Hino Posko Lebaran 2026 Siaga 24 Jam, Ini Daftar 18 Titik Layanan di Jalur Mudik28 Feb 2026
Hino Posko Lebaran 2026 Siaga 24 Jam, Ini Daftar 18 Titik Layanan di Jalur Mudik28 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, Hino Posko Lebaran 2026 resmi beroperasi mulai 17 hingga 26 Maret 2026. Program yang dijalankan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) ini menyiapkan 18 titik layanan yang.terdiri dari 11 Posko Mudik dan 7 Bebgkel Siaga, semuanya tersebar di jalur utama mudik Sumatera dan Jawa, dan seluruhnya siaga 24 jam.
Periode Lebaran menjadi salah satu fase tersibuk bagi kendaraan niaga. Armada bus tetap melayani angkutan penumpang antar kota dan antar provinsi, sementara truk mengangkut kebutuhan pokok serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai wilayah. Aktivitas logistik tetap berjalan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, menjelaskan kesiapan layanan tersebut.
“Pada periode mudik, kendaraan Hino memiliki peran yang sangat penting, baik untuk melayani angkutan penumpang maupun memastikan distribusi kebutuhan pokok dan BBM tetap berjalan. Dengan menyiagakan 18 titik pusat layanan di jalur strategis, kami ingin memastikan pelanggan merasa lebih tenang karena armada mereka mendapatkan dukungan yang siap membantu selama masa operasional yang sangat padat,” ujar Susilo dalam keterangannya, Kamis (27/2/2026).
11 Posko Lebaran Hino 2026 di Jalur Lintas Sumatera dan Jawa
Dari total 18 titik Hino Posko Lebaran 2026, sebanyak 11 merupakan Posko Lebaran yang ditempatkan di lokasi strategis jalur mudik nasional.
Jalur Lintas Sumatera:
Rumah Makan Umega, Jalan Lintas Sumatera Km 200, Dharmasraya, Sumatera Barat
Rumah Makan Simpang Raya, Kabupaten Muaro Jambi
Rumah Makan Musi Indah, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan
Rumah Makan Siang Malam, Jalan Lintas Sumatera Km 6, Kalianda, Lampung
Rumah Makan Menanti Raya, Jalan Alternatif Tol Merak, Kota Cilegon, Banten
Jalur Tol dan Lintas Jawa:
Rest Area Tol Cikampek–Palimanan Km 102
7. Rumah Makan Brawijaya, Exit Tol Ciperna, jalur Cirebon–Kuningan
Rumah Makan Sari Rasa, Jalan Raya Weleri–Kendal, Jawa Tengah
Rumah Makan Pananjung 3, Jalan Raya Rajapolah Km 16, Tasikmalaya
Rumah Makan Lestari, Jalan Revolusi No. 6, Kebumen
Rumah Makan Duta 3, Exit Tol Ngawi Km 579, Jawa Timur
Seluruh Posko mudik Hino 2026 ini beroperasi penuh selama periode 10 hari.
7 Bengkel Siaga Hino Beroperasi Selama Mudik
Selain Posko Lebaran, terdapat 7 Bengkel Siaga Hino yang tetap melayani pelanggan selama periode mudik Lebaran 2026. Lokasinya meliputi:
Hudaya Maju Mandiri (HMM), Jalan Raya Teuku Umar Km 44, Cibitung
Daya Guna Motor Indonesia (DGMI), Jalan Jenderal Sudirman, Karawang
Indosentosa Trada (IST), Jalan Raya Rancaekek, Bandung
Duta Cemerlang Motor (DCM), Jalan Raya Boyolali–Semarang
Indomobil Prima Niaga (IPN) Surabaya, Jalan Raya Kletek, Sidoarjo
IPN Medan, Jalan Medan–Lubuk Pakam Km 26, Deli Serdang
HMSI Jatake, Jalan Gatot Subroto Km 8,5, Tangerang
Keberadaan Bengkel Siaga Hino ini melengkapi layanan Posko Lebaran bagi kendaraan yang membutuhkan penanganan teknis lebih lanjut.
Layanan Gratis dan Imbauan Pemeriksaan Kendaraan
Di setiap titik Hino Posko Lebaran 2026, pelanggan dapat memanfaatkan layanan pengecekan kendaraan, konsultasi teknis, fasilitas storing unit, serta suvenir. Layanan diberikan tanpa biaya selama periode operasional.
HMSI juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi jarak jauh, terutama pada komponen vital seperti sistem pengereman, mesin dan sistem pendingin, ban, suspensi, kemudi, serta sistem kelistrikan.
Dengan total 18 titik layanan yang tersebar di jalur mudik Sumatera dan Jawa, Hino Posko Lebaran 2026 menjadi bagian dari dukungan operasional kendaraan niaga selama periode Lebaran 2026.
Lihat Selengkapnya
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Jelajah Sulawesi 6.000 Km, Om Daeng Tuntaskan Touring Pakai XMAX TECHMAX27 Feb 2026
Makassar, Goodcar.id – Perjalanan lintas negara sejauh 27.000 kilometer menuju Mekkah yang dituntaskan Anshar alias Om Daeng dengan XMAX generasi pertama kini berlanjut dalam skala domestik. Awal 2026, ia memulai ekspedisi bertajuk Jelajah Sulawesi menggunakan Yamaha XMAX TECHMAX generasi terbaru.
Touring ini berlangsung selama 25 hari, sejak 17 Januari hingga 13 Februari, dengan total jarak tempuh sekitar 6.000 kilometer. Dalam periode tersebut, Om Daeng melintasi 69 kabupaten dan kota di Pulau Sulawesi.
Perjalanan dimulai dari Makassar, lalu bergerak ke Bulukumba, Bone, Malili, Kolaka, Kendari, Baubau, Morowali, Ampana, Luwuk Banggai, Gorontalo, Manado, Bitung, Palu, Mamuju, Pinrang hingga Toraja. Karakter jalur yang ditempuh pun beragam, mulai dari pesisir pantai, jalan antar kota, hingga pegunungan dengan kontur menantang.
Touring Sekaligus Misi Sosial
Jelajah Sulawesi tidak hanya soal jarak tempuh. Dalam setiap provinsi yang disinggahi, Om Daeng menyempatkan diri menjalankan kegiatan sosial.
Beberapa agenda yang dilakukan antara lain berbagi sembako di panti asuhan Baubau, berbagi sembako dan mainan anak di pondok pesantren Kotamobagu, hingga membagikan alat tulis di panti asuhan Palu. Kegiatan tersebut dilakukan di sela perjalanan touring yang padat.
“Kebahagiaan terbesar dalam perjalanan ini bukan hanya sampai tujuan dengan selamat dan menikmati keindahan alam Sulawesi, tapi bisa berbagi langsung dan melihat senyum anak-anak di setiap kota yang saya datangi serta bersilaturahmi dengan kawan-kawan sesama biker MAXI Yamaha,” ujar Om Daeng.
Ia juga menyebut hampir di setiap kota mendapatkan dukungan dari komunitas pengguna MAXI Yamaha setempat.
Dari seluruh rute yang dilalui, jalur Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah menjadi salah satu yang paling menguji konsentrasi. Jalan sempit di pegunungan, tanjakan panjang, turunan curam, serta tikungan teknikal mendominasi lintasan tersebut.
“Di sini benar-benar menguji fokus dan stamina. Tapi XMAX TECHMAX terasa lebih ringan dan lincah saat harus bermain di tikungan pegunungan,” kata Om Daeng.
Sebaliknya, rute Amurang menuju Kotamobagu disebut sebagai jalur paling indah. Lanskap pesisir yang tenang berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk menjadi kombinasi yang kontras namun khas Sulawesi Utara.
Dalam perjalanan Jelajah Sulawesi, Om Daeng membandingkan pengalamannya dengan XMAX generasi pertama yang sebelumnya membawanya menembus 12 negara hingga Timur Tengah.
Menurutnya, ada peningkatan signifikan dari sisi handling dan kelincahan pada XMAX TECHMAX terbaru.
“Motor ini terasa lebih ramping, lebih lincah, dan lebih ringan. Handling jauh lebih enak, terutama untuk jalur pegunungan. Overall riding experience meningkat lebih baik,” ujarnya.
Salah satu fitur yang disebut membantu selama perjalanan jarak jauh adalah sistem navigasi Garmin Street Cross yang terintegrasi di panel TFT meter. Fitur ini memudahkan pemantauan rute tanpa harus membuka ponsel, terutama saat kondisi hujan.
Selain itu, jok model Eropa dengan sandaran atau lumbar support juga dinilai memberikan kenyamanan tambahan selama menempuh ribuan kilometer.
“Awalnya saya pikir navigasi tidak terlalu terpakai. Tapi ternyata sangat membantu dan petanya akurat. Saat hujan saya tidak perlu mengeluarkan HP lagi. Model jok Eropa ini juga enak digunakan, duduk lama tidak terasa pegal,” tambahnya.
Perjalanan Berlanjut ke NTT
Setelah menyelesaikan Jelajah Sulawesi sejauh 6.000 kilometer, Om Daeng tidak berhenti. Ia dijadwalkan melanjutkan ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur dengan menyeberang dari Pelabuhan Bira, Sulawesi Selatan menuju Labuan Bajo.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari misi eksplorasi dan kegiatan sosial yang telah dijalankan selama touring di Sulawesi. Dengan rute baru yang menanti, perjalanan Om Daeng bersama XMAX TECHMAX memasuki babak berikutnya.
Jelajah Sulawesi menjadi penanda bahwa perjalanan panjang bukan hanya soal menaklukkan jarak, tetapi juga soal konsistensi, ketahanan fisik, serta interaksi sosial di setiap kota yang disinggahi. Touring 6.000 kilometer dalam 25 hari membuktikan bahwa rute domestik pun menyimpan tantangan yang tak kalah kompleks dibanding lintas negara.
Lihat Selengkapnya
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Ekspor Toyota Indonesia 2025 Tembus 298 Ribu Unit, Naik 8 Persen27 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id – Ekspor Toyota Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 nyaris menyentuh angka 300 ribu unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), total ekspor Completely Built Up (CBU) Toyota tercatat mencapai 298.457 unit.
Angka tersebut naik 8 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 276.089 unit. Secara kontribusi, Toyota masih menjadi pemain utama dalam ekspor kendaraan nasional dengan porsi sekitar 60 persen dari total ekspor CBU Indonesia dalam periode 2020–2025.
Sepanjang 2025, total ekspor kendaraan nasional sendiri mencapai 518.212 unit. Artinya, lebih dari separuh unit yang dikirim ke berbagai negara berasal dari lini produksi Toyota di Indonesia.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.
“Prestasi ekspor Toyota Indonesia yang hampir menyentuh angka 300 ribu unit ini dapat kami capai berkat dukungan Pemerintah Indonesia, masyarakat, stakeholder, serta peran rantai pasok industri otomotif nasional yang kuat dari hulu dan hilir,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut dia, peningkatan ekspor kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (ICE) maupun elektrifikasi pada 2025 ikut memperkuat fondasi industri otomotif nasional serta berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia.
Model Andalan Ekspor Toyota Indonesia 2025
Dari sisi model, ekspor Toyota Indonesia 2025 ditopang oleh sejumlah nama yang sudah familiar di pasar domestik maupun global.
Untuk segmen Sport Utility Vehicle (SUV), total ekspor mencapai 139.552 unit yang berasal dari model seperti Toyota Fortuner, Rush, Raize, dan Yaris Cross. Angka ini menjadi kontributor terbesar dalam struktur ekspor Toyota tahun lalu.
Sementara itu, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) menyumbang 81.905 unit. Model seperti Toyota Kijang Innova Zenix, Avanza, dan Veloz menjadi tulang punggung di kategori ini.
Untuk tipe hatchback, Agya mencatatkan ekspor sebanyak 33.675 unit. Sedangkan kendaraan komersial ringan seperti Town Ace dan Lite Ace berkontribusi 20.457 unit.
Distribusi model tersebut menunjukkan bahwa kendaraan berbasis kebutuhan keluarga dan SUV masih menjadi komoditas utama ekspor Toyota Indonesia ke berbagai negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, hingga Oseania.
Elektrifikasi Ikut Tumbuh, HEV Naik 23 Persen
Selain model konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang 2025, total ekspor model hybrid mencapai 22.868 unit, naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 18.553 unit.
Dua model utama yang berkontribusi adalah Toyota Kijang Innova Zenix HEV dengan 13.343 unit dan Toyota Yaris Cross HEV sebanyak 9.525 unit.
Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pasar global mulai menerima produk elektrifikasi buatan Indonesia, terutama untuk model hybrid yang diproduksi dengan tingkat kandungan lokal tinggi.
Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Bob Azam, menegaskan bahwa capaian ekspor saat ini merupakan hasil perjalanan panjang industri otomotif nasional.
“Pencapaian ini tidak dapat diraih melalui proses singkat, tetapi membutuhkan kerja keras dan dedikasi panjang. Perjalanan membangun industri otomotif nasional dimulai dari aktivitas impor di tahun 1970-an, kemudian melakukan produksi dalam skala besar mulai dari mesin, komponen, alat bantu produksi, dan kendaraan utuh,” kata Bob.
Ia menambahkan, peningkatan tingkat kandungan lokal yang kini telah mencapai sekitar 80 persen menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Total Ekspor Tembus 3,15 Juta Unit Sejak 1987
Secara kumulatif, sejak 1987 hingga akhir 2025, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.151.794 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara. Angka tersebut menjadi indikator konsistensi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor strategis di kawasan.
Dengan tren pertumbuhan ekspor yang terus positif dalam lima tahun terakhir, kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional tetap signifikan. Data 2025 memperlihatkan bahwa ekspor Toyota Indonesia bukan sekadar angka tahunan, tetapi bagian dari struktur industri yang terus berkembang.
Capaian 298.457 unit di 2025 menjadi penanda bahwa produksi dalam negeri masih kompetitif di pasar global, baik untuk model ICE maupun elektrifikasi. Dan dengan fondasi rantai pasok yang semakin kuat, ekspor Toyota Indonesia diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama industri otomotif nasional ke depan.
Lihat Selengkapnya
JAECOO J5 EV Keliling Sudirman–Thamrin Pakai Truk Transparan26 Feb 2026
JAECOO J5 EV Keliling Sudirman–Thamrin Pakai Truk Transparan26 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Dalam beberapa hari terakhir, perhatian pengguna jalan di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta, tertuju pada satu pemandangan tak biasa: sebuah SUV putih dipajang di dalam truk transparan yang melaju pelan di tengah lalu lintas ibu kota.
Unit tersebut adalah JAECOO J5 EV, SUV listrik yang belakangan ramai dibicarakan karena penjualannya langsung melesat di awal tahun.
SUV Listrik Terlaris Versi GAIKINDO
Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit. Angka itu membuatnya memimpin segmen SUV listrik nasional pada periode tersebut.
Tak hanya itu, capaian tersebut juga membawa merek JAECOO masuk jajaran 9 besar merek otomotif terlaris di Indonesia.
Data ini memperlihatkan satu tren menarik, SUV listrik bukan lagi sekadar alternatif, tapi mulai jadi pilihan utama konsumen yang mencari kombinasi performa, efisiensi, dan teknologi.
Jarak Tempuh Tembus 500 Km
Dari sisi performa, JAECOO J5 EV dibekali baterai 60,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 461 km berdasarkan standar NEDC.
Menariknya, dalam pengujian internal di Indonesia dengan kombinasi rute tol dan non-tol, SUV ini mencatat angka hingga 534,1 km dalam sekali pengisian penuh. Artinya, rute Jakarta–Semarang secara teori bisa ditempuh tanpa isi ulang daya.
Untuk pengisian cepat, J5 EV mendukung DC fast charging hingga 130 kW. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen diklaim hanya butuh sekitar 28 menit—cukup sambil ngopi sebentar di rest area saat perjalanan antar kota.
Selain itu, tersedia fitur regenerative braking system yang mengubah energi pengereman menjadi tambahan daya listrik.
Spesifikasi Motor lIstrik Jaecoo J5 EV
JAECOO J5 EV mengandalkan motor listrik bertenaga 155 kW atau setara 210 PS dengan torsi 288 Nm. Konfigurasinya Front-Wheel Drive (FWD).
Tersedia tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian atau gaya berkendara lebih responsif.
Untuk menunjang efisiensi, SUV ini memakai teknologi Active Grille Shutter (AGS) yang menyesuaikan aliran udara secara otomatis demi meningkatkan aerodinamika.
Struktur bodinya menggunakan baja berkekuatan tinggi dengan rasio di atas 77 persen. Suspensi independen terpasang di keempat roda.
Ground clearance 200 mm, sudut approach 20 derajat, dan departure angle 29,8 derajat memberi fleksibilitas lebih saat melintasi jalan bergelombang atau akses menuju area outdoor.
17 ADAS dan Kamera 540 Derajat
Dari sisi keselamatan, J5 EV dibekali 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Sistem ini didukung 6 airbags dan kamera 540° HD panoramic view yang memberikan visibilitas sekeliling hingga bagian bawah kendaraan, membantu manuver sekaligus meminimalkan blind spot.
Masuk ke interior, nuansanya modern dengan layar sentuh vertikal 13,2 inci Full HD serta panel instrumen digital 8 inci.
Sistem infotainment mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, plus voice command untuk mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan.
Ada juga Internet of Vehicle dan konektivitas aplikasi smartphone yang memungkinkan pengguna mengatur suhu kabin, jendela, hingga jadwal pengisian daya dari jarak jauh.
Fitur Praktis untuk Harian dan Outdoor
JAECOO J5 EV menggunakan electronic column shifter untuk memberi ruang lebih lega di konsol tengah.
Fitur kenyamanan meliputi:
Dual-zone climate control
Fast wireless charging 50W dengan sistem pendingin
Ambient lighting 64 warna
Double-layer soundproof glass
Selain itu jok depan tersedia pengaturan elektrik (6-way untuk pengemudi dan 4-way untuk penumpang depan) serta ventilated seats pada varian Premium.
Untuk kepraktisan, tersedia 35 kompartemen penyimpanan. Bagasi 480 liter bisa diperluas hingga 1.180 liter, ditambah frunk 35 liter di bagian depan.
SUV ini juga mendukung Vehicle-to-Load (V2L) hingga 3,3 kW, memungkinkan suplai listrik ke perangkat eksternal saat camping atau aktivitas luar ruang.
Material jok diklaim scratch-resistant dan kabin dilengkapi sistem filtrasi udara untuk menyaring partikel halus, termasuk debu dan bulu hewan.
Dengan kombinasi performa 210 PS, jarak tempuh lebih dari 500 km dalam pengujian internal, serta fitur ADAS lengkap, JAECOO J5 EV jelas tidak sekadar tampil sensasional lewat truk transparan di Sudirman.
Angka distribusi awal tahun menunjukkan respons pasar yang cukup kuat. Kini pertanyaannya: apakah tren SUV listrik terlaris ini bisa konsisten di bulan-bulan berikutnya?
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.