Platform Otomotif Terpercaya
Platform Otomotif Terpercaya
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Transparansi dan Kepercayaan
Transparansi dan Kepercayaan
Koleksi Mobil Bekas Berkualitas
MPV
City Car
Luxury
SUV
Sedan
Hybrid
Koleksi Mobil Bekas MPV
Lihat Semua
12
Mobil Great New Xenia 2019 Bekas
2019
Grade B
MT
146.500 Km
Rp 135.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.150.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2023 Bekas
2023
Grade B
MT
27.737 Km
Rp 150.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.500.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil Mobilio 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
142.730 Km
Rp 156.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.640.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas City Car
Lihat Semua
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2023 Bekas
2023
Grade B
MT
27.737 Km
Rp 150.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.500.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil Brio 2016 Bekas
2016
Grade C
MT
125.389 Km
Rp 115.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.722.000
Kota Adm. Jakarta Timur
11
Mobil Magnite 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
26.652 Km
Rp 210.000.000
Cicilan mulai dari Rp 4.900.000
Kabupaten Cirebon
+1 LAINNYA
Koleksi Mobil Bekas Luxury
Lihat Semua
12
Mobil A-Class 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
4.684 Km
Rp 1.150.000.000
Cicilan mulai dari Rp 26.833.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Evoque 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
13.250 Km
Rp 1.900.000.000
Cicilan mulai dari Rp 44.333.000
Kota Adm. Jakarta Utara
12
Mobil Discovery 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
13.854 Km
Rp 1.700.000.000
Cicilan mulai dari Rp 39.667.000
Kota Adm. Jakarta Utara
11
Mobil Range Rover 2023 Bekas
2023
Grade B
AT
5.619 Km
Rp 5.200.000.000
Cicilan mulai dari Rp 121.333.000
Kota Adm. Jakarta Utara
Koleksi Mobil Bekas SUV
Lihat Semua
12
Mobil CR-V 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
46.386 Km
Rp 312.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.384.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil HR-V 2019 Bekas
2019
Grade E
AT
53.000 Km
Rp 231.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.390.000
Kota Tangerang Selatan
12
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade E
AT
136.532 Km
Rp 245.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.717.000
Kota Adm. Jakarta Timur
13
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
72.954 Km
Rp 325.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.583.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas Sedan
Lihat Semua
11
Mobil A8 2012 Bekas
2012
Grade B
AT
17.124 Km
Rp 620.000.000
Cicilan mulai dari Rp 14.467.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil The New 3 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
49.508 Km
Rp 0
Cicilan mulai dari Rp 0
Kota Adm. Jakarta Timur
11
Mobil C300 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
10.862 Km
Rp 850.000.000
Cicilan mulai dari Rp 20.117.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil S-Class 2015 Bekas
2015
Grade B
AT
41.250 Km
Rp 810.000.000
Cicilan mulai dari Rp 18.900.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas Hybrid
Lihat Semua
11
Mobil Range Rover Sport 2023 Bekas
2023
Grade B
AT
5.212 Km
Rp 4.700.000.000
Cicilan mulai dari Rp 109.667.000
Kota Adm. Jakarta Utara
10
Mobil All New Kicks e-Power 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
29.335 Km
Rp 200.000.000
Cicilan mulai dari Rp 4.667.000
Kota Pekanbaru
+1 LAINNYA
Discount 24%
12
Mobil All New Kicks e-Power 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
14.621 Km
24 %
Rp 380.000.000
Rp 290.000.000
Cicilan mulai dari Rp 6.767.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil All New Kicks e-Power 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
31.147 Km
Rp 250.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.833.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
Mobil Listrik
Lihat Semua
14
Mobil 4 EV
MG 4 EV
Rp 419 Juta
14
Mobil VF 6
Vinfast VF 6
Rp 384 Juta
14
Mobil Ariya
Nissan Ariya
Rp 754 Juta
14
Mobil U
NETA U
Rp 464 Juta
14
Mobil Atto 4
BYD Atto 4
Rp 464 Juta
14
Mobil UT
AION UT
Rp 330 Juta
14
Mobil e-N1
Honda e-N1
Rp 846 Juta
14
Mobil SEALION 7
BYD SEALION 7
Rp 719 Juta
14
Mobil KONA EV
Hyundai KONA EV
Rp 516 Juta
14
Mobil V
NETA V
Rp 317 Juta
14
Mobil X
NETA X
Rp 428 Juta
14
Mobil Atto 1
BYD Atto 1
Rp 195 Juta - Rp 235 Juta
14
Mobil DENZA D9
BYD DENZA D9
Rp 950 Juta
14
Mobil EV 4
KIA EV 4
Rp 380 Juta - Rp 580 Juta
14
Mobil Macan
PORSCHE Macan
Rp 2 M - Rp 3.9 M
14
Mobil EV 6
KIA EV 6
Rp 1.3 M - Rp 1.7 M
14
Mobil J6
Chery J6
Rp 505 Juta - Rp 608 Juta
14
Mobil 009
Zeekr 009
Rp 2.2 M
14
Mobil G6
Xpeng G6
Akan Datang
14
Mobil X9
Xpeng X9
Akan Datang
Jasa Inspeksi Mobil Terpercaya
Jasa Inspeksi Mobil
Mulai Dari
Rp 350.000
Rp 150.000
Jadwalkan Inspeksi
%
Corporate

Memiliki kebutuhan jasa inspeksi yang lebih banyak, lebih profesional dan bisa terintegrasi antar sistem?

Hubungi Kami
Ulasan & Artikel
Lihat Semua
Semua
Artikel
GoodBike
Tips & Trik
Ulasan
Perbedaan DP dan TDP dalam Kredit Mobil yang Harus Kamu Tahu
02 Mar 2026
Perbedaan DP dan TDP dalam Kredit Mobil yang Harus Kamu Tahu 02 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Banyak calon pembeli mobil sering bingung soal istilah DP dan TDP saat ingin membeli mobil secara kredit. Kedua istilah ini memang terdengar mirip, tetapi memiliki arti dan fungsi yang berbeda, serta berpengaruh besar pada jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Memahami perbedaan keduanya penting agar kamu bisa menyiapkan dana dengan tepat dan menghindari kebingungan saat proses kredit. Mengutip laman resmi Mitsubishi motors, disebutkan DP, atau Down Payment, adalah uang muka pokok yang dibayarkan di awal sebagai bagian dari harga mobil. DP Mengurangi Jumlah OTR “DP langsung mengurangi jumlah harga mobil yang dikredit, sehingga semakin besar DP, cicilan per bulan akan semakin ringan,” tulis Mitsubishi Motors dikutip 2 Maret 2026. Sebaliknya, DP kecil berarti cicilan per bulan akan lebih tinggi karena nominal yang dikredit lebih besar. Misalnya, jika harga mobil Rp300 juta dan kamu membayar DP sebesar Rp60 juta atau 20%, maka sisa yang dikredit adalah Rp240 juta. Cicilan per bulan akan dihitung dari angka Rp240 juta tersebut, bukan dari harga penuh mobil. Dengan kata lain, DP murni hanya untuk menekan nominal kredit dan belum termasuk biaya tambahan lainnya. Sementara itu, TDP, atau Total Down Payment, adalah total uang yang harus disiapkan di muka saat mulai kredit. TDP mencakup DP itu sendiri ditambah berbagai biaya tambahan, seperti biaya administrasi dan provisi, asuransi kendaraan, biaya fidusia, biaya STNK dan BPKB, serta kadang termasuk angsuran pertama. Misalnya, jika DP sebesar Rp60 juta, biaya administrasi dan provisi Rp5 juta, asuransi Rp7 juta, dan biaya lain-lain Rp3 juta, maka TDP yang harus dibayarkan di awal adalah Rp75 juta. Dengan kata lain, TDP memberi gambaran total uang yang harus keluar di muka, bukan hanya pokok DP. Perbedaan utama antara DP dan TDP adalah bahwa DP hanya mengurangi harga mobil yang dikredit, sedangkan TDP merupakan jumlah total uang di awal yang meliputi DP dan semua biaya tambahan. DP berfokus pada besaran kredit dan cicilan per bulan, sementara TDP menunjukkan kesiapan finansial kamu untuk membayar semua biaya di muka sebelum mobil resmi bisa dibawa pulang. Karena itu, banyak iklan mobil menampilkan angka TDP yang terlihat kecil agar menarik, padahal DP sebenarnya mungkin lebih tinggi, dan cicilan per bulan tetap tergantung pada nominal kredit dan tenor. Supaya tidak salah perhitungan, sebaiknya calon pembeli selalu mengecek DP yang ditawarkan, menghitung semua biaya tambahan yang termasuk dalam TDP, menyesuaikan DP dengan kemampuan membayar cicilan, serta memahami tenor dan bunga yang berlaku. Semakin besar DP yang dibayar, semakin ringan cicilan bulanan, tetapi tetap harus diperhitungkan apakah dana awal tersebut sesuai dengan kondisi keuangan. Dengan memahami perbedaan DP dan TDP, kamu bisa menyiapkan dana dengan tepat, menghindari cicilan berat yang membebani, dan mengambil keputusan kredit mobil yang lebih cerdas. Lihat Selengkapnya
Lamborghini Batal Luncurkan Mobil Listrik Murni, Fokus ke Plug-in Hybrid hingga 2030
02 Mar 2026
Lamborghini Batal Luncurkan Mobil Listrik Murni, Fokus ke Plug-in Hybrid hingga 2030 02 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Pabrikan supercar asal Italia, Lamborghini, resmi mengubah arah strateginya. Rencana menghadirkan mobil listrik murni atau full electric vehicle (EV) dibatalkan. Sebagai gantinya, Lamborghini akan sepenuhnya fokus pada model plug-in hybrid (PHEV) dalam beberapa tahun ke depan. Keputusan ini diambil setelah perusahaan menilai permintaan terhadap supercar listrik belum sesuai ekspektasi, terutama dari kalangan pelanggan setia mereka. Lamborghini Batalkan Proyek EV, Lanzador Diganti Plug-in Hybrid Sebelumnya, Lamborghini sempat memperkenalkan konsep mobil listrik bernama Lanzador pada 2023. Saat itu, pabrikan mengindikasikan mobil listrik pertama mereka akan meluncur paling lambat 2029. Namun, rencana tersebut kini berubah. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyatakan bahwa pengembangan EV penuh berisiko menjadi proyek mahal tanpa kepastian pasar. Ia menyebut kurva penerimaan konsumen terhadap supercar listrik saat ini “mendekati nol”. Menurutnya, berinvestasi besar pada mobil listrik ketika pasar belum siap dapat menjadi langkah yang tidak bertanggung jawab secara finansial. Dengan perubahan ini, konsep Lanzador tidak lagi dikembangkan sebagai EV murni, melainkan akan digantikan oleh model plug-in hybrid. Seluruh Line-up Lamborghini Akan Berbasis Plug-in Hybrid Mulai 2030, Lamborghini menargetkan seluruh jajaran produknya hanya terdiri dari model plug-in hybrid. Sambil berjalan, perusahaan juga menyatakan masih akan mempertahankan mesin pembakaran internal selama memungkinkan secara regulasi. Saat ini, strategi elektrifikasi Lamborghini sudah berjalan penuh lewat model-model hybrid terbaru. Beberapa produk kunci mereka antara lain: Revuelto, supercar hybrid dengan harga mulai sekitar 609.000 dolar AS. Urus plug-in hybrid, yang menjadi satu-satunya varian Urus untuk model year 2026, dengan harga mulai sekitar 252.007 dolar AS. Temerario, model hybrid terbaru dengan banderol di atas 390.000 dolar AS. Dengan kehadiran ketiga model tersebut, seluruh lini produk Lamborghini kini telah memiliki opsi hybrid. Rekor Penjualan 10.747 Unit di 2025 Di tengah perubahan strategi tersebut, Lamborghini mencatatkan performa penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sepanjang 2025, mereka mengirimkan 10.747 unit mobil ke seluruh dunia. Perusahaan menyebut pencapaian ini didorong oleh keberhasilan strategi hybridisasi yang mendapat respons positif dari konsumen global. Model-model plug-in hybrid disebut berkontribusi signifikan terhadap angka tersebut. Lamborghini sendiri berada di bawah naungan Grup Volkswagen melalui Audi, dan menjadi salah satu merek performa tinggi yang lebih selektif dalam transisi menuju elektrifikasi penuh. Faktor Emosional Jadi Pertimbangan Menurut Winkelmann, sebagian penggemar mobil sport masih kesulitan menemukan koneksi emosional dengan kendaraan listrik. Salah satu faktor yang kerap disebut adalah absennya suara khas mesin pembakaran internal. “Plug-in hybrid menawarkan yang terbaik dari dua dunia, menggabungkan kelincahan serta dorongan instan dari motor listrik dengan emosi dan tenaga dari mesin pembakaran,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan Lamborghini terhadap elektrifikasi tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menyesuaikan karakter merek dan ekspektasi konsumennya. Langkah Lamborghini mencerminkan dinamika pasar supercar global yang belum sepenuhnya beralih ke listrik murni. Di segmen mobil performa tinggi, faktor emosional, suara mesin, dan karakter berkendara masih menjadi pertimbangan utama. Dengan fokus penuh pada plug-in hybrid hingga 2030, Lamborghini memilih jalur transisi yang lebih bertahap. Strategi ini sekaligus memperlihatkan bahwa elektrifikasi di segmen ultra-luxury tidak selalu berjalan linear menuju EV murni. Ke depan, perkembangan regulasi emisi global dan respons pasar akan menjadi faktor penentu apakah Lamborghini kembali membuka opsi mobil listrik penuh. Untuk saat ini, arah perusahaan sudah jelas: hybrid adalah masa depan terdekat mereka. Lihat Selengkapnya
Hyundai ELEXIO Resmi Raih Rating Tertinggi ANCAP Berkat Fitur SmartSense
02 Mar 2026
Hyundai ELEXIO Resmi Raih Rating Tertinggi ANCAP Berkat Fitur SmartSense 02 Mar 2026 SEOUL, GoodCar.id – Hyundai Motor Company kembali mencatatkan pencapaian penting di sektor keselamatan kendaraan listrik. All-new Hyundai ELEXIO, SUV listrik segmen mid-size terbaru dari pabrikan asal Korea Selatan tersebut, resmi meraih rating bintang lima dari Australasian New Car Assessment Program (ANCAP). Pencapaian ini menegaskan komitmen Hyundai dalam menghadirkan kendaraan listrik yang tidak hanya mengedepankan teknologi dan efisiensi, tetapi juga standar perlindungan tertinggi bagi penggunanya. ANCAP sendiri dikenal sebagai lembaga pengujian keselamatan independen dengan protokol yang selaras dengan standar European New Car Assessment Programme (Euro NCAP), salah satu kerangka evaluasi keselamatan paling ketat di industri otomotif global. Lulus Standar Ketat ANCAP 2023–2025 Dalam pengujian berdasarkan protokol ANCAP periode 2023–2025, Hyundai ELEXIO menunjukkan performa perlindungan yang tinggi bagi penumpang dewasa dan anak-anak. Selain itu, SUV listrik ini juga mencatat hasil kuat dalam aspek perlindungan terhadap pengguna jalan yang rentan, seperti pejalan kaki dan pesepeda. Hasil tersebut menempatkan ELEXIO sebagai salah satu SUV listrik yang memenuhi ekspektasi keselamatan modern, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan yang tetap aman untuk seluruh anggota keluarga. Teknologi Hyundai SmartSense Jadi Andalan Keamanan Hyundai ELEXIO didukung paket teknologi aktif dan pasif Hyundai SmartSense™. Sistem ini dirancang untuk membantu pengemudi mengantisipasi potensi bahaya sekaligus meminimalkan dampak benturan apabila terjadi kecelakaan. Beberapa fitur utama yang menjadi sorotan antara lain: Nine Airbags ELEXIO dibekali sembilan airbag standar, termasuk airbag tengah depan yang berfungsi mengurangi risiko benturan antarpenumpang saat terjadi tabrakan samping. Selain itu, side airbag dengan cakupan lebih panjang memberikan perlindungan tambahan bagi seluruh baris kursi. Forward Collision-Avoidance Assist 2.0 (FCA 2.0) Sistem ini mampu mendeteksi kendaraan lain, pejalan kaki, pesepeda, hingga sepeda motor. FCA 2.0 juga dilengkapi kemampuan pengereman otomatis dalam berbagai skenario kompleks, termasuk saat melintasi persimpangan maupun ketika kendaraan bergerak mundur. Lane Keeping Assist (LKA) Fitur ini membantu menjaga kendaraan tetap berada di jalurnya melalui pemantauan marka jalan dan dukungan koreksi kemudi secara otomatis. Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA) Teknologi ini mendeteksi kendaraan di area blind spot belakang samping dan memberikan peringatan kepada pengemudi. Dalam kondisi tertentu, sistem dapat melakukan pengereman otomatis untuk mencegah tabrakan saat perpindahan jalur. Family-Focused Safety Hyundai menyetel sistem suspensi dan pengereman ELEXIO secara presisi untuk meningkatkan stabilitas dan kenyamanan. Mode khusus seperti Family Brake Mode dirancang untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih halus dan aman bagi seluruh penumpang. Advanced Body Structure Struktur bodi ELEXIO dirancang menggunakan baja berkekuatan tinggi dengan komposisi mencapai 77,5 persen. Struktur 720 derajat ini dirancang untuk menyerap dan mendistribusikan energi benturan secara optimal, sehingga meningkatkan perlindungan kabin. Performa Kuat dalam Berbagai Skenario Uji Dalam evaluasi independen ANCAP, Hyundai ELEXIO menunjukkan hasil impresif di berbagai kategori pengujian. Pada kategori perlindungan penumpang dewasa, ELEXIO mencatat performa kuat dalam uji tabrakan frontal dan samping. Integritas struktur bodi serta kehadiran airbag tengah depan dinilai efektif mengurangi risiko cedera serius. Untuk perlindungan penumpang anak, ELEXIO memperoleh penilaian “Good” dalam pengujian menggunakan boneka anak usia 6 dan 10 tahun. Sistem ISOFix dan top tether tersedia di seluruh posisi kursi belakang, memastikan fleksibilitas dan keamanan pemasangan kursi anak. Sementara pada aspek perlindungan pengguna jalan yang rentan, sistem deteksi dan respons kendaraan dinilai efektif mengenali pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara sepeda motor, termasuk dalam skenario belokan kompleks. Di kategori fitur bantuan keselamatan, rangkaian sistem seperti Autonomous Emergency Braking (AEB), Lane Support, dan Speed Assistance menunjukkan kinerja konsisten dalam berbagai skenario kritis. Komitmen Hyundai di Era Elektrifikasi Rating bintang lima dari ANCAP memperkuat posisi Hyundai ELEXIO sebagai SUV listrik yang tidak hanya modern dari sisi teknologi dan desain, tetapi juga unggul dalam aspek keselamatan. Seiring berkembangnya lini kendaraan listrik Hyundai secara global, pencapaian ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan setiap model EV memenuhi standar perlindungan tertinggi. Fokus terhadap keselamatan dinilai semakin penting, terutama di tengah transformasi industri otomotif menuju elektrifikasi dan mobilitas berkelanjutan. Dengan raihan ini, Hyundai kembali menegaskan bahwa inovasi teknologi dan perlindungan maksimal dapat berjalan beriringan. Hyundai ELEXIO pun hadir sebagai opsi SUV listrik yang mengedepankan keamanan menyeluruh bagi pengemudi, penumpang, dan pengguna jalan lainnya. Lihat Selengkapnya
Mobil Listrik Takut Kehabisan Baterai? Changan Siapkan Generator Tambahan
02 Mar 2026
Mobil Listrik Takut Kehabisan Baterai? Changan Siapkan Generator Tambahan 02 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Raksasa otomotif asal Tiongkok, Changan Automobile, lewat anak usahanya Hunan Tyen, resmi mengumumkan keberhasilan uji perdana perangkat bernama Power Turbine Generator (PTG). Perangkat ini dikembangkan secara mandiri dan ditujukan untuk menjawab satu persoalan yang masih menghantui pengguna mobil listrik murni: kekhawatiran kehabisan daya di tengah perjalanan. Hunan Tyen menjelaskan, PTG merupakan sistem tenaga tambahan yang bersifat modular. Cara kerjanya sederhana, yakni mengubah bahan bakar menjadi listrik untuk menyuplai energi ke kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Jadi, tanpa perlu mengubah struktur utama mobil, perangkat ini bisa membantu menambah pasokan daya saat dibutuhkan. Bisa Dilepas-Pasang Yang bikin menarik, PTG dirancang dengan konsep plag and play, alias lepas-pasang. Artinya, mobil listrik murni bisa dipasangi generator tambahan ini saat diperlukan, lalu dilepas kembali ketika tidak digunakan. Dengan skema seperti ini, kendaraan listrik pada dasarnya bisa berfungsi layaknya mobil dengan sistem range extender. Pengguna tak perlu melakukan modifikasi permanen. Cukup pasang perangkat saat hendak perjalanan jauh atau ketika akses pengisian daya terbatas. Pendekatan ini dinilai memberi fleksibilitas lebih luas. Terutama untuk kondisi yang selama ini jadi tantangan mobil listrik, seperti penggunaan di suhu dingin atau saat melaju konstan di kecepatan tinggi yang cenderung menguras baterai lebih cepat. Turbin Lebih Efisien, Sistem Pendingin Lebih Stabil Secara teknis, jantung dari PTG adalah turbin gas. Hunan Tyen menyebut pengembangannya melibatkan simulasi aliran fluida dan analisis turbulensi tiga dimensi untuk memaksimalkan performa kompresor dan turbin. Beberapa komponen kunci ikut disempurnakan, mulai dari sistem bantalan bola berdaya efisiensi tinggi, kompresor bersudu yang dirancang lebih optimal, hingga turbin dengan fixed-guide vane. Hasilnya, efisiensi turbin diklaim meningkat lebih dari lima persen dibanding desain sebelumnya. Tak hanya itu, unit kontrol elektronik (ECU) sebagai pusat kendali sistem juga dirancang ulang agar mampu bekerja stabil di kepadatan daya tinggi. Karena menghasilkan panas besar, sistem ini dilengkapi saluran pendingin khusus dengan strategi manajemen termal berbasis simulasi aliran panas. Tujuannya jelas: menjaga performa tetap stabil meski bekerja dalam suhu tinggi. Jika perangkat ini bekerja sesuai rencana, salah satu dampaknya adalah berkurangnya ketergantungan pada baterai berkapasitas besar. Selama ini, baterai menjadi komponen paling mahal dalam produksi mobil listrik. Dengan adanya suplai daya tambahan, kebutuhan baterai super besar bisa ditekan, setidaknya untuk skenario penggunaan tertentu. Menariknya, teknologi ini tak hanya diproyeksikan untuk mobil penumpang. Hunan Tyen juga membuka peluang penggunaan pada drone, peralatan bergerak luar ruang, hingga perangkat portabel lain yang membutuhkan sumber listrik mandiri. Konsep generator tambahan sebenarnya bukan hal baru. Beberapa pemilik Tesla bahkan pernah memasang perangkat range extender secara mandiri untuk mengurangi kekhawatiran jarak tempuh. Bedanya, solusi tersebut bersifat improvisasi dan tidak terintegrasi langsung dengan sistem pabrikan. PTG dari Hunan Tyen hadir dengan pendekatan yang lebih terstruktur karena dikembangkan langsung oleh entitas di bawah grup otomotif besar. Integrasi sistem, efisiensi turbin, hingga manajemen panas dirancang sejak awal sebagai satu kesatuan. Di tengah persaingan teknologi elektrifikasi yang makin agresif, langkah ini menunjukkan bahwa industri belum berhenti mencari solusi paling rasional antara kapasitas baterai, biaya produksi, dan fleksibilitas penggunaan. Apakah generator lepas seperti ini akan jadi solusi jangka panjang atau sekadar fase transisi menuju baterai yang lebih efisien? Jawabannya akan terlihat ketika teknologi ini benar-benar masuk tahap produksi massal. Lihat Selengkapnya
Pengalaman Mereka Beli di GoodCar
Nissan Leaf 2019
Lihat Testimoni
Nissan Leaf 2019

Prosesnya cepat, mobilnya masih enak banget dan warranty nya masih aktif, jadi cukup worry free. Terima kasih Goodcar.

HANSEL
Toyota Grand New Avanza 1.3 G M/T

Alhamdulillah Memuaskan

DAIM MUJIONO
Honda City All New E 1.5 A/T
Lihat Testimoni
Honda City All New E 1.5 A/T

Alhamdulillah prosesnya lancar, salesnya sangat informatif, dan kondisi barangnya masih bagus. 

RIKO
Renault Duster RXL 1.5 dCi 4X2 MT

Prosesnya cepat, dan penyerahan dokumen kendaraan juga cepat. Kondisi kendaraan sofar ok, tdk ada masalah. Udah dipakai 3x jalan jauh, jkt-ciamis, jkt-dieng dan jkt - malang, aman2 saja.. sedikit masalah di power window driber yg kadang macet.. harga tergolong affordable ..👍👍

IR.DEDE IWAHYARASMAN
Infiniti FX37 3700
Lihat Testimoni
Infiniti FX37 3700

Barangnya bagus, dan kilometernya masih rendah

JOKO
Daihatsu Great New Xenia 1.3 X STD M/T

Ok pak bagus gak ada kendala👍👍

NGATIMAN
Infiniti FX50 4X4
Lihat Testimoni
Infiniti FX50 4X4

Udah jarang banget mobil 8 Silider, tapi di Goodcar ada

ABRAHAM
Toyota New Vios 1.5 G A/T

Kondisi mobil sehat.. proses pembelian oke. Kualitas mobil bagus

BRIAN DWINA ASTUTI