Beranda / Mobil Baru / Katalog / Vinfast VE 34

Vinfast VE 34

Rp 273 Juta
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
7 Pilihan Warna
Desat Silver
Crimson Red
Deep Ocean
Vinfast Blue
Brahimny White
Neptune Grey
Jet Black
Tipe Kendaraan
Vinfast VE 34 EV
Rp 273 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Vinfast VE 34 EV
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

VINFAST VE 34
Artikel Terkait
Lihat Semua
Lengkap! Ini Daftar Brand Mobil yang Ikut IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran
29 Jan 2026
Lengkap! Ini Daftar Brand Mobil yang Ikut IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran 29 Jan 2026 Jakarta, Goodcar.id - Perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang akan berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tinggal menghitung hari. Salah satu hal yang paling ditunggu pengunjung adalah deretan brand mobil yang ikut IIMS 2026, karena pameran ini selalu menjadi panggung utama peluncuran mobil baru, teknologi terbaru, hingga debut merek global di Indonesia. Dyandra Promosindo memastikan bahwa IIMS 2026 diikuti lebih dari 180 brand otomotif dan industri pendukung, dengan 35 merek kendaraan roda empat yang akan meramaikan lantai pameran. Jumlah ini menjadikan IIMS sebagai salah satu pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara. Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyebut industri otomotif nasional tetap menunjukkan peran strategisnya sebagai penggerak ekonomi. “IIMS 2026 tidak hanya hadir sebagai pameran, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan dan optimisme industri otomotif nasional,” ujar Daswar. Daftar Brand Mobil yang Ikut IIMS 2026 Berikut ini adalah daftar lengkap merek mobil (roda empat) yang dipastikan ikut IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran : BAIC, BMW, BYD, Changan, Chery, Citroën, Daihatsu, DFSK, Ford, GAC AION, Geely, GWM (Great Wall Motor), Honda, Hyundai, iCAR, JAECOO, Jeep, JETOUR, KIA, Lepas, Maxus, Mazda, Morris Garages (MG), Mercedes-Benz, MINI, Mitsubishi Motors, Nissan, Prestige, Seres, Subaru, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, XPeng. Dengan komposisi tersebut, IIMS 2026 akan menampilkan kombinasi lengkap antara merek Jepang, Eropa, Korea, hingga Tiongkok, termasuk deretan brand yang fokus pada mobil listrik (EV), hybrid, dan SUV terbaru. Banyak Brand Siapkan Peluncuran & Debut Model Baru Sejumlah merek dipastikan tidak sekadar pamer unit. Mereka akan membawa peluncuran, world premiere, hingga first appearance khusus di panggung IIMS 2026. Toyota akan memboyong tiga model hybrid elektrifikasi terbarunya, Mazda menyiapkan New Mazda CX-60 Sport, Hyundai membawa SUV premium baru, XPeng akan memperkenalkan The Next P7 untuk pertama kalinya di Indonesia, sementara Wuling, MG, Chery, dan Geely juga menyiapkan model-model elektrifikasi andalan. Kehadiran iCAR dan Lepas bahkan akan menjadi world premiere di Indonesia lewat IIMS 2026. IIMS 2026 Jadi Etalase Utama Industri Otomotif Project Manager IIMS 2026, Rudi MF, menegaskan bahwa pameran tahun ini dirancang semakin relevan dengan kebutuhan pasar. “Kami memberikan ruang lebih luas bagi brand otomotif untuk menampilkan produk terbaik mereka dan mendekatkan teknologi baru kepada masyarakat,” ujarnya. Dengan target transaksi lebih dari Rp8 triliun dan pengunjung hampir 580 ribu orang, IIMS 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai panggung utama brand mobil di Indonesia. Lihat Selengkapnya
VinFast Juga Akan Bangun Pabrik Motor Listrik di Subang
19 Dec 2025
VinFast Juga Akan Bangun Pabrik Motor Listrik di Subang 19 Dec 2025 Jakarta, Goodcar.id - Peresmian pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, tidak hanya akan memproduksi mobil listrik. VinFast juga akan bangun pabrik motor listrik di Subang dengan rencana memulai produksi sepeda motor listrik pada tahun depan. “Fasilitas di Subang akan mulai memproduksi sepeda motor listrik (e-scooters) pada tahun depan,” tulis Vinfast dalam keterangan resminya 19 Desember 2025. Pabrik Subang sendiri dibangun dalam waktu 17 bulan. Lebih dari itu, keberadaan fasilitas ini menempatkan Indonesia sebagai bagian penting dalam rantai pasok kendaraan listrik global yang tengah dibangun VinFast. Alasan VinFast juga akan bangun pabrik motor listrik di Subang tidak sulit dipahami. Indonesia adalah negara yang dibentuk oleh kendaraan roda dua. Sepeda motor bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari—dari berangkat kerja, mengantar anak sekolah, hingga menopang aktivitas ekonomi skala kecil. Data pasar memperkuat gambaran tersebut. Menurut Vinfast nilai pasar kendaraan roda dua Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai USD 10,48 miliar dan diproyeksikan naik menjadi USD 12,46 miliar pada 2030. Sepeda motor menyumbang lebih dari 78 persen total pengiriman kendaraan roda dua pada 2024, menegaskan dominasinya di perkotaan dan pedesaan. Meski motor berbahan bakar bensin masih mendominasi, perubahan mulai terlihat. Skuter listrik memang masih berasal dari basis kecil, tetapi laju pertumbuhannya lebih cepat dibanding motor konvensional. Dorongannya beragam: insentif pemerintah, standar emisi yang makin ketat di kota besar, kenaikan harga bahan bakar, hingga meningkatnya kesadaran soal kualitas udara. Motor listrik yang dulu dipandang eksperimental kini mulai masuk dalam pertimbangan rasional mobilitas harian. Pemerintah Indonesia sendiri telah memasang target ambisius melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019: 13 juta sepeda motor listrik pada 2030. Subsidi pembelian, insentif pajak, hingga kebijakan TKDN dirancang untuk menarik produsen berinvestasi secara lokal. Modal Pengalaman dari Vietnam Di Vietnam, sepeda motor listrik justru menjadi salah satu lini bisnis dengan pertumbuhan tercepat. Dalam kurang dari 11 bulan tahun ini, penjualan motor listrik VinFast mendekati 400.000 unit—melonjak sekitar 570 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut membawa VinFast ke posisi dua besar pasar roda dua Vietnam, sebuah pasar yang selama puluhan tahun dikuasai merek mapan. Kunci pertumbuhan itu bukan sekadar produk baru, melainkan ekspansi jaringan distribusi yang agresif, penguatan layanan purna jual, solusi pengisian daya, dan skema pembiayaan yang realistis. Pengalaman ini menjadi bekal penting ketika VinFast juga akan bangun pabrik motor listrik di Subang untuk menghadapi lanskap Indonesia yang serupa, namun dengan skala lebih besar. Produksi lokal memungkinkan rantai pasok yang lebih pendek, kepatuhan terhadap TKDN, serta pengembangan produk yang benar-benar disesuaikan dengan kondisi jalan, pola berkendara, dan daya beli masyarakat Indonesia. Lihat Selengkapnya
Belajar dari VinFast, Begini Mobil Nasional Dibangun
17 Dec 2025
Belajar dari VinFast, Begini Mobil Nasional Dibangun 17 Dec 2025 Jakarta, Goodcar.id - VinFast tidak lahir dari janji manis yang penuh jargon. Merek otomotif asal Vietnam ini dibangun dengan satu pendekatan yang sederhana yakni keseriusan penuh dari pucuk pimpinan. Hasilnya, Vietnam kini punya mobil nasional yang benar-benar berjalan. Di Subang, Jawa Barat, Pham Sanh Chau, CEO VinFast Asia, berbicara lugas soal bagaimana sebuah negara bisa membangun mobil nasional. Menurut dia, kuncinya bukan teknologi lebih dulu, melainkan manusia di baliknya. Harus ada sosok yang fokus, punya dedikasi, dan berani bertaruh jauh ke depan. Ia mengatakan, awalnya Chairman VinFast, Pham Nhat Vuong telah menanamkan investasi hingga US$17 miliar atau setara Rp283 triliun untuk mengembangkan perusahaan Vinfast. Angka yang nyaris tak masuk akal jika dilihat dari kacamata bisnis jangka pendek. Namun bagi VinFast, uang bukan tujuan akhir. Pham menyebut, sang chairman memandang VinFast sebagai proyek kebanggaan nasional. “Selama dana masih tersedia, investasi akan terus mengalir,” kata Pham Sanh Chau menirukan perkataan Pham Nhat Vuong. Artinya mereka berjuang sampai titik penghabisan dan penuh perhitungan, jika suatu hari uang benar-benar habis, barulah mereka berhenti. Pendekatan ini membuat VinFast berani menembus pasar global sejak dini, meski belum sepenuhnya mapan secara komersial. VinFast juga mempraktikkan nasionalisme dalam bentuk yang konkret. Di seluruh lini usaha Vingroup, induk perusahaan VinFast, diterapkan apa yang mereka sebut sebagai “operasi patriotik”. Karyawan didorong menggunakan produk buatan grup sendiri, termasuk sepeda motor dan mobil listrik VinFast. Tujuannya untuk membangun pasar domestik dari dalam, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki. Langkah ini mungkin terdengar sederhana, tetapi efeknya signifikan. Ketika kepercayaan datang dari internal, produk lebih cepat diterima publik. Disokong Bisnis Lain, Bukan Berdiri Sendiri VinFast tidak berdiri sendirian. Perusahaan ini berada di bawah payung Vingroup, konglomerasi Vietnam yang bisnis utamanya bergerak di sektor properti melalui Vinhomes. Keuntungan dari sektor lain itulah yang kemudian diputar untuk menopang VinFast. Pola ini membuat VinFast tidak tercekik tuntutan untung dalam waktu singkat. Mereka punya ruang untuk belajar, salah, dan memperbaiki diri. Dalam industri otomotif yang padat modal, ruang bernapas semacam ini sangat menentukan. Selama puluhan tahun, peta otomotif Asia didominasi Jepang, Korea Selatan, dan Cina. Vietnam nyaris tak terlihat. Hingga VinFast langsung melompat ke kendaraan listrik dan produk pintar. Strategi ini membuat Vietnam tiba-tiba masuk dalam percakapan global, sejajar dengan negara yang lebih dulu mapan di industri otomotif. Bagi VinFast, menjadi mobil nasional bukan berarti bermain aman, justru sebaliknya. Kemampuan VinFast tidak berhenti di mobil penumpang. Mereka juga memiliki kapasitas memproduksi kendaraan khusus, termasuk mobil antipeluru untuk kepala negara. Secara global, hanya segelintir perusahaan yang mampu membuat kendaraan dengan spesifikasi semacam itu. Fakta ini menunjukkan bahwa VinFast dibangun dengan standar tinggi sejak awal. Tak heran jika kehadiran VinFast menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak pemimpin negara yang ingin melihat langsung bagaimana Vietnam membangun industrinya. Kisah VinFast memberi satu pelajaran penting, yakni mobil nasional tidak lahir dari ambisi sesaat. Ia membutuhkan komitmen dan konsistensi. Lihat Selengkapnya
Pabrik VinFast di Indonesia Resmi Beroperasi
15 Dec 2025
Pabrik VinFast di Indonesia Resmi Beroperasi 15 Dec 2025 Jakarta, Goodcar.id - VinFast resmi mengoperasikan fasilitas produksi kendaraan listrik (EV) di Subang, Jawa Barat. Langkah ini menandai fase penting dalam ekspansi global pabrikan asal Vietnam tersebut, sekaligus mempertegas keseriusan VinFast menanamkan investasi jangka panjang di industri otomotif Indonesia. Fasilitas ini tercatat sebagai pabrik keempat VinFast secara global, serta yang pertama di Asia Tenggara di luar Vietnam. Bagi VinFast. Peresmian pabrik tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, hingga Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Ta Van Thong. Menariknya, pembangunan pabrik VinFast Subang rampung dan mulai beroperasi hanya dalam waktu 17 bulan sejak peletakan batu pertama. Dari sisi kebijakan, VinFast menyelaraskan operasional pabrik Subang dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah. Perusahaan menargetkan TKDN melampaui 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030. Untuk mendukung target tersebut, VinFast mulai membangun ekosistem industri pendukung di sekitar kawasan Subang, termasuk kawasan pemasok atau supplier park. Pemerintah menilai investasi ini sejalan dengan arah pengembangan industri hijau. Airlangga Hartarto menyebut kehadiran pabrik VinFast berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan nilai investasi yang besar, kawasan Subang diproyeksikan berkembang menjadi salah satu pusat industri kendaraan listrik baru di Indonesia. Dari pihak VinFast, CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau menegaskan bahwa pabrik Subang merupakan fondasi utama strategi jangka panjang perusahaan di Indonesia. Lokalisasi produksi dinilai krusial untuk keberlanjutan bisnis, sekaligus sebagai kontribusi nyata terhadap industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja nasional. VinFast mengklaim ekosistem yang dibangun di Indonesia akan menjadi salah satu yang paling terintegrasi di sektor kendaraan listrik. Secara fisik, pabrik VinFast Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare dan dikembangkan secara bertahap dengan total rencana investasi lebih dari USD 1 miliar atai setara dengan Rp16 triliun. Pada fase lanjutan, kapasitas produksinya dapat ditingkatkan hingga 350.000 unit per tahun, membuka peluang tidak hanya untuk memenuhi pasar domestik, tetapi juga ekspor ke negara lain. Untuk tahap awal atau Fase 1, VinFast telah menggelontorkan investasi lebih dari USD 300 juta atau sekktar Rp 4,8 triliun dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun. Fasilitas ini dilengkapi lini produksi terintegrasi berstandar internasional, mencakup proses pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, inspeksi kualitas, hingga logistik, dengan tingkat otomasi yang tinggi. Menyerap 15.000 Tenaga Kerja Dampak ekonomi juga menjadi sorotan utama. Pada kapasitas penuh, pabrik VinFast Subang diproyeksikan menyerap 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja langsung, serta ribuan tenaga kerja tidak langsung di sektor rantai pasok dan layanan pendukung. Efek berganda ini diharapkan mempercepat pertumbuhan sosial-ekonomi Subang dan sekitarnya sebagai kawasan industri baru di Jawa Barat. Dari sisi produk, pabrik Subang akan memproduksi sejumlah model strategis VinFast dengan setir kanan untuk pasar Indonesia, seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7. Model-model ini dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, menyasar konsumen muda hingga keluarga modern. Ke depan, VinFast juga menyiapkan perakitan model baru mulai 2026, termasuk sepeda motor listrik dan MPV listrik untuk kebutuhan komersial. Dalam waktu kurang dari dua tahun beroperasi di Indonesia, VinFast terbilang agresif membangun ekosistem pendukung. Selain menghadirkan produk, perusahaan juga memperluas jaringan dealer, layanan purna jual, serta infrastruktur pengisian daya melalui kolaborasi dengan V-Green dan mitra finansial. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.