Beranda / Mobil Baru / Katalog / Jaecoo J7

Jaecoo J7

Rp 499 Juta - Rp 549 Juta
Kapasitas Mesin
1,598 CC
Mesin
1.6L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Silver
Dark Green
White
Black
Tipe Kendaraan
Jaecoo J7 FWD
Rp 499 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Jaecoo J7 AWD
Rp 549 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
Jaecoo J7 FWD
Jaecoo J7 AWD
Kapasitas Mesin
1,598 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.6L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

JAECOO J7
Artikel Terkait
Lihat Semua
Biaya Mobil Hybrid Jaecoo J8 SHS untuk Harian: 50 Km Cuma Rp20 Ribu
22 May 2026
Biaya Mobil Hybrid Jaecoo J8 SHS untuk Harian: 50 Km Cuma Rp20 Ribu 22 May 2026 Jakarta, Goodcar.id - Segmen SUV hybrid di Indonesia mulai diisi pemain dengan pendekatan berbeda. Salah satunya datang dari Jaecoo J8 SHS ARDIS, model yang tidak hanya mengejar efisiensi, tapi juga performa dalam satu paket. Dalam pengujian langsung di area Bogor, Jawa Barat, mobil ini menunjukkan karakter yang cukup kontrar, tenaga besar di atas kertas, namun klaim biaya operasionalnya justru relatif rendah. Kombinasi ini yang jadi titik menarik untuk dibedah lebih dalam. Performa: Tenaga Besar Di atas kertas, Jaecoo J8 SHS ARDIS mengusung kombinasi mesin 1.5L turbo dan sistem Super Hybrid System (SHS) yang dipadukan dengan transmisi 3DHT. Output tenaga gabungannya mencapai 530 hp dengan torsi 650 Nm. Angka ini bukan gimmick. Saat dicoba di rute kombinasi jalan menanjak dan trek semi off-road ringan, dorongan tenaganya terasa instan, khas mobil elektrifikasi. Akselerasi dari diam ke kecepatan tinggi terasa linear tanpa jeda signifikan. Untuk klaim pabrikan, catatan 0–100 km/jam di kisaran 5,2 detik. Untuk ukuran SUV besar, performa ini jelas berada di atas rata-rata. Namun yang menarik, distribusi tenaga tidak terasa liar. Sistem penggerak AWD yang disematkan membuat tenaga tetap terkontrol, terutama saat melewati jalur dengan traksi terbatas. Sistem ARDIS: Adaptif di Berbagai Permukaan Salah satu fitur utama yang diuji adalah ARDIS (All Road Drive Intelligent System). Sistem ini bekerja menyesuaikan distribusi tenaga berdasarkan kondisi jalan. Di jalur tanah dan permukaan tidak rata, sistem ini membantu menjaga traksi tanpa perlu intervensi berlebih dari pengemudi. Perpindahan mode berjalan halus, tidak terasa kasar atau mengganggu. Dipadukan dengan CDC Magnetic Suspension (Active CDC), karakter bantingan mobil ini cenderung adaptif. Suspensi bisa terasa empuk saat melewati jalan bergelombang, namun tetap menjaga stabilitas ketika mobil dipacu lebih cepat di jalan aspal. Hasilnya, mobil ini tidak terasa limbung berlebihan meski bobotnya besar. Mode Listrik, Per Hari Cuma 20 Ribu untuk 50 KM Jaecoo J8 SHS ARDIS dibekali baterai berkapasitas 34,46 kWh, yang memungkinkan mobil berjalan hingga 180 km dalam mode listrik penuh. Artinya untuk rute dalam kota dengan jarak sekitar 50 km per hari (misal Depok-Jakarta-Depok), mobil ini bisa digunakan hampir tanpa mengandalkan mesin bensin. Dengan asumsi harga listrik Rp1.700 per kWh dan konsumsi untuk jarak 50 km, biaya yang dikeluarkan berkisar hanya Rp20.000 per hari. Jika dirinci: Biaya per km: sekitar Rp400 Harian (50 km): Rp20.000 Mingguan: Rp200.000 Bulanan: Rp600.000 Angka ini cukup menarik, terutama jika dibandingkan dengan SUV bermesin konvensional di kelas yang sama. Namun perlu dicatat, efisiensi ini sangat bergantung pada pola penggunaan. Jika lebih sering menggunakan mesin bensin, biaya tentu akan ikut meningkat. Selain itu, yang kami rasakan sensasi berkendara dalam mode EV juga terasa halus dan senyap. Tidak ada getaran mesin, dan respon pedal gas tetap spontan. Di kondisi lalu lintas padat, karakter ini justru jadi nilai tambah karena mobil terasa lebih rileks dikendarai. Jarak Tempuh 1.660 km Dengan kombinasi tangki bahan bakar dan baterai penuh, Jaecoo J8 SHS ARDIS IRRA diklaim mampu menempuh hingga 1.660 km. Angka ini membuka fleksibilitas penggunaan. Untuk perjalanan luar kota, pengguna tidak perlu terlalu bergantung pada infrastruktur charging. Sementara untuk penggunaan harian, mode listrik tetap bisa dimaksimalkan agar biaya tetap rendah. Dalam pengujian, karakter berkendara mobil ini cenderung mengarah ke kenyamanan. Suspensi aktif bekerja cukup baik meredam getaran, bahkan di jalan dengan permukaan kurang ideal. Setir terasa cukup ringan di kecepatan rendah, namun mulai mengeras saat kecepatan meningkat. Ini membantu menjaga kontrol saat mobil dipacu di jalan tol. Kabin juga relatif kedap, terutama saat berjalan dalam mode listrik. Suara dari luar cukup teredam, memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang. Meski angka-angka yang ditawarkan terlihat menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, efisiensi sangat dipengaruhi gaya berkendara dan kondisi jalan. Klaim Rp20.000 per hari untuk 50 km bisa tercapai dalam kondisi ideal. Kedua, bobot kendaraan yang besar tetap terasa dalam manuver tertentu, terutama di area sempit. Ketiga, sistem hybrid kompleks seperti ini tentu membutuhkan perhatian lebih dalam perawatan jangka panjang. Test Drive ke Bogor Pengujian Jaecoo J8 SHS ARDIS dilakukan dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Bogor, Jawa Barat, pada 21 Mei 2026. Sebelumnya, media dan peserta berkumpul di area Kebon Jeruk dalam satu agenda bertema “Full Power, Real SUV”. Dalam kegiatan ini, Jaecoo membawa total 10 lini produk, mulai dari J5, J7, hingga J8 dan J8 SHS ARDIS. Rangkaian acara tidak hanya berisi sesi test drive. Peserta juga diajak mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan interaktif, sesi santai dengan hidangan ringan, hingga pengalaman unik mencoba fitur hiburan di dalam mobil, termasuk karaoke di kabin Jaecoo J5. Format acara ini memberikan gambaran lebih luas, tidak hanya soal performa kendaraan, tetapi juga bagaimana mobil digunakan dalam berbagai situasi sehari-hari. Lihat Selengkapnya
JAECOO J5 EV Masih Tak Tergoyahkan, Jadi Mobil Listrik Terlaris 2026
12 May 2026
JAECOO J5 EV Masih Tak Tergoyahkan, Jadi Mobil Listrik Terlaris 2026 12 May 2026 Jakarta, Goodcar.id - Dominasi JAECOO J5 EV di pasar mobil listrik Indonesia masih berlanjut. Sepanjang periode Januari hingga April 2026, SUV listrik ini sukses mempertahankan status sebagai model terlaris berdasarkan data wholesales dan retail sales dari GAIKINDO. Secara angka, performanya cukup mencolok. JAECOO J5 EV mencatatkan total wholesales sebanyak 11.006 unit, sementara retail sales mencapai 10.587 unit. Ini jadi sinyal kuat bahwa permintaan terhadap mobil listrik, khususnya di segmen SUV, makin matang di pasar domestik. Penjualan Konsisten Naik Kalau dilihat lebih detail, tren penjualan JAECOO J5 EV sepanjang awal tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Januari dibuka dengan angka 1.942 unit untuk wholesales dan retail. Februari langsung melonjak ke 2.926 unit. Masuk Maret, performanya tetap solid dengan wholesales 2.959 unit dan retail sales 2.775 unit. Puncaknya terjadi di April, dengan wholesales mencapai 3.179 unit dan retail sales 2.944 unit. Kenaikan ini bukan sekadar angka, tapi juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang mulai melihat mobil listrik sebagai pilihan rasional untuk mobilitas harian. “Antusiasme terhadap JAECOO J5 EV terus menunjukkan tren yang sangat positif. Penerimaan di masyarakat terus meningkat, dan sebarannya pun kian luas. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pecinta otomotif Indonesia terhadap JAECOO, khususnya J5 EV,” ujar Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma. SUV Listrik dengan Karakter Tangguh Salah satu alasan kenapa JAECOO J5 EV cepat diterima pasar adalah positioning-nya yang cukup jelas: SUV listrik dengan karakter tangguh. Ground clearance setinggi 200 mm dan kemampuan wading depth hingga 450 mm jadi nilai jual yang jarang ditemui di EV sekelasnya. Artinya, mobil ini bukan cuma cocok buat penggunaan dalam kota, tapi juga masih relevan untuk kondisi jalan yang lebih menantang. Julukan “The Real SUV EV” yang disematkan juga bukan tanpa alasan. JAECOO mencoba mengisi celah di pasar yang selama ini belum banyak disentuh—SUV listrik dengan kemampuan semi-off-road. Performa dan Fitur Jadi Kombinasi yang Sulit Ditolak Di balik desainnya yang premium, JAECOO J5 EV dibekali motor listrik bertenaga 155 kW dengan torsi 288 Nm. Sumber dayanya berasal dari baterai 60,9 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 461 km (NEDC). Angka ini cukup kompetitif untuk kebutuhan harian hingga perjalanan jarak menengah tanpa harus sering mengisi ulang daya. Dari sisi fitur, JAECOO juga tidak pelit. Mobil ini sudah dilengkapi 17 fitur ADAS, kamera 540° HD, panoramic roof, hingga ambient lighting dengan 64 pilihan warna. Fitur praktis seperti fast wireless charging 50W juga jadi nilai tambah, terutama buat pengguna yang mengandalkan smartphone selama perjalanan. Perluas Jaringan Dealer, JAECOO Kejar Pertumbuhan Lebih Besar Untuk menjaga momentum ini, JAECOO Indonesia tidak hanya fokus di produk, tapi juga memperkuat layanan purna jual. Saat ini, jaringan dealer JAECOO sudah mencapai 35 lokasi di seluruh Indonesia. Angka tersebut ditargetkan akan terus bertambah hingga 80 dealer sebelum akhir 2026. Langkah ini penting, mengingat salah satu tantangan utama mobil listrik di Indonesia masih berkutat pada akses layanan dan kepercayaan konsumen terhadap aftersales. Dengan ekspansi jaringan ini, JAECOO ingin memastikan bahwa pengguna J5 EV tidak hanya membeli produk, tapi juga mendapatkan pengalaman kepemilikan yang lebih aman dan nyaman. Harga Masih Kompetitif, Jadi Kunci Daya Tarik Di tengah persaingan yang makin ketat, JAECOO J5 EV masih bermain di pricing yang cukup agresif. Varian Premium saat ini dipasarkan dengan harga Rp309.900.000 (OTR Jakarta). Dengan kombinasi harga, fitur, dan positioning sebagai SUV listrik tangguh, tidak heran kalau model ini masih mampu mempertahankan gelar sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia hingga awal 2026. Lihat Selengkapnya
Dealer JAECOO Kalsel Terbaru Hadir di Banjarbaru, Cek Lokasi dan Fasilitasnya
24 Apr 2026
Dealer JAECOO Kalsel Terbaru Hadir di Banjarbaru, Cek Lokasi dan Fasilitasnya 24 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - JAECOO Indonesia terus memperluas jaringan dengan meresmikan alamat dealer JAECOO Kalsel terbaru yang berlokasi di Banjarbaru. Dealer ini hadir melalui jaringan JAECOO BOSS Banjarbaru yang berdiri di kawasan strategis Jalan A Yani Km 33, Loktabat Utara, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Peresmian dealer ini turut dihadiri oleh Walikota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, yang menilai kehadiran jaringan baru ini dapat memberikan dampak positif bagi daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja. “Diler ini bukan hanya membuka lapangan kerja baru dan memutar roda perekonomian, namun juga memberikan pilihan baru kendaraan modern di Banjarbaru,” ujarnya dalam sambutan. Dealer JAECOO Kalsel Usung Konsep 3S dan Fasilitas Modern Hadirnya dealer JAECOO Kalsel terbaru ini tidak sekadar menambah jaringan, tetapi juga membawa konsep layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts) yang terintegrasi dalam satu lokasi. Dealer ini berdiri di atas lahan seluas 1.260 meter persegi dengan bangunan mencapai 1.280 meter persegi. Seluruh fasilitas dirancang untuk mendukung kebutuhan kendaraan masa depan, termasuk elektrifikasi. Menariknya, JAECOO BOSS Banjarbaru sudah dilengkapi empat charging station yang tersebar di area showroom, halaman, dan servis. Hal ini menunjukkan kesiapan dalam mengakomodasi kendaraan listrik yang mulai berkembang di Indonesia. Di sisi layanan purna jual, tersedia empat service bay dengan kapasitas hingga 24 unit kendaraan per hari. Selain itu, layanan service car juga disiapkan untuk menjangkau konsumen di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru. Tampilkan Line-up SUV Elektrifikasi JAECOO Pada showroom dealer JAECOO Kalsel terbaru ini, pengunjung dapat melihat langsung lini kendaraan unggulan berbasis elektrifikasi. Beberapa model yang ditampilkan antara lain JAECOO J5 EV, SUV, JAECOO J7 SHS-P, dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Christopher Chiang Wijaya, Marketing Director JAECOO BOSS Banjarbaru, menyampaikan bahwa kehadiran dealer ini menjadi jawaban atas kebutuhan kendaraan modern di wilayah tersebut. “Kami optimistis kehadiran dealer ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya akan kendaraan premium dengan teknologi terkini. Dengan fasilitas lengkap serta tim yang siap melayani, kami berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggan JAECOO,” jelasnya. Secara nasional, JAECOO mencatatkan performa penjualan yang positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total penjualan retail mencapai 7.927 unit dari lini New Energy Vehicle (NEV). Pencapaian ini semakin kuat setelah JAECOO berhasil menjadi model kendaraan listrik terlaris di Indonesia pada Maret 2026. Hal tersebut mencerminkan meningkatnya minat konsumen terhadap teknologi elektrifikasi. Saat ini, JAECOO telah memiliki 32 dealer aktif di Indonesia dan menargetkan ekspansi hingga 80 dealer sampai akhir tahun. Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia, menegaskan bahwa pembukaan alamat dealer JAECOO Kalsel terbaru ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan. “Peresmian JAECOO BOSS Banjarbaru merupakan langkah strategis kami dalam memperluas jaringan serta mendekatkan layanan JAECOO kepada pelanggan di Kalimantan Selatan,” ujarnya. Lihat Selengkapnya
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia
14 Apr 2026
Jaecoo J5 Salip BYD Atto 1 di Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Indonesia 14 Apr 2026 Jakarta, Goodcar.id - Penjualan mobil listrik Indonesia di awal 2026 sulit ditebak. Setelah tampil dominan selama dua bulan pertama, BYD Atto 1 akhirnya harus turun tahta di Maret 2026, digeser oleh Jaecoo J5 yang tampil konsisten sejak awal tahun. Jika dilihat dari data penjualan Januari hingga Maret 2026, terjadi pergerakan angka yang cukup ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang mencerminkan betapa dinamisnya pasar EV di Indonesia saat ini. Jaecoo J5 Naik Stabil, Dari 1.942 ke 2.959 Unit Performa Jaecoo J5 bisa dibilang paling konsisten sepanjang kuartal pertama 2026. Mengacu data GAIKINDO 2026, di Januari, Jaecoo J5 mencatatkan penjualan 1.942 unit. Angka ini kemudian melonjak tajam di Februari menjadi 2.926 unit, atau naik hampir 1.000 unit dalam sebulan. Menariknya, tren positif ini tidak berhenti. Di Maret, Jaecoo J5 kembali meningkat menjadi 2.959 unit. Meski kenaikannya tidak sebesar bulan sebelumnya, stabilitas di angka hampir 3.000 unit menunjukkan bahwa permintaan terhadap model ini masih sangat kuat. Kenaikan bertahap ini menjadi kunci utama Jaecoo J5 dalam merebut posisi puncak. Bukan sekadar “meledak” sesaat, tapi tumbuh dengan pola yang sehat. BYD Atto 1 Dari 3.700 ke 672 Unit, Turun Drastis Kebalikan dari Jaecoo, BYD Atto 1 justru mengalami fluktuasi tajam. Di Januari, model ini sudah kuat dengan 3.361 unit, lalu bahkan naik ke 3.700 unit di Februari. Namun, kejutan terjadi di Maret. Penjualannya anjlok drastis menjadi hanya 672 unit. Artinya, ada penurunan lebih dari 3.000 unit dalam satu bulan—angka yang sangat signifikan di industri otomotif. Penurunan ini menjadi titik balik dalam persaingan. Dari yang sebelumnya unggul jauh, BYD Atto 1 langsung terlempar ke posisi lima besar. Tidak hanya dua model teratas, pergerakan menarik juga terjadi pada model lain. BYD M6 misalnya, mengalami penurunan dari 851 unit di Januari ke 523 unit di Februari, namun kembali naik ke 976 unit di Maret. Ini menunjukkan adanya pemulihan permintaan di segmen MPV listrik. Sementara itu, Geely EX2 justru menunjukkan tren naik stabil: dari 423 unit di Januari, meningkat ke 776 unit di Februari, dan kembali naik ke 949 unit di Maret. Ini jadi salah satu model dengan pertumbuhan paling konsisten setelah Jaecoo J5. Berbeda lagi dengan Wuling Darion EV yang sempat naik dari 790 unit di Januari ke 1.019 unit di Februari, namun turun cukup jauh ke 301 unit di Maret. Pola ini menunjukkan adanya lonjakan sesaat yang tidak berlanjut. SUV Listrik Mulai Mendominasi Kalau dilihat lebih dalam, tren menarik lain adalah mulai dominannya SUV listrik. Selain Jaecoo J5, model seperti BYD Sealion 07 langsung melesat ke posisi dua di Maret dengan 1.236 unit, meskipun sebelumnya tidak masuk posisi teratas di dua bulan awal. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mulai mengarah ke kendaraan listrik dengan dimensi lebih besar, ground clearance tinggi, dan tampilan yang lebih gagah. Persaingan juga semakin menarik dengan kehadiran model seperti Denza D9 yang naik dari 392 unit di Januari menjadi 455 unit di Maret, serta VinFast VF3 yang langsung masuk 10 besar di Maret dengan 258 unit. Di sisi lain, model seperti AION juga menunjukkan fluktuasi. AION UT naik dari 266 unit (Januari) ke 407 unit (Februari), lalu turun ke 242 unit di Maret. Sedangkan AION V relatif stabil di kisaran 200–300 unit sepanjang tiga bulan. Artinya, tidak ada satu pun pemain yang benar-benar aman. Semua brand masih mencari momentum terbaiknya. Perubahan angka yang sangat dinamis ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin rasional dalam memilih mobil listrik. Mereka tidak lagi terpaku pada satu brand saja. Faktor seperti harga, fitur, desain, hingga ketersediaan unit menjadi penentu utama. Ini juga menjelaskan kenapa model baru seperti Jaecoo J5 bisa langsung melesat, sementara model yang sudah kuat seperti BYD Atto 1 bisa turun drastis. Dari data Januari hingga Maret, terlihat jelas pola naik-turun yang tajam. Jaecoo J5 naik dari 1.942 → 2.926 → 2.959 unit, sementara BYD Atto 1 justru turun dari 3.361 → 3.700 → 672 unit. 10 Mobil Listrik Terlaris Januari - Maret 2026 Januari BYD Atto 1: 3.361 unit Jaecoo J5: 1.942 unit BYD M6: 851 unit Wuling Darion EV: 790 unit BYD Sealion 7: 613 unit Geely EX2: 423 unit Denza D9: 392 unit Aion UT: 266 unit Chery J6: 215 unit Aion V: 214 unit Februari BYD Atto 1: 3.700 unit Jaecoo J5: 2.926 unit Wuling Darion EV: 1.019 unit Geely EX2: 776 unit BYD M6: 523 unit AION UT: 407 unit BYD Sealion 7: 343 unit Geely EX5: 335 unit Aion V: 332 unit Denza: 270 unit Maret Jaecoo J5: 2.959 unit BYD Sealion 07: 1.236 unit BYD M6: 976 unit Geely EX2: 949 unit BYD Atto 1: 672 unit Denza D9: 455 unit Wuling Darion EV: 301 unit VinFast VF3: 258 unit AION V: 238 unit AION UT: 242 unit Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.