Beranda / Mobil Baru / Katalog / DFSK Gelora-E

DFSK Gelora-E

Rp 350 Juta - Rp 399 Juta
Jarak Tempuh
-
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Roda Penggerak
RWD
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Pintu
5
Tempat Duduk
2
Foto Interior
Foto Eksterior
Pilihan Warna
Ciptakan gayamu dengan berbagai pilihan warna
1 Pilihan Warna
White
Tipe Kendaraan
DFSK Gelora-E BV
Rp 350 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
DFSK Gelora-E MB
Rp 399 Juta
Dapatkan Ekslusif Promo
Fitur Kendaraan
DFSK Gelora-E BV
DFSK Gelora-E MB
Jarak Tempuh
-
Jenis Bahan Bakar
Listrik
Mesin
Permanent Magnet Synchronous
Pintu
5
Roda Penggerak
RWD
Tempat Duduk
2
Power Steering
USB
Camera Back
Parking Sensor
Bluetooth
ABS EBD
Airbag
Alarm
Side Airbag
Central Lock
Power Door Lock
Heater
Stereo Am Fm
Seat Belt Warning

DFSK GELORA-E
Artikel Terkait
Lihat Semua
DFSK E5 Plus Dipesan Ratusan Unit Saat Pre-Booking, Meluncur Resmi di GIIAS 2026
26 Jun 2026
DFSK E5 Plus Dipesan Ratusan Unit Saat Pre-Booking, Meluncur Resmi di GIIAS 2026 26 Jun 2026 Jakarta, Goodcar.id - PT Sokonindo Automobile mulai membuka masa pre-booking untuk DFSK E5 Plus di Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Program yang berlangsung hingga 28 Juni 2026 itu menjadi langkah awal perusahaan sebelum peluncuran resmi SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) tersebut di GIIAS 2026. Sejak hari pertama pre-booking dibuka, perusahaan mengklaim DFSK E5 Plus telah mengumpulkan pemesanan hingga ratusan unit. Angka tersebut dinilai menjadi indikasi awal meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi, khususnya di segmen SUV keluarga. Selain melakukan pemesanan, pengunjung juga memanfaatkan kesempatan untuk menjajal langsung DFSK E5 Plus melalui sesi test drive yang disediakan selama acara berlangsung. Meningkatnya minat terhadap kendaraan hybrid dan listrik sejalan dengan bertambahnya pilihan produk di pasar otomotif nasional. Di tengah persaingan yang semakin ketat, produsen kini berlomba menawarkan kendaraan yang menggabungkan efisiensi bahan bakar, teknologi, serta kepraktisan untuk kebutuhan keluarga. DFSK Bidik Segmen SUV Keluarga Berteknologi PHEV DFSK E5 Plus hadir dengan konfigurasi enam penumpang menggunakan captain seat pada baris kedua. Mobil ini juga mengusung sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin. Menurut PT Sokonindo Automobile, kendaraan ini dibekali baterai berkapasitas 25,3 kWh yang diklaim menjadi salah satu yang terbesar di kelasnya. Dengan standar pengujian NEDC, mobil tersebut disebut mampu menempuh jarak hingga 1.400 kilometer ketika baterai dan tangki bahan bakar berada dalam kondisi penuh. Selain itu, DFSK E5 Plus juga dibekali fitur hiburan untuk penumpang baris kedua sebagai bagian dari paket kenyamanan yang ditawarkan kepada keluarga. Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengatakan perubahan kebutuhan konsumen menjadi salah satu alasan perusahaan menghadirkan produk tersebut. "Kami melihat keluarga Indonesia sedang memasuki era baru dalam memilih kendaraan. Mereka menginginkan ruang yang lapang, teknologi yang relevan, dan kebebasan untuk bepergian lebih jauh. DFSK E5 Plus menjawab kebutuhan itu melalui konfigurasi 6-seater, family entertainment di baris kedua, baterai berkapasitas besar di kelasnya hingga mencapai 25,3 kWh, dan jarak tempuh hingga 1.400 km dengan standar NEDC. Ini bukan sekadar SUV keluarga, melainkan representasi mobilitas keluarga modern yang lebih cerdas, lebih efisien, dan lebih menyenangkan," ujar Cing Hok Rifin, Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile. Booking Fee Rp5.000, Benefit Diklaim Capai Rp60 Juta Selama periode pre-booking, konsumen dapat memesan DFSK E5 Plus dengan booking fee sebesar Rp5.000. Perusahaan juga menawarkan sejumlah keuntungan yang diklaim memiliki nilai total hingga Rp60 juta. Paket tersebut mencakup Family Entertainment Screen berukuran 15,6 inci, gratis servis berkala selama lima tahun atau 100.000 kilometer, karpet lantai eksklusif, wall charger 7 kW, serta perlindungan asuransi melalui perusahaan pembiayaan yang bekerja sama. Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam program tersebut. Informasi lengkap mengenai mekanisme pre-booking dapat diakses melalui situs resmi DFSK. Peluncuran Resmi Dijadwalkan di GIIAS 2026 Respons awal yang diperoleh selama masa pre-booking menjadi modal bagi PT Sokonindo Automobile menjelang peluncuran resmi DFSK E5 Plus di ajang GIIAS 2026. Kehadiran model baru ini sekaligus menambah pilihan kendaraan PHEV di Indonesia, segmen yang mulai berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap efisiensi konsumsi energi dan fleksibilitas penggunaan dibanding kendaraan bermesin konvensional. Di Indonesia, PT Sokonindo Automobile menaungi merek DFSK dan SERES. Perusahaan mulai beroperasi sejak 2017 dengan fasilitas produksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun dan memproduksi berbagai model untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor di kawasan Asia Tenggara. Lihat Selengkapnya
DFSK E5 PLUS Setir Kanan Resmi Meluncur, Indonesia Jadi Pasar Prioritas dan Siap Diproduksi Lokal
22 Jun 2026
DFSK E5 PLUS Setir Kanan Resmi Meluncur, Indonesia Jadi Pasar Prioritas dan Siap Diproduksi Lokal 22 Jun 2026 Hong Kong SAR, GoodCar.id – DFSK resmi memperkenalkan DFSK E5 PLUS versi setir kanan (Right-Hand Drive/RHD) dalam ajang International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong. Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas ekspansi global sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas utama untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi DFSK di kawasan Asia Tenggara. Di bawah naungan SERES Group dan dipasarkan di Indonesia oleh PT Sokonindo Automobile, DFSK melihat peluang besar di pasar kendaraan energi baru yang terus berkembang. Kehadiran E5 PLUS versi setir kanan menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia akan memainkan peran penting dalam strategi pertumbuhan global merek asal Tiongkok tersebut. Indonesia Jadi Fokus Utama Ekspansi DFSK di Asia Tenggara Setelah mendapatkan respons positif di sejumlah pasar internasional seperti Afrika Utara dan Amerika Selatan, DFSK kini mulai memperluas penetrasi ke negara-negara dengan sistem kemudi kanan. Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian khusus karena memiliki pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan tingkat adopsi kendaraan elektrifikasi yang terus meningkat. Presiden DFSK, Amy Gong, mengatakan bahwa E5 PLUS merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan dalam menghadirkan kendaraan yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan. Menurutnya, DFSK akan terus memperkuat inovasi teknologi, memperluas portofolio produk, serta mempercepat ekspansi global melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan pasar lokal. DFSK E5 PLUS Hadir dengan Teknologi Plug-in Hybrid DFSK E5 PLUS dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga modern yang menginginkan kendaraan berkapasitas besar, nyaman digunakan sehari-hari, namun tetap efisien dari sisi konsumsi energi. Model ini mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik berbasis baterai. Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan beroperasi menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan harian sekaligus tetap memiliki fleksibilitas mesin konvensional saat menempuh perjalanan jarak jauh. Konsep ini menjadi solusi yang relevan bagi konsumen Indonesia yang mulai tertarik pada kendaraan elektrifikasi, tetapi masih mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur pengisian daya di beberapa wilayah. Dengan sistem PHEV, pengguna dapat menikmati efisiensi konsumsi energi yang mendekati kendaraan listrik murni saat digunakan di perkotaan, tanpa harus khawatir mengenai jarak tempuh ketika melakukan perjalanan antarkota atau mudik. Solusi Mobilitas untuk Keluarga Indonesia Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis bagi DFSK. Menurutnya, kehadiran E5 PLUS versi setir kanan menjadi bukti komitmen perusahaan untuk menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Kombinasi teknologi elektrifikasi, kenyamanan kabin, serta fleksibilitas penggunaan menjadi nilai utama yang ditawarkan kepada konsumen. Momentum menjelang pameran otomotif nasional juga dimanfaatkan DFSK untuk memperkenalkan arah pengembangan produk mereka kepada publik Indonesia. Perusahaan ingin menunjukkan bahwa kendaraan yang dihadirkan bukan sekadar model baru, tetapi solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Diproduksi Lokal di Pabrik Cikande Salah satu poin penting dari kehadiran DFSK E5 PLUS adalah komitmen produksi lokal. Kendaraan ini dipastikan akan dirakit di fasilitas PT Sokonindo Automobile yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut telah menerapkan konsep industri 4.0 dengan tingkat penggunaan teknologi robotik mencapai sekitar 90 persen dalam proses produksi. Teknologi ini memungkinkan standar kualitas yang lebih konsisten, efisiensi manufaktur yang tinggi, serta mendukung kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Produksi lokal juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing harga sekaligus memperkuat kontribusi industri otomotif nasional dalam era kendaraan energi baru. Perkuat Layanan Purnajual dan Jaringan Dealer Tidak hanya fokus pada produk, DFSK juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui penguatan layanan purnajual. Perusahaan berkomitmen memperluas jaringan dealer resmi, meningkatkan kompetensi teknisi, serta memastikan ketersediaan suku cadang di berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi kerangka layanan global DFSK yang bertujuan memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih nyaman dan bebas khawatir bagi konsumen. Dengan hadirnya DFSK E5 PLUS versi setir kanan, Indonesia semakin menunjukkan perannya sebagai pasar penting dalam perkembangan kendaraan elektrifikasi di kawasan. Kombinasi teknologi PHEV, produksi lokal, dan dukungan layanan purnajual yang terus diperkuat menjadikan DFSK optimistis dapat bersaing di segmen kendaraan keluarga ramah lingkungan yang semakin diminati masyarakat Indonesia. Lihat Selengkapnya
DFSK Meriahkan Jakarta Fair 2026, Bocorkan Teknologi PHEV dan Tebar Promo Hingga Puluhan Juta
12 Jun 2026
DFSK Meriahkan Jakarta Fair 2026, Bocorkan Teknologi PHEV dan Tebar Promo Hingga Puluhan Juta 12 Jun 2026 Jakarta, GoodCar.id – PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) DFSK di Indonesia kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan pasar otomotif nasional dengan berpartisipasi dalam Jakarta Fair Kemayoran (PRJ) 2026. Berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, DFSK menghadirkan beragam kendaraan unggulan sekaligus memberikan sinyal kuat mengenai arah pengembangan teknologi masa depannya. Berlokasi di Hall A No.18, DFSK menampilkan sejumlah model yang mewakili berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, mulai dari kendaraan listrik perkotaan, kendaraan niaga, hingga camper van yang mendukung gaya hidup modern. Menariknya, DFSK juga mengungkap rencana menghadirkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pada produk terbarunya yang akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. DFSK Siapkan Langkah Baru Lewat Teknologi PHEV Partisipasi DFSK di Jakarta Fair 2026 tidak sekadar menjadi ajang pamer produk. Lebih dari itu, perusahaan ingin memperlihatkan transformasi teknologi yang tengah mereka kembangkan seiring perubahan tren industri otomotif global menuju kendaraan elektrifikasi. Direktur Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile, Cin Hok Rifin, mengatakan bahwa PRJ menjadi momentum penting bagi DFSK untuk memperkenalkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia. “Selain menampilkan berbagai produk unggulan yang telah dipasarkan, kami juga akan memperkenalkan arah pengembangan teknologi DFSK di masa depan melalui Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Teknologi ini akan hadir pada produk terbaru kami yang akan segera diluncurkan,” ujarnya. Kehadiran teknologi PHEV dinilai menjadi langkah strategis bagi DFSK dalam menjembatani kebutuhan konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik tanpa menghilangkan fleksibilitas mesin berbahan bakar konvensional. Camper Van Delima x Explora Jadi Magnet Pengunjung Salah satu kendaraan yang paling menarik perhatian di booth DFSK adalah Camper Van Delima x Explora. Kendaraan ini menunjukkan bahwa mobil tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat transportasi atau kendaraan usaha, tetapi juga dapat mendukung gaya hidup dan aktivitas rekreasi. Camper van tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang gemar melakukan perjalanan jauh, eksplorasi alam, maupun aktivitas luar ruang. Tren perjalanan mandiri dan wisata berbasis kendaraan yang terus berkembang di Indonesia menjadi alasan DFSK menghadirkan konsep kendaraan multifungsi ini. Menurut DFSK, kebutuhan mobilitas masyarakat kini semakin beragam sehingga kendaraan juga dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai aktivitas, baik untuk bisnis maupun kebutuhan leisure. SERES E1, Mobil Listrik Ringkas untuk Mobilitas Kota Di segmen kendaraan listrik penumpang, DFSK mengandalkan SERES E1 sebagai solusi mobilitas perkotaan yang praktis dan ekonomis. Mobil listrik kompak ini hadir dengan desain modern dan dimensi yang ringkas sehingga mudah bermanuver di jalanan perkotaan yang padat. Selain menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional, SERES E1 juga dibekali program gratis perawatan selama 3 tahun atau 100.000 kilometer. Saat ini, SERES E1 dipasarkan mulai dari Rp168 juta (OTR Jakarta), menjadikannya salah satu pilihan kendaraan listrik yang kompetitif di pasar Indonesia. Gelora E dan Super Cab untuk Dukung Pelaku Usaha Tidak hanya fokus pada kendaraan penumpang, DFSK juga menghadirkan solusi kendaraan niaga yang dirancang untuk mendukung produktivitas bisnis. Gelora E Blind Van menjadi salah satu andalan perusahaan di segmen kendaraan niaga listrik. Kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer (NEDC) dalam sekali pengisian daya, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan distribusi dan logistik perkotaan. DFSK menawarkan Gelora E dengan berbagai program menarik, termasuk subsidi trade-in melalui program “DFSK Dukung Bisnis Anda”. Harga Gelora E Blind Van yang semula Rp350 juta kini menjadi Rp270 juta, sementara Gelora E Mini Bus turun dari Rp399 juta menjadi Rp314 juta. Sementara itu, bagi pelaku usaha yang masih membutuhkan kendaraan niaga berbahan bakar konvensional, DFSK menghadirkan Super Cab yang dikenal tangguh dan ekonomis. Kendaraan ini dipasarkan mulai dari Rp158,5 juta (OTR Jakarta) dan menawarkan keunggulan kapasitas angkut besar, performa kuat, serta biaya operasional yang efisien. Promo Menarik Selama Jakarta Fair 2026 Untuk semakin menarik minat pengunjung, DFSK menghadirkan program khusus bertajuk “DFSK Dukung Bisnis Anda” selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026. Melalui program tersebut, konsumen berkesempatan memperoleh insentif hingga Rp51 juta untuk SERES E1, Rp80 juta untuk Gelora E Blind Van, dan Rp85 juta untuk Gelora E Mini Bus. Promo ini berlaku untuk 4.000 unit pertama selama periode pameran. Melalui partisipasinya di Jakarta Fair Kemayoran 2026, DFSK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi mobilitas yang inovatif, mulai dari kendaraan listrik, kendaraan niaga, hingga teknologi PHEV yang akan segera hadir. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung perkembangan industri otomotif Indonesia menuju era mobilitas yang lebih modern dan berkelanjutan. Lihat Selengkapnya
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen
09 Mar 2026
Daftar Harga Mobil Listrik yang Berpotensi Naik hingga 40 Persen 09 Mar 2026 Jakarta, Goodcar.id - Harga mobil listrik di Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian jika kebijakan insentif tidak dilanjutkan pemerintah. Sejumlah model diperkirakan terdampak langsung, mengingat selama ini kendaraan listrik mendapatkan berbagai fasilitas fiskal yang membuat banderolnya lebih kompetitif. Kenaikan harga diprediksi terjadi lantaran hingga kini pemerintah belum mengumumkan kelanjutan insentif untuk mobil listrik. Padahal, selama beberapa tahun terakhir, kendaraan tanpa emisi ini menikmati beragam kemudahan, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sebagian ditanggung pemerintah, hingga bebas bea masuk bagi model impor utuh (CBU) dengan komitmen investasi di dalam negeri. Rangkaian insentif tersebut telah dimanfaatkan oleh banyak pabrikan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau di tengah biaya produksi dan impor yang relatif tinggi. Untuk insentif PPnBM, seluruh pabrikan mobil listrik yang beroperasi di Indonesia saat ini masih menikmatinya. Sementara itu, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang menurunkan tarif efektif dari 12 persen menjadi 10 persen dinikmati oleh sejumlah merek, seperti Hyundai, Wuling, Morris Garage, Chery, DFSK, Jaecoo, hingga Geely. Selain itu, insentif untuk mobil listrik impor CBU dengan komitmen investasi juga dimanfaatkan oleh pabrikan lain, seperti Citroën, AION, Maxus, Volkswagen, BYD, VinFast, Xpeng, Changan, hingga GWM. Jika fasilitas ini dihentikan, harga jual mobil listrik dari merek-merek tersebut hampir pasti akan terkerek naik. Tanpa kelanjutan insentif, sejumlah model mobil listrik diprediksi mengalami kenaikan harga. Daftarnya meliputi AION V, AION UT, AION Y Plus; BYD Seal, Dolphin, M6, Sealion 7, Atto 1, dan Atto 3; Changan Deepal SO7 dan Lumin; Chery Omoda E5, iCar, dan J6T; Citroën EC3 dan C4; Denza D9; Hyundai Kona dan Ioniq 5; Jaecoo J5 EV; GWM Ora 03; Maxus Mifa 7 dan Mifa 9; MG ZS EV dan MG 4 EV; Polytron G3 dan G3+; Xpeng G6 dan X9; VinFast VF3, e34, dan VF6; serta Wuling Air ev, Binguo, Cloud, hingga Darion. Harga Bisa Naik hingga 40 Persen Hingga memasuki hampir bulan ketiga tahun 2026, kepastian soal insentif mobil listrik masih belum terlihat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen dan industri otomotif. Tanpa insentif, lonjakan harga dinilai tak terhindarkan. Berdasarkan data yang dihimpun LPEM FEB UI, harga mobil listrik berpotensi naik di kisaran 30–40 persen. Artinya, mobil listrik dengan harga Rp 100 juta bisa mengalami kenaikan hingga Rp 30–40 juta. Jika skenario ini terjadi, daya saing mobil listrik di pasar domestik berisiko menurun dan memperlambat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Lihat Selengkapnya

TANYA LEBIH JAUH TENTANG UNIT

Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.