Daftar Harga Wuling Binguo EV Bekas, Depresiasi 43% ?07 Jul 2026
Daftar Harga Wuling Binguo EV Bekas, Depresiasi 43% ?07 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai menunjukkan geliat yang semakin menarik. Seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik di jalan raya, pilihan unit bekas pun ikut bertambah. Salah satu model yang kini cukup banyak dijumpai di bursa mobil bekas adalah Wuling Binguo EV.
Berdasarkan hasil penelusuran Goodcar di sejumlah marketplace mobil bekas, saat ini puluhan unit Wuling Binguo EV ditawarkan dengan berbagai pilihan tahun produksi, kondisi, hingga harga. Banderolnya pun semakin kompetitif, bahkan beberapa unit sudah dipasarkan mulai Rp148 jutaan.
Meski begitu, harga tersebut bukan menjadi patokan umum. Mayoritas unit yang beredar di pasar justru dipasarkan di kisaran Rp185 juta hingga Rp195 juta, tergantung kondisi kendaraan, jarak tempuh, serta kelengkapan riwayat perawatan.
Daftar Harga Wuling Binguo EV Bekas Berdasarkan Tahun
Berikut kisaran harga Wuling Binguo EV bekas berdasarkan hasil pemantauan Goodcar di berbagai marketplace mobil bekas.
Tahun Produksi
Harga Pasaran Market Place
2024
Rp185 juta – Rp195 juta
2025
Rp190 juta – Rp200 juta
Dari data tersebut terlihat bahwa unit produksi 2024 masih mendominasi pasar mobil bekas. Hal ini sejalan dengan meningkatnya penjualan Binguo EV sejak tahun tersebut, sehingga kini mulai banyak pemilik yang menawarkan kembali kendaraannya.
Sementara itu, unit produksi 2025 masih tergolong lebih sedikit. Karena usianya lebih muda dan rata-rata memiliki jarak tempuh yang rendah, harga jualnya pun masih relatif lebih tinggi dibanding produksi tahun sebelumnya.
Harga Rp190 Jutaan Menjadi Acuan Pasar
Walaupun ada unit yang dijual mulai Rp148 juta, jumlahnya tidak banyak. Setelah ditelusuri, sebagian besar mobil yang dipasarkan di bawah Rp180 juta umumnya memiliki kilometer yang lebih tinggi, kondisi tertentu, atau dijual karena pemilik ingin segera melepas kendaraan.
Sebaliknya, harga yang paling sering muncul justru berada di rentang Rp185 juta hingga Rp195 juta.
Beberapa angka yang cukup sering ditemui antara lain Rp183,5 juta, Rp185 juta, Rp189 juta, Rp190 juta, Rp193 juta, Rp195 juta, hingga Rp200 juta.
Dengan kata lain, calon pembeli yang sedang mencari Wuling Binguo EV bekas sebaiknya menjadikan kisaran tersebut sebagai acuan harga pasar. Jika menemukan unit dengan harga jauh di bawah rata-rata, ada baiknya melakukan pengecekan lebih detail terhadap kondisi kendaraan sebelum memutuskan membeli.
Kondisi Kendaraan Lebih Penting daripada Tahun Produksi
Menariknya, selisih harga antara unit tahun 2024 dan 2025 tidak terlalu jauh. Bahkan beberapa unit produksi 2024 dipasarkan dengan harga yang hampir setara dengan produksi 2025.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pasar mobil bekas tidak hanya mempertimbangkan tahun produksi. Faktor lain seperti jarak tempuh, riwayat servis berkala, kondisi baterai, kelengkapan dokumen, hingga lokasi penjualan turut memengaruhi harga jual sebuah kendaraan.
Karena itu, membandingkan beberapa unit sekaligus menjadi langkah yang lebih bijak dibanding hanya berfokus pada tahun produksi.
Selisih dengan Harga Baru Mulai Terasa Signifikan
Harga Wuling Binguo EV bekas saat ini juga semakin menarik jika dibandingkan dengan unit baru.
Saat ini, Wuling BinguoEV terbaru dipasarkan dengan harga mulai sekitar Rp318 juta untuk varian Lite dan sekitar Rp363 juta untuk varian Pro (OTR Jakarta).
Artinya, dengan dana sekitar Rp190 jutaan, konsumen sudah bisa mendapatkan unit bekas dengan selisih lebih dari Rp120 juta dibanding harga varian Lite baru. Jika dibandingkan dengan varian Pro, selisihnya bahkan mendekati Rp170 juta.
Perbedaan harga tersebut tentu menjadi pertimbangan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik namun memiliki anggaran yang lebih terbatas.
Depresiasi Wuling Binguo EV Mulai Terlihat
Turunnya harga Wuling Binguo EV di pasar mobil bekas juga menggambarkan bagaimana pasar kendaraan listrik di Indonesia mulai memasuki fase penyesuaian.
Dengan harga pasar yang kini mayoritas berada di kisaran Rp185 juta hingga Rp195 juta, nilai jual kembali Binguo EV diperkirakan telah mengalami depresiasi sekitar 35 hingga 45 persen dibanding harga mobil baru saat ini, tergantung varian, kondisi kendaraan, dan jarak tempuh.
Depresiasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain usia kendaraan yang terus bertambah, pasar mobil listrik kini juga semakin kompetitif dengan hadirnya banyak model baru di berbagai segmen harga. Di sisi lain, penyesuaian harga mobil baru yang dilakukan sejumlah produsen turut memengaruhi harga kendaraan bekas di pasaran.
Meski demikian, kondisi tersebut justru membuka peluang bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan anggaran di bawah Rp200 juta, pilihan kendaraan listrik bekas kini semakin beragam, dan Wuling Binguo EV menjadi salah satu model yang layak masuk dalam daftar pertimbangan.
Namun seperti membeli mobil bekas pada umumnya, calon pembeli tetap perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Riwayat servis berkala, kondisi baterai, fungsi sistem pengisian daya, hingga kelengkapan dokumen sebaiknya dipastikan terlebih dahulu agar kendaraan tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Melihat tren pasar saat ini, harga Wuling Binguo EV bekas diperkirakan masih akan bergerak mengikuti dinamika industri kendaraan listrik nasional. Namun untuk saat ini, kisaran Rp185 juta hingga Rp195 juta mulai menjadi titik temu antara penjual dan pembeli, sekaligus mencerminkan harga pasar Wuling Binguo EV bekas di Indonesia pada pertengahan 2026.
Lihat Selengkapnya
Konsumen Sudah Bisa Test Drive Leapmotor B10, SUV Listrik Daya Jelajah 516 Km Ini Siap Meluncur02 Jul 2026
Konsumen Sudah Bisa Test Drive Leapmotor B10, SUV Listrik Daya Jelajah 516 Km Ini Siap Meluncur02 Jul 2026
JAKARTA, Goodcar.id – PT Indomobil National Distributor mulai memperkenalkan Leapmotor B10 kepada publik melalui rangkaian acara Exclusive Preview Leapmotor B10 & Padel Fun Match yang berlangsung pada 2-3 Juli 2026 di Athletiqs Airdome, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini menjadi kesempatan pertama bagi media dan tamu undangan untuk menjajal langsung Leapmotor B10 sebelum SUV listrik tersebut diluncurkan secara resmi di Indonesia. Meski harga belum diumumkan, kehadiran mobil ini menjadi sinyal bahwa Leapmotor semakin dekat memasuki persaingan kendaraan listrik nasional.
Sebanyak enam unit Leapmotor B10 disiapkan sebagai armada test drive. Peserta dapat menguji mobil tersebut di area parkir maupun di jalan sekitar kawasan Kuningan. Sementara satu unit berwarna Dawn Purple dipajang di area lapangan padel sebagai display utama acara.
Selain sesi test drive, Leapmotor juga memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkenalkan identitas merek serta strategi bisnisnya di Indonesia. Presentasi dilakukan oleh CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, bersama Brand Head Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor.
Dalam paparannya, keduanya menjelaskan strategi global Leapmotor, posisi merek di bawah grup Stellantis, hingga teknologi yang dibawa Leapmotor B10 ke pasar Indonesia.
Samuel Christian Wowor mengatakan, tujuan utama acara tersebut bukan sekadar memperlihatkan produk baru, tetapi juga membangun pengenalan merek sebelum peluncuran resmi.
"Alasan simple acara ini adalah kami ingin semua khalayak mengetahui bahwa Leapmotor sudah bersiap untuk hadir di Indonesia, kami ingin banyak orang mengenal khususnya brand-nya terlebih dahulu kemudian produknya sendiri secara lebih spesifik agar makin siap saat harganya launch nanti," ujar Samuel Christian Wowor, Brand Head Leapmotor Indonesia.
Leapmotor B10 Pamerkan Fitur Vehicle to Load
Salah satu teknologi yang menjadi fokus demonstrasi dalam acara ini adalah Vehicle to Load (V2L). Fitur tersebut memungkinkan baterai mobil menyalurkan listrik ke perangkat elektronik eksternal.
Selama acara berlangsung, Leapmotor B10 digunakan sebagai sumber listrik untuk berbagai kebutuhan, mulai dari televisi, sistem audio, hingga laptop yang digunakan dalam operasional acara.
Kemampuan discharge listriknya diklaim mencapai 3.300 watt, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas luar ruangan seperti berkemah, kegiatan komunitas, hingga kebutuhan operasional di lokasi tanpa sumber listrik tetap.
Fitur V2L sendiri mulai menjadi salah satu teknologi yang banyak diadopsi kendaraan listrik modern karena memberikan fungsi tambahan di luar kebutuhan mobilitas.
Dimana Test Drive Leapmotor?
Dari sisi spesifikasi, Leapmotor B10 diposisikan sebagai Smart Compact SUV yang menggabungkan performa kendaraan listrik dengan teknologi digital.
Mobil ini dibekali motor listrik bertenaga 160 kW atau sekitar 214 hp. Untuk daya jelajah, Leapmotor mengklaim mobil mampu menempuh hingga 516 kilometer berdasarkan standar pengujian NEDC.
Selain performa, Leapmotor juga menonjolkan aspek kepraktisan melalui bagasi berkapasitas besar serta kehadiran Persona Panel Dashboard.
Panel tersebut dirancang agar pemilik dapat memasang berbagai aksesori maupun menggantung perlengkapan sehingga barang bawaan lebih mudah dijangkau oleh pengemudi maupun penumpang.
Konsep ini menjadi salah satu pembeda yang ditawarkan Leapmotor B10 dibandingkan SUV listrik lain di kelasnya.
Masuknya Leapmotor juga memperluas portofolio merek yang berada di bawah naungan PT Indomobil National Distributor sebagai Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan Stellantis di Indonesia.
Sebelumnya perusahaan tersebut telah menghadirkan Citroën sejak 2023 dan Jeep pada 2025. Kini, Leapmotor menjadi merek ketiga yang dipasarkan melalui jaringan distribusi tersebut.
Strategi tersebut menunjukkan langkah Indomobil dalam memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar nasional, terutama pada segmen SUV listrik kompak yang mulai diisi berbagai pemain baru.
Meski demikian, hingga acara preview ini berlangsung, PT Indomobil National Distributor masih belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal peluncuran Leapmotor B10 di Indonesia.
Dengan spesifikasi berupa tenaga 160 kW, jarak tempuh 516 km (NEDC), serta fitur Vehicle to Load berdaya 3.300 watt, Leapmotor B10 diproyeksikan akan bersaing di segmen SUV listrik kompak yang saat ini semakin ramai di pasar Indonesia. Informasi mengenai harga dan varian diperkirakan akan diumumkan saat peluncuran resminya dalam waktu dekat.
Sementara itu, bagi calon konsumen yang ingin mengenal lebih dekat Leapmotor B10, Indomobil juga telah menyiapkan layanan di showroom Leapmotor MT Haryono di kawasan Wisma Indomobil, Jakarta Timur. Di lokasi ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai produk, melakukan konsultasi dengan tenaga penjual, hingga mencoba langsung Leapmotor B10 melalui sesi test drive sebelum mobil tersebut resmi dipasarkan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Harga Changan Deepal S05 BEV dan REEV di Indonesia Mulai Rp 400 Jutaan?01 Jul 2026
Harga Changan Deepal S05 BEV dan REEV di Indonesia Mulai Rp 400 Jutaan?01 Jul 2026
Jakarta, Goodcar.id - Berapa harga Changan Deepal S05 BEV dan REEV di Indonesia? Changan membuka pre-book Deepal S05 EV dan REEV di Indonesia.
Berapa prediksi harganya? Simak analisis berdasarkan harga Thailand, posisi terhadap Deepal S07, hingga rival di kelasnya.
Peluncuran Changan Deepal S05 di Indonesia tinggal menghitung waktu. Setelah diperkenalkan beberapa bulan lalu, Changan kini resmi membuka masa pre-book sekaligus menggelar Pop-up Exhibition di tiga lokasi berbeda di Jakarta.
Meski harga resminya belum diumumkan, sejumlah petunjuk mulai mengarah pada kisaran banderol SUV elektrifikasi terbaru tersebut. Mulai dari positioning produk, harga di Thailand, hingga posisi terhadap para kompetitor di Indonesia.
Lantas, berapa prediksi harga Changan Deepal S05 EV dan Deepal S05 REEV di Indonesia?
Changan Deepal S05 Sudah Bisa Dipesan
Changan Indonesia resmi membuka masa pre-book Deepal S05 mulai 30 Juni 2026. SUV ini menjadi model kedua yang dipasarkan Changan di Indonesia setelah Deepal S07.
Menariknya, Deepal S05 hadir dengan dua pilihan teknologi sekaligus, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range-Extended Electric Vehicle (REEV).
Untuk pasar Indonesia, teknologi REEV menjadi salah satu daya tarik karena menawarkan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik tanpa harus terlalu bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan kehadiran Deepal S05 bertujuan memberikan lebih banyak pilihan teknologi elektrifikasi kepada konsumen.
"Dengan menghadirkan pilihan varian BEV dan REEV, kami ingin memberikan keleluasaan bagi konsumen dalam memilih teknologi sesuai dengan kebutuhan," ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Sebelumnya, Changan mengungkapkan bahwa Deepal S05 REEV mampu menempuh jarak lebih dari 1.100 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh.
Mesin bensin pada sistem ini berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sementara roda tetap digerakkan motor listrik.
Harga Changan Deepal S05 di Thailand Jadi Acuan
Hingga kini Changan masih menutup rapat harga resmi Deepal S05. Namun jika melihat strategi produk dan positioning di pasar, Goodcar memperkirakan harga SUV ini akan berada di kisaran berikut:
Deepal S05 EV: Rp469 juta-Rp489 juta
Deepal S05 REEV: Rp519 juta-Rp539 juta
Prediksi tersebut bukan tanpa alasan. Saat ini, Deepal S07 sebagai model flagship Changan dijual dengan harga sekitar Rp599 juta OTR Jakarta.
Artinya, Deepal S05 harus diposisikan di bawah S07 agar tidak saling memakan pasar.
Dengan selisih sekitar Rp60-100 juta dari S07, Deepal S05 masih memiliki ruang yang jelas sebagai pilihan SUV elektrifikasi yang lebih terjangkau.
Gambaran harga Deepal S05 sebenarnya sudah terlihat di Thailand, salah satu pasar ASEAN yang lebih dulu memasarkan model ini.
Berdasarkan data dari media otomotif Thailand, harga Deepal S05 dipasarkan sebagai berikut:
Deepal S05 EV: mulai 799.000 baht hingga 899.000 baht (sekitar Rp399 juta-Rp449 jutaan)
Deepal S05 REEV: mulai 949.000 baht (sekitar Rp474 juta)
Meski demikian, harga Indonesia belum tentu sama. Perbedaan pajak, biaya distribusi, hingga strategi pemasaran biasanya membuat harga kendaraan di Indonesia sedikit lebih tinggi dibanding Thailand.
Karena itu, prediksi harga Rp469-539 juta dinilai masih realistis untuk pasar domestik.
Lawan Deepal S05 adalah SUV Listrik di Segmen Rp400-500 Jutaan
Jika benar dipasarkan di kisaran tersebut, Deepal S05 akan masuk ke segmen yang cukup padat.
Beberapa kompetitor yang sudah lebih dulu bermain di Indonesia antara lain:
BYD Atto 3 Advanced sekitar Rp465 jutaan
BYD Atto 3 Superior sekitar Rp515 jutaan
Geely EX5 Max sekitar Rp475 jutaan
AION V Exclusive sekitar Rp489 jutaan
Chery Omoda E5 Pure sekitar Rp425 jutaan
Chery Omoda E5 sekitar Rp505 jutaan
Melihat daftar tersebut, Deepal S05 EV berpotensi langsung bersaing dengan BYD Atto 3, Geely EX5, AION V, hingga Chery Omoda E5.
Sementara varian REEV praktis menawarkan pendekatan berbeda. Hingga kini belum banyak SUV di kelas harga Rp500 jutaan yang mengusung teknologi range extender, sehingga menjadi nilai pembeda bagi Changan.
Pop-up Exhibition Digelar di Tiga Lokasi Jakarta
Sebagai bagian dari rangkaian menuju peluncuran resmi, Changan menggelar Pop-up Exhibition Deepal S05 di tiga pusat gaya hidup Jakarta.
Pameran berlangsung di:
One Satrio, Kuningan
Gafoy, Mal Kelapa Gading
Keduanya berlangsung hingga 12 Juli 2026, sedangkan di Grand Indonesia berlangsung hingga 19 Juli 2026.
Pada pameran tersebut, masyarakat dapat melihat langsung Deepal S05 EV maupun REEV, termasuk unit dengan livery khusus Tim Nasional Portugal. Changan sendiri merupakan Official Global Partner Tim Nasional Portugal dan turut menghadirkan berbagai aktivitas interaktif selama pameran berlangsung.
Bagi konsumen yang melakukan pemesanan selama masa pre-book, Changan juga menyiapkan sejumlah penawaran khusus.
Program ini menawarkan beberapa keuntungan, antara lain potongan harga Rp20 juta, gratis asuransi all risk selama satu tahun, serta harga khusus untuk garansi baterai. Penawaran tersebut menjadi insentif awal bagi calon konsumen yang ingin menjadi pemilik pertama Deepal S05 sebelum peluncuran resminya di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Toyota New Hilux Resmi Meluncur di Indonesia, Mesin Diesel Lebih Bertenaga hingga Hadir Varian Battery EV29 Jun 2026
Toyota New Hilux Resmi Meluncur di Indonesia, Mesin Diesel Lebih Bertenaga hingga Hadir Varian Battery EV29 Jun 2026
Jakarta, Goodcar.id - Toyota kembali memperbarui lini kendaraan niaga andalannya di Indonesia dengan meluncurkan New Hilux generasi kesembilan. Penyegaran kali ini tidak hanya menyentuh desain, tetapi juga sektor performa, kenyamanan, fitur keselamatan, hingga menghadirkan pilihan elektrifikasi melalui New Hilux Battery EV.
Pembaruan tersebut menjadi langkah Toyota untuk mempertahankan daya saing Hilux di segmen double cabin 4x4 yang masih memiliki permintaan tinggi, baik dari sektor bisnis, pertambangan, perkebunan, hingga kebutuhan pribadi untuk aktivitas luar ruang.
Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Takuya Yokohama, mengatakan Hilux selama ini telah menjadi salah satu model yang dipercaya berbagai kalangan karena dikenal tangguh dan memiliki daya tahan tinggi.
"The Hilux is one of Toyota's models that customers have long relied on as a rugged mobility partner across various sectors. This positive reception is reflected in the Hilux's market share in the 4x4 pickup segment, which has continued to grow—from 57% in January–May 2025 to 70.2% during the same period in 2026. In response to this trust, Toyota is introducing the 9th-generation New Hilux with even more significant improvements, ranging from its more powerful 1GD engine and a more rugged design to more advanced features. In line with Toyota's Multipathway Strategy, we are also expanding electrification options in the commercial segment with the introduction of the New Hilux Battery EV, which retains Hilux's signature rugged and reliable character," ujar Takuya Yokohama, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Mesin Diesel 2.8L Lebih Bertenaga
Salah satu perubahan terbesar pada Toyota New Hilux adalah penggunaan mesin diesel 2.8L 1GD-FTV berkapasitas 2.755 cc empat silinder.
Mesin tersebut kini mampu menghasilkan tenaga 201 hp dengan torsi puncak 500 Nm, meningkat dibanding generasi sebelumnya. Tambahan performa ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan kendaraan operasional dengan kemampuan mengangkut beban berat maupun melintasi medan ekstrem.
Seluruh varian 4x4 juga dibekali sistem Part-Time 4WD lengkap dengan Rear Differential Lock, sehingga traksi tetap optimal saat melewati jalan berlumpur, berbatu, maupun tanjakan.
Toyota juga mengklaim telah melakukan penyempurnaan pada sistem suspensi, stabilitas, handling, dan kenyamanan berkendara agar mobil tetap nyaman digunakan di jalan raya maupun saat memasuki area off-road.
Desain Baru Lebih Tangguh dengan Sentuhan Modern
Secara tampilan, Toyota mengusung konsep desain Cyber SUMO yang menonjolkan kesan kokoh namun tetap modern.
Perubahan terlihat pada grille depan berukuran besar, bumper baru, fender yang lebih berotot, hingga lampu LED tipis. Identitas Toyota juga semakin tegas melalui tulisan TOYOTA pada bagian depan dan belakang kendaraan.
Untuk varian Double Cabin, dimensinya memiliki panjang 5.320 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.815 mm, serta wheelbase 3.085 mm.
Ground clearance kini meningkat menjadi 312 mm, lebih tinggi dibanding model sebelumnya yang mencapai 286 mm, sehingga kemampuan melintasi berbagai medan juga ikut meningkat.
Interior Lebih Modern dan Fitur Semakin Lengkap
Masuk ke kabin, Toyota menghadirkan dashboard horizontal yang diklaim memudahkan pengemudi melihat posisi kendaraan ketika melintasi jalur off-road.
Varian tertinggi Hilux V memperoleh layar multimedia 12,3 inci yang telah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, dipadukan dengan panel instrumen digital 12 inci Full TFT MID.
Selain itu tersedia berbagai fitur seperti:
Wireless Charger
Electronic Parking Brake (EPB)
Tire Pressure Monitoring System (TPMS)
Electric Power Steering (EPS)
Drive Mode
Multi Terrain Select (MTS)
Jok pengemudi elektrik
Steering Tilt & Telescopic
Sementara tipe G mendapat layar MID 7 inci, wireless charger, serta fitur Parking Support Alert.
Adapun tipe E difokuskan sebagai kendaraan operasional dengan fitur seperti power window, central locking, serta electric adjustable mirror.
Toyota Safety Sense 3.0 Hadir di Varian Tertinggi
Toyota turut meningkatkan aspek keselamatan melalui hadirnya Toyota Safety Sense (TSS) 3.0 pada varian tertentu.
Teknologi tersebut meliputi:
Pre-Collision System (PCS)
Adaptive Cruise Control (ACC)
Lane Tracing Assist (LTA)
Auto High Beam (AHB)
Selain itu tersedia pula fitur pendukung seperti:
Blind Spot Monitor (BSM)
Parking Support Brake (PSB)
Emergency Brake Signal (EBS)
Tire Pressure Monitoring System (TPMS)
Hingga 7 airbag pada tipe V.
Hadir Juga Toyota New Hilux Battery EV
Selain model diesel, Toyota juga memperkenalkan New Hilux Battery EV sebagai bagian dari strategi Multipathway.
Mobil pikap listrik ini menggunakan dua motor listrik dengan sistem All-Wheel Drive (AWD) yang dipadukan baterai lithium-ion 59,2 kWh.
Tenaga maksimum yang dihasilkan mencapai 144 kW, sementara sistem suspensi De-Dion digunakan untuk menjaga stabilitas saat membawa muatan maupun melintasi berbagai kondisi jalan.
Kehadiran Hilux Battery EV menjadi alternatif bagi perusahaan maupun konsumen yang membutuhkan kendaraan operasional dengan emisi lebih rendah tanpa meninggalkan karakter Hilux yang dikenal tangguh.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, mengatakan penyegaran ini dilakukan agar Hilux tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan saat ini.
"With the launch of the New Hilux, Toyota aims to provide a mobility partner that is even more attuned to customer needs. A comprehensive overhaul of its performance, design, features, and driving quality makes the Hilux even more rugged, reliable, and comfortable for long-term use. The introduction of the New Hilux Battery EV also expands options for customers seeking more environmentally friendly mobility solutions, without compromising the Hilux's signature QDR character. With the support of Toyota's extensive and trusted value chain, we hope the New Hilux will continue to provide peace of mind for customers across various regions," kata Jap Ernando Demily, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Harga Toyota New Hilux OTR Jakarta
Toyota juga mengumumkan harga resmi New Hilux untuk wilayah Jakarta sebagai berikut:
Hilux S-Cab 2.8 Diesel 4x4 M/T: Rp416.800.000
Hilux D-Cab 2.8 Diesel E 4x4 M/T: Rp466.300.000
Hilux D-Cab 2.8 Diesel G 4x4 M/T: Rp497.900.000
Hilux D-Cab 2.8 Diesel V 4x4 A/T: Rp574.200.000
Hilux D-Cab Battery EV: Rp1.019.000.000
Dengan penyegaran pada sektor mesin, fitur, serta hadirnya varian listrik, Toyota memperluas pilihan bagi konsumen di segmen kendaraan komersial. Meski demikian, adopsi Hilux Battery EV di pasar Indonesia masih akan bergantung pada kebutuhan operasional pelanggan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, serta biaya investasi yang relatif lebih tinggi dibanding versi diesel.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.