Beranda / Mobil Baru / Katalog / MG ZSEV

MG ZSEV

Rp 417 Juta
Jarak Tempuh
403 KM
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor / Permanent Magnet Synchronous Motor
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Battersea Blue
Silver
Dynamic Red
Arctic White
Black Pearl
Tipe Kendaraan
MG ZSEV MAGNIFY EV
Rp 417 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
MG ZSEV MAGNIFY EV
Jarak Tempuh
403 KM
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous Motor / Permanent Magnet Synchronous Motor
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Cd Audio
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

MG ZSEV
Artikel Terkait
Lihat Semua
Review Berkendara Indomobil eMotor Tyranno, Motor Listrik Adventure, Asyik untuk Harian
06 Apr 2026
Review Berkendara Indomobil eMotor Tyranno, Motor Listrik Adventure, Asyik untuk Harian 06 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Gimana rasanya pakai Indomobil eMotor Tyranno selama seminggu buat harian? Secara tampilan, motor listrik ini langsung kasih kesan beda. Dengan ground clearance 180 mm, cukup tinggi untuk ukuran skutik listrik, Tyranno punya aura semi-adventure yang jarang ditemui di kelasnya. Harganya sendiri ada di Rp 26.750.000. Tapi, di luar tampang, gimana rasa aslinya di jalan? Ini pengalaman langsung pakai Tyranno buat aktivitas harian. Posisi Berkendara Dengan postur pengendara tinggi 168 cm dan berat 84 kg, posisi duduk Tyranno sebenarnya masih terasa familiar, mirip skutik bensin pada umumnya. Bedanya ada di bagian dek yang lebih tinggi. Posisi paha dan lutut jadi lebih sejajar, bikin duduk terasa lebih tegap. Meski begitu, kaki masih bisa menapak ke aspal tanpa harus jinjit, jadi tetap pede saat berhenti di lampu merah atau kondisi macet. Ergonominya juga terasa natural. Area paha sampai lutut nggak terlalu menekuk, jadi lebih rileks. Buat dipakai jarak menengah atau harian, posisi seperti ini jelas membantu mengurangi pegal. Akselerasi & Tanjakan Indomobil eMotor Tyranno dibekali dengan 3 mode berkendara Eco, Comfort dan Sport. Pada mode berkendara Eco motor hanya bisa melaju sekitar 40 km/jam, sedangkan pada mode Comfort (Nyaman) motor terasa lebih agresif dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam. Dan pada mode sport Tyranno bisa digeber sampai 80 km/jam lebih. Untuk performanya,Tyranno dibekali motor listrik 3 kW dengan torsi 170 Nm. Di atas kertas, angka torsinya memang besar, dan di jalan juga terasa mumpuni sangat nyaman untuk penggunaan harian. Waktu dicoba di tanjakan dengan total beban lebih dari 170 kg (dua orang dewasa), motor ini masih sanggup nanjak dengan cukup meyakinkan. Selama gas dibuka halus, nggak ada cerita tenaga hilang. Tapi karakter motor listrik tetap terasa, terutama di tanjakan curam dengan kondisi stop-and-go. Kalau throttle dibuka terlalu spontan dari posisi diam, ada sedikit delay, bahkan terasa seperti tenaga “kosong” sesaat. Untuk mensiasati ini mainkan throttle lebih halus dan progresif. Begitu ritmenya ketemu, tenaga keluar lebih konsisten dan enak dikontrol, meski cara ini butuh penyesuaian beberapa hari. Tenang dan Stabil Begitu masuk jalanan datar, karakter Tyranno langsung terasa lebih bersahabat. Tarikannya linear, halus, dan minim getaran tipikal motor listrik berkualitas Bahkan buat riding santai di dalam kota, sensasinya jauh lebih rileks dibanding motor bensin. Dari sisi handling, motor yang sudah dibekali dengan pengereman cakram depan-belakang ini juga terasa stabil. Wheelbase 1.350 mm bikin motor terasa “nempel” di jalan, jadi lebih percaya diri saat dipakai di kecepatan menengah. Suspensi Di sektor kaki-kaki, setup suspensi Tyranno terasa cukup matang untuk kebutuhan harian. Suspensi depan pakai telescopic fork, sementara belakang dual shock. Karakternya pas, enggak terlalu keras. Lewat jalan bergelombang ringan sampai sedang masih nyaman, tanpa bikin motor limbung. Ketika ketemu polisi tidur atau jalan rusak, redamannya juga cukup baik, nggak ada hentakan berlebihan ke setang atau jok. Ukuran Ban Indomobil eMotor Tyranno menggunakan ban berukuran depan 110/70-12 dan belakang 120/70-12 memberikan tapak yang cukup lebar, jadi grip semi tahu. Dengan gaya berkendara yang tidak agrefif, penggunaan ban semi-tahu pada Indomobil eMotor Tyranno ini terbilang stylish tetapi juga, aman dan tidak licin. Dipadukan dengan ground clearance 180 mm, Tyranno jadi lebih fleksibel diajak lewat berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal kurang mulus, genangan, sampai permukaan yang nggak rata. Fitur Speaker bikin Berkendara Enggak Ngebosenin Motor ini sudah dilengkapi sistem hiburan dengan active Bluetooth speaker, jadi bisa denger musik langsung dari motor. Fitur speaker ini juga mengingatkan pada motor awal tahun 2000-an yakni TVS RockZ yang juga sempat hadir di Indonesia. Fitur lainnya Tyranno adalah smart display yang bisa terhubung ke smartphone, bikin tampilan informasi jadi lebih modern dan interaktif. Untuk keamanan, Tyranno dibekali alarm anti-theft system. Fitur ini cukup penting, terutama buat motor listrik yang sering diparkir di area terbuka. Memang belum sekompleks sistem keyless premium, tapi setidaknya sudah memberikan perlindungan tambahan. Spesifikasi Indomobil eMotor Tyranno Dimensi 1.885 x 755 x 1.150 mm Wheelbase: 1.350 mm Ground clearance: 180 mm Bobot: 114,5 kg Performa Motor: 3 kW Torsi: 170 Nm Baterai Lithium 2,45 kWh Kaki-kaki Ban depan: 110/70-12 Ban belakang: 120/70-12 Suspensi: Telescopic fork & dual shock Secara keseluruhan Indomobil eMotor Tyranno menawarkan paket yang cukup unik sebagai skuter matik. Tyranno menawarkan karakter berkendara yang beda. Posisi duduk yang proper, ground clearance tinggi, dan suspensi yang nyaman bikin motor ini semakin cocok buat harian, terutama di kondisi jalan yang nggak selalu ideal. Bagai mana menurut kamu? Lihat Selengkapnya
Alasan Changan Lumin Cocok Jadi Pilihan Mobil Listrik Harian di Kota
02 Apr 2026
Alasan Changan Lumin Cocok Jadi Pilihan Mobil Listrik Harian di Kota 02 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Setelah periode mudik dan libur Lebaran 2026 berakhir, mobilitas masyarakat di perkotaan kembali meningkat. Aktivitas kerja yang padat dan kondisi lalu lintas yang semakin ramai membuat kebutuhan kendaraan praktis dan efisien jadi semakin relevan. Dalam konteks ini, Changan Lumin hadir sebagai salah satu opsi mobil listrik yang dirancang untuk penggunaan harian di kota. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyebut bahwa momentum pasca-Lebaran memang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat. Hal ini mendorong kebutuhan kendaraan yang tidak hanya mudah digunakan, tapi juga efisien. “Momentum pasca-Lebaran selalu menjadi periode dengan mobilitas tinggi, di mana masyarakat kembali menjalani rutinitas dengan intensitas yang meningkat. Melalui Changan Lumin, kami ingin menghadirkan solusi kendaraan listrik yang efisien, mudah digunakan, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas harian,” ujar Setiawan. Changan Lumin Desainnya Kompak Salah satu alasan utama kenapa Changan Lumin cocok untuk kendaraan harian terletak pada dimensinya yang kompak. Ukuran bodinya yang ringkas memudahkan mobil ini untuk bermanuver di jalanan padat serta lebih fleksibel saat parkir di ruang terbatas, yang sering jadi tantangan di area perkotaan. Dari sisi kepraktisan, mobil ini sudah dilengkapi fitur keyless entry dan start-stop button yang memudahkan pengguna sejak awal perjalanan. Pengemudi tidak perlu lagi menggunakan kunci konvensional, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih simpel. Masuk ke bagian kabin, Changan Lumin mengusung desain yang menggabungkan nuansa futuristik dengan fungsi ergonomis. Terdapat layar instrumen digital berukuran 7 inci dan head unit 10,25 inci yang mendukung konektivitas Bluetooth, CarAuto, dan Apple CarPlay, sehingga integrasi dengan smartphone jadi lebih mudah. Menariknya, Changan tetap mempertahankan tombol fisik untuk beberapa fungsi penting. Pengaturan AC, kaca jendela, hingga mode berkendara bisa diakses secara langsung tanpa harus masuk ke menu layar, yang membantu pengemudi tetap fokus saat berkendara. Untuk penggunaan harian, performa Changan Lumin dirancang agar cukup tanpa berlebihan. Mobil ini dibekali motor listrik dengan tenaga 35 kW atau setara 47 dk dan torsi 83 Nm, yang memadai untuk kebutuhan mobilitas dalam kota seperti perjalanan kerja atau aktivitas sehari-hari. Daya jelajahnya juga menjadi salah satu nilai penting. Dengan baterai berkapasitas 28,08 kWh, Changan Lumin mampu menempuh jarak hingga 301 km dalam sekali pengisian. Angka ini membuat mobil tidak perlu sering diisi ulang untuk penggunaan harian. Selain itu, fitur DC fast charging memungkinkan pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit, memberikan fleksibilitas lebih di tengah mobilitas yang padat. Changan Lumin juga dilengkapi dua mode berkendara, yaitu Eco dan Sport. Mode Eco difokuskan untuk efisiensi energi, sementara mode Sport memberikan respons yang lebih optimal saat dibutuhkan di kondisi tertentu. Fitur Keamanan Changan Lumin Lengkap Dari sisi keselamatan, mobil ini sudah dibekali fitur seperti dual front airbags, tire pressure monitoring system (TPMS), sensor parkir belakang, serta kamera mundur. Sistem keselamatan aktif seperti ABS, EBD, ESP, dan Hill Hold Control juga turut disematkan untuk menunjang keamanan berkendara. Keunggulan lain yang membuat Changan Lumin relevan untuk penggunaan harian adalah biaya operasional yang relatif rendah, sejalan dengan karakter kendaraan listrik. Selain itu, Changan juga memberikan dukungan purna jual berupa garansi kendaraan 6 tahun atau 120.000 km, garansi baterai 8 tahun atau 120.000 km, serta free service selama 4 tahun atau 80.000 km. Dengan kombinasi dimensi kompak, fitur yang fungsional, efisiensi energi, serta kemudahan penggunaan, Changan Lumin menjadi salah satu opsi mobil listrik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas harian di perkotaan. Lihat Selengkapnya
Chery Tiggo Cross CSH Alami Insiden di Tol Jakarta-Cikampek, Ini Penjelasan Resmi Pabrikan
02 Apr 2026
Chery Tiggo Cross CSH Alami Insiden di Tol Jakarta-Cikampek, Ini Penjelasan Resmi Pabrikan 02 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id — Insiden yang melibatkan mobil Chery Tiggo Cross CSH di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada 31 Maret 2026 akhirnya mendapat penjelasan resmi dari PT Chery Sales Indonesia. Pabrikan memastikan saat ini investigasi masih berjalan dan belum ditemukan indikasi masalah pada sistem utama kendaraan. Chery menyampaikan bahwa unit yang mengalami insiden tersebut bukan milik konsumen, melainkan kendaraan yang sedang dalam proses pengantaran internal dari dealer menuju area penyimpanan. Dengan demikian, kejadian ini tidak terkait langsung dengan penggunaan oleh pelanggan. Dalam keterangan resminya, Chery juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal ini menjadi poin penting di tengah kekhawatiran publik setelah video insiden sempat beredar luas di media sosial. Investigasi Awal: Asap Berasal dari Bagian Depan Berdasarkan hasil investigasi awal, pengemudi menyebut kendaraan masih berfungsi normal tanpa adanya notifikasi error di dashboard sebelum kejadian. Mobil kemudian menepi setelah terlihat adanya asap yang muncul. Tim teknis Chery mengidentifikasi bahwa sumber asap berasal dari bagian depan kendaraan. Namun, hingga saat ini belum ditemukan indikasi yang mengarah pada kerusakan baterai maupun sistem kelistrikan utama. Sebagai catatan, sistem baterai pada Tiggo Cross CSH berada di bagian bawah kendaraan, tepatnya di area tengah hingga belakang. Posisi ini membuat dugaan awal tidak mengarah ke komponen tersebut sebagai sumber insiden. Belum Tutup Kemungkinan Faktor Eksternal Meski begitu, Chery belum menutup kemungkinan adanya faktor lain di luar komponen kendaraan. Dalam pernyataannya, pabrikan menyebut potensi keterlibatan material eksternal atau benda asing masih dalam tahap pendalaman. Saat ini, investigasi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan tim teknis sesuai standar inspeksi global. Chery juga menegaskan akan bekerja sama dengan pihak terkait guna memastikan penyebab pasti dari insiden tersebut. Chery Tiggo Cross CSH Sempat Viral di Media Sosial Sebelum pernyataan resmi ini dirilis, insiden tersebut lebih dulu viral di media sosial. Salah satu unggahan dari akun TikTok Fourcyls menunjukkan sebuah mobil yang diduga Chery Tiggo Cross CSH mengalami kebakaran hebat di ruas Tol Jakarta. Dalam video yang diunggah, terlihat api berasal dari bagian depan kendaraan. Saat itu, penyebab kebakaran pada mobil berpelat putih tersebut masih belum diketahui, memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen. Komitmen Chery soal Keselamatan Menutup pernyataannya, Chery menegaskan komitmennya terhadap keselamatan, kualitas produk, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pabrikan juga memastikan akan menyampaikan hasil investigasi lanjutan secara transparan kepada publik. Lihat Selengkapnya
iCAR V23 Catat Peringkat Pertama J.D. Power 2026 untuk SUV Listrik Menengah
01 Apr 2026
iCAR V23 Catat Peringkat Pertama J.D. Power 2026 untuk SUV Listrik Menengah 01 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id – iCAR V23 mencatatkan pencapaian penting di industri kendaraan listrik global. Model ini berhasil meraih peringkat pertama dalam studi J.D. Power 2026 China New Energy Vehicle Automotive Performance, Execution and Layout (NEV-APEAL) untuk segmen SUV listrik menengah. Pencapaian iCAR V23 ini menjadi indikator kuat atas tingginya daya tarik produk berdasarkan pengalaman langsung pengguna. Studi NEV-APEAL sendiri dikenal sebagai salah satu tolok ukur industri otomotif dalam mengukur kepuasan konsumen terhadap kendaraan listrik. Studi J.D. Power Jadi Tolok Ukur Pengalaman Pengguna J.D. Power merupakan lembaga riset asal Amerika Serikat yang fokus pada analisis kepuasan konsumen, kualitas produk, serta pengalaman pelanggan di industri otomotif. Dalam studi NEV-APEAL, penilaian dilakukan berdasarkan pengalaman nyata pemilik kendaraan setelah periode penggunaan awal. Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari desain, kenyamanan, performa, hingga pengalaman penggunaan sehari-hari. Selain NEV-APEAL, J.D. Power juga dikenal melalui sejumlah studi lain seperti Initial Quality Study (IQS) dan Vehicle Dependability Study (VDS) yang kerap dijadikan referensi global dalam menilai kualitas kendaraan. Hasil studi ini menempatkan iCAR V23 sebagai model dengan tingkat kepuasan tertinggi di kelasnya, sekaligus memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif. Keberhasilan iCAR V23 meraih peringkat teratas menjadi validasi atas kualitas produk dan kemampuannya dalam menjawab kebutuhan pengguna. Pencapaian ini juga menegaskan posisi model tersebut di pasar Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu pasar kendaraan listrik paling kompetitif di dunia. Country Director iCAR Indonesia, Mark Yang, menyampaikan bahwa pengakuan ini memiliki arti penting bagi pengembangan produk di berbagai pasar, termasuk Indonesia. “Pengakuan dari J.D. Power ini menjadi validasi penting terhadap kualitas dan daya tarik iCAR V23 di tingkat global. Bagi kami di Indonesia, pencapaian ini juga semakin memperkuat keyakinan bahwa iCAR V23 memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan konsumen tanah air,” ujar Mark Yang. Spesifikasi iCAR V23: Tenaga 155 kW dan Sistem i-AWD Dari sisi performa, iCAR V23 hadir dengan varian dual motor yang menghasilkan tenaga hingga 155 kW dengan torsi puncak 292 Nm. Sistem i-AWD (Intelligent All-Wheel Drive) menjadi salah satu fitur utama yang mendukung performa kendaraan dalam berbagai kondisi jalan. Selain itu, iCAR V23 juga dibekali dengan ground clearance tinggi serta sudut pendekatan dan keberangkatan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan di berbagai medan. Dukungan sistem keselamatan komprehensif turut melengkapi karakter SUV listrik ini. Sebelum meraih penghargaan dari J.D. Power, iCAR V23 juga telah mendapatkan pengakuan dari sisi keselamatan. Model ini tercatat meraih rating bintang lima dari ASEAN NCAP. Pencapaian tersebut memperkuat posisi iCAR V23 sebagai salah satu SUV listrik yang kompetitif, tidak hanya dari sisi performa dan fitur, tetapi juga aspek keselamatan. Kepercayaan konsumen terhadap iCAR V23 juga terlihat dari kehadirannya di berbagai pasar internasional, termasuk kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Thailand. Di Indonesia, perkembangan iCAR V23 berjalan seiring dengan meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik. Konsumen kini mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas harian yang efisien dan modern. iCAR V23 hadir dengan pendekatan Plug & Play yang memungkinkan personalisasi lebih fleksibel. Model ini dilengkapi lebih dari 20 titik modular yang memungkinkan pengguna menambahkan berbagai aksesori sesuai kebutuhan. Pendekatan tersebut menjadikan iCAR V23 tidak hanya sebagai kendaraan, tetapi juga platform yang mendukung gaya hidup pengguna yang dinamis. Pencapaian iCAR V23 dalam studi J.D. Power 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik, termasuk di Indonesia. Dengan dukungan inovasi, fitur, dan pengakuan global, iCAR V23 menjadi salah satu model yang turut mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang saat ini menunjukkan tren positif di berbagai wilayah. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.