JAKARTA, Goodcar.id – Biasanya sebuah mobil hanya menjadi properti dalam sebuah film. Namun, Mercedes-AMG memilih pendekatan berbeda untuk memperkenalkan Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru. Dalam kampanye global bertajuk “TOO HARD TO RESIST”, mobil performa tinggi tersebut justru dibuat seolah mengambil alih panggung dari aktor Hollywood Brad Pitt.
Kampanye Mercedes-AMG ini mulai diluncurkan secara internasional pada Oktober 2026, beberapa bulan setelah Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru diperkenalkan melalui World Premiere di Los Angeles pada Mei lalu. Brad Pitt dipilih sebagai Brand Ambassador sekaligus wajah kampanye yang membawa cerita mobil tersebut ke dalam sebuah produksi film berlatar Los Angeles.
Menariknya, Mercedes-AMG tidak menempatkan Brad Pitt hanya sebagai figur pendamping kendaraan. Dalam cerita kampanye tersebut, aktor Hollywood itu berada dalam sebuah produksi film berkelas tinggi yang kemudian berubah ketika Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru mulai mengambil peran lebih besar.
Mobil tersebut digambarkan bukan lagi sekadar kendaraan yang muncul di depan kamera, tetapi menjadi karakter yang membawa energi dan sensasi berkendara ke dalam cerita. Pendekatan ini menjadi bagian dari pesan Mercedes-AMG bahwa pengalaman berkendara tidak hanya berkaitan dengan angka performa, tetapi juga hubungan emosional antara pengemudi dan kendaraan.
Pemilihan Brad Pitt sendiri dikaitkan Mercedes-AMG dengan sejumlah nilai yang dianggap sejalan dengan karakter mereknya, yakni ambisi, performa, serta dorongan untuk terus melampaui batas. Melalui kampanye “TOO HARD TO RESIST”, Mercedes-AMG mencoba menerjemahkan karakter tersebut ke dalam cerita yang mempertemukan dunia perfilman dengan mobil performa tinggi.
Kampanye global ini diproduksi oleh team x bersama rumah produksi Tony Petersen Film dan disutradarai Simon McQuoid. Proses pengambilan gambar dilakukan bersamaan dengan rangkaian World Premiere Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru.
Namun, di balik cerita Brad Pitt dan produksi film tersebut, Mercedes-AMG juga membawa pesan yang lebih besar. Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru menjadi salah satu model yang memperlihatkan arah teknologi performa Mercedes-AMG memasuki era elektrifikasi.
Model ini menggunakan AMG Electric Architecture atau AMG.EA, platform kendaraan listrik berperforma tinggi yang dikembangkan khusus untuk model-model Mercedes-AMG generasi mendatang.
Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru dibekali tiga motor listrik dengan teknologi axial flux. Sistem tersebut dipadukan dengan baterai yang menggunakan sistem pendinginan langsung untuk mendukung kebutuhan performa tinggi kendaraan.

Di atas kertas, kombinasi tersebut menghasilkan tenaga hingga 860 kW atau sekitar 1.169 hp. Angka ini menempatkan Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru dalam wilayah performa yang jauh dari gambaran mobil listrik konvensional.
Teknologi yang digunakan pada mobil tersebut sebelumnya telah diperlihatkan Mercedes-AMG melalui CONCEPT AMG GT XX. Mobil konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi performa listrik Mercedes-AMG dan telah menjalani pengujian performa di Nardò pada 2025.
Bagi Mercedes-AMG, pengembangan tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak otomatis berarti karakter performa harus ditinggalkan. Sebaliknya, platform AMG.EA disiapkan untuk membawa pendekatan baru terhadap bagaimana tenaga listrik digunakan pada mobil performa tinggi.
Kampanye “TOO HARD TO RESIST” kemudian menjadi cara Mercedes-AMG untuk memperkenalkan arah tersebut dengan pendekatan yang berbeda. Brad Pitt memang menjadi wajah yang membawa cerita, tetapi Mercedes-AMG GT 4-Door Coupé terbaru justru ditempatkan sebagai pusat perhatian.
Dengan tenaga hingga 1.169 hp dan penggunaan tiga motor listrik berteknologi axial flux, mobil ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana Mercedes-AMG menerjemahkan performa ke dalam era elektrifikasi.
Dari Los Angeles, Mercedes-AMG tidak hanya membawa cerita tentang sebuah mobil baru. Mereka juga mencoba menunjukkan bahwa ketika sebuah mobil memiliki karakter performa yang kuat, perannya di depan kamera bisa berubah dari sekadar properti menjadi bagian utama dari cerita.