Perbedaan HEV dan PHEV: Cara Kerja, Sistem Baterai, dan Keunggulannya10 Mar 2026
Perbedaan HEV dan PHEV: Cara Kerja, Sistem Baterai, dan Keunggulannya10 Mar 2026
JAKARTA, Goodcar.id – Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus bergerak cepat. Di tengah tren kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV), masyarakat kini mulai mengenal berbagai teknologi mobil ramah lingkungan, termasuk Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Kedua teknologi tersebut sama-sama menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Namun dalam praktiknya, perbedaan HEV dan PHEV terletak pada sistem pengisian baterai, cara kerja tenaga listrik, hingga pola penggunaan kendaraan sehari-hari.
Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma menjelaskan bahwa meski berada dalam kategori kendaraan hybrid, kedua teknologi tersebut memiliki karakter yang berbeda.
“Karakter penggunaan, sistem kerja, serta keunggulannya pun berbeda. HEV merupakan kendaraan yang memiliki dua sumber tenaga, yaitu mesin bensin dan daya listrik, tetapi baterainya tidak dapat diisi melalui colokan eksternal,” ujar Jim Ma.
Ia menambahkan, PHEV juga menggabungkan mesin konvensional dan motor listrik, tetapi baterainya dapat diisi melalui sumber listrik eksternal sehingga kendaraan dapat beroperasi dalam mode listrik maupun mode mesin bensin.
Perbedaan tersebut menjadi penting dipahami, terutama bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kendaraan hybrid sebagai alternatif mobilitas harian.
Cara Kerja HEV: Baterai Terisi Otomatis Tanpa Colokan
Pada kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV), sistem hybrid dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan.
Ada beberapa karakter utama dari teknologi ini.
1. Baterai Terisi Otomatis
Salah satu ciri utama HEV adalah baterai yang tidak memerlukan pengisian dari sumber listrik eksternal. Energi listrik pada baterai akan terisi secara otomatis melalui dua mekanisme utama, yaitu kerja mesin bensin dan sistem regenerative braking.
Regenerative braking merupakan proses pengisian ulang energi saat kendaraan melakukan pengereman. Energi yang biasanya terbuang akan diubah menjadi listrik dan disimpan kembali ke dalam baterai.
Kapasitas baterai pada kendaraan HEV juga relatif kecil, umumnya berada di kisaran 1–2 kWh.
2. Mesin dan Motor Listrik Bekerja Bergantian
Pada kondisi tertentu, motor listrik akan bekerja secara mandiri, terutama saat kendaraan berjalan pada kecepatan rendah atau di lalu lintas padat.
Namun ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar—misalnya saat akselerasi, menanjak, atau melaju di jalan tol—mesin bensin akan mengambil alih peran utama.
3. Fokus pada Efisiensi Bahan Bakar
Karena sistemnya dirancang untuk mendukung mesin bensin, HEV dikenal mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar dibandingkan mobil konvensional.
Selain itu, pengguna tidak perlu mencari fasilitas pengisian listrik. Hal ini membuat HEV tetap praktis digunakan di wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang luas.
Cara Kerja PHEV: Baterai Bisa Diisi dari Listrik
Berbeda dengan HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) menawarkan pendekatan yang lebih dekat dengan mobil listrik murni.
Perbedaan HEV dan PHEV paling terlihat pada sistem baterai yang lebih besar serta kemampuan pengisian dari sumber listrik eksternal.
1. Baterai Bisa Diisi Melalui Charger
Pada kendaraan PHEV, baterai dapat diisi melalui home charging maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Karena dirancang untuk menerima pengisian listrik eksternal, kapasitas baterai pada PHEV umumnya jauh lebih besar dibandingkan HEV.
Hal ini memungkinkan kendaraan menyimpan energi listrik dalam jumlah lebih banyak.
2. Dapat Berjalan dalam Mode Listrik Murni
Dengan kapasitas baterai yang lebih besar, PHEV memungkinkan kendaraan melaju dalam mode listrik sepenuhnya untuk jarak tertentu tanpa bantuan mesin bensin.
Mode ini biasanya dimanfaatkan untuk perjalanan harian seperti aktivitas dalam kota atau perjalanan jarak pendek.
3. Tetap Fleksibel untuk Perjalanan Jauh
Jika daya baterai habis, kendaraan PHEV tetap dapat digunakan seperti mobil hybrid biasa karena mesin bensin akan kembali bekerja sebagai sumber tenaga utama.
Dengan demikian, kendaraan tetap dapat digunakan untuk perjalanan jarak jauh tanpa kekhawatiran kehabisan daya listrik.
Memahami Perbedaan HEV dan PHEV
Secara garis besar, perbedaan HEV dan PHEV dapat dilihat dari tiga aspek utama: cara pengisian baterai, kapasitas baterai, dan pola penggunaan kendaraan.
HEV mengandalkan pengisian otomatis dari mesin dan pengereman, sementara PHEV dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.
Selain itu, PHEV memiliki baterai lebih besar sehingga memungkinkan kendaraan berjalan dalam mode listrik murni.
Menurut Jim Ma, pemahaman terhadap teknologi tersebut menjadi langkah awal bagi konsumen sebelum menentukan pilihan kendaraan elektrifikasi.
“Ketika konsumen sudah mengetahui perbedaan mendasar dari cara kerja dan keunggulan masing-masing sistem, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan pilihan tersebut dengan kebutuhan mobilitas harian mereka,” kata Jim Ma.
Seiring meningkatnya pilihan kendaraan elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia, pemahaman mengenai perbedaan HEV dan PHEV menjadi semakin penting agar konsumen dapat memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan kendaraan sehari-hari.
Lihat Selengkapnya
JAECOO Indonesia Rayakan 1 Tahun Kehadiran di Indonesia09 Mar 2026
JAECOO Indonesia Rayakan 1 Tahun Kehadiran di Indonesia09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - JAECOO Indonesia baru saja menggelar acara “A Milestone of Trust” sebagai perayaan 1 tahun kehadiran JAECOO di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan apresiasi bagi pemilik kendaraan JAECOO, termasuk J5 EV, J7 SHS-P, hingga J8 SHS-P ARDIS, sekaligus momen untuk berbagi perkembangan terbaru terkait produk dan ekosistem kepemilikan kendaraan JAECOO di tanah air.
Sejak debutnya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, JAECOO secara bertahap memperkenalkan lini SUV kepada pasar Indonesia. J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS hadir dengan teknologi Super Hybrid System (SHS), menggabungkan mesin bensin 1.5 TGDI dengan motor listrik serta Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Pendekatan ini memungkinkan kendaraan beroperasi dalam mode full electric, hybrid, hingga regenerasi energi saat pengereman, menghadirkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan jarak jauh tanpa kekhawatiran akan keterbatasan daya.
Dalam kurun satu tahun, JAECOO juga mencatatkan sejumlah pencapaian penting, termasuk rekor MURI J8 SHS-P ARDIS sebagai kendaraan Plug-in Hybrid dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia, mencapai 1.660 km dalam sekali pengisian penuh. Pencapaian ini menegaskan posisi JAECOO sebagai pemain yang serius dalam segmen kendaraan elektrifikasi.
J5 EV Terlaris, Distribusi Capai 7.000 Unit
Selain lini hybrid, J5 EV, sebagai BEV pertama JAECOO, mendapat antusiasme pasar tinggi. Dalam waktu kurang dari dua bulan sejak pengumuman harga resmi pada November 2025, lebih dari 10.000 SPK diterima. Pada acara “A Milestone of Trust”, JAECOO melakukan seremoni simbolis penyerahan unit J5 EV kepada sejumlah konsumen, menandai distribusi kendaraan yang telah mencapai lebih dari 7.000 unit di Indonesia.
Jim Ma, Business Unit Director JAECOO Indonesia, menegaskan komitmen percepatan distribusi. “Langkah akselerasi ini merupakan komitmen JAECOO agar pelanggan dapat segera mengendarai unit mereka untuk menemani aktivitas harian maupun perjalanan jarak antar kota. Target kami adalah mencapai 10.000 unit terdistribusi sebelum Idul Fitri 2026.”
Data retail GAIKINDO Januari–Februari 2026 menunjukkan J5 EV terjual 1.942 unit pada Januari dan 2.926 unit pada Februari, mengukuhkan posisi sebagai EV SUV terlaris No.1 di Indonesia. Pencapaian ini diperkuat dengan penghargaan “The Most Affordable Compact SUV” di IIMS 2026.
Program Co-Creation: Konsumen Terlibat dalam Desain J5 EV
JAECOO juga menampilkan perkembangan program J5 EV Co-Creation, yang membuka ruang bagi konsumen berpartisipasi dalam menentukan arah desain dan fitur kendaraan melalui survei interaktif. Beberapa konsumen menyarankan penambahan bodykit untuk memberi kesan sporty dan premium.
“Kami berterima kasih kepada seluruh konsumen yang telah berpartisipasi. Masukan ini menjadi referensi penting bagi model-model JAECOO di masa depan agar relevan dengan gaya hidup pelanggan di Indonesia,” ujar Jim Ma.
Secara teknis, J5 EV dibekali motor listrik 155 kW (210 PS), baterai 60,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 461 km (NEDC), serta pengisian cepat DC 130 kW. Fitur keselamatan meliputi struktur baja berkekuatan tinggi, 17 ADAS, enam airbags, dan kamera 540°, sedangkan kenyamanan didukung layar 13,2 inci, konektivitas pintar, dan bagasi hingga 1.180 liter.
Ekspansi Dealer & Layanan Mudik Lebaran
Seiring pengembangan lini elektrifikasi, JAECOO kini memiliki 25 dealer di Indonesia dengan target 80 dealer akhir 2026, termasuk pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Menyambut Lebaran, 14 dealer disiagakan lengkap dengan layanan darurat 24 jam, mencakup towing, suplai bahan bakar, hingga home service. Selain itu, program Free Spooring hingga 31 Maret 2026 tersedia di 28 titik dealer di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Jabodetabek, memastikan kendaraan tetap optimal selama perjalanan mudik.
Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen09 Mar 2026
Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif.
Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik.
Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri.
Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi.
Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya.
Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely.
Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM.
Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik.
Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion.
Harga Bisa Naik hingga 40 Persen
Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan.
Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta.
Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Lihat Selengkapnya
JAECOO J5 EV Keliling Sudirman–Thamrin Pakai Truk Transparan26 Feb 2026
JAECOO J5 EV Keliling Sudirman–Thamrin Pakai Truk Transparan26 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Dalam beberapa hari terakhir, perhatian pengguna jalan di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta, tertuju pada satu pemandangan tak biasa: sebuah SUV putih dipajang di dalam truk transparan yang melaju pelan di tengah lalu lintas ibu kota.
Unit tersebut adalah JAECOO J5 EV, SUV listrik yang belakangan ramai dibicarakan karena penjualannya langsung melesat di awal tahun.
SUV Listrik Terlaris Versi GAIKINDO
Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, JAECOO J5 EV mencatat distribusi 1.942 unit. Angka itu membuatnya memimpin segmen SUV listrik nasional pada periode tersebut.
Tak hanya itu, capaian tersebut juga membawa merek JAECOO masuk jajaran 9 besar merek otomotif terlaris di Indonesia.
Data ini memperlihatkan satu tren menarik, SUV listrik bukan lagi sekadar alternatif, tapi mulai jadi pilihan utama konsumen yang mencari kombinasi performa, efisiensi, dan teknologi.
Jarak Tempuh Tembus 500 Km
Dari sisi performa, JAECOO J5 EV dibekali baterai 60,9 kWh dengan klaim jarak tempuh 461 km berdasarkan standar NEDC.
Menariknya, dalam pengujian internal di Indonesia dengan kombinasi rute tol dan non-tol, SUV ini mencatat angka hingga 534,1 km dalam sekali pengisian penuh. Artinya, rute Jakarta–Semarang secara teori bisa ditempuh tanpa isi ulang daya.
Untuk pengisian cepat, J5 EV mendukung DC fast charging hingga 130 kW. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen diklaim hanya butuh sekitar 28 menit—cukup sambil ngopi sebentar di rest area saat perjalanan antar kota.
Selain itu, tersedia fitur regenerative braking system yang mengubah energi pengereman menjadi tambahan daya listrik.
Spesifikasi Motor lIstrik Jaecoo J5 EV
JAECOO J5 EV mengandalkan motor listrik bertenaga 155 kW atau setara 210 PS dengan torsi 288 Nm. Konfigurasinya Front-Wheel Drive (FWD).
Tersedia tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian atau gaya berkendara lebih responsif.
Untuk menunjang efisiensi, SUV ini memakai teknologi Active Grille Shutter (AGS) yang menyesuaikan aliran udara secara otomatis demi meningkatkan aerodinamika.
Struktur bodinya menggunakan baja berkekuatan tinggi dengan rasio di atas 77 persen. Suspensi independen terpasang di keempat roda.
Ground clearance 200 mm, sudut approach 20 derajat, dan departure angle 29,8 derajat memberi fleksibilitas lebih saat melintasi jalan bergelombang atau akses menuju area outdoor.
17 ADAS dan Kamera 540 Derajat
Dari sisi keselamatan, J5 EV dibekali 17 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).
Sistem ini didukung 6 airbags dan kamera 540° HD panoramic view yang memberikan visibilitas sekeliling hingga bagian bawah kendaraan, membantu manuver sekaligus meminimalkan blind spot.
Masuk ke interior, nuansanya modern dengan layar sentuh vertikal 13,2 inci Full HD serta panel instrumen digital 8 inci.
Sistem infotainment mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, plus voice command untuk mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan.
Ada juga Internet of Vehicle dan konektivitas aplikasi smartphone yang memungkinkan pengguna mengatur suhu kabin, jendela, hingga jadwal pengisian daya dari jarak jauh.
Fitur Praktis untuk Harian dan Outdoor
JAECOO J5 EV menggunakan electronic column shifter untuk memberi ruang lebih lega di konsol tengah.
Fitur kenyamanan meliputi:
Dual-zone climate control
Fast wireless charging 50W dengan sistem pendingin
Ambient lighting 64 warna
Double-layer soundproof glass
Selain itu jok depan tersedia pengaturan elektrik (6-way untuk pengemudi dan 4-way untuk penumpang depan) serta ventilated seats pada varian Premium.
Untuk kepraktisan, tersedia 35 kompartemen penyimpanan. Bagasi 480 liter bisa diperluas hingga 1.180 liter, ditambah frunk 35 liter di bagian depan.
SUV ini juga mendukung Vehicle-to-Load (V2L) hingga 3,3 kW, memungkinkan suplai listrik ke perangkat eksternal saat camping atau aktivitas luar ruang.
Material jok diklaim scratch-resistant dan kabin dilengkapi sistem filtrasi udara untuk menyaring partikel halus, termasuk debu dan bulu hewan.
Dengan kombinasi performa 210 PS, jarak tempuh lebih dari 500 km dalam pengujian internal, serta fitur ADAS lengkap, JAECOO J5 EV jelas tidak sekadar tampil sensasional lewat truk transparan di Sudirman.
Angka distribusi awal tahun menunjukkan respons pasar yang cukup kuat. Kini pertanyaannya: apakah tren SUV listrik terlaris ini bisa konsisten di bulan-bulan berikutnya?
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.