Beranda / Mobil Baru / Katalog / Chery Omoda 5

Chery Omoda 5

Rp 342 Juta - Rp 409 Juta
Kapasitas Mesin
-
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
White Howlite
Blue Turquoise
Black Platinum
Grey Morganite
Tipe Kendaraan
Chery Omoda 5 Z
Rp 342 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Chery Omoda 5 RZ
Rp 409 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Chery Omoda 5 Z
Chery Omoda 5 RZ
Kapasitas Mesin
-
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

CHERY OMODA 5
Artikel Terkait
Lihat Semua
Chery Tiggo Cross CSH Alami Insiden di Tol Jakarta-Cikampek, Ini Penjelasan Resmi Pabrikan
02 Apr 2026
Chery Tiggo Cross CSH Alami Insiden di Tol Jakarta-Cikampek, Ini Penjelasan Resmi Pabrikan 02 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id — Insiden yang melibatkan mobil Chery Tiggo Cross CSH di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Maret 2026 akhirnya mendapat penjelasan resmi dari PT Chery Sales Indonesia. Pabrikan memastikan saat ini investigasi masih berjalan dan belum ditemukan indikasi masalah pada sistem utama kendaraan. Chery menyampaikan bahwa unit yang mengalami insiden tersebut bukan milik konsumen, melainkan kendaraan yang sedang dalam proses pengantaran internal dari dealer menuju area penyimpanan. Dengan demikian, kejadian ini tidak terkait langsung dengan penggunaan oleh pelanggan. Dalam keterangan resminya, Chery juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal ini menjadi poin penting di tengah kekhawatiran publik setelah video insiden sempat beredar luas di media sosial. Investigasi Awal: Asap Berasal dari Bagian Depan Berdasarkan hasil investigasi awal, pengemudi menyebut kendaraan masih berfungsi normal tanpa adanya notifikasi error di dashboard sebelum kejadian. Mobil kemudian menepi setelah terlihat adanya asap yang muncul. Tim teknis Chery mengidentifikasi bahwa sumber asap berasal dari bagian depan kendaraan. Namun, hingga saat ini belum ditemukan indikasi yang mengarah pada kerusakan baterai maupun sistem kelistrikan utama. Sebagai catatan, sistem baterai pada Tiggo Cross CSH berada di bagian bawah kendaraan, tepatnya di area tengah hingga belakang. Posisi ini membuat dugaan awal tidak mengarah ke komponen tersebut sebagai sumber insiden. Belum Tutup Kemungkinan Faktor Eksternal Meski begitu, Chery belum menutup kemungkinan adanya faktor lain di luar komponen kendaraan. Dalam pernyataannya, pabrikan menyebut potensi keterlibatan material eksternal atau benda asing masih dalam tahap pendalaman. Saat ini, investigasi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan tim teknis sesuai standar inspeksi global. Chery juga menegaskan akan bekerja sama dengan pihak terkait guna memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut. Chery Tiggo Cross CSH Sempat Viral di Media Sosial Sebelum pernyataan resmi ini dirilis, insiden tersebut lebih dulu viral di media sosial. Salah satu unggahan dari akun TikTok Fourcyls menunjukkan sebuah mobil yang diduga Chery Tiggo Cross CSH mengalami kebakaran hebat di ruas Tol Jakarta. Dalam video yang diunggah, terlihat api berasal dari bagian depan kendaraan. Saat itu, penyebab kebakaran pada mobil berpelat putih tersebut masih belum diketahui, memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen. Komitmen Chery soal Keselamatan Menutup pernyataannya, Chery menegaskan komitmennya terhadap keselamatan, kualitas produk, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pabrikan juga memastikan akan menyampaikan hasil investigasi lanjutan secara transparan kepada publik. Lihat Selengkapnya
Toyota Ganti CEO, Kenta Kon Naik di Tengah Tekanan Mobil China
27 Mar 2026
Toyota Ganti CEO, Kenta Kon Naik di Tengah Tekanan Mobil China 27 Mar 2026 TOKYO, Goodcar.id - Toyota membuat langkah yang mengejutkan industri otomotif global. Pabrikan asal Jepang ini resmi menunjuk Kenta Kon sebagai CEO baru, menggantikan Koji Sato di tengah tekanan kompetisi dari produsen mobil China yang bergerak agresif. Kon dikenal sebagai sosok kepercayaan Akio Toyoda dan pernah menjadi sekretarisnya selama bertahun-tahun. Dengan latar belakang kuat di keuangan, ia kini diberi mandat untuk menjaga stabilitas sekaligus mempercepat adaptasi Toyota di era disrupsi industri. Di sisi lain, Sato akan resmi mundur pada 1 April setelah menjabat sekitar tiga tahun. Ia tidak benar-benar “keluar”, melainkan bergeser menjadi wakil ketua sekaligus mengisi posisi baru sebagai chief industry officer—peran yang lebih fokus pada arah industri secara luas. Nama Kenta Kon sendiri bukan orang baru di balik layar strategi Toyota. Ia dikenal disiplin dalam efisiensi biaya dan disebut-sebut sebagai otak di balik rencana akuisisi penuh Toyota Industries. Langkah ini bertujuan memperkuat kendali keluarga Toyoda terhadap grup, meski menuai kritik dari investor minoritas karena dinilai kurang transparan dan undervalued. Di Toyota Sejak 2009 Perjalanan karier Kon juga cukup panjang. Ia mendampingi Toyoda sejak 2009, saat era kepemimpinan modern Toyota mulai terbentuk, hingga akhirnya naik menjadi kepala divisi akuntansi pada 2017. Sementara Toyoda sendiri memimpin hampir 14 tahun sebelum menyerahkan tongkat estafet ke Sato. Menariknya, pengumuman pergantian CEO ini datang bersamaan dengan laporan keuangan kuartal ketiga. Toyota bahkan menaikkan proyeksi laba operasional tahunan hampir 12%, didorong pelemahan yen dan strategi efisiensi yang cukup konsisten. Di tengah peta persaingan global yang makin dinamis, industri otomotif kini berada dalam fase “reset”. Pabrikan China terus menekan lewat inovasi cepat dan harga kompetitif. Namun Toyota memilih jalur berbeda, tidak terburu-buru ke EV penuh, melainkan tetap mengandalkan hybrid sebagai tulang punggung. Strategi ini terbukti cukup solid. Saat banyak rival terpukul oleh biaya besar transisi EV, termasuk Stellantis yang mencatat penurunan nilai aset hingga USD 26,5 miliar, Toyota justru mencatat rekor penjualan dan kembali mempertahankan status sebagai produsen mobil terlaris dunia. Dalam struktur baru ini, peran Kon dan Sato dibuat lebih spesifik. Kon akan fokus ke manajemen internal dan efisiensi perusahaan, sementara Sato menangani isu industri yang lebih luas. Tujuannya jelas mempercepat pengambilan keputusan di tengah perubahan pasar yang sangat cepat, terutama dari tekanan pemain China. James Hong dari Macquarie melihat perubahan ini sebagai sinyal bahwa Toyota mulai memperkuat sisi non-produk. “Kon punya pengalaman lebih dalam menangani masalah keuangan perusahaan dibanding Sato, yang latar belakangnya dari pengembangan produk,” ujarnya. Menariknya, Kon sendiri mengaku tidak menyangka akan ditunjuk sebagai CEO. Ia bahkan sempat merasa “blank” saat pertama kali ditawari posisi tersebut. Sementara itu, Sato menegaskan bahwa keputusan ini tidak melibatkan Toyoda secara langsung. Selain itu, Kon juga memiliki peran penting di Woven by Toyota, anak usaha yang fokus pada teknologi mobilitas dan software. Pengalaman ini dinilai krusial, mengingat Toyota saat ini sedang berupaya mengejar ketertinggalan di sektor software dibanding rival China. Sato sendiri mulai memimpin sejak April 2023, saat Toyota mendapat tekanan besar karena dianggap terlambat masuk ke kendaraan listrik berbasis baterai. Namun dalam periode singkatnya, performa saham Toyota justru melonjak dengan total return mencapai 111%, termasuk dividen—melampaui indeks Nikkei 225 yang hanya naik sekitar dua kali lipat. Meski begitu, tantangan tetap nyata. Toyota masih kehilangan sebagian pangsa pasar, terutama di Asia Tenggara, akibat agresivitas pemain China seperti BYD, juga Chery Group. Di tengah perang harga dan teknologi, keputusan ini bisa jadi penentu apakah Toyota tetap dominan atau mulai tertinggal di era baru otomotif global. Kita lihat saja! Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Chery Tiggo 7L, SUV A-Segment dengan Desain Baru dan Gril V Besar
03 Mar 2026
Spesifikasi Chery Tiggo 7L, SUV A-Segment dengan Desain Baru dan Gril V Besar 03 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Spesifikasi Chery Tiggo 7L akhirnya mulai terungkap setelah Chery merilis foto resmi SUV terbarunya pada 2 Maret lalu di China. Model ini masuk ke segmen A-SUV dan menjadi bagian dari keluarga Tiggo 7 yang sudah lebih dulu dipasarkan di Negeri Tirai Bambu. Menariknya, Spesifikasi Chery Tiggo 7L untuk pasar China hadir dengan pendekatan desain berbeda dibanding versi yang beredar di luar negeri. Di pasar global, model ini dikenal sebagai Omoda C7 dan sempat dilaporkan telah diekspor ke Rusia. Kini, Chery justru membawanya kembali ke pasar domestik dengan pembaruan tampilan. Spesifikasi Chery Tiggo 7L: Desain Eksterior Lebih Agresif Sorotan utama dalam Spesifikasi Chery Tiggo 7L ada di bagian depan. SUV ini mengusung gril besar berbentuk huruf V yang mendominasi fascia. Logo Chery ditempatkan tepat di tengah, menyatu dengan desain lampu depan ramping di sisi kiri dan kanan. Tak hanya itu, terdapat tiga bukaan udara tambahan di area depan—dua di sisi samping dan satu di bagian bawah. Konfigurasi ini mengindikasikan bahwa model yang diperkenalkan masih menggunakan mesin berbahan bakar bensin, bukan varian elektrifikasi. Beralih ke samping, Spesifikasi Chery Tiggo 7L memperlihatkan atap model floating roof yang dipadukan dengan gagang pintu semi-tersembunyi. Sentuhan trim krom di area jendela memperkuat kesan modern tanpa terlihat berlebihan. Di bagian belakang, lampu belakang hadir dengan pola pencahayaan khas yang menyatu secara horizontal. Spoiler atap dibekali high mount stop lamp, sementara bumper bawah dilengkapi reflektor merah dan desain mesh yang memberi nuansa sporty. Posisi di Keluarga Tiggo 7 Saat ini, lini Tiggo 7 di China terdiri dari empat model, yakni: Tiggo 7 Plus Tiggo 7 High Performance Edition Tiggo 7 Premium Edition Tiggo 7 C-DM Keempat model tersebut dipasarkan dengan rentang harga 74.900 hingga 142.900 yuan, atau setara sekitar Rp 170 jutaan sampai Rp 320 jutaan (kurs kasar). Hingga kini, pabrikan belum membuka detail lengkap terkait dimensi dan spesifikasi mesin. Namun melihat penamaannya, huruf “L” pada Spesifikasi Chery Tiggo 7L diduga mengacu pada ukuran yang lebih panjang dibanding Tiggo 7 standar. Sebagai gambaran, Tiggo 7 Premium Edition memiliki panjang 4.500 mm, lebar 1.842 mm, tinggi 1.746 mm, serta wheelbase 2.670 mm. Sementara Tiggo 7 High Performance Edition berdimensi panjang 4.545 mm, lebar 1.898 mm, tinggi 1.670 mm, dan jarak sumbu roda 2.672 mm. Jika mengikuti pola tersebut, besar kemungkinan Spesifikasi Chery Tiggo 7L akan menawarkan dimensi lebih lapang, baik dari sisi kabin maupun bagasi. Spesifikasi Chery Tiggo 7L: Mesin Masih Dirahasiakan Sampai artikel ini ditulis, Chery belum mengumumkan detail powertrain untuk Spesifikasi Chery Tiggo 7L versi China. Namun, penggunaan gril besar konvensional mengarah pada penggunaan mesin bensin. Sebagai informasi, keluarga Tiggo 7 di China saat ini tersedia dalam pilihan mesin turbo bensin serta varian plug-in hybrid melalui Tiggo 7 C-DM. Artinya, tidak menutup kemungkinan Tiggo 7L ke depan juga mendapat opsi elektrifikasi, meski belum ada konfirmasi resmi. Dalam pernyataan singkatnya, pihak Chery menyebut model ini akan memperkuat lini Tiggo 7 di pasar domestik dan menyasar konsumen yang menginginkan SUV kompak dengan tampilan lebih segar. Potensi Masuk Pasar Global Fakta bahwa model ini sudah dikenal sebagai Omoda C7 di luar negeri membuka peluang ekspansi lebih luas. Meski belum ada informasi resmi terkait distribusi ke Asia Tenggara, Spesifikasi Chery Tiggo 7L jelas menarik perhatian karena berada di segmen yang sedang tumbuh. Dengan desain baru dan kemungkinan dimensi lebih besar, model ini diposisikan sebagai alternatif SUV kompak dengan karakter modern dan fitur kekinian. Detail lengkap terkait mesin, fitur keselamatan, serta konfigurasi interior diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat. Untuk saat ini, publik baru bisa melihat gambaran desain dan positioning produk berdasarkan foto resmi yang dirilis. Satu hal yang pasti, Spesifikasi Chery Tiggo 7L menjadi sinyal bahwa persaingan SUV A-segment di China akan semakin ketat sepanjang tahun ini. Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen
09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif. Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri. Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi. Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya. Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely. Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM. Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik. Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion. Harga Bisa Naik hingga 40 Persen Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan. Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta. Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.