Spesifikasi Chery Tiggo 7L, SUV A-Segment dengan Desain Baru dan Gril V Besar03 Mar 2026
Spesifikasi Chery Tiggo 7L, SUV A-Segment dengan Desain Baru dan Gril V Besar03 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Spesifikasi Chery Tiggo 7L akhirnya mulai terungkap setelah Chery merilis foto resmi SUV terbarunya pada 2 Maret lalu di China. Model ini masuk ke segmen A-SUV dan menjadi bagian dari keluarga Tiggo 7 yang sudah lebih dulu dipasarkan di Negeri Tirai Bambu.
Menariknya, Spesifikasi Chery Tiggo 7L untuk pasar China hadir dengan pendekatan desain berbeda dibanding versi yang beredar di luar negeri. Di pasar global, model ini dikenal sebagai Omoda C7 dan sempat dilaporkan telah diekspor ke Rusia. Kini, Chery justru membawanya kembali ke pasar domestik dengan pembaruan tampilan.
Spesifikasi Chery Tiggo 7L: Desain Eksterior Lebih Agresif
Sorotan utama dalam Spesifikasi Chery Tiggo 7L ada di bagian depan. SUV ini mengusung gril besar berbentuk huruf V yang mendominasi fascia. Logo Chery ditempatkan tepat di tengah, menyatu dengan desain lampu depan ramping di sisi kiri dan kanan.
Tak hanya itu, terdapat tiga bukaan udara tambahan di area depan—dua di sisi samping dan satu di bagian bawah. Konfigurasi ini mengindikasikan bahwa model yang diperkenalkan masih menggunakan mesin berbahan bakar bensin, bukan varian elektrifikasi.
Beralih ke samping, Spesifikasi Chery Tiggo 7L memperlihatkan atap model floating roof yang dipadukan dengan gagang pintu semi-tersembunyi. Sentuhan trim krom di area jendela memperkuat kesan modern tanpa terlihat berlebihan.
Di bagian belakang, lampu belakang hadir dengan pola pencahayaan khas yang menyatu secara horizontal. Spoiler atap dibekali high mount stop lamp, sementara bumper bawah dilengkapi reflektor merah dan desain mesh yang memberi nuansa sporty.
Posisi di Keluarga Tiggo 7
Saat ini, lini Tiggo 7 di China terdiri dari empat model, yakni:
Tiggo 7 Plus
Tiggo 7 High Performance Edition
Tiggo 7 Premium Edition
Tiggo 7 C-DM
Keempat model tersebut dipasarkan dengan rentang harga 74.900 hingga 142.900 yuan, atau setara sekitar Rp 170 jutaan sampai Rp 320 jutaan (kurs kasar).
Hingga kini, pabrikan belum membuka detail lengkap terkait dimensi dan spesifikasi mesin. Namun melihat penamaannya, huruf “L” pada Spesifikasi Chery Tiggo 7L diduga mengacu pada ukuran yang lebih panjang dibanding Tiggo 7 standar.
Sebagai gambaran, Tiggo 7 Premium Edition memiliki panjang 4.500 mm, lebar 1.842 mm, tinggi 1.746 mm, serta wheelbase 2.670 mm. Sementara Tiggo 7 High Performance Edition berdimensi panjang 4.545 mm, lebar 1.898 mm, tinggi 1.670 mm, dan jarak sumbu roda 2.672 mm.
Jika mengikuti pola tersebut, besar kemungkinan Spesifikasi Chery Tiggo 7L akan menawarkan dimensi lebih lapang, baik dari sisi kabin maupun bagasi.
Spesifikasi Chery Tiggo 7L: Mesin Masih Dirahasiakan
Sampai artikel ini ditulis, Chery belum mengumumkan detail powertrain untuk Spesifikasi Chery Tiggo 7L versi China. Namun, penggunaan gril besar konvensional mengarah pada penggunaan mesin bensin.
Sebagai informasi, keluarga Tiggo 7 di China saat ini tersedia dalam pilihan mesin turbo bensin serta varian plug-in hybrid melalui Tiggo 7 C-DM. Artinya, tidak menutup kemungkinan Tiggo 7L ke depan juga mendapat opsi elektrifikasi, meski belum ada konfirmasi resmi.
Dalam pernyataan singkatnya, pihak Chery menyebut model ini akan memperkuat lini Tiggo 7 di pasar domestik dan menyasar konsumen yang menginginkan SUV kompak dengan tampilan lebih segar.
Potensi Masuk Pasar Global
Fakta bahwa model ini sudah dikenal sebagai Omoda C7 di luar negeri membuka peluang ekspansi lebih luas. Meski belum ada informasi resmi terkait distribusi ke Asia Tenggara, Spesifikasi Chery Tiggo 7L jelas menarik perhatian karena berada di segmen yang sedang tumbuh.
Dengan desain baru dan kemungkinan dimensi lebih besar, model ini diposisikan sebagai alternatif SUV kompak dengan karakter modern dan fitur kekinian.
Detail lengkap terkait mesin, fitur keselamatan, serta konfigurasi interior diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat. Untuk saat ini, publik baru bisa melihat gambaran desain dan positioning produk berdasarkan foto resmi yang dirilis.
Satu hal yang pasti, Spesifikasi Chery Tiggo 7L menjadi sinyal bahwa persaingan SUV A-segment di China akan semakin ketat sepanjang tahun ini.
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung27 Feb 2026
Jadi Daya Tarik di IIMS 2026, Chery Adventure Park Didatangi Lebih Dari 1.100 Pengunjung27 Feb 2026
Jakarta, GoodCar.id - PT Chery Sales Indonesia (CSI) sukses mencuri perhatian publik di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Mengandalkan lini produk inovatif dan aktivasi interaktif, pabrikan asal Tiongkok ini berhasil membukukan total lebih dari 1.100 sesi test drive sepanjang pameran berlangsung.
Magnet Utama: Chery Adventure Park
Bintang utama tahun ini adalah Chery Adventure Park, sebuah area exclusive test drive tematik yang dirancang khusus untuk menguji nyali dan durabilitas kendaraan. Fokus utama tertuju pada Chery J6T, SUV listrik yang kental dengan aura petualang.
Di area ini, pengunjung ditantang melibas berbagai rintangan ekstrem, termasuk ramp dengan kemiringan hingga 35 derajat. Ketangguhan J6T dibuktikan melalui sistem penggerak iWD serta struktur bodi all-aluminum alloy berbasis aerospace-grade, yang membuatnya 30% lebih ringan sekaligus lebih kaku (rigid) dibanding SUV berbahan baja konvensional.
Data dan Antusiasme Pengunjung
Tingginya rasa penasaran konsumen tercermin dari angka partisipasi yang masif:
720+ Pengunjung: Melakukan non-exclusive test drive (didominasi model TIGGO 8 CSH, C5 CSH, dan TIGGO Cross CSH).
Hampir 400 Pengunjung: Menjajal tantangan berat di exclusive test drive Chery Adventure Park.
Menanggapi pencapaian ini, Arthur Panggabean, Head of Brand and Marketing Chery Business Unit, menyatakan kepuasannya atas respon positif pasar Indonesia.
“Capaian lebih dari 1.100 pengunjung yang mencoba langsung berbagai model Chery selama IIMS 2026 menunjukkan minat yang positif dari masyarakat. Pengunjung sudah merasakan langsung kapabilitas kendaraan, driving experience, serta inovasi teknologi Chery, termasuk karakter petualang dari J6T yang kami tampilkan di area adventure park,” ujar Arthur.
Pengakuan Internasional dan Teknologi CSH
Tak hanya laris manis di area uji coba, Chery J6T juga menyabet penghargaan Best Compact SUV di IIMS 2026, mempertegas posisinya sebagai pionir EV kompak dengan standar engineering tinggi.
Selain segmen listrik murni, Chery juga memamerkan taji di sektor hybrid melalui CSH Corner. Area ini menampilkan jajaran produk dengan platform Chery Super Hybrid (CSH), termasuk C5 CSH yang baru saja meluncur. Teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini menjadi solusi transisi mobilitas bagi konsumen yang menginginkan efisiensi energi tanpa kompromi performa.
Lihat Selengkapnya
Harga Wuling Eksion: SUV Hybrid Terbaru Siap Dijual di Indonesia, Segini Perkiraannya25 Feb 2026
Harga Wuling Eksion: SUV Hybrid Terbaru Siap Dijual di Indonesia, Segini Perkiraannya25 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id – Isu soal Harga Wuling Eksion mulai ramai dibahas setelah Wuling resmi memperkenalkan SUV terbarunya, Eksion, ke publik Indonesia. Model ini masuk dalam keluarga Darion dan akan melengkapi lini yang sebelumnya sudah diisi Cortez Darion EV dan PHEV.
Kehadiran Eksion menjadi langkah lanjutan strategi elektrifikasi Wuling. SUV ini diproyeksikan hadir dengan dua opsi jantung pacu, yakni listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV), mengikuti pola yang sudah diterapkan di lini Darion.
Namun satu hal yang paling ditunggu tentu saja soal Harga Wuling Eksion. Sampai saat ini, banderol resminya memang belum diumumkan ke konsumen.
Harga Wuling Eksion Masih Ditahan, Ini Perkiraannya
Secara global, model yang diyakini menjadi basis Wuling Eksion adalah Xingguang 560 atau Starlight 560 yang sudah dipasarkan di Tiongkok. Di pasar asalnya, SUV tersebut dijual mulai 62.800 yuan hingga 98.800 yuan.
Jika dikonversi dengan kurs saat ini, angkanya setara kisaran Rp 152,5 juta sampai Rp 239,9 juta. Tentu saja angka tersebut belum termasuk pajak, biaya distribusi, serta penyesuaian spesifikasi untuk pasar Indonesia.
Artinya, Harga Wuling Eksion versi Indonesia sangat mungkin berada di atas angka tersebut.
Potensi Harga Wuling Eksion Dibanding Almaz RS Pro
Sebelumnya, Eksion sempat disebut-sebut sebagai penerus lini Almaz. Saat ini, Wuling Almaz RS Pro dipasarkan dengan harga Rp 405 juta untuk varian mesin bensin dan Rp 445 juta untuk tipe hybrid (on the road Jakarta).
Melihat positioning produk dan strategi elektrifikasi, ada kemungkinan harga Wuling Eksion akan sedikit lebih tinggi dari Almaz RS Pro Hybrid, terutama jika dibekali teknologi PHEV terbaru.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal rentang harga final yang akan ditawarkan ke pasar domestik.
Jadi Seri Eksklusif Dua Teknologi
Vice President Wuling Motors, Arif Pramadhana, menegaskan bahwa lini Darion memang disiapkan dengan standar tinggi untuk kebutuhan keluarga Indonesia.
“Darion telah mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Indonesia dan telah mengaplikasikan standar tinggi untuk memenuhi mobilitas keluarga,” ujar Arif dalam keterangannya.
Ia menambahkan, kehadiran Eksion menjadi bagian dari penguatan seri Darion yang akan tersedia dalam dua pilihan teknologi, yakni listrik murni dan plug-in hybrid.
Dengan strategi tersebut, Harga Wuling Eksion nantinya akan sangat bergantung pada varian baterai, kapasitas, serta fitur teknologi yang disematkan.
Kabar kehadiran Eksion sebenarnya sudah tercium sejak awal tahun. Wuling diketahui telah mendaftarkan nama “Eksion” di laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).
Tak lama setelah itu, model yang diduga sebagai Wuling Eksion juga sempat tertangkap kamera saat menjalani uji jalan dalam balutan kamuflase tebal. Hal ini memperkuat sinyal bahwa peluncuran komersialnya tinggal menunggu waktu.
Jika resmi dijual, Harga Wuling Eksion akan menentukan posisinya di pasar SUV crossover. Model ini berpotensi berhadapan langsung dengan Chery E5 maupun Chery C5 CSH yang lebih dulu bermain di segmen elektrifikasi.
Dengan dua opsi powertrain dan nama baru di lini Darion, Eksion jelas bukan sekadar facelift atau pembaruan minor. Wuling menempatkannya sebagai model strategis untuk memperluas pasar SUV elektrifikasi di Indonesia.
Untuk saat ini, publik masih harus menunggu pengumuman resmi terkait Harga Wuling Eksion. Namun melihat positioning produk, spesifikasi global, serta banderol Almaz RS Pro saat ini, besar kemungkinan SUV ini akan bermain di rentang harga Rp 400 jutaan atau sedikit di atasnya, tergantung varian.
Yang pasti, kehadiran Eksion menandai babak baru lini SUV Wuling di Indonesia. Tinggal menunggu waktu sampai Harga Wuling Eksion benar-benar diumumkan dan resmi dipasarkan ke konsumen Tanah Air.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.