Platform Otomotif Terpercaya
Platform Otomotif Terpercaya
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Proses Pembelian Cepat dan Mudah
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Mendukung Mobilitas Ramah Lingkungan
Transparansi dan Kepercayaan
Transparansi dan Kepercayaan
Koleksi Mobil Bekas Berkualitas
MPV
City Car
Luxury
SUV
Sedan
Hybrid
Koleksi Mobil Bekas MPV
Lihat Semua
12
Mobil Great New Xenia 2019 Bekas
2019
Grade B
MT
146.500 Km
Rp 135.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.150.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2023 Bekas
2023
Grade B
MT
27.737 Km
Rp 150.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.500.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil Mobilio 2019 Bekas
2019
Grade B
AT
142.730 Km
Rp 156.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.640.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas City Car
Lihat Semua
12
Mobil Sigra 2022 Bekas
2022
Grade B
MT
42.815 Km
Rp 137.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.197.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Sigra 2023 Bekas
2023
Grade B
MT
27.737 Km
Rp 150.000.000
Cicilan mulai dari Rp 3.500.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil Brio 2016 Bekas
2016
Grade C
MT
125.389 Km
Rp 115.000.000
Cicilan mulai dari Rp 2.722.000
Kota Adm. Jakarta Timur
11
Mobil Magnite 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
26.652 Km
Rp 210.000.000
Cicilan mulai dari Rp 4.900.000
Kabupaten Cirebon
+1 LAINNYA
Koleksi Mobil Bekas Luxury
Lihat Semua
12
Mobil Q8 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
24.506 Km
Rp 1.000.000.000
Cicilan mulai dari Rp 23.333.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil A-Class 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
4.684 Km
Rp 1.150.000.000
Cicilan mulai dari Rp 26.833.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil Evoque 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
13.250 Km
Rp 1.900.000.000
Cicilan mulai dari Rp 44.333.000
Kota Adm. Jakarta Utara
12
Mobil Discovery 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
13.854 Km
Rp 1.700.000.000
Cicilan mulai dari Rp 39.667.000
Kota Adm. Jakarta Utara
Koleksi Mobil Bekas SUV
Lihat Semua
12
Mobil CR-V 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
46.386 Km
Rp 312.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.384.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil HR-V 2019 Bekas
2019
Grade E
AT
53.000 Km
Rp 231.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.390.000
Kota Tangerang Selatan
12
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade E
AT
136.532 Km
Rp 245.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.717.000
Kota Adm. Jakarta Timur
13
Mobil HR-V 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
72.954 Km
Rp 325.000.000
Cicilan mulai dari Rp 7.583.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas Sedan
Lihat Semua
11
Mobil A8 2012 Bekas
2012
Grade B
AT
17.124 Km
Rp 620.000.000
Cicilan mulai dari Rp 14.467.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil The New 3 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
49.508 Km
Rp 0
Cicilan mulai dari Rp 0
Kota Adm. Jakarta Timur
11
Mobil C300 2018 Bekas
2018
Grade B
AT
10.862 Km
Rp 850.000.000
Cicilan mulai dari Rp 20.117.000
Kota Adm. Jakarta Timur
12
Mobil S-Class 2015 Bekas
2015
Grade B
AT
41.250 Km
Rp 810.000.000
Cicilan mulai dari Rp 18.900.000
Kota Adm. Jakarta Timur
Koleksi Mobil Bekas Hybrid
Lihat Semua
11
Mobil Range Rover Sport 2023 Bekas
2023
Grade B
AT
5.212 Km
Rp 4.700.000.000
Cicilan mulai dari Rp 109.667.000
Kota Adm. Jakarta Utara
10
Mobil All New Kicks e-Power 2020 Bekas
2020
Grade B
AT
29.335 Km
Rp 200.000.000
Cicilan mulai dari Rp 4.667.000
Kota Pekanbaru
+1 LAINNYA
Discount 24%
12
Mobil All New Kicks e-Power 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
14.621 Km
24 %
Rp 380.000.000
Rp 290.000.000
Cicilan mulai dari Rp 6.767.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
12
Mobil All New Kicks e-Power 2022 Bekas
2022
Grade B
AT
31.147 Km
Rp 250.000.000
Cicilan mulai dari Rp 5.833.000
Kota Adm. Jakarta Timur
+1 LAINNYA
Mobil Listrik
Lihat Semua
14
Mobil 4 EV
MG 4 EV
Rp 419 Juta
14
Mobil VF 6
Vinfast VF 6
Rp 384 Juta
14
Mobil Ariya
Nissan Ariya
Rp 754 Juta
14
Mobil U
NETA U
Rp 464 Juta
14
Mobil Atto 4
BYD Atto 4
Rp 464 Juta
14
Mobil UT
AION UT
Rp 330 Juta
14
Mobil e-N1
Honda e-N1
Rp 846 Juta
14
Mobil SEALION 7
BYD SEALION 7
Rp 719 Juta
14
Mobil KONA EV
Hyundai KONA EV
Rp 516 Juta
14
Mobil V
NETA V
Rp 317 Juta
14
Mobil X
NETA X
Rp 428 Juta
14
Mobil Atto 1
BYD Atto 1
Rp 195 Juta - Rp 235 Juta
14
Mobil DENZA D9
BYD DENZA D9
Rp 950 Juta
14
Mobil EV 4
KIA EV 4
Rp 380 Juta - Rp 580 Juta
14
Mobil Macan
PORSCHE Macan
Rp 2 M - Rp 3.9 M
14
Mobil EV 6
KIA EV 6
Rp 1.3 M - Rp 1.7 M
14
Mobil J6
Chery J6
Rp 505 Juta - Rp 608 Juta
14
Mobil 009
Zeekr 009
Rp 2.2 M
14
Mobil G6
Xpeng G6
Akan Datang
14
Mobil X9
Xpeng X9
Akan Datang
Jasa Inspeksi Mobil Terpercaya
Jasa Inspeksi Mobil
Mulai Dari
Rp 350.000
Rp 150.000
Jadwalkan Inspeksi
%
Corporate

Memiliki kebutuhan jasa inspeksi yang lebih banyak, lebih profesional dan bisa terintegrasi antar sistem?

Hubungi Kami
Ulasan & Artikel
Lihat Semua
Semua
Artikel
GoodBike
Tips & Trik
Ulasan
GAC Perkuat Strategi Global “In Local, For Local” untuk Bangun Ekosistem Otomotif Terintegrasi dan Berkelanjutan di Tahun 2026
12 Jan 2026
GAC Perkuat Strategi Global “In Local, For Local” untuk Bangun Ekosistem Otomotif Terintegrasi dan Berkelanjutan di Tahun 2026 12 Jan 2026 Jakarta, Goodcar.id — GAC Group menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam membangun ekosistem otomotif terintegrasi melalui strategi global “In Local, For Local”, Strategi ini menandai fokus GAC untuk tumbuh bersama dan berkontribusi secara berkelanjutan dan bukan sekadar melakukan penetrasi produk di setiap negara tempat GAC hadir, termasuk Indonesia. Melalui pesan Tahun Baru 2026 bertajuk “Deepening Ecosystem Globalization, Strengthening Our Global Foundation”, Presiden GAC INTERNATIONAL Wei Haigang menegaskan bahwa transformasi global GAC tidak hanya berfokus pada pengembangan produk atau teknologi, tetapi pada inovasi model bisnis dan penguatan ekosistem otomotif terpadu (full-chain ecosystem) mulai dari riset dan pengembangan, produksi terlokalisasi, hingga jaringan distribusi dan layanan purnajual yang relevan dengan gaya hidup masyarakat setempat. Menjawab ekspektasi konsumen global akan kendaraan yang andal, berkualitas tinggi, ramah lingkungan, dan cerdas, GAC mengusung strategi global “One GAC 2.0” dengan visi Tech-Driven GAC, Advancing Global Reach with a Full-Chain Ecosystem. GAC Perluas Ekosistem Otomotif Global Berbasis Lokal dengan AION Y Plus untuk Pengalaman Layanan Mobilitas Premium Perkembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya kebutuhan akan solusi mobilitas yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan dalam kehidupan urban. Menjawab kebutuhan tersebut, GAC Group mengusung pendekatan “In Local, For Local” sebagai fondasi dalam menghadirkan ekosistem mobilitas listrik yang dekat dengan kebutuhan nyata pasar regional melalui kolaborasi strategis dengan Grab di enam negara Asia Tenggara. Kemitraan ini menggabungkan kekuatan kendaraan listrik premium GAC dengan ekosistem digital Grab berbasis lokal melalui pendekatan Product, Service, dan Data, untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang lebih terintegrasi, sekaligus membuka peluang pengembangan inovasi ke depan yang mencakup peningkatan efisiensi operasional, dukungan keselamatan berkendara, serta eksplorasi integrasi aplikasi pengemudi ke dalam sistem intelligent cockpit GAC guna mendukung mobilitas perkotaan yang semakin dinamis dan berkelanjutan. Secara global, sejumlah model AION telah diadaptasi untuk mendukung operasional Grab, termasuk AION Y Plus, dan AION V, yang dirancang untuk mobilitas perkotaan dengan efisiensi tinggi serta standar keselamatan global. Di Indonesia, pengalaman mobilitas elektrik yang nyaman ini dapat dirasakan dengan unit AION Y Plus melalui layanan premium Grab. Mobil listrik dengan kapasitas baterai 63 kWh dan jarak tempuh hingga 490 km ini dirancang untuk mendukung operasional ride-hailing yang dinamis, memungkinkan perjalanan panjang dan aktivitas harian yang lebih efisien tanpa sering berhenti untuk mengisi daya. Keunggulan tersebut dilengkapi dengan sistem keselamatan canggih seperti ADiGO dan airbag yang memberikan rasa aman selama perjalanan, penting untuk mobilitas intens khas layanan ride-hailing. Lihat Selengkapnya
Penjualan Mobil Listrik di Singapura Turun, Balik ke Bensin?
12 Jan 2026
Penjualan Mobil Listrik di Singapura Turun, Balik ke Bensin? 12 Jan 2026 Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik di Singapura turun? Minat konsumen terhadap mobil listrik di Singapura menunjukkan tren penurunan. Laporan terbaru EY Mobility Consumer Index (MCI) 2025 mengungkap adanya pergeseran preferensi pembeli kendaraan, yang kini mulai kembali mempertimbangkan mobil bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Berdasarkan survei EY yang dirilis pada 9 Januari 2026, sebanyak 32 persen responden di Singapura menyatakan berencana membeli mobil ICE dalam 24 bulan ke depan. Angka tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 26 persen. Sebaliknya, minat pembelian mobil listrik (EV) turun cukup tajam, dari 73 persen pada 2024 menjadi 58 persen pada 2025. EY mencatat, perubahan ini mencerminkan sikap konsumen yang semakin realistis dalam menilai kesiapan ekosistem kendaraan listrik, meskipun Singapura dikenal sebagai salah satu negara dengan kebijakan elektrifikasi transportasi yang progresif di Asia Tenggara. Kekhawatiran Infrastruktur Jadi Faktor Penentu Salah satu penyebab utama turunnya minat terhadap mobil listrik adalah persoalan pengisian daya. Dalam laporan EY Mobility Consumer Index 2025, 56 persen responden menyebut kualitas dan interoperabilitas charger publik sebagai hambatan utama adopsi EV. Artinya, konsumen masih menilai pengalaman pengisian daya belum sepenuhnya praktis dan konsisten. Selain itu, biaya penggantian baterai juga menjadi kekhawatiran signifikan, disebut oleh 42 persen responden. Sementara 40 persen responden lainnya menyoroti keterbatasan infrastruktur pengisian daya, terutama dalam konteks penggunaan harian dan perjalanan jarak jauh. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa harga kendaraan saja tidak cukup menjadi penentu keputusan pembelian EV. Biaya kepemilikan jangka panjang dan kenyamanan penggunaan tetap menjadi pertimbangan utama konsumen. Di sisi lain, proses pembelian kendaraan di Singapura masih sangat bergantung pada diler fisik. EY mencatat 49 persen responden lebih memilih menyelesaikan transaksi pembelian secara langsung, meskipun angka ini menurun dibandingkan 65 persen pada 2024. Menurut EY, konsumen tetap mengandalkan interaksi tatap muka untuk mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait spesifikasi kendaraan, opsi pembiayaan, hingga pertimbangan kepemilikan jangka panjang. Hal ini berlaku baik untuk mobil listrik maupun kendaraan bermesin konvensional. Penurunan minat terhadap mobil listrik di Singapura menjadi sinyal penting bagi industri otomotif dan pembuat kebijakan. Meski transisi menuju kendaraan listrik terus didorong, laporan EY menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen masih sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur dan biaya nyata yang harus ditanggung pemilik kendaraan. Bagi pabrikan dan pemerintah, hasil survei ini menegaskan bahwa percepatan adopsi EV tidak hanya soal insentif, tetapi juga soal memastikan pengalaman penggunaan yang praktis, terjangkau, dan bebas kekhawatiran bagi konsumen. Lihat Selengkapnya
Ancaman Pencabutan SIM bagi Pengendara Merokok, Warga Ajukan Uji Pasal ke MK
12 Jan 2026
Ancaman Pencabutan SIM bagi Pengendara Merokok, Warga Ajukan Uji Pasal ke MK 12 Jan 2026 Jakarta, Goodcar.id - Kebiasaan merokok saat mengendarai sepeda motor masih kerap ditemui di jalan raya. Meski sering dianggap sepele, tindakan ini dinilai berbahaya karena berpotensi mengganggu konsentrasi pengendara dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Seiring meningkatnya perhatian terhadap keselamatan berlalu lintas, pemotor yang merokok saat berkendara kini dapat terancam sanksi hukum, termasuk pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM). Isu ini kembali menjadi sorotan publik setelah seorang warga negara Indonesia mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pasal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) yang mengatur kewajiban pengendara untuk berkendara dengan penuh konsentrasi. Permohonan tersebut memicu perdebatan hukum mengenai batasan perilaku pengendara serta penafsiran pasal yang selama ini digunakan aparat untuk menindak pelanggaran lalu lintas. Merokok Saat Berkendara Dinilai Mengganggu Konsentrasi Merokok saat mengendarai sepeda motor dianggap dapat mengurangi fokus pengendara. Aktivitas seperti menyalakan rokok, memegangnya dengan satu tangan, hingga asap yang mengganggu penglihatan dinilai berpotensi memecah konsentrasi. Dalam kondisi lalu lintas padat, gangguan kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, abu rokok yang tertiup angin dapat mengenai pengendara lain, khususnya pemotor di belakang. Situasi ini berpotensi memicu reaksi mendadak, seperti pengereman tiba-tiba atau kehilangan kendali, yang dapat berujung pada kecelakaan beruntun. Atas dasar risiko tersebut, aparat kepolisian selama ini memasukkan aktivitas merokok sebagai bagian dari perilaku yang dinilai tidak aman saat berkendara. Dasar Hukum dan Ancaman Sanksi Larangan merokok saat berkendara memang tidak tertulis secara eksplisit dalam UU LLAJ. Namun, Pasal 106 ayat (1) UU LLAJ menegaskan bahwa setiap pengemudi wajib mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi. Ketentuan ini diperkuat oleh Pasal 283 UU LLAJ yang mengatur sanksi bagi pengemudi yang melakukan aktivitas lain sehingga mengganggu konsentrasi. Ancaman sanksinya berupa pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp750.000. Dalam praktik penegakan hukum, pelanggaran yang dilakukan secara berulang atau menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat menjadi dasar bagi kepolisian untuk menjatuhkan sanksi tambahan, termasuk penundaan perpanjangan atau pencabutan SIM sebagai bentuk tindakan administratif. Uji Materi ke MK dan Kontroversi Penafsiran Pasal Kontroversi muncul ketika pasal “konsentrasi” dalam UU LLAJ diuji ke Mahkamah Konstitusi. Pemohon menilai pasal tersebut terlalu luas dan membuka ruang penafsiran subjektif di lapangan. Tidak adanya penjelasan rinci mengenai aktivitas apa saja yang secara hukum dapat dikategorikan sebagai gangguan konsentrasi dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Menurut pemohon, aktivitas seperti merokok atau minum saat berkendara tidak seharusnya secara otomatis dikategorikan sebagai tindak pidana tanpa parameter yang jelas. Dalam permohonannya, ia justru mengusulkan agar pelanggar dikenai sanksi tambahan yang lebih proporsional, seperti kerja sosial berupa pembersihan jalan raya atau pencabutan SIM untuk jangka waktu tertentu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas risiko bahaya yang ditimbulkan bagi publik. Permohonan tersebut memunculkan pro dan kontra. Pihak yang mendukung uji materi menilai kejelasan hukum sangat diperlukan agar penegakan aturan tidak bergantung pada penilaian subjektif petugas di lapangan. Sebaliknya, pihak yang menolak menilai uji materi berpotensi melemahkan upaya penegakan keselamatan berlalu lintas dan membatasi ruang diskresi aparat. Keselamatan Berlalu Lintas Tetap Jadi Prioritas Terlepas dari polemik hukum yang berkembang, keselamatan berlalu lintas tetap menjadi prioritas utama. Aparat kepolisian secara konsisten mengimbau pengendara untuk menghindari aktivitas apa pun yang dapat mengganggu fokus saat berkendara, termasuk merokok. Pemotor disarankan untuk menepi dan berhenti sejenak apabila ingin merokok. Langkah sederhana ini dinilai jauh lebih aman dibandingkan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya. Mahkamah Konstitusi kini berada pada posisi strategis untuk menyeimbangkan kepentingan keselamatan publik dan kepastian hukum. Putusan MK nantinya akan menentukan arah penegakan hukum lalu lintas ke depan. Sementara proses hukum berjalan, kesadaran dan kedisiplinan pengendara tetap menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeadilan. Lihat Selengkapnya
Tips Aman Berkendara Motor Listrik Saat Hujan Deras
12 Jan 2026
Tips Aman Berkendara Motor Listrik Saat Hujan Deras 12 Jan 2026 Jakarta, Goodcar.id - Kekhawatiran soal motor listrik saat hujan masih sering muncul di kalangan pengguna baru. Air dan listrik dianggap kombinasi berisiko. Namun, berbagai panduan dan praktik justru menunjukkan sebaliknya, motor listrik modern aman digunakan saat hujan, selama pengendara memahami batas desain kendaraan dan teknik berkendara yang tepat. Media asal Inggris, iScooter, menjelaskan bahwa sebagian besar motor listrik dan skuter listrik modern telah dibekali Ingress Protection (IP rating) untuk melindungi komponen vital dari air dan debu. “Electric vehicles are designed to withstand rain and wet conditions, but they are not intended for deep water immersion,” tulis iScooter Global dalam tulisannya dikutip 12 Januari 2026. Artinya, kehujanan saat berkendara masih dalam batas aman. Namun, penggunaan di genangan dalam atau banjir tetap berisiko, sama seperti motor bensin. Maka dari itu berikut yang harus dihindari saat berkendara motor listrik: 1. Hindari Genangan, Bukan Karena Listrik Panduan keselamatan dari berbagai komunitas motor listrik Eropa menekankan bahwa genangan air berbahaya bukan karena arus listrik, tetapi karena faktor mekanis. Air dapat mengurangi daya cengkeram rem, menyamarkan lubang jalan, serta mempercepat keausan bearing roda. Situs Varla Scooter menulis, “The biggest danger of riding in the rain is reduced traction and visibility, not electrical failure.” 2. Gunakan Mode Berkendara Paling Jinak Motor listrik memiliki karakter torsi instan. Di jalan kering, ini menjadi keunggulan. Di jalan basah, sebaliknya. Karena itu, banyak motor listrik dilengkapi eco mode atau beberapa pabrikan memeilik rain mode. Praktik ini lazim digunakan pada motor listrik di Eropa dan Italia, untuk membatasi respons throttle agar ban tidak mudah selip saat akselerasi. Prioritas pada kedua mode ini sangat disarankan saat hujan atau kondisi jalan licin. 3. Rem Bertahap, Jangan Panik Badan keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), menegaskan bahwa pengereman mendadak di jalan basah meningkatkan risiko kehilangan kendali. Pada motor listrik, rekomendasinya semakin relevan karena: Torsi datang lebih cepat Minim suara dan getaran Kecepatan sering terasa lebih rendah dari kondisi sebenarnya Maka dari itu diharapkan pengguna menggunakan rem secara bertahap, jaga jarak lebih panjang, dan hindari panic braking. 4. Jangan Langsung Mengisi Daya Setelah Kehujanan Selain itu disarankan agar motor listrik tidak langsung diisi daya setelah kehujanan. Platform otomotif listrik Komaki Global menuliskan bahwa port pengisian daya sebaiknya dilap hingga benar-benar kering sebelum charging. Tujuannya bukan mencegah bahaya instan, melainkan menjaga konektor dan baterai tetap awet dalam jangka panjang. 5. Perhatikan Kondisi Ban Di banyak panduan motor listrik Eropa, satu poin selalu ditekankan: ban lebih penting dari kapasitas baterai saat hujan. Pastikan: Alur ban masih tebal Tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan Tidak menggunakan ban aus di musim hujan Motor listrik yang senyap dan minim getaran bisa membuat pengendara kurang sadar akan kecepatan sebenarnya di jalan basah. Jadi pada dasarnya motor listrik aman digunakan saat hujan, selama dipakai sesuai batas desain dan dengan gaya berkendara defensif. Yang harus diperhatikan utamanya bukan sistem kelistrikan, melainkan traksi, visibilitas, dan kontrol pengendara. Dengan pemahaman yang tepat, motor listrik tetap relevan sebagai kendaraan harian, meski di musim hujan. Lihat Selengkapnya
Racing Updates
1
|
Oscar Piastri
McLaren Mercedes
186 Pts
2
|
Lando Norris
McLaren Mercedes
176 Pts
3
|
Max Verstappen
Red Bull Racing Honda RBPT
137 Pts
4
|
George Russell
Mercedes
111 Pts
5
|
Charles Leclerc
Ferrari
94 Pts
6
|
Lewis Hamilton
Ferrari
71 Pts
7
|
Kimi Antonelli
Mercedes
48 Pts
8
|
Alexander Albon
Williams Mercedes
42 Pts
9
|
Isack Hadjar
Racing Bull Honda RBPT
21 Pts
10
|
Esteban Ocon
Haas Ferrari
20 Pts
11
|
Nico Hulkenberg
Kick Sauber Ferrari
16 Pts
12
|
Lance Stroll
Aston Martin Aramco Mercedes
14 Pts
13
|
Carlos Sainz
Williams Mercedes
12 Pts
14
|
Pierre Gasly
Alpine Renault
11 Pts
15
|
Yuki Tsunoda
Red Bull Racing Honda RBPT
10 Pts
16
|
Oliver Bearman
Haas Ferrari
6 Pts
17
|
Liam Lawson
Racing Bull Honda RBPT
4 Pts
18
|
Fernando Alonso
Aston Martin Aramco Mercedes
2 Pts
19
|
Jack Doohan
Alpine Renault
0 Pts
20
|
Gabriel Bortoleto
Kick Sauber Ferrari
0 Pts
21
|
Franco Colapinto
Alpine Renault
0 Pts
Tampilkan Semua
Pengalaman Mereka Beli di GoodCar
Nissan Leaf 2019
Lihat Testimoni
Nissan Leaf 2019

Prosesnya cepat, mobilnya masih enak banget dan warranty nya masih aktif, jadi cukup worry free. Terima kasih Goodcar.

HANSEL
Toyota Grand New Avanza 1.3 G M/T

Alhamdulillah Memuaskan

DAIM MUJIONO
Honda City All New E 1.5 A/T
Lihat Testimoni
Honda City All New E 1.5 A/T

Alhamdulillah prosesnya lancar, salesnya sangat informatif, dan kondisi barangnya masih bagus. 

RIKO
Renault Duster RXL 1.5 dCi 4X2 MT

Prosesnya cepat, dan penyerahan dokumen kendaraan juga cepat. Kondisi kendaraan sofar ok, tdk ada masalah. Udah dipakai 3x jalan jauh, jkt-ciamis, jkt-dieng dan jkt - malang, aman2 saja.. sedikit masalah di power window driber yg kadang macet.. harga tergolong affordable ..👍👍

IR.DEDE IWAHYARASMAN
Infiniti FX37 3700
Lihat Testimoni
Infiniti FX37 3700

Barangnya bagus, dan kilometernya masih rendah

JOKO
Daihatsu Great New Xenia 1.3 X STD M/T

Ok pak bagus gak ada kendala👍👍

NGATIMAN
Infiniti FX50 4X4
Lihat Testimoni
Infiniti FX50 4X4

Udah jarang banget mobil 8 Silider, tapi di Goodcar ada

ABRAHAM
Toyota New Vios 1.5 G A/T

Kondisi mobil sehat.. proses pembelian oke. Kualitas mobil bagus

BRIAN DWINA ASTUTI