Jakarta, Goodcar.id – Ekspor Toyota Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 nyaris menyentuh angka 300 ribu unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total ekspor Completely Built Up (CBU) Toyota tercatat mencapai 298.457 unit.
Angka tersebut naik 8 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 276.089 unit. Secara kontribusi, Toyota masih menjadi pemain utama dalam ekspor kendaraan nasional dengan porsi sekitar 60 persen dari total ekspor CBU Indonesia dalam periode 2020–2025.
Sepanjang 2025, total ekspor kendaraan nasional sendiri mencapai 518.212 unit. Artinya, lebih dari separuh unit yang dikirim ke berbagai negara berasal dari lini produksi Toyota di Indonesia.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut dia, peningkatan ekspor kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) maupun elektrifikasi pada 2025 ikut memperkuat fondasi industri otomotif nasional serta berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia.
Model Andalan Ekspor Toyota Indonesia 2025

Dari sisi model, ekspor Toyota Indonesia 2025 ditopang oleh sejumlah nama yang sudah familiar di pasar domestik maupun global.
Untuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV), total ekspor mencapai 139.552 unit yang berasal dari model seperti Toyota Fortuner, Rush, Raize, dan Yaris Cross. Angka ini menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekspor Toyota tahun lalu.
Sementara itu, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menyumbang 81.905 unit. Model seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Avanza, dan Veloz menjadi tulang punggung di kategori ini.
Untuk tipe hatchback, Agya mencatatkan ekspor sebanyak 33.675 unit. Sedangkan kendaraan komersial ringan seperti Town Ace dan Lite Ace berkontribusi 20.457 unit.
Distribusi model tersebut menunjukkan bahwa kendaraan berbasis kebutuhan keluarga dan SUV masih menjadi komoditas utama ekspor Toyota Indonesia ke berbagai negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, hingga Oseania.
Elektrifikasi Ikut Tumbuh, HEV Naik 23 Persen
Selain model konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, total ekspor model hybrid mencapai 22.868 unit, naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18.553 unit.
Dua model utama yang berkontribusi adalah Toyota Kijang Innova Zenix HEV dengan 13.343 unit dan Toyota Yaris Cross HEV sebanyak 9.525 unit.
Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pasar global mulai menerima produk elektrifikasi buatan Indonesia, terutama untuk model hybrid yang diproduksi dengan tingkat kandungan lokal tinggi.
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menegaskan bahwa capaian ekspor saat ini merupakan hasil perjalanan panjang industri otomotif nasional.
“Pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh,” kata Bob.
Ia menambahkan, peningkatan tingkat kandungan lokal yang kini telah mencapai sekitar 80 persen menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Total Ekspor Tembus 3,15 Juta Unit Sejak 1987
Secara kumulatif, sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara. Angka tersebut menjadi indikator konsistensi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor strategis di kawasan.
Dengan tren pertumbuhan ekspor yang terus positif dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional tetap signifikan. Data 2025 memperlihatkan bahwa ekspor Toyota Indonesia bukan sekadar angka tahunan, tetapi bagian dari struktur industri yang terus berkembang.
Capaian 298.457 unit di 2025 menjadi penanda bahwa produksi dalam negeri masih kompetitif di pasar global, baik untuk model ICE maupun elektrifikasi. Dan dengan fondasi rantai pasok yang semakin kuat, ekspor Toyota Indonesia diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama industri otomotif nasional ke depan.