Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia kembali mencatatkan pergerakan yang menarik pada Januari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales BEV mencapai 10.061 unit.
Angka ini setara sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit pada periode yang sama.
Kontribusi dua digit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kian mengukuhkan posisinya dalam struktur pasar otomotif nasional. Meski demikian, dibandingkan Desember 2025 yang membukukan 21.021 unit, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara bulanan. Koreksi ini dinilai sebagai bentuk normalisasi pasar setelah lonjakan signifikan di akhir tahun.
BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Pimpin Persaingan
Posisi teratas mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik model kompak dengan harga kompetitif di pasar domestik.
Di peringkat kedua, Jaecoo J5 mencatatkan 1.942 unit. Hasil tersebut memperlihatkan respons pasar yang cepat terhadap model SUV listrik pendatang baru.
Sementara itu, BYD M6 berada di posisi ketiga dengan 851 unit, membuktikan bahwa segmen kendaraan keluarga tetap relevan dalam era elektrifikasi.
Dominasi Merek China di 10 Besar
Model lain yang masuk lima besar adalah Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit). Keduanya mempertegas dominasi pabrikan China dalam daftar teratas BEV nasional.
Di papan tengah, distribusi tercatat pada Geely EX2 (423 unit), Denza D9 (392 unit), dan Aion UT (266 unit). Sepuluh besar dilengkapi oleh Chery J6 (215 unit) serta Aion V (214 unit).
Di luar 10 besar, persaingan tetap berlangsung ketat, termasuk di segmen premium. Distribusi model kelas atas masih relatif terbatas, seperti BMW i7 (8 unit), Toyota bZ4X (7 unit), dan Mercedes-Benz EQE (4 unit). Bahkan model flagship seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW i5 masing-masing hanya mencatat 1 unit.
Secara keseluruhan, data Januari 2026 memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia semakin kompetitif. Meski terjadi koreksi bulanan, pangsa pasar yang sudah menembus 15 persen menandakan elektrifikasi bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari transformasi industri otomotif nasional.
Berikut Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026:
1. BYD Atto 1: 3.361 unit
2. Jaecoo J5: 1.942 unit
3. BYD M6: 851 unit
4. Wuling Darion EV: 790 unit
5. BYD Sealion 7: 613 unit
6. Geely EX2: 423 unit
7. Denza D9: 392 unit
8. Aion UT: 266 unit
9. Chery J6: 215 unit
10. Aion V: 214 unit
11. VinFast VF 3: 119 unit
12. Xpeng X9: 105 unit
13. MG 4 EV: 95 unit
14. Polytron G3: 82 unit
15. Hyptec HT: 77 unit
16. Aion Y Plus: 67 unit
17. Xpeng G6: 67 unit
18. BYD Seal: 45 unit
19. Hyundai Kona EV: 37 unit
20. GWM Ora 03: 32 unit
21. Wuling Air EV: 32 unit
22. Omoda E5: 28 unit
23. Changan Deepal: 26 unit
24. Wuling Cloud EV: 25 unit
25. MG ZS EV: 17 unit
26. Citroen E-C3: 15 unit
27. VinFast VF e34: 15 unit
28. Wuling Binguo EV: 14 unit
29. VinFast VF 5: 13 unit
30. BYD Dolphin: 9 unit
31. DFSK Gelora E: 9 unit
32. Seres E1: 8 unit
33. BMW i7: 8 unit
34. Toyota bZ4X: 7 unit
35. VW ID.Buzz: 7 unit
36. Wuling Mitra EV: 7 unit
37. Mini Electric: 5 unit
38. Mercedes-Benz EQE: 4 unit
39. MG Cyberster: 4 unit
40. BMW iX1: 3 unit
41. VinFast VF 6: 3 unit
42. Genesis G80: 2 unit
43. Hyundai Ioniq 5: 2 unit
44. Mercedes-Benz EQS: 1 unit
45. Volvo ES90: 1 unit
46. BMW i5: 1 unit
47. VinFast VF 7: 1 unit
48. BMW iX: 1 unit
Lihat Selengkapnya
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Memasuki bulan kedua tahun 2026, dinamika harga mobil listrik (EV) di Indonesia semakin menarik untuk dicermati. Setelah penyesuaian besar dilakukan pada awal tahun, Februari menghadirkan pergerakan harga yang relatif stabil, meski tetap ada koreksi dari beberapa merek ternama.
Sorotan utama datang dari dua pabrikan asal Tiongkok. BYD melakukan penyesuaian harga sebesar Rp4 juta untuk varian Atto 1 Dynamic, yang kini dipasarkan di angka Rp199 juta—masih berada di bawah batas psikologis Rp200 juta. Di sisi lain, GWM justru menurunkan harga GWM Ora 03 sebesar Rp10 juta, sehingga kini dibanderol Rp369 juta, membuatnya semakin kompetitif di segmen hatchback listrik bergaya retro.
Momentum ini bertepatan dengan gelaran Indonesia International Motor Show yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut diyakini menjadi katalis hadirnya model-model EV baru yang akan semakin meramaikan pasar otomotif nasional.
Berikut rangkuman harga terbaru berdasarkan kategori segmen.
Lini Mobil Listrik Ekonomis (Di Bawah Rp400 Juta)
Segmen ini menawarkan pilihan paling beragam, mulai dari city car ringkas hingga SUV kompak dengan harga terjangkau:
Changan Lumin: Rp183 juta
Seres E1: Rp189 juta (B-Type) – Rp219 juta (L-Type)
VinFast VF 3: Rp152 juta (Berlangganan Baterai) – Rp192,28 juta (Termasuk Baterai)
BYD Atto 1: Rp199 juta (Dynamic) – Rp235 juta (Premium)
VinFast VF 5: Rp212 juta (Berlangganan Baterai) – Rp272,35 juta (Termasuk Baterai)
Wuling Air ev: Rp214 juta (Lite) – Rp307 juta (Pro)
Jaecoo J5 EV: Rp249,9 juta (Standard) – Rp299,9 juta (Premium, khusus 1.000 konsumen pertama)
Geely EX2: Rp229,9 juta (Promo Pro) – Rp259,9 juta (Promo Max)
MG 4 EV Ignite: Rp299 juta
Polytron G3: Rp299 juta (Sewa Baterai) – Rp419 juta (Beli Putus)
Aion UT: Rp325 juta – Rp363 juta
Mitsubishi L100 EV: Rp323,3 juta
BYD Dolphin: Rp369 juta (Dynamic) – Rp429 juta (Premium)
Chery E5: Rp369,9 juta (Pure) – Rp399,9 juta (Standar)
Citroen E-C3: Rp377 juta
Wuling Binguo EV: Rp318 juta – Rp363 juta
Segmen ini menjadi tulang punggung pertumbuhan EV nasional karena menawarkan kombinasi harga rasional dan fitur yang semakin kompetitif.
Lini Kelas Menengah & SUV (Rp400 Juta – Rp1 Miliar)
Kategori ini dihuni model dengan teknologi lebih canggih dan fitur kenyamanan premium:
MG 4 EV & MG ZS EV: Rp405 juta – Rp419 juta
Aion Y Plus: Rp419 juta – Rp479 juta
Aion V: Rp449 juta – Rp489 juta
Geely EX5: Rp465 juta – Rp505 juta
Aletra L8 EV: Rp488 juta – Rp493 juta
Chery J6: Rp505,5 juta – Rp615,5 juta
Hyundai Kona Electric: Rp565,25 juta – Rp689,55 juta
Changan Deepal S07: Rp599 juta
BYD Sealion 7: Rp629 juta – Rp719 juta
BYD Seal: Rp639 juta – Rp750 juta
Toyota bZ4X & Toyota Urban Cruiser EV: Rp759 juta – Rp799 juta
Hyundai Ioniq 5: Rp809 juta – Rp925,6 juta
Mazda MX-30: Rp860 juta
Maxus Mifa 9 & Maxus Mifa 7: Rp750 juta – Rp888 juta
Volvo EX30: Rp930 juta – Rp1,1 miliar
Segmen ini menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, jarak tempuh lebih jauh, serta kenyamanan kelas atas.
Lini Mewah & Performa Tinggi (Di Atas Rp1 Miliar)
Untuk kategori premium, berbagai merek global menghadirkan EV dengan teknologi mutakhir dan prestise tinggi:
Denza D9: Rp950 juta
MINI Electric: Rp1,029 miliar – Rp1,472 miliar
BMW i5 hingga lini BMW iX & i7: Rp1,379 miliar – Rp3,576 miliar
Mercedes-Benz EQS dan EQ Series lainnya: Rp1,69 miliar – Rp3,995 miliar
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV: Rp7,65 miliar
Kia EV9: hingga Rp1,985 miliar
Lexus RZ 450e: hingga Rp2,488 miliar
Porsche Taycan: Rp4,2 miliar – Rp5 miliar
Tesla Model 3 & Tesla Model Y: Rp1,5 miliar – Rp2 miliar
Dengan rentang harga yang semakin luas—mulai Rp152 juta hingga miliaran rupiah—pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan kematangan yang signifikan. Februari 2026 menjadi periode penting yang menandai persaingan semakin sehat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di berbagai segmen.
Lihat Selengkapnya
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi, Diduga Akibat Adu Kecepatan03 Feb 2026
Jetour T2 Terbakar di Tol Jagorawi, Diduga Akibat Adu Kecepatan03 Feb 2026
Jakarta, GoodCar.id - Insiden kecelakaan serius terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 31 arah Sentul–Citeureup, tepatnya di wilayah Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu malam (1/2).
Peristiwa tersebut melibatkan dua unit kendaraan, yakni sebuah Jetour T2 dan satu mobil BMW yang hingga kini belum diketahui tipe serta model pastinya.
Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram resmi @damkarbogorkab, kecelakaan diduga berawal dari aksi balap atau adu kecepatan antara kedua kendaraan. Mobil BMW disebut mencoba menyalip Jetour T2 melalui sisi kiri atau bahu jalan tol. Namun manuver berisiko itu berujung petaka. BMW menghantam bagian belakang Jetour T2, menyebabkan SUV asal China tersebut kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan.
Benturan keras memicu kebakaran hebat pada Jetour T2. Api dengan cepat membesar hingga melahap hampir seluruh bodi kendaraan. Pihak pemadam kebakaran menerima laporan kejadian sekitar pukul 22.30 WIB. Tak lama berselang, petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Proses pemadaman api memakan waktu kurang lebih 30 menit hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali. Akibat kecelakaan ini, dua orang yang merupakan pengemudi dan penumpang Jetour T2 mengalami luka ringan, termasuk cedera bakar di area tangan. Keduanya langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Petugas pemadam kebakaran kembali mengingatkan pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta berkendara secara bertanggung jawab demi menghindari kejadian serupa. Sebagai catatan, Jetour T2 baru saja mulai didistribusikan ke konsumen Indonesia. Serah terima unit perdana berlangsung pada Sabtu (31/1), dengan total 21 unit yang dikirimkan kepada pembeli tahap awal.
Spesifikasi Jetour T2
Mesin : Kunpeng Power 2.0 TGDI 2.000 cc
Tenaga : up to 241,6 HP
Torsi Maksimal : 375 Nm
Roda Penggerak : X-WD Intelligent 4WD
Mode Berkendara : Eco, Standard, Rock, Sand, Snow, dan Sport
Berkat konfigurasi tersebut, Jetour T2 diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 8,7 detik.
Di Indonesia, Jetour T2 hanya tersedia dalam satu varian dengan banderol Rp 568 juta, khusus bagi 1.000 pemesan pertama.
Lihat Selengkapnya
Sejarah Audi, Brand Mobil dengan Segudang Kenyamanan03 Feb 2026
Sejarah Audi, Brand Mobil dengan Segudang Kenyamanan03 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Audi selama ini dikenal sebagai brand otomotif asal Jerman yang identik dengan kemewahan, kenyamanan, dan teknologi canggih. Namun di balik citra modern tersebut, Audi memiliki sejarah panjang yang menarik, bahkan telah dimulai jauh sebelum Perang Dunia II berakhir.
Nama Audi bukan sekadar identitas merek, melainkan simbol perjalanan, visi, dan inovasi yang terus berkembang hingga hari ini.
Asal Nama Audi
Sejarah Audi bermula dari sosok August Horch, seorang insinyur otomotif berkebangsaan Jerman yang telah merancang mobil sejak awal abad ke-20. Mobil pertamanya bahkan telah diproduksi pada tahun 1901. Pada 1899, Horch mendirikan perusahaan otomotif pertamanya dengan nama August Horch & Cie di Cologne, Jerman.
Namun perjalanan tersebut tidak berjalan mulus. Akibat konflik internal dengan rekan bisnisnya, August Horch meninggalkan perusahaan tersebut dan mendirikan Horch Automobil-Werke GmbH pada tahun 1909. Sayangnya, nama “Horch” tidak lagi dapat digunakan karena masalah paten yang telah ada sebelumnya.
Dari situ, lahirlah ide untuk mengganti nama perusahaan. Inspirasi datang dari putra salah satu mitra bisnis Horch yang menguasai bahasa Latin. Ia mengusulkan nama “Audi”, yang merupakan terjemahan Latin dari kata “Horch” atau “Dengarlah”.
Nama inilah yang kemudian digunakan secara resmi sebagai Audi Automobile-Werke GmbH, dan menjadi fondasi dari brand Audi yang dikenal hingga saat ini.
Arti Logo Audi
Logo empat cincin Audi yang ikonik juga menyimpan cerita historis yang tidak kalah menarik. Logo ini tidak langsung digunakan sejak Audi berdiri pada 1909. Empat cincin tersebut baru diperkenalkan pada tahun 1932, ketika Audi bergabung dengan tiga produsen otomotif Jerman lainnya—DKW, Horch, dan Wanderer—untuk membentuk Auto Union AG di tengah tekanan krisis ekonomi global.
Setiap cincin melambangkan satu merek yang bergabung dalam Auto Union. Pada awalnya, masing-masing cincin bahkan menampilkan logo asli dari setiap perusahaan. Filosofi yang diusung sangat sederhana namun kuat, yakni kekuatan melalui persatuan.
Menariknya, karena kemiripan visual dengan logo Olimpiade, logo Audi sempat menghadapi tuntutan hukum dari Komite Olimpiade Dunia. Namun pada akhirnya, World Trademark Court memenangkan Audi, sehingga logo empat cincin tetap digunakan hingga kini.
Pada tahun 2009, bertepatan dengan perayaan satu abad Audi, perusahaan ini memperkenalkan pembaruan identitas visual yang tampil lebih modern dan minimalis.
Transformasi tersebut sekaligus menegaskan filosofi dan motto legendaris Audi: “Vorsprung durch Technik” yang dalam bahasa Inggris Progress through Technologies, yang artinya Kemajuan Melalui Teknologi.
Inovasi sebagai Fondasi Audi
Keberhasilan Audi bertahan dan unggul dalam persaingan industri otomotif selama puluhan tahun tidak terlepas dari komitmen kuat terhadap inovasi. Audi tidak hanya memproduksi kendaraan, tetapi juga menciptakan standar baru dalam teknologi otomotif.
Sejumlah inovasi penting telah menjadi bagian dari sejarah Audi, di antaranya sistem quattro sebagai teknologi penggerak empat roda permanen yang meningkatkan stabilitas dan kontrol, mesin TDI yang merevolusi efisiensi dan performa mesin diesel, serta Audi Space Frame (ASF), konstruksi bodi aluminium ringan yang meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan keselamatan.
Pendekatan inilah yang membuat Audi konsisten dikenal sebagai pelopor teknologi, bukan sekadar pengikut tren.
Perjalanan Audi di Indonesia
Audi resmi memasuki pasar otomotif Indonesia pada tahun 1997 melalui PT Garuda Mataram Motor (GMM). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari kelompok Indomobil yang bertanggung jawab atas impor dan distribusi kendaraan Audi di Tanah Air.
Saat ini, Audi Indonesia tengah berada dalam fase transisi menuju era elektrifikasi dengan menghadirkan lini e-tron. Langkah ini menjadi bukti komitmen Audi bahwa inovasi tetap harus berjalan, meskipun menghadapi tantangan pasar yang kompleks.
Audi pun kerap diposisikan sebagai alternatif menarik bagi konsumen yang menganggap Mercedes-Benz terlalu konservatif dan BMW terlalu agresif, dengan keseimbangan antara teknologi, kenyamanan, dan karakter berkendara.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.