Beranda / Mobil Baru / Katalog / GWM HAVAL-H6

GWM HAVAL-H6

Rp 654 Juta
Kapasitas Mesin
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Hybrid
Pintu
5
Tempat Duduk
5
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
3 Pilihan Warna
Sun Black
Ayers Grey
Hamilton White
Tipe Kendaraan
GWM HAVAL-H6 HEV
Rp 654 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
GWM HAVAL-H6 HEV
Kapasitas Mesin
-
Jenis Bahan Bakar
Hybrid
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
5
Power Steering
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Blind Spot Monitor
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Headup Display
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Wireless Charger
Apple Carplay
Android Auto
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Sunroof
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

GWM HAVAL-H6
Artikel Terkait
Lihat Semua
Indomobil eMotor Tyrano Ramaikan Kompressor PENA Touring 2026, Lewati Jalur Perbukitan 125 Km
07 Oct 2026
Indomobil eMotor Tyrano Ramaikan Kompressor PENA Touring 2026, Lewati Jalur Perbukitan 125 Km 07 Oct 2026 Jakrta, Goodcar.id - Jalur perbukitan sepanjang sekitar 125 kilometer menjadi medan pembuktian Indomobil eMotor Tyrano dalam Kompressor PENA Touring 2026. Skuter listrik bergaya adventure tersebut tidak hanya dibawa untuk sekadar ikut touring, tetapi juga mendapat kesempatan diuji langsung oleh para jurnalis di rute dengan tanjakan yang cukup ekstrem. Kompressor PENA Touring 2026 digelar pada 3-4 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar 40 media. Rute perjalanan dimulai dari meet point Nissan Yasmin, Bogor, kemudian bergerak menuju Salada Fam, Cigombong, dan berakhir di Villa Larasjati 1, Cijeruk, Megamendung. Medan perbukitan menjadi bagian menarik dari perjalanan tersebut. Rute seperti ini membuat kemampuan kendaraan roda dua yang digunakan peserta bisa terasa langsung, terutama ketika harus melewati kombinasi jalan menanjak dan kontur yang berubah-ubah. Bagi Indomobil eMotor Tyrano, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan karakter skuter listrik adventure yang selama ini ditawarkan merek tersebut. Unit Tyrano yang dibawa dalam Kompressor PENA Touring 2026 bahkan langsung digunakan oleh media untuk melewati salah satu bagian tanjakan ekstrem dalam perjalanan. Randi Aditya, Public Relations and Event Coordinator, PT Indomobil Emotor Internasional, mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena karakter Tyrano bisa dirasakan langsung dalam kondisi perjalanan yang berbeda dari penggunaan perkotaan. “Rasanya senang banget bisa touring, sharing dan tukar informasi terkait hal-hal yang menjadi concern dari Indomobil EMotor," kata Randi. Randi juga berharap keikutsertaan IEI kali ini agar semua peserta media bisa ikut merasakan kelebihan dari skuter listrik bergaya adventure ini. "Saya berharap riding dan touring Kompressor PENA kedepannya bisa makin sukses, saya berharap suatu waktu unit dari Indomobil EMotor bisa digunakan semuanya oleh kawan-kawan dari Kompressor PENA,” jelas Randi Aditya, perwakilan Indomobil eMotor. Indomobil eMotor sendiri baru masuk ke pasar Indonesia pada 2025 dan membawa beberapa model, termasuk Adora, Sprinto dan Tyrano. Kehadiran Tyrano memperluas pilihan model dengan karakter yang lebih dekat dengan skuter adventure. Start Dari NIssan Yasmin Bogor Buat Kompressor PENA, penggunaan kendaraan roda dua dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari konsep komunitas yang memang dibangun untuk mempertemukan insan media melalui aktivitas touring. Kompressor merupakan komunitas press bermotor yang mewadahi rekan-rekan media yang aktif melakukan perjalanan menggunakan roda dua ke berbagai wilayah. Sementara PENA merupakan kepanjangan dari Persaudaraan Insan Media yang menjadi wadah komunikasi bagi para pelaku industri press. Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 40 media, rombongan Kompressor PENA Touring 2026 dibagi menjadi dua kelompok, yang berkumpul di NIssan Yasmin Bogor. Pemisahan dilakukan untuk menjaga efektivitas perjalanan sekaligus membantu aspek keselamatan selama melewati rute yang cukup panjang dan memiliki karakter jalan perbukitan saat menuju kawasan Cijeruk Megamendung, Bogor. Selain itu, perjalanan sejauh 125 kilometer tersebut juga menjadi ruang bertukar informasi antarmedia. Pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan industri otomotif utama, tetapi juga industri pendukung dan aftermarket yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem kendaraan bermotor di Indonesia. Dwijono Priatmadi, Technical Director ADX Tire, yang mengikuti langsung Kompressor PENA Touring 2026, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda karena rute yang dipilih tidak hanya mengandalkan jarak. “Terima kasih sudah diajak ikut touring bareng, dengan jarak pendek tetapi punya pilihan jalur yang menantang. Acaranya sangat menarik, destinasi lokasi yang menantang, antar member jurnalis yang ikut punya kereketan. Jadi selain materi presentasi juga ada quiz, doorprice, dari semua sponsor yang ikut. Sukses selalu, kita tunggu acara Kompressor PENA mendatang,” terang Dwijono Priatmadi. Selain perjalanan menggunakan roda dua, rangkaian acara juga diisi dengan sesi presentasi, kuis dan doorprize dari para pendukung kegiatan. Format tersebut membuat aktivitas touring tidak berhenti pada perjalanan dari satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara media dan industri otomotif. Ahmad Sirojuddin, Ketua Pelaksana KomPressor PENA Touring 2026, mengatakan kegiatan tersebut juga membawa semangat kebersamaan antarpeserta. “Saya ingin mengapresiasi semangat dan antusiasme seluruh peserta yang hadir. Acara ini bukan sekadar perjalanan menikmati keindahan alam dan mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi bukti solidnya kebersamaan kita di jalanan. Kelancaran dan kemeriahan acara hari ini tentu tidak lepas dari dukungan luar biasa para iktikad positif dari peserta, dalam mengilhami kekuatan Sumpah Pemuda yang terlahir dari keragaman etnis Nusantara. Kebersamaan, kecintaan kepada NKRI harus diimplementasikan dalam kehidupan,” tutup Ahmad Sirojuddin, Ketua Pelaksana KomPressor PENA Touring 2026. Kompressor PENA Touring 2026 mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan merek otomotif. Selain Indomobil eMotor, terdapat JNE Express, Wahana Makmur Sejati, Retouch, ADX Tire, Mitsubishi Motors, BAW, Media Arya Wira, RMF, GWM, Tekiro, Neuton, Hasston, Ferrox, Kawasaki, Suzuki, QJ Motor, Vespa, Nine dan Respiro. Lihat Selengkapnya
Seminggu Pakai Geely Coolray di Jakarta, Compact ICE Terkencang?
14 Sep 2026
Seminggu Pakai Geely Coolray di Jakarta, Compact ICE Terkencang? 14 Sep 2026 JAKARTA, Goodcar.id – Selama satu minggu, Goodcar.id membawa Geely Coolray berkeliling Jakarta untuk melihat seperti apa rasanya menggunakan compact SUV bermesin bensin ini sebagai kendaraan harian. Rutenya di berbagai kondisi jalan khas Ibu Kota, mulai dari jalan lancar, stop and go hingga jalan rusak. Bahkan sampai beberapa kondisi yang mengharuskan mobil bermanuver cepat. Geely Coolray menjadi salah satu model yang menarik karena tetap mempertahankan mesin pembakaran internal atau ICE ketika sejumlah pemain di kelas compact SUV mulai menawarkan teknologi hybrid maupun elektrifikasi. Di atas kertas, Geely Coolray menggunakan mesin 1.5L DOHC inline-4 turbocharged dengan tenaga 174 PS dan torsi 290 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 7-speed wet Dual Clutch Transmission (DCT) ke roda depan atau FWD. Respons tenaga memang tidak selalu langsung muncul ketika pedal gas diinjak secara mendadak. Ada sedikit jeda sebelum turbo bekerja optimal, terutama ketika melakukan kickdown. Namun setelah tenaga keluar, dorongannya terasa kuat. Akselerasi menjadi salah satu karakter yang paling mudah dirasakan ketika membawa Coolray berpindah jalur atau membutuhkan tambahan tenaga di jalan yang lebih terbuka. Geely sendiri mengklaim akselerasi 0–100 km/jam dapat dicapai dalam 7,6 detik, dengan kecepatan maksimum 200 km/jam. Perpindahan Gigi Halus Yang membuat karakter mesin tersebut semakin menarik adalah kerja transmisi 7-speed wet DCT. Perpindahan giginya terasa halus dan cukup cepat, baik ketika digunakan dalam ritme berkendara santai maupun saat putaran mesin dinaikkan. Hentakan yang biasanya menjadi salah satu karakter transmisi DCT juga terasa minim. Untuk penggunaan di Jakarta, karakter tersebut cukup membantu. Ketika lalu lintas mulai bergerak dari kondisi berhenti, transmisi tidak terasa terlalu agresif. Pada kecepatan rendah, responsnya bahkan terasa cukup natural untuk sebuah transmisi dual clutch. Kenyamanan Saat Penumpang Penuh Selama penggunaan selama sepekan, posisi mengemudi menjadi salah satu bagian yang cukup mudah beradaptasi. Dashboard Geely Coolray dibuat rendah sehingga pandangan ke arah depan terasa lebih terbuka. Visibilitas juga tergolong baik untuk sebuah SUV dengan posisi duduk yang lebih tinggi dibanding hatchback. Interiornya mengusung pendekatan digital dengan panel instrumen 10,25 inci dan layar tengah 12,3 inci. Apple CarPlay dan Android Auto tersedia untuk kebutuhan konektivitas, sementara wireless charging membantu mengurangi penggunaan kabel ketika smartphone digunakan sepanjang perjalanan. Untuk kapasitas lima orang, konfigurasi kabinnya memang tersedia untuk lima penumpang. Namun ketika diisi empat orang dewasa, ruang kabin mulai terasa cukup penuh. Karakternya lebih mendekati hatchback berukuran besar ketimbang SUV yang memberikan keleluasaan ruang sangat besar. Artinya, empat orang dewasa masih bisa digunakan untuk perjalanan harian, tetapi jangan berharap ruang yang terasa sangat lega, terutama jika seluruh penumpang membawa barang masing-masing. Geely menggunakan suspensi depan MacPherson Strut dan belakang torsion beam. Setelannya terasa lebih mengarah ke kenyamanan dibanding mengejar karakter sporty secara penuh. Ketika melewati jalan perkotaan dengan berbagai permukaan, suspensi mampu meredam guncangan dengan cukup baik. Karakter ini terasa masuk akal untuk sebuah mobil yang lebih banyak digunakan sebagai kendaraan harian. Namun karakter tersebut mulai terlihat ketika mobil dibawa bermanuver agresif. Body roll muncul ketika melewati tikungan dengan kecepatan lebih tinggi. Gejalanya masih bisa diprediksi, tetapi pengemudi tetap perlu menyesuaikan kecepatan agar karakter mobil tetap terkontrol. Setir menggunakan Electronic Power Steering (EPS), responsnya cukup cepat ketika arah mobil perlu dikoreksi. ADAS dan Kamera 540 Derajat Untuk penggunaan di tengah lalu lintas Jakarta, kelengkapan fitur keselamatan menjadi bagian yang cukup terasa manfaatnya. Geely Coolray dibekali 10 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Beberapa di antaranya adalah Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Keeping Assist (LKA), Traffic Jam Assist (TJA), dan Integrated Cruise Assist (ICA). Ada pula kamera 540° Panoramic View. Sistem ini tidak hanya memberikan pandangan ke sekeliling mobil, tetapi juga memiliki fitur transparent chassis yang menampilkan kondisi area di bawah kendaraan secara real-time. Fitur tersebut cukup berguna ketika harus melewati area sempit atau memperkirakan posisi roda dan bodi terhadap objek di sekitar mobil. Untuk pemakaian di area parkir maupun jalan dengan ruang terbatas, visual tambahan dari kamera menjadi nilai praktis. Dari sisi tampilan, eksterior Geely Coolray memang mulai menunjukkan usia desainnya jika dibandingkan dengan sejumlah compact SUV yang tampil lebih baru pada 2026. Namun soal desain tetap kembali pada selera masing-masing. Pelek 18 inci dengan ban 215/55 memberikan proporsi yang cukup sporty, sementara dimensi bodinya masih tergolong mudah digunakan di lingkungan perkotaan. Dengan panjang 4.380 mm, lebar 1.795 mm, dan tinggi 1.609 mm, Geely Coolray tidak terasa seperti SUV yang terlalu besar ketika digunakan menyusuri jalan-jalan Jakarta. Selama satu minggu digunakan, karakter mobil ini paling mudah dikenali dari perpaduan mesin turbo 1.5 liter dan transmisi wet DCT. Tenaganya menjadi bagian yang paling menonjol ketika mobil membutuhkan akselerasi, sementara karakter suspensi dan kabinnya lebih diarahkan untuk penggunaan harian. Di sisi lain, ruang kabin yang mulai terasa penuh ketika diisi empat orang dewasa menjadi hal yang perlu diperhitungkan sebelum menjadikannya kendaraan keluarga dengan intensitas penumpang tinggi. Lihat Selengkapnya
GWM Wey G9 Hi4 Punya Tenaga 325 kW dan Bisa Jalan 170 Km Pakai Listrik
11 Sep 2026
GWM Wey G9 Hi4 Punya Tenaga 325 kW dan Bisa Jalan 170 Km Pakai Listrik 11 Sep 2026 TANGERANG, Goodcar.id – GWM Wey G9 Hi4 resmi diperkenalkan di Indonesia dengan dua pilihan powertrain, yakni HEV dan PHEV. Keduanya sama-sama menggunakan teknologi Hi4 (Hybrid Intelligent 4WD), tetapi memiliki karakter berbeda, terutama dari kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik. Luxury MPV dari Inchcape GWM Indonesia ini tampil perdana dalam ajang BCA Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Selain menawarkan kabin tiga baris, GWM Wey G9 Hi4 membawa sistem penggerak yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk mendistribusikan tenaga ke empat roda sesuai kebutuhan. Spesifikasi GWM Wey G9 Hi4 HEV dan PHEV Pada versi HEV, sistem hybrid GWM Wey G9 Hi4 menggunakan baterai berkapasitas 1,67 kWh. Kombinasi sistem tersebut menghasilkan tenaga maksimum 263 kW dengan torsi mencapai 782 Nm. Untuk penggunaan sehari-hari, GWM mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata sekitar 15 km/liter. Sementara itu, GWM Wey G9 Hi4 PHEV memiliki output sistem yang lebih besar, yakni 325 kW dengan torsi maksimum 642 Nm. Perbedaan utama kedua varian bukan hanya pada angka tenaga. Versi PHEV memiliki baterai yang bisa diisi dari sumber listrik eksternal sehingga mobil dapat digunakan dalam mode listrik untuk perjalanan harian. GWM Wey G9 Hi4 PHEV Bisa Jalan 170 Km Tanpa Bensin Kemampuan inilah yang menjadi salah satu pembeda GWM Wey G9 Hi4 PHEV. Dalam kondisi baterai mencukupi, mobil diklaim mampu melaju hingga 170 km hanya menggunakan tenaga listrik. Dengan baterai dan bahan bakar dalam kondisi penuh, total jarak tempuh GWM Wey G9 Hi4 PHEV diklaim bisa melewati 1.000 km. GWM juga mencantumkan konsumsi bahan bakar hingga 83,33 km/liter berdasarkan pengujian standar NEDC. Angka tersebut merupakan hasil pengujian dalam kondisi standar. Konsumsi bahan bakar aktual dapat berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, lalu lintas, serta pola pengisian daya. Untuk mengisi baterai, GWM Wey G9 Hi4 PHEV mendukung pengisian cepat DC hingga 60 kW. Pengisian dari 30 sampai 80 persen membutuhkan waktu sekitar 26 menit. Sementara untuk pengisian di rumah tersedia sistem AC 6,6 kW. PHEV ini juga dibekali Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW, yang memungkinkan energi dari baterai digunakan untuk menyuplai perangkat listrik tertentu di luar kendaraan. Kabin GWM Wey G9 Hi4 Punya Tiga Baris Kursi Masuk ke kabin, GWM Wey G9 Hi4 mengusung konfigurasi tujuh penumpang dengan tiga baris kursi. Fokusnya tidak hanya diberikan kepada pengemudi dan penumpang depan karena baris kedua dan ketiga juga dirancang sebagai area penumpang utama. Baris kedua menggunakan kursi floating zero-gravity dengan material NAPPA leather. Kursi ini dilengkapi fungsi pijat dan ventilasi untuk menunjang perjalanan jarak jauh. Lantai kabin dibuat rata sehingga memberikan ruang gerak yang lebih leluasa. GWM juga menyebut kabin G9 Hi4 memiliki ruang penumpang yang luas di kelasnya. Untuk kebutuhan hiburan dan perjalanan, tersedia sistem audio dengan 21 speaker serta layar kontrol tengah berukuran 14,6 inci. Meja lipat pada bagian belakang sandaran kursi dapat digunakan untuk bekerja maupun bersantap selama perjalanan. Khusus GWM Wey G9 Hi4 PHEV, tersedia pula box yang dapat digunakan untuk mendinginkan atau menghangatkan makanan dan minuman. GWM Wey G9 Hi4 Dibekali ADAS Level 2 Di sektor keselamatan, GWM Wey G9 Hi4 dilengkapi lebih dari 20 fitur bantuan berkendara yang masuk dalam sistem L2 Intelligent Driving Assistance. Struktur bodinya menggunakan konstruksi berkekuatan tinggi, sementara baterai yang digunakan telah meraih sertifikasi keselamatan lima bintang C-EVFI 2024 melalui serangkaian pengujian. Meski memiliki sistem powertrain berbeda, dimensi kendaraan GWM Wey G9 Hi4 HEV dan PHEV tetap sama. Keduanya ditawarkan untuk konsumen yang membutuhkan karakter elektrifikasi berbeda tanpa mengubah konfigurasi dasar sebagai luxury MPV tujuh penumpang. Untuk harga, GWM Wey G9 Hi4 HEV dibanderol Rp1.158.000.000 OTR Jakarta, sedangkan GWM Wey G9 Hi4 PHEV dijual Rp1.368.000.000 OTR Jakarta. GWM Wey G9 Hi4 sudah dapat dipesan melalui 19 dealer resmi GWM di Indonesia. Pilihan warnanya terdiri dari Aurora White dan Nebula Black. Mobil ini juga dapat dilihat langsung di booth GWM selama BCA Expo 2026 yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di Hall 9, ICE BSD City, Tangerang. Lihat Selengkapnya
GWM Wey G9 Hi4 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp1,15 Miliar
11 Sep 2026
GWM Wey G9 Hi4 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp1,15 Miliar 11 Sep 2026 TANGERANG, Goodcar.id – Harga GWM Wey G9 Hi4 resmi diumumkan di Indonesia. Luxury MPV terbaru dari Inchcape GWM Indonesia ini dipasarkan dalam dua pilihan teknologi hybrid, yakni HEV dan PHEV, dengan harga mulai Rp1,158 miliar. GWM Wey G9 Hi4 diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia dalam ajang BCA Expo 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang. Kehadirannya sekaligus membawa GWM masuk lebih jauh ke persaingan MPV premium dengan pilihan harga yang berada di atas Rp1 miliar. Untuk varian paling terjangkau, GWM Wey G9 Hi4 HEV dibanderol Rp1.158.000.000 OTR Jakarta. Sementara versi dengan teknologi plug-in hybrid, GWM Wey G9 Hi4 PHEV dijual Rp1.368.000.000 OTR Jakarta. Artinya, terdapat selisih harga Rp210 juta antara kedua varian tersebut. Perbedaan harga ini terutama datang dari teknologi powertrain yang digunakan. Versi HEV mengandalkan sistem hybrid dengan baterai 1,67 kWh, sedangkan PHEV memiliki baterai dan kemampuan pengisian eksternal yang memungkinkan mobil digunakan dalam mode listrik. CEO Inchcape GWM Indonesia, Bagus Susanto, mengatakan kehadiran dua pilihan powertrain tersebut ditujukan agar konsumen memiliki pilihan sesuai kebutuhan penggunaan. “GWM Wey G9 Hi4 adalah bukti bahwa kemewahan tidak harus menuntut kompromi. Kami menghadirkannya dalam dua pilihan teknologi hybrid, HEV dan PHEV, agar konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan perjalanan mereka. Keduanya menawarkan standar kemewahan dan kenyamanan yang sama, dengan karakter powertrain yang berbeda. Kehadiran dua pilihan ini sejalan dengan filosofi kami: All Scenarios, All Powertrains, All Users,” ungkap Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia. GWM Wey G9 Hi4 PHEV Bisa Melaju Lebih dari 1.000 km Dari sisi harga, GWM Wey G9 Hi4 PHEV menjadi varian paling mahal sekaligus menawarkan kemampuan elektrifikasi yang lebih jauh. GWM menyebut mobil ini bisa berjalan menggunakan tenaga listrik hingga 170 km untuk penggunaan harian di perkotaan. Sementara total jarak tempuhnya diklaim lebih dari 1.000 km dalam satu perjalanan dengan kondisi baterai dan bahan bakar penuh. GWM juga mencantumkan angka efisiensi hingga 83,33 km/liter berdasarkan pengujian standar NEDC. Kedua varian GWM Wey G9 Hi4 menggunakan sistem penggerak Hi4 atau Hybrid Intelligent 4WD. Sistem ini memadukan mesin bensin dan motor listrik dengan pengaturan distribusi tenaga ke seluruh roda sesuai kondisi berkendara. Untuk HEV, sistem hybrid menghasilkan tenaga maksimum 263 kW dengan torsi 782 Nm. GWM mencatat konsumsi bahan bakar rata-rata sekitar 15 km/liter untuk varian tersebut. Sementara GWM Wey G9 Hi4 PHEV memiliki output sistem lebih besar, mencapai 325 kW dengan torsi 642 Nm. Varian ini juga mendapatkan kemampuan pengisian cepat DC hingga 60 kW, dengan waktu pengisian 30–80 persen sekitar 26 menit. Harga GWM Wey G9 Hi4 Harga GWM Wey G9 Hi4 tersebut sudah berstatus OTR Jakarta. Mobil ini dapat dipesan melalui jaringan 19 dealer resmi GWM yang tersebar di Indonesia. Konsumen bisa memilih dua warna eksterior, yakni Aurora White dan Nebula Black. Selain harga pembelian, GWM juga memberikan paket purna jual untuk pemilik Wey G9 Hi4. Pemilik mendapatkan bebas biaya servis dan suku cadang selama enam tahun atau 60.000 km, garansi kendaraan enam tahun atau 200.000 km, serta garansi baterai selama delapan tahun atau 200.000 km. Syarat dan ketentuan berlaku. GWM Wey G9 Hi4 juga dilengkapi layanan Customer Contact Center 24 jam di 150-496, Emergency Roadside Assistance, serta layanan pick-up & delivery dan reservasi servis melalui Customer Contact Center. Bagi konsumen yang ingin melihat langsung mobil ini, GWM Wey G9 Hi4 dipamerkan di booth GWM selama BCA Expo 2026 pada 11–13 September 2026 di Hall 9, ICE BSD City, Tangerang. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.