti Ruang tunggu, Toile, Mushola, Snack dan minuman. Selain itu juga ada fasilitas pengisian daya AC untuk kendaraan listrik.
Tersedia Layanan Darurat 24 Jam Selama Mudik
Selain layanan servis dan posko mudik, Wuling juga menyediakan layanan bantuan darurat selama periode mudik Lebaran.
Melalui layanan Emergency Road Assistance (ERA), pelanggan dapat memperoleh bantuan apabila mengalami kendala teknis selama perjalanan. Wuling juga menyediakan layanan towing untuk membantu kendaraan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pelanggan dapat menghubungi Wuling Hotline Service & ERA 24 Jam di 0800-100-5050 untuk mendapatkan bantuan darurat selama perjalanan.
Dengan dukungan layanan servis, posko mudik, bengkel siaga, hingga bantuan darurat, program Tenang Bersama Wuling dihadirkan untuk mendukung mobilitas pelanggan selama musim mudik Lebaran 2026.
Lihat Selengkapnya
Bocoran Mobil Baru BAIC 2026 : BJ30 HEV & Arcfox T1 Bakal Bikin Geger?06 Mar 2026
Bocoran Mobil Baru BAIC 2026 : BJ30 HEV & Arcfox T1 Bakal Bikin Geger?06 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - BAIC Indonesia mulai menebar bocoran mobil baru yang bakal hadir pada 2026. Dari BJ30 HEV hybrid sampai hatchback listrik premium Arcfox T1.
Setelah sukses meluncurkan BAIC X55 II dan BJ40 Plus pada 2024, lalu BJ30 Hybrid pada 2025, tahun depan giliran BJ30 HEV versi CKD (Completely Knocked Down) siap meramaikan lini hybrid.
Produksi lokal ini bukan cuma soal jualan, tapi bagian dari strategi jangka panjang BAIC menjadikan Indonesia basis manufaktur regional di Asia Tenggara.
Arcfox T1, Mobil Listrik Pesaing BYD Dolphin
Selain hybrid, BAIC juga bawa sub-brand listrik Arcfox ke Indonesia. Arcfox dikenal sebagai mobil listrik premium yang futuristik dan sudah hits di Tiongkok.
Pengembangan Arcfox melibatkan perusahaan global seperti Magna, Huawei, Baidu, Autoliv, CATL, dan Bosch. Dari baterai sampai sistem ADAS dan teknologi otonom, semua dikolaborasikan untuk pengalaman berkendara yang aman dan futuristik.
Tahun depan, Arcfox T1 bakal jadi model entry level yang masuk segmen medium hatchback EV, bersaing dengan BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, MG4 EV, GWM Ora, dan AION UT.
Dhani Yahya, COO BAIC Indonesia, bilang “Arcfox T1 sudah sukses di negara asalnya. Kami yakin kesuksesan itu akan dibawa ke Indonesia.”
BAIC X1 EV, Small Hatchback Listrik
Selain Arcfox T1, BAIC juga menyiapkan BAIC X1 untuk segmen small hatchback EV. Dengan panjang sekitar 3,8–4,2 meter, model ini siap bersaing dengan Wuling Binguo dan BYD Atto 1, menambah pilihan EV kompak buat konsumen Indonesia.
Gak cuma mobil baru, BAIC juga memperluas jaringan dealer. Targetnya: 28 dealer di seluruh Indonesia pada akhir 2026, fokus awal di Jabodetabek.
Saat ini ada 6 dealer, dan rencananya akan ditambah 7 dealer baru. Semua dealer bakal melayani penjualan, servis, hingga penyediaan suku cadang untuk BAIC dan Arcfox.
Layanan Purna Jual Biar Pengalaman Makin Mantap
BAIC juga serius soal layanan purna jual, termasuk:
Garansi kendaraan 5 tahun
Servis gratis 4 tahun / 80.000 km
Emergency Roadside Assistance gratis 5 tahun
Genuine spare parts tersedia di seluruh dealer
Dhani Yahya menegaskan, “Indonesia bukan cuma pasar penting, tapi bakal jadi hub manufaktur strategis BAIC di Asia Tenggara.”
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional27 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Industri otomotif nasional menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri, khususnya segmen pick-up.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang sejak 1969 berperan sebagai asosiasi industri kendaraan bermotor di Indonesia.
GAIKINDO menyebut, bersama para anggotanya dan dengan dukungan pemerintah, industri otomotif nasional terus menyesuaikan perkembangan produk dengan kebutuhan masyarakat, termasuk untuk kendaraan roda empat atau lebih di segmen komersial.
Pengembangan Platform dari Pick-Up ke MPV
Dalam perjalanannya, industri otomotif Indonesia mengembangkan platform kendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV). Awalnya, proses konversi dilakukan melalui kerja sama dengan industri karoseri.
Seiring waktu, pengembangan tersebut dilakukan lebih lanjut oleh pabrikan hingga menghasilkan kendaraan MPV yang diproduksi secara penuh di dalam negeri. Model MPV yang lahir dari pengembangan tersebut kini menjadi salah satu segmen kendaraan yang banyak digunakan masyarakat Indonesia dan juga dipasarkan di kawasan Asia Tenggara.
Pendekatan serupa disebut juga diterapkan dalam pengembangan kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor usaha di dalam negeri.
Pernyataan GAIKINDO soal Kapasitas Produksi
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa industri otomotif Indonesia telah melakukan berbagai studi terkait pengembangan platform kendaraan komersial.
“Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton.
Menurut data GAIKINDO, saat ini terdapat 61 perusahaan yang menjadi anggota asosiasi tersebut. Untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota, yaitu:
PT Suzuki Indomobil Motor
PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
PT Sokonindo Automobile (DFSK)
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
PT Astra Daihatsu Motor
Secara keseluruhan, kapasitas produksi kendaraan pick-up dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun.
Dampak ke Rantai Industri dan Tenaga Kerja
GAIKINDO juga menyampaikan bahwa satu unit kendaraan terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan berbagai jenis bahan baku, seperti baja, kaca, karet, plastik, dan tekstil.
Komponen tersebut diproduksi oleh ribuan perusahaan di dalam negeri, termasuk pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Rantai industri otomotif nasional, baik dari sisi hulu (backward linkage) maupun hilir (forward linkage), disebut melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja.
Dalam pernyataannya, GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta agar pemerintah memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional. Langkah tersebut dinilai dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia sekaligus menjaga keberlanjutan tenaga kerja di sektor otomotif.
Hingga saat ini, industri otomotif nasional mencatat kapasitas produksi pick-up ratusan ribu unit per tahun. Pernyataan asosiasi tersebut menegaskan posisi industri dalam negeri dalam konteks pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial di pasar domestik.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.