JAKARTA, Goodcar.id – Situasi jalan bisa berubah cepat ketika ada aksi massa. Ruas yang biasanya lancar dapat mendadak padat, ditutup, atau dialihkan. Buat pengemudi yang sudah terlanjur berada di kawasan tersebut, keputusan yang salah justru bisa membuat situasi semakin rumit.
Karena itu, mengetahui cara aman berkendara saat ada aksi massa penting dilakukan, terutama jika rute perjalanan melewati kawasan yang berpotensi menjadi lokasi aksi. Bukan cuma soal mencari jalan lain, tetapi juga bagaimana mengambil keputusan ketika kondisi di depan kendaraan tiba-tiba berubah.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan pengemudi agar tetap aman saat berkendara di sekitar lokasi aksi massa:
1. Pantau informasi aksi massa sebelum berangkat
Sebelum menyalakan mesin, luangkan waktu untuk mencari informasi mengenai lokasi, waktu, dan potensi penutupan jalan akibat aksi massa. Informasi bisa diperoleh melalui media berita kredibel, aplikasi navigasi dengan informasi lalu lintas real-time, maupun kanal resmi kepolisian dan pihak berwenang.
Jangan hanya mencari tahu lokasi aksi. Perhatikan juga ruas jalan di sekitar titik tersebut karena pengalihan arus dapat membuat kemacetan meluas ke kawasan lain.
2. Siapkan rute alternatif
Jangan bergantung pada satu jalur ketika berkendara di tengah kondisi lalu lintas yang tidak menentu. Siapkan beberapa rute alternatif sebelum berangkat.
Aplikasi peta digital dapat membantu melihat kondisi lalu lintas dan menawarkan jalur lain. Namun, kondisi di lapangan bisa berubah lebih cepat sehingga pengemudi tetap perlu memperhatikan rambu dan arahan petugas.
3. Jangan panik ketika tiba-tiba terjebak
Jika baru mengetahui adanya aksi massa setelah berada di dekat lokasi, jangan langsung panik. Kurangi kecepatan dan perhatikan kondisi di sekitar kendaraan.
Hindari manuver mendadak, memotong kendaraan lain, atau memaksakan diri melewati jalur yang sudah dipenuhi massa. Beri waktu untuk menentukan pilihan yang paling aman.
4. Jaga jarak dengan kendaraan di depan
Jarak aman menjadi semakin penting ketika kondisi lalu lintas padat atau arus kendaraan bergerak tidak beraturan. Berikan ruang yang cukup dengan kendaraan di depan agar masih memiliki waktu untuk melakukan pengereman atau mengubah arah apabila kondisi berubah.
Jangan pula terlalu mendekati kerumunan apabila tidak ada kepentingan untuk berada di kawasan tersebut.
5. Tutup kaca dan kunci pintu mobil
Saat melewati kawasan yang situasinya tidak kondusif, pastikan seluruh kaca mobil tertutup dan pintu dalam kondisi terkunci.
Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko masuknya debu, asap, atau zat iritan ke dalam kabin serta mencegah akses dari luar kendaraan. Jika kondisi di depan sudah mengarah pada situasi berbahaya, jangan mengandalkan kaca tertutup sebagai perlindungan utama. Segera cari jalur untuk menjauh.
6. Jangan melakukan provokasi
Pengemudi sebaiknya tidak ikut terlibat dalam situasi di luar kepentingan perjalanan. Hindari membunyikan klakson secara berlebihan, berteriak, mengumpat, atau melakukan tindakan yang dapat memicu konfrontasi.
Tetap fokus pada kondisi lalu lintas dan cari kesempatan untuk keluar dari kawasan tersebut dengan aman.
7. Jangan memaksakan diri menerobos kerumunan
Ketika jalan sudah tertutup massa atau petugas melakukan pengalihan arus, jangan memaksakan kendaraan untuk terus maju.
Jika tersedia ruang untuk berbalik atau mengambil jalur alternatif, lakukan dengan hati-hati. Bila tidak memungkinkan, lebih baik berhenti di lokasi yang aman dan menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali bergerak.
8. Siapkan perlengkapan darurat di mobil
Pengemudi sebaiknya membawa perlengkapan dasar seperti air minum, makanan ringan, masker, charger atau powerbank ponsel.
Perlengkapan tersebut berguna apabila perjalanan terhambat lebih lama dari perkiraan. Namun, masker dan perlengkapan darurat bukan alasan untuk menerobos kawasan yang sudah berbahaya. Jika terdapat gas air mata atau zat iritan di sekitar kendaraan, langkah yang lebih aman adalah segera menjauh dari sumber paparan apabila memungkinkan.
9. Ikuti arahan petugas kepolisian
Ketika ada petugas yang mengatur lalu lintas, ikuti instruksi yang diberikan. Penutupan jalan dan pengalihan arus dapat dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Jangan memaksakan diri mengikuti rute awal jika petugas mengarahkan kendaraan ke jalur lain. Dalam situasi aksi massa, keselamatan harus menjadi prioritas dibanding mempertahankan rute perjalanan yang sudah direncanakan.