Spesifikasi Mobil Pick up dari India yang akan Diimpor untuk Koperasi Merah Putih23 Feb 2026
Spesifikasi Mobil Pick up dari India yang akan Diimpor untuk Koperasi Merah Putih23 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Indonesia berencana mendatangkan sekitar 105.000 unit kendaraan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. Pengadaan kendaraan tersebut akan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dengan melibatkan dua produsen utama asal India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.
Mahindra akan memasok sekitar 35.000 unit pikap Scorpio, sementara Tata Motors menyediakan 70.000 unit kendaraan yang terdiri dari 35.000 pikap Yodha dan 35.000 unit truk ringan Ultra T.7. Kendaraan-kendaraan tersebut dirancang untuk menunjang aktivitas koperasi, termasuk distribusi logistik hingga operasional di wilayah pedesaan.
Spesifikasi Mahindra Scorpio Pikap
Mahindra Scorpio pikap diproduksi di pabrik Nashik, India, dan dikenal memiliki ketahanan tinggi serta biaya operasional yang relatif rendah. Kendaraan ini dinilai sesuai untuk kebutuhan operasional koperasi, terutama di medan pedesaan hingga area pertanian dengan kondisi jalan yang berat.
Di Indonesia, pikap Scorpio sebenarnya sudah pernah dipasarkan sejak 2019 dalam varian Single Cab dan Double Cab. Kendaraan ini menggunakan mesin 2.2 liter mHawk berstandar emisi Euro 4 yang menghasilkan tenaga 140 PS dan torsi 320 Nm.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi manual 6 percepatan. Fitur yang tersedia antara lain AC, audio 2DIN, power window, follow-me headlamps, serta cruise control steering switch. Dari sisi keselamatan tersedia dua airbag, ABS, central locking dengan remote, serta boltable crash bar.
Spesifikasi Tata Yodha Pikap
Model berikutnya adalah Tata Yodha yang tersedia dalam beberapa varian dengan pilihan bahan bakar diesel maupun CNG.
Varian Yodha CNG menggunakan mesin Tata 4SP SGI NA CNG dengan tenaga 74 hp pada 3.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 1.400–1.600 rpm. Transmisinya menggunakan tipe GBS-76-5/4.1 dengan kecepatan maksimum sekitar 80 km/jam.
Selain itu terdapat varian Yodha 1700 yang dibekali mesin 2.2 liter Varicor turbo dengan tenaga 100 hp pada 3.750 rpm dan torsi 250 Nm pada 1.000–2.500 rpm. Mesin serupa juga digunakan pada varian Yodha 2.0 dan Yodha 1200 dengan karakter tenaga yang tidak jauh berbeda.
Spesifikasi Tata Ultra T.7 Light Truck
Kendaraan lainnya adalah truk ringan Ultra T.7 yang dirancang untuk kebutuhan distribusi barang. Model ini mengusung mesin 4SP BS6 Phase 2 TCIC berkapasitas 2.956 cc.
Versi light truck menghasilkan tenaga 100 PS pada 2.800 rpm dengan torsi maksimum 300 Nm pada 1.000–2.000 rpm. Kendaraan ini dilengkapi setir tilt dan telescopic serta kapasitas tangki bahan bakar 90 liter.
Impor Pikap Jadi Sorotan
Rencana impor kendaraan pikap dalam jumlah besar ini memunculkan perdebatan karena industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kapasitas produksi pikap yang cukup besar, mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.
Sejumlah pabrikan yang memproduksi kendaraan pikap di dalam negeri antara lain Astra Daihatsu Motor, Isuzu Astra Motor Indonesia, Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Suzuki Indomobil Motor, SGMW Motor Indonesia, serta Sokonindo Automobile.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pemenuhan kebutuhan kendaraan melalui impor berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya bisa dinikmati industri dalam negeri.
"Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya.
Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa industri otomotif nasional belum memproduksi kendaraan pikap berpenggerak empat roda (4x4) yang dirancang khusus untuk medan sangat berat seperti area tambang dan perkebunan.
Bahkan menurut Kementerian Perindustrian, jika kebutuhan kendaraan pikap tersebut dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri, potensi dampak ekonomi yang dihasilkan diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp27 triliun.
Lihat Selengkapnya
Kapasitas Produksi Pick-Up Indonesia Bisa Dioptimalkan, GAIKINDO Siap Penuhi Kebutuhan20 Feb 2026
Kapasitas Produksi Pick-Up Indonesia Bisa Dioptimalkan, GAIKINDO Siap Penuhi Kebutuhan20 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id – Industri otomotif Indonesia sedang menghadapi tekanan penjualan dalam negeri, namun potensi produksi tetap besar. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) saat ini menaungi 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau lebih per tahun.
Dari jumlah tersebut, produksi kendaraan komersial kelas menengah ke-bawah, terutama pick-up, masih belum dimanfaatkan secara optimal. Anggota GAIKINDO yang memproduksi kendaraan jenis ini antara lain:
PT Suzuki Indomobil Motor
PT Isuzu Astra Motor Indonesia
PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors)
PT Sokonindo Automobile (DFSK)
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)
PT Astra Daihatsu Motor
Secara keseluruhan, kapasitas produksi pick-up anggota GAIKINDO bisa mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, namun pemanfaatannya belum maksimal. Kendaraan ini umumnya mengadopsi sistem penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%, menjadikannya andalan untuk kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
“Jaringan servis dan layanan purna jual yang luas membuat kendaraan komersial 4x2 ini mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara merata,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO. Ia menambahkan, “Kendaraan penggerak 4x4 memang bisa diproduksi, tetapi membutuhkan waktu untuk persiapan produksi yang matang.”
Industri otomotif nasional juga menjadi penyumbang besar lapangan kerja, dengan total 1,5 juta pekerja yang terlibat di seluruh ekosistemnya. Meski penjualan domestik sempat tertekan di bawah 1 juta unit per tahun, Indonesia tetap mencatat capaian ekspor kendaraan yang signifikan, mencapai lebih dari 518.000 unit ke 93 negara.
Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Putu Juli Ardika menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan industri lokal.
“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri pendukungnya, termasuk industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM, memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hanya diperlukan waktu agar jumlah dan kriterianya sesuai,” jelas Putu Juli.
Ia menekankan bahwa dengan kesempatan dan waktu yang cukup, anggota GAIKINDO dan GIAMM dapat ikut memenuhi permintaan kendaraan komersial, sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri dan mencegah potensi pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan domestik.
Namun, di tengah kapasitas lokal yang masih dapat dioptimalkan, PT Agrinas Pangan Nusantara memilih untuk mengimpor kendaraan pick-up dari India guna mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Perseroan mengimpor sebanyak 70.000 unit mobil pick-up Tata Motors, terdiri dari Yodha Pick Up dan truk ringan Ultra T.7, masing-masing 35.000 unit. Sebelumnya, Agrinas juga mengimpor 35.000 unit pick-up Scorpio dari Mahindra, sehingga total kendaraan niaga impor dari India mencapai 105.000 unit.
Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menuturkan, “Pesanan untuk Kopdes Merah Putih ini mencerminkan semakin meningkatnya penerimaan kendaraan komersial asal India di pasar global. Penggunaannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional.”
Kedua kendaraan ini dirancang untuk kinerja berkelanjutan dan efisiensi operasional. Tata Yodha Pick Up tersedia dalam varian single cab maupun crew cab, dengan opsi penggerak 4×2 dan 4×4, serta mesin 2,2 liter diesel bertenaga 100 PS dan torsi 250 Nm. Sedangkan Tata Ultra T.7 adalah truk ringan dengan mesin diesel 4 silinder, tenaga hingga 125 PS pada 2.800 rpm, torsi maksimal 360 Nm, dan kapasitas GVW sekitar 7.490 kg. Armada ini akan didistribusikan melalui koperasi pertanian dengan skema bertahap untuk memastikan integrasi dan operasi yang berkelanjutan.
Pesanan Agrinas menjadi yang terbesar dalam portofolio ekspor Tata Motors, ditujukan untuk sektor pertanian dan logistik pedesaan. Meskipun demikian, GAIKINDO tetap yakin bahwa kapasitas produksi pick-up dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan domestik jika diberikan waktu dan dukungan yang cukup, sehingga potensi impor bisa diminimalkan dan ekosistem industri lokal tetap terjaga.
Lihat Selengkapnya
Daihatsu Akhirnya Punya Mobil Listrik: e-Hijet Cargo dan e-Atrai17 Feb 2026
Daihatsu Akhirnya Punya Mobil Listrik: e-Hijet Cargo dan e-Atrai17 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Daihatsu resmi memasuki era elektrifikasi massal dengan menghadirkan dua model terbaru, yaitu Daihatsu e-Hijet Cargo dan Daihatsu e-Atrai. Kehadiran keduanya menjadi tonggak penting transformasi lini kendaraan komersial mungil legendaris Daihatsu ke dalam format Battery Electric Vehicle (BEV) sepenuhnya.
Langkah ini menandai komitmen serius Daihatsu dalam merespons kebutuhan mobilitas ramah lingkungan, khususnya di segmen kendaraan niaga ringan yang selama ini identik dengan efisiensi dan kepraktisan.
Platform e-SMART ELECTRIC BEV Khusus Mini Vehicle
Kedua model ini dibangun menggunakan sistem e-SMART ELECTRIC BEV yang dirancang khusus untuk platform kendaraan mungil. Proses pengembangannya tidak sederhana. Daihatsu melakukan rekayasa ulang besar pada struktur bodi dan sistem suspensi agar mampu mengakomodasi baterai berkapasitas besar tanpa mengorbankan ruang kargo.
Hasilnya, e-Hijet Cargo dan e-Atrai tetap mempertahankan daya angkut lega khas kendaraan komersial kecil, namun kini menawarkan performa yang lebih senyap, bebas emisi, serta efisiensi energi yang lebih optimal dibandingkan versi bermesin bensin.
Kolaborasi Tiga Raksasa Otomotif
Salah satu aspek menarik dari pengembangan model ini adalah kolaborasi strategis antara tiga produsen besar Jepang. Daihatsu Motor Co. dan Suzuki berkontribusi dalam keahlian merancang kendaraan kompak bersegmen kei-car, sementara Toyota menyuplai teknologi elektrifikasi mutakhir.
Kolaborasi ini melahirkan sistem penggerak yang terintegrasi dan efisien, termasuk penggunaan e-Axle pada poros roda belakang. Sistem ini menyatukan motor listrik, inverter, serta gir reduksi dalam satu unit ringkas yang mendukung efisiensi ruang sekaligus meningkatkan performa.
Baterai di Bawah Lantai, Stabilitas Lebih Baik
Kedua model dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 36,6 kWh yang dipasang tipis di bawah lantai kendaraan. Penempatan ini memberikan dua keuntungan utama: pusat gravitasi menjadi lebih rendah sehingga kendaraan lebih stabil saat bermanuver, serta ruang kargo tetap optimal tanpa gangguan dari komponen baterai.
Karena menggunakan penggerak roda belakang dengan karakter torsi instan khas motor listrik, e-Hijet Cargo dan e-Atrai tetap bertenaga saat melintasi tanjakan, bahkan ketika membawa muatan penuh.
Diproduksi di Jepang dengan Standar Tinggi
Produksi massal e-Hijet Cargo dan e-Atrai dilakukan di fasilitas Daihatsu Motor Kyushu yang berlokasi di Oita, Jepang. Pabrik ini memiliki pengalaman panjang dalam merakit kendaraan mungil, sehingga transisi dari mesin pembakaran internal ke sistem listrik murni tetap mengedepankan presisi dan standar kualitas tinggi.
Dengan kehadiran e-Hijet Cargo dan e-Atrai, Daihatsu tidak hanya memperluas portofolio elektrifikasinya, tetapi juga memperkuat posisinya di segmen kendaraan komersial ringan yang kini mulai bertransformasi menuju era bebas emisi.
Lihat Selengkapnya
Spesifikasi Suzuki XBee: Crossover Kompak Hybrid yang Unik dan Efisien12 Feb 2026
Spesifikasi Suzuki XBee: Crossover Kompak Hybrid yang Unik dan Efisien12 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Suzuki XBee atau yang juga dikenal sebagai Suzuki Crossbee kembali mencuri perhatian sebagai crossover kompak yang memadukan kepraktisan city car dengan karakter tangguh ala SUV.
Model terbaru ini mendapatkan pembaruan besar melalui facelift yang diperkenalkan pada Oktober 2025 di ajang Japan Mobility Show 2025, dan sempat tampil di IIMS 2026, memicu spekulasi terkait peluang kehadirannya di pasar Indonesia.
Mengusung tema “Life with Adventure”, Suzuki XBee dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya hidup, mulai dari mobilitas perkotaan hingga aktivitas rekreasi luar ruang. Meski hingga kini masih dipasarkan khusus untuk Jepang, daya tarik desain dan spesifikasinya membuat XBee menjadi sorotan di segmen crossover kompak.
Suzuki XBee hadir sebagai kendaraan serbaguna dengan dimensi ringkas, namun tetap menawarkan fleksibilitas tinggi. Karakter desainnya memadukan sentuhan SUV yang kokoh dengan kemudahan manuver khas mobil perkotaan, menjadikannya ideal untuk pengguna dengan gaya hidup aktif dan dinamis.
Penyegaran desain pada model facelift memperkuat identitas XBee sebagai crossover unik yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik harian maupun rekreasional.
Mesin Mild-Hybrid yang Efisien
Salah satu daya tarik utama Suzuki XBee terletak pada penggunaan mesin 1.2L Z12E tiga silinder yang dipadukan dengan sistem mild-hybrid. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus memberikan respons berkendara yang lebih halus.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimal 82 PS pada 5.700 rpm dan torsi 108 Nm pada 4.500 rpm, disalurkan melalui transmisi CVT yang mendukung kenyamanan berkendara di berbagai kondisi lalu lintas.
Desain Eksterior Unik dan Berkarakter
Tampilan luar Suzuki XBee facelift tampil lebih segar dan berani. Lampu depan LED berbentuk semi-lingkaran, grille yang lebih ramping, serta bumper dengan desain kokoh mempertegas nuansa crossover. Pilihan warna two-tone turut menambah kesan ekspresif sekaligus memperkuat karakter petualang yang diusung.
Perpaduan gaya SUV dengan sentuhan retro-modern membuat XBee tampil menonjol dan mudah dikenali di jalan.
Interior Modern dan Fungsional
Masuk ke dalam kabin, Suzuki XBee menawarkan suasana modern dengan fokus pada kepraktisan. Dashboard baru dilengkapi kluster instrumen digital 7 inci dan layar sentuh infotainment 9 inci. Untuk varian tertentu, tersedia head-up display yang meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Kursi belakang dapat digeser dan direbahkan, memberikan fleksibilitas ruang yang optimal. Beragam kompartemen penyimpanan juga disiapkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun perjalanan akhir pekan.
Fitur Keselamatan Suzuki Safety Support
Suzuki XBee telah dibekali paket Suzuki Safety Support yang mencakup berbagai teknologi keselamatan aktif. Fitur seperti Dual Sensor Brake Support (DSBS), Back-up Brake Support, 3D View 360 derajat, Adaptive Cruise Control, Lane-Keeping Assist, hingga Automatic Emergency Braking memberikan perlindungan menyeluruh bagi pengemudi dan penumpang.
Kehadiran fitur ADAS ini menjadikan XBee kompetitif di kelas crossover kompak.
Pilihan Penggerak 2WD dan 4WD AllGrip
Untuk mendukung beragam kebutuhan berkendara, Suzuki menawarkan XBee dalam opsi 2WD dan 4WD AllGrip. Varian AllGrip dilengkapi mode berkendara seperti Sport, Snow, dan Hill Descent Control, yang memungkinkan performa optimal di medan ringan maupun kondisi jalan menantang.
Dimensi dan Efisiensi Bahan Bakar
Dengan panjang 3.760 mm, lebar 1.670 mm, dan tinggi 1.705 mm, Suzuki XBee tetap mudah dikendalikan di area perkotaan. Bobotnya yang relatif ringan, berkisar 960–1.030 kg, turut mendukung efisiensi bahan bakar.
Suzuki mengklaim konsumsi BBM rata-rata mencapai 22,8 km/liter, menjadikannya salah satu crossover kompak yang irit untuk penggunaan harian.
Harga Suzuki XBee di Jepang
Di pasar Jepang, Suzuki XBee facelift 2025 ditawarkan dalam beberapa varian dengan kisaran harga sebagai berikut (estimasi konversi menggunakan kurs 1 JPY = Rp105):
Suzuki XBee HYBRID MX 2WD CVT: mulai JPY 2.157.100 (sekitar Rp 226,4 juta)
Suzuki XBee HYBRID MX 4WD CVT: mulai JPY 2.333.100 (sekitar Rp 244,9 juta)
Suzuki XBee HYBRID MZ 2WD CVT: mulai JPY 2.335.300 (sekitar Rp 245,2 juta)
Suzuki XBee HYBRID MZ 4WD CVT: mulai JPY 2.500.300 (sekitar Rp 262,5 juta)
Dengan kombinasi desain unik, teknologi hybrid yang efisien, serta fitur keselamatan lengkap, Suzuki XBee menjadi crossover kompak yang menarik perhatian dan berpotensi besar jika suatu saat dipasarkan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.