Spesifikasi Mercedes-AMG GT 63 4-Door Coupe: Monster Elektrik Pemangsa Teknologi21 May 2026
Spesifikasi Mercedes-AMG GT 63 4-Door Coupe: Monster Elektrik Pemangsa Teknologi21 May 2026
GoocCar.id - Seperti apa spesifikasi Mercedes-AMG GT 63 4-Door Coupe? Mercedes-AMG GT 63 4-Door Coupé terbaru adalah sebuah technovore spesies kendaraan yang "melahap" teknologi dalam setiap gigitan datanya. Ini adalah sebuah mobil listrik murni (EV) dengan tenaga masif dan mode berkendara melimpah.
Bagi pencinta AMG, arah baru ini sempat memicu keraguan. Sebuah AMG murni elektrik yang mengandalkan sirkuit digital demi memacu adrenalin? Padahal, pabrikan asal Affalterbach ini telah pulih dan berjaya selama beberapa dekade berkat "bahan bakar dinosaurus cair" dan ledakan ruang bakar internal (ICE).
Di atas kertas, mobil ini tampak sangat fungsional. Berkat arsitektur 800 volt dan baterai NCMA (Nickel/Cobalt/Manganese/Aluminium) dengan sistem pendingin oli super canggih, baterainya dapat diisi dari 10 ke 80 persen hanya dalam 11 menit. Pengisian selama 10 menit saja sudah bisa menambah daya jelajah sejauh 268 mil (431 km).
Daya tampung bagasinya mencapai 415 liter ditambah frunk (bagasi depan) sebesar 41 liter. Mobil ini mampu memuat beberapa penumpang dengan nyaman dan menawarkan jarak tempuh antara 370 mil (595 km) hingga 432 mil (695 km) jika Anda memilih varian GT 55 yang bertenaga lebih rendah.
Namun, fungsionalitas harian biasanya menjadi hal terakhir yang dipedulikan orang saat membahas sebuah AMG. Mengapa?
Sebab dalam spesifikasi tertinggi "63", GT 4-Door Coupé ini memuntahkan tenaga standar di atas 700 bhp, dan melonjak drastis hingga 1.153 bhp dengan torsi monster 1.475 lb-ft saat dibutuhkan. Kata "dibutuhkan" tentu relatif di sini, karena situasi nyata yang memerlukan akselerasi 0-100 km/jam di bawah 2,5 detik dan kecepatan puncak 299 km/jam terhitung sangat langka. Bobotnya yang nyaris 2,5 ton seolah menjadi tidak relevan. Anda akan paham mengapa akomodasi jok belakang dan ruang belanjaan sering kali diabaikan. Ini soal skala prioritas.
Sentuhan "Sihir" YASA dan Jiwa AMG
Ini adalah pembuktian pertama AMG sebagai kendaraan listrik murni yang sesungguhnya (mengingat SLS AMG Electric Drive 2013 hanyalah sebuah proyek langka serupa unicorn). AMG sengaja tidak terburu-buru demi memastikan eksekusinya matang. Mobil ini tidak boleh sekadar menjadi EV pelontar tubuh yang membosankan; ia harus dinamis, emosional, dan tetap terasa sebagai "sebuah AMG".
Rahasia performa ini bermula dari langkah korporat tahun 2021, saat Mercedes-Benz mengakuisisi YASA, perusahaan asal Oxford, Inggris, pelopor motor elektrik axial flux. Motor ini berbentuk pipih seperti piringan tebal (sekitar 4 inci) yang jauh lebih kecil, ringan, dan bertenaga dibandingkan motor EV konvensional.
Tantangan utamanya adalah suara motor ini cenderung bising. Pada aplikasinya di pabrikan lain, seperti suplemen performa pada Lamborghini Temerario, Revuelto, Ferrari 296 GTB, SF90 Stradale, hingga Koenigsegg Regera, kebisingan tersebut teredam oleh raungan mesin bensin. Namun, AMG melihat potensi lain untuk menjadikannya sumber penggerak tunggal.
GT 4-Door adalah mobil produksi massal pertama yang murni digerakkan oleh teknologi YASA, turunan langsung dari mobil konsep Concept GT XX yang memegang lebih dari 25 rekor dunia untuk kecepatan dan efisiensi.
Tenaga monster tersebut disalurkan oleh tiga unit motor axial flux satu di depan dan dua di belakang, menghasilkan sistem penggerak semua roda (AWD) dengan kemampuan torque-vectoring yang luar biasa.
Dinamika berkendara dapat diubah seketika melalui sistem 'Race Engineer' AMG yang dioperasikan lewat tiga kenop rotari di kokpit:
Response Control: Mengatur tingkat sensitivitas pedal akselerator.
Agility Control: Mengubah "jarak sumbu roda virtual" untuk memanipulasi karakteristik rotasi mobil. Pengemudi bisa membuatnya terasa lebih lincah, netral, atau cenderung oversteer.
Traction Control: Memiliki 9 tingkat pengaturan untuk menentukan seberapa ekstrem Anda ingin menguji nyali.
Selain mode standar (Eco, Slippery, Individual, Sport, Sport+, dan Race), terdapat mode AMGForceSport+. Mode ini menyimulasikan perpindahan gigi palsu via paddle shift lengkap dengan interupsi torsi artifisial, serta sintesis suara yang diadopsi dari AMG GT R. Semuanya dirancang agar konsumen loyal mesin bensin AMG tetap merasa familier.
Kabin Distopia dan Estetika Aerodinamika
Interior mobil ini layaknya sebuah kelab malam di Berlin: dominasi warna perak dan hitam dengan aksen pencahayaan merah tua yang pekat. Dasbornya dipadati layar digital, mulai dari layar pengemudi 10,2 inci yang menyatu dengan layar tengah 14 inci, ditambah satu layar 14 inci khusus untuk penumpang. Untungnya, kenop Race Engineer diletakkan di konsol tengah dan miring ke arah pengemudi, sehingga bisa dioperasikan berdasarkan sentuhan instingtif tanpa harus terus-menerus menatap layar sentuh.
Dari segi visual, mobil berbasis arsitektur AMG.EA ini memiliki dimensi masif dengan panjang lebih dari 5 meter dan lebar hampir 2 meter, setara dengan floorplan sebuah Range Rover. Fasia depannya dihiasi gril vertikal cekung yang besar, motif bintang khas Merc, dan lampu depan LED. Profil sampingnya tampak kekar namun aerodinamis, sementara bagian buritan dilengkapi enam lampu belakang berbentuk bintang ala afterburner jet tempur.
Sektor aerodinamika aktif yang disebut 'Aerokinetics' hadir dalam dua varian. Versi standar mencakup kisi-kisi udara aktif pada gril depan dan sepatbor, serta sayap belakang multi-tahap. Sementara varian balapnya mengadopsi elemen Venturi yang dapat memanjang di kolong mobil untuk mempercepat aliran udara ventral dan memberikan efek downforce magnetis ke permukaan trek.
Spesifikasi Teknis Utama
Transmisi : Triple-motor, AWD AMG Performance 4MATIC+
Tenaga Maksimum : 1.169 hp (1.153 bhp) / Output Kontinu: 721 hp
Torsi : 1.475 lb-ft (2.100 Nm)
Performa : 0-100 km/jam dalam 2,4 detik; Kecepatan Puncak 299 km/jam
Baterai : 106 kWh (Net) NCMA, Arsitektur 800V
Daya Isi Cepat : DC hingga 600 kW (10-80% dalam 11 menit)
Bobot : 2.460 kg
Pasar mobil listrik berperforma tinggi mungkin sedang fluktuatif, namun eksekusi AMG pada GT 63 4-Door Coupé ini membuktikan taringnya. Ia membawa teknologi mutakhir dan mendefinisikan ulang arti "emosi" pada era elektrifikasi. Kini, tinggal pembuktian di jalan raya untuk melihat sejauh mana performa radikal ini mampu menerjemahkan warisan magis AMG.
Lihat Selengkapnya
Maextro V800: MPV Ultra-Mewah Aliansi Huawei-JAC Siap Tantang Dominasi Rolls-Royce11 May 2026
BEIJING, GoodCar.id – Babak baru persaingan segmen kendaraan ultra-mewah di Tiongkok semakin memanas. Regulator setempat baru saja mengungkap data Maextro V800, MPV flagship terbaru dari Maextro, merek paling premium dalam aliansi HIMA (Harmony Intelligent Mobility Alliance) besutan Huawei. Maextro V800 telah resmi mengajukan lisensi penjualan dan diproyeksikan menjadi rival serius bagi nama besar sekelas Maybach hingga Rolls-Royce.
Dominasi Maextro di Segmen Premium
Maextro, yang diproduksi oleh JAC Motors, bukanlah pemain baru yang bisa dipandang sebelah mata. Kehadiran V800 menyusul kesuksesan fenomenal Maextro S800, sedan mewah yang diluncurkan Mei tahun lalu.
Sejak debutnya hingga Maret 2026, S800 telah mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 15.000 unit. Angka ini membuat S800 mendominasi segmen sedan premium di Tiongkok, mengalahkan Porsche, BMW, hingga Maybach.
"Sebagai ilustrasi, pada Desember 2025, Maextro S800 menjadi mobil terlaris di segmen sedan premium (harga di atas 700.000 yuan atau Sekitar 1,7 Miliar Rupiah), dengan penjualan mencapai 4.376 unit. Angka ini jauh melampaui Porsche Panamera di posisi kedua yang hanya terjual 1.593 unit."
Bahkan pada Januari 2026, S800 kembali memimpin pasar, mengungguli BMW Seri 7 dan Mercedes-Benz Maybach S-Class dalam daftar yang mencakup kendaraan listrik (EV) maupun mesin konvensional (ICE).
Spesifikasi Teknis: Dimensi Raksasa dan Powertrain EREV
Maextro V800 hadir dengan dimensi yang sangat impresif. Memiliki panjang 5.495 mm, lebar 2.006 mm, dan tinggi 1.850 mm, dengan jarak sumbu roda (wheelbase) mencapai 3.430 mm. Kendaraan bongsor ini memiliki bobot kosong (curb weight) sebesar 3.190 kg.
Berdasarkan dokumen MIIT, V800 mengusung teknologi EREV (Extended Range Electric Vehicle):
Mesin ICE: 1.5-liter Turbo (model M8100PHD dari JAC) bertenaga 127 kW. Perlu dicatat, mesin ini tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.
Motor Listrik: Sistem penggerak ganda (dual e-motors) dengan output depan 160 kW dan belakang 230 kW, menghasilkan tenaga gabungan sebesar 390 kW (523 hp).
Baterai: Menggunakan sel dari CATL. Meski kapasitas resminya belum diumumkan, estimasi pasar berada di angka 65 kWh yang mampu menempuh jarak tempuh elektrik murni hingga 280 km (metode CLTC).
Varian Masa Depan
Meski saat ini Maextro baru mengajukan izin untuk versi EREV, versi BEV (Battery Electric Vehicle) atau listrik murni dipastikan akan segera menyusul. Bersamaan dengan pengajuan V800, Maextro juga mendaftarkan edisi Flagship terbaru untuk sedan S800 yang hadir dengan opsi warna dan fitur interior yang lebih segar.
Dengan banderol harga varian tertinggi yang menembus 1 juta yuan (sekitar Rp2,3 miliar), Maextro kini semakin kokoh menyandang julukan sebagai "Rolls-Royce dari Negeri Tirai Bambu.
Lihat Selengkapnya
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia kembali mencatatkan pergerakan yang menarik pada Januari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales BEV mencapai 10.061 unit.
Angka ini setara sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit pada periode yang sama.
Kontribusi dua digit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kian mengukuhkan posisinya dalam struktur pasar otomotif nasional. Meski demikian, dibandingkan Desember 2025 yang membukukan 21.021 unit, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara bulanan. Koreksi ini dinilai sebagai bentuk normalisasi pasar setelah lonjakan signifikan di akhir tahun.
BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Pimpin Persaingan
Posisi teratas mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik model kompak dengan harga kompetitif di pasar domestik.
Di peringkat kedua, Jaecoo J5 mencatatkan 1.942 unit. Hasil tersebut memperlihatkan respons pasar yang cepat terhadap model SUV listrik pendatang baru.
Sementara itu, BYD M6 berada di posisi ketiga dengan 851 unit, membuktikan bahwa segmen kendaraan keluarga tetap relevan dalam era elektrifikasi.
Dominasi Merek China di 10 Besar
Model lain yang masuk lima besar adalah Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit). Keduanya mempertegas dominasi pabrikan China dalam daftar teratas BEV nasional.
Di papan tengah, distribusi tercatat pada Geely EX2 (423 unit), Denza D9 (392 unit), dan Aion UT (266 unit). Sepuluh besar dilengkapi oleh Chery J6 (215 unit) serta Aion V (214 unit).
Di luar 10 besar, persaingan tetap berlangsung ketat, termasuk di segmen premium. Distribusi model kelas atas masih relatif terbatas, seperti BMW i7 (8 unit), Toyota bZ4X (7 unit), dan Mercedes-Benz EQE (4 unit). Bahkan model flagship seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW i5 masing-masing hanya mencatat 1 unit.
Secara keseluruhan, data Januari 2026 memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia semakin kompetitif. Meski terjadi koreksi bulanan, pangsa pasar yang sudah menembus 15 persen menandakan elektrifikasi bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari transformasi industri otomotif nasional.
Berikut Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026:
1. BYD Atto 1: 3.361 unit
2. Jaecoo J5: 1.942 unit
3. BYD M6: 851 unit
4. Wuling Darion EV: 790 unit
5. BYD Sealion 7: 613 unit
6. Geely EX2: 423 unit
7. Denza D9: 392 unit
8. Aion UT: 266 unit
9. Chery J6: 215 unit
10. Aion V: 214 unit
11. VinFast VF 3: 119 unit
12. Xpeng X9: 105 unit
13. MG 4 EV: 95 unit
14. Polytron G3: 82 unit
15. Hyptec HT: 77 unit
16. Aion Y Plus: 67 unit
17. Xpeng G6: 67 unit
18. BYD Seal: 45 unit
19. Hyundai Kona EV: 37 unit
20. GWM Ora 03: 32 unit
21. Wuling Air EV: 32 unit
22. Omoda E5: 28 unit
23. Changan Deepal: 26 unit
24. Wuling Cloud EV: 25 unit
25. MG ZS EV: 17 unit
26. Citroen E-C3: 15 unit
27. VinFast VF e34: 15 unit
28. Wuling Binguo EV: 14 unit
29. VinFast VF 5: 13 unit
30. BYD Dolphin: 9 unit
31. DFSK Gelora E: 9 unit
32. Seres E1: 8 unit
33. BMW i7: 8 unit
34. Toyota bZ4X: 7 unit
35. VW ID.Buzz: 7 unit
36. Wuling Mitra EV: 7 unit
37. Mini Electric: 5 unit
38. Mercedes-Benz EQE: 4 unit
39. MG Cyberster: 4 unit
40. BMW iX1: 3 unit
41. VinFast VF 6: 3 unit
42. Genesis G80: 2 unit
43. Hyundai Ioniq 5: 2 unit
44. Mercedes-Benz EQS: 1 unit
45. Volvo ES90: 1 unit
46. BMW i5: 1 unit
47. VinFast VF 7: 1 unit
48. BMW iX: 1 unit
Lihat Selengkapnya
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Memasuki bulan kedua tahun 2026, dinamika harga mobil listrik (EV) di Indonesia semakin menarik untuk dicermati. Setelah penyesuaian besar dilakukan pada awal tahun, Februari menghadirkan pergerakan harga yang relatif stabil, meski tetap ada koreksi dari beberapa merek ternama.
Sorotan utama datang dari dua pabrikan asal Tiongkok. BYD melakukan penyesuaian harga sebesar Rp4 juta untuk varian Atto 1 Dynamic, yang kini dipasarkan di angka Rp199 juta—masih berada di bawah batas psikologis Rp200 juta. Di sisi lain, GWM justru menurunkan harga GWM Ora 03 sebesar Rp10 juta, sehingga kini dibanderol Rp369 juta, membuatnya semakin kompetitif di segmen hatchback listrik bergaya retro.
Momentum ini bertepatan dengan gelaran Indonesia International Motor Show yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut diyakini menjadi katalis hadirnya model-model EV baru yang akan semakin meramaikan pasar otomotif nasional.
Berikut rangkuman harga terbaru berdasarkan kategori segmen.
Lini Mobil Listrik Ekonomis (Di Bawah Rp400 Juta)
Segmen ini menawarkan pilihan paling beragam, mulai dari city car ringkas hingga SUV kompak dengan harga terjangkau:
Changan Lumin: Rp183 juta
Seres E1: Rp189 juta (B-Type) – Rp219 juta (L-Type)
VinFast VF 3: Rp152 juta (Berlangganan Baterai) – Rp192,28 juta (Termasuk Baterai)
BYD Atto 1: Rp199 juta (Dynamic) – Rp235 juta (Premium)
VinFast VF 5: Rp212 juta (Berlangganan Baterai) – Rp272,35 juta (Termasuk Baterai)
Wuling Air ev: Rp214 juta (Lite) – Rp307 juta (Pro)
Jaecoo J5 EV: Rp249,9 juta (Standard) – Rp299,9 juta (Premium, khusus 1.000 konsumen pertama)
Geely EX2: Rp229,9 juta (Promo Pro) – Rp259,9 juta (Promo Max)
MG 4 EV Ignite: Rp299 juta
Polytron G3: Rp299 juta (Sewa Baterai) – Rp419 juta (Beli Putus)
Aion UT: Rp325 juta – Rp363 juta
Mitsubishi L100 EV: Rp323,3 juta
BYD Dolphin: Rp369 juta (Dynamic) – Rp429 juta (Premium)
Chery E5: Rp369,9 juta (Pure) – Rp399,9 juta (Standar)
Citroen E-C3: Rp377 juta
Wuling Binguo EV: Rp318 juta – Rp363 juta
Segmen ini menjadi tulang punggung pertumbuhan EV nasional karena menawarkan kombinasi harga rasional dan fitur yang semakin kompetitif.
Lini Kelas Menengah & SUV (Rp400 Juta – Rp1 Miliar)
Kategori ini dihuni model dengan teknologi lebih canggih dan fitur kenyamanan premium:
MG 4 EV & MG ZS EV: Rp405 juta – Rp419 juta
Aion Y Plus: Rp419 juta – Rp479 juta
Aion V: Rp449 juta – Rp489 juta
Geely EX5: Rp465 juta – Rp505 juta
Aletra L8 EV: Rp488 juta – Rp493 juta
Chery J6: Rp505,5 juta – Rp615,5 juta
Hyundai Kona Electric: Rp565,25 juta – Rp689,55 juta
Changan Deepal S07: Rp599 juta
BYD Sealion 7: Rp629 juta – Rp719 juta
BYD Seal: Rp639 juta – Rp750 juta
Toyota bZ4X & Toyota Urban Cruiser EV: Rp759 juta – Rp799 juta
Hyundai Ioniq 5: Rp809 juta – Rp925,6 juta
Mazda MX-30: Rp860 juta
Maxus Mifa 9 & Maxus Mifa 7: Rp750 juta – Rp888 juta
Volvo EX30: Rp930 juta – Rp1,1 miliar
Segmen ini menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, jarak tempuh lebih jauh, serta kenyamanan kelas atas.
Lini Mewah & Performa Tinggi (Di Atas Rp1 Miliar)
Untuk kategori premium, berbagai merek global menghadirkan EV dengan teknologi mutakhir dan prestise tinggi:
Denza D9: Rp950 juta
MINI Electric: Rp1,029 miliar – Rp1,472 miliar
BMW i5 hingga lini BMW iX & i7: Rp1,379 miliar – Rp3,576 miliar
Mercedes-Benz EQS dan EQ Series lainnya: Rp1,69 miliar – Rp3,995 miliar
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV: Rp7,65 miliar
Kia EV9: hingga Rp1,985 miliar
Lexus RZ 450e: hingga Rp2,488 miliar
Porsche Taycan: Rp4,2 miliar – Rp5 miliar
Tesla Model 3 & Tesla Model Y: Rp1,5 miliar – Rp2 miliar
Dengan rentang harga yang semakin luas—mulai Rp152 juta hingga miliaran rupiah—pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan kematangan yang signifikan. Februari 2026 menjadi periode penting yang menandai persaingan semakin sehat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di berbagai segmen.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.