Beranda / Mobil Baru / Katalog / Jaecoo J7 SHS

Jaecoo J7 SHS

Rp 599 Juta
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Roda Penggerak
RWD
Jenis Bahan Bakar
Hybrid
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Olive Grey
Silver
White
Black
Tipe Kendaraan
Jaecoo J7 SHS 1.5L
Rp 599 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Jaecoo J7 SHS 1.5L
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Jenis Bahan Bakar
Hybrid
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
RWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

JAECOO J7 SHS
Artikel Terkait
Lihat Semua
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid
08 Jul 2026
10 Mobil Paling Ditunggu di GIIAS 2026, Siap Ramaikan Persaingan Mobil Listrik dan Hybrid 08 Jul 2026 Jakarta, Goodcar.id – Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu ajang otomotif paling menarik di tahun ini. Sejumlah pabrikan sudah menyiapkan model terbaru yang sebelumnya telah meluncur di pasar global, sementara beberapa lainnya masih berstatus rumor kuat dan diprediksi melakukan debut di Indonesia. Dominasi kendaraan elektrifikasi diperkirakan masih berlanjut, mulai dari mobil listrik murni (BEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga hybrid konvensional. Berikut 10 mobil yang paling dinantikan hadir di GIIAS 2026. 1. Hyundai Ioniq 3 Mobil baru di GIIAS 2026 nantinya adalah Hyundai Ioniq 3. Model ini menjadi salah satu model yang paling dinanti setelah resmi diperkenalkan secara global. Hyundai Ioniq 3 mengisi segmen crossover kompak dan menggunakan platform E-GMP 400V. Dari sisi dimensi, Ioniq 3 memiliki panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm, dan wheelbase 2.680 mm. Motor listrik penggerak roda depan (FWD) menghasilkan tenaga 147 PS dengan torsi 250 Nm. Hyundai menawarkan dua pilihan baterai, yakni 42,2 kWh dan 61 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 344 km hingga 496 km berdasarkan standar WLTP. Sementara pengisian daya DC dari 10 hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 29 menit. Kapasitas bagasinya mencapai 441 liter sehingga tetap praktis untuk penggunaan keluarga. 2. Honda Super One Mobil listrik di GIIAs 2026 lainnya adalah Honda Super One. Honda juga diperkirakan membawa kejutan melalui Super One, city car listrik mungil hasil pengembangan GAC Honda untuk pasar China. Mobil ini diperkirakan memiliki panjang sekitar 3,8 meter dengan motor listrik berkekuatan sekitar 70–80 kW dan menggunakan baterai LFP. Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 400 km berdasarkan siklus CLTC. Penggeraknya menggunakan konfigurasi roda depan (FWD). Meski spesifikasi finalnya masih menunggu peluncuran resmi, Honda Super One dinilai berpotensi menjadi pesaing baru di segmen city EV yang terus berkembang. 3. Leapmotor C10 Leapmotor C10 menjadi salah satu SUV listrik asal China yang mulai menarik perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia. SUV ini memiliki dimensi panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, tinggi 1.680 mm dengan wheelbase 2.825 mm. Motor listriknya menghasilkan tenaga 170 kW dengan torsi 320 Nm yang dipadukan baterai berkapasitas 69,9 kWh. Dalam pengujian WLTP, Leapmotor C10 mampu menempuh jarak hingga 420 km dan sudah mendukung DC Fast Charging. Mobil ini juga menggunakan platform terbaru LEAP 3.0. 4. Wuling Aira Mobil terbaru di GIIAs 2026 berikutnya ada Wuling AIRA 2026. Nama Wuling Aira mulai ramai diperbincangkan sebagai calon mobil listrik entry level terbaru Wuling, meski hingga kini belum diperkenalkan secara resmi. Berdasarkan berbagai bocoran, mobil ini diperkirakan hadir sebagai city EV empat pintu dengan pilihan baterai sekitar 16 kWh dan 25 kWh. Jarak tempuhnya diprediksi berada di kisaran 200 hingga 300 km berdasarkan standar CLTC dengan konfigurasi empat penumpang. Jika benar dipasarkan di Indonesia, posisi Wuling Aira diperkirakan berada di bawah Air ev dan menjadi model listrik paling terjangkau dalam lini produk Wuling. Harga juga diperkirakan berada di kisaran Rp170–200 jutaan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pabrikan. 5. Toyota Hilux EV Toyota juga diperkirakan akan membawa Hilux EV Prototype yang sebelumnya sudah diperkenalkan di pasar global. Mobil ini menggunakan motor listrik tunggal dengan penggerak roda belakang (RWD) dan mempertahankan konfigurasi double cabin. Toyota belum mengumumkan kapasitas baterai maupun tenaga motor listriknya. Namun Hilux EV diklaim tetap memiliki kemampuan angkut hingga sekitar satu ton sehingga tetap cocok digunakan sebagai kendaraan komersial. 6. Jaecoo J5 SHS Jaecoo J5 SHS diprediksi menjadi salah satu model plug-in hybrid yang akan menarik perhatian di GIIAS 2026. Mobil ini menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang dipadukan motor listrik melalui sistem Super Hybrid System (SHS) dan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Tenaga gabungannya diperkirakan mencapai sekitar 340 hp. Mobil ini juga diklaim mampu melaju sekitar 120 km hanya menggunakan tenaga listrik, sementara total jarak tempuh kombinasi mesin bensin dan baterai mencapai lebih dari 1.200 km. 7. Suzuki XL7 Facelift Suzuki XL7 Facelift juga diprediksi tampil di GIIAS 2026 meski hingga kini belum diumumkan secara resmi. Sejumlah bocoran memperlihatkan perubahan desain pada grille depan, lampu utama, desain velg, hingga penyegaran interior. Sementara dari sisi teknologi, Suzuki diperkirakan masih mempertahankan sistem Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) yang sudah digunakan pada model sebelumnya. 8. Hyundai INSTER Mobil terbaru lainnya di GIIAS 2026 adalah Hyundai INSTER. Selain Ioniq 3, Hyundai juga memiliki amunisi baru melalui INSTER, mobil listrik kompak yang dikembangkan dari Hyundai Casper Electric. Mobil ini memiliki panjang 3.825 mm, lebar 1.610 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.580 mm. Hyundai menawarkan dua pilihan motor listrik. Varian Standard Range menghasilkan tenaga 97 PS, sedangkan Long Range mencapai 115 PS. Keduanya memiliki torsi 147 Nm. Pilihan baterainya terdiri dari 42 kWh dan 49 kWh dengan jarak tempuh masing-masing hingga 327 km dan 370 km berdasarkan standar WLTP. INSTER juga sudah dilengkapi pengisian cepat DC yang mampu mengisi baterai dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, serta berbagai fitur modern seperti dual layar 10,25 inci, Vehicle-to-Load (V2L), OTA Update, Hyundai SmartSense, hingga wireless charging. 9. Danza B5 Denza B5 yang berubah nama setelah sakuk Indonesia menjadi DAnza B5 diprediksi menjadi salah satu SUV premium yang paling dinantikan jika benar hadir di GIIAS 2026. SUV plug-in hybrid ini menggunakan platform DMO (Dual Mode Off-road) dengan konstruksi ladder frame sehingga dirancang memiliki kemampuan off-road yang mumpuni. Dimensinya cukup besar dengan panjang 4.888 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.920 mm, serta wheelbase 2.800 mm. Denza B5 menggabungkan mesin 1.5 liter turbo dengan dual motor listrik berpenggerak AWD. Pada spesifikasi China, tenaga gabungannya mencapai hingga 505 kW atau sekitar 687 PS dengan torsi sekitar 760 Nm. Mobil ini menggunakan Blade Battery LFP berkapasitas 31,8 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh listrik hingga 125 km (CLTC), sementara total jarak tempuh kombinasi mencapai sekitar 1.200 km. Selain performa tinggi, Denza B5 juga menawarkan fitur off-road seperti differential lock, Tank Turn, suspensi adaptif, serta ADAS Level 2+. 10. BAIC T1 Mobil lain terbaru lainnya yang akan hadir di GIIAS 2026 adalah BAIC T!. Nama BAIC T1 belakangan mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon SUV yang berpotensi hadir di Indonesia. Namun hingga saat ini BAIC belum mengumumkan model resmi bernama T1. Kemungkinan besar nama tersebut masih berupa kode pengembangan atau merujuk pada model lain yang belum diluncurkan secara global. Karena itu, spesifikasi resmi maupun jadwal peluncurannya masih belum dapat dipastikan. Persaingan GIIAS 2026 Diprediksi Semakin Ketat Jika seluruh model tersebut benar-benar hadir di GIIAS 2026, pameran tahun depan akan menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah industri otomotif Indonesia. Menariknya, mayoritas mobil yang diprediksi meluncur merupakan kendaraan elektrifikasi, mulai dari BEV, PHEV hingga hybrid. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju mobil ramah lingkungan di Indonesia akan semakin cepat, sekaligus memberikan pilihan yang semakin beragam bagi konsumen, baik di segmen city car, SUV keluarga, hingga kendaraan komersial. Lihat Selengkapnya
Hitung-hitungan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik Jaecoo, Klaim Hemat hingga 88%
24 Jun 2026
Hitung-hitungan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik Jaecoo, Klaim Hemat hingga 88% 24 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id – Tren kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) mulai bergeser dari sekadar isu lingkungan menjadi pertimbangan ekonomi. Salah satu yang disorot adalah efisiensi biaya kepemilikan, terutama jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin konvensional. Merek otomotif Jaecoo mengklaim lini kendaraan listrik dan plug-in hybrid (PHEV) mereka mampu memangkas biaya operasional secara signifikan. Bahkan, dalam simulasi yang mereka paparkan, penghematan bisa mencapai hingga 88 persen dibanding mobil internal combustion engine (ICE) 1.500 cc turbo. Simulasi Biaya: Mobil Bensin vs Mobil Listrik Dalam skenario penggunaan harian sejauh 50 km atau sekitar 1.500 km per bulan, mobil bensin dengan konsumsi bahan bakar RON 92 seharga Rp16.250 per liter membutuhkan biaya sekitar Rp81.250 per hari. Jika diakumulasikan, biaya bahan bakar mencapai Rp2,5 juta per bulan. Ditambah biaya perawatan sekitar Rp2 juta per tahun, total pengeluaran tahunan untuk mobil bensin bisa menyentuh Rp31,25 juta. Sementara itu, untuk mobil listrik Jaecoo J5 EV, biaya energi hanya sekitar Rp9.600 per hari dengan asumsi tarif listrik Rp1.700 per kWh. Dalam sebulan, biaya operasionalnya hanya Rp290 ribu. Jika ditambahkan biaya perawatan sekitar Rp500 ribu per tahun, maka total biaya tahunan hanya sekitar Rp4 juta. Artinya, secara klaim, terdapat selisih penghematan yang cukup signifikan dibanding mobil bensin. Selain mobil listrik murni, Jaecoo juga menawarkan opsi plug-in hybrid melalui J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS. Untuk J7 SHS-P, biaya operasional harian diperkirakan sekitar Rp18.100 atau Rp543 ribu per bulan. Dengan tambahan biaya perawatan Rp1,7 juta per tahun, total biaya tahunan berada di kisaran Rp8,2 juta. Model ini diklaim mampu menghemat hingga 80 persen. Sedangkan J8 SHS-P ARDIS memiliki biaya harian sekitar Rp22.300 atau Rp670 ribu per bulan. Jika ditambah biaya perawatan Rp2 juta per tahun, total pengeluaran tahunan mencapai Rp10 juta. Penghematan yang diklaim mencapai 75 persen dibanding mobil bensin. Klaim Efisiensi dari Jaecoo “Teknologi SHS tak hanya menawarkan efisiensi, tetapi tetap memberikan performa berkendara maksimal. Kami pun menawarkan kepada konsumen, jika dengan NEV Jaecoo, konsumen dapat mendapatkan efisien lebih. Seperti mobil listrik J5 EV, dapat menghemat mencapai 88% biaya. J7 SHS-P dapat menghemat 80% dan J8 SHS-P ARDIS bisa hemat 75%,” ucap Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia. Namun demikian, angka efisiensi tersebut masih bersifat simulasi dan dapat berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, hingga tarif energi di masing-masing wilayah. Data Penjualan Jadi Indikator Dari sisi pasar, Jaecoo juga mengklaim performa penjualan yang cukup kuat. Berdasarkan data GAIKINDO, model J5 EV mencatat angka distribusi yang terus meningkat sepanjang 2026. Pada Januari 2026, wholesales dan retail sales sama-sama berada di angka 1.942 unit. Februari naik menjadi 2.926 unit. Maret mencatat wholesales 2.959 unit dan retail sales 2.775 unit. Tren tersebut berlanjut di April dengan wholesales 3.179 unit dan retail sales 2.944 unit. Sementara Mei 2026 mencatat angka seimbang di 3.000 unit untuk wholesales dan retail sales. Secara keseluruhan, Jaecoo disebut berhasil masuk lima besar penjualan mobil nasional pada Mei 2026. “Konsumen melihat produk kita sebagai mobil yang memang dibutuhkan, dan menjadi pilihan mereka untuk berkendara. Teknologi yang kita tawarkan dapat dimiliki dan dinikmati bagi konsumen,” kata Jim Ma. Perluasan Jaringan Jadi Kunci Seiring pertumbuhan pasar NEV di Indonesia, Jaecoo juga memperluas jaringan dealer dan layanan purna jual. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 35 dealer yang beroperasi. Perusahaan menargetkan ekspansi hingga 80 dealer di seluruh Indonesia pada akhir 2026. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung adopsi kendaraan listrik yang masih menghadapi tantangan infrastruktur dan layanan. Kesimpulan: Hemat, Tapi Perlu Dilihat Lebih Dalam Simulasi biaya kepemilikan menunjukkan bahwa mobil listrik dan PHEV memang berpotensi lebih hemat dibanding mobil bensin. Namun, klaim penghematan hingga 88 persen tetap perlu dilihat secara menyeluruh. Faktor seperti harga awal kendaraan, biaya penggantian baterai, hingga ketersediaan infrastruktur pengisian daya juga menjadi variabel penting dalam menghitung total cost of ownership secara nyata. Dengan kata lain, efisiensi biaya memang ada, tapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing konsumen. Lihat Selengkapnya
Biaya Mobil Hybrid Jaecoo J8 SHS untuk Harian: 50 Km Cuma Rp20 Ribu
22 May 2026
Biaya Mobil Hybrid Jaecoo J8 SHS untuk Harian: 50 Km Cuma Rp20 Ribu 22 May 2026 Jakarta, Goodcar.id - Segmen SUV hybrid di Indonesia mulai diisi pemain dengan pendekatan berbeda. Salah satunya datang dari Jaecoo J8 SHS ARDIS, model yang tidak hanya mengejar efisiensi, tapi juga performa dalam satu paket. Dalam pengujian langsung di area Bogor, Jawa Barat, mobil ini menunjukkan karakter yang cukup kontrar, tenaga besar di atas kertas, namun klaim biaya operasionalnya justru relatif rendah. Kombinasi ini yang jadi titik menarik untuk dibedah lebih dalam. Performa: Tenaga Besar Di atas kertas, Jaecoo J8 SHS ARDIS mengusung kombinasi mesin 1.5L turbo dan sistem Super Hybrid System (SHS) yang dipadukan dengan transmisi 3DHT. Output tenaga gabungannya mencapai 530 hp dengan torsi 650 Nm. Angka ini bukan gimmick. Saat dicoba di rute kombinasi jalan menanjak dan trek semi off-road ringan, dorongan tenaganya terasa instan, khas mobil elektrifikasi. Akselerasi dari diam ke kecepatan tinggi terasa linear tanpa jeda signifikan. Untuk klaim pabrikan, catatan 0–100 km/jam di kisaran 5,2 detik. Untuk ukuran SUV besar, performa ini jelas berada di atas rata-rata. Namun yang menarik, distribusi tenaga tidak terasa liar. Sistem penggerak AWD yang disematkan membuat tenaga tetap terkontrol, terutama saat melewati jalur dengan traksi terbatas. Sistem ARDIS: Adaptif di Berbagai Permukaan Salah satu fitur utama yang diuji adalah ARDIS (All Road Drive Intelligent System). Sistem ini bekerja menyesuaikan distribusi tenaga berdasarkan kondisi jalan. Di jalur tanah dan permukaan tidak rata, sistem ini membantu menjaga traksi tanpa perlu intervensi berlebih dari pengemudi. Perpindahan mode berjalan halus, tidak terasa kasar atau mengganggu. Dipadukan dengan CDC Magnetic Suspension (Active CDC), karakter bantingan mobil ini cenderung adaptif. Suspensi bisa terasa empuk saat melewati jalan bergelombang, namun tetap menjaga stabilitas ketika mobil dipacu lebih cepat di jalan aspal. Hasilnya, mobil ini tidak terasa limbung berlebihan meski bobotnya besar. Mode Listrik, Per Hari Cuma 20 Ribu untuk 50 KM Jaecoo J8 SHS ARDIS dibekali baterai berkapasitas 34,46 kWh, yang memungkinkan mobil berjalan hingga 180 km dalam mode listrik penuh. Artinya untuk rute dalam kota dengan jarak sekitar 50 km per hari (misal Depok-Jakarta-Depok), mobil ini bisa digunakan hampir tanpa mengandalkan mesin bensin. Dengan asumsi harga listrik Rp1.700 per kWh dan konsumsi untuk jarak 50 km, biaya yang dikeluarkan berkisar hanya Rp20.000 per hari. Jika dirinci: Biaya per km: sekitar Rp400 Harian (50 km): Rp20.000 Mingguan: Rp200.000 Bulanan: Rp600.000 Angka ini cukup menarik, terutama jika dibandingkan dengan SUV bermesin konvensional di kelas yang sama. Namun perlu dicatat, efisiensi ini sangat bergantung pada pola penggunaan. Jika lebih sering menggunakan mesin bensin, biaya tentu akan ikut meningkat. Selain itu, yang kami rasakan sensasi berkendara dalam mode EV juga terasa halus dan senyap. Tidak ada getaran mesin, dan respon pedal gas tetap spontan. Di kondisi lalu lintas padat, karakter ini justru jadi nilai tambah karena mobil terasa lebih rileks dikendarai. Jarak Tempuh 1.660 km Dengan kombinasi tangki bahan bakar dan baterai penuh, Jaecoo J8 SHS ARDIS IRRA diklaim mampu menempuh hingga 1.660 km. Angka ini membuka fleksibilitas penggunaan. Untuk perjalanan luar kota, pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada infrastruktur charging. Sementara untuk penggunaan harian, mode listrik tetap bisa dimaksimalkan agar biaya tetap rendah. Dalam pengujian, karakter berkendara mobil ini cenderung mengarah ke kenyamanan. Suspensi aktif bekerja cukup baik meredam getaran, bahkan di jalan dengan permukaan kurang ideal. Setir terasa cukup ringan di kecepatan rendah, namun mulai mengeras saat kecepatan meningkat. Ini membantu menjaga kontrol saat mobil dipacu di jalan tol. Kabin juga relatif kedap, terutama saat berjalan dalam mode listrik. Suara dari luar cukup teredam, memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang. Meski angka-angka yang ditawarkan terlihat menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, efisiensi sangat dipengaruhi gaya berkendara dan kondisi jalan. Klaim Rp20.000 per hari untuk 50 km bisa tercapai dalam kondisi ideal. Kedua, bobot kendaraan yang besar tetap terasa dalam manuver tertentu, terutama di area sempit. Ketiga, sistem hybrid kompleks seperti ini tentu membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan jangka panjang. Test Drive ke Bogor Pengujian Jaecoo J8 SHS ARDIS dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 21 Mei 2026. Sebelumnya, media dan peserta berkumpul di area Kebon Jeruk dalam satu agenda bertema “Full Power, Real SUV”. Dalam kegiatan ini, Jaecoo membawa total 10 lini produk, mulai dari J5, J7, hingga J8 dan J8 SHS ARDIS. Rangkaian acara tidak hanya berisi sesi test drive. Peserta juga diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan interaktif, sesi santai dengan hidangan ringan, hingga pengalaman unik mencoba fitur hiburan di dalam mobil, termasuk karaoke di kabin Jaecoo J5. Format acara ini memberikan gambaran lebih luas, tidak hanya soal performa kendaraan, tetapi juga bagaimana mobil digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari. Lihat Selengkapnya
JAECOO J5 EV Masih Tak Tergoyahkan, Jadi Mobil Listrik Terlaris 2026
12 May 2026
JAECOO J5 EV Masih Tak Tergoyahkan, Jadi Mobil Listrik Terlaris 2026 12 May 2026 Jakarta, Goodcar.id - Dominasi JAECOO J5 EV di pasar mobil listrik Indonesia masih berlanjut. Sepanjang periode Januari hingga April 2026, SUV listrik ini sukses mempertahankan status sebagai model terlaris berdasarkan data wholesales dan retail sales dari GAIKINDO. Secara angka, performanya cukup mencolok. JAECOO J5 EV mencatatkan total wholesales sebanyak 11.006 unit, sementara retail sales mencapai 10.587 unit. Ini jadi sinyal kuat bahwa permintaan terhadap mobil listrik, khususnya di segmen SUV, makin matang di pasar domestik. Penjualan Konsisten Naik Kalau dilihat lebih detail, tren penjualan JAECOO J5 EV sepanjang awal tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Januari dibuka dengan angka 1.942 unit untuk wholesales dan retail. Februari langsung melonjak ke 2.926 unit. Masuk Maret, performanya tetap solid dengan wholesales 2.959 unit dan retail sales 2.775 unit. Puncaknya terjadi di April, dengan wholesales mencapai 3.179 unit dan retail sales 2.944 unit. Kenaikan ini bukan sekadar angka, tapi juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang mulai melihat mobil listrik sebagai pilihan rasional untuk mobilitas harian. “Antusiasme terhadap JAECOO J5 EV terus menunjukkan tren yang sangat positif. Penerimaan di masyarakat terus meningkat, dan sebarannya pun kian luas. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pecinta otomotif Indonesia terhadap JAECOO, khususnya J5 EV,” ujar Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma. SUV Listrik dengan Karakter Tangguh Salah satu alasan kenapa JAECOO J5 EV cepat diterima pasar adalah positioning-nya yang cukup jelas: SUV listrik dengan karakter tangguh. Ground clearance setinggi 200 mm dan kemampuan wading depth hingga 450 mm jadi nilai jual yang jarang ditemui di EV sekelasnya. Artinya, mobil ini bukan cuma cocok buat penggunaan dalam kota, tapi juga masih relevan untuk kondisi jalan yang lebih menantang. Julukan “The Real SUV EV” yang disematkan juga bukan tanpa alasan. JAECOO mencoba mengisi celah di pasar yang selama ini belum banyak disentuh—SUV listrik dengan kemampuan semi-off-road. Performa dan Fitur Jadi Kombinasi yang Sulit Ditolak Di balik desainnya yang premium, JAECOO J5 EV dibekali motor listrik bertenaga 155 kW dengan torsi 288 Nm. Sumber dayanya berasal dari baterai 60,9 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 km (NEDC). Angka ini cukup kompetitif untuk kebutuhan harian hingga perjalanan jarak menengah tanpa harus sering mengisi ulang daya. Dari sisi fitur, JAECOO juga tidak pelit. Mobil ini sudah dilengkapi 17 fitur ADAS, kamera 540° HD, panoramic roof, hingga ambient lighting dengan 64 pilihan warna. Fitur praktis seperti fast wireless charging 50W juga jadi nilai tambah, terutama buat pengguna yang mengandalkan smartphone selama perjalanan. Perluas Jaringan Dealer, JAECOO Kejar Pertumbuhan Lebih Besar Untuk menjaga momentum ini, JAECOO Indonesia tidak hanya fokus di produk, tapi juga memperkuat layanan purna jual. Saat ini, jaringan dealer JAECOO sudah mencapai 35 lokasi di seluruh Indonesia. Angka tersebut ditargetkan akan terus bertambah hingga 80 dealer sebelum akhir 2026. Langkah ini penting, mengingat salah satu tantangan utama mobil listrik di Indonesia masih berkutat pada akses layanan dan kepercayaan konsumen terhadap aftersales. Dengan ekspansi jaringan ini, JAECOO ingin memastikan bahwa pengguna J5 EV tidak hanya membeli produk, tapi juga mendapatkan pengalaman kepemilikan yang lebih aman dan nyaman. Harga Masih Kompetitif, Jadi Kunci Daya Tarik Di tengah persaingan yang makin ketat, JAECOO J5 EV masih bermain di pricing yang cukup agresif. Varian Premium saat ini dipasarkan dengan harga Rp309.900.000 (OTR Jakarta). Dengan kombinasi harga, fitur, dan positioning sebagai SUV listrik tangguh, tidak heran kalau model ini masih mampu mempertahankan gelar sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia hingga awal 2026. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.