JAKARTA, Goodcar.id – Bayangkan mobil listrik mengalami kendala di tengah perjalanan dan harus diderek ke bengkel. Masalahnya belum selesai ketika mobil sudah naik truk derek. Pemiliknya tetap harus memikirkan satu hal: bagaimana melanjutkan perjalanan sementara mobil masuk dealer untuk diperiksa.
Situasi seperti itu yang coba dijawab GAC Indonesia melalui program “Your Journey, Our Care”. Bukan cuma menyediakan bantuan derek, GAC Indonesia juga menyiapkan biaya perjalanan menggunakan layanan Grab dengan nilai maksimal Rp300.000 selama kendaraan mendapatkan penanganan.
Program tersebut berlaku bagi konsumen selama masa garansi kendaraan masih aktif, dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Skema ini menjadi bagian dari layanan purnajual GAC Indonesia untuk pemilik kendaraan listrik yang mengalami kendala dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
“Bagi GAC Indonesia, pengalaman kepemilikan tidak hanya tentang kendaraan yang digunakan setiap hari, tetapi juga bagaimana kami hadir ketika pelanggan membutuhkan bantuan. Melalui ‘Your Journey, Our Care’, kami ingin memberikan rasa tenang dengan menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada kendaraan, tetapi juga membantu pelanggan tetap melanjutkan aktivitas ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Kami berharap program ini dapat membuat pelanggan tetap merasa didampingi dalam berbagai kondisi,” ujar Andry Ciu, CEO GAC Indonesia.
Skemanya dimulai ketika kendaraan mengalami kendala dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Pemilik dapat menghubungi GAC AION Roadside Assistance untuk meminta bantuan. Tim kemudian melakukan konfirmasi lokasi kendaraan sebelum mengirimkan truk derek ke lokasi.
Setelah kendaraan berhasil dievakuasi, mobil akan dibawa menuju dealer GAC AION terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pada tahap ini, persoalan mobil memang berpindah ke bengkel, tetapi perjalanan pemilik tidak harus ikut berhenti.
GAC Indonesia menyediakan dukungan perjalanan menggunakan Grab agar konsumen dapat melanjutkan aktivitasnya selama kendaraan berada dalam proses penanganan. Biaya perjalanan yang ditanggung melalui program ini maksimal Rp300.000, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Urutannya cukup jelas. Konsumen menghubungi GAC AION Roadside Assistance, lokasi kendaraan dikonfirmasi, mobil diderek ke dealer GAC AION terdekat, kemudian konsumen diantar menuju dealer dan selanjutnya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan layanan Grab.
Di sinilah program “Your Journey, Our Care” mengambil pendekatan yang berbeda. Bantuan tidak berhenti ketika kendaraan berhasil dievakuasi. GAC Indonesia memasukkan kebutuhan mobilitas pemilik ke dalam rangkaian penanganan kendaraan, sehingga konsumen tidak harus mencari sendiri transportasi setelah mobilnya masuk bengkel.
Kolaborasi dengan Grab juga membuat layanan tersebut tidak hanya berpusat pada jaringan bengkel atau dealer. GAC Indonesia mencoba menghubungkan roadside assistance, layanan dealer, dan transportasi online dalam satu rangkaian ketika konsumen menghadapi kendala di jalan.
Program ini berlaku untuk lini kendaraan listrik GAC yang dipasarkan di Indonesia, termasuk AION UT, AION V, AION Y Plus, dan HYPTEC HT. Dukungan tersebut menjadi bagian dari layanan kepemilikan yang disiapkan GAC Indonesia bersama jaringan dealer resmi GAC AION.
Bagi pemilik mobil listrik, skenario kendaraan harus diderek tentu bukan kondisi yang diharapkan. Namun ketika hal tersebut terjadi, persoalannya bukan hanya soal bagaimana kendaraan sampai ke bengkel. Waktu dan aktivitas pemilik juga ikut terdampak.
Melalui program ini, GAC Indonesia mencoba memotong persoalan tersebut dari sisi mobilitas. Mobil ditangani di dealer, sementara pemilik mendapat alternatif transportasi untuk tetap menjalankan aktivitas dengan dukungan biaya perjalanan hingga Rp300.000.
Program “Your Journey, Our Care” pada akhirnya menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik tidak berhenti pada jarak tempuh, teknologi baterai, fitur, atau harga kendaraan. Layanan setelah mobil meninggalkan showroom juga menjadi bagian yang harus diperhitungkan, terutama ketika konsumen menghadapi kondisi yang tidak direncanakan di perjalanan.