Beranda / Mobil Baru / Katalog / Suzuki Jimny

Suzuki Jimny

Rp 456 Juta
Kapasitas Mesin
4 CC
Mesin
Roda Penggerak
Part-time 4WD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
3
Tempat Duduk
4
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
1 Pilihan Warna
Tipe Kendaraan
Suzuki Jimny 4WD
Rp 456 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Suzuki Jimny 4WD
Kapasitas Mesin
4 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
Pintu
3
Roda Penggerak
Part-time 4WD
Tempat Duduk
4
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

SUZUKI JIMNY
Artikel Terkait
Lihat Semua
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid
08 Jul 2026
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid 08 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu ajang otomotif paling menarik di tahun ini. Sejumlah pabrikan sudah menyiapkan model terbaru yang sebelumnya telah meluncur di pasar global, sementara beberapa lainnya masih berstatus rumor kuat dan diprediksi melakukan debut di Indonesia. Dominasi kendaraan elektrifikasi diperkirakan masih berlanjut, mulai dari mobil listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga hybrid konvensional. Berikut 10 mobil yang paling dinantikan hadir di GIIAS 2026. 1. Hyundai Ioniq 3 Mobil baru di GIIAS 2026 nantinya adalah Hyundai Ioniq 3. Model ini menjadi salah satu model yang paling dinanti setelah resmi diperkenalkan secara global. Hyundai Ioniq 3 mengisi segmen crossover kompak dan menggunakan platform E-GMP 400V. Dari sisi dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan wheelbase 2.680 mm. Motor listrik penggerak roda depan (FWD) menghasilkan tenaga 147 PS dengan torsi 250 Nm. Hyundai menawarkan dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 344 km hingga 496 km berdasarkan standar WLTP. Sementara pengisian daya DC dari 10 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit. Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter sehingga tetap praktis untuk penggunaan keluarga. 2. Honda Super One Mobil listrik di GIIAs 2026 lainnya adalah Honda Super One. Honda juga diperkirakan membawa kejutan melalui Super One, city car listrik mungil hasil pengembangan GAC Honda untuk pasar China. Mobil ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 3,8 meter dengan motor listrik berkekuatan sekitar 70–80 kW dan menggunakan baterai LFP. Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 400 km berdasarkan siklus CLTC. Penggeraknya menggunakan konfigurasi roda depan (FWD). Meski spesifikasi finalnya masih menunggu peluncuran resmi, Honda Super One dinilai berpotensi menjadi pesaing baru di segmen city EV yang terus berkembang. 3. Leapmotor C10 Leapmotor C10 menjadi salah satu SUV listrik asal China yang mulai menarik perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia. SUV ini memiliki dimensi panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm dengan wheelbase 2.825 mm. Motor listriknya menghasilkan tenaga 170 kW dengan torsi 320 Nm yang dipadukan baterai berkapasitas 69,9 kWh. Dalam pengujian WLTP, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 420 km dan sudah mendukung DC Fast Charging. Mobil ini juga menggunakan platform terbaru LEAP 3.0. 4. Wuling Aira Mobil terbaru di GIIAs 2026 berikutnya ada Wuling AIRA 2026. Nama Wuling Aira mulai ramai diperbincangkan sebagai calon mobil listrik entry level terbaru Wuling, meski hingga kini belum diperkenalkan secara resmi. Berdasarkan berbagai bocoran, mobil ini diperkirakan hadir sebagai city EV empat pintu dengan pilihan baterai sekitar 16 kWh dan 25 kWh. Jarak tempuhnya diprediksi berada di kisaran 200 hingga 300 km berdasarkan standar CLTC dengan konfigurasi empat penumpang. Jika benar dipasarkan di Indonesia, posisi Wuling Aira diperkirakan berada di bawah Air ev dan menjadi model listrik paling terjangkau dalam lini produk Wuling. Harga juga diperkirakan berada di kisaran Rp170–200 jutaan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan. 5. Toyota Hilux EV Toyota juga diperkirakan akan membawa Hilux EV Prototype yang sebelumnya sudah diperkenalkan di pasar global. Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal dengan penggerak roda belakang (RWD) dan mempertahankan konfigurasi double cabin. Toyota belum mengumumkan kapasitas baterai maupun tenaga motor listriknya. Namun Hilux EV diklaim tetap memiliki kemampuan angkut hingga sekitar satu ton sehingga tetap cocok digunakan sebagai kendaraan komersial. 6. Jaecoo J5 SHS Jaecoo J5 SHS diprediksi menjadi salah satu model plug-in hybrid yang akan menarik perhatian di GIIAS 2026. Mobil ini menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan motor listrik melalui sistem Super Hybrid System (SHS) dan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Tenaga gabungannya diperkirakan mencapai sekitar 340 hp. Mobil ini juga diklaim mampu melaju sekitar 120 km hanya menggunakan tenaga listrik, sementara total jarak tempuh kombinasi mesin bensin dan baterai mencapai lebih dari 1.200 km. 7. Suzuki XL7 Facelift Suzuki XL7 Facelift juga diprediksi tampil di GIIAS 2026 meski hingga kini belum diumumkan secara resmi. Sejumlah bocoran memperlihatkan perubahan desain pada grille depan, lampu utama, desain velg, hingga penyegaran interior. Sementara dari sisi teknologi, Suzuki diperkirakan masih mempertahankan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sudah digunakan pada model sebelumnya. 8. Hyundai INSTER Mobil terbaru lainnya di GIIAS 2026 adalah Hyundai INSTER. Selain Ioniq 3, Hyundai juga memiliki amunisi baru melalui INSTER, mobil listrik kompak yang dikembangkan dari Hyundai Casper Electric. Mobil ini memiliki panjang 3.825 mm, lebar 1.610 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.580 mm. Hyundai menawarkan dua pilihan motor listrik. Varian Standard Range menghasilkan tenaga 97 PS, sedangkan Long Range mencapai 115 PS. Keduanya memiliki torsi 147 Nm. Pilihan baterainya terdiri dari 42 kWh dan 49 kWh dengan jarak tempuh masing-masing hingga 327 km dan 370 km berdasarkan standar WLTP. INSTER juga sudah dilengkapi pengisian cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, serta berbagai fitur modern seperti dual layar 10,25 inci, Vehicle-to-Load (V2L), OTA Update, Hyundai SmartSense, hingga wireless charging. 9. Danza B5 Denza B5 yang berubah nama setelah sakuk Indonesia menjadi DAnza B5 diprediksi menjadi salah satu SUV premium yang paling dinantikan jika benar hadir di GIIAS 2026. SUV plug-in hybrid ini menggunakan platform DMO (Dual Mode Off-road) dengan konstruksi ladder frame sehingga dirancang memiliki kemampuan off-road yang mumpuni. Dimensinya cukup besar dengan panjang 4.888 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.920 mm, serta wheelbase 2.800 mm. Denza B5 menggabungkan mesin 1.5 liter turbo dengan dual motor listrik berpenggerak AWD. Pada spesifikasi China, tenaga gabungannya mencapai hingga 505 kW atau sekitar 687 PS dengan torsi sekitar 760 Nm. Mobil ini menggunakan Blade Battery LFP berkapasitas 31,8 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 125 km (CLTC), sementara total jarak tempuh kombinasi mencapai sekitar 1.200 km. Selain performa tinggi, Denza B5 juga menawarkan fitur off-road seperti differential lock, Tank Turn, suspensi adaptif, serta ADAS Level 2+. 10. BAIC T1 Mobil lain terbaru lainnya yang akan hadir di GIIAS 2026 adalah BAIC T!. Nama BAIC T1 belakangan mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon SUV yang berpotensi hadir di Indonesia. Namun hingga saat ini BAIC belum mengumumkan model resmi bernama T1. Kemungkinan besar nama tersebut masih berupa kode pengembangan atau merujuk pada model lain yang belum diluncurkan secara global. Karena itu, spesifikasi resmi maupun jadwal peluncurannya masih belum dapat dipastikan. Persaingan GIIAS 2026 Diprediksi Semakin Ketat Jika seluruh model tersebut benar-benar hadir di GIIAS 2026, pameran tahun depan akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah industri otomotif Indonesia. Menariknya, mayoritas mobil yang diprediksi meluncur merupakan kendaraan elektrifikasi, mulai dari BEV, PHEV hingga hybrid. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju mobil ramah lingkungan di Indonesia akan semakin cepat, sekaligus memberikan pilihan yang semakin beragam bagi konsumen, baik di segmen city car, SUV keluarga, hingga kendaraan komersial. Lihat Selengkapnya
Bocoran Suzuki XL7 Terbaru 2026: Bedah Semua Perubahan Eksterior, Alpha Hybrid Kini Tampil Lebih Sporty
01 Jul 2026
Bocoran Suzuki XL7 Terbaru 2026: Bedah Semua Perubahan Eksterior, Alpha Hybrid Kini Tampil Lebih Sporty 01 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id - Suzuki bersiap menghadirkan penyegaran pada SUV tujuh penumpangnya melalui Suzuki XL7 terbaru 2026. Sekilas, tampilannya memang masih mempertahankan siluet yang sudah dikenal sejak generasi sebelumnya. Namun jika diperhatikan lebih dekat, ternyata cukup banyak detail baru yang disematkan pada model facelift ini. Penyegaran kali ini berfokus pada sektor eksterior. Suzuki tidak mengubah karakter dasar XL7, melainkan memberikan sentuhan baru pada berbagai elemen desain agar tampil lebih modern sekaligus membedakan karakter setiap varian. Dari hasil pengamatan Goodcar saat sesi preview terbatas, terdapat sedikitnya tujuh komponen eksterior baru yang diperkenalkan, mulai dari grille, bumper, lampu utama, velg, lampu belakang hingga shark fin antenna. Lantas, apa saja yang berubah pada Suzuki XL7 terbaru 2026? Wajah Depan Suzuki XL7 Terbaru 2026 Kini Lebih Tegas Perubahan paling mencolok langsung terlihat pada fascia depan. Suzuki XL7 terbaru 2026 kini mengusung Bold Design Front Grille dengan desain baru yang membuat tampilannya terlihat lebih modern dibanding model sebelumnya. Meski bentuk grille berubah di seluruh varian, Suzuki tetap memberikan identitas berbeda melalui permainan warna. Varian Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Satin Silver Accent yang memberikan kesan elegan. Sementara Alpha Hybrid tampil lebih agresif berkat penggunaan Black Accent yang mendominasi bagian depan. Tidak hanya grille, garnish bumper bawah juga mengalami penyegaran. Pada Zeta dan Beta Hybrid, garnish menggunakan warna Silver, sedangkan Alpha Hybrid memperoleh finishing Gunmetal yang semakin mempertegas karakter SUV. Lampu LED Baru dengan Karakter Berbeda di Setiap Varian Suzuki juga melakukan penyegaran pada desain Bold LED Headlamp. Seluruh varian tetap mengandalkan lampu LED, namun garnish di sekeliling lampu dibuat berbeda sesuai karakter masing-masing tipe. Varian Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Chrome, sedangkan Alpha Hybrid kembali tampil lebih sporty melalui finishing Black Accent. Sementara itu, seluruh varian kini telah dibekali Bold LED Foglamp sebagai perlengkapan standar sehingga tampilan depan terlihat lebih modern sekaligus fungsional. Banyak Detail Baru di Bagian Samping Beranjak ke sisi samping, perubahan pada Suzuki XL7 terbaru 2026 juga cukup menarik karena hampir seluruh detail kosmetik dibuat berbeda untuk setiap varian. Perbedaan pertama terlihat pada outside door handle. Zeta menggunakan warna senada bodi (Body Color). Sedangkan Beta Hybrid mendapat sentuhan Chrome dan Alpha Hybrid memakai warna Black. Hal yang sama juga diterapkan pada desain velg. Suzuki menghadirkan desain 16 inci Alloy Wheel baru pada seluruh varian, namun dengan finishing berbeda. Zeta dan Beta Hybrid menggunakan Polished Alloy Wheel, sedangkan Alpha Hybrid memperoleh Black Paint Alloy Wheel yang semakin menonjolkan aura sporty. Tidak berhenti di situ, garnish side sill splash juga mendapat perlakuan berbeda. Zeta dan Beta Hybrid menggunakan warna Silver, sementara Alpha Hybrid kembali menggunakan warna Gunmetal. Perbedaan lain hadir pada roof rail. Zeta: Silver Accent Beta Hybrid: Silver Accent Alpha Hybrid: Black Accent Jika diperhatikan secara keseluruhan, hampir seluruh aksen chrome dan silver pada Alpha Hybrid kini digantikan warna hitam sehingga tampilannya terlihat jauh lebih tegas dibanding dua varian lainnya. Buritan Suzuki XL7 Terbaru 2026 Ikut Disegarkan Perubahan juga berlanjut pada bagian belakang. Seluruh varian kini mendapatkan Rear Combination Lamp baru dengan Black Accent yang membuat tampilan buritan terlihat lebih modern. Selain lampu belakang, Suzuki juga memperbarui desain Shark Fin Antenna. Pada varian Zeta dan Beta Hybrid, antena dibuat mengikuti warna bodi kendaraan. Sementara Alpha Hybrid kembali tampil berbeda melalui finishing warna hitam. Tailgate garnish juga dibedakan berdasarkan varian. Zeta dan Beta Hybrid menggunakan aksen Chrome, sedangkan Alpha Hybrid memakai garnish berwarna Black. Sementara garnish bumper belakang mengusung warna Silver pada Zeta dan Beta Hybrid, serta Gunmetal pada Alpha Hybrid. Alpha Hybrid Jadi Varian Paling Sporty Dari seluruh perubahan yang dilakukan Suzuki, varian Alpha Hybrid menjadi model dengan karakter paling berbeda. Selain dominasi aksen hitam pada grille, lampu, roof rail, velg hingga tailgate garnish, Alpha Hybrid juga menjadi satu-satunya varian yang memperoleh Black Rear Upper Spoiler. Komponen ini tidak tersedia pada varian Zeta maupun Beta Hybrid. Kehadiran spoiler tersebut membuat siluet belakang terlihat lebih dinamis sekaligus memperkuat identitas Alpha Hybrid sebagai varian tertinggi dalam keluarga XL7. Sebaliknya, Zeta tetap mempertahankan nuansa sederhana dengan aksen body color dan satin silver, sedangkan Beta Hybrid menjadi pilihan yang berada di tengah dengan kombinasi tampilan elegan melalui sentuhan chrome. Strategi Suzuki kali ini terlihat ingin memberikan identitas yang lebih kuat pada setiap varian. Zeta tetap tampil elegan, Beta Hybrid menawarkan kombinasi nuansa premium, sementara Alpha Hybrid menjadi pilihan paling sporty berkat dominasi aksen hitam, velg berwarna gelap, garnish gunmetal hingga tambahan Black Rear Upper Spoiler. Dengan penyegaran tersebut, facelift Suzuki XL7 terbaru 2026 diharapkan mampu menjaga daya saingnya di segmen Low SUV tujuh penumpang yang kini dihuni sejumlah rival seperti Mitsubishi Xpander Cross, Honda BR-V, Toyota Rush, dan Daihatsu Terios. Sementara detail mengenai fitur, spesifikasi, serta harga resmi masih menunggu pengumuman Suzuki Indonesia setelah masa embargo berakhir. Lihat Selengkapnya
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik
29 Jun 2026
GAIKINDO Minta Insentif Berlaku untuk Semua Mobil, Termasuk ICE, Hybrid hingga Mobil Listrik 29 Jun 2026 GAIKINDO Minta Stimulus untuk Semua Jenis Kendaraan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendorong pemerintah agar kebijakan stimulus di sektor otomotif tidak hanya menyasar kendaraan elektrifikasi, tetapi juga mencakup seluruh jenis kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Battery Electric Vehicle (BEV). Usulan tersebut disampaikan setelah GAIKINDO menilai pemerintah selama ini telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam menjaga iklim investasi sekaligus mempertahankan daya saing industri otomotif nasional melalui berbagai kebijakan dan insentif. Menurut GAIKINDO, dukungan pemerintah menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri otomotif yang beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar, mulai dari pandemi Covid-19 hingga perubahan teknologi menuju kendaraan ramah lingkungan. Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, mengatakan hubungan antara pemerintah dengan pelaku industri selama ini berjalan melalui komunikasi yang terbuka. "GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton Kumonty, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO. Berbagai Insentif Dinilai Menjaga Industri Otomotif GAIKINDO mencatat salah satu dukungan pemerintah yang cukup signifikan adalah pemberian fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Selama periode Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar. Dari total 74 perusahaan yang memanfaatkan fasilitas tersebut, sebanyak 57 perusahaan berasal dari industri otomotif. Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku maupun komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri sehingga biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai berperan besar dalam menjaga permintaan pasar domestik. Program tersebut dimanfaatkan hampir seluruh produsen kendaraan yang memproduksi mobil di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Nissan dan Isuzu, selama memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Menurut GAIKINDO, insentif tersebut mampu membantu menjaga utilisasi pabrik, mempertahankan lapangan kerja, sekaligus menjaga roda industri otomotif nasional tetap bergerak. Program LCEV Dinilai Mendorong Investasi Baru Dukungan pemerintah juga diwujudkan melalui implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Program tersebut melibatkan berbagai produsen otomotif yang memasarkan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), hybrid maupun kendaraan listrik berbasis baterai. Implementasi program itu dinilai telah mendorong investasi baru, mempercepat pengembangan kendaraan elektrifikasi, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal. Selain insentif, pemerintah juga rutin menggelar forum komunikasi bersama pelaku industri otomotif. Anton mengatakan salah satu forum strategis yang terus berjalan adalah Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting. "Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri. Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting," ungkap Anton. Ia menambahkan, forum terakhir yang berlangsung pada 2025 menghasilkan pembentukan Working Group on Biofuel Co-Creation Task Force sebagai langkah mempercepat pengembangan dan implementasi biofuel di Indonesia. Investor Jepang dan China Sama-sama Ingin Kepastian GAIKINDO juga menilai dukungan pemerintah terhadap investor Jepang menjadi salah satu faktor yang menjaga kepercayaan pelaku industri. Dalam lima tahun terakhir, investasi Jepang tidak hanya masuk ke sektor produksi kendaraan dan komponen, tetapi juga mendukung pembangunan ekosistem otomotif nasional, termasuk Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau proving ground di Bekasi. Di sisi lain, sejumlah perusahaan otomotif asal Tiongkok juga disebut berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan investasi jangka panjang di Indonesia. Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO, Jongkie Sugiarto, mengatakan kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional. "Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," tutur Jongkie Sugiarto, Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO. Menurut Jongkie, hal tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki daya tarik bagi produsen otomotif global untuk menanamkan investasi. GAIKINDO Dorong Insentif Berlaku untuk Semua Kendaraan Melihat besarnya kontribusi industri otomotif terhadap perekonomian nasional, GAIKINDO berharap pemerintah dapat mempertimbangkan stimulus yang lebih merata. Asosiasi tersebut telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar kebijakan insentif tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga mencakup kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid hingga plug-in hybrid. Langkah itu dinilai dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku industri untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan perubahan teknologi global. Menutup pernyataannya, Anton menegaskan GAIKINDO akan terus berperan dalam menjaga ekosistem industri otomotif nasional melalui kolaborasi bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. "Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," tutup Anton Kumonty. Lihat Selengkapnya
Rack Steer Mobil: Fungsi, Gejala Kerusakan, dan Risiko Jika Dibiarkan
18 Jun 2026
Rack Steer Mobil: Fungsi, Gejala Kerusakan, dan Risiko Jika Dibiarkan 18 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id – Dalam penggunaan mobil harian, perhatian pengemudi biasanya tertuju pada sektor yang paling terasa langsung seperti mesin, ban, hingga sistem pengereman. Padahal, ada satu komponen penting di balik kendali arah kendaraan yang sering luput dari perhatian, yakni rack steer. Komponen ini menjadi bagian inti dari sistem kemudi yang menentukan seberapa presisi mobil merespons arah setir. Ketika kondisinya menurun, efeknya tidak hanya terasa pada kenyamanan, tetapi juga bisa memengaruhi stabilitas dan keselamatan berkendara. Fungsi Rack Steer dalam Sistem Kemudi Mobil Sistem kemudi modern bekerja dengan mengandalkan rack steer untuk menerjemahkan gerakan putar setir menjadi gerakan linear pada roda depan. Komponen ini menjadi penghubung utama antara pengemudi dan arah kendaraan di jalan. Suzuki Indomobil Sales melalui teknisinya menekankan bahwa pemahaman soal fungsi komponen ini penting agar pengguna lebih peka terhadap perubahan karakter kendaraan saat dikendarai. Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan, “Rack steer merupakan komponen utama pada sistem kemudi yang meneruskan putaran setir menjadi pergerakan roda depan. Saat bekerja optimal, komponen ini membantu pengemudi memperoleh kendali arah secara stabil, presisi, dan responsif dalam berbagai kondisi jalan.” Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa rack steer bukan sekadar komponen mekanis biasa, tetapi bagian yang berperan langsung dalam menjaga akurasi arah kendaraan di berbagai kondisi jalan. Tanda-Tanda Rack Steer Mulai Bermasalah Seiring pemakaian, rack steer dapat mengalami penurunan performa akibat usia komponen, kondisi jalan, hingga gaya berkendara. Gejala awal biasanya tidak langsung ekstrem, tetapi cukup terasa jika diperhatikan dengan seksama. Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain: Setir terasa tidak kembali ke posisi lurus secara normal setelah berbelok Arah mobil kurang presisi saat melaju lurus Muncul bunyi dari area bawah kendaraan saat melewati jalan tidak rata Respons kemudi terasa berat atau tidak konsisten Gejala tersebut sering dianggap sepele pada tahap awal. Namun jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan berdampak pada keseluruhan sistem kemudi. Dalam kondisi tertentu, gangguan pada rack steer juga dapat membuat pengemudi kehilangan rasa percaya diri saat bermanuver, terutama pada kecepatan tinggi atau saat melewati jalan yang tidak rata. Faktor yang Mempercepat Kerusakan Rack Steer Selain faktor usia pakai, kondisi rack steer juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan berkendara. Jalan berlubang, benturan keras pada kecepatan tinggi, hingga minimnya perhatian pada kondisi kaki-kaki kendaraan dapat mempercepat penurunan kualitas komponen ini. Dalam jangka panjang, gaya berkendara yang kurang hati-hati dapat memperpendek usia pakai sistem kemudi secara keseluruhan, bukan hanya rack steer semata. Pentingnya Pemeriksaan Berkala di Bengkel Resmi Untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, pemeriksaan berkala menjadi langkah yang paling disarankan. Di bengkel resmi, proses pengecekan dilakukan secara menyeluruh dengan standar yang sudah ditentukan oleh pabrikan. Teknisi biasanya tidak hanya memeriksa rack steer, tetapi juga komponen lain yang terhubung langsung dengan sistem kemudi, seperti: Tie rod end & inner tie rod Ball joint & steering linkage Power steering system termasuk oli dan pressure line Boot karet (dust cover) rack steer Steering column dan mounting steering rack Unit rack steer (housing dan internal gear) Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan sumber masalah dapat diidentifikasi secara akurat, sehingga tindakan perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi kendaraan. Estimasi Perbaikan Disesuaikan Kondisi Kendaraan Jika ditemukan adanya penurunan performa pada rack steer, langkah perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Dalam beberapa kasus, komponen masih dapat diperbaiki, sementara pada kondisi tertentu perlu dilakukan penggantian. Suzuki juga menyediakan suku cadang asli yang dirancang sesuai standar pabrikan, sehingga kompatibilitas dan daya tahannya tetap terjaga. Estimasi biaya perbaikan biasanya baru dapat dipastikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, agar hasilnya lebih akurat dan transparan. Hariadi menambahkan, “Mengacu pada buku pedoman perawatan berkala kendaraan Suzuki, sistem kemudi akan selalu diperiksa pada setiap jadwal servis berkala. Teknisi Bengkel Resmi kami akan memberitahu konsumen apabila menemukan kejanggalan, dan memberikan rekomendasi paling sesuai.” Rack steer menjadi salah satu komponen penting yang sering tidak disadari perannya dalam kenyamanan dan keselamatan berkendara. Gejala awal kerusakan sebenarnya bisa dideteksi sejak dini jika pengemudi lebih peka terhadap perubahan respons setir dan kondisi kendaraan. Dengan melakukan pemeriksaan rutin di bengkel resmi serta menjaga gaya berkendara, risiko kerusakan dapat ditekan lebih awal. Pada akhirnya, sistem kemudi yang terjaga dengan baik akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil, aman, dan terkontrol di berbagai kondisi jalan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.