Pengalaman Driver Ojol Pakai Motor Listrik Adora, Tinggalkan Sistem Swap Baterai07 Apr 2026
Pengalaman Driver Ojol Pakai Motor Listrik Adora, Tinggalkan Sistem Swap Baterai07 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id – Tren motor listrik semakin terasa di jalanan kota besar. Salah satu yang paling mencolok terlihat dari semakin banyaknya pengemudi ojek online (ojol) yang mulai beralih ke kendaraan listrik untuk operasional harian.
Peralihan ini juga didorong oleh kebijakan aplikator yang kini menyediakan dua pilihan bagi driver, yakni sistem sewa dan skema kepemilikan motor listrik melalui cicilan.
Sekilas, opsi tersebut terlihat menguntungkan karena memberi fleksibilitas. Namun di lapangan, tidak sedikit ojol yang justru mengeluhkan sistem sewa karena dinilai kurang fleksibel dan berdampak pada performa kerja harian.
Salah satu yang paling sering disorot adalah sistem swap baterai atau battery swap station (BSS). Meski terdengar praktis, pengguna menilai implementasinya belum sepenuhnya berjalan mulus.
Adie, atau yang akrab disapa Bang Adie, driver ojol dari Gojek, mengaku sempat merasakan langsung kendala tersebut. “Saya sekitar dua minggu pakai motor listrik sistem sewa, sering dapat baterai yang kondisinya tidak maksimal saat ambil di tempat charging,” ujarnya kepada Goodcar.
Menurutnya, kondisi ini bukan tanpa alasan. Sejumlah baterai dalam sistem sewa diduga sudah mengalami penurunan performa atau battery health drop, sehingga jarak tempuhnya tidak lagi sesuai klaim awal. Bagi ojol dengan mobilitas tinggi, hal ini jelas menjadi hambatan karena penggunaan motor jadi tidak bisa diprediksi.
Belum lagi soal pola pemakaian baterai yang bergantian. Adhie mengeluhkan, baterai kerap belum terisi penuh tapi sudah kembali dipakai oleh pengguna lain. Akibatnya, jarak tempuh yang didapat di lapangan sering kali tidak maksimal.
Selain itu, ketersediaan dan kondisi stasiun penukaran baterai juga jadi masalah. Tidak sedikit pengguna menemukan unit BSS yang error atau tidak bisa digunakan saat dibutuhkan.
Masalah lain yang cukup krusial adalah kondisi unit motor. “Karena sifatnya sewa reguler, banyak motor yang dipakai sudah kurang layak, seperti ban tipis, kampas rem habis, hingga performa motor yang menurun,” tambah Adhie pemilik akun Tiktok bang.adie93.
Hal yang cukup merepotkan juga adalah soal administrasi. Ia menyebut motor listrik sewa hanya memiliki STNK dalam bentuk soft copy atau fotokopian, sehingga tidak bisa digunakan untuk masuk ke area tertentu seperti mal.
Di tengah situasi itu, Adie mengaku berinisiatif beralih ke motor listrik milik pribadi pilihannya, yakni Indomobil Emotor (IEI) Adora.
Berpindah ke Motor Listrik Adora, Apa Bedanya?
Pengalaman berbeda dirasakan saat beralih ke motor listrik milik pribadi seperti Indomobil Emotor, Adora. Rider dengan bobot 107kg tersebut mengaku baru menggunakan Adora selama satu minggu lebih, namun sudah menempuh jarak hingga 723 km, dengan rata-rata pemakaian sekitar 70 km per hari.
Dari sisi jarak tempuh, pabrikan mengklaim motor listrik Adora mampu melaju sejauh 110 km dalam kondisi ideal. Namun, dalam penggunaan nyata seperti membawa penumpang (boncengan) terus-menerus, jarak tempuh realistisnya berada di kisaran 70 km, menurut Adhie Iya merasa lebih produktif.
Smart Fast Charging Jadi Andalan
Salah satu keunggulan lain yang Adie rasakan adalah fitur smart fast charging. Sistem ini memungkinkan pengisian daya yang lebih cepat hanya kisaran wakttu satu jam. "Klaim pabrikan sih aman, selama yang digunakan charging milik Indomobil eMotor," kata pria raman yang sudah menjadi ojol selama lebih dari 2 tahun tersebut.
Jaringan Dealer banyak dan After Salesnya Terbaik
“Indomobil eMotor Adora jaringan dealernya dan layanan aftersalesnya juga bagus. Pernah motor mengalami ban robek di malam hari. Unit tersebut mendapatkan bantuan towing secara gratis, yang tentunya sangat membantu dalam kondisi darurat,” tutur Adie.
Aftersales terbaik ini tentunya tidak terlepas dari dukungan ketersediaan 27 titik dealer di wilayah Jabodetabek, dengan total sekitar 150 jaringan di seluruh Indonesia.
Kenyamanan dan Desain Jadi Nilai Tambah
Lanjut menurut Adie dari sisi kenyamanan, Adora dinilai cukup mendukung penggunaan harian. Posisi duduk nyaman, termasuk saat digunakan untuk boncengan. Torsi yang dihasilkan juga dianggap cukup untuk membawa penumpang.
“Secara desain, body motor ini juga memberikan kesan solid. Build quality terasa kokoh.”
Lainnya Iya menyoroti soal penggunaan velg ring 14 yang juga jadi keuntungan tersendiri. Ukuran ini lebih umum di pasaran, sehingga pilihan ban lebih banyak dan harga lebih variatif.
Perawatan Mandiri Mudah
Meski tergolong praktis, motor listrik tetap butuh perawatan. Beberapa hal yang biasa dilakukan Adie sebagai pengguna Adora dengan rutinitas yang tinggi antara lain:
1. Menunggu baterai dingin sebelum pengisian daya
2. Mematikan saklar saat mencuci motor dengan steam
3. Menghindari genangan air atau banjir jika tidak penting
4. Membersihkan motor setelah melewati banjir
Langkah-langkah ini terbilang sederhana, tapi cukup penting untuk menjaga performa motor tetap optimal.
Dari pengalaman pengguna ojol, terlihat jelas bahwa customer experience memainkan peran besar dalam penggunaan motor listrik.
Dalam hal ini, Indomobil Emotor Adora menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Mulai dari jarak tempuh yang lebih konsisten, sistem pengisian yang aman, hingga dukungan aftersales terbaik.
Lihat Selengkapnya
Review Berkendara Indomobil eMotor Tyranno, Motor Listrik Adventure, Asyik untuk Harian06 Apr 2026
Review Berkendara Indomobil eMotor Tyranno, Motor Listrik Adventure, Asyik untuk Harian06 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Gimana rasanya pakai Indomobil eMotor Tyranno selama seminggu buat harian?
Secara tampilan, motor listrik ini langsung kasih kesan beda. Dengan ground clearance 180 mm, cukup tinggi untuk ukuran skutik listrik, Tyranno punya aura semi-adventure yang jarang ditemui di kelasnya. Harganya sendiri ada di Rp 26.750.000.
Tapi, di luar tampang, gimana rasa aslinya di jalan? Ini pengalaman langsung pakai Tyranno buat aktivitas harian.
Posisi Berkendara
Dengan postur pengendara tinggi 168 cm dan berat 84 kg, posisi duduk Tyranno sebenarnya masih terasa familiar, mirip skutik bensin pada umumnya.
Bedanya ada di bagian dek yang lebih tinggi. Posisi paha dan lutut jadi lebih sejajar, bikin duduk terasa lebih tegap. Meski begitu, kaki masih bisa menapak ke aspal tanpa harus jinjit, jadi tetap pede saat berhenti di lampu merah atau kondisi macet.
Ergonominya juga terasa natural. Area paha sampai lutut nggak terlalu menekuk, jadi lebih rileks. Buat dipakai jarak menengah atau harian, posisi seperti ini jelas membantu mengurangi pegal.
Akselerasi & Tanjakan
Indomobil eMotor Tyranno dibekali dengan 3 mode berkendara Eco, Comfort dan Sport. Pada mode berkendara Eco motor hanya bisa melaju sekitar 40 km/jam, sedangkan pada mode Comfort (Nyaman) motor terasa lebih agresif dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam. Dan pada mode sport Tyranno bisa digeber sampai 80 km/jam lebih.
Untuk performanya,Tyranno dibekali motor listrik 3 kW dengan torsi 170 Nm. Di atas kertas, angka torsinya memang besar, dan di jalan juga terasa mumpuni sangat nyaman untuk penggunaan harian.
Waktu dicoba di tanjakan dengan total beban lebih dari 170 kg (dua orang dewasa), motor ini masih sanggup nanjak dengan cukup meyakinkan. Selama gas dibuka halus, nggak ada cerita tenaga hilang.
Tapi karakter motor listrik tetap terasa, terutama di tanjakan curam dengan kondisi stop-and-go. Kalau throttle dibuka terlalu spontan dari posisi diam, ada sedikit delay, bahkan terasa seperti tenaga “kosong” sesaat.
Untuk mensiasati ini mainkan throttle lebih halus dan progresif. Begitu ritmenya ketemu, tenaga keluar lebih konsisten dan enak dikontrol, meski cara ini butuh penyesuaian beberapa hari.
Tenang dan Stabil
Begitu masuk jalanan datar, karakter Tyranno langsung terasa lebih bersahabat. Tarikannya linear, halus, dan minim getaran tipikal motor listrik berkualitas Bahkan buat riding santai di dalam kota, sensasinya jauh lebih rileks dibanding motor bensin.
Dari sisi handling, motor yang sudah dibekali dengan pengereman cakram depan-belakang ini juga terasa stabil. Wheelbase 1.350 mm bikin motor terasa “nempel” di jalan, jadi lebih percaya diri saat dipakai di kecepatan menengah.
Suspensi
Di sektor kaki-kaki, setup suspensi Tyranno terasa cukup matang untuk kebutuhan harian. Suspensi depan pakai telescopic fork, sementara belakang dual shock. Karakternya pas, enggak terlalu keras.
Lewat jalan bergelombang ringan sampai sedang masih nyaman, tanpa bikin motor limbung. Ketika ketemu polisi tidur atau jalan rusak, redamannya juga cukup baik, nggak ada hentakan berlebihan ke setang atau jok.
Ukuran Ban
Indomobil eMotor Tyranno menggunakan ban berukuran depan 110/70-12 dan belakang 120/70-12 memberikan tapak yang cukup lebar, jadi grip semi tahu. Dengan gaya berkendara yang tidak agrefif, penggunaan ban semi-tahu pada Indomobil eMotor Tyranno ini terbilang stylish tetapi juga, aman dan tidak licin.
Dipadukan dengan ground clearance 180 mm, Tyranno jadi lebih fleksibel diajak lewat berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal kurang mulus, genangan, sampai permukaan yang nggak rata.
Fitur Speaker bikin Berkendara Enggak Ngebosenin
Motor ini sudah dilengkapi sistem hiburan dengan active Bluetooth speaker, jadi bisa denger musik langsung dari motor. Fitur speaker ini juga mengingatkan pada motor awal tahun 2000-an yakni TVS RockZ yang juga sempat hadir di Indonesia.
Fitur lainnya Tyranno adalah smart display yang bisa terhubung ke smartphone, bikin tampilan informasi jadi lebih modern dan interaktif.
Untuk keamanan, Tyranno dibekali alarm anti-theft system. Fitur ini cukup penting, terutama buat motor listrik yang sering diparkir di area terbuka.
Memang belum sekompleks sistem keyless premium, tapi setidaknya sudah memberikan perlindungan tambahan.
Spesifikasi Indomobil eMotor Tyranno
Dimensi
1.885 x 755 x 1.150 mm
Wheelbase: 1.350 mm
Ground clearance: 180 mm
Bobot: 114,5 kg
Performa
Motor: 3 kW
Torsi: 170 Nm
Baterai
Lithium 2,45 kWh
Kaki-kaki
Ban depan: 110/70-12
Ban belakang: 120/70-12
Suspensi: Telescopic fork & dual shock
Secara keseluruhan Indomobil eMotor Tyranno menawarkan paket yang cukup unik sebagai skuter matik. Tyranno menawarkan karakter berkendara yang beda.
Posisi duduk yang proper, ground clearance tinggi, dan suspensi yang nyaman bikin motor ini semakin cocok buat harian, terutama di kondisi jalan yang nggak selalu ideal. Bagai mana menurut kamu?
Lihat Selengkapnya
Alasan Changan Lumin Cocok Jadi Pilihan Mobil Listrik Harian di Kota02 Apr 2026
Alasan Changan Lumin Cocok Jadi Pilihan Mobil Listrik Harian di Kota02 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id - Setelah periode mudik dan libur Lebaran 2026 berakhir, mobilitas masyarakat di perkotaan kembali meningkat. Aktivitas kerja yang padat dan kondisi lalu lintas yang semakin ramai membuat kebutuhan kendaraan praktis dan efisien jadi semakin relevan. Dalam konteks ini, Changan Lumin hadir sebagai salah satu opsi mobil listrik yang dirancang untuk penggunaan harian di kota.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyebut bahwa momentum pasca-Lebaran memang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat. Hal ini mendorong kebutuhan kendaraan yang tidak hanya mudah digunakan, tapi juga efisien.
“Momentum pasca-Lebaran selalu menjadi periode dengan mobilitas tinggi, di mana masyarakat kembali menjalani rutinitas dengan intensitas yang meningkat. Melalui Changan Lumin, kami ingin menghadirkan solusi kendaraan listrik yang efisien, mudah digunakan, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas harian,” ujar Setiawan.
Changan Lumin Desainnya Kompak
Salah satu alasan utama kenapa Changan Lumin cocok untuk kendaraan harian terletak pada dimensinya yang kompak. Ukuran bodinya yang ringkas memudahkan mobil ini untuk bermanuver di jalanan padat serta lebih fleksibel saat parkir di ruang terbatas, yang sering jadi tantangan di area perkotaan.
Dari sisi kepraktisan, mobil ini sudah dilengkapi fitur keyless entry dan start-stop button yang memudahkan pengguna sejak awal perjalanan. Pengemudi tidak perlu lagi menggunakan kunci konvensional, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih simpel.
Masuk ke bagian kabin, Changan Lumin mengusung desain yang menggabungkan nuansa futuristik dengan fungsi ergonomis. Terdapat layar instrumen digital berukuran 7 inci dan head unit 10,25 inci yang mendukung konektivitas Bluetooth, CarAuto, dan Apple CarPlay, sehingga integrasi dengan smartphone jadi lebih mudah.
Menariknya, Changan tetap mempertahankan tombol fisik untuk beberapa fungsi penting. Pengaturan AC, kaca jendela, hingga mode berkendara bisa diakses secara langsung tanpa harus masuk ke menu layar, yang membantu pengemudi tetap fokus saat berkendara.
Untuk penggunaan harian, performa Changan Lumin dirancang agar cukup tanpa berlebihan. Mobil ini dibekali motor listrik dengan tenaga 35 kW atau setara 47 dk dan torsi 83 Nm, yang memadai untuk kebutuhan mobilitas dalam kota seperti perjalanan kerja atau aktivitas sehari-hari.
Daya jelajahnya juga menjadi salah satu nilai penting. Dengan baterai berkapasitas 28,08 kWh, Changan Lumin mampu menempuh jarak hingga 301 km dalam sekali pengisian. Angka ini membuat mobil tidak perlu sering diisi ulang untuk penggunaan harian.
Selain itu, fitur DC fast charging memungkinkan pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit, memberikan fleksibilitas lebih di tengah mobilitas yang padat.
Changan Lumin juga dilengkapi dua mode berkendara, yaitu Eco dan Sport. Mode Eco difokuskan untuk efisiensi energi, sementara mode Sport memberikan respons yang lebih optimal saat dibutuhkan di kondisi tertentu.
Fitur Keamanan Changan Lumin Lengkap
Dari sisi keselamatan, mobil ini sudah dibekali fitur seperti dual front airbags, tire pressure monitoring system (TPMS), sensor parkir belakang, serta kamera mundur. Sistem keselamatan aktif seperti ABS, EBD, ESP, dan Hill Hold Control juga turut disematkan untuk menunjang keamanan berkendara.
Keunggulan lain yang membuat Changan Lumin relevan untuk penggunaan harian adalah biaya operasional yang relatif rendah, sejalan dengan karakter kendaraan listrik. Selain itu, Changan juga memberikan dukungan purna jual berupa garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 km, garansi baterai 8 tahun atau 120.000 km, serta free service selama 4 tahun atau 80.000 km.
Dengan kombinasi dimensi kompak, fitur yang fungsional, efisiensi energi, serta kemudahan penggunaan, Changan Lumin menjadi salah satu opsi mobil listrik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Lihat Selengkapnya
Chery Tiggo Cross CSH Alami Insiden di Tol Jakarta-Cikampek, Ini Penjelasan Resmi Pabrikan02 Apr 2026
Chery Tiggo Cross CSH Alami Insiden di Tol Jakarta-Cikampek, Ini Penjelasan Resmi Pabrikan02 Apr 2026
Jakarta, Goodcar.id — Insiden yang melibatkan mobil Chery Tiggo Cross CSH di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Maret 2026 akhirnya mendapat penjelasan resmi dari PT Chery Sales Indonesia. Pabrikan memastikan saat ini investigasi masih berjalan dan belum ditemukan indikasi masalah pada sistem utama kendaraan.
Chery menyampaikan bahwa unit yang mengalami insiden tersebut bukan milik konsumen, melainkan kendaraan yang sedang dalam proses pengantaran internal dari dealer menuju area penyimpanan. Dengan demikian, kejadian ini tidak terkait langsung dengan penggunaan oleh pelanggan.
Dalam keterangan resminya, Chery juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal ini menjadi poin penting di tengah kekhawatiran publik setelah video insiden sempat beredar luas di media sosial.
Investigasi Awal: Asap Berasal dari Bagian Depan
Berdasarkan hasil investigasi awal, pengemudi menyebut kendaraan masih berfungsi normal tanpa adanya notifikasi error di dashboard sebelum kejadian. Mobil kemudian menepi setelah terlihat adanya asap yang muncul.
Tim teknis Chery mengidentifikasi bahwa sumber asap berasal dari bagian depan kendaraan. Namun, hingga saat ini belum ditemukan indikasi yang mengarah pada kerusakan baterai maupun sistem kelistrikan utama.
Sebagai catatan, sistem baterai pada Tiggo Cross CSH berada di bagian bawah kendaraan, tepatnya di area tengah hingga belakang. Posisi ini membuat dugaan awal tidak mengarah ke komponen tersebut sebagai sumber insiden.
Belum Tutup Kemungkinan Faktor Eksternal
Meski begitu, Chery belum menutup kemungkinan adanya faktor lain di luar komponen kendaraan. Dalam pernyataannya, pabrikan menyebut potensi keterlibatan material eksternal atau benda asing masih dalam tahap pendalaman.
Saat ini, investigasi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan tim teknis sesuai standar inspeksi global. Chery juga menegaskan akan bekerja sama dengan pihak terkait guna memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut.
Chery Tiggo Cross CSH Sempat Viral di Media Sosial
Sebelum pernyataan resmi ini dirilis, insiden tersebut lebih dulu viral di media sosial. Salah satu unggahan dari akun TikTok Fourcyls menunjukkan sebuah mobil yang diduga Chery Tiggo Cross CSH mengalami kebakaran hebat di ruas Tol Jakarta.
Dalam video yang diunggah, terlihat api berasal dari bagian depan kendaraan. Saat itu, penyebab kebakaran pada mobil berpelat putih tersebut masih belum diketahui, memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen.
Komitmen Chery soal Keselamatan
Menutup pernyataannya, Chery menegaskan komitmennya terhadap keselamatan, kualitas produk, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pabrikan juga memastikan akan menyampaikan hasil investigasi lanjutan secara transparan kepada publik.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.