Beranda / Mobil Baru / Katalog / MG 5 GT

MG 5 GT

Rp 351 Juta - Rp 412 Juta
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Mesin
DOHC 4 Cylinder 16 Valve VTi - TECH
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Scarlet Red
Light Up Yellow
Arctic White
Black Knight
Silver Metallic
Tipe Kendaraan
MG 5 GT MAGNIFY 1.5L
Rp 412 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
MG 5 GT IGNITE 1.5L
Rp 381 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
MG 5 GT ACTIVATE 1.5L
Rp 351 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
MG 5 GT MAGNIFY 1.5L
MG 5 GT IGNITE 1.5L
MG 5 GT ACTIVATE 1.5L
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
DOHC 4 Cylinder 16 Valve VTi - TECH
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Cd Audio
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Sunroof
Headrest Adjust
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

MG 5 GT
Artikel Terkait
Lihat Semua
Hino Pasok 10.000 Truk untuk Kopdes Merah Putih, Produksi Nasional Ditingkatkan Bertahap
01 Mar 2026
Hino Pasok 10.000 Truk untuk Kopdes Merah Putih, Produksi Nasional Ditingkatkan Bertahap 01 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id – Penjualan truk Hino kini melonjak tajam. PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengakui berdampak pada masa tunggu pembelian unit untuk konsumen retail meningkat signifikan setelah perusahaan memfokuskan kapasitas produksi pada pengadaan 10.000 unit truk ringan untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Biasanya, konsumen hanya menunggu satu hingga dua bulan. Namun sekarang, durasinya bisa mencapai empat hingga lima bulan. "Waktu tunggunya jadi lebih lama. Mungkin bisa 4-5 bulan (inden), biasanya satu sampai dua bulan," kata Wibowo Santoso, Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head HMSI, kepada media di dealer Hino, Wisma Indomobil Jakarta Timur, Jumat (27/2/2028). Produksi Difokuskan ke Program Pemerintah HMSI menegaskan bahwa lonjakan inden truk Hino terjadi karena perusahaan mendukung program strategis pemerintah melalui pengadaan kendaraan niaga untuk Kopdes Merah Putih. Model yang diminta adalah light duty truck (LDT) roda enam penggerak 4x2 tipe 136HD. Unit ini diproduksi secara lokal untuk memenuhi kebutuhan proyek tersebut. Menurut Wibowo, peningkatan produksi dalam waktu singkat bukan perkara mudah. Pabrikan harus menyiapkan rantai pasok secara bertahap. "Terus terang untuk naik sekonyong-konyong itu butuh waktu gradually. Delivery pelan-pelan. Untuk kami memaksimalkan total kapasitas produksi itu kita harus persiapkan bahan baku, kita punya supplier-supplier," jelasnya. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain kesiapan supplier, ketersediaan bahan baku, rekrutmen sumber daya manusia, serta optimalisasi kapasitas lini produksi. Kebutuhan Agrinas Capai 80 Ribu Unit LDT Program ini digarap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang membutuhkan sekitar 80.000 unit light duty truck sepanjang 2026. Dari sisi produksi dalam negeri, total kapasitas maksimal pabrikan lokal hanya mampu memasok 45.000 unit. Rinciannya: Mitsubishi Fuso: 20.600 unit Foton Aumark: 13.500 unit Hino: 10.000 unit Isuzu: 900 unit Dengan angka tersebut, kekurangan pasokan akhirnya dipenuhi melalui jalur impor. Impor 35 Ribu Truk dari India Agrinas memutuskan mengimpor 35.000 unit truk Ultra T.7 dari Tata Motors untuk melengkapi kebutuhan Kopdes Merah Putih. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya telah membuka tender kepada berbagai produsen kendaraan niaga dalam negeri sebelum memutuskan impor. “Klarifikasi terkait isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan kepada produsen lokal, itu tidak benar. Dalam bisnis, wajar jika tidak terjadi kesepakatan,” ujar Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026). Menurut Joao, persoalan utama terletak pada harga dan kapasitas produksi. Agrinas membeli dalam jumlah besar dengan skema bulk, namun sejumlah produsen tetap menawarkan harga seperti pasar reguler. “Seharusnya, kami diberikan harga lebih ekonomis dan efektif sesuai anggaran. Namun, hingga akhir, sebagian besar produsen lokal tetap menghitung harga per unit seperti di pasar reguler, jadi menurut saya tidak fair,” jelasnya. Total Impor 105 Ribu Unit Pikap dan Truk Secara keseluruhan, Agrinas mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga dalam kondisi completely built up (CBU) dari India. Rinciannya meliputi: 35.000 unit pikap Scorpio dari Mahindra 35.000 unit Tata Yodha Pick Up 35.000 unit truk Ultra T.7 dari Tata Motors Langkah ini diklaim mampu menghemat anggaran hingga Rp46,5 triliun dibandingkan skema lain yang ditawarkan. Dampak ke Konsumen Retail Di tengah fokus besar pada proyek Kopdes Merah Putih, HMSI memastikan produksi tetap berjalan, namun distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan prioritas proyek nasional. Lihat Selengkapnya
Hino Posko Lebaran 2026 Siaga 24 Jam, Ini Daftar 18 Titik Layanan di Jalur Mudik
28 Feb 2026
Hino Posko Lebaran 2026 Siaga 24 Jam, Ini Daftar 18 Titik Layanan di Jalur Mudik 28 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, Hino Posko Lebaran 2026 resmi beroperasi mulai 17 hingga 26 Maret 2026. Program yang dijalankan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) ini menyiapkan 18 titik layanan yang.terdiri dari 11 Posko Mudik dan 7 Bebgkel Siaga, semuanya tersebar di jalur utama mudik Sumatera dan Jawa, dan seluruhnya siaga 24 jam. Periode Lebaran menjadi salah satu fase tersibuk bagi kendaraan niaga. Armada bus tetap melayani angkutan penumpang antar kota dan antar provinsi, sementara truk mengangkut kebutuhan pokok serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai wilayah. Aktivitas logistik tetap berjalan di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, menjelaskan kesiapan layanan tersebut. “Pada periode mudik, kendaraan Hino memiliki peran yang sangat penting, baik untuk melayani angkutan penumpang maupun memastikan distribusi kebutuhan pokok dan BBM tetap berjalan. Dengan menyiagakan 18 titik pusat layanan di jalur strategis, kami ingin memastikan pelanggan merasa lebih tenang karena armada mereka mendapatkan dukungan yang siap membantu selama masa operasional yang sangat padat,” ujar Susilo dalam keterangannya, Kamis (27/2/2026). 11 Posko Lebaran Hino 2026 di Jalur Lintas Sumatera dan Jawa Dari total 18 titik Hino Posko Lebaran 2026, sebanyak 11 merupakan Posko Lebaran yang ditempatkan di lokasi strategis jalur mudik nasional. Jalur Lintas Sumatera: Rumah Makan Umega, Jalan Lintas Sumatera Km 200, Dharmasraya, Sumatera Barat Rumah Makan Simpang Raya, Kabupaten Muaro Jambi Rumah Makan Musi Indah, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan Rumah Makan Siang Malam, Jalan Lintas Sumatera Km 6, Kalianda, Lampung Rumah Makan Menanti Raya, Jalan Alternatif Tol Merak, Kota Cilegon, Banten Jalur Tol dan Lintas Jawa: Rest Area Tol Cikampek–Palimanan Km 102 7. Rumah Makan Brawijaya, Exit Tol Ciperna, jalur Cirebon–Kuningan Rumah Makan Sari Rasa, Jalan Raya Weleri–Kendal, Jawa Tengah Rumah Makan Pananjung 3, Jalan Raya Rajapolah Km 16, Tasikmalaya Rumah Makan Lestari, Jalan Revolusi No. 6, Kebumen Rumah Makan Duta 3, Exit Tol Ngawi Km 579, Jawa Timur Seluruh Posko mudik Hino 2026 ini beroperasi penuh selama periode 10 hari. 7 Bengkel Siaga Hino Beroperasi Selama Mudik Selain Posko Lebaran, terdapat 7 Bengkel Siaga Hino yang tetap melayani pelanggan selama periode mudik Lebaran 2026. Lokasinya meliputi: Hudaya Maju Mandiri (HMM), Jalan Raya Teuku Umar Km 44, Cibitung Daya Guna Motor Indonesia (DGMI), Jalan Jenderal Sudirman, Karawang Indosentosa Trada (IST), Jalan Raya Rancaekek, Bandung Duta Cemerlang Motor (DCM), Jalan Raya Boyolali–Semarang Indomobil Prima Niaga (IPN) Surabaya, Jalan Raya Kletek, Sidoarjo IPN Medan, Jalan Medan–Lubuk Pakam Km 26, Deli Serdang HMSI Jatake, Jalan Gatot Subroto Km 8,5, Tangerang Keberadaan Bengkel Siaga Hino ini melengkapi layanan Posko Lebaran bagi kendaraan yang membutuhkan penanganan teknis lebih lanjut. Layanan Gratis dan Imbauan Pemeriksaan Kendaraan Di setiap titik Hino Posko Lebaran 2026, pelanggan dapat memanfaatkan layanan pengecekan kendaraan, konsultasi teknis, fasilitas storing unit, serta suvenir. Layanan diberikan tanpa biaya selama periode operasional. HMSI juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi jarak jauh, terutama pada komponen vital seperti sistem pengereman, mesin dan sistem pendingin, ban, suspensi, kemudi, serta sistem kelistrikan. Dengan total 18 titik layanan yang tersebar di jalur mudik Sumatera dan Jawa, Hino Posko Lebaran 2026 menjadi bagian dari dukungan operasional kendaraan niaga selama periode Lebaran 2026. Lihat Selengkapnya
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX
27 Feb 2026
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX 27 Feb 2026 Makassar, Goodcar.id – Perjalanan lintas negara sejauh 27.000 kilometer menuju Mekkah yang dituntaskan Anshar alias Om Daeng dengan XMAX generasi pertama kini berlanjut dalam skala domestik. Awal 2026, ia memulai ekspedisi bertajuk Jelajah Sulawesi menggunakan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru. Touring ini berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer. Dalam periode tersebut, Om Daeng melintasi 69 kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi. Perjalanan dimulai dari Makassar, lalu bergerak ke Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk Banggai, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang hingga Toraja. Karakter jalur yang ditempuh pun beragam, mulai dari pesisir pantai, jalan antar kota, hingga pegunungan dengan kontur menantang. Touring Sekaligus Misi Sosial Jelajah Sulawesi tidak hanya soal jarak tempuh. Dalam setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri menjalankan kegiatan sosial. Beberapa agenda yang dilakukan antara lain berbagi sembako di panti asuhan Baubau, berbagi sembako dan mainan anak di pondok pesantren Kotamobagu, hingga membagikan alat tulis di panti asuhan Palu. Kegiatan tersebut dilakukan di sela perjalanan touring yang padat. “Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ujar Om Daeng. Ia juga menyebut hampir di setiap kota mendapatkan dukungan dari komunitas pengguna MAXI Yamaha setempat. Dari seluruh rute yang dilalui, jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah menjadi salah satu yang paling menguji konsentrasi. Jalan sempit di pegunungan, tanjakan panjang, turunan curam, serta tikungan teknikal mendominasi lintasan tersebut. “Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” kata Om Daeng. Sebaliknya, rute Amurang menuju Kotamobagu disebut sebagai jalur paling indah. Lanskap pesisir yang tenang berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk menjadi kombinasi yang kontras namun khas Sulawesi Utara. Dalam perjalanan Jelajah Sulawesi, Om Daeng membandingkan pengalamannya dengan XMAX generasi pertama yang sebelumnya membawanya menembus 12 negara hingga Timur Tengah. Menurutnya, ada peningkatan signifikan dari sisi handling dan kelincahan pada XMAX TECHMAX terbaru. “Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat lebih baik,” ujarnya. Salah satu fitur yang disebut membantu selama perjalanan jarak jauh adalah sistem navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi di panel TFT meter. Fitur ini memudahkan pemantauan rute tanpa harus membuka ponsel, terutama saat kondisi hujan. Selain itu, jok model Eropa dengan sandaran atau lumbar support juga dinilai memberikan kenyamanan tambahan selama menempuh ribuan kilometer. “Awalnya saya pikir navigasi tidak terlalu terpakai. Tapi ternyata sangat membantu dan petanya akurat. Saat hujan saya tidak perlu mengeluarkan HP lagi. Model jok Eropa ini juga enak digunakan, duduk lama tidak terasa pegal,” tambahnya. Perjalanan Berlanjut ke NTT Setelah menyelesaikan Jelajah Sulawesi sejauh 6.000 kilometer, Om Daeng tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur dengan menyeberang dari Pelabuhan Bira, Sulawesi Selatan menuju Labuan Bajo. Langkah ini menjadi kelanjutan dari misi eksplorasi dan kegiatan sosial yang telah dijalankan selama touring di Sulawesi. Dengan rute baru yang menanti, perjalanan Om Daeng bersama XMAX TECHMAX memasuki babak berikutnya. Jelajah Sulawesi menjadi penanda bahwa perjalanan panjang bukan hanya soal menaklukkan jarak, tetapi juga soal konsistensi, ketahanan fisik, serta interaksi sosial di setiap kota yang disinggahi. Touring 6.000 kilometer dalam 25 hari membuktikan bahwa rute domestik pun menyimpan tantangan yang tak kalah kompleks dibanding lintas negara. Lihat Selengkapnya
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen
27 Feb 2026
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen 27 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id – Ekspor Toyota Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 nyaris menyentuh angka 300 ribu unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total ekspor Completely Built Up (CBU) Toyota tercatat mencapai 298.457 unit. Angka tersebut naik 8 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 276.089 unit. Secara kontribusi, Toyota masih menjadi pemain utama dalam ekspor kendaraan nasional dengan porsi sekitar 60 persen dari total ekspor CBU Indonesia dalam periode 2020–2025. Sepanjang 2025, total ekspor kendaraan nasional sendiri mencapai 518.212 unit. Artinya, lebih dari separuh unit yang dikirim ke berbagai negara berasal dari lini produksi Toyota di Indonesia. Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi. Menurut dia, peningkatan ekspor kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) maupun elektrifikasi pada 2025 ikut memperkuat fondasi industri otomotif nasional serta berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia. Model Andalan Ekspor Toyota Indonesia 2025 Dari sisi model, ekspor Toyota Indonesia 2025 ditopang oleh sejumlah nama yang sudah familiar di pasar domestik maupun global. Untuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV), total ekspor mencapai 139.552 unit yang berasal dari model seperti Toyota Fortuner, Rush, Raize, dan Yaris Cross. Angka ini menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekspor Toyota tahun lalu. Sementara itu, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menyumbang 81.905 unit. Model seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Avanza, dan Veloz menjadi tulang punggung di kategori ini. Untuk tipe hatchback, Agya mencatatkan ekspor sebanyak 33.675 unit. Sedangkan kendaraan komersial ringan seperti Town Ace dan Lite Ace berkontribusi 20.457 unit. Distribusi model tersebut menunjukkan bahwa kendaraan berbasis kebutuhan keluarga dan SUV masih menjadi komoditas utama ekspor Toyota Indonesia ke berbagai negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, hingga Oseania. Elektrifikasi Ikut Tumbuh, HEV Naik 23 Persen Selain model konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, total ekspor model hybrid mencapai 22.868 unit, naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18.553 unit. Dua model utama yang berkontribusi adalah Toyota Kijang Innova Zenix HEV dengan 13.343 unit dan Toyota Yaris Cross HEV sebanyak 9.525 unit. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pasar global mulai menerima produk elektrifikasi buatan Indonesia, terutama untuk model hybrid yang diproduksi dengan tingkat kandungan lokal tinggi. Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menegaskan bahwa capaian ekspor saat ini merupakan hasil perjalanan panjang industri otomotif nasional. “Pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh,” kata Bob. Ia menambahkan, peningkatan tingkat kandungan lokal yang kini telah mencapai sekitar 80 persen menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global. Total Ekspor Tembus 3,15 Juta Unit Sejak 1987 Secara kumulatif, sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara. Angka tersebut menjadi indikator konsistensi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor strategis di kawasan. Dengan tren pertumbuhan ekspor yang terus positif dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional tetap signifikan. Data 2025 memperlihatkan bahwa ekspor Toyota Indonesia bukan sekadar angka tahunan, tetapi bagian dari struktur industri yang terus berkembang. Capaian 298.457 unit di 2025 menjadi penanda bahwa produksi dalam negeri masih kompetitif di pasar global, baik untuk model ICE maupun elektrifikasi. Dan dengan fondasi rantai pasok yang semakin kuat, ekspor Toyota Indonesia diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama industri otomotif nasional ke depan. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.