Beranda / Mobil Baru / Katalog / Jetour Dashing

Jetour Dashing

Rp 398 Juta - Rp 430 Juta
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
2 Pilihan Warna
Black
White
Tipe Kendaraan
Jetour Dashing Journey
Rp 398 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Jetour Dashing Inspira
Rp 430 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Jetour Dashing Journey
Jetour Dashing Inspira
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

JETOUR DASHING
Artikel Terkait
Lihat Semua
Spesifikasi Jetour T1 i-DM Mulai Terungkap, SUV Hybrid Siap Tantang Suzuki Jimny
28 May 2026
Spesifikasi Jetour T1 i-DM Mulai Terungkap, SUV Hybrid Siap Tantang Suzuki Jimny 28 May 2026 Jakarta, Goodcar.id - Spesifikasi Jetour T1 i-DM mulai terungkap seiring sinyal kuat kehadirannya di Indonesia. SUV bergaya urban adventure ini bukan produk yang benar-benar baru, karena sebelumnya sudah meluncur secara global dan mencatat penjualan signifikan dalam waktu relatif singkat. Dalam pengumuman resminya, Jetour memastikan bahwa T1 akan dibekali teknologi i-DM (Intelligent Dual Mode), sebuah sistem plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk efisiensi sekaligus performa. Jika melihat spesifikasi Jetour T1 i-DM secara fisik, dimensinya tergolong cukup besar untuk kelas SUV ringkas. Mobil ini memiliki panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi sekitar 1.840 mm dengan wheelbase 2.800 mm. Mesin 1.5 Turbo + Motor Listrik, Tenaga Gabungan Signifikan Masuk ke bagian teknis, spesifikasi Jetour T1 i-DM mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.500 cc turbo 4-silinder dengan tenaga 132 PS dan torsi 200 Nm. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik bertenaga 150 kW atau sekitar 201 dk dengan torsi 310 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi DHT single gear yang umum digunakan pada sistem hybrid modern. Dengan konfigurasi tersebut, Jetour mengklaim jarak tempuh gabungan bisa menembus lebih dari 1.000 km. Angka ini cukup relevan untuk penggunaan jarak jauh tanpa terlalu bergantung pada infrastruktur charging. Baterai 26,7 kWh dan Sistem AWD Pintar Spesifikasi Jetour T1 i-DM diprediksi juga didukung baterai berkapasitas 26,7 kWh, yang tergolong besar untuk kategori plug-in hybrid. Kapasitas ini memungkinkan mobil melaju dalam mode listrik murni untuk kebutuhan harian di dalam kota. Salah satu fitur yang cukup menonjol adalah sistem penggerak empat roda pintar XWD. Sistem ini mampu mendistribusikan tenaga secara instan ke roda dengan traksi terbaik, terutama saat menghadapi kondisi jalan licin atau tidak rata. Selain itu, terdapat fitur Mode X yang dapat menyesuaikan karakter kendaraan secara otomatis dalam hitungan milidetik. Untuk pengguna yang ingin pengaturan manual, tersedia tujuh mode berkendara, termasuk Sport, Snow, dan Sand. “JETOUR melihat kebutuhan konsumen saat ini terus berkembang menuju kendaraan yang tidak hanya memiliki desain kuat dan karakter berbeda, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas, efisien, dan nyaman untuk berbagai gaya hidup modern. Kami percaya, JETOUR T1 akan menjadi salah satu langkah penting JETOUR dalam menghadirkan inovasi global yang semakin relevan bagi pasar Indonesia, dan dalam waktu dekat model ini akan segera kami hadirkan secara resmi di Indonesia,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia. Berpotensi Jadi Penantang Segmennya Suzuki Jimny Dengan spesifikasi Jetour T1 i-DM yang sudah terungkap, posisi mobil ini cukup menarik. Di satu sisi, ia bisa menjadi alternatif SUV bergaya off-road ringan seperti Jimny 5-door, namun dengan pendekatan elektrifikasi. Di sisi lain, T1 i-DM juga berpotensi bersaing dengan SUV elektrifikasi lain yang mulai masuk ke pasar Indonesia, seperti ICAR V23 misalnya. Jetour memberi sinyal bahwa peluncuran resmi T1 di Indonesia tinggal menunggu waktu. Kehadiran model ini menjadi bagian dari langkah brand tersebut dalam mengikuti tren elektrifikasi global yang semakin cepat. Jika spesifikasi Jetour T1 i-DM yang beredar saat ini tidak banyak berubah, maka SUV ini berpotensi menjadi salah satu opsi menarik di segmen hybrid dengan karakter yang berbeda dari kebanyakan kompetitor. Lihat Selengkapnya
5 Keunggulan JETOUR T2 untuk Perjalanan Jauh, Fokus Kenyamanan dan Keamanan
25 Mar 2026
5 Keunggulan JETOUR T2 untuk Perjalanan Jauh, Fokus Kenyamanan dan Keamanan 25 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Keunggulan JETOUR dalam menghadirkan kendaraan untuk perjalanan jauh sepertinya perlu dibuktikan. Terlebih saat ini, dimusim mudik lebaran juttan orang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman dengan menempuh ratusan hingga ribuan kilometer. Perjalanan lintas kota yang memakan waktu panjang menuntut kendaraan dengan kombinasi kenyamanan, stabilitas, dan fitur keselamatan yang memadai. Menjawab kebutuhan tersebut, JETOUR T2 diklaim oleh pabrikan hadir dengan pendekatan yang mengutamakan pengalaman berkendara jarak jauh. Mulai dari desain struktur kendaraan hingga kelengkapan fitur, SUV ini dirancang untuk menunjang perjalanan yang lebih nyaman dan aman. “Perjalanan jarak jauh membutuhkan kendaraan yang mampu memberikan kenyamanan sekaligus rasa aman. JETOUR T2 dirancang untuk mendukung mobilitas tersebut melalui berbagai fitur yang mengutamakan stabilitas dan keselamatan,” ujar Moch Ranggy Radiansyah dalam keterangan resminya. 1. Struktur Kuat dan Stabil untuk Berbagai Kondisi Jalan Keunggulan JETOUR pada aspek struktur terlihat dari penggunaan Hardtop Cage Body Monocoque dengan material high-strength steel hingga 80 persen. Konstruksi ini dirancang untuk meningkatkan kekuatan bodi sekaligus menjaga kestabilan kendaraan saat melaju di berbagai kondisi jalan. Distribusi beban yang merata pada struktur monocoque membantu meredam getaran selama perjalanan panjang. Hal ini berkontribusi terhadap kenyamanan berkendara, terutama saat melewati jalan tidak rata atau dalam kondisi lalu lintas padat. Selain itu, stabilitas kendaraan tetap terjaga saat bermanuver, memberikan kontrol yang lebih baik bagi pengemudi selama perjalanan jarak jauh. 2. Kabin Lapang dan Kapasitas Bagasi Besar Keunggulan JETOUR juga terlihat pada desain kabin yang luas untuk menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jauh. Ruang kabin yang lega memberikan fleksibilitas gerak, sehingga membantu mengurangi kelelahan saat duduk dalam waktu lama. Tersedia hingga 50 ruang penyimpanan di berbagai bagian interior, memungkinkan barang-barang tersusun rapi dan mudah diakses. Penataan ini mendukung kenyamanan sekaligus efisiensi selama perjalanan. Untuk kebutuhan barang bawaan, kapasitas bagasi mencapai 580 liter dan dapat diperluas hingga 1.494 liter saat kursi baris kedua dilipat. Struktur atap juga mampu menahan beban tambahan, memberikan fleksibilitas dalam membawa perlengkapan perjalanan. 3. Fitur Keselamatan Aktif Berbasis ADAS Keunggulan JETOUR dalam hal keselamatan ditunjukkan melalui kehadiran Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2 dari Bosch. Sistem ini dirancang untuk membantu pengemudi dalam mengantisipasi potensi risiko di jalan. Fitur yang tersedia meliputi Forward Collision Warning (FCW), Autonomous Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning (LDW), Lane Keep Assist (LKA), serta Auto High Beam (AHB). Seluruh fitur tersebut bekerja untuk meningkatkan keamanan selama perjalanan. Selain itu, terdapat 540 Surround Vision yang membantu memantau kondisi sekitar kendaraan secara menyeluruh. Fitur tambahan seperti Wading Radar serta kemampuan Flood-Ready dan Terrain-Ready juga mendukung kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan. 4. Teknologi Infotainment Modern Keunggulan JETOUR pada sektor teknologi terlihat dari sistem infotainment yang dirancang untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan panjang. Layar sentuh berukuran 15,6 inci menjadi pusat kontrol berbagai fitur kendaraan. Dukungan Wireless Apple CarPlay dan Android Auto memudahkan integrasi perangkat smartphone dengan sistem kendaraan. Selain itu, fitur Intelligent Voice Command memungkinkan pengoperasian tanpa harus mengalihkan perhatian dari jalan. Sistem audio 12-channel dari Sony juga turut meningkatkan kualitas hiburan di dalam kabin, menghadirkan pengalaman audio yang lebih jernih selama perjalanan. 5. Fitur Kenyamanan Lengkap Keunggulan JETOUR dalam menghadirkan kenyamanan ditunjukkan melalui berbagai fitur pendukung yang dirancang untuk penggunaan jarak jauh. Salah satunya adalah kehadiran 50W wireless charger untuk pengisian daya perangkat secara praktis. Sistem Dual Zone AC yang dilengkapi CN95 Air Filter membantu menjaga kualitas udara tetap bersih di dalam kabin. Fitur ini menjadi penting dalam perjalanan panjang dengan banyak penumpang. Selain itu, kursi elektrik dengan memory seat serta fitur heated dan cooled seat di sisi pengemudi memberikan fleksibilitas pengaturan posisi duduk. Kombinasi fitur ini mendukung kenyamanan berkendara dalam durasi panjang. Keunggulan JETOUR secara keseluruhan terlihat dari integrasi antara struktur kendaraan, fitur keselamatan, teknologi, dan kenyamanan dalam satu paket. Hal ini menjadikan JETOUR T2, SUV yang dijual seharga Rp 568 juta adalah salah satu kendaraan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perjalanan jarak jauh. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan ini mampu mendukung mobilitas lintas kota dengan lebih optimal, baik dari sisi kenyamanan maupun keamanan sepanjang perjalanan. Lihat Selengkapnya
JETOUR T2 Tunjukkan Kekuatan Struktur Bodi Jelang Mudik Lebaran, Tahan Beban Lebih dari 350 Kg
11 Mar 2026
JETOUR T2 Tunjukkan Kekuatan Struktur Bodi Jelang Mudik Lebaran, Tahan Beban Lebih dari 350 Kg 11 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id – Menjelang musim mudik Lebaran yang identik dengan perjalanan jarak jauh dan lalu lintas padat, JETOUR Indonesia menegaskan komitmennya terhadap aspek keselamatan kendaraan. Hal tersebut ditunjukkan melalui demonstrasi kekuatan struktur bodi SUV andalannya, JETOUR T2, dalam acara Media Iftar yang digelar di MGP Space. Dalam demonstrasi tersebut, struktur kendaraan diperlihatkan mampu menahan beban statis lebih dari 350 kilogram. Uji ini dilakukan untuk memperlihatkan secara langsung kekuatan konstruksi kendaraan yang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan berkendara, terutama saat perjalanan jauh seperti mudik. Struktur Bodi Dirancang dengan Baja Berkekuatan Tinggi Marketing Director JETOUR Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah menjelaskan bahwa keselamatan menjadi fondasi utama dalam pengembangan kendaraan mereka. Menurutnya, JETOUR T2 dibangun menggunakan struktur Hardtop Cage Body Monocoque dengan komposisi sekitar 80 persen baja berkekuatan tinggi. “Bagi JETOUR, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama. JETOUR T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi,” kata Ranggy. Ia menambahkan, struktur tersebut memungkinkan kendaraan memiliki torsion rigidity hingga 31.000 Nm/degree serta kemampuan static load hingga 300 kilogram. Demonstrasi beban yang dilakukan dalam acara ini bertujuan menunjukkan bahwa klaim kekuatan tersebut benar-benar dapat dibuktikan secara nyata. Menurut Ranggy, kekuatan struktur kendaraan menjadi faktor penting yang sering kali tidak terlihat oleh konsumen, namun memiliki peran besar dalam melindungi penumpang ketika menghadapi kondisi jalan yang tidak terduga. Teknologi Visibilitas dan Keamanan Berkendara Selain mengandalkan struktur bodi yang kokoh, JETOUR T2 juga dilengkapi berbagai teknologi keselamatan yang dirancang untuk membantu pengemudi saat berkendara. Salah satu fitur unggulan yang disematkan adalah 540° JETOUR Surround Vision, sistem kamera yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan. Teknologi ini bahkan mampu menampilkan visualisasi sasis secara transparan sehingga pengemudi dapat melihat kondisi di bawah kendaraan. Fitur ini dinilai sangat membantu ketika kendaraan harus bermanuver di area sempit, medan yang tidak rata, maupun saat melewati rintangan. Tidak hanya itu, SUV ini juga dirancang dengan kemampuan Flood Ready & Terrain Ready, yang memungkinkan kendaraan menghadapi berbagai kondisi jalan selama perjalanan. Melalui fitur Wading Radar, kendaraan dapat mendeteksi kedalaman air secara real time. Sistem ini memungkinkan kendaraan melintasi genangan hingga 700 mm, sementara ground clearance 220 mm membantu mobil melewati jalan yang tidak rata atau bergelombang. Dilengkapi Sistem ADAS Level 2 Untuk meningkatkan keselamatan berkendara, JETOUR T2 juga dibekali teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2. Sistem ini menggunakan radar generasi kelima serta kamera generasi ketiga dari Bosch yang mampu membantu pengemudi dalam berbagai situasi berkendara. Fitur ADAS tersebut mencakup kemampuan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, membantu mempertahankan posisi kendaraan di jalur, serta memberikan dukungan keselamatan aktif selama perjalanan. Dengan kombinasi teknologi tersebut, kendaraan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mengurangi potensi risiko kecelakaan yang sering terjadi dalam perjalanan jarak jauh. Tantangan Mudik di Indonesia Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menilai bahwa perjalanan mudik di Indonesia memiliki tantangan yang cukup kompleks. Menurutnya, lonjakan jumlah kendaraan dalam waktu bersamaan menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi risiko di jalan. “Jika melihat karakter perjalanan mudik di Indonesia, tantangan utamanya adalah volume kendaraan yang sangat besar dalam waktu bersamaan serta durasi perjalanan yang panjang,” jelas Jusri. Ia menambahkan bahwa banyak pemudik menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer tanpa istirahat yang cukup. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kelelahan pengemudi. Selain itu, kondisi jalan yang beragam—mulai dari jalan tol hingga jalan pedesaan yang tidak selalu mulus—menjadi faktor lain yang harus diperhatikan. Karena itu, menurut Jusri, persiapan yang matang dari sisi pengemudi maupun kendaraan menjadi kunci penting agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman. Sebagai bentuk dukungan terhadap konsumen yang akan melakukan perjalanan mudik, JETOUR Indonesia juga menghadirkan program layanan purna jual khusus. Salah satunya adalah Free Check-Up yang berlangsung pada 13–17 Maret 2026 di 12 showroom JETOUR di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Bekasi, Surabaya, hingga Makassar. Program ini berlaku untuk seluruh lini produk JETOUR, mulai dari JETOUR T2 hingga model lain seperti JETOUR Dashing dan JETOUR X70 Plus. Selain pemeriksaan gratis, perusahaan juga menghadirkan Bengkel Siaga yang akan beroperasi pada 18–24 Maret 2026 dengan jam layanan pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Melalui kombinasi teknologi keselamatan kendaraan, struktur bodi yang kuat, serta dukungan layanan purna jual, JETOUR berharap konsumen dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih percaya diri. Lihat Selengkapnya
Hasil Investigasi JETOUR T2 di Tol Jagorawi, Kemenhub dan KNKT Paparkan Temuan Teknis
15 Feb 2026
Hasil Investigasi JETOUR T2 di Tol Jagorawi, Kemenhub dan KNKT Paparkan Temuan Teknis 15 Feb 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Hasil investigasi insiden yang melibatkan JETOUR T2 di Tol Jagorawi resmi dipaparkan pada 13 Februari 2026. Proses klarifikasi dilakukan bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta dihadiri manajemen PT JETOUR Sales Indonesia. Audiensi investigasi dipimpin Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kemenhub RI, Yusuf Nugroho, bersama jajaran regulator dan tim teknis pengujian kendaraan bermotor. Forum tersebut membahas kronologi kejadian, sistem keselamatan kendaraan, serta analisis teknis penyebab kebakaran. Klarifikasi Regulasi dan Sistem Keselamatan Dalam pemaparannya, Yusuf Nugroho menyampaikan bahwa klarifikasi dilakukan untuk memperoleh penjelasan teknis secara menyeluruh. “Kami mengapresiasi PT Jetour Sales Indonesia atas respon cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada. Tujuan diselenggarakannya klarifikasi ini adalah untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek Jetour, dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan (safety system), serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” ujar Yusuf. Berdasarkan hasil rapat klarifikasi, sistem keselamatan kendaraan disebut bekerja sesuai desain dan standar yang ditetapkan. Saat benturan terjadi, airbag mengembang penuh dan sisi penumpang tetap terlindungi. Struktur kendaraan dilaporkan tetap stabil, tidak terguling, serta pintu masih dapat dibuka setelah benturan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa integritas struktur dan fungsi keselamatan berjalan sesuai rancangan serta memenuhi persyaratan regulasi yang berlaku. Tabrak Samping dan Gesekan Ekstrem Hasil investigasi teknis menyebut insiden yang melibatkan JETOUR T2 merupakan tabrak samping, bukan tabrak belakang. Benturan terjadi secara ekstrem dan menyebabkan kerusakan berat pada roda depan dan belakang sisi kiri kendaraan. Akibat kerusakan tersebut, bagian bawah kendaraan mengalami gesekan langsung dengan permukaan aspal. Dari kondisi inilah muncul api sebagai dampak lanjutan pasca benturan keras, yang kemudian menyebabkan kendaraan terbakar. Penjelasan teknis ini menjadi bagian utama dalam klarifikasi, sekaligus membedakan antara penyebab kebakaran akibat sistem internal dan akibat kondisi eksternal pasca benturan. Standar Keselamatan dan Regulasi Secara teknis, JETOUR T2 disebut telah memenuhi sejumlah standar keselamatan internasional, termasuk ASEAN NCAP, ECE R153, dan ECE R34. Standar tersebut berkaitan dengan uji tabrak, sistem perlindungan bahan bakar, serta regulasi keselamatan kendaraan bermotor yang berlaku di berbagai negara. Kesesuaian terhadap regulasi domestik juga ditegaskan dalam forum klarifikasi, termasuk pemenuhan uji tipe kendaraan bermotor dan sertifikasi laik jalan. President Director PT JETOUR Sales Indonesia, Peter Zhang, menyampaikan komitmen perusahaan dalam proses investigasi. “Sejak awal kami berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk JETOUR memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” ujar Peter Zhang. Komitmen Evaluasi Berkelanjutan PT JETOUR Sales Indonesia menegaskan akan terus mematuhi seluruh ketentuan keselamatan kendaraan di Indonesia. Perusahaan juga menyampaikan komitmen untuk melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap produk serta menjaga transparansi komunikasi kepada publik. Pemaparan hasil investigasi ini menjadi bagian dari proses resmi yang melibatkan regulator dan otoritas keselamatan transportasi, dengan pendekatan berbasis data teknis serta verifikasi langsung terhadap kondisi kendaraan pasca insiden. Dengan disampaikannya hasil klarifikasi bersama Kementerian Perhubungan dan KNKT, investigasi insiden JETOUR T2 di Tol Jagorawi kini memiliki penjelasan teknis yang terdokumentasi secara resmi. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.