Hyundai Luncurkan SUV Baru di IIMS 2026, Tampilkan Lineup Mobil Terlengkap dari EV hingga MPV03 Feb 2026
Hyundai Luncurkan SUV Baru di IIMS 2026, Tampilkan Lineup Mobil Terlengkap dari EV hingga MPV03 Feb 2026
Jakarta, GoodCar.id – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) kembali menegaskan komitmennya di industri otomotif nasional dengan berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Pada pameran yang berlangsung 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Hyundai akan menghadirkan SUV terbaru sekaligus menampilkan jajaran model terlengkap, mulai dari kendaraan listrik berperforma tinggi, SUV, hingga MPV keluarga.
Kehadiran Hyundai di Hall D JIExpo Kemayoran menjadi salah satu sorotan utama IIMS tahun ini, terutama bagi pengunjung yang ingin melihat langsung inovasi teknologi serta solusi mobilitas modern dari merek asal Korea Selatan tersebut.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Hyundai sebagai brand global yang terus menghadirkan kendaraan dengan teknologi mutakhir, desain modern, serta layanan purna jual yang semakin kuat di Indonesia.
SUV Baru Jadi Andalan Hyundai di IIMS 2026
Salah satu agenda utama Hyundai di IIMS 2026 adalah peluncuran SUV terbaru yang dirancang khusus untuk menjawab tren pasar otomotif Indonesia yang kian mengarah ke segmen SUV.
Model anyar ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan gaya hidup dinamis, baik untuk mobilitas harian di perkotaan maupun aktivitas petualangan jarak jauh. Hyundai menjanjikan kombinasi desain tangguh, kenyamanan kabin, serta performa yang andal di berbagai kondisi jalan.
Peluncuran ini juga melengkapi strategi Hyundai dalam menghadirkan SUV di seluruh segmen, sehingga konsumen memiliki pilihan produk yang lebih luas sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Lineup Lengkap dari EV hingga MPV
Tak hanya memperkenalkan model baru, Hyundai juga membawa portofolio produk lengkap di IIMS 2026. Pengunjung dapat melihat berbagai kendaraan unggulan Hyundai yang dipamerkan di area indoor maupun outdoor.
Jajaran tersebut mencakup:
High-Performance Electric Vehicle (EV)
SUV berbagai segmen
MPV keluarga
Model terbaru yang diluncurkan khusus saat pameran
Kehadiran lineup komprehensif ini memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk membandingkan langsung fitur, teknologi, hingga karakter berkendara dari setiap model. Hyundai menilai pendekatan ini penting untuk membantu calon pembeli menemukan kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan gaya hidup modern.
Test Drive dan Aktivitas Interaktif
Untuk meningkatkan pengalaman pengunjung, Hyundai juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif dan test drive experience. Pengunjung dapat mencoba langsung performa, kenyamanan, serta teknologi unggulan dari model-model Hyundai, termasuk SUV terbaru yang akan diluncurkan.
Selain test drive, Hyundai menyiapkan beragam permainan dan kegiatan menarik di area booth, seperti:
Sort Parking Game with Hyundai Models
BINGO – CRETA Alpha Games
Performance Games – Hyundai X Asphalt
Soccer Challenge menyambut Hyundai Cup
Bluelink Challenge
Hyundai Continue Corner
Gift Redemption dengan berbagai hadiah
Rangkaian aktivitas ini dirancang untuk menghadirkan suasana pameran yang lebih menyenangkan sekaligus memperkenalkan fitur-fitur inovatif Hyundai secara interaktif.
Komitmen Jangka Panjang Hyundai
Partisipasi Hyundai di IIMS 2026 menjadi bukti komitmen jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan mobilitas yang inovatif, andal, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Tak hanya dari sisi produk, Hyundai juga terus memperkuat ekosistem layanan purna jual untuk memastikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang nyaman dan terpercaya.
Dengan peluncuran SUV baru, jajaran model lengkap, serta pengalaman pameran yang atraktif, Hyundai optimistis dapat semakin mendekatkan diri dengan konsumen sekaligus memperkuat posisinya di pasar otomotif nasional.
Lihat Selengkapnya
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia04 Feb 2026
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia04 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Volkswagen berakar dari gagasan besar tentang mobil terjangkau bagi masyarakat luas di Jerman. Ide tersebut muncul dari visi politik Adolf Hitler yang menginginkan sebuah kendaraan nasional yang efisien, kuat, dan dapat dimiliki oleh keluarga biasa.
Untuk merealisasikan ambisi tersebut, Ferdinand Porsche—insinyur visioner asal Austria—ditunjuk sebagai sosok utama dalam perancangannya.
Dari kolaborasi inilah lahir Volkswagen (VW), yang secara harfiah berarti “mobil rakyat”. Pada masa itu, sejumlah produsen lain juga mengembangkan mobil ekonomis, seperti Mercedes-Benz 170H, Adler AutoBahn, Steyr 55, dan Hanomag 1.3L. Namun, proyek Volkswagen memiliki standar teknis yang jauh lebih ketat.
Hitler menetapkan syarat khusus: mobil harus mampu mengangkut dua orang dewasa dan tiga anak, sekaligus sanggup melaju stabil hingga 100 km/jam agar sesuai dengan jaringan Autobahn yang tengah berkembang pesat. Standar inilah yang menjadi fondasi karakter Volkswagen sebagai mobil praktis namun tangguh.
Peran Penting Pasca Perang Dunia II
Eksistensi Volkswagen modern tidak lepas dari peran Mayor Ivan Hirst, seorang perwira sekaligus insinyur asal Inggris. Setelah Perang Dunia II berakhir, ia ditugaskan mengelola pabrik Volkswagen di Wolfsburg yang nyaris hancur akibat serangan udara Sekutu dan sempat berada di bawah pengawasan Amerika Serikat.
Tantangan awal yang dihadapi Hirst bahkan jauh dari urusan produksi mobil. Ia harus menjinakkan bom aktif yang tersangkut di area mesin pabrik. Berkat ketekunan dan visinya, Hirst berhasil meyakinkan otoritas militer Inggris untuk memesan 20.000 unit kendaraan. Pada 1946, pabrik tersebut bangkit dan mampu memproduksi hingga 1.000 unit mobil per bulan, menjadi tonggak penting kebangkitan industri otomotif Jerman sekaligus penyelamat ribuan lapangan kerja.
Seiring kebangkitannya, Volkswagen melahirkan berbagai model legendaris yang membentuk budaya otomotif dunia. Dari sekian banyak produk, tiga nama berikut menjadi simbol kejayaan VW:
Volkswagen Beetle
Volkswagen Golf
Volkswagen Passat
Ketiganya tidak hanya sukses secara penjualan, tetapi juga menjadi representasi evolusi desain, teknologi, dan gaya hidup pada masanya.
Perkembangan Global Volkswagen
Volkswagen Beetle, yang mulai diproduksi massal sejak 1937 dengan kode Type 1, tumbuh menjadi simbol mobilitas global. Prestasinya luar biasa, menembus penjualan satu juta unit pada 1954 dan melonjak hingga 16 juta unit pada 1973.
Menariknya, Beetle memiliki sebutan berbeda di berbagai negara. Di Jerman dikenal sebagai Käfer, di Prancis disebut Coccinelle, di Brasil dikenal sebagai Fuscha, dan di Amerika Serikat dijuluki Bug. Sementara di Indonesia, mobil ini akrab dengan sebutan VW Kodok.
Popularitas Beetle semakin melejit saat resmi menggunakan nama “Beetle” pada 1969, bersamaan dengan kemunculannya dalam film The Love Bug. Karakter Herbie—VW Beetle bernomor balap 53—menjadi ikon budaya pop dunia. Nilai historisnya terbukti pada 2018 ketika unit asli mobil film tersebut dilelang seharga 128.700 dolar AS atau sekitar Rp1,9 miliar.
Kini, Volkswagen Group telah berevolusi menjadi konglomerat otomotif global. Portofolionya mencakup kendaraan penumpang dari Skoda hingga Bugatti, sepeda motor sport Ducati, serta kendaraan berat seperti MAN, Scania, dan Neoplan.
Secara global, strategi VW sangat agresif. Melalui kerja sama dengan FAW dan Shanghai Volkswagen, China menjadi pasar terbesar grup ini. Operasional VW menjangkau 150 negara dengan sekitar 100 fasilitas manufaktur di 27 negara. Struktur bisnisnya terbagi dalam dua pilar utama, yakni otomotif dan jasa keuangan, yang menaungi lebih dari 340 anak perusahaan di seluruh dunia.
Awal Masuknya Volkswagen ke Indonesia
Perjalanan Volkswagen di Indonesia dimulai sejak awal 1950-an dan mencerminkan dinamika adaptasi industri otomotif nasional. Kiprah resmi VW diawali pada 1952 melalui PT Piola sebagai agen tunggal dan importir. Pada 1971, tongkat estafet berpindah ke PT Garuda Mataram Motor (GMM), menandai era baru VW di Tanah Air.
Pada 1972, VW memulai perakitan lokal melalui skema Completely Knocked Down (CKD) bersama PT German Motors Manufacturing. Model-model ikonik seperti VW Safari, Beetle 1302, serta Passat LS dan L mulai dirakit di dalam negeri.
Tonggak penting terjadi pada 1974 dengan hadirnya MITRA, kendaraan komersial berbasis T2 bermesin 1.600 cc yang menjadi mobil Volkswagen pertama hasil racikan Indonesia. Popularitas VW Safari mencapai puncaknya pada 1977 ketika dipercaya sebagai kendaraan operasional para camat di seluruh Indonesia. Namun, kebijakan pajak nasional kala itu memaksa VW menyesuaikan kembali strategi bisnisnya.
Setelah sempat meredup, Indomobil Group mengakuisisi PT Garuda Mataram Motor pada 1992 dan memfokuskan bisnis VW pada kendaraan komersial, khususnya Caravelle. Pada 1994, VW Caravelle dipercaya sebagai kendaraan resmi delegasi KTT APEC di Bogor, memperkuat citra premium VW di Indonesia.
Memasuki era modern, VW melakukan konsolidasi bisnis. Pada 2006, PT Garuda Mataram Motor mengambil alih penuh impor dan distribusi mobil penumpang VW. Produksi Semi Knocked Down (SKD) dimulai pada 2008 melalui Touran, disusul Golf Mk6 pada 2009 dan Tiguan pada 2012.
Komitmen jangka panjang Volkswagen di Indonesia ditegaskan pada 2019 melalui peningkatan standar produksi ke tahap Medium Knocked Down (MKD). Fokus utama diarahkan pada VW Tiguan Allspace LWB yang hingga kini menjadi tulang punggung VW di segmen SUV premium.
Lihat Selengkapnya
KIA Hadir di IIMS 2026, Harga KIA Carens 2026 Bakal Diumumkan!02 Feb 2026
KIA Hadir di IIMS 2026, Harga KIA Carens 2026 Bakal Diumumkan!02 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Debut perdana KIA di Indonesia melalui Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkenalkan identitas serta pendekatan brand yang lebih relevan dengan karakter pasar otomotif nasional. Momentum ini juga akan dimanfaatkan KIA untuk mengumumkan harga KIA Carens 2026, sekaligus menampilkan mobil listrik terbarunya yang dikabarkan siap menarik perhatian pengunjung pameran.
Bagi KIA, kehadiran di IIMS 2026 bukan sekadar partisipasi dalam ajang otomotif, melainkan ruang dialog terbuka untuk memahami lebih dalam dinamika pasar serta perilaku konsumen otomotif Indonesia yang terus berkembang. Melalui konsep booth experience dan interaksi langsung dengan pengunjung, KIA berupaya membangun kedekatan emosional sekaligus membuka peluang hubungan jangka panjang dengan konsumen di Tanah Air.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam cara memilih kendaraan. Keputusan pembelian kini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh merek atau spesifikasi teknis, tetapi juga oleh pengalaman menyeluruh, nilai yang ditawarkan, serta keterhubungan emosional dengan sebuah brand. Perubahan ini mencerminkan kedewasaan pasar otomotif nasional yang semakin rasional dan sadar akan kebutuhan mobilitasnya.
Menjawab dinamika tersebut, KIA mempersiapkan debut perdananya di Indonesia melalui IIMS 2026 sebagai langkah awal untuk membangun pemahaman yang lebih dekat dengan pasar lokal. Kehadiran ini menjadi momen penting bagi KIA untuk memperkenalkan identitas dan pendekatan brand secara langsung kepada publik Indonesia.
“Memasuki pasar Indonesia merupakan langkah strategis bagi KIA. Kehadiran KIA di IIMS 2026 tidak hanya menjadi partisipasi dalam pameran otomotif, namun juga mencerminkan pemahaman KIA terhadap dinamika dan karakter pasar otomotif Indonesia yang terus berkembang. Melalui analisis terhadap preferensi konsumen, tren mobilitas, serta kebutuhan akan kendaraan yang relevan dengan kondisi lokal, KIA mempersiapkan berbagai inisiatif dan produk yang dirancang untuk menjawab ekspektasi pasar Indonesia, sekaligus menyampaikan nilai dan identitas baru KIA secara lebih relevan,” ujar Bayu Riyanto, Managing Director of KIA Sales Indonesia.
Pasar Otomotif yang Kian Dinamis, Konsumen Semakin Selektif
Pasar otomotif Indonesia saat ini bergerak dengan arah yang semakin beragam. Banyaknya pilihan kendaraan dan kemajuan teknologi membuat konsumen lebih selektif dalam menentukan pilihan. Mobil tidak lagi dipandang hanya sebagai alat transportasi, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup yang harus selaras dengan kebutuhan personal.
Proses memilih kendaraan pun menjadi semakin personal. Konsumen mulai mempertimbangkan aspek kenyamanan harian, kemudahan penggunaan, hingga kesan yang dirasakan saat berinteraksi dengan sebuah brand. Pengalaman sebelum membeli maupun saat menggunakan kendaraan kini memiliki peran penting dalam membentuk keputusan.
Bagi KIA, perubahan pola pikir ini menegaskan bahwa kehadiran di pasar Indonesia harus dibangun dengan pendekatan yang lebih dekat dan relevan. Tidak hanya melalui produk, tetapi juga melalui pemahaman terhadap cara konsumen Indonesia memaknai mobilitas dalam kehidupan sehari-hari.
IIMS 2026 sebagai Ruang Dialog, Bukan Sekadar Pameran
IIMS 2026 dipandang KIA sebagai momentum untuk bertemu langsung dengan konsumen dan membuka dialog yang lebih luas mengenai kebutuhan, ekspektasi, serta pandangan pasar terhadap mobilitas masa kini. Dalam ajang ini, KIA akan menghadirkan sejumlah kejutan yang mencerminkan identitas barunya sebagai brand global dengan pendekatan modern, relevan, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan. Salah satu sorotan utama adalah rencana peluncuran resmi produk terbaru yang telah disesuaikan dengan karakter pasar otomotif Indonesia.
Melalui kehadiran di IIMS 2026, KIA juga ingin merasakan secara langsung respons konsumen terhadap desain, teknologi, dan pengalaman yang ditawarkan. Interaksi di area pameran, respons spontan pengunjung di booth, hingga percakapan yang terbangun secara natural menjadi bagian penting dalam memahami pasar Indonesia secara autentik. Sebagai pelengkap pengalaman tersebut, KIA akan menghadirkan sentuhan budaya Korea di area booth, yang tidak hanya memperkaya pengalaman pengunjung, tetapi juga merefleksikan karakter brand KIA.
“IIMS 2026 menjadi momen penting bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan konsumen Indonesia. Melalui berbagai pengalaman dan interaksi yang kami siapkan di area pameran, termasuk sentuhan pengalaman yang merefleksikan karakter dan identitas KIA, kami ingin mendengar langsung respons publik, sekaligus memperkenalkan KIA sebagai brand yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Indonesia. Ini menjadi langkah awal kami dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pasar Indonesia,” tutup Bayu Riyanto.
Simak ulasan lengkap IIMS 2026 di Goodcar.id! (Syu)
Lihat Selengkapnya
Ini Spesifikasi Lengkap Suzuki e-Vitara, SUV Listrik Masa Depan02 Feb 2026
Ini Spesifikasi Lengkap Suzuki e-Vitara, SUV Listrik Masa Depan02 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Langkah penting Suzuki Indonesia dalam memasuki segmen mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) makin nyata. Gebrakan sudah disiapkan di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dengan rencana meluncurkan Suzuki e-Vitara.
Peluncuran Suzuki e-Vitara menjadi sinyal kuat bahwa Suzuki siap bersaing dengan para produsen otomotif lain yang lebih dulu meramaikan pasar mobil listrik nasional.
Strategi ini juga mencerminkan adaptasi Suzuki terhadap perubahan preferensi konsumen dan kebijakan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Desain Eksterior Suzuki e-Vitara Gaya
Dari sisi tampilan, Suzuki e-Vitara mengusung desain eksterior yang modern dan futuristis, khas SUV crossover masa kini. Sistem pencahayaan Full LED dengan proyektor memberikan visibilitas optimal, sekaligus menegaskan karakter premium pada bagian depan. Gril berdesain minimalis semakin memperkuat kesan bersih dan modern.
Secara dimensi, e-Vitara memiliki panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.635 mm. Jarak sumbu roda sepanjang 2.700 mm membuat mobil ini tetap stabil saat melaju, namun cukup fleksibel untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota.
Sebagai penunjang kenyamanan, kamera 360 derajat hadir untuk memudahkan manuver parkir di area sempit. Tampilan visual dari sudut pandang atas secara real-time membantu pengemudi meningkatkan keamanan dan presisi. Apalagi hadir pula sensor parkir belakang yang juga disematkan sebagai fitur pendukung keselamatan saat parkir mundur.
Interior Suzuki e-Vitara Nyaman
Di dalam kabin, Suzuki e-Vitara menawarkan suasana interior yang elegan melalui kombinasi warna dual-tone. Material soft-touch pada beberapa bagian memberikan sentuhan premium sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.
Fitur fungsional seperti cup holder dan wireless charger di konsol tengah dirancang untuk menunjang kebutuhan mobilitas modern. Selain itu, tersedia berbagai mode berkendara, termasuk Snow Mode yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas di kondisi jalan licin, meskipun fitur ini tidak tersedia di semua pasar.
Suzuki juga menyematkan Electric Parking Brake yang dipadukan dengan Auto Hold, memudahkan pengemudi saat berhenti di tanjakan atau kondisi lalu lintas padat. Setir dengan desain flat-top dan flat-bottom memberikan ergonomi yang lebih baik, sementara kehadiran sunroof berukuran besar menambah kesan lapang dan menyenangkan saat berkendara jarak jauh.
Baterai dan Motor Listrik yang Handal
Untuk urusan performa, Suzuki e-Vitara menawarkan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 49 kWh dan 61 kWh. Perbedaan kapasitas ini memberikan opsi jarak tempuh yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Dari sisi tenaga, tersedia dua konfigurasi motor listrik. Varian standar menghasilkan tenaga 144 hp yang ideal untuk mobilitas perkotaan, sementara varian performa menawarkan output hingga 174 hp, cocok bagi pengemudi yang menginginkan akselerasi lebih responsif, khususnya di jalan bebas hambatan.
Platform yang digunakan adalah HEARTECT e, yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Mobil ini mampu menampung lima penumpang dengan konfigurasi penggerak roda depan (FWD) maupun penggerak empat roda (4WD), memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan pasar.
Dengan torsi mencapai 189 Nm, e-Vitara menjanjikan respons instan khas kendaraan listrik, sekaligus tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi berkendara.
Fitur Keselamatan ADAS Level 2
Aspek keselamatan menjadi fokus utama Suzuki melalui kehadiran Suzuki Safety Support (SSS). Sistem ini mencakup teknologi ADAS Level 2 yang dirancang untuk membantu pengemudi secara aktif.
Fitur-fitur seperti Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, dan Blind Spot Monitor bekerja secara terintegrasi untuk mengurangi potensi kecelakaan serta meningkatkan rasa aman selama berkendara, baik di dalam kota maupun di jalan tol.
Menuju Peluncuran Resmi di Indonesia
Hingga saat ini, Suzuki belum mengumumkan harga resmi dan detail spesifikasi final untuk pasar Indonesia. Meski demikian, kesiapan infrastruktur kendaraan listrik yang semakin berkembang, ditambah dengan ekosistem “EV Point” yang mulai meluas, menunjukkan bahwa peluncuran Suzuki e-Vitara di Tanah Air tinggal menunggu waktu.
Menjelang IIMS 2026, minat terhadap SUV listrik ini terus meningkat. Dengan kombinasi desain modern, fitur lengkap, dan reputasi Suzuki dalam hal keandalan, e-Vitara berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik di segmen mobil listrik Indonesia.
Simak ulasan lengkap IIMS 2026 di Goodcar.id! (Syu)
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.