Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Update Harga Mobil Listrik Februari 2026: Dari Rp152 Juta hingga Rp7 Miliar16 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Memasuki bulan kedua tahun 2026, dinamika harga mobil listrik (EV) di Indonesia semakin menarik untuk dicermati. Setelah penyesuaian besar dilakukan pada awal tahun, Februari menghadirkan pergerakan harga yang relatif stabil, meski tetap ada koreksi dari beberapa merek ternama.
Sorotan utama datang dari dua pabrikan asal Tiongkok. BYD melakukan penyesuaian harga sebesar Rp4 juta untuk varian Atto 1 Dynamic, yang kini dipasarkan di angka Rp199 juta—masih berada di bawah batas psikologis Rp200 juta. Di sisi lain, GWM justru menurunkan harga GWM Ora 03 sebesar Rp10 juta, sehingga kini dibanderol Rp369 juta, membuatnya semakin kompetitif di segmen hatchback listrik bergaya retro.
Momentum ini bertepatan dengan gelaran Indonesia International Motor Show yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang tersebut diyakini menjadi katalis hadirnya model-model EV baru yang akan semakin meramaikan pasar otomotif nasional.
Berikut rangkuman harga terbaru berdasarkan kategori segmen.
Lini Mobil Listrik Ekonomis (Di Bawah Rp400 Juta)
Segmen ini menawarkan pilihan paling beragam, mulai dari city car ringkas hingga SUV kompak dengan harga terjangkau:
Changan Lumin: Rp183 juta
Seres E1: Rp189 juta (B-Type) – Rp219 juta (L-Type)
VinFast VF 3: Rp152 juta (Berlangganan Baterai) – Rp192,28 juta (Termasuk Baterai)
BYD Atto 1: Rp199 juta (Dynamic) – Rp235 juta (Premium)
VinFast VF 5: Rp212 juta (Berlangganan Baterai) – Rp272,35 juta (Termasuk Baterai)
Wuling Air ev: Rp214 juta (Lite) – Rp307 juta (Pro)
Jaecoo J5 EV: Rp249,9 juta (Standard) – Rp299,9 juta (Premium, khusus 1.000 konsumen pertama)
Geely EX2: Rp229,9 juta (Promo Pro) – Rp259,9 juta (Promo Max)
MG 4 EV Ignite: Rp299 juta
Polytron G3: Rp299 juta (Sewa Baterai) – Rp419 juta (Beli Putus)
Aion UT: Rp325 juta – Rp363 juta
Mitsubishi L100 EV: Rp323,3 juta
BYD Dolphin: Rp369 juta (Dynamic) – Rp429 juta (Premium)
Chery E5: Rp369,9 juta (Pure) – Rp399,9 juta (Standar)
Citroen E-C3: Rp377 juta
Wuling Binguo EV: Rp318 juta – Rp363 juta
Segmen ini menjadi tulang punggung pertumbuhan EV nasional karena menawarkan kombinasi harga rasional dan fitur yang semakin kompetitif.
Lini Kelas Menengah & SUV (Rp400 Juta – Rp1 Miliar)
Kategori ini dihuni model dengan teknologi lebih canggih dan fitur kenyamanan premium:
MG 4 EV & MG ZS EV: Rp405 juta – Rp419 juta
Aion Y Plus: Rp419 juta – Rp479 juta
Aion V: Rp449 juta – Rp489 juta
Geely EX5: Rp465 juta – Rp505 juta
Aletra L8 EV: Rp488 juta – Rp493 juta
Chery J6: Rp505,5 juta – Rp615,5 juta
Hyundai Kona Electric: Rp565,25 juta – Rp689,55 juta
Changan Deepal S07: Rp599 juta
BYD Sealion 7: Rp629 juta – Rp719 juta
BYD Seal: Rp639 juta – Rp750 juta
Toyota bZ4X & Toyota Urban Cruiser EV: Rp759 juta – Rp799 juta
Hyundai Ioniq 5: Rp809 juta – Rp925,6 juta
Mazda MX-30: Rp860 juta
Maxus Mifa 9 & Maxus Mifa 7: Rp750 juta – Rp888 juta
Volvo EX30: Rp930 juta – Rp1,1 miliar
Segmen ini menjadi pilihan bagi konsumen yang mengutamakan teknologi, jarak tempuh lebih jauh, serta kenyamanan kelas atas.
Lini Mewah & Performa Tinggi (Di Atas Rp1 Miliar)
Untuk kategori premium, berbagai merek global menghadirkan EV dengan teknologi mutakhir dan prestise tinggi:
Denza D9: Rp950 juta
MINI Electric: Rp1,029 miliar – Rp1,472 miliar
BMW i5 hingga lini BMW iX & i7: Rp1,379 miliar – Rp3,576 miliar
Mercedes-Benz EQS dan EQ Series lainnya: Rp1,69 miliar – Rp3,995 miliar
Mercedes-Maybach EQS 680 SUV: Rp7,65 miliar
Kia EV9: hingga Rp1,985 miliar
Lexus RZ 450e: hingga Rp2,488 miliar
Porsche Taycan: Rp4,2 miliar – Rp5 miliar
Tesla Model 3 & Tesla Model Y: Rp1,5 miliar – Rp2 miliar
Dengan rentang harga yang semakin luas—mulai Rp152 juta hingga miliaran rupiah—pasar mobil listrik Indonesia menunjukkan kematangan yang signifikan. Februari 2026 menjadi periode penting yang menandai persaingan semakin sehat, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan di berbagai segmen.
Lihat Selengkapnya
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia04 Feb 2026
Sejarah Volkswagen: Dari Mobil Rakyat Dunia hingga Perjalanan Panjang di Indonesia04 Feb 2026
Jakarta, Goodcar.id - Sejarah Volkswagen berakar dari gagasan besar tentang mobil terjangkau bagi masyarakat luas di Jerman. Ide tersebut muncul dari visi politik Adolf Hitler yang menginginkan sebuah kendaraan nasional yang efisien, kuat, dan dapat dimiliki oleh keluarga biasa.
Untuk merealisasikan ambisi tersebut, Ferdinand Porsche—insinyur visioner asal Austria—ditunjuk sebagai sosok utama dalam perancangannya.
Dari kolaborasi inilah lahir Volkswagen (VW), yang secara harfiah berarti “mobil rakyat”. Pada masa itu, sejumlah produsen lain juga mengembangkan mobil ekonomis, seperti Mercedes-Benz 170H, Adler AutoBahn, Steyr 55, dan Hanomag 1.3L. Namun, proyek Volkswagen memiliki standar teknis yang jauh lebih ketat.
Hitler menetapkan syarat khusus: mobil harus mampu mengangkut dua orang dewasa dan tiga anak, sekaligus sanggup melaju stabil hingga 100 km/jam agar sesuai dengan jaringan Autobahn yang tengah berkembang pesat. Standar inilah yang menjadi fondasi karakter Volkswagen sebagai mobil praktis namun tangguh.
Peran Penting Pasca Perang Dunia II
Eksistensi Volkswagen modern tidak lepas dari peran Mayor Ivan Hirst, seorang perwira sekaligus insinyur asal Inggris. Setelah Perang Dunia II berakhir, ia ditugaskan mengelola pabrik Volkswagen di Wolfsburg yang nyaris hancur akibat serangan udara Sekutu dan sempat berada di bawah pengawasan Amerika Serikat.
Tantangan awal yang dihadapi Hirst bahkan jauh dari urusan produksi mobil. Ia harus menjinakkan bom aktif yang tersangkut di area mesin pabrik. Berkat ketekunan dan visinya, Hirst berhasil meyakinkan otoritas militer Inggris untuk memesan 20.000 unit kendaraan. Pada 1946, pabrik tersebut bangkit dan mampu memproduksi hingga 1.000 unit mobil per bulan, menjadi tonggak penting kebangkitan industri otomotif Jerman sekaligus penyelamat ribuan lapangan kerja.
Seiring kebangkitannya, Volkswagen melahirkan berbagai model legendaris yang membentuk budaya otomotif dunia. Dari sekian banyak produk, tiga nama berikut menjadi simbol kejayaan VW:
Volkswagen Beetle
Volkswagen Golf
Volkswagen Passat
Ketiganya tidak hanya sukses secara penjualan, tetapi juga menjadi representasi evolusi desain, teknologi, dan gaya hidup pada masanya.
Perkembangan Global Volkswagen
Volkswagen Beetle, yang mulai diproduksi massal sejak 1937 dengan kode Type 1, tumbuh menjadi simbol mobilitas global. Prestasinya luar biasa, menembus penjualan satu juta unit pada 1954 dan melonjak hingga 16 juta unit pada 1973.
Menariknya, Beetle memiliki sebutan berbeda di berbagai negara. Di Jerman dikenal sebagai Käfer, di Prancis disebut Coccinelle, di Brasil dikenal sebagai Fuscha, dan di Amerika Serikat dijuluki Bug. Sementara di Indonesia, mobil ini akrab dengan sebutan VW Kodok.
Popularitas Beetle semakin melejit saat resmi menggunakan nama “Beetle” pada 1969, bersamaan dengan kemunculannya dalam film The Love Bug. Karakter Herbie—VW Beetle bernomor balap 53—menjadi ikon budaya pop dunia. Nilai historisnya terbukti pada 2018 ketika unit asli mobil film tersebut dilelang seharga 128.700 dolar AS atau sekitar Rp1,9 miliar.
Kini, Volkswagen Group telah berevolusi menjadi konglomerat otomotif global. Portofolionya mencakup kendaraan penumpang dari Skoda hingga Bugatti, sepeda motor sport Ducati, serta kendaraan berat seperti MAN, Scania, dan Neoplan.
Secara global, strategi VW sangat agresif. Melalui kerja sama dengan FAW dan Shanghai Volkswagen, China menjadi pasar terbesar grup ini. Operasional VW menjangkau 150 negara dengan sekitar 100 fasilitas manufaktur di 27 negara. Struktur bisnisnya terbagi dalam dua pilar utama, yakni otomotif dan jasa keuangan, yang menaungi lebih dari 340 anak perusahaan di seluruh dunia.
Awal Masuknya Volkswagen ke Indonesia
Perjalanan Volkswagen di Indonesia dimulai sejak awal 1950-an dan mencerminkan dinamika adaptasi industri otomotif nasional. Kiprah resmi VW diawali pada 1952 melalui PT Piola sebagai agen tunggal dan importir. Pada 1971, tongkat estafet berpindah ke PT Garuda Mataram Motor (GMM), menandai era baru VW di Tanah Air.
Pada 1972, VW memulai perakitan lokal melalui skema Completely Knocked Down (CKD) bersama PT German Motors Manufacturing. Model-model ikonik seperti VW Safari, Beetle 1302, serta Passat LS dan L mulai dirakit di dalam negeri.
Tonggak penting terjadi pada 1974 dengan hadirnya MITRA, kendaraan komersial berbasis T2 bermesin 1.600 cc yang menjadi mobil Volkswagen pertama hasil racikan Indonesia. Popularitas VW Safari mencapai puncaknya pada 1977 ketika dipercaya sebagai kendaraan operasional para camat di seluruh Indonesia. Namun, kebijakan pajak nasional kala itu memaksa VW menyesuaikan kembali strategi bisnisnya.
Setelah sempat meredup, Indomobil Group mengakuisisi PT Garuda Mataram Motor pada 1992 dan memfokuskan bisnis VW pada kendaraan komersial, khususnya Caravelle. Pada 1994, VW Caravelle dipercaya sebagai kendaraan resmi delegasi KTT APEC di Bogor, memperkuat citra premium VW di Indonesia.
Memasuki era modern, VW melakukan konsolidasi bisnis. Pada 2006, PT Garuda Mataram Motor mengambil alih penuh impor dan distribusi mobil penumpang VW. Produksi Semi Knocked Down (SKD) dimulai pada 2008 melalui Touran, disusul Golf Mk6 pada 2009 dan Tiguan pada 2012.
Komitmen jangka panjang Volkswagen di Indonesia ditegaskan pada 2019 melalui peningkatan standar produksi ke tahap Medium Knocked Down (MKD). Fokus utama diarahkan pada VW Tiguan Allspace LWB yang hingga kini menjadi tulang punggung VW di segmen SUV premium.
Lihat Selengkapnya
Spesifikasi BYD YangWang U9, Mobil Terkencang di GIIAs 2025?30 Jun 2025
Spesifikasi BYD YangWang U9, Mobil Terkencang di GIIAs 2025?30 Jun 2025
Jakarta, Goodcar.id — Persaingan mobil listrik semakin panas, dan BYD siap menyulut api baru lewat YangWang U9, sebuah supercar listrik penuh gebrakan yang disebut-sebut bakal hadir di ajang GIIAS 2025.
Meski peluncuran globalnya sudah dilakukan pada 25 Februari lalu di Tiongkok, bocoran spesifikasi lengkap mobil ini kembali mencuat ke publik.
Tak tanggung-tanggung, BYD menyebut YangWang U9 mampu menari, melompat, hingga melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu 2 detik.
Sebagai bagian dari lini premium BYD, YangWang U9 merupakan model kedua dari sub-merek YangWang setelah SUV tangguh U8.
Brand YangWang sendiri memposisikan diri dengan menggabungkan teknologi BEV (Battery Electric Vehicle) dan PHEV/EREV.
Dengan desain agresif dan kemampuan performa luar biasa, YangWang U9 ditujukan untuk menantang nama-nama besar seperti Tesla Roadster, Rimac Nevera, bahkan Ferrari dan McLaren.
Di sektor performa, YangWang U9 dibekali empat motor listrik jenis TZ220XYAK buatan BYD, masing-masing menghasilkan tenaga puncak 240 kW atau setara 322 hp.
Total tenaga gabungan mencapai 960 kW atau 1.287 hp, sementara torsi maksimalnya mencapai 1.680 Nm.
Keempat motor tersebut memungkinkan sistem all-wheel drive canggih yang memberikan akselerasi ekstrem tanpa kompromi. Dalam klaim resmi, YangWang U9 bisa mencapai kecepatan 100 km/jam hanya dalam 2 detik.
Yang membuat YangWang U9 semakin menarik adalah adopsi desain motor berbentuk U pertama di dunia.
Inovasi ini memungkinkan pusat gravitasi yang lebih rendah serta peningkatan efisiensi pendinginan.
Motor-motornya juga memakai magnet permanen tahan suhu tinggi hingga 200°C, jauh di atas rata-rata industri yang umumnya hanya bertahan di 140°C.
Magnet ini juga mencegah demagnetisasi yang biasa terjadi pada motor listrik berperforma tinggi.
Tak kalah penting, YangWang U9 menggunakan pengontrol berbasis silikon karbida yang diklaim memiliki efisiensi transmisi 99,8%.
Bandingkan dengan transmisi otomatis konvensional yang berkisar 86–94%.
Efisiensi energi ini tentu sangat krusial untuk menjaga kestabilan performa dan daya tahan sistem kelistrikan saat digunakan secara ekstrem.
Teknologi suspensi YangWang U9 juga menjadi sorotan utama berkat sasis DiSus-X. Sistem ini memungkinkan mobil untuk melakukan manuver unik seperti melompat, menari, dan menikung tanpa body roll berlebihan.
Suspensinya mampu mengangkat masing-masing roda hingga kecepatan 500 mm/s dengan daya maksimum 36 kW. Efeknya bukan cuma estetika—tapi juga peningkatan handling dan stabilitas di kecepatan tinggi.
Secara desain dan aerodinamika, YangWang U9 mengadopsi material serat karbon dan bodi generasi baru dengan koefisien kekakuan torsional mencapai 54.425 Nm.
Spoiler belakangnya bahkan sanggup menghasilkan gaya tekan ke bawah hingga 280 kg. Namun, tak semuanya sempurna.
Bobot kosong mobil ini mencapai 2.475 kg, hampir dua kali lipat bobot Porsche 911.
Baterainya sendiri menyumbang bobot sebesar 633 kg, menjadikannya salah satu supercar listrik terberat di kelasnya.
Dimensi YangWang U9 tergolong besar untuk ukuran mobil sport: panjang 4.966 mm, lebar 2.029 mm, tinggi 1.295 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm.
Sumber energinya berasal dari baterai LFP berkapasitas 80 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak sejauh 465 km berdasarkan standar CLTC.
Mobil ini akan dirakit langsung di fasilitas BYD di Shenzhen, Tiongkok.
Berapa Harganya di Indonesia?
Meski harga pastinya belum diumumkan secara resmi, banyak pihak memprediksi YangWang U9 akan dipasarkan dalam kisaran setara 2 miliar rupiah jika masuk Indonesia.
Apalagi, bocoran menyebutkan bahwa BYD siap memajang mobil ini di GIIAS 2025, menjadikannya sebagai senjata utama dalam memperluas penetrasi merek premium BYD di pasar internasional, termasuk Asia Tenggara.
Lihat Selengkapnya
Porsche Perkenalkan Mobil Hybridnya Akhir Bulan ini!16 May 2024
Porsche Perkenalkan Mobil Hybridnya Akhir Bulan ini!16 May 2024
Kabar bahagia parbrikan otomotif Jerman Porsche. Pabrikan Jerman ini akan melakukan rangkaian program pengembangan dan meluncurkan mobil 911 versi hybrid pada 28 Mei pukul 15.00 waktu setempat melalui siaran langsung di media sosial resmi mereka. Dan pengujian yang ketat pada model 911 berpenggerak hybrid ini siap untuk masuk ke dalam tahap produksi dan pemasaran.
Frank Moser (Vice President) mengatakan ini akan menjadi sejarah baru karena 911 untuk pertama kalinya dihadirkan dengan berpenggerak hybrid dan dia menjanjikan performa mobil ini akan lebih dinamis dari sebelumnya.
Porche tidak main main untuk hal mobil hybrid mereka yang satu ini, Karena Mereka telah menguji 911 tersebut di wilayah berbeda beda seperti di suhu dingin hingga pada pengujian tahap akhir di bawah terik matahari Dubai yang panas dan gersang.
Selain itu, ketahanan pada performa 911 Hybrid ini juga diuji berbagai medan sulit dan melewati medan pegunungan mempunyai jalan tanjak maupun turun yang ekstrem. Tidak hanya disitu saja 911 Hybrid ini juga di tes melalui lalu lintas perkotaan yang macet dan mobil ini berhasil melaluinya dengan sangat dan kuat.
Porsche 911 Hybrid ini juga mencoba speednya oleh pembalap sekaligus brand ambassador Porsche yaitu Jorg Bergmeister di Nurburgring Nordschleife. Mobil ini mampu menempyh waktu sekitar 7 menit 16,9 detik atau lebih cepat dari torehan pada model sebelumnya. Saat mencoba di sirkuit mobil ini hanya dilengkapi dengan ban jalan raya standar, ditambah dengan aero kit serta sayap belakang spoiler untuk meninggkatkan downforce pada saat kecepatan tinggi. “Kami memiliki cengkeraman yang lebih besar, tenaga yang jauh lebih besar, dan respons spontan dari performa hybrid merupakan keuntungan besar,” ucap Bergmeister (pembalap/BA Porsche)
Porsche 911 terbaru akan diperkenalkan pada 28 Mei akhir bulan ini. Dan kita akan menunggu spesifikasi mobilnya dan juga tentunya berapa harganya pada mobil Hybrid yang ini. Kalau kalian tidak mau beli Porsche kalian bisa beli mobil bekas berkualitas dan harganya masih masuk di pasaran? Kalian bisa langsung aja ke websitenya GoodCar.id
Lihat Selengkapnya
Goodfriends bisa bertanya lebih jauh tentang ketersediaan unit, promo & benefit menarik, negosiasi harga ataupun simulasi kredit yang sesuai dengan kebutuhan Anda.