Volkswagen Resmikan Showroom 3S di TB Simatupang, Perkuat Layanan di Jakarta Selatan12 Mar 2026
Volkswagen Resmikan Showroom 3S di TB Simatupang, Perkuat Layanan di Jakarta Selatan12 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Volkswagen melalui APM resminya di Indonesia, PT Garuda Mataram Motor, resmi membuka showroom terbaru di kawasan TB Simatupang. Fasilitas ini mengusung konsep 3S (Sales, Spare Parts, Service) yang dirancang untuk memperluas jaringan layanan sekaligus mempermudah pelanggan dalam mengakses produk dan layanan purna jual dalam satu lokasi.
Showroom Volkswagen TB Simatupang berada di lantai 5 kompleks Indomobil Group dan menjadi bagian dari pengembangan jaringan layanan Volkswagen di Indonesia. Lokasinya berada di koridor bisnis yang terus berkembang di Jakarta Selatan, dengan akses yang relatif mudah dari sejumlah kawasan seperti Pondok Indah, Fatmawati, Lebak Bulus, hingga Antasari. Area ini juga dapat dijangkau oleh pelanggan dari wilayah penyangga seperti BSD City.
Chief Operating Officer Volkswagen Indonesia, Edo Januarko Chandra, mengatakan bahwa pembukaan showroom ini merupakan langkah untuk mendekatkan layanan kepada pelanggan, khususnya di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.
“Melalui kehadiran showroom di TB Simatupang, kami ingin semakin dekat dengan pelanggan di Jakarta Selatan dan sekitarnya. Kini masyarakat di area selatan Jakarta dan sekitarnya dapat dengan mudah mengakses seluruh lini produk dan layanan Volkswagen dalam satu destinasi yang modern dan nyaman,” ujar Edo dalam pernyataannya.
Menampilkan Hingga Delapan Unit Kendaraan
Showroom Volkswagen TB Simatupang dirancang dengan kapasitas display hingga delapan unit kendaraan. Tata ruangnya menggunakan konsep open space yang menjadi ciri khas showroom Volkswagen global. Desain tersebut memungkinkan pengunjung melihat dan mengeksplorasi berbagai model yang dipasarkan di Indonesia secara lebih leluasa.
Beberapa model yang dipajang di antaranya adalah mobil listrik Volkswagen ID. Buzz, SUV tujuh penumpang Volkswagen Tiguan Allspace, serta SUV kompak Volkswagen T-Cross. Ketiga model tersebut menjadi bagian dari lini produk Volkswagen yang saat ini tersedia di pasar Indonesia.
Selain area display kendaraan, showroom ini juga menghadirkan ruang tunggu yang dirancang nyaman bagi pengunjung. Di dalamnya terdapat sudut heritage yang menampilkan perjalanan sejarah Volkswagen, mulai dari model klasik yang ikonik hingga perkembangan teknologi mobilitas listrik.
Salah satu model legendaris yang menjadi bagian dari sejarah Volkswagen adalah Volkswagen Kombi. Kendaraan ini dikenal luas di Indonesia sejak beberapa dekade lalu dan menjadi simbol perjalanan panjang merek tersebut sebelum memasuki era kendaraan listrik melalui ID. Buzz.
Layanan 3S Terintegrasi
Selain berfungsi sebagai pusat penjualan kendaraan, showroom Volkswagen TB Simatupang juga menyediakan layanan purna jual melalui fasilitas servis dan suku cadang. Area bengkel dilengkapi beberapa working bay, teknisi tersertifikasi, serta perangkat diagnostik yang mengikuti standar global Volkswagen.
Ketersediaan suku cadang asli Volkswagen di lokasi yang sama diharapkan dapat mempercepat proses perawatan maupun perbaikan kendaraan. Dengan demikian, pelanggan dapat melakukan servis berkala atau pengecekan kendaraan tanpa harus berpindah lokasi.
CEO Indomobil Dealership Group, Santiko Wardoyo, menjelaskan bahwa pembukaan showroom ini merupakan bagian dari strategi penguatan jaringan dealer Volkswagen di Indonesia.
“Peresmian showroom Volkswagen TB Simatupang menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat jaringan layanan Volkswagen di Indonesia. Melalui fasilitas 3S yang terintegrasi di lokasi ini, pelanggan tidak hanya dapat mengenal produk Volkswagen lebih dekat, tetapi juga mendapatkan dukungan layanan purna jual yang lengkap dan terpercaya dalam satu tempat,” kata Santiko.
Showroom ini juga menyediakan ruang konsultasi privat yang memungkinkan pelanggan berdiskusi secara lebih nyaman dengan sales advisor, termasuk untuk informasi produk, pembelian kendaraan, maupun layanan servis.
Peresmian showroom Volkswagen TB Simatupang juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Dalam kesempatan tersebut, Volkswagen Indonesia turut mengundang yayasan Dompet Yatim dan Dhuafa dari kawasan Lebak Bulus untuk menghadiri kegiatan berbuka puasa bersama di lokasi showroom.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak panti asuhan sebagai bagian dari kegiatan sosial yang dilakukan dalam rangka peresmian fasilitas baru ini.
Menurut Edo, kehadiran showroom tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan otomotif, tetapi juga dapat berjalan berdampingan dengan masyarakat di sekitarnya.
“Selain menghadirkan hingga delapan unit kendaraan agar pelanggan bisa melihat lini produk kami secara lebih lengkap, kami juga ingin showroom ini terasa nyaman untuk dinikmati. Pengunjung bisa duduk santai, merasakan suasananya, sembari melihat bagaimana perjalanan Volkswagen berkembang dari VW Kombi yang begitu lekat di hati banyak orang hingga transformasinya ke era listrik melalui ID. Buzz,” ujar Edo.
Showroom ini beralamat di Jl. R.A. Kartini, RT.6/RW.14, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pelanggan dapat mengunjungi lokasi tersebut untuk melihat lini kendaraan Volkswagen, menjadwalkan test drive, maupun melakukan perawatan kendaraan secara berkala.
Lihat Selengkapnya
Volkswagen–Audi Resmikan Pop Up Store Perdana di Bandung, Hadirkan Pengalaman Mobilitas Modern06 Mar 2026
Volkswagen–Audi Resmikan Pop Up Store Perdana di Bandung, Hadirkan Pengalaman Mobilitas Modern06 Mar 2026
Bandung, GoodCar.id – PT Garuda Mataram Motor selaku Agen Pemegang Merek (APM) Volkswagen dan Audi di Indonesia resmi menghadirkan Pop Up Store Volkswagen–Audi pertama di Jawa Barat. Fasilitas ini berlokasi di Trans Studio Mall Bandung, salah satu pusat perbelanjaan dan destinasi gaya hidup terbesar di Kota Bandung.
Kehadiran Pop Up Store ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk semakin mendekatkan merek Volkswagen dan Audi kepada konsumen di wilayah Jawa Barat, khususnya masyarakat urban Bandung yang memiliki minat tinggi terhadap kendaraan premium dan teknologi otomotif modern.
Dengan konsep yang lebih kasual dan interaktif, Pop Up Store ini dirancang sebagai titik temu antara brand dan publik untuk mengenal lebih dekat inovasi kendaraan dari kedua merek asal Jerman tersebut.
Strategi Mendekatkan Brand ke Konsumen
Pemilihan Trans Studio Mall sebagai lokasi Pop Up Store dinilai strategis karena kawasan ini telah menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat Bandung. Dengan hadir di lokasi yang mudah diakses, Volkswagen dan Audi berharap dapat menjangkau lebih banyak calon konsumen di Jawa Barat.
Chief Operating Officer PT Garuda Mataram Motor, Edo Januarko Chandra, mengatakan bahwa Bandung memiliki potensi pasar otomotif yang kuat dan terus berkembang.
“Bandung merupakan salah satu kota dengan dinamika pasar yang sangat aktif. Kehadiran Pop Up Store Volkswagen–Audi di Trans Studio Mall menjadi langkah strategis untuk memperluas kehadiran brand kami di Jawa Barat. Melalui konsep ini, kami ingin membuka touchpoint baru bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat inovasi, desain, serta karakter khas Volkswagen dan Audi,” ujar Edo.
Menurutnya, pendekatan melalui Pop Up Store memberikan pengalaman yang lebih santai dan dekat dengan konsumen dibandingkan showroom konvensional, sehingga masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan produk dalam suasana yang lebih nyaman.
Konsep Interaktif untuk Eksplorasi Produk
Pop Up Store Volkswagen–Audi mengusung konsep layanan 1S (Sales) yang difokuskan pada pengalaman eksplorasi produk dan konsultasi penjualan. Melalui konsep ini, pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi mengenai kendaraan Volkswagen dan Audi secara lebih komprehensif.
Di lokasi ini, pengunjung dapat berdiskusi langsung dengan Sales Advisor profesional, mempelajari fitur dan teknologi kendaraan, hingga melakukan pendaftaran untuk sesi test drive.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat langsung kendaraan yang dipamerkan dalam lingkungan yang lebih santai, sehingga proses mengenal produk menjadi lebih menyenangkan dan tidak formal.
Chief Executive Officer Indomobil Dealership Group, Santiko Wardoyo, menjelaskan bahwa Pop Up Store ini dirancang sebagai ruang interaksi yang lebih dekat dengan pelanggan.
“Pop Up Store ini kami hadirkan sebagai ruang interaksi yang lebih dekat dengan pelanggan di Bandung. Pengunjung dapat melihat langsung lini kendaraan yang ditampilkan, berdiskusi dengan tim sales advisor, serta merasakan pengalaman awal sebelum melanjutkan proses kepemilikan kendaraan melalui jaringan showroom resmi kami,” kata Santiko.
Menampilkan Audi Q7 dan Volkswagen ID. Buzz
Pada peresmian Pop Up Store ini, Volkswagen dan Audi menampilkan dua model unggulan yang merepresentasikan karakter masing-masing brand.
Model pertama adalah Audi Q7, SUV premium yang dikenal dengan desain progresif, teknologi canggih, serta performa khas Audi yang mengutamakan kenyamanan dan dinamika berkendara.
Sementara itu, Volkswagen menghadirkan Volkswagen ID. Buzz, kendaraan listrik ikonik yang mengusung reinterpretasi modern dari desain klasik Volkswagen Microbus. Model ini menjadi simbol transformasi Volkswagen menuju era mobilitas listrik yang lebih ramah lingkungan.
Kehadiran kedua kendaraan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada masyarakat Bandung mengenai inovasi teknologi, filosofi desain, serta arah masa depan mobilitas dari Volkswagen dan Audi.
Terhubung dengan Showroom Resmi di Bandung
Sebagai bagian dari ekosistem layanan yang terintegrasi, Pop Up Store ini juga terhubung dengan showroom resmi Volkswagen dan Audi di Bandung yang berlokasi di kawasan Soekarno-Hatta.
Dengan sistem ini, konsumen tetap dapat memperoleh layanan lengkap mulai dari penjualan hingga purna jual sesuai dengan standar global yang diterapkan oleh kedua merek tersebut.
Integrasi antara Pop Up Store dan showroom resmi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih mudah dan nyaman bagi konsumen.
Dukungan Program Siaga Mudik
Selain menghadirkan pengalaman eksplorasi produk, Volkswagen dan Audi juga menyiapkan layanan khusus menjelang musim perjalanan panjang masyarakat Indonesia.
Memasuki periode Ramadan dan menjelang arus mudik Lebaran, perusahaan menghadirkan Program Siaga Mudik melalui Bengkel Siaga yang akan beroperasi pada 19-24 Maret 2026.
Program ini menyediakan layanan general service dan emergency repair di beberapa titik layanan, termasuk Volkswagen Pantai Indah Kapuk (PIK), Volkswagen Soekarno-Hatta Bandung, serta jaringan dealership Indomobil Group di beberapa wilayah terpilih.
Selain itu, Volkswagen dan Audi juga menghadirkan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) selama 24 jam yang dapat diakses melalui nomor 14023, guna memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pelanggan selama perjalanan.
Menghadirkan Standar German Craftsmanship
Dengan hadirnya Pop Up Store Volkswagen–Audi di Trans Studio Mall Bandung, PT Garuda Mataram Motor kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan standar German craftsmanship melalui kendaraan premium yang dipadukan dengan layanan pelanggan yang personal dan terintegrasi.
Masyarakat Bandung dan sekitarnya pun diundang untuk mengunjungi Pop Up Store tersebut guna merasakan langsung pengalaman mengenal produk unggulan Volkswagen dan Audi dalam suasana yang lebih santai, interaktif, dan modern.
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
Lamborghini Batal Luncurkan Mobil Listrik Murni, Fokus ke Plug-in Hybrid hingga 203002 Mar 2026
Lamborghini Batal Luncurkan Mobil Listrik Murni, Fokus ke Plug-in Hybrid hingga 203002 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pabrikan supercar asal Italia, Lamborghini, resmi mengubah arah strateginya. Rencana menghadirkan mobil listrik murni atau full electric vehicle (EV) dibatalkan. Sebagai gantinya, Lamborghini akan sepenuhnya fokus pada model plug-in hybrid (PHEV) dalam beberapa tahun ke depan.
Keputusan ini diambil setelah perusahaan menilai permintaan terhadap supercar listrik belum sesuai ekspektasi, terutama dari kalangan pelanggan setia mereka.
Lamborghini Batalkan Proyek EV, Lanzador Diganti Plug-in Hybrid
Sebelumnya, Lamborghini sempat memperkenalkan konsep mobil listrik bernama Lanzador pada 2023. Saat itu, pabrikan mengindikasikan mobil listrik pertama mereka akan meluncur paling lambat 2029.
Namun, rencana tersebut kini berubah. CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyatakan bahwa pengembangan EV penuh berisiko menjadi proyek mahal tanpa kepastian pasar.
Ia menyebut kurva penerimaan konsumen terhadap supercar listrik saat ini “mendekati nol”. Menurutnya, berinvestasi besar pada mobil listrik ketika pasar belum siap dapat menjadi langkah yang tidak bertanggung jawab secara finansial.
Dengan perubahan ini, konsep Lanzador tidak lagi dikembangkan sebagai EV murni, melainkan akan digantikan oleh model plug-in hybrid.
Seluruh Line-up Lamborghini Akan Berbasis Plug-in Hybrid
Mulai 2030, Lamborghini menargetkan seluruh jajaran produknya hanya terdiri dari model plug-in hybrid. Sambil berjalan, perusahaan juga menyatakan masih akan mempertahankan mesin pembakaran internal selama memungkinkan secara regulasi.
Saat ini, strategi elektrifikasi Lamborghini sudah berjalan penuh lewat model-model hybrid terbaru.
Beberapa produk kunci mereka antara lain:
Revuelto, supercar hybrid dengan harga mulai sekitar 609.000 dolar AS.
Urus plug-in hybrid, yang menjadi satu-satunya varian Urus untuk model year 2026, dengan harga mulai sekitar 252.007 dolar AS.
Temerario, model hybrid terbaru dengan banderol di atas 390.000 dolar AS.
Dengan kehadiran ketiga model tersebut, seluruh lini produk Lamborghini kini telah memiliki opsi hybrid.
Rekor Penjualan 10.747 Unit di 2025
Di tengah perubahan strategi tersebut, Lamborghini mencatatkan performa penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sepanjang 2025, mereka mengirimkan 10.747 unit mobil ke seluruh dunia.
Perusahaan menyebut pencapaian ini didorong oleh keberhasilan strategi hybridisasi yang mendapat respons positif dari konsumen global. Model-model plug-in hybrid disebut berkontribusi signifikan terhadap angka tersebut.
Lamborghini sendiri berada di bawah naungan Grup Volkswagen melalui Audi, dan menjadi salah satu merek performa tinggi yang lebih selektif dalam transisi menuju elektrifikasi penuh.
Faktor Emosional Jadi Pertimbangan
Menurut Winkelmann, sebagian penggemar mobil sport masih kesulitan menemukan koneksi emosional dengan kendaraan listrik. Salah satu faktor yang kerap disebut adalah absennya suara khas mesin pembakaran internal.
“Plug-in hybrid menawarkan yang terbaik dari dua dunia, menggabungkan kelincahan serta dorongan instan dari motor listrik dengan emosi dan tenaga dari mesin pembakaran,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan Lamborghini terhadap elektrifikasi tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menyesuaikan karakter merek dan ekspektasi konsumennya.
Langkah Lamborghini mencerminkan dinamika pasar supercar global yang belum sepenuhnya beralih ke listrik murni. Di segmen mobil performa tinggi, faktor emosional, suara mesin, dan karakter berkendara masih menjadi pertimbangan utama.
Dengan fokus penuh pada plug-in hybrid hingga 2030, Lamborghini memilih jalur transisi yang lebih bertahap. Strategi ini sekaligus memperlihatkan bahwa elektrifikasi di segmen ultra-luxury tidak selalu berjalan linear menuju EV murni.
Ke depan, perkembangan regulasi emisi global dan respons pasar akan menjadi faktor penentu apakah Lamborghini kembali membuka opsi mobil listrik penuh. Untuk saat ini, arah perusahaan sudah jelas: hybrid adalah masa depan terdekat mereka.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.