Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris17 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia kembali mencatatkan pergerakan yang menarik pada Januari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales BEV mencapai 10.061 unit.
Angka ini setara sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit pada periode yang sama.
Kontribusi dua digit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kian mengukuhkan posisinya dalam struktur pasar otomotif nasional. Meski demikian, dibandingkan Desember 2025 yang membukukan 21.021 unit, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara bulanan. Koreksi ini dinilai sebagai bentuk normalisasi pasar setelah lonjakan signifikan di akhir tahun.
BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Pimpin Persaingan
Posisi teratas mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik model kompak dengan harga kompetitif di pasar domestik.
Di peringkat kedua, Jaecoo J5 mencatatkan 1.942 unit. Hasil tersebut memperlihatkan respons pasar yang cepat terhadap model SUV listrik pendatang baru.
Sementara itu, BYD M6 berada di posisi ketiga dengan 851 unit, membuktikan bahwa segmen kendaraan keluarga tetap relevan dalam era elektrifikasi.
Dominasi Merek China di 10 Besar
Model lain yang masuk lima besar adalah Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit). Keduanya mempertegas dominasi pabrikan China dalam daftar teratas BEV nasional.
Di papan tengah, distribusi tercatat pada Geely EX2 (423 unit), Denza D9 (392 unit), dan Aion UT (266 unit). Sepuluh besar dilengkapi oleh Chery J6 (215 unit) serta Aion V (214 unit).
Di luar 10 besar, persaingan tetap berlangsung ketat, termasuk di segmen premium. Distribusi model kelas atas masih relatif terbatas, seperti BMW i7 (8 unit), Toyota bZ4X (7 unit), dan Mercedes-Benz EQE (4 unit). Bahkan model flagship seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW i5 masing-masing hanya mencatat 1 unit.
Secara keseluruhan, data Januari 2026 memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia semakin kompetitif. Meski terjadi koreksi bulanan, pangsa pasar yang sudah menembus 15 persen menandakan elektrifikasi bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari transformasi industri otomotif nasional.
Berikut Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026:
1. BYD Atto 1: 3.361 unit
2. Jaecoo J5: 1.942 unit
3. BYD M6: 851 unit
4. Wuling Darion EV: 790 unit
5. BYD Sealion 7: 613 unit
6. Geely EX2: 423 unit
7. Denza D9: 392 unit
8. Aion UT: 266 unit
9. Chery J6: 215 unit
10. Aion V: 214 unit
11. VinFast VF 3: 119 unit
12. Xpeng X9: 105 unit
13. MG 4 EV: 95 unit
14. Polytron G3: 82 unit
15. Hyptec HT: 77 unit
16. Aion Y Plus: 67 unit
17. Xpeng G6: 67 unit
18. BYD Seal: 45 unit
19. Hyundai Kona EV: 37 unit
20. GWM Ora 03: 32 unit
21. Wuling Air EV: 32 unit
22. Omoda E5: 28 unit
23. Changan Deepal: 26 unit
24. Wuling Cloud EV: 25 unit
25. MG ZS EV: 17 unit
26. Citroen E-C3: 15 unit
27. VinFast VF e34: 15 unit
28. Wuling Binguo EV: 14 unit
29. VinFast VF 5: 13 unit
30. BYD Dolphin: 9 unit
31. DFSK Gelora E: 9 unit
32. Seres E1: 8 unit
33. BMW i7: 8 unit
34. Toyota bZ4X: 7 unit
35. VW ID.Buzz: 7 unit
36. Wuling Mitra EV: 7 unit
37. Mini Electric: 5 unit
38. Mercedes-Benz EQE: 4 unit
39. MG Cyberster: 4 unit
40. BMW iX1: 3 unit
41. VinFast VF 6: 3 unit
42. Genesis G80: 2 unit
43. Hyundai Ioniq 5: 2 unit
44. Mercedes-Benz EQS: 1 unit
45. Volvo ES90: 1 unit
46. BMW i5: 1 unit
47. VinFast VF 7: 1 unit
48. BMW iX: 1 unit
Lihat Selengkapnya
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Memasuki bulan kedua tahun 2026, dinamika harga mobil listrik (EV) di Indonesia semakin menarik untuk dicermati. Setelah penyesuaian besar dilakukan pada awal tahun, Februari menghadirkan pergerakan harga yang relatif stabil, meski tetap ada koreksi dari beberapa merek ternama.
Sorotan utama datang dari dua pabrikan asal Tiongkok. BYD melakukan penyesuaian harga sebesar Rp4 juta untuk varian Atto 1 Dynamic, yang kini dipasarkan di angka Rp199 juta—masih berada di bawah batas psikologis Rp200 juta. Di sisi lain, GWM justru menurunkan harga GWM Ora 03 sebesar Rp10 juta, sehingga kini dibanderol Rp369 juta, membuatnya semakin kompetitif di segmen hatchback listrik bergaya retro.
Momentum ini bertepatan dengan gelaran Indonesia International Motor Show yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut diyakini menjadi katalis hadirnya model-model EV baru yang akan semakin meramaikan pasar otomotif nasional.
Berikut rangkuman harga terbaru berdasarkan kategori segmen.
Lini Mobil Listrik Ekonomis (Di Bawah Rp400 Juta)
Segmen ini menawarkan pilihan paling beragam, mulai dari city car ringkas hingga SUV kompak dengan harga terjangkau:
Changan Lumin: Rp183 juta
Seres E1: Rp189 juta (B-Type) – Rp219 juta (L-Type)
VinFast VF 3: Rp152 juta (Berlangganan Baterai) – Rp192,28 juta (Termasuk Baterai)
BYD Atto 1: Rp199 juta (Dynamic) – Rp235 juta (Premium)
VinFast VF 5: Rp212 juta (Berlangganan Baterai) – Rp272,35 juta (Termasuk Baterai)
Wuling Air ev: Rp214 juta (Lite) – Rp307 juta (Pro)
Jaecoo J5 EV: Rp249,9 juta (Standard) – Rp299,9 juta (Premium, khusus 1.000 konsumen pertama)
Geely EX2: Rp229,9 juta (Promo Pro) – Rp259,9 juta (Promo Max)
MG 4 EV Ignite: Rp299 juta
Polytron G3: Rp299 juta (Sewa Baterai) – Rp419 juta (Beli Putus)
Aion UT: Rp325 juta – Rp363 juta
Mitsubishi L100 EV: Rp323,3 juta
BYD Dolphin: Rp369 juta (Dynamic) – Rp429 juta (Premium)
Chery E5: Rp369,9 juta (Pure) – Rp399,9 juta (Standar)
Citroen E-C3: Rp377 juta
Wuling Binguo EV: Rp318 juta – Rp363 juta
Segmen ini menjadi tulang punggung pertumbuhan EV nasional karena menawarkan kombinasi harga rasional dan fitur yang semakin kompetitif.
Lini Kelas Menengah & SUV (Rp400 Juta – Rp1 Miliar)
Kategori ini dihuni model dengan teknologi lebih canggih dan fitur kenyamanan premium:
MG 4 EV & MG ZS EV: Rp405 juta – Rp419 juta
Aion Y Plus: Rp419 juta – Rp479 juta
Aion V: Rp449 juta – Rp489 juta
Geely EX5: Rp465 juta – Rp505 juta
Aletra L8 EV: Rp488 juta – Rp493 juta
Chery J6: Rp505,5 juta – Rp615,5 juta
Hyundai Kona Electric: Rp565,25 juta – Rp689,55 juta
Changan Deepal S07: Rp599 juta
BYD Sealion 7: Rp629 juta – Rp719 juta
BYD Seal: Rp639 juta – Rp750 juta
Toyota bZ4X & Toyota Urban Cruiser EV: Rp759 juta – Rp799 juta
Hyundai Ioniq 5: Rp809 juta – Rp925,6 juta
Mazda MX-30: Rp860 juta
Maxus Mifa 9 & Maxus Mifa 7: Rp750 juta – Rp888 juta
Volvo EX30: Rp930 juta – Rp1,1 miliar
Segmen ini menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, jarak tempuh lebih jauh, serta kenyamanan kelas atas.
Lini Mewah & Performa Tinggi (Di Atas Rp1 Miliar)
Untuk kategori premium, berbagai merek global menghadirkan EV dengan teknologi mutakhir dan prestise tinggi:
Denza D9: Rp950 juta
MINI Electric: Rp1,029 miliar – Rp1,472 miliar
BMW i5 hingga lini BMW iX & i7: Rp1,379 miliar – Rp3,576 miliar
Mercedes-Benz EQS dan EQ Series lainnya: Rp1,69 miliar – Rp3,995 miliar
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV: Rp7,65 miliar
Kia EV9: hingga Rp1,985 miliar
Lexus RZ 450e: hingga Rp2,488 miliar
Porsche Taycan: Rp4,2 miliar – Rp5 miliar
Tesla Model 3 & Tesla Model Y: Rp1,5 miliar – Rp2 miliar
Dengan rentang harga yang semakin luas—mulai Rp152 juta hingga miliaran rupiah—pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan kematangan yang signifikan. Februari 2026 menjadi periode penting yang menandai persaingan semakin sehat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di berbagai segmen.
Lihat Selengkapnya
Sejarah Mercedes-Benz: Perjalanan Panjang Ikon Mobil Mewah Dunia04 Feb 2026
Sejarah Mercedes-Benz: Perjalanan Panjang Ikon Mobil Mewah Dunia04 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Produsen mobil premium asal Jerman, Mercedes-Benz, telah menorehkan perjalanan panjang selama lebih dari satu abad. Sepanjang sejarahnya, Mercedes-Benz bukan hanya membangun kendaraan, tetapi juga membentuk identitas industri otomotif global melalui inovasi teknologi, desain revolusioner, hingga simbol merek yang mendunia.
Beragam tonggak penting telah dilalui Mercedes-Benz sejak kelahirannya, mulai dari asal-usul nama, evolusi desain kendaraan, hingga lahirnya logo bintang tiga yang kini identik dengan kemewahan dan kualitas tinggi.
Awal Mula Sejarah Mercedes-Benz
Cikal bakal Mercedes-Benz berakar dari dua tokoh visioner, Karl Benz dan Gottlieb Daimler, yang memiliki misi serupa: membebaskan manusia dari ketergantungan transportasi bertenaga kuda. Pada dekade 1880-an, keduanya secara terpisah mengembangkan kendaraan bermotor di wilayah Jerman Selatan.
Gottlieb Daimler bersama kepala insinyurnya, Wilhelm Maybach, berhasil mengembangkan mesin empat-tak di Cannstatt. Sementara itu, Karl Benz menjalankan penelitiannya melalui bengkel miliknya di Mannheim, dekat Heidelberg. Meski berada di wilayah yang berdekatan, tidak ada catatan sejarah yang menunjukkan bahwa kedua pionir tersebut pernah bertemu secara langsung.
Nama Mercedes sendiri mulai dikenal pada April 1900, ketika Daimler-Motoren-Gesellschaft (DMG) menggunakan nama tersebut atas permintaan Emil Jellinek, seorang pengusaha dan dealer mobil. Nama “Mercedes” diambil dari nama putri Jellinek dan digunakan untuk menamai mobil balap DMG.
Model balap Mercedes 35 hp, yang dirancang oleh Wilhelm Maybach dan Paul Daimler, menjadi kendaraan pertama yang menggunakan nama tersebut. Mobil ini mencetak kesuksesan besar dengan memenangkan hampir seluruh ajang balap di Nice, Prancis, kota tempat Jellinek bermukim saat itu.
Mercedes-Benz sebagai Pionir Desain Otomotif
Dalam hal desain, Mercedes-Benz memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan estetika mobil modern. Pada era 1930-an, pabrikan ini memperkenalkan desain kendaraan dengan garis bodi mengalir dan bentuk membulat, yang menjadi ciri khas mobil mewah kala itu.
Model Mercedes-Benz 500 K yang diperkenalkan pada 1934, disusul 540 K pada 1936, dianggap sebagai simbol keindahan dan kesempurnaan otomotif. Kedua model tersebut menetapkan standar baru untuk desain coupe dan roadster modern.
Pengaruh Mercedes-Benz semakin terasa pada era pascaperang dengan hadirnya model 180, yang menjadi pelopor desain “ponton”. Model ini merupakan mobil pertama yang mengadopsi konfigurasi “three box”, yakni pemisahan ruang mesin, kabin penumpang, dan bagasi. Desain ini tidak hanya fungsional, tetapi juga meningkatkan stabilitas berkendara.
Ciri khas lainnya adalah integrasi penuh fender dan lampu depan ke dalam bodi, menciptakan tampilan yang harmonis dan interior yang lebih lapang untuk ukuran zamannya. Konsep ini kemudian menjadi fondasi desain sedan Mercedes-Benz hingga kini.
Evolusi Desain hingga Model Ikonik
Konsep desain three-box dari Mercedes-Benz 180 terus dikembangkan dan diterapkan pada berbagai lini sedan Mercedes-Benz. Model-model legendaris seperti 600 Gross, S-Class, E-Class, C-Class, hingga A-Class Sedan lahir dari filosofi desain tersebut.
Seiring waktu, Mercedes-Benz terus memperluas portofolio produknya dengan melahirkan kendaraan ikonik dan inovatif, mulai dari 300 SL Gullwing, 220 S “Fintail”, hingga Gelandewagen atau yang dikenal sebagai G-Class.
Makna Logo Bintang Tiga Mercedes-Benz
Selain desain kendaraan, salah satu elemen paling dikenal dari Mercedes-Benz adalah logo bintang sudut tiga. Logo ini lahir dari visi Gottlieb Daimler yang membayangkan penggunaan mesin ciptaannya di tiga elemen utama: darat, laut, dan udara.
Logo bintang tiga tersebut resmi didaftarkan sebagai simbol dagang oleh DMG pada tahun 1909. Pada awalnya, logo ini hanya berupa bintang tanpa lingkaran. Baru pada 1913, bintang tersebut diberi cincin luar dengan tulisan “Mercedes” serta empat bintang kecil di dalamnya.
Penggabungan Daimler dan Benz
Sebelum bersatu, DMG dan Benz & Cie merupakan rival di industri otomotif. Perusahaan milik Karl Benz juga dikenal inovatif, salah satunya dengan menciptakan mesin pembakaran yang mampu melampaui kecepatan 200 km/jam.
Kedua perusahaan akhirnya bergabung pada tahun 1926, melahirkan nama Mercedes-Benz. Penggabungan ini turut menyatukan identitas visual keduanya. Logo baru menampilkan bintang tiga Mercedes di tengah, dikelilingi karangan bunga laurel khas Benz, dengan nama Mercedes dan Benz di bagian atas dan bawah.
Nama Mercedes-Benz resmi terdaftar sebagai merek dagang pada 7 Oktober 1927, disusul pendaftaran logo pada 28 Agustus 1928. Hingga kini, nama dan logo Mercedes-Benz tetap menjadi simbol tradisi, inovasi, dan kemewahan dalam industri otomotif global.
Era
Evolusi Identitas
1909
Simbol bintang sudut tiga pertama kali didaftarkan oleh DMG.
1926
Merger DMG dan Benz & Cie bergabung menjadi Mercedes-Benz.
Desain Logo
Bintang Daimler ditempatkan di tengah, dikelilingi karangan bunga (laurel) khas Benz.
1927
Nama Mercedes-Benz resmi terdaftar sebagai merek dagang global.
Sistem penamaan Mercedes-Benz dari Kelas A hingga S bukanlah sekadar kumpulan alfabet acak, melainkan sebuah struktur yang dirancang untuk memetakan setiap model berdasarkan segmentasi pasar, dimensi fisik, dan level kemewahannya.
Klasifikasi sistematis ini berperan untuk memudahkan konsumen dalam mengidentifikasi unit yang paling selaras dengan kebutuhan fungsional maupun selera pribadi mereka, memastikan bahwa setiap alfabet representasi akurat dari kelas oleh pabrikan asal Jerman tersebut.
Kelas
Karakter Utama
Pilihan Bentuk Bodi
Kelas A
entry-level yang lincah dan ringkas.
Hatchback & Sedan
Kelas B
Mengutamakan ruang dan fleksibilitas (Multi-Purpose Vehicle).
Compact MPV
Kelas C
Jantung penjualan, biasanya mengutamakan gaya dan performa.
Sedan, Estate, Coupe, Cabriolet
Kelas E
Standar kenyamanan eksekutif dengan teknologi yang jauh lebih serius dibanding kelas C.
Sedan, Estate, Coupe, Cabriolet
Kelas S
Standar tertinggi.
Sedan, Coupe, Cabriolet
Kelas G
Biasa dikenal sebagai Gelandewagen, merupakan ikon kendaraan off-road dari Mercedes-Benz
SUV
Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia
Jauh sebelum agen resmi berdiri, Indonesia sudah mencatatkan sejarah dunia. Hanya berselang delapan tahun setelah Carl Benz menciptakan mobil pertama di dunia, Sultan Surakarta Pakoe Boewono X memboyong Benz Victoria Phaeton pada tahun 1894.
Spesifikasi: Mesin 1-silinder 2.0 liter dengan tenaga 5 hp dan ban karet keras.
Ekspansi Keraton: Pada 1907, Sultan kembali menambah koleksinya dengan Britze Daimler bermesin 4-silinder 45 hp.
Pada tahun 1934, Indonesia kedatangan Mercedes-Benz Tipe 500 K. Dibekali mesin 8-silinder 5.0 liter dengan teknologi supercharger. Tanpa bantuan supercharger, mesin ini menghasilkan 100 hp, namun saat diaktifkan, tenaganya melonjak hingga 160 hp dengan kecepatan puncak 160 km/jam sebuah angka yang sangat tinggi untuk mobil seberat itu di era 30-an.
Momentum korporasi dimulai secara resmi pada 8 Oktober 1970 melalui pembentukan PT Star Motors Indonesia, sebuah usaha patungan antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas. Langkah ini diikuti dengan pembangunan pabrik perakitan PT German Motor Manufacturing.
Tahun
Milestone Penting di Indonesia
1971
Produksi massal pertama di Tanjung Priok dengan truk legendaris Mercedes-Benz 911.
1973
Perakitan sedan penumpang pertama dimulai dengan seri W115 (200, 240 D, dan 280).
1982
Mercedes-Benz memindahkan operasional perakitan ke fasilitas yang lebih besar dan modern di Wanaherang, Bogor.
2026
Pabrik Wanaherang kini merakit lini premium lengkap: C-Class, E-Class, S-Class, hingga lini SUV (GLC, GLE, GLS) dan kendaraan niaga Axor.
Mercedes-Benz di Indonesia tidak hanya ditopang oleh pabrik, tetapi juga oleh loyalitas penggunanya. Di bawah Mercedes-Benz Club Indonesia (MB Club Ina), ratusan klub Mercy di seluruh nusantara menjaga tradisi dan nilai historis mobil ini.
Lihat Selengkapnya
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun Inovasi, Tegaskan Arah Elektrifikasi dan Digitalisasi04 Feb 2026
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun Inovasi, Tegaskan Arah Elektrifikasi dan Digitalisasi04 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id – Mercedes-Benz Indonesia merayakan tonggak sejarah 140 tahun perjalanan merek otomotif legendaris asal Jerman tersebut lewat acara bertajuk “Mercedes-Benz 140 Years of Innovation” yang digelar di World Beyond by Mercedes-Benz, Thamrin Nine, Jakarta. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penegasan bahwa Mercedes-Benz tetap konsisten mendorong inovasi di tengah perubahan besar industri otomotif global.
Sejak Karl Benz mematenkan kendaraan bermotor pertama di dunia pada 1886, Mercedes-Benz dikenal sebagai pionir teknologi mobil. Dalam 140 tahun perjalanannya, satu hal yang tidak pernah berubah: arah geraknya selalu maju.
Chief Executive Officer Mercedes-Benz Indonesia, Donald Rachmat, menegaskan bahwa inovasi adalah DNA utama Mercedes-Benz sejak hari pertama.
“Perjalanan Mercedes-Benz dimulai pada tahun 1886, ketika Karl Benz mematenkan Benz Patent-Motorwagen yang diakui sebagai mobil pertama di dunia. Sejak saat itu, inovasi menjadi fondasi utama Mercedes-Benz dalam menghadirkan teknologi, keselamatan, kenyamanan, dan kemewahan,” ujar Donald Rachmat.
Ia menambahkan bahwa inovasi Mercedes-Benz bukan sekadar menciptakan teknologi baru, melainkan proses berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi pelanggan.
“Bagi Mercedes-Benz, inovasi bukan sekadar mencipta, tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pelanggan melalui elektrifikasi, digitalisasi dan intelligent mobility,” lanjutnya.
Dari Mobil Pertama Dunia hingga Era Kendaraan Listrik
Sejarah Mercedes-Benz selama 140 tahun mencatat banyak tonggak penting, mulai dari kendaraan bermotor pertama yang kini terdaftar dalam UNESCO Memory of the World Register, hingga lahirnya standar keselamatan modern seperti ABS, airbag, ESP®, dan PRE-SAFE®.
Inovasi-inovasi tersebut tidak hanya mengubah industri otomotif, tetapi juga membentuk standar global soal keamanan, kenyamanan, dan desain kendaraan.
Selain teknologi, Mercedes-Benz juga dikenal sebagai simbol gaya hidup. Pengaruhnya menjalar ke dunia fesyen, arsitektur, hingga perfilman. Desain mobil-mobilnya kerap menjadi referensi visual lintas zaman.
Motorsport Jadi Laboratorium Teknologi
Peran dunia balap juga tak terpisahkan dari sejarah Mercedes-Benz. Dari era Silver Arrows hingga dominasi Mercedes-AMG di Formula 1, motorsport menjadi ruang uji coba teknologi yang kemudian diturunkan ke mobil produksi massal.
Lewat kompetisi, Mercedes-Benz mengembangkan teknologi performa, efisiensi, dan keselamatan yang relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Kini, fokus Mercedes-Benz mengarah ke elektrifikasi dan digitalisasi. Mereka mengembangkan kendaraan listrik, sistem berkendara otomatis, serta MB.OS — sistem operasi kendaraan yang dirancang berpusat pada manusia dan masyarakat.
Perjalanan Mercedes-Benz di Indonesia
Kisah Mercedes-Benz di Indonesia bahkan dimulai lebih awal dari yang banyak orang kira. Pada 1894, sebuah Benz Victoria Phaeton milik Sri Susuhunan Surakarta Pakubuwono X tiba di Pulau Jawa. Itu menjadi penanda awal kehadiran Mercedes-Benz di Tanah Air.
Secara resmi, Mercedes-Benz mendirikan basis operasional di Indonesia pada 1970. Sejak saat itu, Indonesia menjadi bagian penting dari visi jangka panjang Mercedes-Benz di kawasan Asia Tenggara.
Donald Rachmat menegaskan bahwa Indonesia punya posisi strategis dalam perjalanan merek ini.
“Kami bangga, sejak akhir abad ke-19 Indonesia turut berperan dalam perjalanan Mercedes-Benz, yang diperkuat dengan kehadiran operasional resmi sejak 1970. Melalui perayaan 140 tahun ini, kami kembali menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat keberlanjutan sebagai bagian dari identitas Mercedes-Benz,” tutupnya.
Program Eksklusif Maybach Collection untuk Pelanggan
Sebagai bagian dari perayaan 140 tahun inovasi Mercedes-Benz, Mercedes-Benz Indonesia juga meluncurkan program eksklusif Maybach Collection Package untuk pelanggan terpilih.
Sebanyak 2.600 pemilik kendaraan Top-End Vehicle Mercedes-Benz akan mendapatkan undangan personal untuk menikmati rangkaian merchandise premium resmi Maybach dengan skema khusus, antara lain:
Penghematan hingga 53% melalui pembelian paket
Diskon tambahan hingga 26% untuk pembelian satuan
Opsi pembelian parsial dengan harga khusus
Program berlaku mulai Februari hingga Juni 2026
Lewat perayaan ini, Mercedes-Benz Indonesia tidak hanya menengok ke belakang soal sejarah, tapi juga menegaskan arah ke depan: elektrifikasi, digitalisasi, dan pengalaman pelanggan kelas dunia.
Di usia 140 tahun, Mercedes-Benz masih menunjukkan satu hal yang konsisten — mereka tidak berhenti bergerak maju.
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.