Jakarta, Goodcar.id – Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat efisiensi konsumsi bahan bakar kembali menjadi perhatian pemilik mobil. Di tengah kondisi harga energi yang masih dipengaruhi situasi global, cara berkendara menjadi salah satu faktor yang bisa menentukan seberapa sering mobil harus mampir ke SPBU.
Pada mobil hybrid, pengemudi sebenarnya punya peluang lebih besar untuk menekan konsumsi bensin. Sistem hybrid dapat mengatur penggunaan mesin bensin dan motor listrik sesuai kondisi berkendara, tetapi cara pengemudi menginjak pedal gas, melakukan pengereman, hingga menjaga kecepatan tetap berpengaruh terhadap hasil akhirnya.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan pemilik mobil hybrid tidak harus mengubah kebiasaan berkendara secara drastis untuk mendapatkan manfaat efisiensi.
”Hybrid EV Toyota seperti New Veloz Hybrid EV merupakan solusi yang paling tepat untuk menyiasati kenaikan harga bahan bakar. Tidak perlu mengubah kebiasaan berkendara, AutoFamily dapat langsung merasakan benefit dari efisiensi mesin hybrid-nya. Konsumsi bensin masih bisa lebih ditekan kalau AutoFamily dapat memaksimalkan fitur-fitur yang dimiliki oleh mobil hybrid dari Toyota yang harganya sejauh ini paling terjangkau,” terang Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Rabu (22/4/2026).
Pada dasarnya, prinsip berkendara mobil hybrid cukup sederhana: buat mobil bergerak sehalus mungkin dan manfaatkan motor listrik ketika kondisinya memungkinkan. Ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan agar efisiensi sistem hybrid bekerja lebih maksimal.
Jangan Agresif Injak Pedal Gas
Kebiasaan menginjak pedal gas dalam-dalam setiap kali mulai bergerak justru bukan cara terbaik untuk mengejar konsumsi BBM irit.
Pada mobil hybrid, sistem akan menentukan kapan mesin bensin dan motor listrik bekerja berdasarkan kebutuhan tenaga. Karena itu, akselerasi yang dilakukan secara bertahap membuat distribusi tenaga bisa berlangsung lebih efisien.
Bukan berarti pengemudi harus membawa mobil dengan sangat lambat. Kuncinya adalah menjaga input pedal gas tetap halus dan tidak melakukan akselerasi mendadak tanpa kebutuhan.
Manfaatkan Motor Listrik Saat Kecepatan Rendah
Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah kemampuannya menggunakan motor listrik dalam kondisi tertentu.
Ketika mobil bergerak dengan kecepatan rendah atau membutuhkan tenaga yang relatif kecil, sistem hybrid dapat mengandalkan motor listrik selama kondisi baterai memungkinkan. Situasi seperti lalu lintas perkotaan, keluar dari parkiran, atau bergerak perlahan bisa menjadi kesempatan untuk mengurangi penggunaan mesin bensin.
Karena itu, pengemudi sebaiknya tidak terbiasa melakukan akselerasi berlebihan pada situasi yang sebenarnya tidak membutuhkan tenaga besar.
Manfaatkan EV Mode Jika Tersedia
Sejumlah mobil hybrid menyediakan EV Mode yang memungkinkan kendaraan bergerak menggunakan tenaga listrik selama persyaratan sistem terpenuhi.
Fitur ini bisa dimanfaatkan ketika kondisi jalan dan kapasitas baterai mendukung. Penggunaan EV Mode secara tepat dapat mengurangi kebutuhan mesin bensin bekerja, terutama pada kondisi berkendara dengan kebutuhan tenaga rendah.
Namun, jangan memaksakan EV Mode ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar. Sistem hybrid pada dasarnya sudah dirancang untuk menentukan sumber tenaga yang paling sesuai dengan kondisi kendaraan.
Jaga Kecepatan Tetap Stabil
Mobil hybrid paling tidak menyukai pola berkendara yang terlalu banyak berubah secara mendadak jika targetnya adalah efisiensi.
Akselerasi, pengereman, kemudian akselerasi lagi membuat energi yang sudah digunakan untuk menambah kecepatan kembali terbuang saat pengereman. Setelah itu, mobil membutuhkan energi lagi untuk mencapai kecepatan sebelumnya.
Menjaga kecepatan secara stabil membuat kerja sistem penggerak menjadi lebih konsisten. Di jalan bebas hambatan, misalnya, pengemudi bisa mempertahankan kecepatan sesuai batas yang berlaku tanpa terlalu sering melakukan akselerasi dan pengereman.
Jangan Terlalu Dekat dengan Mobil di Depan
Menjaga jarak aman bukan cuma soal keselamatan. Kebiasaan ini juga membantu membuat pola berkendara lebih halus.
Ketika jarak terlalu dekat, pengemudi cenderung lebih sering menginjak rem karena kendaraan di depan melambat. Setelah itu pedal gas kembali diinjak untuk mengejar jarak yang hilang.
Pola seperti ini membuat konsumsi energi menjadi kurang efisien. Dengan jarak yang cukup, pengemudi punya ruang untuk melepas pedal gas lebih awal dan membiarkan mobil melambat secara bertahap sebelum kembali berakselerasi.
Maksimalkan Regenerative Braking
Sistem regenerative braking menjadi salah satu bagian penting dalam mobil hybrid. Ketika mobil melambat atau mengerem, sebagian energi kinetik dapat dikonversi kembali menjadi energi listrik untuk mengisi baterai.
Karena itu, pengereman sebaiknya dilakukan secara halus dan terencana. Ketika melihat kendaraan di depan mulai melambat, pengemudi bisa melepas pedal gas lebih awal dan membiarkan sistem melakukan deselerasi.
Cara tersebut berbeda dengan kebiasaan mengerem keras pada detik terakhir. Selain membuat berkendara lebih nyaman, deselerasi yang terkontrol memberi kesempatan sistem regeneratif bekerja lebih optimal.
Pilih Mode ECO Saat Kondisi Memungkinkan
Jika mobil hybrid memiliki mode berkendara seperti ECO, fitur tersebut bisa digunakan ketika pengemudi tidak membutuhkan respons akselerasi yang agresif.
Mode ECO umumnya mengatur respons kendaraan agar lebih berorientasi pada efisiensi. Konsekuensinya, respons pedal gas bisa terasa lebih kalem dibandingkan mode berkendara yang mengejar performa.
Untuk penggunaan harian di perkotaan, karakter tersebut justru bisa membantu pengemudi menjaga gaya berkendara tetap santai.
Jangan Lupa Kondisi Ban
Efisiensi hybrid tidak hanya ditentukan sistem penggerak. Kondisi kendaraan secara keseluruhan tetap berpengaruh.
Tekanan ban yang terlalu rendah meningkatkan hambatan gulir sehingga mobil membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak. Sebaliknya, tekanan ban yang terlalu tinggi juga tidak dianjurkan karena dapat memengaruhi kenyamanan dan grip.
Pastikan tekanan ban mengikuti rekomendasi pabrikan dan lakukan pengecekan secara berkala.
Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi
Mobil hybrid tetap menggunakan mesin bensin, sehingga jenis BBM yang digunakan harus mengikuti rekomendasi pabrikan.
Menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi mesin membantu proses pembakaran bekerja sebagaimana mestinya. Jangan hanya mengejar harga BBM paling murah jika tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.
Efisiensi juga bukan berarti menggunakan bahan bakar dengan kualitas atau spesifikasi di bawah rekomendasi.
Servis Jangan Menunggu Bermasalah
Terakhir, jangan menganggap teknologi hybrid membuat mobil bebas perawatan.
Mesin bensin, motor listrik, baterai hybrid, sistem kontrol, transmisi, ban, hingga komponen pendukung lainnya tetap perlu diperiksa secara berkala. Kondisi kendaraan yang prima membantu sistem hybrid bekerja sesuai rancangan dan menjaga efisiensi tetap optimal.
Jadi, ketika harga BBM naik, cara paling sederhana untuk menghemat bukan selalu mencari jalan dengan jarak paling pendek atau mengurangi penggunaan mobil. Pada mobil hybrid, cara membawa mobil juga punya peran besar.
Akselerasi halus, kecepatan stabil, memanfaatkan regenerative braking, menjaga jarak dengan kendaraan di depan, menggunakan EV Mode dan ECO Mode ketika tersedia, serta memastikan kondisi mobil tetap prima merupakan kebiasaan yang bisa membantu menekan konsumsi bensin sehari-hari.
Sebagai gambaran, New Veloz Hybrid EV pernah mencatat konsumsi hingga 28,9 km/liter dalam pengujian media otomotif. Namun angka konsumsi BBM pada pemakaian sehari-hari tetap bisa berbeda karena dipengaruhi kondisi lalu lintas, kecepatan, beban kendaraan, rute, penggunaan AC, serta gaya berkendara.