Beranda / Mobil Baru / Katalog / DFSK GLORY-560

DFSK GLORY-560

Rp 275 Juta
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Roda Penggerak
FWD
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Pintu
5
Tempat Duduk
7
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
4 Pilihan Warna
Glorious Metallic Red
Phantom Black
Elegant White
Champagne Silver
Tipe Kendaraan
DFSK GLORY-560 1.5L Turbo
Rp 275 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
DFSK GLORY-560 1.5L Turbo
Kapasitas Mesin
1,498 CC
Jenis Bahan Bakar
Bensin
Mesin
1.5L Petrol Engine, 4 Cylinder 16 Valve
Pintu
5
Roda Penggerak
FWD
Tempat Duduk
7
Power Steering
AUX
USB
Engine On
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Immobilizer
Overhead Airbag
Side Airbag
Collision Avoidance System
Stability Control
Brake Assist
Tire Pressure Monitor
Child Safety Lock
Emergency Stop Signal
Isofix Child Seat
Central Lock
Power Door Lock
Cruise Control
Navigation
Reading Lamp
Heater
Stereo Am Fm
Touch Screen
Rear Ac
Electric Seat Adjust
Headrest Adjust
Wiper Auto
Led Daytime
Electric Foldable Mirror
Seat Belt Warning
Hands Free Communication
Welcome Light
Lihat Semua

DFSK GLORY-560
Artikel Terkait
Lihat Semua
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional
27 Feb 2026
Industri Otomotif Indonesia Klaim Siap Penuhi Kebutuhan Pick-Up Nasional 27 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Industri otomotif nasional menyatakan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri, khususnya segmen pick-up. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), yang sejak 1969 berperan sebagai asosiasi industri kendaraan bermotor di Indonesia. GAIKINDO menyebut, bersama para anggotanya dan dengan dukungan pemerintah, industri otomotif nasional terus menyesuaikan perkembangan produk dengan kebutuhan masyarakat, termasuk untuk kendaraan roda empat atau lebih di segmen komersial. Pengembangan Platform dari Pick-Up ke MPV Dalam perjalanannya, industri otomotif Indonesia mengembangkan platform kendaraan komersial pick-up yang kemudian dikonversi menjadi kendaraan penumpang multi-guna (MPV). Awalnya, proses konversi dilakukan melalui kerja sama dengan industri karoseri. Seiring waktu, pengembangan tersebut dilakukan lebih lanjut oleh pabrikan hingga menghasilkan kendaraan MPV yang diproduksi secara penuh di dalam negeri. Model MPV yang lahir dari pengembangan tersebut kini menjadi salah satu segmen kendaraan yang banyak digunakan masyarakat Indonesia dan juga dipasarkan di kawasan Asia Tenggara. Pendekatan serupa disebut juga diterapkan dalam pengembangan kendaraan komersial pick-up untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor usaha di dalam negeri. Pernyataan GAIKINDO soal Kapasitas Produksi Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan bahwa industri otomotif Indonesia telah melakukan berbagai studi terkait pengembangan platform kendaraan komersial. “Kami dari industri otomotif Indonesia telah menjalankan berbagai studi untuk menyesuaikan perkembangan platform kendaraan komersial untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan usaha di dalam negeri, sehingga kami memiliki pengetahuan untuk membuat jenis kendaraan yang sesuai. Selain itu, kami juga memiliki kemampuan dan juga kapasitas untuk mengakomodir seluruh kebutuhan kendaraan komersial di dalam negeri,” ujar Anton. Menurut data GAIKINDO, saat ini terdapat 61 perusahaan yang menjadi anggota asosiasi tersebut. Untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota, yaitu: PT Suzuki Indomobil Motor PT Isuzu Astra Motor Indonesia PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) PT Sokonindo Automobile (DFSK) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia PT Astra Daihatsu Motor Secara keseluruhan, kapasitas produksi kendaraan pick-up dari perusahaan-perusahaan tersebut disebut mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun. Dampak ke Rantai Industri dan Tenaga Kerja GAIKINDO juga menyampaikan bahwa satu unit kendaraan terdiri dari lebih dari 20.000 komponen yang melibatkan berbagai jenis bahan baku, seperti baja, kaca, karet, plastik, dan tekstil. Komponen tersebut diproduksi oleh ribuan perusahaan di dalam negeri, termasuk pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Rantai industri otomotif nasional, baik dari sisi hulu (backward linkage) maupun hilir (forward linkage), disebut melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Dalam pernyataannya, GAIKINDO bersama Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM) meminta agar pemerintah memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial nasional. Langkah tersebut dinilai dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia sekaligus menjaga keberlanjutan tenaga kerja di sektor otomotif. Hingga saat ini, industri otomotif nasional mencatat kapasitas produksi pick-up ratusan ribu unit per tahun. Pernyataan asosiasi tersebut menegaskan posisi industri dalam negeri dalam konteks pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial di pasar domestik. Lihat Selengkapnya
GIICOMVEC 2026 Siap Digelar, Fokus Perkuat Industri Kendaraan Komersial
25 Feb 2026
GIICOMVEC 2026 Siap Digelar, Fokus Perkuat Industri Kendaraan Komersial 25 Feb 2026 Jakarta,GoodCar.id — GAIKINDO kembali menggelar GIICOMVEC 2026, pameran business-to-business khusus kendaraan komersial yang akan berlangsung pada 8–11 April 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Ajang ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Tahun ini, GIICOMVEC hadir dengan perubahan signifikan, yakni pindah ke Hall B dan Hall C JIExpo untuk mengakomodasi peningkatan minat industri. Total area pameran mencapai lebih dari 16.000 meter persegi. Lokasi baru ini diklaim menawarkan akses yang lebih mudah bagi pelaku usaha yang ingin menjajaki solusi transportasi komersial terkini. Di tengah dinamika pasar domestik, ekspor otomotif Indonesia justru mencatat tren positif. Sepanjang 2025, ekspor kendaraan utuh (CBU) ke 93 negara mencapai 518.212 unit, naik 9,75 persen dibandingkan 2024 yang berada di angka 472.194 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial menyumbang 20.326 unit atau hampir 4 persen dari total ekspor nasional. Angka ini menegaskan peran kendaraan niaga sebagai salah satu penopang industri otomotif Indonesia di pasar global. Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan capaian tersebut menjadi indikator bahwa manufaktur otomotif nasional semakin kompetitif. “Capaian ekspor ini membuktikan kualitas produksi otomotif Indonesia diakui pasar global. Momentum ini harus dijaga melalui peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi,” ujar Putu. Saat ini, produksi kendaraan nasional berada di kisaran 1,2 juta unit per tahun dengan kapasitas terpasang mencapai 2,59 juta unit. Artinya, ruang ekspansi masih terbuka lebar. GIICOMVEC Jadi Arena Ketemunya Produsen dan Buyer Sebagai pameran B2B, GIICOMVEC dirancang untuk mempertemukan produsen dengan calon pembeli potensial, termasuk buyer mancanegara. Targetnya jelas: membuka peluang ekspor baru sekaligus memperluas penetrasi kendaraan niaga Indonesia. Sejumlah merek kendaraan komersial dipastikan hadir, mulai dari Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, hingga Wuling. Tak hanya itu, area khusus China Pavilion juga akan hadir untuk menampilkan teknologi dan inovasi terbaru dari pelaku industri asal Tiongkok. Industri karoseri nasional serta sektor pendukung otomotif turut ambil bagian, memberikan gambaran menyeluruh mengenai ekosistem kendaraan komersial. Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menekankan bahwa GIICOMVEC bukan sekadar etalase produk. “GIICOMVEC adalah platform terpadu bagi pelaku bisnis untuk menemukan solusi armada sesuai kebutuhan operasional. Pengunjung bisa mempelajari teknologi sasis, desain karoseri, hingga inovasi industri pendukung dalam satu waktu,” kata Anton. Target 11 Ribu Trade Visitors Penyelenggaraan keempat GIICOMVEC ini menargetkan lebih dari 11 ribu trade visitors. Mereka berasal dari sektor transportasi, logistik, manufaktur, jasa keuangan, ritel, energi, konstruksi, hingga instansi pemerintah. GAIKINDO juga menggandeng berbagai asosiasi industri untuk memastikan partisipasi pelaku usaha berjalan optimal. Selain pameran, GIICOMVEC 2026 menghadirkan program Daily Seminar yang membahas isu bisnis aktual. Salah satu agenda utama adalah seminar bersama KAMSELINDO yang mengangkat topik kepatuhan, keselamatan, serta risiko hukum dalam transportasi barang berbahaya dan beracun (B3). Pengunjung juga dapat mengakses Demo Area Truck & Bus, area interaktif untuk menyaksikan sekaligus mencoba teknologi kendaraan komersial secara langsung. Fasilitas ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha mengevaluasi performa unit sebelum mengambil keputusan investasi. Sebagai pameran berbasis bisnis, GIICOMVEC tidak memberlakukan tiket masuk umum. Pelaku industri dapat mendaftar sebagai trade visitors melalui situs resmi GIICOMVEC. Lihat Selengkapnya
Kapasitas Produksi Pick-Up Indonesia Bisa Dioptimalkan, GAIKINDO Siap Penuhi Kebutuhan
20 Feb 2026
Kapasitas Produksi Pick-Up Indonesia Bisa Dioptimalkan, GAIKINDO Siap Penuhi Kebutuhan 20 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id – Industri otomotif Indonesia sedang menghadapi tekanan penjualan dalam negeri, namun potensi produksi tetap besar. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) saat ini menaungi 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan bermotor roda empat atau lebih per tahun. Dari jumlah tersebut, produksi kendaraan komersial kelas menengah ke-bawah, terutama pick-up, masih belum dimanfaatkan secara optimal. Anggota GAIKINDO yang memproduksi kendaraan jenis ini antara lain: PT Suzuki Indomobil Motor PT Isuzu Astra Motor Indonesia PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) PT Sokonindo Automobile (DFSK) PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) PT Astra Daihatsu Motor Secara keseluruhan, kapasitas produksi pick-up anggota GAIKINDO bisa mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, namun pemanfaatannya belum maksimal. Kendaraan ini umumnya mengadopsi sistem penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40%, menjadikannya andalan untuk kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. “Jaringan servis dan layanan purna jual yang luas membuat kendaraan komersial 4x2 ini mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara merata,” kata Putu Juli Ardika, Ketua Umum GAIKINDO. Ia menambahkan, “Kendaraan penggerak 4x4 memang bisa diproduksi, tetapi membutuhkan waktu untuk persiapan produksi yang matang.” Industri otomotif nasional juga menjadi penyumbang besar lapangan kerja, dengan total 1,5 juta pekerja yang terlibat di seluruh ekosistemnya. Meski penjualan domestik sempat tertekan di bawah 1 juta unit per tahun, Indonesia tetap mencatat capaian ekspor kendaraan yang signifikan, mencapai lebih dari 518.000 unit ke 93 negara. Menanggapi rencana impor kendaraan dari India, Putu Juli Ardika menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan industri lokal. “Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri pendukungnya, termasuk industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM, memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hanya diperlukan waktu agar jumlah dan kriterianya sesuai,” jelas Putu Juli. Ia menekankan bahwa dengan kesempatan dan waktu yang cukup, anggota GAIKINDO dan GIAMM dapat ikut memenuhi permintaan kendaraan komersial, sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri dan mencegah potensi pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan domestik. Namun, di tengah kapasitas lokal yang masih dapat dioptimalkan, PT Agrinas Pangan Nusantara memilih untuk mengimpor kendaraan pick-up dari India guna mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Perseroan mengimpor sebanyak 70.000 unit mobil pick-up Tata Motors, terdiri dari Yodha Pick Up dan truk ringan Ultra T.7, masing-masing 35.000 unit. Sebelumnya, Agrinas juga mengimpor 35.000 unit pick-up Scorpio dari Mahindra, sehingga total kendaraan niaga impor dari India mencapai 105.000 unit. Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Asif Shamim, menuturkan, “Pesanan untuk Kopdes Merah Putih ini mencerminkan semakin meningkatnya penerimaan kendaraan komersial asal India di pasar global. Penggunaannya akan mendukung logistik pertanian di Indonesia dengan meningkatkan konektivitas, memungkinkan pergerakan barang yang lebih efisien di seluruh jaringan pedesaan dan regional.” Kedua kendaraan ini dirancang untuk kinerja berkelanjutan dan efisiensi operasional. Tata Yodha Pick Up tersedia dalam varian single cab maupun crew cab, dengan opsi penggerak 4×2 dan 4×4, serta mesin 2,2 liter diesel bertenaga 100 PS dan torsi 250 Nm. Sedangkan Tata Ultra T.7 adalah truk ringan dengan mesin diesel 4 silinder, tenaga hingga 125 PS pada 2.800 rpm, torsi maksimal 360 Nm, dan kapasitas GVW sekitar 7.490 kg. Armada ini akan didistribusikan melalui koperasi pertanian dengan skema bertahap untuk memastikan integrasi dan operasi yang berkelanjutan. Pesanan Agrinas menjadi yang terbesar dalam portofolio ekspor Tata Motors, ditujukan untuk sektor pertanian dan logistik pedesaan. Meskipun demikian, GAIKINDO tetap yakin bahwa kapasitas produksi pick-up dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan domestik jika diberikan waktu dan dukungan yang cukup, sehingga potensi impor bisa diminimalkan dan ekosistem industri lokal tetap terjaga. Lihat Selengkapnya
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris
17 Feb 2026
Data Penjualan Mobil Listrik Januari 2026, BYD Atto 1 Terlaris 17 Feb 2026 Jakarta, Goodcar.id - Pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Indonesia kembali mencatatkan pergerakan yang menarik pada Januari 2026. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales BEV mencapai 10.061 unit. Angka ini setara sekitar 15 persen dari total penjualan mobil nasional yang menyentuh 66.447 unit pada periode yang sama. Kontribusi dua digit tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kian mengukuhkan posisinya dalam struktur pasar otomotif nasional. Meski demikian, dibandingkan Desember 2025 yang membukukan 21.021 unit, terjadi penurunan sekitar 52,1 persen secara bulanan. Koreksi ini dinilai sebagai bentuk normalisasi pasar setelah lonjakan signifikan di akhir tahun. BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 Pimpin Persaingan Posisi teratas mobil listrik terlaris Januari 2026 ditempati BYD Atto 1 dengan distribusi 3.361 unit. Capaian ini menegaskan kuatnya daya tarik model kompak dengan harga kompetitif di pasar domestik. Di peringkat kedua, Jaecoo J5 mencatatkan 1.942 unit. Hasil tersebut memperlihatkan respons pasar yang cepat terhadap model SUV listrik pendatang baru. Sementara itu, BYD M6 berada di posisi ketiga dengan 851 unit, membuktikan bahwa segmen kendaraan keluarga tetap relevan dalam era elektrifikasi. Dominasi Merek China di 10 Besar Model lain yang masuk lima besar adalah Wuling Darion EV (790 unit) dan BYD Sealion 7 (613 unit). Keduanya mempertegas dominasi pabrikan China dalam daftar teratas BEV nasional. Di papan tengah, distribusi tercatat pada Geely EX2 (423 unit), Denza D9 (392 unit), dan Aion UT (266 unit). Sepuluh besar dilengkapi oleh Chery J6 (215 unit) serta Aion V (214 unit). Di luar 10 besar, persaingan tetap berlangsung ketat, termasuk di segmen premium. Distribusi model kelas atas masih relatif terbatas, seperti BMW i7 (8 unit), Toyota bZ4X (7 unit), dan Mercedes-Benz EQE (4 unit). Bahkan model flagship seperti Mercedes-Benz EQS dan BMW i5 masing-masing hanya mencatat 1 unit. Secara keseluruhan, data Januari 2026 memperlihatkan bahwa pasar BEV Indonesia semakin kompetitif. Meski terjadi koreksi bulanan, pangsa pasar yang sudah menembus 15 persen menandakan elektrifikasi bukan lagi sekadar tren, melainkan bagian penting dari transformasi industri otomotif nasional. Berikut Daftar Mobil Listrik Terlaris di Indonesia 2026: 1. BYD Atto 1: 3.361 unit 2. Jaecoo J5: 1.942 unit 3. BYD M6: 851 unit 4. Wuling Darion EV: 790 unit 5. BYD Sealion 7: 613 unit 6. Geely EX2: 423 unit 7. Denza D9: 392 unit 8. Aion UT: 266 unit 9. Chery J6: 215 unit 10. Aion V: 214 unit 11. VinFast VF 3: 119 unit 12. Xpeng X9: 105 unit 13. MG 4 EV: 95 unit 14. Polytron G3: 82 unit 15. Hyptec HT: 77 unit 16. Aion Y Plus: 67 unit 17. Xpeng G6: 67 unit 18. BYD Seal: 45 unit 19. Hyundai Kona EV: 37 unit 20. GWM Ora 03: 32 unit 21. Wuling Air EV: 32 unit 22. Omoda E5: 28 unit 23. Changan Deepal: 26 unit 24. Wuling Cloud EV: 25 unit 25. MG ZS EV: 17 unit 26. Citroen E-C3: 15 unit 27. VinFast VF e34: 15 unit 28. Wuling Binguo EV: 14 unit 29. VinFast VF 5: 13 unit 30. BYD Dolphin: 9 unit 31. DFSK Gelora E: 9 unit 32. Seres E1: 8 unit 33. BMW i7: 8 unit 34. Toyota bZ4X: 7 unit 35. VW ID.Buzz: 7 unit 36. Wuling Mitra EV: 7 unit 37. Mini Electric: 5 unit 38. Mercedes-Benz EQE: 4 unit 39. MG Cyberster: 4 unit 40. BMW iX1: 3 unit 41. VinFast VF 6: 3 unit 42. Genesis G80: 2 unit 43. Hyundai Ioniq 5: 2 unit 44. Mercedes-Benz EQS: 1 unit 45. Volvo ES90: 1 unit 46. BMW i5: 1 unit 47. VinFast VF 7: 1 unit 48. BMW iX: 1 unit Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.