Beranda / Mobil Baru / Katalog / Mitsubishi Xpander

Mitsubishi Xpander

Rp 268 Juta - Rp 330 Juta
Kapasitas Mesin
1,499 CC
Mesin
1.5L MIVEC DOHC 16 VALVE
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
5 Pilihan Warna
Blade Silver Metallic
Quartz White Pearl
Graphite Grey
Jet Black Mica
Red Diamond
Tipe Kendaraan
Mitsubishi Xpander ULTIMATE CVT
Rp 330 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Xpander ULTIMATE MT
Rp 314 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Xpander EXCEED CVT
Rp 291 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Xpander EXCEED MT
Rp 281 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Xpander GLS CVT
Rp 277 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Mitsubishi Xpander GLS M/T
Rp 268 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Mitsubishi Xpander ULTIMATE CVT
Mitsubishi Xpander ULTIMATE MT
Mitsubishi Xpander EXCEED CVT
Mitsubishi Xpander EXCEED MT
Mitsubishi Xpander GLS CVT
Mitsubishi Xpander GLS M/T
Kapasitas Mesin
1,499 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L MIVEC DOHC 16 VALVE
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Brake Assist
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Stereo Am Fm
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

MITSUBISHI XPANDER
Artikel Terkait
Lihat Semua
Cara Maksimalkan Roof Box di Mobil Mitsubishi, Jangan Asal Pasang
22 May 2026
Cara Maksimalkan Roof Box di Mobil Mitsubishi, Jangan Asal Pasang 22 May 2026 Jakarta, Goodcar.id - Penggunaan roof box di mobil keluarga makin populer, terutama saat kebutuhan membawa barang meningkat, seperti liburan atau mudik. Pada beberapa model Mitsubishi seperti Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Xpander Cross, Mitsubishi Xforce, hingga Mitsubishi Destinator, keberadaan roof rail atau flush rail jadi modal penting untuk menambah kapasitas angkut. Namun, penggunaan roof box tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada sejumlah hal teknis yang perlu diperhatikan agar tetap aman dan tidak berdampak ke kenyamanan berkendara. Fungsi Roof Rail Secara konstruksi, roof rail atau flush rail bukan sekadar aksesori visual. Komponen ini dirancang sebagai titik tumpu tambahan untuk distribusi beban di atap mobil. “Roof rail atau flush rail memungkinkan Anda menambah ruang penyimpanan di atas mobil Mitsubishi Motors kesayangan. Kedua jenis rail tersebut bisa dijadikan dudukan untuk memasang aksesori tambahan seperti roof rack atau roof box.” Dengan kata lain, roof rail berfungsi sebagai dasar sebelum memasang cross bar, lalu roof box. Tanpa sistem ini, beban di atap berisiko terpusat di satu titik dan berpotensi merusak struktur. Pilih Roof Box yang Sesuai, Jangan Asal Murah Langkah awal yang sering dianggap sepele adalah pemilihan roof box. Padahal, tiap mobil punya dimensi atap berbeda, termasuk jarak antar rail. “Gunakan roof rack atau roof box yang sesuai. Pastikan memilih roof rack atau roof box yang kompatibel dengan jenis roof rail mobil.” Kesalahan memilih ukuran bisa berdampak ke kestabilan, bahkan meningkatkan hambatan angin saat melaju di kecepatan tinggi. Perhatikan Batas Beban, Ini yang Sering Diabaikan Salah satu kesalahan umum pengguna adalah menganggap atap mobil bisa menahan beban besar tanpa batas. “Setiap roof rail punya batas beban (load limit) tertentu, biasanya antara 50–100 kg.” Melebihi batas ini bukan cuma berisiko merusak komponen, tapi juga mengubah titik gravitasi kendaraan. Efeknya bisa terasa saat menikung atau pengereman mendadak. Hitung Tinggi Mobil, Biar Nggak Nyangkut Penambahan roof box otomatis meningkatkan tinggi kendaraan. Hal ini sering jadi masalah di area parkir atau gerbang tol tertentu. “Setelah roof box atau roof rack terpasang, ukur total ketinggian mobil untuk menghindari masalah saat melewati portal gerbang tol otomatis, terowongan, atau area parkir basement.” Langkah ini terdengar sederhana, tapi sering terlewat dan berujung insiden kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Susun Barang dengan Benar, Bukan Sekadar Masuk Efisiensi roof box bukan hanya soal kapasitas, tapi juga cara menyusun barang. “Gunakan tali pengikat atau strap khusus untuk memastikan barang tidak bergeser saat mobil melaju.” Distribusi beban harus merata, dengan barang berat diletakkan di bagian tengah. Hindari menumpuk terlalu tinggi karena bisa mengganggu aerodinamika. Gaya Berkendara Harus Berubah Penggunaan roof box membawa konsekuensi pada karakter berkendara. “Saat membawa barang di roof rack dengan roof box, sebaiknya gaya mengemudi lebih tenang dan hati-hati, karena beban tambahan di atap mengubah titik gravitasi, meningkatkan risiko limbung, dan memperpanjang jarak pengereman.” Artinya, pengemudi perlu menjaga kecepatan, menghindari manuver mendadak, serta memberi jarak aman lebih panjang. Cek Kondisi Secara Berkala Meski terlihat kokoh, komponen di atap tetap butuh perhatian. “Pastikan kondisinya masih baik, tak ada bagian yang kendur, dan tidak ada karat yang bisa mengurangi daya tahannya.” Pengecekan rutin jadi penting terutama jika roof box sering digunakan untuk perjalanan jauh. Roof rail dan roof box pada mobil Mitsubishi sejatinya dirancang untuk mendukung kebutuhan mobilitas, bukan sekadar gaya. Dengan penggunaan yang tepat, kapasitas angkut bisa bertambah tanpa harus mengorbankan ruang kabin. Namun, tanpa pemahaman yang benar, fitur ini justru bisa menimbulkan risiko baru di jalan. Di titik ini, disiplin dalam mengikuti batas teknis dan cara penggunaan menjadi kunci utama. Menggunakan roof box di mobil seperti Mitsubishi Pajero Sport atau Mitsubishi Xpander Cross memang memberi keuntungan tambahan ruang. Tapi, cara maksimalkan roof box tidak berhenti di pemasangan saja. Mulai dari pemilihan produk, memperhatikan batas beban, hingga menyesuaikan gaya berkendara, semuanya saling berkaitan. Jika dilakukan dengan benar, roof box bisa jadi solusi praktis tanpa mengganggu aspek keselamatan. Lihat Selengkapnya
GIICOMVEC 2026 Sedot 12.685 Pengunjung, Industri Kendaraan Komersial Masih Bergairah!
14 Apr 2026
GIICOMVEC 2026 Sedot 12.685 Pengunjung, Industri Kendaraan Komersial Masih Bergairah! 14 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Gelaran GIICOMVEC 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama empat hari pada 8–11 April 2026. Pameran ini untuk pertama kalinya digelar di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, dan mencatatkan angka kunjungan yang cukup signifikan. Dalam penyelenggaraan keempatnya, GIICOMVEC 2026 berhasil menarik sebanyak 12.685 trade visitors. Angka tersebut meningkat hampir 10 persen dibandingkan edisi sebelumnya, menunjukkan adanya pertumbuhan minat dari pelaku industri terhadap sektor kendaraan komersial di Indonesia. Dominasi Pelaku Industri dan Bisnis Sebagai pameran berkonsep business-to-business (B2B), GIICOMVEC 2026 memang tidak menyasar pengunjung umum. Mayoritas pengunjung yang hadir berasal dari berbagai sektor industri, mulai dari logistik, konstruksi, hingga distribusi. Para trade visitors ini memanfaatkan GIICOMVEC 2026 sebagai ajang untuk memperluas jaringan bisnis (networking), sekaligus mencari solusi operasional yang lebih efisien. Aktivitas eksplorasi teknologi dan diskusi bisnis menjadi salah satu fokus utama selama pameran berlangsung. GIICOMVEC 2026 menghadirkan total 14 merek kendaraan komersial global yang ikut berpartisipasi. Sejumlah nama besar yang hadir antara lain Daihatsu, Isuzu, Hino, hingga Mitsubishi Fuso. Selain itu, merek lain seperti Foton, Wuling, Toyota, Suzuki, hingga pemain global seperti Ford juga ikut meramaikan pameran. Kehadiran berbagai merek ini memperlihatkan beragam pilihan kendaraan komersial, mulai dari truk ringan, pick-up, hingga kendaraan berbasis listrik yang mulai banyak diperkenalkan ke pasar Indonesia. Tidak hanya kendaraan, GIICOMVEC 2026 juga diramaikan oleh lebih dari 45 merek industri pendukung. Mereka menghadirkan berbagai solusi yang berkaitan langsung dengan operasional kendaraan komersial. Mulai dari teknologi karoseri, penyedia suku cadang, hingga sistem manajemen armada berbasis digital menjadi bagian penting dalam pameran ini. Kehadiran sektor pendukung ini memperkuat posisi GIICOMVEC sebagai ekosistem lengkap bagi pelaku industri. Seminar dan Workshop Diikuti Lebih dari 1.200 Peserta Selain pameran produk, GIICOMVEC 2026 juga menghadirkan berbagai sesi seminar dan workshop yang membahas perkembangan industri kendaraan komersial. Lebih dari 1.200 peserta tercatat mengikuti rangkaian program ini. Topik yang dibahas mencakup tren teknologi, tantangan industri, hingga peluang bisnis di masa depan. Partisipasi tinggi dalam sesi edukatif ini menunjukkan bahwa pelaku industri tidak hanya mencari produk, tetapi juga insight untuk menghadapi perubahan pasar yang semakin dinamis. Kesuksesan GIICOMVEC 2026 juga tidak lepas dari dukungan berbagai asosiasi industri. Beberapa di antaranya seperti Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, hingga Asosiasi Karoseri Indonesia turut berperan aktif selama pameran berlangsung. Selain itu, dukungan juga datang dari sponsor utama seperti Sailun Group, serta sponsor lainnya seperti Pertamina Lubricants dan Lalamove. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan komersial di Indonesia. Penyelenggara GIICOMVEC 2026 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Mulai dari trade buyers, peserta pameran, sponsor, hingga dukungan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Dengan capaian jumlah pengunjung dan partisipasi industri yang meningkat, GIICOMVEC 2026 kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pameran kendaraan komersial terbesar di Indonesia yang berfokus pada kebutuhan bisnis dan solusi industri. Lihat Selengkapnya
Farizon, Ford, dan Sany Debut di GIICOMVEC 2026, Industri Kendaraan Komersial Makin Kompetitif
01 Apr 2026
Farizon, Ford, dan Sany Debut di GIICOMVEC 2026, Industri Kendaraan Komersial Makin Kompetitif 01 Apr 2026 Jakarta, GoodCar.id – Pameran kendaraan komersial terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2026, kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan line-up peserta yang semakin lengkap. Ajang business to business (B2B) ini akan berlangsung pada 8-11 April 2026 di Hall B, JIExpo Kemayoran, menghadirkan berbagai inovasi terbaru di sektor kendaraan komersial. Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran tiga merek baru yang untuk pertama kalinya bergabung, yaitu Farizon, Ford, dan Sany. Kehadiran mereka memperkuat posisi GIICOMVEC sebagai platform strategis bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi solusi mobilitas bisnis yang semakin inovatif. Industri Kendaraan Komersial Tetap Tumbuh Penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 berlangsung di tengah dinamika industri kendaraan komersial yang penuh tantangan. Meski demikian, sektor ini menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan yang tetap positif, didukung kemampuan manufaktur nasional yang semakin kompetitif. Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa pameran ini menjadi bukti nyata kekuatan industri otomotif Indonesia. Menurutnya, kemampuan produksi kendaraan komersial dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri dengan standar global. Selain itu, kinerja ekspor yang tetap stabil menjadi indikator bahwa produk otomotif Indonesia tidak hanya kompetitif di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional. Deretan Merek Global dan Inovasi Teknologi GIICOMVEC 2026 menghadirkan total 14 merek global yang siap menampilkan kendaraan komersial terbaru. Beberapa di antaranya adalah Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi Fuso, Toyota, Wuling, hingga Suzuki. Para peserta tidak hanya menampilkan produk unggulan, tetapi juga menghadirkan solusi kendaraan yang lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern. Inovasi yang ditawarkan mencakup sistem keamanan terkini, teknologi manajemen armada berbasis digital, hingga efisiensi operasional yang semakin optimal. Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas kebutuhan pelaku usaha yang semakin menuntut efisiensi, produktivitas, serta kemudahan dalam pengelolaan armada kendaraan. Platform Strategis untuk Pelaku Bisnis Ketua Penyelenggara GIICOMVEC sekaligus Ketua Harian GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa pameran ini tidak sekadar menjadi ajang pamer produk, tetapi juga platform strategis yang menghubungkan produsen dengan calon pembeli dari berbagai sektor industri. Menurutnya, GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai ruang interaksi bisnis yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan transportasi komersial. Mulai dari kendaraan, suku cadang, hingga teknologi pendukung, seluruhnya tersedia dalam satu ekosistem pameran. Hal ini menjadikan GIICOMVEC sebagai salah satu ajang penting dalam mendorong pertumbuhan sektor kendaraan komersial di Indonesia. Dukungan Industri Pendukung yang Komprehensif Selain kendaraan, GIICOMVEC 2026 juga didukung oleh lebih dari 35 merek industri pendukung. Mereka menghadirkan berbagai produk dan layanan yang mencakup suku cadang, pelumas, ban, hingga teknologi terbaru untuk pengelolaan armada. Kehadiran industri pendukung ini memberikan nilai tambah bagi para pelaku bisnis, karena memungkinkan mereka mendapatkan solusi operasional secara menyeluruh dalam satu tempat. Para pengunjung profesional (trade visitors) juga berkesempatan menikmati berbagai penawaran khusus selama pameran berlangsung. Tahun ini, GIICOMVEC didukung oleh Sailun Group sebagai sponsor utama, serta Pertamina Lubricants dan Lalamove sebagai sponsor pendukung. Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif Nasional Dengan konsep yang semakin matang dan partisipasi global yang luas, GIICOMVEC 2026 diharapkan mampu menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan komersial di Indonesia. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang showcase teknologi dan produk terbaru, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang investasi baru di sektor otomotif. Kehadiran merek-merek baru serta inovasi teknologi yang ditampilkan menjadi sinyal positif bahwa industri kendaraan komersial Indonesia terus bergerak maju, adaptif terhadap perubahan, dan siap bersaing di tingkat global. Lihat Selengkapnya
Toyota Ungkap Alasan Tolak Pesanan Mobil Murah dari Agrinas
09 Mar 2026
Toyota Ungkap Alasan Tolak Pesanan Mobil Murah dari Agrinas 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - PT Agrinas Pangan Nusantara memang menawarkan pembelian pick up ke sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program operasional koperasi desa dan distribusi pangan nasional. Namun, beberapa APM, termasuk Toyota, menyatakan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena perbedaan harga dan jenis kendaraan yang diminta. "Kenapa keputusannya kita nggak bisa fulfill, ya mohon maaf salah satunya contohnya jenis kendaraan, harga, itu kita nggak ketemu. Nah kalau masalah production capacity ya tentunya kita bisa secara bertahap nanti mendiskusikan," ujar Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Jap Ernando Demily, saat ditemui media, dalam acara Iftar Ramadhan di Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Tawaran Harga Pick Up Toyota Hilux 4x4 Tidak Cocok Menjadi Faktor Ernando menjelaskan bahwa harga yang diajukan Agrinas lebih rendah daripada harga pasar pick up 4x4 Toyota saat ini. Menurutnya, harga tinggi pada kendaraan jenis ini di Indonesia disebabkan oleh faktor pajak dan struktur biaya yang berbeda dari mobil penumpang. "Contoh Hilux Double Cabin itu harganya Rp 456 juta, tapi teman-teman juga perlu cermatin kalau teman-teman lihat di cost structure," ujar Ernando. Ia menambahkan, harga mobil termasuk harga kendaraan itu sendiri, luxury tax, Bea Balik Nama (BBN), dan pajak lainnya. Hal ini membuat harga pick up 4x4 di Indonesia relatif tinggi dibandingkan pasar global, karena mobil jenis ini dianggap memiliki kemungkinan penggunaan lebih banyak untuk personal dibandingkan kendaraan operasional. Toyota menegaskan bahwa meskipun kesepakatan belum tercapai, ruang diskusi tetap terbuka. Jika permintaan Agrinas disesuaikan dengan harga pasar dan jenis kendaraan yang tersedia, negosiasi bisa dilakukan secara bertahap. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketidakcocokan harga menjadi faktor utama yang menghambat proses pengadaan mobil untuk program koperasi desa. Beberapa APM lain di Indonesia juga menghadapi kendala serupa saat dimintai penawaran harga mobil oleh Agrinas. Penawaran harga yang jauh di bawah pasar membuat beberapa brand menunda atau menolak, karena perbedaan harga ini tidak sesuai dengan struktur biaya dan strategi penjualan masing-masing APM. Struktur Harga Pick Up di Indonesia Harga pick up 4x4 di Indonesia berbeda dibandingkan mobil penumpang karena beberapa faktor: Harga kendaraan – biaya produksi dan distribusi dari pabrik ke dealer. Luxury tax – pajak tambahan untuk kendaraan yang dikategorikan mewah atau penggunaan pribadi. Bea Balik Nama (BBN) – biaya administrasi saat kendaraan didaftarkan. Pajak lain – termasuk pajak daerah dan pajak penjualan kendaraan bermotor. Kombinasi faktor ini membuat harga Hilux Double Cabin mencapai Rp 456 juta, sehingga tawaran harga Agrinas yang lebih rendah tidak memenuhi standar APM. Pengadaan kendaraan untuk koperasi desa menjadi bagian dari program pemerintah untuk memperkuat distribusi hasil pertanian. Namun, perbedaan harga antara permintaan Agrinas dan harga pasar APM menimbulkan tantangan dalam implementasi program. Meski Toyota dan beberapa APM lain siap mendukung secara bertahap, negosiasi harga menjadi poin kunci sebelum pengadaan bisa terealisasi. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.