Jangan Asal Pindah ke N, Begini Cara Parkir Paralel Changan Nevo Q0528 Aug 2026
Jangan Asal Pindah ke N, Begini Cara Parkir Paralel Changan Nevo Q0528 Aug 2026
BOGOR, Goodcar.id – Bagaimana cara parkir paralel Changan Nevo Q05? Parkir paralel pada mobil listrik ternyata tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama seperti mobil konvensional.
Pada Changan Nevo Q05, pengemudi perlu mengaktifkan fitur khusus agar kendaraan tetap berada dalam posisi netral dan dapat digeser ketika diperlukan.
Fitur ini menjadi penting ketika mobil harus ditinggalkan di area parkir paralel yang sempit atau lokasi tertentu yang memungkinkan kendaraan perlu didorong oleh petugas parkir. Pengguna Nevo Q05 tidak cukup hanya memindahkan posisi transmisi ke N, tetapi harus mengaktifkan mode khusus melalui layar head unit.
Technical Support Changan Indonesia Feri Nugroho menjelaskan, pengaturan tersebut dapat ditemukan langsung dari sistem infotainment kendaraan. Langkahnya dimulai dengan masuk ke menu pengaturan kendaraan, kemudian mencari bagian perawatan atau keselamatan.
"Caranya dari head unit, masuk ke pengaturan mobil atau gambar mobil, masuk ke pengaturan, kemudian perawatan atau keamanan," ujar Feri saat ditemui dalam media drive Changan Nevo Q05 di Bogor, Kamis (20/8/2026).
Cara Mengaktifkan Mode Parkir Paralel Changan Nevo Q05
Pada menu tersebut, pengguna akan menemukan pilihan yang berkaitan dengan kondisi kendaraan saat hendak ditinggalkan dalam posisi netral. Feri menjelaskan, pada Nevo Q05 tersedia dua pilihan, yakni netral parking mode dan tow away mode.
" Sebenarnya ada dua opsi di sini, ada pakai mode diderek atau mode parkir gigi N, artinya parkir paralel gigi netral ini ya," kata Feri.
Jika tujuan pengguna adalah memarkir mobil secara paralel dan memungkinkan kendaraan digeser, pilihan yang digunakan adalah netral parking mode. Setelah mode tersebut dipilih, pengemudi perlu menginjak pedal rem.
Selanjutnya, indikator pada sistem kendaraan akan berubah menjadi abu-abu. Setelah indikator tersebut muncul, posisi kendaraan baru dapat dipindahkan ke posisi netral.
"Injak rem, kemudian kalau warnanya sudah abu-abu, baru bisa dipindah," kata dia.
Setelah posisi gigi berada di N dan mode parkir paralel sudah aktif, mobil dapat dikunci seperti biasa. Dalam kondisi tersebut, kendaraan tetap berada pada posisi netral sehingga dapat didorong apabila memang dibutuhkan.
Cara ini berbeda dengan sekadar memindahkan tuas transmisi ke N. Mode khusus tersebut diperlukan agar sistem kendaraan memahami bahwa mobil memang sengaja ditinggalkan dalam kondisi netral, bukan sekadar berhenti sementara.
Ada Dua Mode, Fungsinya Berbeda
Feri menjelaskan, tow away mode juga dapat digunakan ketika kendaraan membutuhkan perlakuan seperti mobil yang akan diderek. Pada mode ini, posisi kendaraan tetap netral ketika mobil dikunci.
Namun, terdapat perbedaan ketika kendaraan kembali dibuka. Pada tow away mode, rem parkir akan aktif secara otomatis ketika mobil kembali di-unlock.
Sementara itu, netral parking mode dirancang untuk mempertahankan posisi gigi netral ketika mobil dikunci maupun kembali dibuka. Mode inilah yang lebih relevan digunakan ketika kendaraan ditinggalkan dalam kondisi parkir paralel dan sewaktu-waktu perlu digeser.
Dengan demikian, pemilik Nevo Q05 perlu memilih mode sesuai kebutuhan. Jangan sampai mobil sudah diposisikan N, tetapi mode parkir netral belum diaktifkan karena kondisi tersebut tidak sama dengan mengaktifkan fitur parkir paralel.
Bisa Ditinggal Berjam-jam hingga Berhari-hari
Salah satu hal yang cukup menarik dari fitur ini adalah tidak adanya batas waktu khusus untuk meninggalkan kendaraan dalam kondisi netral.
Menurut Feri, pemilik mobil dapat menggunakan mode tersebut untuk waktu yang cukup lama, termasuk meninggalkan kendaraan sejak pagi hingga beberapa hari berikutnya.
"Nggak ada sih dia, berapa jam, berapa lama, kita nggak ada (batasannya), bebas dia. Mau dari pagi sampai malam, atau sampai lusa bisa, 100% aman," terang Feri.
Artinya, fitur tersebut bukan hanya ditujukan untuk kondisi parkir sebentar di depan tempat tertentu. Pengguna dapat memanfaatkannya ketika harus meninggalkan mobil di area parkir paralel yang memungkinkan kendaraan digeser selama mobil berada di sana.
Tidak Menguras Power Battery
Pertanyaan lain yang muncul adalah konsumsi daya ketika mobil ditinggalkan dalam kondisi tersebut. Sebab, berbeda dengan mobil bensin yang menggunakan mekanisme transmisi konvensional, Nevo Q05 merupakan mobil listrik yang mengandalkan sistem elektrifikasi.
Feri memastikan penggunaan mode netral untuk parkir paralel tidak membuat power battery terkuras secara signifikan.
"Nggak (memakan daya aki), dia kan posisinya malah netral ya, jadi nggak terlalu berpengaruh ke daya atau power battery," buka Feri.
Dengan kata lain, pemilik tidak perlu khawatir baterai utama mobil terkuras hanya karena kendaraan ditinggalkan dalam mode netral untuk kebutuhan parkir paralel.
Fitur Parkir Paralel Bukan Hanya di Nevo Q05
Fitur untuk memungkinkan kendaraan Changan diposisikan netral ketika ditinggalkan juga tidak hanya tersedia pada Nevo Q05. Feri mengatakan sistem serupa tersedia pada seluruh model Changan yang dipasarkan.
"Untuk seluruh model Changan ya, sebenarnya seluruh model Changan kita bisa parkir paralel," ucap Feri.
Bagi pemilik mobil listrik, fitur semacam ini menjadi salah satu hal yang perlu dipahami sebelum menggunakan kendaraan di area parkir tertentu. Terutama pada parkir paralel, mobil terkadang perlu digeser oleh petugas agar kendaraan lain dapat keluar atau masuk.
Pada Nevo Q05, prosesnya tidak cukup hanya dengan memilih posisi N. Pengguna harus masuk ke pengaturan kendaraan, mengaktifkan mode parkir yang sesuai, menginjak pedal rem, memastikan indikator berubah menjadi abu-abu, kemudian memindahkan kendaraan ke posisi netral.
Setelah langkah tersebut dilakukan dengan benar, mobil dapat dikunci dan ditinggalkan. Jadi, ketika menghadapi parkir paralel dengan Nevo Q05, jangan asal pindahkan gigi ke N. Pastikan fitur Netral Parking Mode atau mode yang sesuai sudah diaktifkan terlebih dahulu agar kendaraan memang siap untuk digeser ketika diperlukan.
Lihat Selengkapnya
Sekali Isi Bisa 1.200 Km, JETOUR T2 i-DM Resmi Dijual Rp698 Juta di Jatim27 Aug 2026
Sekali Isi Bisa 1.200 Km, JETOUR T2 i-DM Resmi Dijual Rp698 Juta di Jatim27 Aug 2026
SURABAYA, Goodcar.id – JETOUR T2 i-DM resmi dipasarkan di Surabaya dengan harga Rp698 juta on the road (OTR) Surabaya. SUV plug-in hybrid (PHEV) ini membawa kombinasi mesin bensin dan motor listrik dengan klaim jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan bahan bakar terisi penuh.
PT JETOUR Sales Indonesia memperkenalkan JETOUR T2 i-DM di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya pada 26-30 Agustus 2026. Kehadiran T2 i-DM sekaligus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi JETOUR di pasar Jawa Timur.
Denny Anggono, Regional Sales Manager PT JETOUR Sales Indonesia, mengatakan JETOUR T2 i-DM dirancang untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan karakter SUV dan fleksibilitas penggunaan teknologi elektrifikasi.
“Melalui JETOUR T2 i-DM, kami ingin menghadirkan pilihan Adventure PHEV yang memadukan karakter adventure, teknologi elektrifikasi, dan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Kami melihat bahwa fleksibilitas menjadi bagian penting bagi konsumen dalam memilih kendaraan elektrifikasi, dan melalui teknologi i-DM, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang dapat mengikuti kebutuhan tersebut. Kini, kami membawa pengalaman ini lebih dekat kepada konsumen di Surabaya,” ujar Denny Anggono, Regional Sales Manager PT JETOUR Sales Indonesia.
JETOUR T2 i-DM Klaim Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km
Salah satu angka yang menjadi perhatian dari JETOUR T2 i-DM adalah kemampuan jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer dalam satu kali pengisian penuh baterai dan bahan bakar.
Angka tersebut dimungkinkan melalui teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan baterai. Sistem tersebut menggunakan mesin Dedicated Hybrid Engine (DHE) ACTECO generasi kelima 1.5 TGDI, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, serta 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission yang dipadukan dengan dual electric motor.
Konfigurasi tersebut membuat T2 i-DM berbeda dari mobil listrik murni. Ketika daya baterai terbatas, kendaraan tetap memiliki mesin bensin sebagai bagian dari sistem penggeraknya. Bagi konsumen yang kerap melakukan perjalanan jauh, kombinasi tersebut menawarkan fleksibilitas karena kebutuhan mobilitas tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik.
Meski demikian, klaim jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer merupakan angka yang bergantung pada kondisi pengujian dan penggunaan kendaraan. Jarak tempuh aktual dapat berubah berdasarkan gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, kecepatan, temperatur, serta penggunaan fitur kelistrikan.
Baterai 18,4 kWh dan Mendukung DC Fast Charging
JETOUR T2 i-DM menggunakan baterai CATL berjenis lithium iron phosphate (LFP) dengan kapasitas 18,4 kWh. Baterai tersebut menjadi sumber tenaga untuk sistem motor listrik sekaligus memungkinkan kendaraan digunakan dalam mode elektrifikasi sesuai kondisi berkendara dan pengaturan sistem i-DM.
Untuk pengisian daya, T2 i-DM mendukung beberapa pilihan, yakni DC fast charging, AC charging, dan portable AC charger. Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pemilik untuk menyesuaikan metode pengisian dengan kebutuhan maupun fasilitas yang tersedia.
Fitur lain yang menarik untuk penggunaan luar ruang adalah Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 3,3 kW. Teknologi ini memungkinkan energi dari baterai kendaraan digunakan untuk menyuplai perangkat listrik, sehingga dapat dimanfaatkan untuk aktivitas seperti berkemah atau kebutuhan perangkat elektronik ketika berada di luar rumah.
Bodi Adventure SUV dengan 80 Persen Baja High-Strength
Di luar sistem elektrifikasinya, JETOUR T2 i-DM mempertahankan karakter SUV dengan desain bodi berbentuk boxy. Kendaraan ini menggunakan struktur Hardtop Cage Body Monocoque dengan klaim penggunaan 80 persen high-strength steel.
JETOUR menyebut struktur tersebut memiliki kemampuan static load hingga 300 kilogram dan torsion rigidity mencapai 32.000 Nm/degree. Di bagian eksterior juga terdapat elemen fungsional seperti tie-down point yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan membawa perlengkapan ketika melakukan perjalanan maupun aktivitas luar ruang.
Karakter tersebut menunjukkan bahwa T2 i-DM tidak hanya diposisikan sebagai SUV PHEV untuk penggunaan perkotaan, tetapi juga diarahkan untuk konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan karakter adventure.
Pesanan PHEV JETOUR Capai 72 Persen di GIIAS Jakarta
Kehadiran JETOUR T2 i-DM di Surabaya tidak terlepas dari respons yang diterima JETOUR pada GIIAS Jakarta 2026. Sepanjang pameran tersebut, JETOUR mencatat 1.038 pemesanan.
Dari total pemesanan itu, JETOUR T2 i-DM dan JETOUR T1 i-DM disebut menyumbang 72 persen. Jika dihitung berdasarkan persentase tersebut, kontribusinya setara dengan sekitar 747 pemesanan.
Angka ini menjadi salah satu alasan JETOUR membawa lini PHEV lebih dekat ke konsumen Jawa Timur. Namun, data yang disampaikan perusahaan tidak merinci pembagian pemesanan antara T2 i-DM dan T1 i-DM maupun jumlah unit yang sudah terealisasi menjadi penjualan.
Harga JETOUR T2 i-DM Rp698 Juta OTR Surabaya
Di GIIAS Surabaya 2026, JETOUR menetapkan harga resmi T2 i-DM sebesar Rp698 juta OTR Surabaya. SUV PHEV tersebut tersedia dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green.
Untuk pilihan warna Highway Gray dan Electroplated Green, konsumen dikenakan biaya tambahan Rp10 juta.
Selain harga kendaraan, JETOUR juga menawarkan program kepemilikan melalui paket Fearless Adventure. Konsumen mendapatkan garansi kendaraan dan mesin selama enam tahun tanpa batasan kilometer, sementara Power Battery & Drive System, termasuk control system, drive motor, dan motor controller, mendapatkan garansi delapan tahun atau 160.000 kilometer.
JETOUR juga memberikan gratis biaya perawatan berkala selama tiga tahun atau 30.000 kilometer sesuai jadwal maintenance. Khusus selama GIIAS Surabaya 2026, tersedia pula program cicilan dengan bunga 0 persen selama satu tahun sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
JETOUR T2 i-DM Hadapi Pasar PHEV yang Makin Ramai
Dengan harga Rp698 juta OTR Surabaya dan teknologi PHEV, JETOUR T2 i-DM masuk ke pasar yang mulai diisi lebih banyak kendaraan elektrifikasi dengan format serupa. Keunggulan yang ditawarkan bukan hanya kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik, tetapi juga keberadaan mesin bensin yang membuat kendaraan tetap memiliki fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Di sisi lain, klaim jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer tetap perlu dilihat dalam konteks penggunaan nyata. Konsumsi energi, kondisi jalan, karakter pengemudi, serta pola pengisian baterai akan menentukan seberapa dekat penggunaan sehari-hari dengan angka yang diklaim.
Dengan membawa T2 i-DM ke Surabaya, JETOUR kini menguji respons pasar Jawa Timur terhadap SUV PHEV berkarakter adventure tersebut. Harga Rp698 juta menjadi salah satu faktor yang akan menentukan posisi T2 i-DM ketika berhadapan dengan pilihan SUV elektrifikasi lainnya di wilayah tersebut.
Lihat Selengkapnya
Test Drive Changan Lumin, Mobil EV Mungil, Lincah, Nyaman ?27 Aug 2026
Test Drive Changan Lumin, Mobil EV Mungil, Lincah, Nyaman ?27 Aug 2026
Bogor, GoodCar.id - Selama kurang lebih empat hari menggunakan Changan Lumin, mobil listrik berukuran kompak ini memberikan impresi yang cukup positif untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Dimensinya yang ringkas menjadi salah satu nilai jual utama, terutama ketika harus menghadapi kondisi jalanan Indonesia yang tidak selalu ideal dan dipenuhi gang maupun ruas jalan sempit.
Dengan karakter bodi yang compact, Changan Lumin terasa mudah diajak bermanuver. Keluar-masuk area parkir, melintasi jalan lingkungan, hingga menghadapi gang sempit dapat dilakukan dengan lebih praktis. Ukurannya juga membuat pengemudi tidak perlu terlalu khawatir saat harus berbagi ruang dengan kendaraan lain di jalan yang sempit.
Namun, pengalaman berkendara Changan Lumin ternyata tidak hanya menarik untuk penggunaan di dalam kota.
Changan Lumin yang memiliki konsumsi energi Lumin 9,3 kWh per 100 km atau setara dengan 10,75 km/kWh ini juga digunakan harian untuk perjalanan dari Sentul (rumah) menuju Cawang melalui Tol Jagorawi, kenyamanan suspensinya masih terasa cukup baik.
Bantingan suspensi mampu meredam sebagian besar kontur jalan tanpa membuat kabin terasa terlalu keras, sehingga perjalanan di kecepatan yang lebih tinggi tetap terasa nyaman.
Salah satu hal yang cukup mengejutkan justru datang dari sisi ruang kabin. Meski tampil mungil dari luar, Changan Lumin menawarkan ruang kaki yang tergolong lega, termasuk untuk penumpang di baris kedua. Sementara itu, area penumpang depan terasa lebih lapang dan memungkinkan penumpang untuk duduk lebih santai, bahkan dengan posisi kaki yang bisa lebih selonjoran.
Untuk menunjang penggunaan sehari-hari, Changan Lumin juga sudah dibekali fasilitas fast charging. Kehadiran fitur ini tentu menjadi nilai tambah karena proses pengisian daya dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pengisian menggunakan metode konvensional. Dari sisi jarak tempuh, mobil listrik ini menawarkan klaim hingga 301 km berdasarkan standar NEDC, yang menurut saya sudah cukup untuk menunjang mobilitas dalam kota tanpa perlu terlalu sering memikirkan sisa daya baterai.
Meski demikian, masih ada beberapa catatan selama penggunaan. Posisi setir menjadi salah satunya karena belum dilengkapi pengaturan tilt maupun telescopic, sehingga posisi berkendara mungkin tidak bisa sepenuhnya disesuaikan dengan preferensi setiap pengemudi.
Layar infotainment juga terasa kurang besar untuk standar mobil listrik modern yang identik dengan tampilan digital. Selain itu, sistem pemilih transmisi model rotary masih memiliki ruang untuk pengembangan, terutama agar proses pemilihan posisi transmisi dapat terasa lebih intuitif dan praktis.
Bagi saya yang memiliki tinggi badan sekitar 173cm, Changan Lumin dengan body ringkasnya mampu memberikan karakter berkendara yang lincah, mudah dikendarai, dan cukup nyaman.
Lihat Selengkapnya
Hongqi E-HS9 Bawa Filosofi Eastern Luxury ke Era Mobil Listrik Modern27 Aug 2026
Hongqi E-HS9 Bawa Filosofi Eastern Luxury ke Era Mobil Listrik Modern27 Aug 2026
JAKARTA, GoodCar.id – Hongqi E-HS9 tidak hanya hadir sebagai SUV listrik berukuran besar dengan teknologi elektrifikasi. Model flagship ini juga membawa pendekatan desain yang berakar dari identitas dan estetika Timur, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa visual yang lebih modern.
Sebagai model pertama Hongqi yang diperkenalkan di Indonesia, Hongqi E-HS9 mengusung filosofi Signature Noble Design. Konsep tersebut menjadi cara Hongqi mempertahankan karakter yang telah dibangun selama lebih dari enam dekade, sekaligus menghadirkan interpretasi baru terhadap kemewahan di era kendaraan listrik.
Dengan karakter sebagai full-size electric SUV, E-HS9 menggabungkan proporsi besar, ruang kabin luas, teknologi modern, serta desain yang menonjolkan kesan elegan dan berwibawa.
Desain Hongqi E-HS9 Terinspirasi Estetika Timur
Salah satu daya tarik utama Hongqi E-HS9 terletak pada bahasa desainnya. Filosofi Signature Noble Design diterjemahkan melalui sejumlah elemen yang tidak hanya berfungsi secara visual, tetapi juga membawa makna dari budaya Timur.
Salah satunya adalah proporsi Taihe, yang menekankan konsep harmoni dan keseimbangan. Filosofi tersebut terlihat dari bagaimana setiap bagian bodi E-HS9 dirancang untuk menciptakan komposisi yang proporsional sekaligus memberikan commanding presence.
Pada bagian depan, signature waterfall grille menjadi elemen paling mencolok. Desain tersebut mengambil inspirasi dari pegunungan dan aliran air, menghasilkan tampilan yang tegas namun tetap elegan.
Identitas Hongqi semakin kuat melalui penggunaan garis merah ikonik yang menjadi salah satu ciri khas merek. Elemen ini merepresentasikan filosofi Shang Zhi Yi dan memberikan aksen visual yang mudah dikenali.
Perpaduan berbagai elemen tersebut membuat E-HS9 memiliki karakter yang berbeda dari pendekatan luxury SUV konvensional. Kemewahannya tidak hanya ditampilkan melalui ornamen berlebihan, tetapi melalui proporsi, detail, dan identitas desain yang kuat.
Dimensi Lebih dari 5,2 Meter
Karakter besar Hongqi E-HS9 juga tercermin dari dimensinya. SUV listrik ini memiliki panjang sekitar 5.209 mm, lebar 2.010 mm, tinggi 1.713 mm, serta wheelbase mencapai 3.110 mm.
Proporsi tersebut memberikan E-HS9 kehadiran yang kuat ketika berada di jalan sekaligus menciptakan ruang kabin yang lapang.
Sebagai SUV dengan konfigurasi enam penumpang, E-HS9 menggunakan layout kursi 2+2+2. Konfigurasi ini memberikan ruang yang lebih personal bagi setiap penumpang dan mendukung pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
Menariknya, pengalaman E-HS9 tidak hanya ditujukan bagi penumpang belakang. Pemilik yang memilih mengemudi sendiri juga dapat menikmati karakter kendaraan melalui teknologi penggerak listrik dan sistem pengendalian yang ditawarkan.
Dual Motor AWD, Padukan Performa dan Kenyamanan
Di balik dimensinya yang besar, Hongqi E-HS9 menyimpan performa yang tidak bisa dianggap remeh. SUV listrik ini menggunakan dual electric motor dengan sistem penggerak intelligent all-wheel drive (AWD).
Kombinasi tersebut memberikan respons tenaga secara instan sekaligus membantu menjaga traksi di berbagai kondisi berkendara. E-HS9 juga dibekali adaptive air suspension yang dirancang untuk memberikan kualitas berkendara yang lebih halus dan nyaman.
Dengan demikian, E-HS9 tidak hanya mengandalkan ukuran dan kemewahan sebagai daya tarik. Karakter berkendaranya juga menjadi bagian penting dari pengalaman yang ingin ditawarkan Hongqi.
Eastern Luxury dalam Era Elektrifikasi
Menurut Andrew Nasuri, Director of Indomobil Group, desain E-HS9 menjadi gambaran bagaimana Hongqi membawa warisan mereknya ke dalam bentuk yang lebih modern.
“Desain E-HS9 mencerminkan bagaimana Hongqi menerjemahkan warisan yang telah menjadi bagian dari identitasnya selama puluhan tahun ke dalam sebuah bentuk yang modern dan relevan. Dari proporsi, garis desain hingga detail khasnya, setiap elemen memiliki peran dalam membangun karakter E-HS9 yang kuat dan berwibawa,” ujarnya.
Menurutnya, bahasa visual tersebut menjadi cara Hongqi membawa nilai-nilai yang telah membentuk merek selama puluhan tahun ke era elektrifikasi, sekaligus menawarkan interpretasi baru mengenai kemewahan melalui sebuah flagship SUV.
Pada akhirnya, Hongqi E-HS9 menawarkan pendekatan berbeda terhadap konsep luxury electric SUV. Identitas budaya Timur diterjemahkan melalui desain modern, sementara teknologi elektrifikasi menghadirkan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan masa kini.
Dengan perpaduan Signature Noble Design, konfigurasi enam penumpang, dual motor AWD, dan adaptive air suspension, E-HS9 mencoba menempatkan kemewahan bukan hanya sebagai sesuatu yang terlihat, tetapi juga sesuatu yang dapat dirasakan sepanjang perjalanan.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.